[EXOFFI FREELANCE] SKYREACH (Chapter 3b – There Is Never)

skyreach_resized_1

SKYREACH

(Chapter 3b – There Is Never)

Main Cast                    :

  • Kim Eunbi (OC)
  • Oh Sehun
  • Byun Baekhyun
  • Jang Nana

Other Cast                   :

  • Han Seulbi
  • Lee Hyora
  • Im Taesuk

Genre              : Mystery, Romance

Author             : Aichan

Length             : Chapter

Rating             : T

Disclaimer       : FF ini murni hasil karya imajinasiku. Semua yang ada di FF ini hanya fiksi belaka. Jangan lupa kritik dan sarannya. Don’t be plagiat. Happy Reading.. ^^

 

AUTHOR POV

“Oh, jadi seperti itu,” ucap salah seorang namja sambil menerawang menatap jalanan sekolah yang mulai ramai dipadati oleh beberapa murid. Pandangannya sulit untuk dimengerti. “Aku tidak mengerti kalau dia sangat membenciku. Tapi, seharusnya aku sudah menebak itu dari awal. Seharusnya aku sudah mengetahuinya, keluarga yang bahagia, tidak akan pernah ku dapatkan kembali saat ini. Harta telah membutakan semuanya, aku benci mengakui hal ini. Ternyata ungkapan itu benar, tidak ada manusia di dunia ini yang membenci uang, ku pikir dia juga seperti itu.”

Satu namja lainnya menepuk bahu temannya berulang kali secara perlahan. “Setidaknya kau punya seseorang yang menginginkanmu untuk terus bahagia, Baekhyun,” ucapnya sambil menunjuk ke arah salah satu yeoja yang terlihat duduk dibangku taman sambil mengobrol bersama temannya. Pemandangan yang cukup indah jika dilihat dari atap sekolah seperti ini. “Kau sudah mengenalnya cukup lama kan? Dengan Nana?”

Baekhyun mengalihkan pemandangannya ke arah lawan bicaranya itu. “Apa yang kau bicarakan, Sehun?” ucapnya sambil menyikut lengan Sehun pelan. “Aku memang mengenal Nana sejak SMP, tapi setelah ku pikirkan kembali, sepertinya aku tidak tau apa-apa tentangnnya.”

“Ya, kau memang tidak tau apa-apa,” ucap Sehun terus terang sambil memperlihatkan senyuman manisnya.

“Eh? Apa maksusmu?”

Sehun menggelengkan kepalanya. “Aku tidak berhak memberitahumu tentang ini. Tapi, kupikir kau harus segera menyadarinya,” ucapnya sambil melipat tangannya didada. “Lalu setelah ini apa yang akan kau lakukan?”

“Aku tidak ingin dia merasakan apa yang ku rasakan, jadi aku akan memilih plan B,” ucap Baekhyun sambil membentuk jarinya menyerupai huruf b. Kemudian ia tersenyum hangat.

“Ingin menjadi namja yang baik ya, Byun Baekhyun.”

Baekhyun tertawa mendengar ucapan Sehun. “Ehm, terlepas dari itu, ada satu hal yang mengganggu pikiranku tentang dirimu,” ucapnya terus terang setelah ia meredakan tawanya. “Sebenarnya, apa yang membuatmu ingin membantuku? Maksudku ya, bahkan kita baru saja saling mengenal, tapi kenapa,”

Sehun terdiam sejenak. Ia tidak segera menjawab pertanyaan Baekhyun. Ia malah memiringkan kepalanya dan kemuadian tersenyum kecil. Beberapa saat kemudian pandangannya beralih menatap seseorang yang berada disamping Nana lekat-lekat. “Itu semua karena Eunbi yang memintanya.”

***

Kelas 2C terlihat berbeda dari biasanya. Hanya ada beberapa orang yang mengisi kelas tersebut. Suasana yang tercipta di kelas itu juga sangat mengerikan, benar-benar terlihat kaku.

“Sebenarnya apa alasannya kau melakukan hal seperti ini? Menyuruh teman sekelas untuk keluar dan hanya menyisakan beberapa orang lalu mengundang anak baru dari kelas 2A juga Im Sonsangnim,” ucap Seulbi yang sepertinya tidak suka dengan situasi yang dihadapinya saat ini. “Apa kau ingin mengakui kesalahanmu, Byun Baekhyun? Kau ingin mengakui kalau kau yang telah mencuri pensilku kan?”

Baekhyun menghela nafas panjang. “Kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau,” Baekhyun tidak bisa meneruskan kalimatnya. Ia kemudian memejamkan matanya sejenak dan setelah itu berbalik mundur sambil berkata, “Aah, Sehun, maaf tapi aku akan menyerahkan ini padamu.”

Sehun tersenyum kecil begitu Baekhyun menepuk pundaknya pelan. “Aah, kau bisa percaya padaku,” ucapnya percaya diri. “Ehm, sebenarnya akulah yang merencanakan ini semua atas persetujuan Baekhyun. Ya, secara singkatnya akulah yang meminta kalian semua untuk hadir disini.”

“Apa maksudmu?” suara berat Im Taesuk, mendahului ucapan-ucapan yang bermakna sama dengan ucapannya dari orang lain yang ada di kelas 2C. “Apa tujuanmu meminta kami untuk berada disini?”

Sehun berdeham pelan. “Aku mengundang kalian kemari untuk memastikan beberapa hal. Sebenarnya, aku sudah mengetahui siapa pelaku sebenarnya dari kasus hilangnya pensil yang sempat menghebohkan sekolah ini,” ucapnya yang kemudian tersenyum kecil. “Aah, tidak ku pikir bukan seperti itu.”

Semua mata membulat begitu mendengar ucapan Sehun kecuali Baekhyun. Ya, Baekhyun memang sudah mengetahui tentang kasus yang menyangkut dirinya tersebut.

“Sehun, sejak kapan?” kali ini yang bertanya Eunbi. Ia bertanya dengan wajah yang menyiratkan keingin tahunya.

Sehun tidak segera menjawab pertanyaan Eunbi. Ia malah berjalan mendekat ke arah Seulbi sambil berkata, “Sebenarnya, aku baru menyadari hal ini kemarin, disaat Eunbi mengatakan ia pernah melihat pensil yang serupa dengan perfect pensil, aku menyadari akan satu hal, kalau sebenarnya,” ucapan Sehun tertahan. Sekarang posisinya sudah berada tepat di hadapan Seulbi. “Perfect Pencil milik Seulbi tidak pernah hilang bahkan sejak awal, perfect pencil milikmu tidak pernah ada, kau tidak memilikinya. Benarkan?”

Seulbi lagi-lagi membulatkan matanya. “Apa maksudmu? Jelas-jelas pensilku itu hilang disekolah. Bahkan Hyora sempat melihat bagaimana pensilku itu, bukan begitu?” ucapnya sambil mengalihkan pandangannya pada Hyora. “Ya, kan?”

Hyora menganggukkan kepalanya pelan. “Ya, aku melihat pensil Seulbi sebelum pensil itu hilang. Ia sempat memamerkannya padaku, bahkan pada Jinri dan Hyesung yang duduk di belakang kami,” ucapnya dengan nada keseriusan yang tinggi. “Aku tidak berbohong.”

Sehun lagi-lagi memperlihatkan cengirannya. “Apa pensil yang kau lihat itu seperti ini, Hyora?” ucapnya sambil memperlihatkan sebuah pensil dan melemparnya pada Hyora setelah ia memberi aba-aba. “Perhatikan itu baik-baik. Pasti itu sama dengan yang kau lihat kan?”

Hyora terdiam sejenak. Ia sibuk memperhatikan pensil yang sudah ada ditangannya dengan teliti. Beberapa saat kemudian, ia menganggukkan kepalanya pelan. “Ya, ini memang pensil yang ku lihat. Ini sama persis,” ucapnya sambil menyebarkan pandangannya. “Jadi kau mengambil ini dari pencuri yang sesungguhnya?”

“Tidak, itu bukan barang yang asli. Itu imitasi. Sama seperti milik Seulbi, pensil yang hilang juga barang imitasi bukan?” tanya Sehun menyelidik pada Seulbi. “Benarkan?”

“Apa maksudmu? Apa kau menuduhku memiliki barang tiruan? Yang benar saja,” ucap Seulbi membela diri.

“Aah, kau masih mengelaknya, tapi aku masih memiliki bukti lain akan hal ini,” ucap Sehun.

“Hah?”

“Kesalahan keduamu adalah memilih pensil dari perusahan Jerman yang sebetulnya bukan hal yang sulit bagiku untuk mengetahui identitas siapa saja yang membeli pensil tersebut. Pensil itu merupakan edisi terbatas, jadi itu akan memudahkanku untuk mengetahui siapa 99 orang yang membeli pensil itu disetiap negara,” ucap Sehun yang setelah itu mengeluarkan secarik kertas dalam sakunya dan diperlihatkannya oleh Seulbi. “Aku mendapatkan ini dari temanku di Jerman, dari 99 orang yang membeli Perfect pencil, tidak ada pembeli yang berasal dari Korea Selatan sama sekali. Jadi darimana kau mendapatkan pensil itu, Han Seulbi?”

Seulbi mengambil paksa kertas yang ada ditangan Sehun. Ia membaca catatan itu dengan gusar. “Ini hanya sebuah kertas. Aku, aku mendapatkan ini dari pamanku yang membelinya dari temannya saat ia tinggal di Jerman saat itu, ya, ini adalah pensil hadiah dari pamanku,” ucapnya keras kepala.

“Bukankah kau bilang sebelumnya kalau pensil itu hadiah dari ayahmu karena kau anak kesayangannya? Kenapa jadi pamanmu kali ini?” tanya Hyora sambil berusaha mengingat-ingat.

“A-ayahku diberikan pensil itu oleh pamanku, ya begitu,” ucap Seulbi.

Sehun tersenyum kecil. “Bukankah kau saat ini sangat terlihat seperti orang yang sedang berbohong, Han Seulbi,” ucapnya menyelidik. “Kau membeli pensil imitasimu itu di toko Pegasus Mokpo, kampung halamanmu. Aku juga mendapatkan pensil yang sama seperti itu dari tempat itu.”

“Aah, benar,” kali ini yang berucap Eunbi. Ia terlihat sangat antusias. “Tahun 2004, saat melakukan kunjungan wisata ke Mokpo, aku melihat pensil itu. Ya, aku melihatnya disana.”

“Kali ini kau masih ingin mengelaknya?” tanya Sehun.

“Kau hanya bicara omong kosong, anak baru,” ucap Seulbi sambil merobek kertas yang dipegannya saat ini.

Im Taesuk berdeham pelan begitu melihat situasi semakin kacau. “Hentikan ini, Han Seulbi. Sudah hentikan saja,” ucapnya tegas. “Aku tidak mau terlibat dengan masalah seperti ini.”

“Im sonsaengnim, apakah anda juga terlibat?” Nana yang daritadi hanya diam langsung angkat bicara. Ia sudah tidak bisa menahan untuk tidak bertanya.

“Ya, maaf. Aku benar-benar menyesalinya,” ucap Im Sonsaengnim sambil membungkukkan badannya perlahan. “Sebenarnya pensil Seulbi ada padaku. Dia menyuruhku untuk mencuri itu darinya.”

“Im Sonsangnim,” teriak Seulbi.

“Aku mengambil pensil itu disaat aku juga mengambil lembar jawabannya saat ulangan,” ucap Im Taesuk terus terang. “Maafkan aku, tapi aku diancam Seulbi. Dia bilang, dia akan melaporkan tentang aku yang menghamili seorang gadis muda pada kepala sekolah jika aku tidak mengikuti rencananya.”

“Eh? Im Sonsaengnim menghamili seorang gadis muda?” tanya Eunbi penasaran.

Im Taesuk tidak menjawab pertanyaan Eunbi.

“Dia menghamili salah seorang anak dari tetangganya yang berusia 20 tahun, dan kandungannya sudah mencapai 4 bulan. Benar begitu?” ucap Sehun.

“Kau sudah menyelidiki hal itu ya,” ucap Im Sonsangnim sambil terkekeh pelan. “Ya, itu benar, aku memang pria jahat.”

“Tapi, kenapa Seulbi melakukan ini? Kenapa?” tanya Nana yang benar-benar terlihat sangat tidak percaya dengan semua ini.

Seulbi tidak menjawab pertanyaan Nana. Ia masih sibuk dengan pemikirannya.

“Itu semua karena Baekhyun kan?” ucap Sehun berusaha menebak. “Benar kan?”

“Baekhyun?” ucap Nana sambil menoleh pada Baekhyunn dengan tatapan penuh dengan tanda tanya. “Kenapa Baekhyun?”

“Kau pasti sudah mengetahui kalau ayah Baekhyun adalah presdir dari Byun Corp kan, Nana? Juga tentang ibu tiri Baekhyun dan keserakahannya? Apa kau bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya?” ucap Sehun.

Nana membulatkan matanya begitu ia sadar akan suatu hal. Ia pun mendekat ke arah Seulbi. “Jadi kau orang suruhan ibu tiri Baekhyun? Benar begitu?” tanya Nana tak sabaran. “Ayo jawab! Kau dibayar berapa untuk menghancurkan reputasi Baekhyun dimata ayahnya? Hah? Apa kau serendah itu sampai kau berbuat seperti itu?”

Seulbi yang merasa dipandang sinis oleh Nana langsung membalas tatapannya. Ia tak mau kalah. “Itu bukan urusanmu aku dibayar berapa oleh Ny. Byun Haeri. Tapi, terlepas dari itu, aku memang benar-benar membenci Byun Baekhyun dari lubuk hatiku,” ucap Seulbi berani. “Lagi pula kau tidak ada hak untuk berbicara seperti itu.”

“Bahkan kau memanggil nenek sihir itu dengan julukan nyonya, yang benar saja,” ucap Nana sambil mendecakkan lidah sebal. “Aah, atau jangan-jangan, rumor Bakhyun menghamili adik kelas enam bulan yang lalu, itu juga ulahmu?”

Seulbi menarik garis ujung bibirnya ke atas. “Jika sudah seperti ini, aku tidak akan mengelaknya,” ucapnya sambil meninggikan ucapannya. “Aku memang orang dibalik rumor itu. Kau puas!”

Wajah Nana memerah, ia menahan emosinya. Nana yang saat itu sudah bersiap untuk menampar Seulbi, tiba-tiba gerakannya tertahan. Baekhyun menahan tangan Nana dari belakang. “Kenapa?”

“Dia anak asuh ibuku, Han Seulbi. Kau jangan menamparnya,” ucap Baekhyun sambil melepaskan cengkraman dari tangan Nana pelan. “Sebelum wanita itu menikah dengan ayahku, dia sempat menjadi pengasuh panti asuhan di Mokpo, dan Seulbi, selalu dirawat oleh ibu tiriku saat orang tuanya pergi bekerja di Singapore. Jadi, kau jangan menamparnya, biarpun begitu, bukankah dia adalah adikku?”

Nana hampir menangis melihat ekspresi Baekhyun. Tanpa banyak berpikir, Baekhyun memeluk Nana dan membiarkan tangisan pecah dipelukannya. “Pabo-ya, Baekhyun pabo. Manabisa kau tersenyum di saat-saat seperti ini, kau bodoh,” ucap Nana terisak-isak. “Kau benar-benar jahat Baekhyun.”

Baekhyun menepuk punggung Nana pelan. “Mianhae, Nana,” ucapnya lembut. “Maaf telah membuatmu khawatir selama ini.”

Tangisan Nana semakin pecah. Ia tidak bisa menahannya lagi. Semua rasa yang ditahannya ia tumpahkan dalam tangisan hangat di pelukan Baekhyun, Byun Baekhyun.

***

Angin malam musim gugur tak menghalangi dua anak manusia ini untuk terus melanjutkan percakapan mereka. Ditempat yang tak sama, dan dengan ditemani secangkir green tea pemberian dari Hyora sebagai permintaan maafnya, membuat malam ini terasa menyenangkan.

Eunbi menghembuskan nafas panjang mengingat kejadian yang dialaminya beberapa waktu yang lalu. Benar-benar diluar dari apa yang ia duga selama ini.

“Tentang kasus perfect pencil itu, ku pikir yang mencuri pensil Seulbi itu Im sonsaengnim, ya, dia yang paling mencurigakan dari semua orang,” ucap Eunbi yang setelah itu meminum beberapa teguk teh hangatnya. “Tapi ini benar-benar diluar dari apa yang aku pikirkan. Bagaimana bisa ini menjadi masalah yang serumit itu? Kupikir ini hanya kasus pencurian biasa.”

Sehun tertawa kecil melihat perubahan ekspresi Eunbi. “Tidak akan menarik jika hanya kasus pencurian biasa,” ucapnya terus terang. “Benarkan?”

Eunbi menganggukkan kepalanya tanda mengerti. “Karena kasus ini telah selesai seperti ini, kupikir semuanya menjadi lebih baik,” ucapnya yang setelah itu mengambil secarik kertas undangan berwarna biru laut dan memandangi cover undangan tersebut penuh minat. “Bahkan Im sonsaengnim akan segera menikah bulan ini. Ia bahkan benar-benar mengambil tanggung jawab akan kasus itu dan mengundurkan diri dari sekolah dengan cara yang keren. Aah, terlihat seperti laki-laki yang sesungguhnya. Karena Im sonsaengnim, kasus ini benar-benar dinilai selesai oleh pihak sekolah dengan alasan yang tidak serumit dengan kenyataannya, ya ia menyebut ini sebagai kesalah pahaman saja. Setelah itu, tidak ada yang membahasnya lagi kali ini.”

“Juga Seulbi dan Baekhyun, hubungan mereka bahkan sudah mulai membaik. Ya, meskipun mereka masih terlihat canggung, tapi setidaknya Seulbi tidak menatap Baekhyun dengan tatapan kebencian seperti sebelumnya. Bahkan menurutku, sikap Seulbi juga sudah mulai melunak, ia tidak seangkuh dan sesombong dulu. Aah, itu semua karena ucapan Baekhyun waktu itu. Aah, ternyata dia punya sisi keren juga yaa,” ucap Eunbi melanjutkan.

“Ya, sebagai laki-laki, aku juga berpendapat kalau apa yang dilakukan Baekhyun itu, ehm, cukup keren.”

Eunbi tertawa kecil mendengar jawaban Sehun. “Tapi, menurutmu, kenapa dulu Seulbi bisa sangat membenci Baekhyun yaa?”

Sehun memegangi dagunya perlahan. Nampak sedang berpikir. “Ku rasa, Seulbi berpikir kalau Baekhyun telah mengambil sesuatu yang berharga dari dirinya,” ucap Sehun mencoba menganalisa. “Seperti yang kau ketahui, ibu tiri Baekhyun merupakan ibu asuh Seulbi juga. Jadi menurutku, setelah ibu asuh Seulbi menjadi ibu tiri Baekhyun dan ia pindah ke Seoul, saat itu pula, egonya mengatakan kalau Baekhyun telah mencuri apa yang sangat ia sayangi. Seulbi sudah menganggap ibu asuhnya itu seperti ibu kandunganya sendiri. Ia mendapat kasih sayang seorang ibu dari ibu asuhnya. Oleh sebab itu, Seulbi memutuskan untuk pindah dari Mokpo ke Seoul untuk mencari ibu asuhnya, namun setelah menemukan ibu asuhnya, ku pikir, Seulbi justru malah dimanfaatkan. Ibu asuhnya telah berubah menjadi ibu yang sangat mengerikan karena kekuasaan dan harta. Seulbi paham betul akan hal itu, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa. Dan membenci Baekhyun, merupakan suatu cara untuk melampiaskan amarahnya, karena ia merasa, kalau perubahan sikap ibu asuhnya itu disebabkan oleh keluarga Byun. Juga berlaku untuk Baekhyun.”

Tanpa sadar, Eunbi menelan saliva-nya perlahan. Ia tak pernah membayangkan kalau kekuasaan dan harta bisa mengubah seseorang menjadi jahat seperti itu. “Lalu bagaimana dengan hubungan Baekhyun dan ibu tirinya itu saat ini?” tanya Eunbi ragu.

“Aku tidak begitu tau pasti akan hal itu. Tapi, menurut pendapatku, Baekhyun harus bisa bertahan lebih baik lagi saat ini, karena ada kemungkinan, kalau ini bukanlah kasus yang terakhir dimana ia akan dijatuhkan oleh ibu tirinya itu,” ucap Sehun yang setelah itu menerawang langit memikirkan bagaimana nasib temannya itu nantinya. “Ku harap dia akan baik-baik saja.”

Eunbi tersenyum melihat ekspresi yang jarang sekali dilihatnya pada diri Sehun. Sepertinya, Sehun sudah menganggap Baekhyun sebagai salah satu teman berharganya. “Ku yakin Baekhyun baik-baik saja. Dia kan berandalah sekolah, tidak mungkin dia terjatuh hanya karena beberapa pukulan,” ucap Eunbi terkekeh pelan sambil mengepalkan tangannya yang biasanya ia lakukan ketika ingin meninju seseorang. “Ehm, lagipula, disisi Baekhyun itu ada kau, aku dan juga Nana yang akan selalu menopangnya jika ia terjatuh dan setelah itu mengobati lukanya. Benar kan?”

Tanpa sadar Sehun tertawa kecil mendengar ucapan Eunbi. “Apa yang kau ucapkan Eunbi-ah? Siapa yang akan menopang berandalan sekolah seperti Baekhyun? Yang benar saja?” ucap Sehun yang masih dengan tawanya. “Nana saja sudah cukup untuk menjadi pegangan Baekhyun. Namun, jika kau menginginkan hal itu, bagiku tak masalah.”

Eunbi tersenyum kecut mendengar jawaban dari Sehun. “Tapi, ngomong-ngomong, masih ada hal lain yang belum aku ketahui tentang kasus perfect pencil itu dan dirimu, Oh Sehun. Bagaimana bisa kau menebak itu Mokpo? Juga bagaimana kau mendapatkan pulpen imitasi itu dalam waktu satu hari? Kapan kau pergi ke Mokpo?” ucap Eunbi penasaran. “Lalu juga tentang Im Sonsaengnim yang menghamili anak tetangganya? Bagaimana bisa kau mengetahui hal itu? Kemudian tentang latar belakang Seulbi, bagaimana bisa kau mengetahuinya? Dan yang paling membuatku terkejut adalah Baekhyun. Bagaimana bisa ia anak dari seorang presdir Byun Corp? Byun, ku pikir itu bukan Baekhyun. Aah, aku tidak pernah menyangkanya. Dia bahkan bisa menyembunyikan ini semua dalam waktu yang cukup lama. Dia benar-benar tidak terlihat seperti anak orang kaya pada umumnya. Dia hanya terlihat seperti berandalan. Ya, hanya itu saja.”

Sehun tersenyum kecil mendengar pertanyaan Eunbi. Ia merasa kalau percakapan ini akan berlangsung panjang. “Apa kau sedang mengintrogasiku? Huh, oke, oke, aku akan menjelaskannya untukmu,” ucap Sehun sambil menjentikan jarinya. “Saat kau bilang kau pernah melihat pensil yang serupa dengan perfect pencil, aku jadi teringat akan satu hal, Donghae hyung, sepupumu itu pernah bercerita kalau ditempat tinggalnya ada toko yang menjual berbagai produk imitasi luar negeri, termasuk peralatan perkantoran. Jadi kupikir, tempat yang kau maksud itu Mokpo. Dan untuk memastikannya, aku meminta Donghae hyung untuk mengirimkanku pensil seperti itu untukku, dan ternyata Donghae hyung memiliki beberapa, jadi aku memintanya satu. Jadi, kemungkinan pensil yang kau lihat itu adalah milik Donghae hyung saat kunjungan wisata. Karena hal itu, tidak perlu memakan waktu yang lama untuk aku mendapatkan pensil yang serupa seperti itu.”

“Lalu bagaimana dengan yang lainnya? Informasi-informasi seperti itu, dari mana kau mendapatkannya?” tanya Eunbi antusias.

“Selebihnya aku hanya menggabungkan semua yang berhubungan dan menyelesaikan kasus perfect pencil ini dengan pemikiranku. Selesai,” ucap Sehun menutup ceritanya dengan senyuman. “Sudah malam, lebih baik kau tidur, Eunbi. Jangan sampai kau terlambat besok.”

Sehun akhirnya berjalan pergi dan mulai memasuki kamarnya. “Yaa, tunggu dulu, masih ada yang ingin aku, aah, dia sudah masuk kamar, menyebalkan,” ucap Eunbi yang setelah itu mendecakkan lidahnya berulang-ulang. Beberapa saat kemudian, Eunbi menghembuskan nafas panjang. “Selalu seperti itu.”

~TBC~

~Kya~ Bagaimana niih pendapat kalian tentang salah satu kasus pembuka yang aku coba bikin di FF ini? Aneh kah? Atau kurang Romancenya?? Hehee.. Sebenernya aku sengaja buat kisah cinta antara Eunbi sama Sehun mengalir ajah satu sama lain disetiap kasusnya nanti. Jadi ya gitu deh. Apasih aku ini. Wkwk..

Oke, Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kritik dan sarannya yaa.. Makasih untuk kalian semua yang udah mau baca FF GaJe ku ini..

See You in Next Chapter..

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] SKYREACH (Chapter 3b – There Is Never)”

  1. daebak!!standing applouse buat author!!!
    bisa membuat cerita yg sedetail itu.. woah..yg awalnya aq kira gk bkal serumit itu..ternyata pnjg jg kaitannya..
    next..kutunggu^^

  2. aku terkejut,,ternyata di luar dugaanku,,hny dr hilangnya pencil,,ko jd kemana mana,,ribet lg,,
    keren ,,,kasus selesei dan sukses!

  3. waaaahhhh…..daebak!!!!!
    bener” keren kak, awalnya aq mngira bneran guru im yg mncurinya, tp emng bner guru im sih? tapi trnyata kasusnya bukan skedar pncurian biasa, aq gk nyangka trnyata guru im mlah sekongkol dgn seulbi…..
    penulisnya bner” jenius nih, udh kyk gosho aoyama, hehehe….
    semangat terus ya kak, aq tunggu kasus” selanjutnya…
    dsini udh mlai klihatan klau sehun suka ma eunbi, bhkan dia rela bntuin baekhyun hnya krna eunbi yg memintanya,, so sweet deh 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s