[EXOFFI FREELANCE] Forbidden Love (Chapter 2)

forbidden love4.jpg

Tittle

FORBIDDEN LOVE (Chapter 2)

Genre

Dark-romence, psychology, angst, sad.

Cast

Oh sehun ( of EXO-K )

Oh jin hye ( OC )

Other.

Length

Chaptered

Rating

PG-17 ( Fanfic ini memuat unsur mature didalamnya )

Author

JiYeol Park

Disclaimer

Fanfic murni dari imajinasi author. Bila ada kesamaan alur itu hanya salah satu dari kekurangan author sebagai manusia, dan mohon untuk tidak menjiplak hasil imajinasi author. Jadilah kreatif!

.

.

“….Disaat semua orang telah pergi, hanya akan ada aku disana….”

^^

 

Sehun masuk kekamar jin hye dan menemukan gadis itu tengah duduk sambil memeluk lututnya disudut ruangan, seperti biasa. Gadis sialan itu selalu membuatnya kesal. Ia mendapati makanan dipiring yang berada didepan gadis itu belum disentuh sama sekali, seharusnya jin hye berterima kasih karna sehun masih berperasaan untuk tidak membiarkannya mati kelaparan. Sehun berjalan dengan tergesa – gesa kearah jin hye yang mulai bergerak gelisah ditempatnya, saat ia sudah berdiri didepan gadis itu sehun langsung berjongkok dihadapan jin hye lalu mencengkram sejumput rambut hitam jin hye seraya menariknya dengan tanpa perasaan hingga gadis bermarga Oh itu mendongak kearahnya. Sehun bisa merasakan kesedihan dimata kecoklatan gadis itu, namun kali ini jin hye tidak akan bisa selamat dari siksaannya. Dan mungkin tidak akan pernah. Kali ini sehun terlihat lebih mengerikan dari biasanya.

“kenapa kau selalu saja membuatku marah?!” kelakar sehun tepat didepan wajah jin hye yang sudah kembali dipenuhi dengan air mata yang menyedihkan. Jin hye hanya menggelengkan kepalanya sekuat yang ia bisa, ia belum siap jika harus menerima siksaan sehun lagi.

“baiklah, kau yang memaksaku untuk melakukan hal ini.” Ucap sehun dingin. Ia mengambil sejumput nasi dengan tangan kanannya yang bebas lalu menjejalkannya secara paksa kemulut jin hye yang kini terbatuk – batuk menerima perlakuan sehun, membuat ia memuntahkan makanan itu. Apa sehun kira jin hye adalah binatang sehingga ia bisa memperlakukan gadis itu seperti ini, sekali lagi sehun hanya menuruti kemauan balas dendamnya. Jin hye pantas mendapatkan perlakuan ini. Sehun teringat dirinya dulu yang pernah tidak makan selama dua hari hanya karena tidak memiliki uang sama sekali, bahkan kalaupun bisa itupun karna ia mendapat makanan pemberian dari orang – orang yang kasihan melihatnya. Bisa dibayangkan betapa sulitnya hidup sehun dulu. Dibandingkan sehun dulu jin hye lebih beruntung karna sehun masih mau memberinya makanan yang layak, tapi dengan tidak tahu dirinya gadis itu malah menolak makanan darinya jadi jangan salahkan sehun jika ia berbuat lebih kasar dari biasanya.

“kau adalah gadis yang sungguh tidak tahu diri, kau tahu itu?!” ucap sehun tanpa ekspresi. Ia mendorong kasar tubuh jin hye hingga kembali terbentur tembok dibelakangnya.

PLAK!

“hiks…kumohon hentikan sehun-ssi…” lirih jin hye sambil memegangi pipi kanannya yang menjadi korban tangan sehun, tangis jin hye semakin terdengar menyayat hati dan sehun benci itu. Tangisan gadis itu selalu mengingatkan sehun pada tangisan ibunya sebelum sang ibu meninggal.

Sehun mengacak – acak kasar rambut rapinya hingga berantakan. Gadis itu membuatnya lemah. Dengan kasar ia menarik paksa tangan kanan jin hye, menyeret tubuh lemah gadis itu keluar dari ruangan itu. Tanpa diduga sehun malah membawa gadis itu kekamarnya lalu memasukkan gadis itu kekamar mandi yang ada dikamar bernuansa serba putih itu, sehun lalu melucuti semua pakaian yang melekat pada tubuh putih susu milik jin hye beserta semua pakaian miliknya.

“kumohon jangan lakukan itu lagi….” ucap jin hye memohon saat sehun berjalan semakin mendekat kearahnya.

“well, kurasa aku tidak akan masuk kerja hari ini. Kau hanya perlu melakukan apa yang kukatakan maka aku akan mempertimbangkan untuk tidak menyiksamu secara berlebihan hari ini.” Ucap sehun sembari menyeringai setan.

 

~

 

Malam itu bisa dikatakan malam yang dingin dari malam biasanya. Diluar sedang badai salju dan sehun tidak merasa terganggu sama sekali saat melewati dinginnya cuaca malam itu menuju jalan kerumah mewah miliknya, saat ini yang menggangu pikirannya hanyalah Oh jin hye. Seorang pelayan mengatakan pada sehun bahwa gadis itu belum bangun juga sejak pagi hingga sekarang, tentu saja sehun gelabakan karna sehun tidak akan membiarkan gadis itu mati dengan mudahnya sebelum ia benar – benar menghancurkan hidup gadis itu.

Sehun langsung berlari menuju kamarnya dilantai dua tempat jin hye sekarang setelah memarkir mobilnya digarasi. Sehun memeriksa nafas gadis itu. Beruntung karna gadis itu masih bernafas walaupun lemah dan tersendat – sendat, yang penting ia masih hidup. Ia kemudian menempelkan punggung tangannya dipelipis jin hye, dingin. Sehun merogoh saku mantelnya mencari smarthone untuk menelfon dokter. Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya Zhang yixing, dokter pribadi sehun masuk kekamar tempat jin hye tertidur. Ia adalah teman sehun juga sewaktu SMA. Sehun berdiri dari sofa merah marun yang sejak tadi ia duduki lalu menyambut yixing dengan hangat, seperti yang biasa ia lakukan jika ia bertemu dengan laki – laki keturunan cina itu.

“kau sakit apa, hun?” tanya yixing to the point. Sehun menggeleng lalu menunjuk seorang gadis yang tengah tertidur lelap diatas kasur king size miliknya menggunakan dagu.

“kau tidak bilang padaku kalau kau sudah menikah?!” ucap yixing tak percaya. Oh ayolah, apakah sehun dan gadis itu terlihat bahagia sehingga yixing bisa menyimpulkan hal semustahil itu.

“urus saja dia, hal itu tidak penting untuk dibahas sekarang.” Ucap sehun dingin. Well, yixing memang sudah terbiasa dengan sifat dingin sehun. Mendapati respon sehun yang seperti itu ia hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan.

Yixing menghampiri sehun yang tengah berdiri membelakanginya didekat jendela besar kamar lelaki itu. Ia sungguh bingung dengan apa yang sedang terjadi pada sehun dan gadis yang baru saja ia periksa tadi, ia ingin menaruh curiga pada sehun namun ia tidak bisa. Sehun walaupun sosok lelaki yang dingin tapi ia tidak pernah melakukan hal jahat apapun dan pada siapapun, tapi setelah ia memeriksa gadis yang tengah tertidur lelap dikasur yang berada ditengah ruangan itu kepercayaannya tiba – tiba menghilang. Yixing menepuk pelan pundak kiri sehun, laki – laki berkulit putih pucat itu langsung menoleh dengan wajah datar seakan tahu apa yang akan dikatakan yixing padanya. Tentu saja sehun tahu, dialah penyebab jin hye seperti ini.

“kurasa ada sesuatu yang salah pada gadis itu.” Ucap yixing pelan seakan tidak siap mengatakan isi hatinya. Tapi isi hatinya itu sungguh menggangu jadi lebih baik ia katakan saja.

“katakan padaku.” Balas sehun berusaha seacuh mungkin, namun ia tidak bisa membohongi perasaannya yang saat ini terasa campur aduk entah karna apa. Ia tidak mungkin khawatir pada jin hye kan? Itu hal paling mustahil bagi sehun.

“terdapat banyak memar ditubuhnya dan aku juga menemukan bekas cekikan dilehernya, dia mengalami hipotermia. Apa yang terjadi padanya, kau tidak melakukan kekerasan padanya kan?” jelas yixing dengan tatapan mengintimidasi kearah sehun yang saat ini tengah sibuk memutar otaknya, rencana sehun tidak boleh hancur secepat ini. Setidaknya.

“beberapa hari ini dia selalu melakukan percobaan bunuh diri saat aku tidak ada dirumah.” Ungkap sehun sendu. Sekarang dia sudah terlihat seperti psikopat bermuka dua serta aktor yang sangat handal, lagipula hanya ini cara yang paling menguntungkan sehun. Dengan mengakui jin hye sebagai istrinya itu akan membuat jin hye terikat dengannya dimata orang lain, bahkan sehun sempat terpikir untuk merekayasa pernikahannya dengan jin hye sayang sehun merubah pikirannya terlalu cepat kemarin. Tapi sepertinya ia akan melakukannya setelah ini, berterima kasihlah pada yixing yang secara tidak langsung sudah memberinya ide tersebut.

“kenapa dia melakukan itu?!” ucap yixing kaget. Sehun harus bersyukur karna yixing adalah orang yang terlalu baik dan mudah percaya pada seseorang, walaupun orang itu berbohong sekalipun.

“dia mengalami keguguran minggu lalu.” Ucap sehun, ekor matanya melirik jin hye yang tertidur dengan damai diatas kasur king sizenya dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia tidak dapat memikirkan hal lain lagi selain berbohong tentang jin hye yang mengalami kekeguran, ia tidak bermaksud membohongi yixing sejauh ini. Sebenarnya.

“kau harus sabar menghadapi ini, hun. Aku tahu ini berat untukmu dan juga istrimu itu, tapi hanya kau yang bisa menguatkan istrimu disaat – saat seperti ini.” Ucap yixing sembari menepuk – nepuk bahu sehun, sepertinya yixing sudah terbawa arus terlalu jauh. Sehun hanya membalas perlakuan yixing dengan senyuman singkat namun terlihat tulus, untuk sesaat.

“terima kasih.” Ucap sehun.

“aku pergi dulu, hun. Jaga dia baik – baik.” Ucap yixing membuat raut wajah sehun berubah, bahkan yang terjadi adalah kebalikan dari ucapan yixing barusan. Sehun tidak menjaga jin hye tapi ia menghancurkan gadis itu.

“kau tidak ingin tinggal lebih lama lagi? Lagipula diluar masih badai.” Ucap sehun. Yixing menggeleng cepat sebagai respon.

“Ri an sendirian dirumah karna bibinya sudah pulang, jadi aku harus pulang kerumah secepatnya sebelum dia bangun lalu merengek mencariku.” Balas yixing setelahnya.

Sehun masuk kekamarnya dengan membawa secangkir teh ditangan kanannya. Diliriknya jam yang bertengger didinding yang berada disebelah kiri ruangan bercat serba putih itu dan menyadari bahwa sekarang telah jam dua belas lebih, ia tidak berniat untuk tidur karna ada file yang harus ia ketik lagipula sehun memang belum mengantuk sama sekali. Ia kembali duduk disofa merah marun kesayangannya, menaruh cangkir kopi dimeja yang berada disamping sofa lalu menyambar kembali laptopnya yang sempat ia abaikan untuk membuat kopi. Mata sehun terus mengawasi setiap pergerakan kecil yang dibuat oleh jin hye dalam tidurnya, gadis itu sepertinya tengah mengalami mimpi buruk sehingga membuat tidurnya tidak nyaman. Bahkan sehun sempat mendengar lenguhan kecil keluar dari bibir pucat jin hye, kenapa sehun seperhatian itu pada jin hye? Bukankah ia membenci gadis itu? Jangan tanyakan itu pada sehun karna ia juga sedang bergulat dengan pikirannya sendiri saat ini. Mungkin dampak dari hadirnya jin hye dihidup sehun sebesar ini, tapi hal itu tidak membuat rasa benci sehun pada jin hye berkurang. Pastinya.

Mata jin hye terasa sangat berat bahkan hanya untuk sekedar mengerjapkannya beberapa kali. Dengan rasa sakit yang teramat dikepala jin hye membuka matanya perlahan namun rasa sakit dan pusing itu malah semakin parah dan membuat jin hye tanpa sadar mengeluarkan sebuah lenguhan kecil, tenggorokannya terasa sangat kering sehingga membuat jin hye memaksakan tubuhnya untuk bangun berniat mengambil air dinakas yang ada disamping kanannya. Sepasang tangan menghentikan pergerakan gadis itu, jantung jin hye berpacu tak karuan menyadari sehun lah pemilik sepasang tangan yang saat ini membantu jin hye untuk kembali duduk menyandar disandaran ranjang. Jin hye terus menunduk tidak berani menatap wajah sehun dalam posisi mereka sekarang yang terlampau dekat, bahkan ia bisa merasakan terpaan nafas hangat laki – laki berkulit putih pucat itu diwajahnya. Jin hye takut sehun akan berbuat macam –  macam lagi padanya namun dugaan jin hye salah, sehun menjauhkan tubuhnya dari jin hye agar tidak terlalu dekat dengan gadis itu. Jin hye harap sehun tidak mendengar detak jantungnya yang terlampau cepat, karna kalau iya sehun akan mengira ia gugup lalu mengira bahwa ia telah menyukai laki – laki itu. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah jin hye tengah menghadapi rasa takutnya. Selamanya ia tidak akan membiarkan perasaan cinta tumbuh dihatinya, terlebih itu untuk iblis seperti sehun yang telah merampas semua milik jin hye. Dia sangat membenci sehun, sampai kapanpun.

“kau ingin apa? Cepat katakan.” Tanya sehun, jin hye langsung menatap sehun bingung karna tidak biasanya sehun berbuat sebaik ini padanya jadi wajar saja kalau ia curiga. Namun        jin hye segera mengalihkan pandangannya beberapa saat kemudian, tidak lagi menatap sehun yang kini memandanginya datar sembari bersedekap dada. Gaya khas seorang sehun yang mulai diketahui jin hye.

“aku haus….” ucap jin hye pelan dan lebih terdengar seperti bisikan, ia sudah berusaha agar suaranya lebih nyaring dari ini namun ternyata yang keluar hanya itu. Beruntung keheningan menyelimuti ruangan itu sehingga sehun bisa mendengar ucapan jin hye yang sangat lirih. Ia segera mengambil gelas berisi air putih dari nakas disampingnya lalu memberikanya pada jin hye, lalu membantu gadis itu untuk meminumnya.

“kau harus makan sesuatu, sejak tadi pagi kau tidak makan apapun bukan?” ucap sehun beberapa saat kemudian.

“aku tidak mau makan.” Balas jin hye. Alis sehun bertaut, bahkan saat sakit begini ia masih mau membantah perkataan sehun. Sungguh sehun tidak mau menyiksa orang yang sedang sakit, walaupun dialah yang menyebabkan jin hye sakit. Ia masih memiliki sisi manusiawi ternyata.

“kumohon jangan membantahku untuk kali ini saja.” Ucap sehun dengan nada bicara yang melembut.

“tapi aku benar – benar tidak mau makan.” Lirih jin hye. Sehun menghembuskan nafasnya pelan, kedua tangannya sudah terkepal disisi tubuhnya bersiap memukul wajah jin hye namun ia menahan kemauannya tersebut sekuat tenaga. Ia tidak menyakiti orang yang tengah sakit.

“kau harus tetap makan sesuatu.” Sehun mengambil buah apel diatas nakas, mengupasnya lalu menyuapkan potongan apel itu kemulut jin hye. Mendapat perlakuan seperti itu jin hye menegang karna tidak biasanya sehun bersikap sebaik ini, menyadari pandangan bingung jin hye yang terus terarah padanya sehun langsung berucap agar jin hye tidak salah paham. Agar jin hye mengerti bahwa ini hanya sesaat.

“aku tidak menyiksa orang yang sedang sakit.” Terdengar aneh namun itu malah membuat jin hye semakin bergidik ngeri, jadi setelah ia sembuh maka sehun akan kembali menyiksanya hingga ia kembali seperti ini, dan seperti itu seterusnya hingga jin hye sendiri yang memutuskan untuk mengakhiri semua ini. Dengan kematiannya. Jin hye tidak yakin ia bisa lepas dari sehun dengan mudah, ia sudah mencobanya dan berakhir dengan kepalanya yang berbalut perban selama dua minggu. Ia tidak mau itu terjadi lagi, dan mungkin jin hye akan membiarkan tubuhnya mati secara perlahan setelah ini.

Setelah jin hye kembali tidur, walaupun sehun yakin gadis itu hanya pura – pura tidur tapi ia tidak peduli. Sehun kembali duduk disofa marun berniat melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda lalu menyadari sebuah pesan masuk ke smartphonenya, pesan itu dari kim jongin. Sahabat sehun sekaligus satu – satunya orang yang mengetahui perbuatan keji sehun pada jin hye.

“kenapa ini bisa terjadi.” Rahang sehun mengeras saat membaca pesan singkat dari jongin.

 

-TBC-

Huftt. Akhirnya TBC juga nih fanfic abal, kepanjangan ya? Ngebosenin ya? Emang. Tapi yang namanya belajar emang gini kkkk, Alurnya gak kecepatan atau apa karna emang sengaja dibikin gitu, dan soal gimana caranya jin hye bisa ketemu sama sehun ntar dijelasin dichapter selanjutnya. Semoga gak bosen untuk terus ngikutin cerita author JiYeol yang masih super abal ini, ughhh JiYeol udah kebanyakan ngomong deh kayaknya. Tapi JiYeol suka ngomong hehehe. Oh ya, tolong jangan panggil JiYeol dengan sebutan kakak atau semacamnya, cukup panggil JiYeol aja. Karna JiYeol masih anak sekolahan jadi gak mau dianggap tua(?), baru pengen masuk SMA tahun ini jadi gak tua – tua banget ya kan?. Ya udah deh JiYeol sudah terlalu banyak membuka aib sendiri sepertinya, oke see you next time~~~ semoga gak bosen untuk terus mengikuti cerita ini:*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Forbidden Love (Chapter 2)”

  1. huufftt kasian jin hye.. apa sehun g kasian liat jin hye bgt…
    hm btw kai sms apa y sm sehun smpai sehun marah bgt??

  2. Sbnernya sehun msih pnya sisi baik kok…cma krn dy selalu berpikir ttg ibunya…lgi pula jinhye gak tau apa2…yg salah ayah mrk…

  3. kyaaaa… penasaran sama kelanjutannya, tapi aku blm baca part 1nya.

    yaampun sehun sadis banget sih yaaa,, bingung mau komen apaa, langsung lanjut aja deh ya ke part 1

  4. Emang isi pesan jongin apaan ya??? Sehun smpe kyk gtu ekspresinya makin oenasaran
    jihye kasian bgt,kirain yixing mau bilang klo jihye hamil hehehe eh trnyata hipotermia

  5. penasaran nih sma pesannya jongin…
    eh setidaknya sehun punya sisi lmbut juga ya, aq yakin suatu saat dia tidak akan kejam lagi..
    yah stidaknya dia msih pnya hati nurani saat mnghadapi orang yg sakit, walaupun rasa dendam masih mndominasinya sih…
    aq koq mlah ngarep suatu saat mreka bisa jatuh cnta ya?
    eh tp kan mreka saudara sedarah, aduuuuh…. jgn jadikan mreka saudara dong,, gimana klau si jinhye dijadikan saudara angkat aja, biar mreka bisa saling memiliki dan mncintai gitu, hehehe…..#ngawur ya….

  6. hiks..sehun kau akan menyesal.

    Apa yg akan terjadi selanjutnya,apa sehun akan menyadari kesalahannya dan mengetahui apa2 yg tidak di ketahui jin hye.oh sehun bertaubatlah

  7. Yohoo akhirnya chap 2 diupdate, seru kak

    Ternyata Sehun bisa baik juga kkkk
    Kasihan Jin Hyenya, Sehun ga punya hati ihh :3
    Jong In tau? tapi dia kenapa diam aja? Oh ya btw apa isi pesan dari Jong In, ko Sehun ampe kaget??
    hmmm ayahnya Jin Hye ga nyari Jin Hye apa, kan anaknya hilang???

    Next chapnya ditunggu thor
    keep writing ^^

  8. JiYeol~ah, knpa TBC nya cpt bgt 😂
    g rela klo JinHye adeknya Sehun, kasian JinHye, gmna klo dy hamil anaknya Sehun? huhu
    oke pnasaran ama isi pesannya Jongin,,
    aq tnggu lnjutannya yaa Ji, fighting!!! :*

  9. Sehun kya nya punya rasa deh buat jin hye :v
    tp karna balas dendam nya dia jd buta akan itu uuuhhh :v

    lanjut author
    fighting ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s