[EXOFFI FREELANCE] She Isn’t My Child (Series 1)

pic_face_01_副本

Tittle : She Isn’t My Child #Series

Author: BabySeo

Length : Series

Genre : School life, Comedy, Romance/dikit

Rating : G

Cast:    Park Chanyeol

             Park Cheonsa

             Luhan

            And Other

Disclaimer : Nama Cast hanya meminjam dan tidak bermaksud untuk mengubah karakternya. Cerita fiktif ini murni hasil karya saya. Don’t plagiarism and sorry for typo ^^

A/N : Cerita ini dibuat hanya untuk hiburan semata, tidak bermaksud untuk menguntungkan ataupun merugikan pihak lain. Agar lebih jelas baca dulu yang sebelumnya

 She Isn’t My Child (oneshoot)

sudah dua jam Cho songsaenim mengoceh tentang massa dan sebagainya. Tapi fikiranku masih terarah pada Kim Soojung. Sudah satu bulan Soojung hidup bersamaku dan sudah tiga baby sitter yang kupecat.

Baby sitter pertama bernama Taeyeon kupecat karena hampir saja membuat Soojung menjadi daging rebus, dengan bodohnya Taeyeon ingin memandikan Soojung dengan air panas bukannya air hangat. Untunglah Park Chanyeol datang dan menyenggol air panas itu sehingga Soojung tidak menjadi daging rebus. Ngomong ngomong kaki Chanyeol sedikit melepuh hingga harus jalan berpincang pincang selama lima hari.

Baby sitter kedua bernama Yoora. Sebenarnya Yoora cukup baik dalam merawat Soojung. Tapi suatu hari, Chanyeol melihat Yoora mencuri uang milikku yang kusimpan dilemari pakaianku. Dengan sadisnya Chanyeol menjambak rambut panjang milik Yoora lalu memaksanya keluar dari rumah dengan mendorongnya. Akhirnya terpecatlah Yoora setelah satu minggu bekerja sebagai baby sitter Soojung.

Baby sitter ketiga bernama Ahra. Dia tidak merebus Soojung ataupun mencuri uang milikku tapi Ahra malah hampir menculik Soojung. Untunglah Park Chanyeol dengan kerennya mengambil kembali Soojung yang hampir diculik Ahra. Kini Ahra sudah mendekam disel tahanan. Kata petugas polisi Ahra adalah oknum penjualan bayi yang memang menjadi buronan polisi.

Setelah mengalami kejadian kejadian itu. Aku sedikit trauma untuk menyewa baby sitter jadi kuputuskan untuk menitipkan Soojung dipenitipan anak saat aku sekolah dan mengambilnya saat pulang sekolah.

“Cheonsa, ayo kekantin”

Suara ajakan itu berasal dari mulut Kim Seoyeon, gadis yang disukai Chanyeol tapi naasnya dia sama sekali tidak menyukai Chanyeol.

“sejak kapan bel istirahat berbunyi?”

Terlalu senang dalam lamunanku hingga indra pendengaranku tidak dapat mendengar bunyi bell. Seoyeon memutar bola matanya, ya itu kebiasaan Seoyeon jika sedang kesal.

“mungkin 3 menit yang lalu, cepatlah aku lapar”

Dengan ganas Seoyeon menarik tanganku, membawaku ke kantin. Bagaimana mungkin Chanyeol menyukai gadis agresif seperti Seoyeon? Selera Chanyeol memang benar benar aneh.

Setelah mengambil jatah makan siang, aku dan Seoyeon melangkah menuju meja yang Chanyeol duduki. Chanyeol sedari tadi sudah melambai lambaikan tangannya dan dengan hebohnya memanggil nama Seoyeon berulang kali. Sebenarnya bukan hanya ada Chanyeol dimeja itu, disana juga ada namjachinguku Luhan, namja yang disukai Seoyeon -OH SEHUN- dan  si cerewat Byun Baekhyun.

Setelah duduk disana, Chanyeol mulai memberikan makanannya pada Seoyeon dan Seoyeon memberikan makanan yang diberi Chanyeol kepada Sehun lalu dengan ganas Baekhyun akan merebut makanan yang baru saja diberikan Seoyeon dipiring Sehun. Ya, itu selalu terjadi dijam makan siang.

“Yak! Kim Seoyeon kenapa kau memberikannya pada Sehun?”

“Yak! Byun Baekhyun kenapa kau mengambil makanan yang kuberikan pada Sehun?”

“Baekhyun, kembalikan makananku”

“Chanyeol! Kau sudah memberikannya Seoyeon kenapa kau ambil lagi?”

Mereka bertiga –Chanyeol,Seoyeon,Baekhyun- selalu begitu dijam makan siang dan Sehun dengan kerennya tetap menikmati makanan miliknya. Sedangkan aku dan Luhan tentu saja bermesra mesraan.

“buka mulutmu Cheonsa, coba ini!”

Luhan menyuapkan makanan dengan penuh kemulutku hingga aku kesusahan mengunyahnya.

“Yak! Ini terlalu banyak Lu, kau ingin membunuhku?”

Protesku setelah dengan susah payah menelan makanan yang Luhan suapkan.

“kau seperti babi yang kelaparan tadi hahaha”

Suara tawa kemenangan milik Luhan terdengar indra pendengaranku.

“MWO? Kau seperti Rusa bergigi besar”

“Yak! Park Cheonsa! Dasar Katak bermata besar!”

“LUHAN!”

Ya, itulah definisi ‘mesra-mesraan’ yang kumaksudkan.

Istirahat telah berakhir, dengan kerennya Chanyeol merangkul Seoyeon tapi Seoyeon dengan kerennya juga melepaskan rangkulan Chanyeol. Kami berlima kembali kekelas, Aku masih marah dengan Luhan. Jadi, aku berjalan bersama Baekhyun yang dengan semangatnya menceritakan Kucingnya yang bertelur kepadaku. Baekhyun selalu mempunyai banyak cerita walau kadang aku tau cerita itu tidak benar. Hey! Sejak kapan hewan berbulu bernama kucing itu bisa bertelur?

Setelah berjam jam mendengar beberapa ocehan yang menurut Chanyeol seperti dongeng hingga dia tertidur dari 2 jam yang lalu. Bel pulang sekolah berbunyi, dengan cekatan kubereskan barang barang yang masih berserakan di meja. Kakiku melangkah mendekati meja Chanyeol. Dengan sekuat tenaga kutendang Chanyeol hingga terjatuh dilantai. Inilah tontonan siswa kelasku jika bel pulang berbunyi.

“PARK CHEONSA!”

Teriakan Chanyeol menggema di kelas membuat para siswa segera menyudahi tontonan –membangunkan-chanyeol- . Chanyeol dengan masih mengelus/? Pantatnya yang baru saja mendarat dengan tidak indah dilantai mencoba bangkit. Setelah berdiri tegak dia mengambil tas miliknya. Oh tentu saja Chanyeol tidak perlu membereskan buku bukunya, karna Chanyeol sedari tadi tidak mengeluarkan satu bukupun dari tas hitam miliknya.

“Bisakah kau membangunkanku dengan cara lebih manusiawi?”

Itulah protes yang selalu dikeluarkan Chanyeol setelah aku membangunkannya.

“Chan, kau yang menjemput Soojung ya! Aku benar benar lelah hari ini Chan”

“Ne,”

Entah malaikat mana yang merasuki tubuh Chanyeol hari ini. Biasanya Chanyeol selalu protes jika aku menyuruhnya menjemput Soojung tapi hari ini dia langsung mengiyakannya. Dengan hati yang gembira aku menyetop taksi untuk pulang kerumah. Sebenarnya aku merasa sangat malas jika menjemput Soojung karna penjaga disana yang kuketahui bernama Cho Kyuhyun, selalu menggodaku. Cho Kyuhyun memang tampan, tapi dia sudah beristri! BERISTRI!

Sesampainya dirumah aku lalu mengambil beberapa snack dan menonton drama di tv. Kadang aku membayangkan jika Luhan menjadi seromantis didrama. Kadang juga aku membayangkan jika aku menjadi gadis yang direbut rebutkan seperti dalam drama.

Chanyeol masuk kerumah lalu duduk disebelahku dengan masih menggendong Soojung yang kini sedang menikmati susu yang ada dibotolnya.

“Cheonsa, tanggal berapa Soojung lahir?”

“Entahlah”

Mataku masih terfokus pada drama yang kutonton.

“Eomma bilang dia akan membuatkan akta kelahiran untuk Soojung, jadi dia butuh beberapa identitas Soojung”

Aku menatap Chanyeol. Benar juga, aku seharusnya bertanya dulu pada Hyemi sebelum dia mati. Eomma memang setuju aku dan Chanyeol mengasuh Soojung. Eomma malah bangga dengan tindakan kepahlawananku. Ya, aku tau jika aku ini sangat baik hati hingga mengasuh hasil jerih payah Hyemi dan Jongin.

“Apa kita menemui arwah Hyemi saja?”

Kalian pasti tahu ide itu keluar dari mulut siapa. Tentu saja Park Chanyeol yang pemikirannya tidak bisa ditebak oleh manusia biasa.

“Ya, Kau benar Chan! Aku akan membunuhmu, lalu kau mati dan arwahmu bisa menemui arwah Hyemi. Setelah itu kau tanyakan kapan Soojung lahir”

“Kau menginginkan aku mati?”

Kini Chanyeol menatapku dengan mata berkaca kaca. Demi neptunus, saturnus, Uranus dan teman temannya, bagaimana bisa aku memiliki kembaran seperti Chanyeol? Sungguh Chanyeol tidak berhak menyandang status sebagai Oppaku dengan pemikiran kekanak kanakkannya. Seharusnya aku yang menjadi nonanya!

“Lupakan Chan! Anggap saja tadi aku tidak bicara, berikan Soojung! Aku ingin menggendongnya”

Chanyeol memberikan Soojung kepadaku. Satu satunya cara agar pembicaraan aneh dengan Chanyeol tidak berlanjut adalah mengalihkan pembicaraannya.

“Aku kira kira umur Soojung setahun. Jadi Soojung lahir tanggal 22 Maret, kau setuju Chan?”

Dilihat dari bentuknya, kurasa Soojung memang berumur setahun.

“aku tidak setuju! Seharusnya dia lahir tanggal 27 November”

27 November? Tunggu! Bukankah itu tanggal lahirku dan Chanyeol?

“Itu tanggal lahir kita bodoh!”

“Bukankah keren jika kita bertiga lahir tanggal 27 November semua?”

Ya, itulah definisi keren menurut Park Chanyeol.

“Tidak! Soojung lahir 22 Maret! Tidak ada protes! Karna aku yang pertama kali menemukan Soojung”

Dengan berat hati Chanyeol mensetujukan ucapanku. Aku tahu jika direlung hati terdalam milik Chanyeol, Chanyeol menginginkan Soojung lahir ditanggal 27 November.

“Cheonsa, hari ini kita akan pergi!”

Senyum merekah terpampang di wajah Chanyeol.

“Kemana?”

Aku menatap Chanyeol curiga, selalu ada maksud terselubung jika Chanyeol tersenyum seperti ini.

“Seminar untuk orangtua”

Dengan mata berbinar binar Chanyeol memberikan selebaran yang bertuliskan Seminar untuk para Orangtua.

“kita harus mendatanginya Cheon! Agar kita lebih tahu cara merawat Soojung”

Benar juga perkataan Chanyeol. Untuk pertama kalinya aku menyetujui ide Chanyeol. Kuharap bukan keputusan yang salah jika aku menyetujui ajakan Chanyeol.

“Acaranya dimulai jam berapa Chan?”

“ Jam tiga sore”

Aku melirik jam yang berada ditanganku.

“MWO? Chan! Ini sudah setengah 4”

“MWO? Cepat cepat!”

Chanyeol segera menarik tangan kiriku sedangkan tangan kananku masih menggendong Soojung yang kini sudah tertidur.

Kini aku dan Chanyeol sudah berada didalam taksi.

“Chan, tapi kita masih memakai seragam!”protesku

“Tidak apa apa Cheon! Yang penting kita bisa merawat Soojung dengan baik”

Ucapan Chanyeol yang terlihat bijaksana itu seketika membuatku terkagum kagum.

“Chan, Kau terlihat keren!”

Pujianku membuat Chanyeol tersenyum manis, bukan Senyum konyol seperti yang biasa dia pamerkan.

“Cheon, kau tahu dimana tempat seminar?”

“aku tidak tau, Jangan bilang kau tidak tahu Chan?”

Cengiran tanpa dosa terpampang jelas di wajah Chanyeol. Oh Tuhan, aku sangat sangat ingin mencuci otak Chanyeol dengan deterjen sebanyak banyaknya agar pemikirannya bisa sedikit waras. Ya, untuk pertama kalinya aku menyetujui ide Chanyeol dan untuk pertama kalinya juga aku menyesal telah menyetujui ide Chanyeol.

Kini aku dan Chanyeol juga Soojung berjalan jalan disekitar Sungai Han. Setelah tidak tahu tempat dimana seminar itu berlangsung, aku memutuskan untuk berjalan jalan di Sungai Han. Soojung yang sudah terbangun kini tampak senang menghirup udara segar disini.

“Cilukk.. Baaa”

Chanyeol terus menggoda Soojung dengan CilukBanya dan itu berhasil membuat Soojung tertawa berulang kali dengan permainan kuno itu.

“Seharusnya kita lebih sering mengajak Soojung untuk kelu—“

“Ommo, Siberian Husky!”

Ya, itu semua perkataan Chanyeol yang terputus karena melihat Siberian Husky yang berada di toko hewan.

“Chan! Jangan bilang kau mau membelinya? Awas saja jika kau membelinya! Aku tidak suka ada hewan dirumah!”

“Ayolah Cheon! Lihatlah Siberian Husky itu terlihat keren!”

“Tidak!”

Chanyeol akhirnya harus mau tidak mau menggugurkan keinginannya untuk memiliki Siberian Husky itu.

“Chan, bawa dulu Soojung! Aku ingin pergi ke kamar mandi dulu! Jangan bergerak Chan! Tetap disini! Dan jangan beli Siberian Husky itu! Aku tahu jika aku meninggalkanmu kau pasti membeli Siberian Husky itu! Berjanjilah untuk tidak membelinya”

Aku memberikan Soojung pada Chanyeol saat kurasa aku butuh mengeluarkan makanan yang tadi kusimpan diperut. Chanyeol hanya menganggukan kepalanya, mengiyakan semua perkataanku. Setelah Soojung berpindah tangan, aku segera melangkah mencari kamar mandi umum disekitar sini.

Akhirnya kutemukan kamar mandi itu, dengan segera aku langsung memasuki kamar mandi dan mengeluarkan zat sisa makanan yang sudah tidak digunakan lagi ditubuhku. Setelah kurasa semua yang kutahan sedari tadi sudah keluar, aku melangkah kembali ketempat dimana Chanyeol dan Soojung kutinggalkan.

Chanyeol berdiri dengan senyum merekah yang dapat menyilaukan, karena gigi giginya sungguh putih bersinar. Tangan kanannya menggendong Soojung sedangkan tangan kirinya memegang tali. Tunggu? Kenapa Chanyeol memegang tali?

“gukk..gukk..”

SIBERIAN HUSKY! Sudah kuduga Chanyeol akan membelinya!

“Chan! Bukankah kau sudah berjanji untuk tidak membelinya?”

“ne”

“Lalu kenapa kau membelinya?”

“Bukan aku yang membelinya!”

“Jangan bilang kalau Soojung yang membelinya?”

“Kau benar! Soojung yang membelinya!”

“PARK CHANYEOL!!”

Kini aku sudah berada dirumah, Soojung sudah tertidur diranjang kecilnya, sedangkan Chanyeol kini sedang bermain dengan Siberian Husky yang tadi Soojung beli ah ani maksudku yang Chanyeol beli.

“Cheonsa, kita beri nama dia siapa?”

“ Nama Chanyeol sepertinya cocok untuk anjing itu”

“Kau masih marah padaku? Bukankah aku sudah bilang kalau Soojung yang membelinya bukan aku! Dia tadi terus merengek dan menunjuk nunjuk Siberian Husky. Aku jadi tidak tega pada Soojung maka aku membelikannya”

“Aku tahu kau bohong Chan!”

Chanyeol tersenyum tanpa dosa seraya mengangguk anggukan kepalanya.

“Cheonsa, bagaimana jika kita berinama Luhan? Dia sangat mirip Luhan”

Aku melempar bantal yang berada disofa dan naasnya bantal itu pas mengenai Chanyeol. Salah siapa dia menyamakan Luhanku dengan Siberian Husky?

“YAK! APPO!”

“KENAPA KAU MENYAMAKAN LUHAN DENGAN ANJING BODOH!”

“Seharusnya kuberi nama Cheonsa saja! Nama Cheonsa lebih cocok dengan anjing ini!”

“PARK CHANYEOL!!”

“berhenti berteriak Cheonsa! Kau mau Soojung terbangun eoh?”

“Makanya jangan memancingku untuk berteriak Park Chanyeol!”

Aish! Chanyeol selalu saja berhasil membuatku ingin memakannya bulat bulat.

“Cheonsa, Bagaimana jika kita berinama Jongin?”

Untuk kedua kalinya aku menyetujui ide Chanyeol dan kurasa aku tak akan menyesal dengan ide Chanyeol yang satu ini. Siberian Husky ini mirip Jongin, Dia selalu aktif berlari kesana kemari mirip Jongin yang tidak bisa diam dan juga jail.

“Baiklah! Kita berinama dia Jongin!”

 

END~

 

Ini series dari She Isn’t my Child. Maapkan kalau ini lebih absurd dari yang kemaren :’). Dan juga maapkan daku karna memberi nama Jongin pada Siberian Husky. :” . karna bakalan ada series selanjutnya jadi terpaksa Siberian Husky ini kuberi nama Jongin :”D #diamukfansnyamaskamjjong maafkan aku juga karena membuat Kyuhyun menjadi seorang yang genit :’D #diamuksparkyu

Tinggalkan jejak readers^^

Gomawo^^

12 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] She Isn’t My Child (Series 1)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s