[EXOFFI FREELANCE] Let’s Get Married (Prolog)

PhotoGrid_1458346204855

Title/Judul Fanfic : Let’s Get Married || Author : Park Hee Young || Length : Chaptered ||

Genre : Drama, Romantic, Friendship || Rating : PG17 || Main Cast: Oh Sehun/ Bae Joo Hyeon (Irene – Red Velvet) || Support Cast : Bisa cek di story ya

Disclaimer : Cerita ini terinspirasi dari seorang teman saya yang saat ini sedang mempersiapkan pernikahannya. Walaupun ada beberapa part yang ditambahkan (mungkin bukan beberapa, malah banyak yang ditambahkan hehe), semoga tidak mengecewakan dan semoga langgeng ya…

Auhor’s note : Do not copy this story without my permission. Please enjoy the story and let your imagination begin… dan kalau ada kekurangan maaf ya….

Prologue

 

Apartemen Joo Hyeon, Seoul.

“Yeoboseyo, Oppa. Aku baru saja sampai di apartemen. Jadi baru bisa mengangkat teleponmu.”

“Joo Hyeon, ini sudah jam sebelas malam dan kau baru saja pulang?” tanya seseorang dari ponsel.

“Iya. Stafku hari ini lembur. Bukankah ini waktunya untuk tutup buku,” jawab Joo Hyeon.

“Ck. Iya, tolong lain kali beritahu aku kapan kau akan pulang. Meskipun kau membawa mobil sendiri tetap saja aku merasa khawatir. Sudah sana, segera bersihkan badanmu dan pergi istirahat. Besok bangun siang saja.”

“Ne, untung saja besok hari Sabtu. Baiklah, kau juga istirahat.” Pip.

Joo Hyeon melangkah masuk ke dalam apartemen-nya dengan wajah yang lusuh dan rambut diikat dengan bentuk yang sudah tidak jelas. Masih menggunakan blazer kerja yang di dada kanannya bertuliskan nama ‘Bae Joo Hyeon’ dan lambang bank di tempatnya bekerja di sebelah kiri.

“Kau baru pulang?” seru Park Jin Hee, teman seapartemen dan sekaligus teman sekamar Joo Hyeon. Joo Hyeon dengan lemas mengiyakan pertanyaan dari Ji Hee.

“Kau sedang apa Jin Hee?” tanya Joo Hyeon sambil merebahkan tubuhnya di sofa depan televisi.

“Aku sedang menonton konser yang baru saja diberikan oleh temanku,” jawab Jin Hee sambil senyum-senyum sendiri di depan layar laptopnya.

“Kau melihatnya kurang dekat Jin Hee. Kantung matamu itu sudah sangat besar. Kau masih ingin menambah berat kantung matamu,” seru Kim Min Soo setelah selesai mandi lalu berjalan mendekati mereka.

“Eonie, kantung mataku tidak sebesar itu. Ya kan Joo Hyeon?” rengek Ji Hee sambil menatap ke arah Joo Hyeon.

“Kau lihatlah sendiri Jin Hee. Hobimu hanya melihat mereka para artis-artis k-pop. Bagaimana dengan novelmu? Bukankah kau sedang dikejar deadline?” tanya balik Joo Hyeon.

“Aku belum menemukan ide lagi untuk novelku. Aku bingung sekali,” jawab Jin Hee sambil masih merengek.

“Makanya lebih baik kau fokus pada novelmu daripada hanya melihat mereka di layar laptopmu. Pacarmu pasti kesal melihat kelakuanmu,” ucap Min Soo ketus.

“Ani,” jawab Jin Hee sambil menggelengkan kepala.

“Kau lebih baik mandi saja sana. Lalu pergi tidur. Besok kita harus olahraga pagi. Jika kau besok tidak bangun akan kutarik kakimu dan kuseret badanmu ke kamar mandi,” ancam Min Soo.

“Iya iya. Aku mandi sekarang.” Lalu Jin Hee pergi ke kamar mandi.

Joo Hyeon bekerja sebagai salah satu manajer bank di kota Seoul di usianya yang masih dua puluh tiga tahun. Rambutnya lurus berwarna coklat sepanjang bahu. Dia terbiasapulang malam dikarenakan dia tidak bisa meninggalkan stafnya bekerja lembur sendirian. Dia orang yang bertanggung jawab dengan apa yang sedang dikerjakannya. Dan jika stafnya bekerja hingga larut malam, dia langsung membantu stafnya agar pekerjaannya segera selesai. Dia tinggal di sebuah apartemen di Seoul bersama dengan kedua orang temannya yang lain. Yang satu bernama Park Jin Hee. Dia bertubuh mungil dan memiliki wajah yang menggemaskan. Dia memiliki rambut pendek, lurus, berwarna kemerah-merahan. Wajahnya yang imut, membuat banyak lelaki sangat senang berada di dekatnya. Dia berprofesi sebagai seorang penulis novel di Korea. Ya, walaupun dia bukan seorang novelis yang cukup terkenal, tapi karya tulisnya sudah sangat banyak. Dia memiliki seorang pacar bernama Kim Myeong Soo yang merupakan seorang reporter di salah satu stasiun penyiaran yang besar di Korea. Hobi dari Jin Hee adalah makan, tidur dan berkhayal. Dia adalah maknae dari antara yang lain, dan dia sangat manja. Joo Hyeon dan Jin Hee tidak dapat tidur sendiri, maka akhirnya mereka tidur di satu kamar. Dan mereka tidak bisa tidur jika lampu di dalam kamar mereka dalam keadaan mati.

 

Satu temannya lagi bernama Kim Min Soo yang berprofesi sebagai seorang fotografer di sebuah majalah fashion di Korea. Tubuhnya cukup tinggi, berambut panjang dan berwarna pirang. Tubuhnya cukup kuat dan lincah dalam bergerak. Kemampuannya untuk editing foto sudah tidak diragukan lagi. Dia adalah salah satu fotografer utama di majalah tersebut. Orangnya cuek dan sangat disiplin. Terutama pada teman se-apartemen seperti Jin Hee, karena Jin Hee sangat susah untuk diatur. Min Soo adalah yang kadang terlalu jujur untuk mengatakan sesuatu. Jika tidak suka dia akan mengatakan tidak suka, jika dia suka maka dia juga mengatakan kalau dia suka. Walaupun sangat cuek, terkadang Min Soo bisa menjadi orang yang sangat sensitif bahkan bisa dibilang terkadang dia bisa menjadi sangat melankolis.

“Bagaimana hubunganmu dengan Sehun?” tanya Min Soo.

“Hmm…sejauh ini baik-baik saja.”

“Kau jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Bukankah banyak hal yang harus disiapkan menjelang pernikahan kalian.”

“Kau tau sendiri pekerjaanku seperti apa. Aku belum sempat lagi memikirkan ke arah sana.”

“Hei, bukankah kau sudah memiliki konsep untuk hari pernikahanmu nanti. Apalagi yang belum?”

“Banyak hal. Seperti desain undangan, band pengiring, souvenir, foto pre-wedding pun belum aku pikirkan konsepnya.”

“Mungkin kau harus coba berdiskusi dengan Sehun. Aku tahu kalian berdua sangat sibuk. Tapi ada baiknya jika kalian bisa bicara bersama dan mempersiapkan acara pernikahan kalian yang hanya tinggal beberapa bulan lagi.”

“Aku tidak sempat ke sana. Bahkan saat akhir pekan pun aku sering kali masuk kerja.”

“Bukankah besok kau libur? Mengapa tidak meminta Sehun untuk datang ke sini?”

“Besok dia ada acara pertemuan dengan kliennya. Baru saja ada orang yang tertarik dengan berinvestasi di perusahaannya.”

“Ya, begitulah sibuknya calon penerus usaha keluarga. Ya sudah, setelah Jin Hee kau segera pergi mandi sana. Aku mau tidur. Oh ya, menurutku jika begini terus lebih baik kalian putus saja. Jika tidak nanti kau akan sangat menderita.”

Min Soo pun pergi ke kamar meninggalkan Joo Hyeon yang masih merebahkan tubuhnya di sofa dan harus rela menunggu Jin Hee selesai mandi. Karena Jin Hee bisa menghabiskan waktu selama satu jam untuk mandi. Dan semakin lama menunggu, mata Joo Hyeon terpejam lalu tertidur.

 

 

Apartemen Sehun,

“Sehun, kau belum tidur?” tanya Joon Woo sambil mengambil air minum.

“Nanti, sebentar lagi. Aku sedang melihat beberapa proposal yang diajukan ke perusahaan,” jawab Sehun dengan lemas dan mata yang sudah kelelahan.

“Sebagai sepupumu, aku sangat tahu kau sangat ingin memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Tapi tidak usah terlalu seperti itu. Aku ini berbicara bukan sebagai penasihatmu, tapi juga sebagai sepupumu yang sangat peduli akan kesehatanmu,” nasihat Jun Woo dengan ekspresi yang berlebihan.

“Iya, tentu saja. Baiklah, besok kita harus bertemu dengan rekan kerja baru untuk launching produk terbaru kita. Kau pergilah ke kamar. Aku akan membereskan berkas-berkas ini dulu.

“Ya sudah. Aku pergi tidur dulu.”

Sehun merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil tetap melihat kertas-kertas yang berisikan proposal pekerjaan yang harus segera direviewnya. Sebenarnya mata, tubuh dan pikirannya sudah sangat lelah untuk memikirkan semua itu. Tetapi ayahnya sudah tidak sanggup untuk bekerja di perusahaan yang dia pimpin. Maka dari itu,Sehun sebagai anak lelaki pertama di keluarganya harus mengerjakan semua pekerjaan itu supaya perusahaan ini tetap bisa berjalan.

 

abcd

Apartemen Joo Hyeon.

Pagi hari di apartemen Joo Hyeon sudah sangat berisik. Jam setengah enam pagi ketika itu Joo Hyeon dan Min Soo sudah terbangun. Sementara Jin Hee…

“Jin Hee!!!! Kau ini mau tidur sampai kapan??? Ayo kita pergi keluar untuk berolahraga,” seru Joo Hyeon kesal.

“Mmmmm, tunggu dulu sebentar lagi. Ini masih pagi,” jawab Jin Hee sambil tetap memejamkan mata dan menarik selimut.

“Kau ini, sudah besar susah sekali untuk bangun pagi. Ayo cepat bangun!” teriak Joo Hyeon.

“Nanti sebentar lagi, masih ngantuk,” rengek Jin Hee dari balik selimut.

“Jin Hee, kau pasti tidur larut malam lagi ya?” tanya Min Soo dengan nada yang kencang.

“Ngga kok, lupa tidur jam berapa. KYAAAAAA!!!!! Jangan ditarik!!” teriak Jin Hee tiba-tiba. Ternyata kedua kakinya ditarik Min Soo karena sudah sangat kesal supaya dia bangun dan Joo Hyeon hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua.

“Ayo pilih mana?? Ditarik ke kamar mandi atau bangun sendiri?”

“Iya, iya, iya. Ke kamar mandi sendiri. Lepaskan kakikuuuuuuuuu.”

“Lihat tuh kantung matamu semakin besar Jin Hee.”

Dengan terhuyung Jin Hee beranjak dari tempat tidurnya dan segera menuju ke kamar mandi. Segera setelah Jin Hee menutup pintu kamar mandi, Min Soo dan Joo Hyeon tertawa lepas. Jahat ya.

 

Sekitar setengah jam kemudian, Joo Hyeon, Min Soo dan Jin Hee keluar dari apartemen mereka untuk lari pagi. Mengapa setengah jam? Karena Jin Hee suka berlama-lama di kamar mandi. Entah apa yang dia lakukan dalam ritual pagi harinya di sana.

Udara pagi saat ini di sekitar apartemen mereka sangat menyegarkan. Udara yang sangat cocok untuk berlari pagi. Dan selain mereka, ada juga beberapa penduduk lain di kota Seoul yang berlari pagi di sana. Dan saat Joo Hyeon dan Min Soo berlari, Jin Hee tertinggal sekitar dua meter dari mereka. Ketika mereka berlari perlahan yang dilakukan Jin Hee adalah berjalan kaki sambil berbicara di ponsel dengan pacarnya. Terlihat sekali oleh mereka, Jin Hee yang suka senyum-senyum sendiri. Dan beginilah pagi ini berlalu.

 

abcd

 

Annyeong.. ini adalah fanfic kedua dari saya, Hee Young.

Maaf kalau hasilnya mungkin ada hal-hal yang kurang berkenan. Ditunggu komennya yaaa.. ^-^

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Let’s Get Married (Prolog)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s