[EXOFFI FACEBOOK] Real Life of Idol (Part 5)

10351173_940268136090571_7125248066884793651_n

Title : Real Life of Idol (Chapter 5)

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast : Jung Jijae (OC) | Oh Sehun (EXO) | Kim Kai (EXO) | Kang Seulgi (Red Velvet)

Support Cast : SMFAMILY | Manager | Jijae’s fams

Genre : Romance, Angst, Idol-life, Hurt, Little bit comedy.

Rating : PG-13

Lenght : Chaptered

 

Chapter sebelumnya:

 

Chapter 1A : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-1a-sellafeb/918240178293367

Chapter 1B : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-1b-sellafeb/918240944959957

Chapter 2 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-2-sellafeb/920269404757111

Chapter 3 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-3-sellafeb/926252544158797

Chapter 4 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-idol-chapter-4-sellafeb/928604840590234?__mref=message_bubble

 

 

 

Happy Reading^^

 

Real Life of Idol – What Is Love?

 

Jijae meringis kesakitan saat terjatuh. Sikunya berdarah karena melindungi tubuh fans-nya yang jatuh bersamanya.

“Jijae, gwenchana? Kenapa kau malah melindungiku? Seharusnya biarkan saja aku yang terluka.” Ujar fans-nya.

“Gwenchana.” Balas Jijae.

EXO-L melangkahkan kaki mereka mendekati Jijae dan fans-nya dengan angkuh. Jijae dan fans-nya hanya bisa memejamkan mata mereka. Tapi, tiba-tiba saja ada yang membuat perhatian mereka terbagi.

“Omo! Oppa!” Teriak seorang yeoja yang tidak jauh dari mereka.

“Oppa?” Bingung mereka.

“Apa Oppa kita? Kajja!” Para EXO-L itu menghampiri sumber suara.

“Apa benar ada member EXO disini?” Heran Jijae.

“Sudahlah, Jijae. Kajja! Kita harus pergi sekarang!” Ajak fans-nya itu.

Jijae mengangguk, kemudian berdiri dan pergi menjauh dari tempat itu.

Sementara itu, terlihat seorang namja dengan pakaian serba tertutup dibalik dinding pembatas.

“Syukurlah kau baik-baik saja. Maaf hanya ini yang bisa aku lakukan. Mianhae.” Gumamnya.

“Mana Oppa kami?” Tanya yeoja yang menindas Jijae tadi kepada yeoja yang berteriak.

“Molla.” Balasnya singkat.

“Mwo? Mwoya?” Kaget yeoja-yeoja itu.

“Entahlah, dia menghilang begitu saja.” Balas yeoja itu kemudian pergi begitu saja.

“Yak! Dia mengelabuhi kita?” Geramnya, “Mereka? Kemana mereka?” Sambungnya saat melihat tempat tadi dan ternyata sudah kosong, Jijae dan fans-nya sudah tidak ada disana.

“Apa dia juga fans Section yang ingin memecah perhatian kita dengan berteriak seperti itu? Dan membuat peluang mereka untuk kabur dengan mudah? Aish, jinjja! Kenapa kita bisa dikelabuhi dengan mudahnya? Kita benar-benar ceroboh.”

Namja berpakaian tertutup itu menurunkan ujung topinya agar wajahnya tidak terlihat. Dan ternyata dia bertemu dengan yeoja yang berteriak tadi. Mereka berpas-pasan dan berhadapan.

“Gomawo, Noona. Terima kasih sudah membantuku.” Ucap namja itu.

“Ne, kau tidak mau melindunginya secara langsung?” Tanya yeoja itu.

“Belum saatnya. Inilah caraku melindunginya. Memang sangat pengecut, tapi… Inilah yang terbaik.”

“Eum, baiklah. Terserah padamu. Semuanya ada pada keputusanmu. Katakan saja kalau kau membutuhkan bantuan! Aku akan selalu membantumu… Sehun-ah.”

“Ne. Gomawo, Noona.”

Flashback On.

Sehun berjalan santai, dia baru saja turun dari atas panggung. Saat melewati ruang ganti Section yang tepat disebelah ruang gantinya, Sehun mendengar perdebatan member Section dan Manager mereka diruang ganti Section.

Jijae menghilang? –Batin Sehun.

Sehun langsung bergegas pergi ke ruang gantinya. Dia menarik pergelangan tangan Asisten Noona keluar ruangan. Semua yang ada didalam ruangan itu menatap Sehun bingung. Begitupun juga dengan Kai.

Ada apa dengannya? –Batin Kai.

“Noona, bantu aku! Jebal!” Mohon Sehun.

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” Balas Asisten Noona.

“Jijae… Menghilang.”

“Mwo? Bukankah dia pingsan tadi? Bagaimana bisa menghilang?” Kaget Asisten Noona.

“Molla. Tapi… Aku mohon tolong aku! Bantu aku mencarinya! Jebal!” Mohon Sehun lagi.

“Eum, baiklah. Aku akan mencarinya ke arah sana.” Asisten Noona menunjuk arah sebelah kiri.

“Baiklah, kabari aku saat kau menemukannya! Aku akan mencari ke arah kanan.”

Mereka berpencar. Sehun tidak berhenti berjalan sambil terus menengok kanan-kiri untuk mencari keberadaan yeojachingu palsunya itu.

Kemana kau, Jijae? Kenapa menghilang disaat genting seperti ini? –Batin Sehun.

Tiba-tiba saja Sehun mendengar suara gaduh didepannya. Dia langsung mengecek asal suara itu. Dan betapa kagetnya, yang dia lihat adalah Jijae yang tengah melindungi fans-nya.

Jijae! –Batin Sehun.

Sehun baru akan melangkah, tapi dia menghentikan langkahnya.

Kalau aku kesana fans-ku akan bertambah membenci Jijae. Tapi… Jijae harus aku lindungi. Tapi… Ah, aku bisa gila. –Batin Sehun.

“Lebih baik aku telepon Asisten Noona.” Gumam Sehun kemudian menelepon Asisten Noona.

“Noona! Aku menemukan Jijae. Dia ada dibelakang tempat acara. Cepatlah kesini!” Ucap Sehun kemudian menutup teleponnya.

Cepatlah, Noona! Dia dalam bahaya. –Batin Sehun.

Sehun mengamati Jijae dari balik dinding pembatas.

“Apa yang harus aku lakukan saat Oppa kalian mendekatiku? Mwo? Katakan padaku! Aku mencintai Oppa kalian, apa itu hal yang salah? Kenapa kalian harus mengontrol perasaan seseorang? Aku saja tidak bisa mengontrol perasaanku padanya, lalu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa… Hidup tanpa mencintainya.”

Sehun membelalakan matanya yang nyaris tidak bisa berkedip karena penuturan Jijae tersebut. Jijae-ya. –Batin Sehun.

Tak lama kemudian, Asisten Noona datang.

“Sehun-ah, Jijae eodiseo?”

“Disana.” Sehun menunjuk ke arah Jijae.

Asisten Noona mengikuti arah telunjuk Sehun. Yeoja yang lebih tua 6 tahun dari Sehun itu langsung menangkap Jijae dengan mata jelinya.

Asisten Noona memukul lengan Sehun, “Kenapa kau malah diam disini? Cepat tolong dia! Jadi… Sedari tadi kau hanya menonton?” Geram Asisten Noona.

“Aku tidak bisa kesana. Hubunganku dengannya sedang tidak baik.”

“Yak! Dia itu yeojachingu-mu. Bagaimana kau bisa diam saja saat dia ditindas oleh fans-mu? Kau mau kejadian didepan gedung SM kemarin terulang kembali? Kau terlalu bodoh karena membiarkan Kai yang melindungi yeojachingu-mu! Kenapa kau seperti ini? Dia pasti begitu kecewa padamu.”

“Itu pasti. Maka dari itu, tolong bantu dia! Jebal!” Mohon Sehun.

Asisten Noona menghela napasnya, “Huh, baiklah. Aku akan mengalihkan perhatian fans-mu. Aku pergi.” Pamit Asisten Noona.

Sehun mengangguk dan terus mengamati Jijae dari kejauhan.

Dan semuanya berjalan sesuai rencana, fans-nya terkelabuhi dan Jijae berhasil kabur dari sana. Sehun menghela napasnya lega.

Flashback Off.

Sementara itu, tangan Jijae tengah diobati oleh fans-nya. Yeoja itu sangat teliti dalam mengobati siku Jijae yang terluka. Jijae tersenyum melihat yeoja yang tengah menaruh plester dilukanya itu.

“Siapa namamu?” Tanya Jijae.

“Soojin.” Balasnya.

“Gomawo-yo, Soojin.” Jijae tersenyum manis kepada Soojin.

Soojin mengangguk.

Sementara itu, Sehun mengamati mereka dari jauh. Dan tiba-tiba ponselnya berdering. Manager Hyung meneleponnya.

“Ne, Hyung?”

“Eodiya? Kenapa menghilang tiba-tiba? Kami sekarang sedang mencari yeojachingu-mu. Apa kau sedang mencarinya?” Tanya Manager Hyung dengan nada tidak percaya dikalimat terakhirnya.

“Aniya, aku tidak mencarinya. Aku hanya mencari udara segar.” Dusta Sehun.

“Eum, arraseo. Tapi… Yeojachingu-mu menghilang, apa kau tidak mau mencarinya?” Tanya Manager Hyung hati-hati.

Kai yang ada disamping Manager Hyung langsung menengok ke arah namja 35 tahun itu.

“Aniya, aku tidak berniat mencarinya. Lagipula nanti juga dia akan kembali dengan sendirinya.”

“Yak! Kenapa kau berkata seperti itu? Dia itu…. Yak! Yak! Jangan dimatikan! Yak!”

Sehun mematikan sambungan telepon Manager Hyung-nya itu.

Kembalilah! Semua orang mengkhawatirkanmu. –Batin Sehun.

“Apa aku boleh bertanya?” Ujar Soojin.

“Eoh. Wae?”

“Apa kau benar-benar mencintai Sehun walaupun fans-nya menentang hal itu?” Tanya Soojin dengan hati-hati.

“Aku mencintainya. Ya, aku mencintainya. Memang terasa sangat menyakitkan saat fans-nya tidak merestui hubungan kami. Tapi… Aku tetap mencintainya.” Tulus Jijae.

Soojin menatap iba Jijae. Sedangkan, Sehun menundukkan kepala dan memejamkan matanya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.

Apa dia benar-benar setulus itu? –Batin Sehun.

Real Life of Idol – What Is Love?

Jijae berjalan santai di koridor backstage. Yeoja itu melewati ruang ganti EXO, saat dia menengok ke sana, tidak ada orang satupun. Kemana mereka? –Batin Jijae.

Kemudian Jijae terus berjalan sampai ruang gantinya. Saat dia masuk, juga tidak ada orang.

Kemana semua orang pergi? Apa mereka meninggalkanku? –Batin Jijae.

Kemudian Jijae mengeluarkan ponsel yang ada disakunya. Saat dia mengaktifkan ponselnya, dia terkaget-kaget saat begitu banyak pesan dan telepon yang masuk.

Dan salah satunya adalah Yoonji, sang Leader Section. Yeoja itu langsung menekan tombol hijau dilayar ponselnya dan menempelkan ponselnya di telinga kirinya.

“YAK! EODIYA?” Teriak Yoonji.

Jijae yang kaget langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.

“Yak, Eonni! Kenapa kau berteriak seperti itu?” Keluh Jijae.

“Eodiya? Kau membuat semua orang khawatir. Kau dimana sekarang?”

“Diruang ganti.”

“Baiklah, aku akan segera kesana. Aku tutup dulu.”

Sambungan terputus.

“Padahal aku ‘kan hanya pergi sebentar.” Gumam Jijae.

Tak lama kemudian, member Section dan Manager mereka datang. Jijae yang tengah duduk disofa sambil memainkan ponselnya langsung terkena jitakan tepat dikepalanya.

“Yak! Kemana saja kau? Kenapa kau menghilang tiba-tiba? Semua orang khawatir dan pergi mencarimu. Dasar anak nakal!” Geram Manager Oppa.

“Appo, Oppa. Kenapa kau menjitakku? Eonni, Oppa menjitakku.” Rengek Jijae pada Yoonji.

“Kau pantas mendapatkannya. Padahal aku juga mau menjitakmu, tapi… Ah sudahlah, kau dari mana saja?”

“Aku… Hanya ingin sendiri tadi.” Jijae menundukkan kepalanya.

Manager Oppa langsung berlutut didepan Jijae.

“Jijae-ya, aku tahu ini bukan hal yang mudah untukmu. Tapi, lebih baik kau tidak sendiri dalam menenangkan dirimu. Saat kau sendiri, pasti banyak hal konyol yang kau pikirkan. Lebih baik kau terus bersama kami dan tetap tenang dalam perlindungan kami. Maaf karena aku tidak bisa melindungimu didepan gedung SM kemarin, dan juga… Maaf telah menjitakmu tadi. Mianhae.” Tutur Manager Oppa seraya menepuk-nepuk lengan Jijae pelan.

“Oppa, gomawo. Aku akan mencoba untuk tetap kuat. Terima kasih atas perlindungan dan perhatianmu pada kami. Gomawo-yo, Oppa.”

Semuanya tersenyum dengan penuturan Jijae. Eunji melangkah keluar dan mengeluarkan ponselnya, lalu menempelkan ponselnya di telinga kirinya.

“Oppa, kembalilah! Kalian tidak perlu mencarinya lagi, Jijae sudah kembali.” Eunji membuka percakapan.

“Jinjja? Eoh, baiklah.”

Chanyeol mengakhiri sambungan teleponnya dengan Eunji.

“Dia sudah kembali.” Ujar Chanyeol.

Member EXO kecuali Sehun dan Manager Hyung yang ada disana menghela napas mereka lega.

“Syukurlah. Ayo kita kembali dan bersiap untuk kembali ke Seoul.” Ujar Manager Hyung.

Real Life of Idol – What Is Love?

Member Section sibuk mengemas pakaian dan barang-barang mereka dikamar hotel mereka masing-masing.

“Eonni, apa kau melihat hair dryer-ku?” Tanya Nami pada Yoonji.

“Aniya. Coba tanya yang lain.” Balas Yoonji.

“Semuanya! Apa kalian melihat hair dryer-ku?” Teriak Nami.

Semuanya menggeleng.

“Omo! Kemana dia pergi? Aish, jinjja!” Gerutu Nami.

Sementara itu, Jijae masih ada diruang ganti backstage. Dia meninggalkan novel kesayangannya disana.

“Eoh, ini dia. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Mianhae.” Ucap Jijae sambil menatap novel ditangannya itu.

Tiba-tiba saja ponselnya berdering.

“Eoh, Eonni? Wae?”

Hair dryer? Eoh, aku akan mencarinya. Ne.” Jijae memutuskan sambung teleponnya.

Yeoja itu langsung mencari keberadaan hair dryer milik Nami itu. Dia mencari dengan teliti. Dan benar saja hair dryer itu berada diatas meja rias.

“Ini dia. Kenapa kau bisa tertinggal disini, eoh? Apa kau mau menemani novelku? Ah… Kalian sangat lucu.” Jijae seolah-seolah bicara dengan dua benda mati ditangannya itu.

Diluar ruangan, terlihat seorang namja dengan tubuh tegap menyinggungkan senyum dibibirnya. Mendengar aksi lucu Jijae yang sangat menggemaskan.

Kau lebih lucu dari dua benda itu, Jijae. –Batin namja itu.

Real Life of Idol – What Is Love?

Member EXO dan Section bersiap pergi ke bandara Tokyo. Mereka baru saja keluar dari kamar mereka masing-masing. Kamar mereka saling berdekatan. Saat Jijae keluar dari kamarnya, Sehun pun keluar bersamaan dengan Kai dari pintu depan kamar Jijae.

Jijae menatap Sehun sebentar kemudian beralih kepada Kai kemudian tersenyum.

“Kau menghilang kemana tadi?” Tanya Kai.

“Aku? Hanya ingin mencari udara segar.” Balas Jijae.

Kai mengangguk dan kemudian terfokus pada siku Jijae yang diplester.

“Siku-mu kenapa? Kau jatuh?” Khawatir Kai.

“Ne, aku jatuh. Aku tersandung saat berjalan tadi.” Dusta Jijae.

Kau berbohong, Jung Jijae. Aku melihat semuanya. –Batin Sehun.

“Kenapa kau seceroboh itu, huh?” Geram Kai.

“Lain kali aku akan lebih berhati-hati.” Balas Jijae.

“Kajja!” Ajak Kai.

Jijae mengangguk dan berjalan beriringan dengan Kai, meninggalkan Sehun yang masih diam ditempatnya. Jijae melirik ke belakang dan menghela napasnya pelan.

Asisten Noona melihat semuanya. Kemudian Asisten Noona berjalan ke arah Sehun.

“Yak! Kenapa kau mengulanginya lagi?” Geram Asisten Noona sambil memukul lengan Sehun.

“Yak! Appo! Kenapa kau memukulku?” Ringis Sehun.

“Pabbo! Lagi-lagi kau menyia-yiakan kesempatanmu. Kau membiarkan yeojachingu-mu berjalan bersama Kai? Aish, jinjja! Kau benar-benar bodoh sekaligus pengecut. Kau bukan namja sejati.” Ujar Asisten Noona.

“Yak, Noona! Bukannya pengecut, tapi aku masih belum bisa. Aku tidak mungkin… Bersamanya.”

“Yak! Apa maksudmu? Tidak mungkin bersamanya? Kau dan dia berkencan, kenapa tidak mungkin bersama?”

“Perasaan memang tidak dapat dibohongi.” Tutur Sehun.

“Mwoya? Jadi selama ini kau tidak mencintainya?” Kaget Asisten Noona.

Sehun tidak menjawab dan malah pergi begitu saja.

“Yak, Sehun-ah!”

Sehun berjalan terus dengan cepat, namja itu melihat Jijae dan Kai yang berjalan beriringan tepat didepannya. Sehun menambah laju langkahnya. Namja itu baru saja akan menggapai tangan Jijae, tetapi ponselnya berdering.

Sehun berhenti dan menghela napasnya pelan sambil menatap punggung Jijae yang semakin jauh dari pandangannya. Namja itu mengambil ponsel yang ada disaku celananya. Dilayar ponselnya tertera nama ‘Seulgi’.

“Yeoboseyo?” Sehun menempelkan ponselnya di telinga kirinya sambil meneruskan jalannya.

“Dimana kau sekarang?” Tanya Seulgi dari seberang sana.

“Masih di hotel Tokyo. Wae?” Balas Sehun.

Jijae yang menyadari suara Sehun tertangkap di telinganya langsung menghadap ke belakang. Sehun dan Jijae saling melempar tatapan.

“Aniya. Bogoshipeo.” Tutur Seulgi.

“Nado bogoshipta.” Sehun menatap Jijae.

Jijae menggigit bibir bawahnya. Kemudian yeoja itu memalingkan wajahnya ke arah semula. Dia memejamkan matanya sambil menghela napasnya pelan.

Ini benar-benar menyakitkan. –Batin Jijae.

“Ne, aku akan segera kembali.” Sehun memutuskan sambungannya dengan Seulgi.

Kai yang menyadari itu langsung merangkul Jijae dan menepuk-nepuk bahu Jijae pelan. Jijae menatap Kai dengan senyuman manisnya seolah mengatakan ‘Gomawo’.

Sehun mendecak dan berjalan mendahului Jijae dan Kai.

Real Life of Idol – What Is Love?

EXO dan Section telah sampai di KorSel. Ya, tepatnya mereka berada di gedung SM sekarang. Asisten Noona berjalan berdampingan dengan Sehun.

“Yak! Beraninya kau meninggalkanku tadi! Dasar menyebalkan!” Gerutu Asisten Noona sambil melipat kedua tangannya didepan dada dan menekuk wajahnya.

Sehun terkekeh, “Kau marah padaku? Jinjja! Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku namja sejati, tapi… Lagi-lagi tidak berhasil.” Sehun menghela napasnya pelan.

Asisten Noona menatap iba Sehun.

“Kuatlah!” Asisten Noona menepuk-nepuk bahu Sehun pelan.

Jijae berjalan melewati Sehun dan Asisten Noona.

“Jijae-ssi?” Seru Asisten Noona.

Jijae menengok ke arah sumber suara, “Annyeonghasseyo.” Sapa Jijae sambil membungkukkan tubuhnya.

“Ah, ne. Gwenchana?” Ujar Asisten Noona.

“Ne?” Bingung Jijae.

“Siku-mu.” Asisten Noona menunjuk siku Jijae yang terplester itu.

“Ne, gwenchana-yo.” Balas Jijae.

“Tapi apa kau baik-baik saja setelah pingsan tadi?” Tanya Asisten Noona.

“Aku sudah lebih baik, Eonni. Terima kasih atas perhatiannya.” Timpal Jijae sambil tersenyum manis.

Asisten Noona menyenggol Sehun seolah memberi isyarat untuk bicara. Sehun bingung.

“Lain kali berhati-hatilah!” Ujar Sehun.

Jijae kaget dengan penuturan Sehun. Asisten Noona tersenyum.

“Eoh.” Balas Jijae seraya tersenyum kikuk.

“Aku duluan. Kajja, Noona!” Pamit Sehun.

Jijae masih mematung disana dan tersenyum sambil menatap punggung Sehun yang mulai menjauh dari penglihatannya.

Walaupun hanya beberapa kata, tapi sungguh menyejukkan. –Batin Jijae

Real Life of Idol – What Is Love?

“Mana barang yang kau tinggalkan di backstage tadi?” Tanya Suho.

“Ini.”

Flashback On.

“Ne, Hyung. Aku harus mencarinya dulu. Itu sangat penting bagiku.” Namja itu menempelkan ponselnya di telinga kirinya sambil terus berjalan.

“Ne, aku akan segera kembali. Tapi, ingat jangan tinggalkan aku!”

“Ne, aku tutup dulu.” Namja itu memutuskan sambungan teleponnya dengan Suho.

Dimana aku menjatuhkannya, ya? –Batin namja itu.

Namja itu mencari-cari disetiap jalan yang ia lalui selama mencari Jijae tadi. Bahkan dia mencari sampai ke sudut-sudut ruangan.

Dimana kau? –Batinnya.

Namja itu menyingkirkan sehelai kain yang menutupi sofa ruang ganti EXO. Dan alhasil dia menemukan barang yang ia cari-cari.

“Baguslah, aku bisa menemukanmu. Jangan sampai hilang lagi ‘JJJ’!” Gumam namja itu.

Namja tegap berkulit putih susu itu keluar dari ruang gantinya. Tapi, dia mendengar suara yeoja yang tidak asing di telinganya. Namja itu mengintip dari balik pintu yang setengah tertutup.

Untuk apa dia masih disini? –Batin Sehun.

“Eoh, Eonni? Wae?”

Hair dryer? Eoh, aku akan mencarinya. Ne.”

Yeoja yang tengah dipantau oleh Sehun dari luar itu langsung mencari benda yang ia cari. Dia terlihat mengaduk-aduk meja rias dan dia mengambil hair dryer itu dengan tangan kirinya.

“Ini dia. Kenapa kau bisa tertinggal disini, eoh? Apa kau mau menemani novelku? Ah.. Kalian sangat lucu.” Jijae seolah-seolah bicara dengan dua benda mati ditangannya itu.

Sehun tertawa kecil, tapi tidak sampai terdengar oleh Jijae yang masih berada didalam ruang gantinya.

Kau lebih lucu dari dua benda itu, Jijae. –Batin namja itu.

Sehun masih mengintip dan terkaget saat Jijae mulai melangkah keluar. Sehun langsung mengumpat dibalik dinding dengan wajah yang sangat kaget sekaligus was-was.

Jijae tidak menyadarinya dan hanya berjalan sambil terus membaca novelnya. Sehun menghela napasnya saat Jijae mulai menjauh.

Huh, aku hampir ketahuan. Jantungku terasa mau melompat keluar. Aish, jinjja! –Batin Sehun.

Flashback Off.

“Apa itu? Sepertinya tidak asing.” Chanyeol terlihat berpikir.

Semua member EXO menatap Chanyeol yang tengah berpikir, kemudian beralih pada benda yang ada ditelapak tangan Sehun.

Sehun tersenyum, “Ini hadiah dari seseorang.” Balas Sehun.

Kai menatap Sehun malas dan kemudian kembali terfokus pada ponselnya.

“Ah, aku ingat. ‘JJJ’? Itu dari fans-mu yang berinisial ‘JJJ’ itu ‘kan?” Tanya Chanyeol.

“Bingo!” Balas Sehun.

“Ah… Bukankah ‘JJJ’ itu adalah yeojachingu-mu?” Tanya Xiumin.

“Eoh?” Kaget Sehun.

“Ah, begitulah.” Sambung Sehun.

Kai menghela napasnya malas, kemudian bangun dari duduknya dan pergi dari ruang latihan. Kyungsoo menghela napasnya.

Lagi dan lagi. Apa mereka tidak lelah terus seperti ini? –Batin Kyungsoo.

Kai menutup kasar pintu ruang latihan dan menghela napasnya kasar.

Tenanglah, Kai. Tenang, tenang. –Batin Kai.

Kai mendengar suara seseorang yang tidak asing di telinganya.

“Mwoya? Ada apa dengan kedai kita, Jina-ya?”

Kai mencari keberadaan suara itu dan terus menelusurinya.

“Kenapa bisa begitu?”

Kai terus melangkah, langkahnya semakin dekat dengan objek yang ia cari.

“Siapa yang melakukannya?”

Suara itu semakin jelas. Kai melihat Jijae tengah menempelkan ponselnya di telinganya sambil menggigit bibir bawahnya.

Wae-geurae? –Batin Kai.

“Ah, jinjja! Siapa yang tega melakukan itu? Kau sudah membersihkannya?” Ucap Jijae yang masih setia menempelkan ponselnya di telinganya.

“Molla, Eonni. Aku sedang membersihkannya, sebenarnya ada apa? Kenapa mereka melakukan ini pada kedai kita? Apa kau menyembunyikan sesuatu?” Tanya Jina.

“Aniya, gwenchana. Kau tidak perlu khawatir, aku akan izin pada Manager untuk kembali ke Busan secepatnya. Aku akan… Menjelaskan semuanya. Jangan khawatir, Jina-ya.” Balas Jijae dengan berlinang-linang air mata.

“Eoh.”

“Bilang pada Eomma untuk tidak khawatir. Aku akan kesana secepatnya. Tunggu saja. Eoh?” Jijae sudah tidak sanggup menahan tangisnya dan akhirnya tumpah begitu saja.

“Eoh, aku akan menjaga Eomma. Kau juga tidak usah khawatir.” Balas Jina diseberang sana.

“Eoh. Gomawo, Jina-ya.” Jijae menahan isakannya dengan menutup mulutnya dengan punggung tangannya.

“Ne, Eonni.”

Jijae menurunkan ponselnya perlahan dari telinganya. Dia menggenggam erat ponselnya dan bersandar pada dinding dibelakangnya, kemudian menyeret punggungnya di dinding tersebut sampai terjatuh dilantai dan melipat kakinya, lalu dia menjatuhkan kepalanya dilututnya.

Yeoja itu menangis sejadi-jadinya. Betapa banyak air mata yang sudah ia keluarkan belakangan ini. Belakangan ini adalah saat-saat yang menyiksa batin dan mentalnya. Sungguh melelahkan.

Kai meneteskan air matanya sambil menggigit bibir bawahnya.

Jijae-ya, gwenchana? –Batin Kai.

 

 

 

TBC

 

 

 

14 tanggapan untuk “[EXOFFI FACEBOOK] Real Life of Idol (Part 5)”

  1. Seruu kak lanjut ne huh sehun sebenernya suka sm jjj dan itu jijae hun lu napa gk peka” sihh hadeh makin penasaran nih NEXT AUTHOR

  2. Akhirnyaaaaa di update jugaakkkk hehehe.
    Pasti ada alasannya kenapa sehun begitu ke jijae. Cuma belum dikeluarin aja sama authornya. Iya kan thor? Hehehe.
    Ditungguin banget nih next chapnyaahhh. Emm sama mau minta rada dipanjangin lagi yaahhh hehehe. Makasih banyak thor-nim~
    hwaiting chinggu-yaa~

  3. yaaaaaahhhh pendek *hiikkksss pdahal kurang puas huhuhu, ini sehun uda buka hatinya buat jijae yaahh yeeaayy syukur deh di next yaa say 😀

  4. Akhirnya d pos jg n makin seru yeye,, aku bener” nungguin tiap chapternya. Pengen sehun yg so sweet sm jijae dong autor,,, next next aku tungguin ya….

  5. Sehun laki-laki sejati gak sih kenapa ia pengecut banget apalagi pas Jijae di bully sama fansnya. Dan malah meminta bantuan pada asisten noona. Dan lihatlah kedai ibunya Jijae di buat hancur oleh fansnya Sehun mengapa sampai begitu. Sehun menyukai Jijae kan?? Malah mencintai tapi kenapa ia berpacaran dengan Seulgi.?? Apa Seulgi yang memintanya agar ia tak mengganggu Jijae lagi. Tapi serasanya semuanya hancur lebur.
    Kasihan Jijae harus tersiksa fisik dan batin . Ugh sangat berat sekali hidupnya.
    Next chapternya ya

  6. Ku sebal>< Kak, kenapa Sehun begitu?:( Kenapa dia gak jadi gentle, ngelepasin Seulgi trus ngejar Jijae? Pliss, ini lama-lama bisa bikin aku mihak Jijae-Kai:') Kutunggu kelanjutannya ya, dengan momen Sehun-Jijae yg berinteraksi lebih banyak hehe. Semangat kak nulisnya!

  7. Ahhh jijae… pngen ikutan nangis :’) entahlah ini emg feelnya yg dpt atau akunya yg baperan wkwkwk.. di lanjutt authorrr ;;)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s