[EXOFFI FREELANCE] MY TURN TO CRY – Part 1 (8th Series)

8th Series - MY TURN TO CRY Part 1

MY TURN TO CRY – Part 1

[8th Series]

Title : MY TURN TO CRY
Author: Azalea
Cast : Lee Sena (OC/You), Byun Baekhyun (EXO), Oh Sehun (EXO), Kim Yura (GD)
Genre : Romance, Sad
Rating : PG-17
Length : Series
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita Four Leaf Clover.

Series Sebelumnya : PLAYBOY (1st Series) -> LADY LUCK Part-1 (2nd Series) -> LADY LUCK Part-2 (2nd Series) -> BEAUTIFUL (3rd Series) -> WHAT IS LOVE Part-1 (4th Series) -> WHAT IS LOVE Part-2 (4th Series) -> HEART ATTACK (5th Series) -> BABY DON’T CRY (6th Series) -> DON’T GO! Part -1 (7th Series) -> DON’T GO! Part – 2

 

 

< ~ >

Saat aku akan memelukmu, kau menangis. Tangisanmu itu bagaikan sebuah mimpi buruk yang menyapaku. Kuharap aku segera terbangun dari mimpi burukku ini. Kau selalu saja menangis, dan aku selalu ingin mengubah tangisan itu menjadi sebuah senyum bahagia darimu. Tapi sekarang aku tidak ada di sampingmu, dan tangisan itu tetap hanya sebuah tangisan tidak berubah sama sekali.

Aku berharap saat ini aku yang menggantikanmu untuk menangis saat ini juga. Tapi aku tahu, tangisanku tidak akan merubah sakit hati yang kau alami karenaku. Setiap hari mataku tidak pernah bosan memandang kosong ke arah foto kita berdua yang sedang tersenyum bahagia.

Dan tanpa sadar saat itu juga aku selalu mencoba untuk mengukir wajahmu dalam ingatanku. Kau yang tersenyum malu dengan tatapan lembutmu. Tawa bahagiamu saat mendengar leluconku. Kau yang cemberut karena marah dan kesal padaku. Sifat cemburumu yang kadang membuatmu semakin manis di mataku. Dan sekarang itu semua hanya ada di ingatanku. Aku ingin memelukmu, apa yang harus aku lakukan?

Aku mencintaimu. Aku masih sangat mencintaimu. Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Jangan menangis. Jangan menangis sayang. Aku selalu berharap kau bahagia. Jangan menangis . Berikan semua kesedihanmu padaku. Berikan semua air matamu padaku. Biarkan aku yang menggantikannya untukmu. Ya, aku rela hanya untukmu.

< ~ >

 

“Apakah yang ini cocok?” tanya Yura pada Baekhyun saat mereka sedang memilih gaun pengantin mereka.

Baekhyun yang mendengar Yura bertanya padanya, mau tidak mau mengalihkan perhatiannya dari majalah yang sedang dia baca pada Yura yang berada tidak jauh dari hadapannya.

“Hm..” jawab Baekhyun sambil menganggukkan kepalanya kemudian fokusnya kembali pada majalah yang sedang dia baca. Yura kecewa saat melihat respon Baekhyun yang seperti itu.

Dengan sebuah inisiatif Yura mendekati Baekhyun yang sedang duduk di depan ruang ganti, kemudian berhenti melangkah dan berdiri tepat di hadapan Baekhyun.

Baekhyun yang menyadari jika ada seseorang yang sedang berdiri di depannya ini mau tidak mau mengalihkan kembali perhatiannya dari majalahnya itu guna menatap orang yang ada di hadapannya itu.

Melihat usahanya yang tidak sia-sia, Yura menampilkan senyuman termanisnya pada Baekhyun berharap Baekhyun akan semakin terpesona padanya. Tapi tatapan sebaliknnya ditunjukkan oleh Baekhyun. Dia hanya menatap malas orang yang ada di depannya ini.

“Kau sudah mencoba tuxedomu? Aku yang memilihkannya kemarin, dan aku harap kau menyukainya.” Ucap Yura lembut saat mendapatkan perhatian dari Baekhyun.

Tapi Yura dibuat kecewa lagi karena Baekhyun kembali menurunkan pandangannya pada majalah yang ada di tangannya itu.

“Tuxedonya pas. Terima kasih.” Jawab Baekhyun acuh.

Sebenarnya Baekhyun tidak bermaksud untuk menyakiti Yura, tapi sungguh jiwanya seperti kosong saat Sena meninggalkannya, dengan adanya kehadiran Yura sekalipun tidak membuat  jiwanya terisi kembali.

Baekhyun mencoba mengabaikan tatapan kecewa dari Yura, dan dengan tidak sabaran dia menutup majalah yang ada di tangannya itu, kemudian berdiri tanpa aba-aba tepat di hadapan Yura yang menyebabkan jarak di antara mereka hanya terpaut beberapa senti saja.

Jantung Yura berdetak sangat kencangnya hanya karena perlakuan Baekhyun yang tiba-tiba ini padanya. Dan tanpa Yura sadari, wajahnya menjadi merah merona karena Baekhyun sedang   menatap Yura tepat pada mata coklatnya.

Bola mata Yura bergerak-gerak ke kanan dan ke kiri menandakan saat ini dia begitu gugup tidak berani menatap Baekhyun balik, hal itu berbanding terbalik dengan Baekhyun. Dan juga tanpa sadar Yura sedikit menahan nafasnya saat ini, Baekhyun menyadari hal itu.

Selama beberapa saat mereka hanya berdiri tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sampai Baekhyun menghela nafas dalam, kemudian Baekhyun melangkah ke samping kanan Yura dan berjalan menuju pintu keluar.

Begitu Baekhyun melangkah ke samping kanannya, secara reflek Yura membuang nafasnya dalam pertanda dia lega tapi juga kecewa. Kemudian Yura menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan raut kecewanya.

“Aku suka gaunnya. Kalau kau sudah selesai, aku akan menunggumu di luar karena aku harus segera kembali ke kantor.” Ucap Baekhyun begitu dia berdiri di ambang pintu mencoba menyenangkan Yura dengan perkataannya dan itu berhasil walaupun Baekhyun tidak melihatnya tapi dia tahu Yura sedang tersenyum bahagia ke arahnya.

Baekhyun memang tidak menampiknya jika gaun itu memang bagus. Sebuah gaun pengantin warna putih tulang berlengan pendek dengan bordiran bunga di sepanjang tubuh bagian atasnya. Bagian belakang gaun tersebut cukup terbuka dengan memperlihatkan setengah punggungnya yang terbuka.

Gaunnya memang sederhana, tapi hal itu cocok dengan kepribadian Yura. Panjang gaunnya sampai menyentuh lantai seperti ekor burung merak tapi tidak terlalu panjang di bagian ekornya.

Yura tidak membutuhkan perhiasan yang banyak, dia hanya mengenakan sebuah anting dari mutiara. Rambut coklatnya bergelombangnya dia gerai untuk menutupi bagian punggungnya yang terbuka.

Setelah pintu tertutup, Yura tidak bisa menahan senyuman bahagianya. Begitu dia berbalik, beberapa pelayan toko sedang menatap ke arahnya dengan perasaan bahagia juga, seakan perasaan bahagia Yura itu juga menular pada mereka.

Di sisi lain di butik tersebut, tepatnya di luar butik tersebut, Baekhyun sedang memandang kosong ke arah langit. Entah kenapa, ingatannya kembali ke saat di mana dia dan Sena yang sedang mencoba gaun pengantin mereka.

Gaun pengantinnya memang berbeda, tapi saat melihat Yura, entah kenapa dia bagai melihat Sena yang sedang memakainya. Sungguh dia begitu merindukan Sena. Terhitung sudah hampir 3 bulan Baekhyun tidak mengetahui keadaan Sena seperti apa, dan masalah mereka pun menggantung tidak tentu arah.

Sebenarnya dia ingin menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu dengan Sena, sebelum dia benar-benar menikah dengan Yura atau dia menyesal untuk kedua kalinya.

Tapi semua orang bungkam. Tidak ada yang memperbolehkannya untuk bertemu dengan Sena, membuatnya tidak bisa meluruskan masalahnya sendiri. Baekhyun kemudian menutup matanya dan menghela nafas dalam saat memikirkan masalah itu.

Setelah dirasa perasaannya sudah membaik, Baekhyun pun membuka matanya dan menatap ke arah seberang jalan dari butik tersebut.

Matanya membulat sempurna saat melihat pemandangan yang ada di seberang jalan sana. Tiba-tiba hatinya sakit saat melihatnya. Nafasnya begitu tercekat, seakan tidak ada lagi pasokan udara di bumi ini. Jantungnya berdetak cepat saat memperhatikan orang yang ada di seberang jalan sana.

Tidak pernah terpikirkan olehnya akan bertemu dengan seseorang yang begitu dirindukannya saat ini. Ya, orang itu adalah Sena, mantan tunangan sekaligus calon istrinya. Baekhyun hanya bisa memandangi Sena tanpa bisa berbuat apa-apa. Otaknya dan tubuhnya seakan lumpuh, saat melihat keadaan Sena saat ini.

Sena sedang berjalan di trotoar dengan menggunakan pakaian pasien rumah sakit. Rambut panjangnya dia ikat dua seperti anak kecil. Dia hanya memakai sebuah sandal rumahan. Raut wajahnya terus tersenyum bodoh seperti orang yang sedang jatuh cinta.

Nafas Baekhyun semakin tercekat saat melihat perut Sena yang tidak lagi rata. Perut buncit Sena tidak tersamarkan oleh pakaian rumah sakit tersebut, sehingga siapapun yang melihatnya akan langsung tahu jika dia sedang mengandung.

Baekhyun yang melihat hal itu, hanya bisa meneteskan air matanya. Beribu-ribu kata menyesal terus dia ucapkan dalam hati. Ya, dia sungguh menyesal. Berbagai sumpah serapah terus dia lontarkan pada dirinya sendiri.

Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Baekhyun pun segera menyebrangi jalan tanpa melihat ke kanan maupun ke kiri karena matanya hanya tertuju pada satu titik sehingga menyebabkan dia hampir tertabrak beberapa kali oleh kendaraan yang sedang berlalu lalang di jalanan tersebut.

Dan Baekhyun tidak mempedulikannya, karena di dalam otaknya hanya ada satu orang saat ini, yaitu Sena. Sambil berlari Baekhyun menghampiri Sena mengabaikan keselamatannya sendiri.

Begitu sampai di trotoar yang sama dengan Sena, Baekhyun segera menghampiri Sena dan menarik lengan Sena agar menghadap ke arahnya untuk memastikan jika wanita yang dilihatnya itu benar Sena atau bukan.

Dan hati Baekhyun seketika begitu mencelos saat mengetahui bahwa memang benar wanita yang sedang dikejarnya itu adalah Sena. Sena yang merasakan ada tarikan di tangannya, langsung menghentikan langkahnya dan berbalik untuk menghadap orang yang sudah menariknya itu.

Sena menatap Baekhyun bingung. Kepalanya dia miringkan ke sebelah kanan untuk meneliti wajah orang yang sudah menariknya. Sebuah senyuman bodoh kembali dia tunjukkan pada Baekhyun. Baekhyun menyadari ada yang tidak beres dengan keadaan Sena saat, merasa semakin sesak di dadanya.

“Tampan.” Ucap Sena sambil menyentuhkan telapak tangannya pada wajah Baekhyun.

Merasakan sentuhan Sena pada wajahnya, Baekhyun hanya bisa memejamkan matanya guna menikmati sentuhan yang sudah lama tidak ia rasakan itu. Selama beberapa saat mereka hanya diam berdiri seperti itu.

Seakan menyadari sesuatu, Baekhyun segera membuka matanya dan menatap manik mata Sena langsung. Hatinya kembali mencelos saat memandang manik mata coklat almon itu yang memandangnya kosong. Sena tidak mengenalinya. Baekhyun kembali memandang Sena sedih.

Sena masih menatap Baekhyun dengan tersenyum bodoh tapi pandangan mata kosong.

“Sena..” bisik Baekhyun sambil mencoba menahan tangisnya.

“Iya..” jawab Sena lembut.

“Sena…” bisik Baekhyun lagi dan kali ini air matanya jatuh tidak bisa ditahan lagi.

“Sena…” panggil Baekhyun dengan suara serak karena tangisnya sudah pecah. Secara perlahan Sena mengusap dengan lembut pipi Baekhyun yang basah oleh air mata.

“Dia akan tampan sepertimu.” Ucap Sena sambil berbisik, kemudian mengambil satu tangan Baekhyun dan mengusapkannya pada perut buncitnya.

Baekhyun hanya bisa tersenyum sambil menangis saat merasakan gerakan pada perut Sena. Baekhyun merasakan sebuah ikatan batin antara bayi tersebut dengan dirinya, membuatnya  kembali menangis.

“Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf.” Ucap Baekhyun menyandarkan wajahnya pada tangan Sena.

“Tidak apa-apa Baekhyun-na.” Jawab Sena.

Namun setelah mengucapkan nama Baekhyun,   wajah Sena langsung berubah begitu drastis. Baekhyun yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada Sena, langsung membuka matanya dan menatap manik mata Sena langsung.

Manik mata Sena yang kosong digantikan oleh manik mata sedih, kecewa, takut, amarah, rindu, dan terluka. Baekhyun yang melihatnya hanya bisa menatap Sena bingung. Setetes air mata jatuh di mata indah Sena.

“Baekhyun?” bisiknya seakan tidak yakin.

Secara perlahan Sena melangkah mundur, menjauh dari Baekhyun, dan tetesan air mata jatuh membasahi wajah cantiknya. Melihat Sena yang melangkah mundur, Baekhyun pun melangkah maju untuk kembali mendekat pada Sena.

“AAHHH…..” teriak Sena tiba-tiba membuat Baekhyun menjadi panik melihatnya.

Sena terus berteriak kencang sambil menjambak rambutnya sendiri. Orang-orang yang berjalan di trotoar itu menatap Sena dan Baekhyun bingung karena kelakuan Sena yang aneh.

Baekhyun mencoba untuk mendekati Sena yang terus berteriak kesakitan, dan melihat Sena yang menyakiti dirinya sendiri membuat Baekhyun semakin terluka. Tidak tahan melihat Sena yang terus seperti itu, Baekhyun memberanikan diri untuk memeluk Sena, menahan agar Sena tidak menyakiti dirinya sendiri.

Tangisan Sena semakin tidak terkendali. Dia terus memberontak dipelukkan Baekhyun, dan sekuat tenaga Baekhyun menahannya.

“KAU BRENGS*K!! KAU MENGHIANATIKU!! KAU TIDUR DENGAN WANITA JAL*NG ITU!! AKU MEMBENCIMU!! AKU SANGAT MEMBENCIMU!! LEPASKAN AKU, BRENGS*K!!” teriak Sena sambil menangis dipelukan Baekhyun.

“AKU SANGAT MEMBENCIMU!! BAHKAN ANAKMU SENDIRI JUGA MEMBENCIMU!!” lanjut Sena masih menangis sambil berteriak.

Teriakan-teriakan Sena sebisa mungkin dihiraukan Baekhyun untuk menjaga keselamatan Sena sendiri. Kejadian itu sempat menghebohkan   orang-orang di sekitar kawasan itu.

Sebenarnya mereka ingin memisahkan Baekhyun dari Sena, tapi saat mendengar ucapan sumpah serapah Sena pada Baekhyun, mereka mencoba untuk tidak ikut campur urusan kedua insan itu.

Semua tetap seperti itu selama beberapa menit, sampai Baekhyun merasakan sebuah tangan dengan kuat memisahkannya dari Sena, membuat pelukannya itu lepas. Dan tanpa Baekhyun duga, sebuah pukulan mendarat sempurna pada ujung bibirnya dengan sangat keras menyebabkan dia jatuh tersungkur di jalanan dengan tidak hormatnya.

Baekhyun sungguh terkejut dengan pukulan yang diterimanya dengan tiba-tiba itu, hal itu menyebabkan luka sobek pada sudut bibirnya.

Saat Baekhyun menengadahkan wajahnya untuk melihat siapa orang yang memukulnya secara tiba-tiba itu, begitu tatapannya beradu pandang, dia sangat terkejut sampai membulatkan matanya, karena orang itu adalah Oh Sehun, salah satu manager di bawah kepemimpinan Baekhyun.

Baekhyun bisa melihat Sehun juga sama terkejutnya dengan dirinya. Dada Sehun naik turun dengan cepat, menandakan jika dia sudah mengeluarkan banyak tenaganya untuk bisa mencapai ke tempat itu.

Selama beberapa saat mereka hanya saling pandang. Lamunan mereka terputus saat mendengar teriakan kesakitan Sena. Sehun yang melihat Sena sudah berdiri di pinggir dan akan berjalan menuju jalanan yang ramai segera saja beranjak dari tempat berdirinya dengan berlari untuk menghampiri Sena.

Begitu sampai di dekat Sena, Sehun segera memeluk Sena untuk menahannya tidak melanjutkan langkahnya agar tidak tertabrak oleh salah satu mobil yang sedang melaju di jalanan tersebut.

Sena masih saja menangis dan berteriak, meronta-ronta dipelukan Sehun meminta untuk dilepaskan, tapi Sehun lebih kuat lagi memeluknya.

“SENA ANDWE! ANDWE! KAU TIDAK BOLEH KE SANA!” ucap Sehun sambil terus memeluk Sena, tapi seakan tuli, Sena terus saja memberontak.

Sedangkan Baekhyun hanya bisa melihat pemandangan itu dengan hati yang teriris sakit, dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membuat Sena agar tetap diam.

“INGAT BAYIMU! KAU TIDAK BOLEH MENYAKITI! BAYIMU SENA! BAYIMU!” teriak Sehun lebih keras pada telinga Sena.

Teriakan Sehun yang terakhir berhasil membuat Sena diam seketika. Dia tidak menangis lagi, tidak ada teriakan, dan tidak memberontak lagi.

Aegi..” bisik Sena sambil perlahan mengelus perut buncitnya.

Saat mengelusnya, Sena bisa merasakan gerakan dari bayinya tersebut, dan tanpa sadar Sena kembali tersenyum. “Eomma Mianhae…” bisiknya lagi mencoba untuk berbicara pada bayinya.

Eomma mianhae, aegi-ya…” tetesan air mata kembali turun dari mata indahnya yang sekarang selalu menatap kosong apapun yang ada di depannya. Mengetahui Sena yang sudah kembali stabil, Sehun melonggarkan pelukannya pada Sena.

Kejadian itu berhasil menjadi pusat perhatian bagi orang-orang yang berlalu-lalang di sekitar kawasan pertokoan tersebut. Mungkin mereka heran, karena mereka melihat seorang wanita hamil tapi memiliki gangguan jiwa yang diperebutkan oleh dua orang laki-laki tampan.

Tidak berapa setelah Sena tenang, Sehun dikejutkan oleh pingsannya Sena yang tiba-tiba. Baekhyun juga ikut terkejut saat melihat Sena yang tiba-tiba terkulai lemas tidak sadarkan diri dipelukkan Sehun.

Baru saja Baekhyun berdiri ingin menghampiri kedua orang terssebut tapi Baekhyun kembali mengurungkan niatannya, karena Sehun dengan sigap menggendong Sena dan membawanya menjauh dari tempat tersebut.

Melihat Sena digendong dipelukan laki-laki lain membuat Baekhyun merasakan api cemburu yang membakar hatinya, tapi yang dia lakukan hanya berdiri memandangi mereka berdua.

Sehun berjalan melewati Baekhyun dengan Sena digendongannya. Sehun menampilkan wajah dinginnya pada Baekhyun, bahkan tidak menatap mata Baekhyun sama sekali, hanya melewatinya begitu saja.

Tubuh Baekhyun menjadi kaku, sebenarnya ingin sekali dia membalas memukul Sehun saat ini, tapi entah kenapa dia hanya bisa diam, membiarkan dia melihat semua itu. Setelah beberapa saat kepergian Sehun dan Sena, situasi di sekitar pertokoan itu kembali normal seperti tidak pernah terjadi apapun.

Orang-orang kembali berlalu-lalang melewati Baekhyun yang hanya diam berdiri. Seperti makhluk tembus pandang, orang-orang tidak ada yang memperdulikan Baekhyun sama sekali, dan Baekhyun juga tidak terlalu memikirkan orang-orang yang berjalan di sekitarnya. Pikirannya terlalu sibuk dengan memikirkan keadaan Sena saat ini.

Sebuah tangan menepuk pundak Baekhyun, dan hal itu membuat Baekhyun kembali sadar dari lamunannya. Begitu melirik ke samping kirinya, Baekhyun bisa melihat wajah khawatir dari Yura tapi ekpresi yang ditunjukan Baekhyun begitu dingin.

Perlahan tangan Yura terulur untuk menyentuh ujung bibir Baekhyun yang berdarah, tapi secara refleks Baekhyun memalingkan wajahnya ke sisi lainnya menandakan dia tidak ingin di sentuh.

Hal itu membuat tangan Yura hanya melayang di udara, melihat Baekhyun yang menolak untuk disentuhnya membuat Yura merasakan sakit hati yang begitu dalam. Selama ini Baekhyun tidak pernah menyentuhnya, walaupun Baekhyun selalu bilang jika dia mencintai Yura tapi Baekhyun tidak pernah menyentuhnya sekalipun.

Padahal Yura juga menginginkan sentuhan Baekhyun, sentuhan di mana selalu Baekhyun berikan pada Sena tapi tidak pada Yura. Bahkan menjelang hari pernikahan mereka pun, Baekhyun masih menolak untuk menyentuh Yura.

Rasanya ingin sekali Yura berteriak pada Baekhyun jika dia ingin Baekhyun menyentuhnya juga, tapi apa mau dikata, sikap Baekhyun yang dingin tidak bisa merubah apapun.

“Aku akan mengantarkanmu pulang.” Ucap Baekhyun sambil berlalu dari hadapan Yura, berjalan menuju parkiran mobil dengan meninggalkan Yura yang hanya bisa melihat punggungnya yang semakin menjauh. Setetes air mata jatuh di pipi Yura, dan air mata itu karena laki-laki yang dicintainya itu.

Dengan langkah perlahan, Yura mengikuti langkah kaki Baekhyun menuju mobil. Menyadari pipinya yang basah oleh air mata, Yura segera menghapusnya dengan punggung tangannya.   Dia tidak ingin Baekhyun melihatnya sedang menangis karena perlakuan Baekhyun yang dingin padanya.

Begitu sampai di depan mobil Baekhyun, Yura segera masuk ke dalamnya. Baekhyun tidak membukakan pintu sama sekali untuknya, menyebabkan dia harus masuk sendiri ke dalam mobil itu. Sikap dingin Baekhyun begitu terasa saat mereka hanya berdua di dalam mobil tersebut.

Tanpa menunggu lama, Baekhyun segera menyalakan mobil, dan melajukannya menuju jalannan yang padat. Mata Baekhyun memang menuju jalan raya, tapi pikirannya masih terpaku pada Sena. Otaknya terus saja memikirkan di mana Sena dirawat. Dan hatinya semakin teriris saat mengetahui jika Sena sedang mengandung anaknya.

Jika saja kejadian 3 bulan yang lalu tidak terjadi, mungkin sekarang dia sudah bahagia dengan Sena dan calon anggota keluarga kecil. Amarah tiba-tiba memuncak di dalam diri Baekhyun saat menyadari kebodohannya untuk kesekian kalinya, dan tanpa sadar Baekhyun memukul stir mobilnya begitu keras.

Hal itu membuat Yura yang tadinya pandangannya fokus ke jalanan di depannya mengalihkan pandangannya pada Baekhyun.

Yura bingung melihat Baekhyun yang terlihat sangat marah saat ini, tapi Yura sadar, dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk Baekhyun.

Tiga puluh menit kemudian, mobil Baekhyun sampai di depan sebuah kawasan apartemen sederhana, sekompleks apartemen dengannya tapi beda gedung. Baekhyun menghentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk gedung apartemen tersebut.

Namun setelah beberapa saat berhenti, Yura tidak juga turun. Mengetahui hal itu, Baekhyun menghembuskan nafasnya dalam, kemudian wajahnya ia tolehkan pada Yura yang ada di samping kanannya.

Saat Baekhyun melihat ke samping kanannya untuk melihat Yura, ternyata Yura juga sedang memandangnya dengan tatapan terluka.

Dan entah inisiatif dari mana, Yura memegang wajah Baekhyun dengan kedua tangannya untuk mengunci wajah Baekhyun agar tetap memandangnya. Dan tanpa Baekhyun duga, Yura memajukan wajahnya, dengan perlahan Yura menempelkan bibirnya pada Baekhyun.

Mendapat perlakuan seperti itu Baekhyun hanya bisa membulatkan matanya. Sebenarnya ingin sekali dia menarik wajahnya tapi dia tidak bisa. Perlahan tapi pasti, Yura mulai mengecup-ngecup bibir Baekhyun lembut berharap Baekhyun mau membalas ciumannya.

Tapi Baekhyun hanya terdiam, kemudian dia tiba-tiba teringat wajah Sena yang kesakitan, dan ucapan sumpah serapah yang Sena berikan padanya. Mengingat hal itu kembali membuat Baekhyun dengan sekuat tenaga menjauhkan wajahnya dari Yura, melepaskan tautan mereka.

Yura yang menyadari kembali ditolak oleh Baekhyun hanya bisa memandang Baekhyun dengan wajah terluka dan setetes air mata kembali jatuh dari wajahnya dan secepat itu pula Yura menghapusnya.

Dengan terburu-buru Yura membuka pintu mobil dan menutupnya kembali, kemudian berjalan tergesa-gesa menuju pintu masuk gedung, berharap Baekhyun akan mengejarnya untuk meminta maaf atau menjelaskannya.

Tapi hal itu hanya menjadi angan-angan belaka, karena begitu Yura masuk, suara deru mobil yang melaju memupus harap Yura.

Menyadari Baekhyun yang pergi membuat Yura jatuh terduduk di depan lift apartemennya dan kembali menangis.

Alasan dia mencium Baekhyun adalah karena hatinya terlalu sakit saat melihat kejadian di depan butik tadi, dan berusaha agar Baekhyun hanya melihatnya saja, tapi sepertinya hal itu tidak berhasil karena bayang-bayang Sena selalu menghantui hubungan mereka saat ini.

Ya, Yura melihat semua kejadian itu, mulai dari Baekhyun menyatukan keningnya dengan Sena sampai Baekhyun yang dipukul secara tiba-tiba oleh seorang pria yang tidak Yura ketahui siapa. Yura melihat semuanya, tapi dia berpura-pura tidak melihat itu semua, karena hal itu akan membuat Yura semakin sakit hati.

Beberapa orang yang mau memasuki lift ataupun mau keluar dari lift memandang Yura dengan pandangan bingung. Mereka bingung melihat seorang wanita cantik sedang duduk di depan lift sambil menangis tersedu-sedu. Tapi mereka berusaha untuk mengabaikannya begitu saja karena tidak mau ikut campur dalam urusan orang lain.

Setelah puas menangis di depan lift, Yura berdiri dan melangkahkan kakinya untuk memasuki lift. Menekan angka 12 pada tombol lift, kemudian dia menyandarkan berat tubuhnya pada dinding lift.

Dinding kaca di lift itu memantulkan wajah kusut Yura, dan saat Yura melihat pantulan dirinya di dinding kaca lift itu, dia hanya bisa tersenyum kecut, menertawai kisah hidupnya yang begitu menyedihkan.

Setelah ditinggalkan kedua orang tuannya yang entah pergi ke mana, dia juga tidak dicintai lagi oleh orang yang sangat dicintainya dan itu semua karena kebodohannya.

Di sisi lain, Baekhyun yang berada di dalam mobilnya, selepas Yura keluar, dengan kecepatan penuh dia meninggalkan kompleks apartemen tersebut. Dalam perjalanan menuju ke kantornya kembali dia menghubungi seseorang, dan tidak lama setelah panggilan tersebut tersambung, seseorang di seberang telepon sana langsung mengangkat panggilan dari Baekhyun.

Yeobseyeo?” jawab seseorang di seberang sana.

“Kai-ya.” begitu Baekhyun mendengar orang yang dihubunginya sudah mengangkat panggilannya.

“Oh, Baekhyun-na. Waeyo?” tanya orang yang dipanggil Kai itu to the point pada Baekhyun.

“Aku punya pekerjaan untukmu. Tolong cari di rumah sakit mana Lee Sena dirawat.” Jawab Baekhyun.

“Lee Sena? Tunanganmu?” tanya Kai untuk memastikan.

“Eoh, Lee Sena. Aku tunggu kabar darimu secepatnya.”

“Baiklah, akan aku usahakan secepatnya.”

“Terima kasih Kai.”

“Kembali.”

Setelah mendengar jawaban Kai, Baekhyun segera memutuskan sambungan telepon tersebut. Dengan ibu jarinya, Baekhyun mengusap pelan bibirnya, menghapus jejak bibir Yura dan juga menghapus sisa darah pada sudut bibirnya itu.

 

~ TBC ~

35 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] MY TURN TO CRY – Part 1 (8th Series)”

  1. rasanya pen menghujat yur asem yawla..bego bgt sih jadi cwe mau” aja suruh nikah sm beha heol kliatan bgt muna nya& g punya harga diri bgt sih jd cwe :O
    duuh sumpah demi neptunus sena kesian bgt sampe gila kek gitu..haduuh beha knp lu kga nyari sena dr dulu sih faak

  2. wadaw gue nangis:”)))

    GUE RELA GUE RELAAA SEHUN SAMA SENA

    biar tau rasa baekhyun. sumpah gue benci sama dia, kenapa ga dari awal nyuruh kai cari sena?

    gue ga kasian sama sekali dengan yura. entah kenapa gue malah jijik sama orang kayak yura. yura memang pernah dicintai sama baekhyun, tapi dilepas karna hal sepele. dan setelah baekhyun punya hidup baru mau dateng seenaknya? jangan mimpi. orang kek gitu gabakal direspek. mau lu nangis darah sampe bunuh diri kalo kelakuan lu kayak iblis gaada yg respek.

    liat aja, saking jalangnya dia mau mau aja kan dinikahin baekhyun? cinta mati? najis, itu malah buat dia kayak ga punya harga diri. kehilangan orang tua gabisa lu jadiin alesan untuk rusak hubungan org lain. sana ke panti asuhan, bukan ke apartemen baekhyun. tu otak dipake, kalo lu emang cantik cari cowo lain, jangan maksa mau balikin baekhyun ke sisi elu-_-

    dan apa apaan itu? nyium baekhyun? gimana rasanya ga dibales? jalang banget kan wkwk gtau malu dah anjir.

    oke maaf kalo gue komennya kasar karna gue bener bener gasuka yura:( rasanya cerita ini nyata xD goodjob azalea

  3. Konfliknya makin rumit :3
    Kasihan Sena gara gara Baekhyun dia jadi gila -_- Yura juga kasihan

    mending Sena sama Sehun aja deh 😀

  4. Huaaaa T.T ceritanya benar benar menguras air mata. bikin moody aku pas ngebaca bener bener sad. pleease tolong jangan sakiti sena… masa baek masih gak bisa memperjuangkan sena. tu lihat perut sena disana ada byun junior. oh my god. kalo sampe baek sama yura bener2 jadi nikah itu sungguh keterlaluan. yg mereka takutkan kan engg terjadi. yg terjadi sebaliknya adalah sena yg hamil jadi ortu baek seharusnya nikahin baek sama sena dong bukan sama si penyihir yura itu. semangat thor. ditunggu kelanjutannya tolong buat baek sena kembali bersatu

  5. Huwaaaaa oh my god seru bgt 😄 akhirnya Baekhyun n Sena ktemu 😄 smoga baekhyun ngejar Sena lg n Baekhyun n Yura ga jd meritnya 😄
    Ditunggu next partnya 😉
    Authornim fightinggggg 😉

  6. Yeahh semoga pernikahannya baek yura ga jadi Hahahaha😈 sena-ya cepet sembuh uniee kasian bayinya hiks hiks.. sehun sabar yahhh

  7. Haduhh complicated banget kak. Aku suka baekhyun ama sena balik lagi. Si yura jahat banget sih. Kenapa ga relain aja baek bahagia ama sena. Dulu aja disia2in sekarang ngebet pengen baek liat dia. Nyebelin!

    Semangat kakak author 💪

  8. baru baca ff nya kakak :3
    keren ffnya >_< Baekhyun.. jangan sama Yura plisss, balik dog sama Sena, ajak dia bicara baik" pelan" pasti Sena bakalan balik lagi 😥
    ihhh… feelnya dapet banget, jadi kerasa banget sedihnya itu kek gimana T,T
    pinginnya Sena sama Baekhyun aja, Yura udah.. abaikan aja -_-
    tapi Sehun? duh.. gak rela kalau dia duda/? .-.
    auah Next aja kak , Hwaiting!!

  9. Ya ampun baek,.cepet dong hentikan pernikahan mu ama yura
    Drpd bikin 2 org makin tersakiti lg
    Apalagi liat sena gakuat banget

  10. Baekhyun lelaki tampan tapi bodoh. Tidak tegas. Tukang selingkuh, padahal punya tunangan punya paket komplit. Padahal dia bisa hidup bahagia dengan Sena jika penyakit selingkuhnya dia buang. Tapi … Dasar udah goblok dari dulu ckckck … Yura? Gadis bodoh yang pernah di cintai Baekhyun, tapi Baekhyun disia2kan, lalu baekhyun di jodohkan. Salah siapa? Salah si Yura kan? Ckck. Sekarang gegara dia hubungan orang malah hancur. Saat sena baekhyun berdebat di luar apartement, Yura juga yang senyum di atas melihat mereka kan? Ckck wanita berbisa. Orang tua Baekhyun seharusnya tidak meminta Baekhyun menikahkan Yura!!

  11. AAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKK! kenapa aku bisa ketinggalan dari yg heart attack huh menyebalkan!
    jahat sekali T_T
    plis jangan yura plisa jangan yura!!!!
    aku ga suka yura -_-

  12. Sedih ngeliat sena kek gitu T.T yura ini juga gak nyadar apa ya, dia yg bikin baek-sena ancur -_- baekhyun juga lemah bget, smoga next chap. bisa balikan lagi yaa ^^

  13. Rumit bat hnng😂🔫 semoga cepet selesai lah masalah sena sama baekhyun. Semangat author buat ngelanjutinnya💪💪💪💪💪

  14. baek bodoh banget…
    sena kenapa jadi begitu??? kan kasian anak nya….
    yura gak tau malu yahh masih aja maksain baekhyun supaya liat dia…
    lagian masih aja baekyun berhubungan sama yura….

  15. yura,you’re such a bi**h, bener2 bikin emosi, udah tahu si baeknya nggak cinta masih aja gitu, trus liat keduanya makin kasihan, sena jadi gila gitu n baekhyun do nothing, aah semoga cepet selesai masalahnya,n yura bisa sadar n nglepasin byun baek.

  16. Duhh gak tega sama kisah mereka, baek dan sena. #Pengen Cekik Yura# XD bang Sehun sama aku aja juga gk apa” kok 😀 *kena tabok author*
    ditunggu kelanjutannya. Hwaiting!

  17. Baekhyun jgn nikah sama Yura plisss… Kasian juga liat Sena jadi gangguan jiwa gitu… Takutnya Sena nanti jadi sama Sehun gimana?

  18. jangan sampe nikah sama yura pokonya jangan klo iya aku nyerah ga bakal baca ini lagi serius, ga kuat thor plis jangan pisahin baek sama sena huwaaaaaa aku mewekk 😥 next pokonya nextt aaaaaaaaaaaaaaa jan lama2 updatenyaaa.. aku tunggu chapter dimana sena sama baek bisa bersatu kembali~ kan baek tau sena hamil anaknya, baek bilang dong ke ortunya suruh batalin pernikahan dia sama yura

  19. Ihh gak setuju banget klo emang baekhyun nya jadi nikah sama yura.. pliss pas hari nikah nya baekhyun kecelakaan kek atau apa yang penting gak nikah sama yura ajhh.. pliss

  20. terharuuu,, ter irisssss irishhh bacaaa kaliamat sena ”dia akan tampan spertimuuu”
    dan kalimat lainnya
    Kau harus menjelskannya azaleaaa knpa saat ituu SI JALANG itu ada di apartemennya bacon

    Huwahhhhhhhhhh ,,,,,,,, baeksenaaaaaa,, byun senaaaaaaa fightinggggggg 🙂

  21. HYAAAAAAAAAAAAA AKHIRNYA UPDATE,aku bener” nungguin FF ini,andwae!!!,yura jangan sampai nikah sama baek,aigoo,ini chapter yang menguras air mata T.T,aaah jinjja,lagi seru” nya eh TBC,gpp,aku tunggu next chapternyaa yaah azalea :),tapi jangan lama” yah :D,semangaaaat!!!

  22. KYAAAA ABANG BAEK ❤ ASTAGA APA YANG AKAN TERJADI SAYA PENASARAN XD TWO THUMBS UP UNTUKMU KAK AZALEA ❤ /MAAP CAPSLOCK JEBOL DIMAININ ABANG SEHUN/ XD KEEP WRITING HAAA ❤ ❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s