[EXOFFI FREELANCE] That Day is Come

Untitled

Title

That Day is Come

Author

haneul88

Length

Oneshoot

Genre

Angst

Rating

T

Main Cast

Oh Sehun

Kim Hyejin

Additional Cast :

Park Chanyeol

Disclaimer :

The characters are belong to themselves. The OC and story are belong to me. Please don’t do copy and paste without my permission. This story is pure from my mind. If you become a silent reader I don’t hate you, but be better if you become a good reader.

Author’s Note:

Warning! Typo bertebaran, keanehan (?) alur cerita

Jangan lupa tinggalkan jejak, ^^

HAPPY READING!!! ^^

 

“They said if you love something, you should let it go.”

Angin sore berhembus dengan begitu lembutnya membuat helaian rambut berterbangan. Jalanan  distrik Gangnam sore ini tampak begitu ramai dengan beberapa pejalan kaki yang mayoritas diantara mereka pulang seusai bekerja. Tak sedikit pula yang memilih untuk singgah sebentar di jajaran café yang ada disana. Dalam keramaian sore ini, tampak Oh Sehun tengah berjalan dengan cepat sedikit berlari dengan raut muka khawatir. Beberapa saat lalu ketika ia sedang bangun dari tidur siangnya dan membuka ponselnya, tampak sebuah pesan singkat dengan nama pengirim Hyejin disana. Dalam pesan tersebut Hyejin mengirim pesan bahwa ia meminta Sehun untuk datang ke café langganan mereka pukul 4 sore. Terlihat pesan itu diterima 1jam sebelum Sehun membukanya. Yang membuat Sehun seperti orang kesetanan saat ini karena ia membuka pesan 30 menit setelahnya yang berarti sudah lewat jam janji sepihak Hyejin.

Sehun membuka pintu café itu dengan sedikit kasar. Tempat tersebut tampak sedikit ramai dengan beberapa meja yang sudah tak kosong lagi. Ia bergegas menuju tempat mereka biasa berdua menikmati waktu. Apa yang Sehun pikirkan tentang Hyejin yang menunggunya dengan wajah kesal ternyata terjadi. Meja itu tampak kosong dengan kedua kursinya. Hyejin tak pernah meninggalkannya sekalipun ia sangat terlambar datang dalam janji pertemuan mereka. Satu – satunya kemungkinan yang ada yaitu Hyejin yang datang terlambat. Melebihi dirinya bahkan. Sehun kemudian mendudukkan dirinya dengan lesu di meja itu. Seorang pelayan tiba menghampiri dirinya menanyakannya pesanannya. Sehun memilih bubble tea coklat kesukaannya yang mungkin dapat menemaninya menunggu Hyejin.

Pukul 6 lewat 1 menit. Entah sudah berapa lama ia menunggu, sayangnya Hyejin tak kunjung datang. Gelasnya sudah kosong dari beberapa saat lalu. Baru saja ia berniat utuk memesan segelas lagi, seorang gadis tampak berlari kearahnya dengan raut bahagia –sangat- terpampang diwajahnya. Gadis itu adalah Hyejin. Kim Hyejin, orang yang ia tunggu dari tadi. Tanpa sadar sebuah senyum simpul terpatri dibibir tipisnya. “Oppa… mianhae, aku terlambat. Seseorang menahanku untuk datang” sesal Hyejin akan tetapi tak dapat menutupi raut bahagianya. Sehun sedikit penasaran dengan ‘seseorang’ yang Hyejin katakan itu. Akan tetapi datangnya seseorang yang lain menjawab pertanyaan tak terlontarkan Sehun itu. Seorang Park Chanyeol. Sehun mengenalnya? Ayolah, mereka bahkan mereka tak jarang keluar bersama. Park Chanyeol, hyungnya yang ia kenal beberapa tahun belakangan yang secara tidak langsung pasti membuat Hyejin juga mengenalnya dekat karena mereka berdua sangat dekat dengan Sehun.

Café ini memang tempat mereka berdua –Hyejin dan Sehun- untuk sekadar membicarakan hari –hari mereka atau sekadar bertemu. Tapi tempat ini bukanlah tempat seorang Park Chanyeol. Maka dari itu hal tersebut yang membuat Chanyeol sedikit asing dengan tempat ini. “Gwenchana…… . jadi, perihal apa yang sepertinya sangat ingin kau bicarakan denganku?” ucap Sehun dengan senyum yang ia paksakan. Jujur sedikit banyak sebenarnya ia merasa sedikit cemburu dengan Chanyeol. Kedatangan Hyejin dnegan raut wajah yang sangat ceria dibarengi kedatangan Chanyeol setelahnya membuat perasaanya tak enak. Setelah mengucapkan kalimat itu Hyejin duduk dikursi yang tepat didepannya sedangkan Chanyeol menggeser kursi dari meja lain untuk dipindahkan di meja kotak itu sehingga mereka bertiga bisa berada di meja yang sama. “Oppa, kau tahu?…” ucapan Hyejin terhenti ketika suara ponsel Chanyeol terdengar begitu nyaring. Hyejin dan Sehun menolehkan pandangan kearah Chanyeol yang sedang mengangkat telpon dan memperhatikan lelaki tiang itu sejenak. Pembicaraan Chanyeol dengan benda persegi panjang itu berhenti. Tampak ada sesuatu yang sangat penting yang membuat Chanyeol bergegas keluar café’ “ada berita mendadak yang memintaku untuk datang kesana.” Ucap Chanyeol singkat dengan cepat sebelum meninggalkan mereka.

“uhm, wae? Kau bisa melanjutkannya. Karna kau belum mengatakannya padaku, maka aku tak tahu” itu Sehun yang berucap. “aishh… kau menyebalkan oppa.” “oppa, kau lihat bunga yang kubawa ini dan cincin manis ini?” ucap Hyejin sambil menunjukkan jari – jari lentiknya dengan sebuah cincin yang melingkari jari manisnya. “Chanyeol oppa yang  memberikannya padaku ketika di taman tadi. Ia memberikannya ketika  mengungkapkan perasaannya padaku. Semua pengunjung taman menoleh pada kami yang membuatku malu setegah mati. Ia menekuk salah satu lututnya didepanku sehingga adegan yang terjadi seperti seorang pangeran yang menyatakan cintanya pada sang putri. Sejujurnya aku juga mempunyai perasaan yang sama padanya …” ucap Hyejin dengan semangat yang menggebu dengan wajah ceria yang tampak tak lupa pipinya yang menampakkan semburat merah. “dan kau menerimanya” tebak Sehun. Itu bukan berupa sebuah pertanyaan melainkan pernyataan dari Sehun. Tanpa perlu di tanya kelanjutannya semua orang pasti akan langsung dapat menebak kisah selanjutnya.

***

 

“They said if you love something, you should let it go.”

 

***

Kebiasaan kelam seorang Oh Sehun yang sebelumnya mati –matian ia coba tuk tinggalkan kini kambuh lagi. Pergi ke sebuah bar terkenal dikawasan Gangnam dan menikmati berbotol cairan bening yang bernama vodka. Menghabiskan malamnya dengan singgah di tempat berbau menyengat itu dengan pikiran berkecamuk dikepalanya. Mungkin kebiasaan lamanya itu akan kambuh kembali.

Beberapa bulan yang lalu ia berhasil melepaskan semua cairan – cairan yang akan terasa  panas di tenggorokan itu karena satu orang. Kim Hyejin. Gadis itu yang memintanya untuk berhenti meneguk minuman itu. Semua akan Sehun lakukan jika itu permintaan Hyejin karena memang ia memiliki perasaan kepada Hyejin yang secara otomatis membuatnya melakukan semuanya demi Hyejin.

Dan sayangnya, seseorang yang saat ini membuatnya kembali pada masa – masa sulitnya, membuatnya meneguk minuman itu lagi hanya satu orang yang sama. Kim Hyejin.

Beberapa waktu silam sepeninggalan appanya begitu membuat Sehun terpukul yang membuatnya menjadi liar. Akan tetapi gadis bernama Kim Hyejin selalu bisa menjadi satu – satunya orang yang dapat mengkontrol dirinya. Gadis cantik dengan tubuh semapainya yang sudah sehun kenal –dekat- dari kecil. Seseorang yang selalu ada untuk Sehun.

Tatapan Sehun mulai melemah. Tangan kanannya kini tengah mengenggam erat sebuah cincin berwarna silver dengan berlian ditengahnya yang seharusnya ia berikan kepada Hyejin tadi. Ketika Hyejin memintanya untuk bertemu, ia langsung membulatkan tekatnya untuk menyatakan semua perasaannya hari ini. Sayangnya ia terlamabat satu langkah. Sial!

 

Tring

 

Suara benturan cincin dengan lantai marmer itu menjawab semuanya. He will let her go.

 

***

 

“They said if you love something, you should let it go.”

 

***

 

“hiks, ini sakit oppa”

“tak apa, kau baru belajar mengayuhnya, dan baru mencobanya sekali . Kelak kau akan bisa bersepeda, dan kita akan bersepeda bersama setiap hari.”

.

“oppa, seseorang mendekatiku tadi. Tapi aku takut kepadanya. Jadi aku meninggalkannya”

“mungkin lain kali kau harus mencoba untuk menenggapinya dan mendengarkan maksudnya”

.

“oppa, aku merindukanku?”

“tidak”

“ayolah, kau harus jujur padaku oppa, aku tahu kau merindukanku”

“baiklah, aku merindukanmu. Sangat”

.

“oppa, kau pernah merasakan jatuh cinta?”

“entahlah, waeyo?”

“bisa kau jelaskan padaku bagaimana rasanya? aku ingin mengetahuinya, kumohon…”

“ketika kau merasakan cepatnya degupan jantungmu melebihi biasanya, ketika kau selalu merasa senang saat bertemu dengannya, ketika kau merasa waktu bersamanya selalu berlangsung begitu cepat, dan ketika pikiranmu akan penuh dengan dirinya. Ahh… mau dijelaskan bagaimanapun juga kau takkan pernah mengerti. Belum waktunya Hyejin-ah”

.

“oppa maukah kau berjanji padaku untuk selalu bersamaku selamanya? Aku ingin kau berjanji padaku”

“satu – satunya hal yang mungkin adalah kau yang akan meninggalkanku”

.

 

***

“They said if you love something, you should let it go.”

***

-End-

 

Hi, Annyeong chingudeul! ^^

Ini fanfiction oneshoot kedua yang aku ciptain dan oneshoot pertama yang aku post, xD

Oh ya, fanfiction ini terinspirasi dari mvnya Taeyang yang judulnya Wedding Dress, jujur waktu liat mvnya rasanya bener” sakiit gitu, sampe ga sadar nangis :’v *apaansih #abaikan

Ya, maafkan kalo hasilnya ga se ngefeel mvnya, :’v, dan kurang memuaskan 😀

Oh ya, buat quotesnya yang diatas itu aku ngecopy dari exoverall btw ^^ hehe,

Untuk masalah keanehan judul kuharap pada akhirnya mengerti kenapa pake judul itu ya.. soalnya jujur aku sebernya kebinggungan bikin judul xD

Berharap sarannya atas semua kekurangan – kekurangan yang ada di atas ya,

Please leave a comment yap^^

Karena komen komen kalian sangat berharga buat ku, dan bikin semangat buat  nyiptain ff lainnya,

Gomawo~

Makasih sudah meluangkan waktu untuk membaca, ^^

 

Regards,

Haneul Kim

 

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] That Day is Come”

  1. Ah sorry auth. Saya salah ngoment bawa bawa fanfic sebelah lagi-_-. Sorry. Bgt. Saya ulang ya
    Saran buat yang awalan yg Sehun sedang bangun tidur kayaknya lebih enak di ganti baru bangun tidur. Cuma saran doank kok… ^-^
    Sorry bgt author

    1. oh iya, hehehe 😀
      maapkeun, huhuhu T.T
      kmrn belum sempet ngerevisi jugak, XD :’v
      btw kalo buat yg judul sorry aku uda ada ff dg judul itu, :D, jadi cari judul yg lain, hehe 😀

  2. Saran buat yang awalan yg Sehun sedang bangun tidur kayaknya lebih enak di ganti baru bangun tidur. Cuma saran doank kok… ^-^
    Btw ‘SORRY’ ya judulnya. Pas banget itu yg mau aku sampein ke kamu buat yg tadi. Sorry ya ^^ jangan marah ^^

  3. Emak, seharusnya quotes nya gini “They said if you love some body, you shouldn’t let it go.” Kayak gitu thor. Beda lagi masalahnya jika misalnya “They said if you love someone who love anything else, you should let her go.” Kayak gitu thor. Oh ya mak, kalau kata2 di FF ku itu gini, ehem ehem #tenggorokan lagi serak kebanyakan nyanyi ”
    Seperti jantung ini yang berdetak tak karuan, wajah ini yang bersemu merah, dan darah ini yang berdesir hebat, aku telah menyimpulkan semenjak saat itu. Bahwa aku menyukaimu.” Hahaha gimana mak? Abaikan saja. Kita sa ma2 ngenes ya, cinta bertepuk sebelah tangan.

    Sdh ah, kok malah curhat. Sorry cepetan si post mak. Sdh gk tahan

    From your best reader,
    Cantikapark

    1. Oh gitu ya mak? Huhuhu aq nangis mak. Aq dukung km tapi kok kamunya kayak gitu…. huhuhu #nusuk nusuk boneka vodoo dipojokan pake namamu. #emang aku punya boneka vodooo? #bercanda mak.

      Aku emang cerewet mak. Sdh nyadar dari dulu. Hehe He eheh.

      From your best reader,
      Cantikapark

  4. Kyaaaaa.. haneul kim..
    Ff nya nyesekk. Bikin baper. Syedih. Kesel. 😂😂😂
    Nge feel banget 😂 udah gatau mau nge comment apa lagi. Kehabisan kata2 😂
    sering2 nge post ff yaaa.. nanti aku kalo sering ngepost ff, haneul kim bisa terkenal lhoo #apaansih
    Keep fighting💪💪💪
    파이팅 하널 💋💋💋💋💋

  5. Ye ye ye la la la…. emak!!! Like ussually, aq yg coment pertama. Masa’? Kemaren2 gk tuh. Mungkin kaya gitu kali yak ekspresimu. Kekekekeke.
    Like ussually, ceritanya emak bagus bin keren bin daebak. Pokoknya sampe manak2 deh.
    So far so good.
    Mak yg sorry jangan lama2 ya…
    From your best reader,
    CantikapArk61

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s