[EXOFFI FREELANCE] Sorry (Chapter 2)

PhotoGrid_1456905767305

Title

Sorry

Author

haneul88

Length

Chapter

Genre

School life, romance, criminal (?)

Rating

PG -16 (?)

Main Cast

Kim Jongin

Park Hyebi [OC]

Additional Cast :

Disclaimer :

The characters are belong to themselves. The OC and story are belong to me. Please don’t do copy and paste without my permission.

Author’s Note:

Leave a comment juseyo..

Sorry for typo x’D

Previous Chapter:

[1]

 

HappyReading!!!

Chapter 2

Dendam. Siapa yang tak tahu dendam? Siapa yang tak mempunyai dendam? Omong kosong jika seseorang tak memiliki dendam sama sekali meskipun itu hanya sekali dan tak bertahan lama. Dendam memiliki berbagai kisah. Bisa jadi itu masalah sepele atau bisa jadi itu merupakan kesalahan yang terlalu menyayat hati yang membuat orang itu muak dan mempunyai dendam yang besar. Ada kalanya kau tak dapat mengendalikan dendammu itu yang membuatnya menjadi berkepanjangan. Hidup sebenarnya mudah, bahkan jika bisa sebenarnya dendam itu tak ada. Semuanya tergantung bagaimana cara kita mengendalikan diri.

***

            Jongin menghampirinya. Merengkuh Hyebi dalam dekapannya. Ayolah, ia bahkan sudah mencoba untuk melupakan dendamnya, melupakan bagaimana cara menghabisi yeoja itu, tapinyatanya semuanya justru serumit ini.

Basah. Itu yang pertama kali Jongin rasakan di kemejanya. Suara sesenggukan menyusul dengan bertambah basah kemejanya. Jongin bingung, sangat. Yang ia lakukan kemudian hanya mengelus kepala Hyebi dengan lembut. Uljima.. jebal uljima.. ucap Jongin dalam hati. Jongin bukanlah pengungkap perasaan yang baik, selain itu egonya terlalu tinggi. Sehingga yang bisa ia lakukan hanya mengucapkan kata – kata menenangkan di dalam hati.

Tangisnya mereda. Hyebi melepas pelukan Jongin. Ia lelah, cukup lelah. “Bisa kau tinggalkan aku sekarang? Aku lelah.” ucap Hyebi memelas. Tubuhnya terasa cukup lemas saat ini. Jongin hanya bergeming. Ayolah, baru beberapa menit yang lalu Hyebi berniat bunuh diri dan sekarang ia meminta Jongin untuk meninggalkannya? Jongin tak sebodoh itu asal kau tahu –bahkan ia sangat pintar, payah jika Hyebi melupakan fakta itu-. Seakan mengetahui apa yang Jongin pikirkan Hyebi melanjutkan ucapannya “Aku tak akan melakukan hal seperti tadi lagi. Aku berjanji. Jadi bisakah kau meninggalkanku saat ini?” ucap Hyebi dengan tatapan memohonnya. Ia memohon? Tentu. Setelah mengucapkan itu, Jongin hanya mencoba untuk benar – benar mempercayainya. Baiklah, mungkin Hyebi butuh wakktu sendiri pikir Jongin karena selama ini Jongin selalu mengkekangnya dan memperlakukannya dengan tidak baik –meskipun akhir akhir ini sudah berubah-. Jongin meninggalkan Hyebi akhirnya.

Cklek

 Brugh (?)

Hyebi bernapas lega setelahnya.

***

            Brak

Jongin menutup pintu kamarnya dengan kasar. Siapa yang tak emosi setelah dicaci sebegitu buruk. Jongin bukan pengontrol yang baik pastinya. Sungguh ia benar – benar menahan segala amarahnnya tadi sampai – sampai ia menggenggam setirnya hingga buku – buku tangannya tampak memutih. Memang beberapa kalimat yang Eomma dan Appa Hyebi lontarkan benar. Tapi, ia tak seburuk itu. Sebagian besar juga salah, dan apa mereka bilang? Mereka menanyakan bagaimana dengan nilai – nilainya di sekolah? Heol, bahkan Hyebi tak pernah bisa mengalahkan nilainya. Apa mereka pikir ia seburuk itu dan putrinya sehebat itu? Haha. Bahkan appa Hyebi bertanya aku mempunyai apa? Begitu materialis sekali dia. Aku punya hati yang bisa putrimu cintai ucapnya dalam hati dengan menggerutu. Lagipula mereka belum bekerja. Apa ia tak punya otak sehingga bertanya kepada seorang haksaeng kau mempunyai apa?. Aarrgghh… ia emosi, pusing, lelah. Ia telah di tolak metah – mentah. Gila apa? Bahkan mereka merendahkannya. “Baiklah, tahan Jongin, tahan Kim Jongin. Kau hanya perlu tenang sekarang. Mungkin guyuran air dingin dapat menenangkan pikiranmu” ucap Jongin menenangkan diri sendiri. Orangtuanya pasti akan mengamuk jika melihat kamarnya berantakan. Dengan begitu masalahnya bukan selesai justru akan bertambah. Sebaiknya ia tenang.

***

            Entah setan apa yang merasukinya kali ini. Kim Jongin, ia merencanakan hal tergila sedunia. Yeah meskipun catatan kriminalnya sudah sangat melimpah, ia bahkan tak merasa bersalah sedikitpun. Ya bagaimana ia bisa merasa bersalah, bagaimana ia bisa merasa kapok sedangkan yang selama ini merasakan akibat dari perbuatan dan rencananya adalah orang bayarannya semua. Ralat, bukan ia sesungguhnya yang mengeluarkan begitu banyak uang, akan tetapi appanya. Ayolah siapa yang tak mengenal Kim Taekyung pengusaha terbesar di korea yang mempunyai cabang di berbagai Negara. Yang Jongin lakukan hanya meminta pada appanya dengan begitu mudah tanpa appa Jongin ingin tahu itu untuk apa asalkan Jongin selalu memiliki nilai yang sempurna. Dan, setelah beberapa bulan ia tak menciptakan kejahatan kriminal, pada akhirnya kali ini ia melakukannyalagi. Terpaksa? Yap ia telah berjanji pada dirinya beberapa bulan lalu agar menghentikan kebiasaan buruknya itu. Akan tetapi kali ini ia sudah tidak tahan dengan emosinya. Bahkan pesan memuakkan dan menjijikkan Hyebi tadi pagi menambah sulutan emosinya. Jongin melakukannya kali ini. Rencana memusnahkan kedua orangtua Hyebi.

***

            “Jaksa Park MyungJi ditemukan meninggal di rumahnya beserta istri. Diduga seseorang menggunakan pakaian berwarna abu-abu dengan celana panjang hitam dan jaket biru gelapyang tak jauh berada di lokasi kejadian setelah kerusuhan terjadi adalah pelakunya. Bercak – bercak darah terdapat di beberapa bagian baju pelaku yang menguatkan dugaan. Informasi lebih lanjut akan kami siarkan setelah pesan – pesan berikut” suara pembawa acara TV itu terdengar jelas di telinga Jongin. Smirk menakutkanpun terpampang jelas di wajahnya. Tawa  menggelegar terdengar dengan berlanjutnya berita di TV. Itukah rencana jahatnya?. Yap benar sekali sayang. Semua itu rencananya. Penangkapan pelaku sudah menjadi bagian dari rencananya. Ia memeritahkan mereka yang menjadi suruhannya untuk tidak berada jauh dari tempat kejadian. Mengapa? Tentunya supaya ia tertangkap dengan cepat tanpa membutuhkan waktu berbelit – belit untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan yang berakibat ditemukan pelaku sesungguhnya. Haha. Pihak kepolisian tentunya tak akan langsung percaya bahwa ia adalah pelaku tanpa suruhan. Jongin sudah membayar dengan mahal soal itu. Asal kalian tahu, beberapa anggota kepolisian bagian penyidikan bahkan sudah tak asing dengan nama Kim Jongin. Mereka semua terlalu mudah untuk Jongin manfaatkan. Jadi setidaknya kalian sudah mengerti apa yang Jongin lakukan bukan? Ia merupakan orang yang terlalu rapi untuk masalah seperti itu. Sifat ‘terlalu rapi’ itu sepertinya menurun dari kakeknya yang ada di China. Ia adalah MANTAN gangster. Mantan oke? Kakeknya sudah terlalu tua untuk melanjutkan semua itu. Bahkan anak – anaknya tak ada yang berminat melanjutkan profesi kakeknya itu. Kejahatannya terlalu banyak tentunya sebagai gangster yang paling di takuti seluruh Asia, maka dari itu kakeknya berusaha serapi mungkin untuk menutupi semuanya. Berita itu berlanjut diiringi dengan suara hujan yang deras di sertai petir yang menyambar di luar sana. Senang? Sepertinya begitu. Akan tetapi Jongin masih belum mengerti dengan perasaaanya, apa yang ia rasakan sebenarnya.

***

            Pagi itu di sekolah Jongin ramai membicarakan perkara yang membuat orang tua ‘si nomor dua’ tutup usia. Beberapa diantaranya bahkan membicarakan berita burung seperti Park MyunJi mempunyai musuh sehingga seseorang meminta orang suruhan untuk menghabisi nyawanya atau mungkin ia bunuh diri, dan tak sengaja terdapat warga yang kebetulan lewat mencoba untuk menolong akan tetapi tidak jadi dan berita burung lainnya. Jongin muak. Sangat. Ia tak habis pikir, apakah mereka semua tidak lelah memikirkan perkara orang lain sedangkan mereka selalu mengeluh dengan hidup mereka. Huh.

Jongin melihatnya. Ya, Jongin melihatnya dengan jelas Park Hyebinya(?). Sedang berjalan menunduk dengan memeluk buku pelajarannya. Pundaknya nampak lelah dengan membungkuk ke depan. Jalannya begitu pelan. Sangat hati – hati. Seakan – akan apabila ia berjalan lebih cepat dari itu ia akan tergelincir dengan begitu mudah. Hatinya tersayat melihat Hyebinya seperti itu. Sakit, sangat sakit. Kesedihan dan terluka tampak begitu kentara ketika mereka berjalan berpapasan, dan Jongin menolehkan wajah. Jongin ikut terluka. Ia selalu ikut merasakan segala perasaan yang tergambarkan oleh gadis itu. Sehingga, ketika Hyebi tampak begitu menyedihkan seperti saat ini, ia juga merasa sakit. Tak tega sesungguhnya. Tapi rasa dendamnya melebihi rasa kasihannya.

***

 

 

TBC

Jangan bilang kalo chapter ini ceritanya pendek, :’v

Ada yang masih binggungkah dengan chapter ini? masih binggung sama caraku nyeritainnya? Okelah, buat yang masih binggung bisa bilang dimana binggungnya di kolom komentar, ^^ supaya aku bisa ngubah – ngubah sedikit biar jelas alurnya untuk next chapter.

Saya selaku author disini mengucapkan banyak terimakasih untuk semua yang sudah meninggalkan jejak di chapter sebelumnya, dan maaf kalo gak bisa mbales komentar kalian satu – satu. T.T

Maaf  maaff… beneran minta maaf kalo semisal ini fanfic ceritanya malah tambah absurd ><

Selanjutnya, makasih banyak untuk yang sudah meluangkan waktu hanya untuk membaca ff abal – abal dengan author amatiran ini :’v

Aku berharap banged dukungan kalian buat ngelanjutin fanfiction ini yap.. ^^

Buat siders aku harap kalian pada akhirnya meninggalkan jejak yap^^

Oh ya, waktu baca commentan, aku sempet mbaca ada yang berharap banged ada comedy, maapin di chapter ini gaada comedinya ya.. T.T dan maapin soalnya aku juga gak bisa janji kalo ada comedinya T.T gomen~

Dan untuk yang terakhir, apabila kalian merasa ada yang janggal atau gimana kalian bisa memberitahu saya x’D.

*absurd banged bahasanya*

Karena saya sudah terlalu banyak cuap, akhir kata, terimakasih buat semuanya,

Khamsahamnida~

 

Regards

Haneul Kim

 

17 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Sorry (Chapter 2)”

  1. Jadi dia ngebunuh ortu hyebin karna dendam? Omg.. padahal dia cinta sma si hyebin.. knp ga mikir akibatnya buat hyebin. Cuma gara” dihina, ditolak dan direndahin sma ortu si hyebin si kai smpe segitunya.. oh ya btw, ini alurnya maju mundur ya? Soalnya abis cerita dari rmh hyebin langsung ke hyebin yg mau bnuh diri trus balik lagi ke si kai yg ngebunuh ortu hyebin.. agak bingung tp seru kok

  2. jonginyaaa….. wae
    huft

    kenapa jongin gituh yakk, dia punya emosi lebih apa gimana sihh
    hadohhh

    keep wraiting thor
    fighting

  3. wait! cerita yg awalny itu apa hubunganny sm jalan ceritany…kok beda gtu????sumpah bingung
    mau bunuh diri trs gk jd..trus beda lg ceritany…
    tolong dikasih tau…

    1. Well, gini ya kakak, awalnya itu yang masasekarang. Lalu setelah itu adalah masa lampau.
      Jadi yang awalan yang habis ’embel’ itu masa sekarang, nah lanjutannya yg ada bintang 3 itu masa lalu tapi alurnya maju. Tiap chapter urutannya kaya gitu.
      Masih belum mudeng kah?

    2. Maaf, tapi chapter 1 uda baca belum?
      Mungkin kamu bisa baca chpater 1 dulu sblm baca ch.2,
      Jadi yg stlh bintang3 pertama itu lanjutannya yg hyebi mau bunuh diri,

    1. Iya, dia itu kaya tersinggunng sama perkataan ortu hyebi, jadi dia kaya pny dendam gitu, ceritanya di sini jongin aku buat pendendam, dan gak suka minta maaf maupun menerima maaf

  4. Emakkk~!!!!!! Ye ye ye lalala ye ye ye lalala… sdh update ceritanya emak!! kayak biasa cerita ini absurd baget (?) #buak #plak #berguling berguling berguling #dibanting sama mak author. bercanda mak, bercanda mak. ….
    Si jongin gila? wah keren. mak♡♡♥♥ memang sip banhet buat jongin gila. semakin semangat buat baca nih cerita kalau si jonginnya gila (?) mak next chapter jangan lama2 ya…

    from your bessssttttt readerrr,
    cantikapark ·♡♥♥♡

  5. mak.. itu waktu awal awal cerita di atas itu lanjutannya waktu hyebi naruh pistol di pelipisnya ya??
    trus yang habis *** baru lanjutannya chapter 1?
    please jawab ya mak.. 😀
    ff nya bagus kok mak typo nya masih adaaaaa mak XD .. mak aku kepo sma lanjutannya.. jangan lama lama ya mak kalau nge post aku nungguin nih mak .. ya??
    tak tunggu selalu ya mak lanjutannya 😀
    sekian dulu dan terima kasih.. ;D

    from,
    MONGGU ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s