[Chaptered] Heart Attack (7th Chap) | by L.Kyo

3. heart-attack

Title: Heart Attack | Author: L.Kyo♪ [ @ireneagatha ] | Artwoker: Keyunge Art | Cast: Jung Hyerim (APink), Byun Baekhyun (EXO), Do Kyungsoo (EXO) | Genre: Drama, Romance, Comedy | Rating: PG-17 | Lenght: Chaptered | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

 

[ http://agathairene.wordpress.com/ ]

Prev:: [1st Chap] [2nd Chap] [3rd Chap]  [4th Chap] [5th Chap] [6th Chap]

—oOo—

 

H A P P Y R E A D I N G

 

Setengah jam sebelum pertemuan mereka. Hyerim turun dari pemberhentian halte pertama dan harus menaiki satu bis untuk sampai kesana. Dan ia tak perlu lama-lama untuk berdandan. Kaos oblong dengan balutan jaket jins serta celana jins robek yang sama sekali jauh dari kata feminim. Bahkan ia tak membawa tas sekalipun. Ia hanya meletakkan uang dan ponselnya disaku.

 

Tak ada niat untuk mempercantik dirinya seperti pengalaman kencan bersama Kyungsoo. Tapi hei, bagi Hyerim ini bukan kencan. Ini hanya hiburan semata untuk memperbaiki hubungan keruh mereka, dimana awalnya bagaikan anjing kucing, Hyerim berniat untuk memperbaiki hubungan mereka sebagai teman. Mungkin jika memang tak ada gangguan diantara mereka.

 

Sudah 15 menit ia menunggu, tapi tak ada satu bis yang lewat. Heran, ini belum malam. Masih pukul 18.45, tak akan ada bis terakhir berlaku pada jam sekarang. “Hari apa ini?” Hyerim melihat jam arlojinya. Ini hari selasa, masih tak malam. Jalanan pun masih banyak kendaraan lalu lalang. Hyerim mengambil ponsel dan seuntai headset dari jaketnya. Ia suka musik, jadi tak ada namanya headset tertinggal.

 

Satu lagu ballad membuatnya larut dalam suasana dinginnya malam. Menikmati setiap alunan nada yang pas sebagai pengantar tidur. Dalam sekejap Hyerim memejamkan matanya, menikmati alunan lagu favoritnya. Bahkan suara bising kendaraan dan waktu semakin menipis membuatnya lupa. Bahkan seseorang yang memperhatikan dari kejauhan pun sama sekali tak tahu.

 

Tempat duduk Hyerim bersantai sedikit bergoyang, menandakan bahwa ada seseorang duduk disamping. Tapi Hyerim terlalu asyik menikmati musiknya daripada melihat siapa gerangan duduk disampingnya. Beberapa detik kemudian sentuhan lembut mengenai pundaknya. Baiklah, sedikit ekspresi tak nyaman terpancar diwajahnya. Hyerim menggeserkan duduknya tanpa berniat membuka matanya sedikitpun. Namun sentuhan itu berulang kali, membuat Hyerim terpaksa melepas headset nya dan melihat siapa gerangan menganggu waktu nyamannya.

 

Dan waktu seakan berhenti. Dunia ini luas bukan? Tapi kenapa kota Seoul sebesar ini menjadi wadah sering menjadi pertemuan mereka. Dan sosok itu tersenyum geli, memamerkan barang belanjanya yang berisi banyak cola. “Hai Jung!” Dan satu helaan panjang meluncur bebas dari mulutnya. Ia kira ada seorang gangster menggodanya. “Ya! Kyungsoo-ya!” Satu pukulan manis dari Hyerim membuat Kyungsoo tertawa lepas. “Maaf aku menganggumu”.

 

Hyerim menggeleng dan sekilas melihat barang bawaan yang dibawa Kyungsoo. “Apa dirumah ada acara?” Tentu saja Hyerim ingin tahu, banyak sekali cola dan ramen disana. “Ahh ini? Kau lupa? Keluarga ku akan pulang dan mereka ingin ramen Korea. Kau ingin kemana? Kau ingin pergi?” Kyungsoo menelusuri pakaian Hyerim yang bisa dikatakan tak pantas untuk berpergian.

 

Dan Hyerim sadar itu. Ia menutupi celana robeknya dengan kedua tangannya. “Aku pergi menemui Baekhyun”. Nada Hyerim lirih saat menyebut Baekhyun, membuat Kyungsoo harus menajamkan pendengarannya. “Apa? Bersama siapa?” Kyungsoo mendekatkan telinganya, bahkan posisi sedekat ini membuat Hyerim enggan untuk mengatakannya. “Hmm, bersama Baekhyun”. Hyerim menundukkan kepalanya, seolah pergi bersama Baekhyun adalah kesalahan besar. Bagaimana jika pria itu lari dari dirinya?

 

“Ahh, Byun Baekhyun! Kalian sering sekali bersama. Aku jadi iri melihatnya”. Namun pria itu tertawa lepas, melemparkan pandangannya ke jalan yang terbilang ramai. “Tidak seperti yang kau pikirkan”. Dan tatapan sendu Hyerim membuat Kyungsoo mempunyai banyak pertanyaan. “Yang aku pikirkan? Hmm, seperti kalian saling menyukai, seperti itu?” Dan dugaan Hyerim benar adanya, jika Kyungsoo berpikir sejauh itu.

 

“Aku menyukai seseorang. Dia sangat dekat denganku. Aku tak tahu bagaimana perasaannya. Dan aku bahagia bisa dekat dengannya akhir-akhir ini. A … aku menganggumi dirinya sudah sangat lama”. Dan Hyerim kembali melempar jauh pandangannya kejalan, berharap perkataannya tak membuat Kyungsoo salah paham yang semakin besar. “Kau menyukai orang lain? Apa aku mengenalnya?” Dan pertanyaan Kyungsoo baru saja mengingatkannya pada pertanyaan Hyerim pada waktu kala itu.

 

“Kau sangat mengenalnya”. Dan Hyerim menjawab hal sama apa yang dijawab Kyungsoo kala itu. Mereka memandang satu sama lain cukup lama, bahkan beberapa bis yang melewati mereka tak berniat Hyerim untuk beranjak. Bola mata mereka seakan bertemu, mengatakan sesuatu yang mungkin itu adalah hati kecil mereka. Hyerim berharap, pria itu tahu bahwa ia sangat menyukainya. Bahkan ia sudah membuka hatinya selebar mungkin untuk menyambut lelaki dihadapannya. Namun berapa kali Hyerim harus menunggu? Menunggu dalam pergantian tahun lagi?

 

***

 

Baekhyun mengecek ponselnya beberapa kali. Sungguh, kakinya ingin patah karena lama berdiri. Ia sudah menunggu selama satu jam untuk kedatangan Hyerim. Tak ada sama sekali tanda-tanda gadis itu menemuinya. Baiklah, bisa saja Hyerim merasa malas karena ia memang sudah membuat Hyerim kesal sebelumnya. Mengajaknya makan malam namun ia sama sekali tak memberikan makanan untuknya. Tapi sungguh, ia benar-benar melakukan dengan tulus hari ini.

 

Tak ada niatan untuk membuat Hyerim kesal. Ia hanya ingin memperbaiki hubungan mereka yang selayaknya musuh. Bagi Baekhyun, ia sama seperti Hyerim. Ia juga orang yang sangat keras kepala. Saat ia melihat Hyerim, ia melihat dirinya sendiri. Baekhyun memasukkan ponselnya saat melihat Hyerim dari kejauhan, bahkan gadis itu hanya berjalan malas. Langkah lebar Baekhyun mendekati Hyerim tak membuat gadis itu tersadar. Baekhyun berhenti, tepat didepan Hyerim, membuat gadis itu menghentikan langkahnya dan mendongak.

 

“Eoh? Baekhyun-ah?” Baekhyun sebenarnya ingin mengucapkan sumpah serapah, tapi nada gadis itu datar, seolah ia sedang malas untuk berbicara banyak. “Ke … kenapa kau terlambat? Ada masalah?” Sialnya, pertanyaan Baekhyun tak dijawab. Bahkan gadis itu berlalu meninggalkan Baekhyun yang masih berdiri mematung. “Ayo kita masuk!” Hyerim berjalan malas, memainkan tasnya asal dibahunya asal. Dan rasa penasaran Baekhyun membuat lelaki itu penasaran.

 

Baekhyun berlari kecil, mencoba mensejajarkan jalannya disamping Hyerim. “Apa yang terjadi?” Satu pertanyaan Baekhyun terdengar seperti pertanyaan kepedulian. Hyerim menghentikan langkahnya dan menatap Baekhyun penuh selidik. “Tck, kenapa kau banyak pertanyaan Baek? Aku ingin bertemu karena aku lapar. Jadi belikan aku makanan!” Hyerim berlalu namun pergelangan tangannya ditahan. “Ya! Siapa yang ingin mengajakmu makan? Kita sekarang di Time Zone sekarang. Time Zone!”

 

Baekhyun menunjukkan tulisan besar diatas gedung. Hyerim menghela nafasnya dan menatap Baekhyun bersalah. “Ahh benar, aku lupa. Ayo masuk! Kita adu main basket”. Hyerim kembali berlalu, namun Baekhyun kembali menarik pergelangan tangan Hyerim. “Ada apa denganmu? Kau sama sekali tak menjawab pertanyaanku! Apa kau sakit? Dimana?” Pertanyaan Baekhyun sudha membuat Hyerim merinding. Sejak kapan pertanyaan yang super peduli itu tertuju padanya.

 

“Sudah kukatakan jangan banyak bertanya. Dan apa itu? Kau menyukaiku? Kenapa kau punya banyak pertanyaan seperti itu? Ini bukan kencan, kan?” Dan satu hentakan genggaman Baekhyun dari pergelangan tangan Hyerim membuat Baekhyun tersadar. “Cih, si … siapa yang kau sebut kencan? Kau dan aku? Aku tidak suka berdada kecil sepertimu. Ayo masuk!” Dan Baekhyun melebarkan langkahnya, mencoba meninggalkan Hyerim yang memandangnya penuh kengerian. “Apa itu? Membuatku merinding!”

 

Kedua tangan Hyerim memeluk tubuhnya, merasakan bulu romanya berdiri. Lebih menakutkan daripada menonton film horor favoritnya. Dan ini malam sabtu, sudah dipastikan jika tempat yang mereka kunjungi sangat rame. Tentunya banyak pasangan. Mereka berjalan beriringan, mencari beberapa permainan yang mereka sukai. Dan basket itu lah yang menjadi sasaran utama mereka.”Bagaimana dengan ini?” Hyerim menunjukkan permaianan score dibasket. “Aku jagonya!”

 

Baekhyun berlari kecil, diikuti Hyerim yang tak kalah untuk menang. “Kau siap?” Hyerim sudah memegang bola basket kuat, memfokuskan matanya pada ring sebagai penyelamat hidupnya. Ia harus menang melawan Baekhyun yang ia yakini lelaki itu sama sekali tak berpengalaman di olahraga. Tapi bagi Baekhyun, itu adalah persoalan kecil. Baiklah, postur dan wajahnya sama sekali tak terbilang lelaki penyuka olahraga. Tapi ia jago dalam teknik permainan basket, bahkan sejak kecil ia menggeluti hapkindo.

 

Tentu saja aku siap. Ready!” Dan teriakan tak siap Hyerim membuat Baekhyun tertawa lepas. “Kau benar-benar kolot!” Dan masih saja Baekhyun membuat kesal ditengah-tengah permainan mereka. Skor semakin menipis. Dalam satu menit Baekhyun sudah memasukkan 54 poin sedangkan Hyerim 50 poin. Dan tawa puas Baekhyun membuat Hyerim kesal, namun gadis itu akhirnya ikut tertawa.

 

Bagaiman tidak tertawa saat Baekhyun menari konyol seperti itu. “Apa yang kau lakukan?” Hyerim memegang perutnya sakit, bahkan ia mengeluarkan airmata karena tak tahan dengan kegilaan Baekhyun malam ini. “Tentu saja aku senang. Bagaimana? Aku hebat, kan? Kau tak akan pernah menyesal pergi denganku. Tampan dan tak mudah menyerah”. Dan pukulan kecil mendarat diperut Baekhyun. “Ya! Tampan? Berhentilah bermimpi terlalu tinggi!”

 

Baekhyun terdiam, walaupun ada sedikit rasa sakit karena pukulan Hyerim. Namun Baekhyun tertawa lepas. Bahkan lelaki itu tak pernah bosan memandang wajah cantik Hyerim yang begitu bahagia. Ia mulai sadar sekarang. Ia menyukai Hyerim. Bahkan Yura pun sama sekali sudah bukan tujuan utamanya. “Ya!, Hyerim-ah!” Panggilan Baekhyun membuat Hyerim berusaha menghentikan tawanya.

 

“Apa?” Namun gadis itu masih tak bisa menghentikan tawanya, masih saja ia teringat tarian konyol Byun Baekhyun. “Berhenti tertawa, hei!” Dan jari telunjuk Baekhyun mendorong dahi Hyerim, membuat Hyerim membelalakkan matanya kaget karena perlakuan Baekhyun baru saja. “Apa yang kau lakukan?” Dan gadis itu mengusap dahinya yang sebenarnya tidak terlalu sakit. “Aku menang, kan? Kalau begitu, kau harus menuruti perkataanku!” Baekhyun melipat tangan didadanya, seolah ia puas dengan kemenangannya.

 

“Sejak kapan kita membuat perjanjian itu? Aku tidak mau!” Tolak Hyerim. “Tidak! Ini peraturan dariku. Ini hanya mudah. Ini bukan soal membelikan sesuatu, kau hanya menjawab pertanyaanku!” Dan bisikan terakhir Baekhyun membuat Hyerim menaikkan alisnya. “Pertanyaan?” Baekhyun mengangguk. Hyerim memutar otaknya, yang pasti ia tak akan menjawab suatu pertanyaan konyol. “Baiklah. Apa yang kau tanyakan?” Dan satu tantangan dari Hyerim membuat Baekhyun benar-benar menanyakan sesuatu pada gadis dihadapannya.

 

Baekhyun melangkah, mendekati Hyerim yang dihadapannya. Semakin dekat dan Baekhyun sudah berada didepan Hyerim, sangat dekat. Menatap mata Hyerim intens, bahwa ia harus perlu membaca mata gadis itu lebih dekat saat ia mengajukan pertanyaan. “Pertanyaanku sama Jung. Apa yang kau lakukan di rumah Kyungsoo waktu itu?” Dan gadis itu terkejut, menatap Baekhyun yang lebih tinggi darinya. “Rumah Kyungsoo? Kenapa kau sangat ingin tahu masalah pribadiku? Ini bukan suatu yang diumbar. Apa hakmu untuk mengetahui apa dan sedang apa yang kulakukan?”

 

Hyerim memundurkan langkahnya, lebih jelas memandang Baekhyun yang ada dihadapannya. “Bukankah kau harus menjawab pertanyaanku? Aku menang!” Jawab Baekhyun enteng. Ya, Baekhyun harus tahu apa yang mereka lakukan. Sedang melakukan hal sederhana pun ia masih sangat penasaran. Baiklah, ia mengakui bahwa menyukai Hyerim. Tapi tidak mungkin kan jika ia harus mengatakan pada Hyerim untuk menjauhi Kyungsoo? Bagaimana dengan image nya?

 

“Byun Baekhyun! Apa kau lupa akan taruhan kita beberapa bulan yang lalu?” Hyerim menekankan kata taruhan lebih jelas, sehingga Baekhyun ingat akan perjanjian yang lelaki itu buat. “Aku tahu!” Baekhyun menjawab singkat. Hanya desisan Hyerim terdengar malas. “Sekarang, aku sedikit nyaman berada didekatmu, Baek. Bisakah kita jalani taruhan kita dengan tenang? Aku menyukai Kyungsoo, dan kau menyukai Kakakku! Yura! Apa lagi? Biarkan ini menjadi perjuangan kita masing-masing.”

 

Lelaki itu terdiam, menatap bola mata Hyerim yang seolah menusuk. “Aku tahu”. Dan wajah Baekhyun menjadi dingin, membuat Hyerim semakin panas. Ayolah, semula suasana begitu menyenangkan. Dan apa ini? Sebuah penjelasan yang membuat Hyerim lelah. “Aku mohon, hentikan pertanyaanmu seperti itu. Katakan padaku apa tujuanmu mengatakan itu berulang kali? Dan suasana apa ini? Yang semula menyenangkan dan kenapa kau sangat menyebalkan sekali. Kau benar-benar bodoh! Sepertinya suasana tidak baik. Sebaiknya kita pulang!”

 

Hyerim berbalik, bahkan Baekhyun hanya terdiam memandang arah lain kosong. Dan apa gunanya ia harus melanjutkan hari hiburan mereka dengan suasana seperti ini? Ia sebenarnya sudah sedikit luluh menjadikan Baekhyun temannya, tapi keras kepala Baekhyun membuatnya harus berpikir dua kali. Satu tarikan lengan Hyerim membuat menghentikan langkahnya, dan lelaki itu yang menahannya.

 

Pandangan mereka bertemu. Sosok Baekhyun dengan tarian konyol yang baru saja ia lihat beberapa menit yang lalu hilang. “A … ada apa?” Dan entah kenapa Hyerim gugup. “Bisakah kita melupakan taruhan konyol itu?” Dan dada Hyerim semakin tak terkontrol. Sungguh, ia tidak tahu apa yang merasuki dirinya. Satu pertanyaan Baekhyun membuat ia tak bisa menjawab sepatah katapun. “Kau tak menjawabku lagi? Aku sudah mengganti pertanyaanku tadi dengan ini”. Dan Hyerim seakan susah membuka mulutnya. “Melupakan taruhan?”

 

Gadis itu menghentakkan tangannya, melepaskan genggaman Baekhyun dipergelangan tangannya. Tidak, ia sudah berjalan sejauh ini untuk mendapatkan Kyungsoo. Melupakan taruhan? “Apa katamu? Tunggu Baek! Kau yang membuat taruhan ini dan kau yang melupakannya? Ya! Ini bukan permainan. Aku sudah berjalan sejauh ini. Apa kau merasa tak bisa mendekati Kakakku? Kau tidak mau mengakui kekalahan ini?” Panjang lebar penjelasan Hyerim tak menyurutkan wajah angkuh Baekhyun yang seolah berubah drastis.

 

“Aku yang membuat taruhan itu dan aku berhak untuk memintamu melupakannya”. Baekhyun memasukkan tangannya kedalam saku, membuat Hyerim melihatnya semakin muak. “Bagaimana dengan Yura Unnie? Bukankah kau sangat menyukainya? Bagaimana dengan Kyungsoo? Dan sayangnya, aku masih berharap ia menyukai”. Dan Hyerim tak mau kalah untuk menjawab seangkuh mungkin.

 

Baekhyun hanya merapatkan giginya, berusaha menahan emosi meluapnya. Ia menarik lengan tangan Hyerim untuk semakin dekat ketubuhnya, bahkan Hyerim hampir saja mengenai dada bidang Baekhyun. “Lepaskan aku! Kau tidak tahu kau memegangnya terlalu kuat!” Hyerim berusaha memberontak. Namun Baekhyun sama sekali tak menghiraukan. “Aku bilang, lupakan!” Hyerim terdiam saat Baekhyun mendekat ketelinga, membisikkan padanya. Dan pada akhirnya, Baekhyun melepaskannya dan berlalu. Meninggalkan Hyerim yang masih berdiri mematung.

 

***

 

Hyerim melempar tubuhnya kesofa, membiarkan jaket dan sepatunya masih tertempel ditubuhnya. Justru ia segera mengganti channel televisi dengan serial drama korea favoritnya. Yura yang baru turun dari tangga menatap televisinya sudah menyala. Bahkan ia bisa melihat sepasang sepatu bergelantungan disamping sofa. “Hyerim-ah. Kau tidak melepas sepatumu?” Dan satu kibasan Yura membuat kaki Hyerim kembali terjatuh dibawah lantai.

 

Unnie, kau tidak lihat wajahku ini?” Hyerim menunjukkan wajahnya yang super memelas. “Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi? Katakan!” Hyerim meletakkan ponselnya lalu bersila, bersiap mendengarkan semua keluh kesah adiknya. “Apa kau sedang menyukai seseorang?” Dan satu pertanyaan yang bisa dikatakan terlalu to the point itu. “Seseorang? Kau darimana?” Dan tebakan Hyerim sepertinya benar adanya. Seseorang itu pasti Baekhyun.

 

“Benarkah? Apakah kau sangat menyukai orang itu?” Dan kembali Hyerim bertanya. Dan anggukan antusias Yura membuat dugaan Hyerim semakin sempurna. “Kau sedang menyelidiku? Hyerim-ah. Aku memang sedang jatuh cinta. Ini memang kampungan, tapi ini pertama kalinya seperti ada kupu-kupu keluar dari perutku!” Yura memeluk bantal sofa tak jauh dari duduknya.

 

“Apa itu Baek …” Dan pertanyaan Hyerim kembali tertunda saat ponsel Yura berdering. Dan Hyerim semakin meyakini jika melihat Kakaknya semakin gugup bahkan menekan dial hijau ia tak berani. “Halo? Kau didepan?” Dan itu membuat Hyerim membuka matanya semakin lebar. Didepan? Siapa? Baekhyun datang kerumahnya setelah pergi dengannya lalu menemui Yura. Hyerim mendesis. ‘Kau benar-benar playboy Baek”.

 

Dan Yura yang seharusnya bercerita padanya kini menjauh, berlari menuju pintu rumahnya. Dan Hyerim terlalu malas untuk melihat drama yang akan ia lihat setelah ini. Hyerim mengambil tasnya dan akan bersiap menuju tangganya. Tapi gadis itu berhenti saat Yura menyebut nama. Bukan nama familiar, namun nama asing. Hyerim enggan untuk naik dan berjalan mendekati pintu. Dan suara lelaki itu juga asing. Gadis itu semakin dekat dan dekat. Bahkan postur tubuh lelaki itu sama sekali bukan postur Baekhyun.

 

Dan pintu terbuka lebar, menampakkan Yura dan lelaki tak dikenal masuk kerumah. Membuat Hyerim mengernyitkan dahi. Siapa gerangan tamu ini? “Eoh? Hyerim-ah! Aku harus mengenalkanmu padamu!” Dan pelukan hangat Yura pada lelaki itu membuat Hyerim ingin mengeluarkan bola matanya. “Ini kekasih baruku. Perkenalkan. Song Jino. Bagaimana? Dia tampan, kan?” Lelaki bernama Jino itu membungkuk hormat. “Halo, aku Song Jino. Akhirnya aku bisa bertemu denganmu Hyerim-ssi. Aku sering mendengarmu dari Kakakmu. Aku jurusan musik juga”.

 

“Ka … kalian?” Telunjuk Hyerim seolah bergetar. Dugaan baru saja adalah salah besar. Dan ia tahu alasan Baekhyun untuk melupakan taruhan mereka. Karena Yura memilih bersama kekasih barunya. Tanpa menyambut sapaan Jino, Hyerim berlari menuju kamar. Menaiki tangga dengan sedikit terburu-buru. Rasanya ia ingin menghirup udara malam ini balkon setelah ini. Ia terlalu kasar dengan perkataan pada Baekhyun. Ia harus tahu, bahwa Baekhyun sedang mengalami namanya sakit hati. Ya, itu pasti. Tapi, seorang Byun Baekhyun akan mengerti tentang rasa itu?

 

Ia berulang kali mengambil dan meletakkan ponsel didalam nakas meja. Ia ingin meminta maaf. Tapi rasa gengsi, ego dan keras kepalanya tak bisa dikalahkan dengan kepedulian yang ada diujung hatinya. Ia mengacak rambutnya frustasi. Suatu kejutan tak terduga. Dan kenapa Baekhyun sama sekali tak menceritakan apapun padanya. Bahkan ia sadar, ia terlalu banyak menceritakan dirinya dengan Kyungsoo. Tanpa ia bertanya dan tak bertanya, Baekhyun hanya diam. Dalam sebulan ini Baekhyun tak meminta bantuan apapun padanya. Ia cukup merasa bersalah akan hal itu.

 

***

 

Kyungsoo dan Hyerim duduk bersama, sedang terfokus pada tablet Kyungsoo tentang berbagai foto masa kecil Kyungsoo kala itu. Mereka semakin dekat, bahkan Hyerim pun tak enggan lagi untuk menyapa Kyungsoo terlebih dahulu. Bahkan gadis itu sudah berani mengajak Kyungsoo untuk makan siang setelah bergelut dengan berbagai materi yang membuat mereka pusing. “Kau lucu sekali!” Hyerim menyentuh layar tablet saat menampakkan foto kecil Kyungsoo dengan deretan gigi putihnya.

 

“Ini diambil natural. Aku benar-benar tak sadar jika Ayahku mengambil foto ini. Bukankah aku terlihat seperti model iklan?” Mereka tertawa lalu kembali melihat foto lain didalam tabletnya. “Hyerim-ah!” Aktivitas mereka terhenti saat seseorang memanggil nama Hyerim. Gadis itu menegakkan tubuhnya saat Baekhyun sudah berada dihadapan mereka. “Apa yang kau lakukan?”

 

Dan pertanyaan yang terdengar sinis itu ternyata tertuju pada Kyungsoo. Lelaki itu hanya terdiam menatap Baekhyun tak mengerti. Ia mematikan tablet nya dan memasukkan kedalam ransel. “Apa yang kau maksudkan? Tentu saja aku sedang bersantai bersama Hyerim. Apa ada masalah?” Kyungsoo tahu, Kyungsoo tahu satu hal dimana ia bisa melihat dari bahasa tubuh Baekhyun kali ini. Lelaki itu cemburu, cemburu saat Baekhyun menganggunya bersama Hyerim.

 

“Tentu saja tidak. Aku hanya bicara dengan Hyerim. Sebentar saja!” Dan satu tarikan kasar Baekhyun dan tanpa persetujuan Hyerim membuat gadis itu murka tak terima. Dan Kyungsoo terdiam, menatap mereka yang sudah hilang di belokan. Senyuman dingin Kyungsoo dan tatapan malas membuatnya membuang muka kearah lain. “Jika kau begitu terus, kau tidak akan mendapatkannya.” Kyungsoo kembali tersenyum, senyuman dingin yang membuat seseorang tak mengerti dibalik itu semua.

 

Dan disisi lain, “Lepaskan aku!” Hentakkan Hyerim membuat Baekhyun harus menyerah menyeret Hyerim semakin jauh. “Baiklah, aku sudah melepaskanmu!” Baekhyun mengangkat kedua tangannya, menandakan bahwa tak ada niatan untuk menarik Hyerim kembali. “Apa yang kau katakan? Kau tidak perlu menarik seperti itu!” Hyerim memijat pergelangan tangannya yang sudah memerah. “Maaf. Aku hanya minta padamu. Aku harap kau mengikutiku sekali saja!”

 

Sebelum Hyerim kembali meneriakkan sumpah serapahnya, Baekhyun menyerahkan sebuah panflet. “Ini ada pertunjukkan kecil angkatanku. Aku ingin memintamu datang. Ini sangat penting”. Baekhyun kembali terdiam. “Hanya itu?” Baekhyun mengangguk. Lalu ia pergi, tanpa mengatakan sepatah kata lagi. Dan Hyerim semakin bersalah. Bukannya bersalah karena kesalahan kemarin, masih saja ia membuat nada membentak dihadapan Baekhyun.

 

Dan lelaki itu hanya menyerahkan sebuah panflet yang merupakan suatu pertujukkan kecil ditiap tahun. Mereka yang mempunyai grup atau apapun itu, mereka mulai menunjukkan bakat mereka lewat pertunjukkan ini. Dan nama Baekhyun tertera didalam sana. Dan Hyerim paham, bahwa lelaki itu ingin melihat pertunjukkannya? Dan untuk tujuan apa? Hyerim mendongak, mendapatkan lelaki itu sudah hilang. Tak menampakan tubuh dan pribadinya yang seolah menjadi dingin.

 

TO BE CONTINUE

 

Hei~ Jumat! Heart Attack. Kelamaan ga sih aku postingnya dear? Sebenernya chap 7 ini aku ngebut sehari ini. Dan kusadar kenapa hari begitu berjalan begitu cepat? Tau-tau kok udh kamis, duh belum ketik sama sekali. Tapi pas bgt haari ini moodku baik sekali. Dan tiap kubaca komen kalian di chap sebelumnya udah beri aku energi luar biasa. Thank kisseu guys. Jangan lupa tinggalkan jejak :*

57 tanggapan untuk “[Chaptered] Heart Attack (7th Chap) | by L.Kyo”

  1. Huaahhh kalian membuatku menggila. Baik kyungsoo, baekhyun dan hyerim tak satupun dari kalian akan mengungkapkan perasaan kalian masing²?
    Dan untuk baekhyun dan hyerim, tidakkah kalian ingin tau bagaimana perasaan kalian mmarah², oh??
    Dan kyungsoo, seharusnya kau mengungkapkan perasaanmu pada hyerim sebelum kalah start sama baekhyun.
    Ahhh kenapa jadi aku yang emosi????
    Maafkan diriku kak kyo. aku jadi marah². Hehehe abis seru. Greget gemes pengen nimpuk satu satu dari mereka. Kak kyo, jjang!!!

  2. ayolah kurang si hyerim yg belum menyadari perasaannya,dan semoga emosi nya baekhyun itu dikurangi biar hyerim nya luluh..apakah kyungsoo akan jadi orang yang licik?next

  3. Akhirnya baekhyun sadar sama perasaanny..kalo dia itu suka sama eunji…tapi kasian juga sama baekhyun kalo eunji itu suka nya lebih besar sama kyungsoo..
    Sebenernya baekhyun itu marah gara gara cemburu kan?? Bukan karena yura punya pacar baru..

    Dan akhirnya ceritanya mulai cinta segitiga..aseek..kyungsoo juga tahu tih kalo baekhyun suka sama eunji..kk

  4. Agak aneh deh, pas awal HyeRim ‘kan ga bawa tas. Terus pas sampe ketemu BaekHyun, HyeRim ‘selempangin tas’? Dan juga pas HyeRim di Halte, HyeRim liat arlojinya di situ HyeRim bilang ‘Hari Selasa’. Tapi pas udah sampe di Time Zone HyeRim bilang lagi ‘Hari Sabtu’

  5. annyeong thor~ new reader nih wkwk.
    ceritanya keren thor.. feel baekjinya dapet bgt. cem ada manis2nya gt.
    kirain si yura bakal naksir balik baekhyun atau malah suka kyungsoo.. ee ternyata punya pacar laen wkwk

  6. Abis itu Baek dibales sama Kyung bawa pisau roti, di olesin mentega kasih tepung trus di panggang.. HA HA HA #DevilKyung

    Oke baiklah… Qtunggu chap 8 nya… Smoga bisa long long n long story…. he hehehehe… #ktularanDevilKyung

  7. kaaaa aku telat banget kah? baru internetan soalnya 😦
    bdw, baekhyun betein yah dia kenapa nggak jujur aja sih, nanti hyerim makin demen sama kyungsoo tau rasa deh. eeehh itu aku kira kaka hyerim suka sama kyungsoo tapi ternyata punya pacar o.o
    jadi kyungsoo suka sama siapa?
    emm mau kritik dikit boleh yaa, kadang typo kak harusnya mungkin Yura tapi malah hyerim tulisannya, terus ada beberapa juga yg typo. Tapi gapapa semangaaatt mulish :*
    bdw lagi, maap kalo kepanjangan 😀

    1. gapapa. aku rela kok menerima baek apa adanyah.. kyungsoo juga suka sama aku kok byun. huuh, typo. emang ga aku cek dan ceritany aku buat ngebut 2 jam tnpa baca lagi. mungkin itu salah satunya, ad yg bilang yg awalny g bwa tas la bwa tas. mungkin saat itu kbtuh aquah.

  8. Akhirnya Baek naksir Hyerim… Tapi tapi tapiii…. macamnya Hyerim & Kyung sama2 suka nih… T.T Apa yg bakal baek lakukan ya buat dapetin hati Hyerim?? Apa dia bakal nyanyi di depan banyak orang terus nyatakan cinta? Aawww…. .

    But thanks sudah kerja keras supaya bisa update tepat waktu.. hebat deeh… wlopun msh ada kslahan ketik tp dimaklum lah cz ngerjainx ngebut. hehehe….

    1. baek bakal ngamuk cabe – cabean pake raket buat nepukin bokong ungcoo byun. wkwkwk. candah~ ahh, aku suka komenan kamu. makasih sudah komen aku untuk bekerja keras. aku akan berusaha berhati-hati terhindar tyo untuk chap selanjutnya >< chap 8 aku share minggu yah.. mundur.

  9. Gatau harus ngeship siapa hyerim x baek/hyerim x kyungsoo😭 kirain pas pertama baca heart attack si baek sahabatnya dio eh ternyara perang ta😌 btw ditunggu chapter selanjutnya thorrr💞

  10. Yaampun sampe ngejar waktu biar bisa post tepat waktu, klo telat gpp kok kan gk dosa :3
    Pasti lagi sibuk yah, fighting yah
    Kakak *panggil kakak boleh pan* emg kelas berapa? Atau udh kerja?
    Keknya kepo amat yak :v

    Tapi yang bikin galon itu mau dukung Hyerim ama Kyungsoo ato sama Baekhyun dua”nya bias ikih, dakuh pasrah ajalah si Hyerim mau sama siapa :v
    Semangat Kak! Nextnya ditunggu ya! 🙋🙌🙆

    1. masalahnya ku takut ngecewain reader, soalna ku sudah janji tiap jumat. tapi tapi untuk chap 8 aku undurin hari minggu. buat minggu depan balik tiap jumat kok. saoloh, aku sibuk bgt akhir2 owl >< ku sudah kerja, masih sebulan ini. makanya ku ada waktu luang nongkrong didepn PC walaupun itu satu jam sekalipin. ejj.. makasih. ku bakal semangat

    1. yang manah yang mnaah? mungkin ada.. soalnya tau gak, kuketik ini sehari bergelut didepan pc selama 2 jam. ga ak baca ulang emangh. karena kulelah kala itu ><

  11. yah.. jangan merenggang gitu dong Hyerim + Baekhyun.. harus tetep barengan walaupun ribut mulu, kek ada yang hilang gitu, kalau mereka nggak barengan 😀 Keep writing ya kak.. Hwaiting!! ^^

    1. manah manaah?/ >< akkkk.. aku emang buatnya di chap 7 ini g ku review ulang dan aku buatnya sehari ini 2 jam didepan pc. jadi mau cek lagi itu maless sekali. review lagi yak kalo ada penulisann salah. soalnya waktu itu aku ngepost sambil merem2.. hiikkkseeeuu

    2. ga banyak sih,cuman yg hari selasa sama malam minggu trus yang bagian hyerim bawa tas. padahal pas di halte dia ga bawa tas apapun. gpp sih,ku paham dirimu kak. don’t forget to rest well,hm?!

    3. nah, astagah ternyata banyak typoh ya.. tas, nama kebalik sekarang hari. mungkin waktu itu ku kurang aqua. hikkesu.. chap 8 aku next in minggu yaak ><

  12. Uhuk baek jadi dingin banget. habis masuk lemari es ya baek? Kyungsoo sadar nih kalo baek juga suka ama hyeri? Cinta segi tiga. Baekhyun jangan dingin dingin dong nnti si hyerim tambah ngga pekaa.
    Lanjut kakak

  13. Si hyerim blm suka ya sm baek? JD sedih😩
    Trs maksd kyungsoo td pas baek narik hyerim itu apa? Dia sadar kalo baek suka gt??
    Kyknya bkln ada persaingan di antara keduanya 😂

  14. Jumaaaaaaat!!! Wkwk
    Waaa, baek dah saukaa hyerimmm aaaaaaa~~
    Tp tbtb kasian ma kyung akuuuu:( gimanaa yaaa wkwkwk
    Dah bakal taakut kalo yura bakal sama kyunggg:’) tp asiknya enggak hahahaha
    Keren thorrr keep writing!:)a
    Maafkan aku yg tak saabar hingga mementionmu ditwitter thor wkwkwkwk

  15. Baekhyun mah dingin, tapi kadangan manis bangettt :’) itu do suka sama hyerim? Yah hyerim gak peka nih, orang baekhyunnya suka sama dia geh bukan kakaknya xD
    Greget banget chapter ini kak aseli deh 😀 suka banget kalo baekhyun cemburu 😀
    Gak kelamaan kok kak, kan tetep hari jumat postingnya 😁👍
    Semangat terus ya kak, ditunggu next week, gak sabar banget!!

    1. wkakakakka. aku buatnya juga greget sih >< akkkkk.. prosesnya emangh lama kalolo baek nyatanya suka ama hyerim. dan skrg ungcoo juga udah mengakui itu.. wakkaka. sekarang tinggak hyerim nih ghimanah

    1. huuh, sibuk. susah napas.. wkakakak.. waktu senggang pun aku buat tidur. aku kerja saya.. pagi sampe sore kupulanggnya.. makasihh. semangat untuuku ><

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s