[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Chapter 8)

cover

The One Person Is You

 

 

Tittle                           : The One Person Is You (Chapter 8)

 

Author                       : Dancinglee_710117

 

Main Cast                 :

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Lee Hyojin (OC)
  • Kang Rae Mi (OC)

 

Other Cast                :

  • Jung Yong Hwa (C.N.BLUE)
  • Bang Yongguk (B.A.P)
  • Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)
  • Kim Himchan (B.A.P)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Kim Jong In / Kai (EXO)
  • Park Yura (Chanyeol sister)
  • Kim Hyoyeon (SNSD)
  • And other you can find in the story

 

Genre                        : Romance, Friendship, Comedy (a little bit), and other

 

Rating                        : T

 

Length                       : Chapter

 

Chapter 1     : https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2015/12/11/exoffi-freelance-chanyeol-the-person-is-you-chapter-1/

Chapter 2     : https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2015/12/16/exoffi-freelance-chanyeol-sehun-kai-the-one-person-is-you-chapter-2/

Chapter 3     : https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2015/12/29/exoffi-freelance-chanyeol-the-one-person-is-you-chapter-3/

Chapter 4     : https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/01/07/exoffi-freelance-sehun-kai-the-one-person-is-you-chapter-4/

Chapter 5     : https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/01/26/exoffi-freelance-chanyeol-the-one-person-is-you-chapter-5/

Chapter 6     : https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/02/09/exoffi-freelance-chanyeol-the-one-person-is-you-chapter-6/

Chapter 7     : https://exofanfictionindonesia.wordpress.com/2016/03/08/exoffi-freelance-chanyeol-the-one-person-is-you-chapter-7/

 

 

 

 

~Happy Reading~

 

 

*Author POV*

 

“Jong In!, Yak Kim Jong In!”

 

Ini sudah kesekian kalinya Hyojin memanggil nama temannya itu dan sudah kesekian kalinya dia tak di acuhkan. Jong In melewati Hyojin begitu saja saat dia mengambil minum di dapur. Ia juga tidak menatap Hyojin yang jelas-jelas berdiri di depannya.

 

“Yak, Jong In-ah!”

 

Hyojin mengerang frustasi, ia tidak tahu harus bagaimana lagi agar Jong In berhenti mengabaikannya. Gadis itu menghela nafas sebelum kembali bicara pada Jong In yang tengah duduk santai di ruang tamu sambil menonton televisi.

 

“Aku akan pergi.” Ujar Hyojin, “Setelah ini aku akan tinggal dirumah ‘orang itu’ atau paling parah, pindah ke rumah Chanyeol. Terima kasih kau sudah mau menampungku disini. Kau tahu Jong In, rumahmu adalah istana kedua yang pernah aku tinggali.” Hyojin tersenyum miris.

 

“Jong In-ah… Aku seorang teman yang bodoh, jahat dan pengkhianat. Maafkan aku ya?”

 

Tak ada jawaban, Jong In masih fokus pada layar televisi. Bahkan ia sempat tertawa melihat adegan lucu dari acara yang ia tonton. Hyojin kembali tersenyum, sepertinya Jong In sudah terlalu marah padanya. Ia putuskan masuk ke kamar untuk membereskan pakaiannya.

 

Tanpa Hyojin ketahui, Jong In telah mendengar semua yang dikatakan gadis itu. Semua hal yang dia tonton sama sekali tidak masuk kepikirannya. Bayangan wajah sedih Hyojin melayang di otaknya membuat Jong In agaknya merasa bersalah.

 

“Maaf juga, Hyojin-ah…”

 

***

 

“Bagaimana dengan Jong In?”

 

Begitu keluar dari rumah Jong In, Sehun langsung melontarkan satu-satunya pertanyaan yang paling ingin di hindari oleh Hyojin. Gadis itu hanya diam, dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa. Segala masalah seolah makin rumit setelah presdir Lee menemuinya. Soal orang tuanya, perjodohan, Chanyeol dan Rae Mi, juga Bang Yongguk serta dua anak buahnya, ditambah lagi Jong In kini tengah marah kepadanya setelah tahu kebenaran mengenai silsilah keluarganya. Hyojin sangat frustasi, tapi ia menjaga agar sahabatnya tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Ia tak ingin membebani orang lain.

 

“Akan aku atasi.” Jawab Hyojin akhirnya, hanya itu jawaban yang ia siapkan.

 

“Maksudmu?” kembali Sehun bertanya sambil mengangkat koper Hyojin keatas mobilnya.

 

“Aku tidak tahu!” sentaknya, “Kumohon Sehun, jangan bertanya lagi.” imbuhnya yang lalu menurunkan koper yang diangkat Sehun tadi.

 

“Yak!, kenapa kopernya diturunkan lagi?” Sehun bingung dengan kelakuan Hyojin.

 

“Aku akan pindah sendiri. Jangan bertanya apapun dan sampai bertemu di kampus besok.” Kata Hyojin sembari membawa kopernya pergi.

 

“Yak, Hyojin-ah!, Hyojin-ah!. LEE HYOJIN!”

 

Berbagai seruan serta teriakan Sehun di abaikan. Hyojin terus melangkah menuju halte terdekat. Jika tidak ada bis, dia akan memanggil taksi. Kira-kira begitu rencana yang ia pikirkan.

 

“Hyojin-ah!, gadis tengik!”

 

Dan Sehun masih belum menyerah. Ia terus berjalan di belakang Hyojin seraya berteriak. Berharap gadis itu melupakan ego-nya.

 

“Apakah kau berfikir hanya dirimu saja yang punya masalah di dunia ini?!”

 

“Ya, jika dengan itu kau akan berhenti bertanya.” Hyojin menahan tangisnya yang hampir pecah.

 

“Bodoh!, Lee Hyojin bodoh!. Jika kau tidak berhenti kau bukan temanku lagi!”

 

Hanya itu ancaman yang dapat Sehun gunakan untuk saat ini. Hyojin berhenti, namun tidak berbalik sama sekali. Jawaban yang Sehun dapat sangat-sangat menghujam jantungnya. Hyojin hanya berhenti sebentar untuk mengatakan kalimat keras kepalanya lalu berjalan lagi. Meninggalkan Sehun dengan rasa sakitnya.

 

“Terserah saja, teman.”

 

***

 

“Huwaaa Jong In-ah!”

 

Kedatangan Sehun yang tiba-tiba membuat Jong In hampir terjungkal dari sofa. Pria itu duduk di sebelah Jong In lalu menangis di pelukannya. Membuat Jong In penasaran apa yang sudah terjadi pada Sehun.

 

“Lee Hyojin… Gadis tengik itu kejam sekali… Hiks.”

 

Jong In memasang tampang malas, tapi tetap mengelus punggung Sehun untuk menenangkannya.

 

“Memang Hyojin kenapa?” tanya Jong In berusaha tenang. Padahal ia ingin sekali berteriak sambil memaki Hyojin habis-habisan.

 

Giliran Sehun yang berekspresi datar. Ia mendongak dan menatap kesal pada Jong In.” Jangan pura-pura tidak tahu, bodoh!” serunya sambil menendang keras perut Jong In hingga pria itu jatuh.

 

“Yak!” bentak Jong In.

 

“Apa?!” balas Sehun tak kalah kesal. “Apa kau dan Hyojin kembar?, kenapa kalian suka sekali menahan perasaan?”

 

“Bicara yang jelas!” Jong In berdiri lalu menghempaskan diri ke sofa. “Siapa yang menahan perasaan?”

 

“Ck!, bicara tapi tak berkaca!” kesal Sehun.

 

“Apa kalau mau bicara aku harus membawa kaca dulu?”

 

“Arrgh!, sudahlah!, kau dan Hyojin sama saja!”

 

Sehun beranjak untuk mengambil minuman di dapur.

 

“Jangan menyamakanku dengan dia!” seru Jong In sambil melempar bantal ke arah Sehun. Tapi meleset dan jatuh sia-sia.

 

“Salah sendiri!, kepribadian kalian mirip. Sama-sama menyebalkan. Titik!” Sehun menegak minumannya hingga tandas dan Jong In mendengus sebal. “Seperti saat kita kelas satu di SMA dulu. Wah, kau dan dia selalu bertengkar sampai yang lain menjuluki kalian couple di kelas!”

 

“Ya, aku ingat itu. Saat kita masih belum begitu mengenal satu sama lain seperti sekarang. Pertama melihat Hyojin saja aku sudah kesal. Perempuan tapi tingkah seperti preman!”

 

Sehun mengangguk kuat, ia kembali duduk di sebelah Jong In.

 

“Tapi… dia yang sudah menolongmu saat hampir mati dikeroyok preman. Hahaha!, aku tidak bisa lupa masa-masa itu!”

 

Jong In berdecak sebal lalu memukul kepala Sehun.

 

“Lantas siapa yang menangis di pinggir atap seorang diri?. Jika bukan aku dan Hyojin yang menolong, kau bisa jatuh dan mati!”

 

Mereka saling pukul dan balas meledek. Sampai beberapa saat berlalu mereka sadar dan tersenyum lebar. Sehun menghela nafas, mengingat bagaimana ia bisa bersahabat dengan Jong In dan Hyojin terasa begitu menyenangkan. Apalagi Jong In, dulu dia sulit bergaul dengan orang lain, tidak begitu disukai karena bertindak sok kuat. Namun begitu bertemu Sehun dan Hyojin, perlahan sikapnya berubah jadi menyenangkan. Walau masih banyak yang tidak menyukainya, ia tidak peduli. Asal ada Hyojin dan Sehun, dia akan baik-baik saja.

 

“Ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu.” Sehun kembali bertanya, dan kali ini pada Jong In.

 

“Silahkan saja, tuan banyak tanya!”

 

“Pernahkan kau… Jatuh cinta pada Hyojin?”

 

Jong In melotot, pertanyaan itu mengagetkan sekaligus aneh karena Sehun yang bertanya.

 

“Apa-apaan pertanyaanmu itu!”

 

“Jawab saja, setelah itu kau boleh memberiku pertanyaan yang sama.”

 

Wajah serius Sehun tak bisa membuat Jong In mengelak atau mengalihkan pembicaraan. Mau tak mau ia harus menjawab karena ia juga penasaran dengan jawaban dari Sehun sendiri.

 

“Pernah. Tentu saja, persahaban antar lawan jenis pasti ada perasaan lebih.”

 

“Ba-bagaimana bisa?” walau sudah memprediksi, tapi Sehun tetap terkejut dengan jawaban Jong In. “Maksudku… Kau dan dia selalu bertengkar, saling mengejek, dan tipe idealmu adalah gadis feminim yang manis… Juga seksi.”

 

“Aku tahu itu. Tapi, justru kelakuan Hyojin yang berkebalikan dari gadis pada umumnya membuatku berdebar saat ia ada di dekatku. Aku merasa ingin dianggap sebagai pria, bukan sekedar teman.” Jong In tersenyum miris. “Tapi itu dulu, sekarang aku sudah bertemu dengan Hyoyeon noona. Lagipula, jika aku mempertahankan perasaanku, persahabatan kita bisa saja hancur kan?”

 

Sehun menatap Jong In penuh selidik, “Tapi kau tidak menjadikan Hyoyeon noona sebagai pelarian kan?”

 

“Tentu saja tidak, bodoh!” seru Jong In sambil memukul kepala Sehun lagi.

 

“Jika kau memukul kepalaku lagi, aku bisa menjadi bodoh!” protes Sehun penuh amarah.

 

“Biar saja, mehrong.” Jong In cekikikan setelah meledek Sehun. “Kalau kau?”

 

“Hehehe… Tentu saja iya!. Kau tahu sendiri kalau aku selalu mengikuti kemana dia pergi. Baik dulu hingga sekarang. Tapi sekarang aku hanya menganggap dia sebagai teman yang harus dilindungi.”

 

“Jadi, kita sama-sama sudah lupa perasaan suka itu ya?”

 

Sehun mengangguk. Setelah itu hening sampai keduanya teringat sesuatu.

 

“Bagaimana jika Hyojin juga punya perasaan pada kita…” ujar Jong In. “Dan masih bertahan sampai saat ini?” sambung Sehun.

 

“Pasti itu aku!” kata Sehun yakin.

 

Jong In mendengus, “Jelas-jelas itu aku!”

 

“Yak, hitam!. Jangan sok kau!”

 

“Anak manja!, kau yang sok tampan!”

 

“Yak!”

 

Dan semua perdebatan itu terus berlangsung dengan sengit, entah sampai kapan.

 

***

 

Hyojin menegak ludah gusar. Ia cemas bagaimana harus bersikap setelah ini. Rumah keluarga Park sudah di depan mata. Sesuai perintah presdir Lee, ia diminta untuk tinggal sementara di kediaman keluarga Park. Dan disinilah ia sekarang. Ia harus menyiapkan mental lebih untuk berakting menjadi gadis manis keluarga Lee.

 

Langkah pertama, ia memasuki pekarangan Rumah mewah itu dan sudah disambut oleh para pelayan. Beruntung mereka tak menyangka ia peminta sumbangan atau pencuri layaknya saat ke rumah Sehun. Bicara soal pria tampan itu, ia menyesal sudah mengatakan hal bodoh padanya. Tapi ini belum saatnya untuk minta maaf. Ia harus membuat Jong In dan Sehun menjauh darinya untuk saat ini agar Lee Dae Ryeong apalagi Bang Yongguk tidak macam-macam dengan dua sahabatnya itu.

 

“Hyojin?”

 

Hyojin menoleh saat namanya dipanggil. Mobil porsche hitam yang ia kenali berhenti di sampingnya lalu muncul sosok Yura yang keluar dari mbil dan tengah menatap dia bingung.

 

“Ada apa kau kemari?, tidak biasanya.”

 

“Aah… Aku hendak menginap disini. Boleh kan… Eonni?”

 

Yura tampak senang dengan permintaan Hyojin. Sudah lama ia mendambakan punya adik wanita yang akan menginap di rumahnya. Dan kedatangan Hyojin kali ini sangat berarti untuk Yura.

 

“Tentu saja boleh!, aku senang sekali Hyojin-ah!. Ayo masuk!, ayah dan ibu sedang ada dirumah. Mereka pasti senang melihatmu!”

 

Yura menarik Hyojin masuk ke dalam rumah. Mengabaikan mobilnya yang belum di parkir.

 

“Ayah!, ibu!, cepat kemari!”

 

Yura berteriak keras keseluruh ruangan. Suaranya menggema hingga telinga Hyojin terasa berdengung karena teriakan wanita yang lebih tua darinya itu. Tak lama sepasang suami istri keluar, mereka tersenyum ketika melihat Hyojin.

 

“Wah, Hyojin sudah datang rupanya!” seru nyonya Park yang langsung memeluk Hyojin penuh kelembutan.

 

Tuan Park hanya melihat sambil tersenyum, pakaiannya rapi, sepertinya mau berangkat kerja. “Maaf ya Hyojin, paman harus berangkat kerja disaat kau datang.” Ujar pria itu merasa bersalah.

 

“Ayah!, biarkan Hyojin memanggilmu ‘ayah’ juga!. Benar kan, bu?”

 

Nyonya Park mengangguk setuju, “Mulai sekarang, Hyojin panggil ayah dan ibu saja ya?” pintanya penuh harap pada Hyojin. Gadis itu mengangguk lemah.

 

“Tapi sayangnya Chanyeol sedang tinggal di apartemen!” Yura berseru kesal. Kedua orangtuanya juga menyayangkan hal tersebut, padahal mereka sudah mempersiapkan makan malam keluarga.

 

Sebuah ide muncul di kepala Yura, gadis itu tersenyum penuh makna seraya menatap Hyojin.

 

“Bagaimana kalau…” Ia mengutarakan keinginannya, “Hyojin tinggal di apartemen saja bersama Chanyeol?”

 

“HAH?!”

 

Tanpa sadar Hyojin berteriak, ia terkejut, begitu pula dengan Yura serta nyonya dan tuan Park ketika mendengar teriakan Hyojin.

 

“Kenapa?, itu ide yang bagus kan?” Yura bertahan dengan pendapatnya.

 

Tuan Park ragu, “Tapi mereka kan…” ia membayangkan hal buruk yang bisa saja terjadi jika dua orang beda jenis kelamin itu tinggal serumah tanpa dampingan orang tua.

 

“Tidak masalah!, kalau ‘sesuatu’ terjadi pernikahan bisa dipercepat kan?” rupanya nyonya Park sangat setuju.

 

Hyojin menegak ludah susah payah. Ia merasa ibu dan kakak dari Chanyeol mulai tidak waras. Menganggap ‘sesuatu’ yang mereka bayangkan hanyalah masalah sepele dengan jalan keluar yang mudah. Padahal mereka belum bertanya pada Hyojin, apakah ia mau atau menolak.

 

“Kalian ini, jangan seperti itu-”

 

“Hyojin bagaimana?, setuju kan?”

 

Pendapat tuan Park tak di acuhkan, Yura menatap Hyojin penuh harap. Tapi jelas saja Hyojin menggeleng tanda menolak, mana mungkin dia mau tinggal serumah dengan pria, hanya berdua, dan orang itu Park Chanyeol!.

 

‘Tidak sudi!’, pikir Hyojin penuh keyakinan. Namun ia tidak berani mengutarakannya jadi ia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum canggung.

 

“Loh kenapa?, Chanyeol itu pria baik-baik kok, dia itu pria sejati yang tidak macam-macam pada wanita!. Kalaupun ‘kelepasan’ kan tidak masalah!” nyonya Park malah terlihat tidak konsisten dengan ucapannya.

 

‘Tidak masalah apanya!, iya kalau tinggal serumah dengan Song Joongki atau Jung Ilwoo!. Ini manusia bedebah Park Chanyeol!!!

 

“Kalau tidak mau jangan dipaksa-”

 

“Sudah, ayah berangkat saja!” paksa Yura sambil mendorong tuan Park keluar rumah, “Iya!, nanti terlambat untuk rapat penting!” ibunya juga membantu.

 

Setelah pintu tertutup dan tuan Park sudah tidak berkutik, mereka kembali menatap Hyojin dengan penuh harap.

 

“Bagaimana?, mau ya?”

 

“Chanyeol juga pasti mau kok!”

 

Hyojin tersenyum kaku, dengan berat hati ia menerima. “Baiklah.”

 

“YEAAY!!”

 

Dalam hati gadis itu merutuki kesialannya karena bisa dijodohkan dengan orang menyebalkan seperti Chanyeol yang punya anggota keluarga aneh seperti nyonya Park dan Yura.

 

‘Sebenarnya keluarga apa ini?, sang kepala keluarga tidak berkutik dengan istri dan anak perempuannya?. Dunia sudah terbalik!

 

*Hyojin POV*

 

Aku sudah sampai di depan pintu kamar apartemen Chanyeol. Berbeda dengan dugaanku, apartemen ini… biasa, atau sebut saja sederhana. Kupikir, orang seperti Chanyeol akan tinggal di tempat mewah dan berfoya-foya menghabiskan uang dari ayahnya. Ternyata dia juga punya sisi sederhana dan merakyat juga ya?.

 

Bukan maksudku untuk memuji iblis satu itu ya!. AKU-TIDAK-MEMUJINYA!. Titik.

 

Yura eonni langsung pulang setelah mengantarku, katanya ada urusan di kantor kejaksaan. Tidak masalah, malah aku senang karena bisa naik porsche hitam yang sudah lama aku dambakan. Tapi, begitu mengingat aku harus menemui Chanyeol -bahkan tinggal dengannnya- sendirian membuat perutku mual. Antara karena belum makan dan muak akan melihat sikap menyebalkan Chanyeol nantinya.

 

“Aku siapkan meja dulu-”

 

Belum mengetuk pintu, Chanyeol sudah muncul. Bukan dari dalam rumah tapi dari ujung koridor. Ia berhenti bicara saat melihatku, sepertinya kaget. Tapi aku lebih kaget lagi karena dia tidak datang sendiri.

 

“Eoh, siapa dia? pacarmu ya?”

 

Satu… dua… tiga… sialan! Ada empat orang pria yang tidak aku kenal dan sepertinya mereka teman Chanyeol. Bagaimana ini?, kalau mereka tahu soal perjodohan… GAWAT!.

 

“Kenapa kau bisa ada disini?” tanya Chanyeol dengan tatapan dan suara yang mengintimidasi. Kenapa? Apa dia marah kalau aku disini?.

 

“Yu-Yura eonni yang menyuruhku kemari.” Jawabku sambil melirik teman Chanyeol yang bingung melihatku. Salah satu diantara mereka malah mengedipkan mata genit. Hiii seram!.

 

“Apa?!. Wanita itu benar-benar!”

 

“Hoi!” panggilku dengan suara pelan dan Chanyeol mendekat, “Aku diminta ibumu untuk tinggal disini sementara waktu.”

 

“Kau gila!, teman-temanku juga mau menginap dua hari!”

 

“Lalu aku bagaimana?!”

 

“Urusi dirimu sendiri!”

 

APA?!, apakah benar ibu dan kakak Chanyeol memuji dia sebagai pria sejati?, pria yang bersikap kejam pada wanita yang butuh bantuan sepertiku ini?!. Mungkin karena terlalu lama berdebat keempat teman Chanyeol menghampiri.

 

“Ada apa?” tanya salah satu pria yang memakai eyeliner. Entah kenapa, aku merasa kalau dia satu spesies dengan Chanyeol. Pria sok yang menyebalkan.

 

“Bu…kan masalah. Dia…” Chanyeol berfikir, ia juga menatapku meminta agar aku juga bantu mencari alasan. Kalau dadakan aku mana bisa berfikir jernih!. Kalau bilang dokter pribadi Chanyeol, tidak mungkin. Atau… teman masa kecil?, atasan Chanyeol?, sahabat pena?, asisten rumah tangga? -tunggu, mana ada asisten rumah tangga se-keren diriku?, ck! Kalau mereka tanya macam-macam aku harus jawab apa?!. Arrrgh tidak tahu! Pusing!.

 

“…pacarku.”

 

DEMI APAPUN! APA CHANYEOL BEGITU BODOH SAMPAI TIDAK BISA MENCARI ALASAN LAINNYA?!.

 

“Iya, aku pacarnya Chanyeol. Lee Hyojin imnida, salam kenal!”

 

Dan aku seperti orang bodoh yang mengikuti begitu saja.

 

***

 

Entah sejak kapan, tapi sekarang aku merasa diperlakukan sebagai pembantu. Dengan seenaknya teman Chanyeol -terutama pria bereyeliner– menyuruhku memasak lantas menyiapkannya untuk mereka. Bocah sialan!, wajahnya saja imut tapi kelakuan sama saja seperti Chanyeol. Mungkin mereka hasil kloningan.

 

Apalagi yang genit dimana selalu mencuri pandang padaku lalu mengedipkan sebelah mata. Kalau tidak begitu tersenyum. Huft… untung saja dia tampan! Kalau tidak sudah aku tendang dari sini. Ditambah lagi pria dengan mata super bulat itu, tatapannya mengerikan, seolah punya niat jahat untuk membunuhku. Setiap aku tidak sengaja melihat kearahnya, dia selalu menatapku dengan dingin.

 

Beruntungnya salah satu -dan memang satu-satunya- dari mereka ada yang terlihat normal. Ralat! Cukup normal. Dia bisa saja jadi super normal jika saja dia tidak…

 

“Nama pacarmu Hyorin kan?, wah sama seperti anggota girlband ya?”

 

“Namanya Hyojin, bukan Hyorin.”

 

“Iya, itu maksudku. Kupikir dia cukup manis untuk ukuran pria!”

 

“Dia itu perempuan, dan lagi, mana mungkin aku pacaran dengan pria!”

 

“Hahaha, rupanya begitu, si Hyomin itu unik juga ya.”

 

“Kumohon pukul orang ini sekali saja!”

 

Eung… dia termasuk dalam normal tidak ya?.

 

“Hyojin-ah!, sudah siap atau beluuuuuum?”

 

Lagi-lagi pria bereyeliner itu bersikap sok manis padahal intinya dia menjadikanku pembantu disini!.

 

“Iya, sebentar!” aku berjalan menuju ruang tamu sambil membawa panci berisi kari untuk makan siang kami. Yang lain nampak semangat dan segera mengambil makanan.

 

Aku duduk agak menjauh, walau aku juga lapar tapi aku tidak bisa berbaur dengan mereka. Apalagi kalau bukan karena orang yang baru datang ini. Kata yang lain dia adalah vokalis wanita dari band Chanyeol dan mantan kekasih Chanyeol. Gadis itu sendiri yang mendeklarasikan diri sebagai cinta pertama Chanyeol sekaligus menatapku penuh intimidasi. Bagus!, bertambah satu musuhku.

 

Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk minum dan melakukan permainan yang aneh-aneh. Aku tidak ikut, hanya berdiam diri sambil melihat. Tiba-tiba mereka tersadar akan sesuatu dan menatapku.

 

“Kami belum memperkenalkan diri padamu ya?” si pria bereyeliner bicara. Tidak usah tidak masalah, tidak penting juga aku mengenal kalian. Yang penting kalian cepat pulang dan aku bisa berbenah lalu tidur.

 

“Aku Byun Baekhyun, pemain piano juga merangkap sebagai vokalis pria!. Panggil saja aku, Baekhyun oppa!”

 

Baekhyun oppa kepalamu pecah!. Siapa sudi memanggilmu begitu, yang ada kalau MISAL kita bertemu TIDAK SENGAJA aku panggil kau ‘brengsek’ saja!.

 

“Aku Do Kyungsoo, panggil saja D.O tidak usah pakai ‘oppa’. Aku vokalis utama pria.”

 

Bicaranya cepat, tegas dan tetap dengan pandangan menyeramkannya. Tentu saja aku akan memanggil pria bermata bulat itu D.O, sesuai keinginannya. Aku tidak mau mati muda di tangannya.

 

“Kalau aku Taehyung, nama panggung V. Posisiku sebagai bassis, salam kenal dan jangan sampai jatuh cinta pada oppa ya?”

 

Setelah bicara begitu lagi-lagi dia mengedipkan sebelah mata. Heran, itu karena penyakit atau sudah kebiasaannya?. Jatuh cinta? Sayang sekali aku lebih suka pada drummer!, camkan itu!. lagipula namanya pendek sekali, hanya satu huruf!. Pelit sekali…

 

“Kalau aku Zhang Yixing, kalau susah panggil saja Lay -tambahi gege ya supaya sopan- posisiku di band sebagai gitaris.”

 

“Eoh, bukan orang Korea?” tanyaku dan ia mengangguk, “Iya, dan gege artinya sama seperti oppa.” Jelasnya.

 

Yah, kalau dia mungkin akan aku panggil Lay gege. Tidak masalah, dia tidak menyebalkan kok. Walau agak sedikit… yah begitulah, susah dijelaskan!.

 

“Aku Kim Yejin, posisi vokalis utama wanita.”

 

Dia memang benci padaku, hehe, nasib.

 

“Baekhyun ‘oppa’ piano, Lay gege gitar, D.O-ssi vokal pria, Yejin-ssi vokal wanita, V oppa bass, berarti Chanyeol…”

 

“Drummer!” jawab mereka bersamaan.

 

Tarik kata-kataku kalau aku suka seorang drummer.

 

*Author POV*

 

“Jadi… bagaimana kelanjutan hubungan kalian?”

 

Pertanyaan Jong Up membuat Rae Mi hampir melompat dari duduknya. Gadis itu berdehem pelan lalu melihat keberadaan bibi Moon. Aman. Wanita itu sedang tidak ada di kedai karena membeli beberapa keperluan untuk memasak. Jong Up kembali mengulang pertanyaannya dan berjanji tidak akan memberitahukannya pada sang ibu.

 

“Kami… berpacaran.”

 

Mata Jong Up yang sipit melotot seketika, kemudian ia tertawa keras penuh kebahagiaan. Hampir saja piring yang dia bawa pecah karena terlalu bersemangat untung saja Rae Mi menahannya.

 

“Selamat ya!, kau tahu, Chanyeol itu pria baik-baik sekaligus dari keluarga kaya. Kau sangat beruntung mendapatkannya!”

 

Ekspresi Rae Mi berubah setelah mendengar penuturan dari sepupunya itu.

 

“Chanyeol… anak keluarga kaya?”

 

Jong Up mengangguk, “Kenapa?” dia jadi penasaran akan perubahan raut wajah Rae Mi. Sepertinya ada masalah jika Chanyeol merupakan anak orang kaya.

 

“Apa kau baru tahu soal itu?”

 

Rae Mi mengangguk lemah, tanpa melihat kepada lawan bicaranya.

 

“Bukankah Chanyeol pernah datang kemari membawa mobil mewah?, dia juga sering membeli banyak daging dan makanan disini kan?. Wah!, kau ini benar-benar dungu ya!” Jong Up menggeleng tidak percaya, “Dan kenapa juga ekspresimu seperti itu. Apa ada masalah jika berpacaran dengan anak orang kaya?”

 

“Tidak.” Namun Rae Mi tidak terlihat yakin dengan jawabannya. Ia kembali mengelap piring tanpa bicara lagi. Keheningan itu membuat Jong Up tidak nyaman tapi pria itu tidak bisa memaksa, membuat Jong Up penasaran dengan Rae Mi yang walaupun begitu polos namun menurutnya punya berbagai rahasia.

 

 

~TBC~

 

 

Halo~ halo~ moshi~ moshi~

Author kembali lagi dengan membawa chapter 8 untuk pembaca sekaliaaaaan hehe.

Hehe… tumben ya saya ngirim-nya cepat… hehe… itu karena ujian-ujian saya sudah selesai dan sekarang tinggal menunggu UN readers-deul (apalagi sabtu libur jadi lebih banyak waktu luang, yah meskipun hati masih dugeun-dugeun menunggu UNAS) makanya saya bisa kirim ff-nya teratur lagi.

Oh iya, saya butuh masukkan dari pembaca tentang kekurangan dan kelebihan karakter utama di ff The One Person Is You ini, TOKOH UTAMA ya bukan peran pembantu… (terutama yang OC) soalnya lagi butuh masukkan buat karakter, menurut pembaca gimana. Mohon bantuannya, tolong kasih kritik dan saran juga tentang cara penulisan atau alur ceritanya, apakah nyambung atau tidak supaya kemampuan nulis ff nya berkembang… kalau soal EYD saya juga sadar diri kalau ff ini masih jauh dari EYD itu…

Yaudahlah gausah banyak cincong lagi…

RCL Juseyoooo~~~~

29 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Chapter 8)”

  1. Apaaaaa chanyeol sama raemi pacaran??? Aku ga suka kaaak
    Jangan raemi dong, jadi yejin nongol di sini :3
    Raemi itu beneran ade nya hyojin ya
    Sepertinya nanti bakalan tambah riweh nih

  2. Arghhh kurang suka sama karakter Raemi,dia selalu deket sama Chanyeol mulu:vaku lebih suka sama karkter hyojin (:

  3. Aku suka banget sama ff ini, dan karna ff ini juga aku jadi suka sama real nya kai wkwkkwk.
    kalo boleh tau ff ini update nya berapa minggu sekali?
    Ohiya aku juga kurang suka ama karakter raemi. Agak kzl liat raemi dket2 ama chanyeol. Kenapa ga hyojin aja huwaa ;( terus kangen liat hyojin sehun dan jong in samasama lagi. Karakter hyojin nya dibuat tegas dan konyol dong thor saran dari saya ^^ next yahhh hwaiting^^

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      hehehe, berarti ini ff menginspirasi buat dapet bias ya kekeke. ff nya insyaallah update seminggu sekali dan paling lambat dua minggu sekali. iya nih banyak yang gasuka sama si Rae Mi kasihan dia *Rae Mi : ada apa?*muka polos* makasih sarannya, membantu sekali ^.^ btw chapter 9 udah update! silahkan dibaca kekekeke

  4. kyaa kenapa rae mi pacaran sama chanyeol, huft si hyojin nya gimanahh…. huaaa….
    but.. tetep seruu thoorrr
    next next next

    ditunggu chapter berikutnya yaaaaaks

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      Hyojin masih jadi jomblo abadi nih hehehehe*dikeplak Hyojin* oke ditunggu next chapter yaaaaa

  5. Udh dilanjut toh ceritanya.. Wahh makin seru n baus thorr!! Jd penasaran nantinya chanyeol jadiannya sm hyojin / raemi?? Tp sih aku ngarepnya sm hyojin aja hehe :Dv .

    Jgn lama2 yaa thor! Ditunggu chap selanjutnya! Hwaiting!! :)d .

  6. Thor…sebenernya saya suka banget ama nih ff…tapi karakter raemi di sini…jujr saya kurang suka…soalnya dia terlalu polos dan lugu….ini cuma menurut saya ya thorrr….next…smangat ya thor…

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      nggak suka sama Rae Mi??? jujur saya sebagai author juga kurang suka sama karakternya dia, niatnya pengen bikin antagonis tapi kasihan dia terlalu polos… oke makasih semangatnya, semangat juga buat nunggu next chapter yaaaa

  7. Wahh ketinggalan aku,gara2 novel baru nih jadi blm bisa update,hehe
    Itu hyojin beneran tinggal serumah sama chanyeol??trus di aku in pacar lagi,trus si rae mi juga pacarnya,hmm chanyeol maruk bgt ya,😄tapi ff nya kayaknya masih panjang ya?itu si chanyeol masih cuek2 az sama hyojin,

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      iya Chanyeol emang maruk, tapi gapapa, orang gateng mah terserah dia mau ngupil juga keren kali ya… panjang ff ini? hmmmm masih rahasia nih hehe… tunggu next chapternya yaaa

  8. Ugh Hyojinnya kok lemah sih didelan Chanyeol gak seru nih. Mereka sudah berpacaran lagi Chanyeol dan Raemi. Bagaimana nanti kalau Hyojin tau. Apalagi ia mulai menyukai Chanyeol. Next chapternya

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      mungkin ini semua karena ‘cinta’ kali yaaa *Hyojin : kok gayakin sih kan elu yg bikin ff?!*Author : ih galak amat mbak T.T*
      oke tunggu next chapternya yaaaa

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      iya, kasihan si Hyojin one sided love ya*meratapi nasib bareng Hyojin di pojok ruangan*Hyojin : ini salah lu thor, gua jadi jomblo gini!*Author : lah, kena lagi dah -_-*
      tunggu next chapter yaaa

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      *Rae Mi : Kenapaaa? apah salahku? eh ada duit jatuh, ambil ah!*Author : polos tapi mata duitan juga nih OC -_-*
      tunggu next chapter yaaaa

  9. Ehehe….. seru thor 🙂
    Karakternya hyojin lebih ditegasin dong thor…. masa’ lemah didepan chanyeol 😦 Kan kasian thor… gak dianggep apa” sama chanyeol -_-
    Next yahh thor….hwaiting.. 🙂

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      *nyatet di buku* oke karakter Hyojin akan lebih tegas, tapi alasan Hyojin lemah di depan Chanyeol mungkin karena c-i-n-t-aaa~~ bertahan satu… *Hyojin : ini author malah nyanyi!*Author : Kejamnya dikau OC favoritku….
      oke tunggu next chapter yaaaa

  10. hahah… gimana ya nasib hyojin kalo udah tinggal bersama cchanyeol. mereka kan sering bertengkar. ntah kenapa kalo bahas soal persahabatan antara hyojin-sehun-jongin rasanya tuh nyaman banget dan bahagia aja 🙂

    1. haiiii~ ini author ‘T-O-P-I-Y’

      makasih udah mau baca ff-nya…

      mungkin… perang dunia? pertumpahan darah? OH TIDAK! *Hyojin : author lebay!* hehehe… iya, pengen juga punya sahabat kayak mereka, sayang hanya di FF saja *Hyojin : mulai baper~ mulai baper~*
      tunggu next chapter yaaaa

Tinggalkan Balasan ke vira Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s