[EXOFFI FREELANCE] Reset (Part 2)

RESET

Reset (Part 2)

Cast :

Choi Hyunsoo (OC) || Oh Sehun || Do Kyungsoo || Song Inha || Kim Nayeong(OC)|| Lee Yunmi (OC) || Goo Hyisu || Other

Genre : Romance, Friendship, Timeslip

Type : Countinue

Author : Viehyun

Viehyun note: Hello Everyone, jika ada kesulitan dalam memahami isi ff mohon maaf karena author masih dalam prose belajar. Maaf kalau banyak typo yang bertebaran. Heppy reading 😁

 

~ Rahasia ~

Sehun menunjukan senyumnya dengan sedikit terpaksa pada segerombolan wanita yang menyatakan bahwa dulu mereka adalah teman sekelas. Ia hampir mati bosan saat ini karena semua yang dibicarakan wanita-wanita itu ia tidak ingat sama sekali. Hingga ia mengalihkan pandangannya menatap bayangan dirinya yang terpantul dari jendela dan menarik napas dalam-dalam. Tanpa sengaja Sehun menangkap bayangan Hyunsoo dan teman-temannya dari jendela itu, hingga muncul pikiran untuk lebih baik bergabung dengan Hyunsoo. Namun langkah Sehun terhenti saat seseorang baru saja bergabung di meja Hyunsoo. Sehun mengamati ekspresi Hyunsoo, gadis itu terlihat aneh saat pria itu semakin mendekat.

“apa kabar kalian?” sapa Kyungsoo sambil menghampiri Hyisu dan yang lainnya. Ia berhenti di depan Yunmi dan menatap yang lainnya. “apa hanya kalian berempat yang datang?”

Hyisu tersenyum, lalu menunjuk ke ujung. “yang lainnya disebelah sana.”

“oh, pantas aku tidak melihat” kata Kyungsoo dan menyunggingkan senyumnya yang terkenal sinis. Kemudian ia mengalihkan perhatiannya kepada Hyunsoo yang masih terdiam. “kau datang?”

Hyunsoo tersentak, gadis itu kini menatap Kyungsoo. “tentu saja.” Ujarnya berusaha senormal mungkin.

“Dimana pacarmu?” tanya Yunmi to the point pada pria itu yang membuat Nayeong melirik Hyunsoo.

“dia belum datang mungkin sebentar lagi.” Jawab Kyungsoo santai.

“oh, kalau begitu kau disini dulu saja sebelum Song Inha datang.” Tawar Yunmi yang membuat mata Nayeong membulat tak percaya dengan yang dikatakan temannya itu.

“Hallo.” Seru seseorang dari balik punggung Hyunsoo.

“Dokter Oh. Dari mana saja?” tanya Nayeong saat melihat sosok yang baru menghampiri mereka itu.

“aku baru bertemu teman sekelasku tadi.” Jawab Sehun santai sambil berdiri di samping Hyunsoo

“siapa?” Hyisu mengerutkan keningnya saat melihat sosok Sehun yang masih asing baginya.

“perkenalkan dia atasan Hyunsoo di rumah sakit sekaligus senior kita disekolah ini.” Ujar Nayeong menjelaskan karena Hyunsoo malah terdiam.

“hallo, nama saya Oh Sehun.” Ujar Sehun memperkenalkan diri.

“hallo, senang berkenalan dengan anda saya Goo Hyisu, kemudian ini Lee Yunmi dan ini Do Kyungsoo.” Ujar Hyisu sumeringah. Sedangkan Yunmi dan Kyungsoo hanya tersenyum sekilas membalas perkenalan Sehun.

Diantara teman-temannya memang hanya Hyisu lah yang paling cepat mengakrabkan diri dengan orang lain. Sementara teman-temannya sibuk mengobrol dengan Kyungsoo, Hyunsoo malah terlihat terdiam sambil berdiri di dekat jendela menatap kosong pemandangan malam kota Seoul.

“kau lelah?”

Mendengar suara rendah itu, Hyunsoo mengangkat wajahnya dan langsung bertatapan dengan mata gelap Sehun yang ramah. Hyunsoo tersenyum dan menggeleng, ia berbohong pada Sehun sebenarnya ia merasa tubuhnya tiba-tiba saja merasa letih sejak kedatangan Kyungsoo.

“duduk di sini,” kata Sehun sambil mendorong pelan Hyunsoo ke salah satu kursi terdekat.

Meski ia tidak mengetahui alasan kenapa Hyunsoo menjadi seperti ini, tapi yang jelas pasti ada hubungannya dengan pria bernama Do Kyungsoo itu.

“sepertinya Inha sudah datang, aku kesana dulu.” Ujar Kyungsoo seraya beranjak dari tempatnya dan pergi menuju luar Cafe. Dari balik jendela bisa dilihat Hyunsoo pria itu berlari kecil menghampiri kekasihnya yang berdiri di seberang jalan.

Jalanan cukup sepi hingga Kyungsoo langsung menyebrang saat lampu tanda penyebrang jalan berwarna hijau. Tapi tak berapa lama sebuah mobil tiba-tiba muncul menghantam tubuh Kyungsoo dan membuatnya terlempar beberapa meter kedepan, sedangkan mobil yang menabraknya terhempas ke pinggir jalan dan menabrak tiang rambu lalu lintas.

Seketika mata Hyunsoo terbelaklak, tubuhnya terasa kaku sementara suara histeris terdengar dari pengunjung Cafe dibelakangnya. Sehun yang berdiri disampingnya sibuk menghubungi ambulance dan paramedik. Tanpa perlu waktu lama pengunjung Cafe segera berhamburan keluar menuju lokasi kejadian.

“bagaimana ini?” Yunmi terlihat panik sambil memegangi lengan Hyisu yang terlihat masih terkejut.

“Hyunsoo-a.” ujar Nayeong panik saat melihat Hyunsoo yang tak bergeming diam mematung.

“aku akan kesana melihat kondisi korban, apa kau akan ikut?” tanya Sehun pada Hyunsoo.

Hyunsoo mengerjapkan matanya dan berusaha untuk tersadar. Gadis itu mengangguk dan segera berlari mengikuti Sehun yang berlari didepannya.

Kyungsoo terlihat tergeletak di bahu jalan dengan luka yang cukup parah. Darah terlihat mengucur deras dari perutnya yang tertutup kemeja putih. Begitupun dengan kaki pria itu, ada luka yang membuat darah segar keluar dari sana.

“jangan!” Teriak Hyunsoo saat seseorang berusaha menghentikan pendarahan di kaki Kyungsoo dengan mengikatkannya.

“ada ruam keunguan dikakinya , kemungkinan ada kesalahan dengan tulangnya juga, jadi jangan diikat langsung.” Ujar Hyunsoo seraya berjongkok di samping Kyungsoo.

“Melihat kondisinya rasanya tidak mungkin harus menunggu paramedis datang. Lukanya terlalu parah dan pendarahan terlalu banyak.” Sehun ikut berjongkok di samping Kyungsoo.

“Denyut nadinya normal.” Ujar Hyunsoo setelah memeriksa tanda vital Kyungsoo pada Sehun. “Nayeong-a bisa kau ambilkan kotak P3K yang ada dimobilku.” Pinta Hyunsoo saat melihat situasi dan segera menyerahkan kunci mobilnya. Tanpa bicara Nayeong segera beranjak dari tempatnya untuk menggambil kotak P3K.

“Oppa kenapa sampai seperti ini.” Inha segera menghambur kearah Kyungsoo ia mengelus pipi pria itu penuh sayang dari nada bicara dan tatapannya bisa Hyunsoo lihat kecemasan yang sangat besar disana.

Hyunsoo terdiam sejenak melihat adegan yang tersaji dihadapannya saat ini. Hyunsoo hampir saja lupa bahwa pria dihadapannya saat ini memang sudah bertunangan dengan Song Inha wanita yang telah ia pacari sejak kelas 2 SMA itu.

Sehun menepuk pundak Hyunsoo saat menyadari gadis itu malah terdiam. Hyunsoo menatap Sehun yang menatapnya tajam, segera Hyunsoo menyadarkan pikirannya. Ia sekarang harus fokus untuk menyelamatkan Kyungsoo.

“Aku akan urus dia, coba kau lihat orang yang menabraknya.” Pinta Sehun pada Hyunsoo.

Hyunsoo terlihat sedikit segan meninggalkan Kyungsoo namun gadis itu menyakinkan dirinya bahwa Kyungsoo pasti akan baik-baik saja ditangan Sehun.

“apa yang kau lakukan?” tanya Inha pada Sehun yang mencoba melihat keadaan perut Kyungsoo.

“aku ingin memeriksa keadaannya, aku dokter.” Ujar Sehun menjelaskan posisinya saat ini.

“Sehun-ssi ini.” Nayeong menyerahkan kotak P3K kepadanya.

“tolong carikan 2 papan atau kayu, cepat.” Pinta Sehun pada orang yang berada dikerumunan.

“pria yang menabraknya hanya mengalami luka lecet saja, tidak ada luka yang parah.” Jelas Hyunsoo saat kembali dari mengecek sang penabrak.

“kalau begitu, tolong kau hentikan pendarahannya.” Pinta Sehun pada Hyunsoo

Hyunsoo segera mengambil kain kasa yang terdapat dikotak P3Knya dan berusaha menghentikan pendarahan pada perut Kyungsoo. Tapi tiba-tiba keadaan Kyungsoo memburuk, pria itu terlihat kesulitan bernafas saat ini. “Oppa kau kenapa?” ujar Inha panik.

“tenang, Hyunsoo dan Dokter Oh akan menanganinya.” Hyisu mendekat kearah gadis itu dan memeluknya mencoba menenangkannya.

“tolong tekan ini perlahan.” Ujar Sehun pada Hyunsoo seraya mengecek kembali denyut nadi Kyungsoo. danyut nadinya normal tapi bisa saja ada cedera dibagian paru-paru atau hati.

Sehun segera melakukan nafas buatan pada pria itu dengan menengadahkan kepalanya sedikit keatas, sambil melakukan nafas buatan Sehun juga mengecek respon pada dada pria tersebut jika dada naik maka terjadi respirasi, tapi tidak ada respon tepatnya di paru-paru kanan. Berarti terjadi tension pneumotoraks. Sehun segera mengambil pisau bedah dan alkohol dari kotak P3K.

“ada apa?” Hyunsoo terlihat panik saat Sehun terdiam.

“kau punya bolpoin?” tanya Sehun karena tak ada selang yang ia butuhkan saat ini.

Hyunsoo segera merogoh tas selempangnya dan menyerahkan bolpoin pada Sehun. Sehun segera mengeluarkan isi bolpoin itu dan mensterilkan tabungnya saja. Setelah semuanya steril Sehun melakukan sayatan pada permukaan rusuk kelima dengan begitu ia bisa menghindari saraf dan pembuluh darah, setelah menyayat ia segera memasukkan tabung bolpoin itu agar udara dapat keluar dari paru-paru kanan yang tertekan sehingga Kyungsoo bisa bernafas.

“ini kayunya.” Seorang pria menyodorkan 2 batang kayu yang tidak terlalu panjang. Hyunsoo segera mengambil kayu itu. “bisa tolong angkat kakinya perlahan.” Pinta Hyunsoo pada orang yang berada disana. Kaki kiri Kyungsoo tepatnya pada bagian betis Hyunsoo himpit dengan batang kayu dan mengikatnya dengan taplak meja yang dia ambil tadi dari Cafe. Hal ini ia lakukan agar tidak terjadi kerusakan lebih parah pada tulang kaki Kyungsoo sebelum dilakukan tindakan dirumah sakit.

“permisi permisi.” Ujar para medis yang baru saja datang.

“oh, Dokter Oh dan Dokter Choi.” Ujar seorang para medis yang mengenali Sehun dan Hyunsoo.

“iya, tolong berikan set intubasi pediatrik.” Pinta Sehun

“ini.”

Sehun segera merakit alat tersebut, selanjutnya ia memasukan set intubasi pediatrik tersebut kedalam mulut Kyungsoo lalu memompanya sehingga pernafasannya bisa ledih terbantu.

“perutnya terus mengembang.” Ujar seorang para medis.

“berarti ada pendarahan hebat didalam perutnya.” Ujar Hyunsoo, dengan cepat ia mencari pembuluh darah Kyungsoo.

“kita lakukan saja di ambulans agar bisa dengan cepat kita transfer ke rumah sakit.” Seorang paramedis mengajukan saran.

“tidak bisa, akan berbahaya jika dilakukan di tempat yang bergerak. Segera siapkan infus.” Ujar Sehun menjelaskan kondisi saat ini.

“pembuluhnya sulit ditemukan.” Gumam Hyunsoo menyadari situasi bahwa pasien sedang dalam keadaan syok hipovolemik maka harus dilakukan injeksi intravena.

“berikan jarum IO.” Pinta Hyunsoo

“kami tidak punya itu.”

“Jika tidak ada jarum IO makka harus dilakukan IJ Cutdown (sayatan di pembuluh vena jugularis internal).” Ujar Sehun kemudian ia segera mengambil pisau bedah dan melakukan sayatan dileher pasien dan memasukan selang cairan infus secara langsung dan menutupnya dengan kain kasa.

“tolong remas infusnya agar cepat diserap, dan segera transfes ke rumah sakit.” Pinta Sehun pada para medik setelah penanganan pertamanya selesai.

Hyunsoo mengelap keringatnya, penampilannya saat ini sangat kacau bercak darah bahkan ada di kemejanya saat ini. Inha menatapnya sejenak sebelum wanita itu mengikuti kepergian Kyungsoo yang telah memasuki mobil ambulance.

“wow, aku baru sadar kalau temanku benar-benar dokter.” Ujar Yunmi saat Hyunsoo memandangi kepergian mobil ambulance itu.

“kau baru sadar, kemana saja kau.” Balas Nayeong dengan canda.

“sepertinya hubungan wanita itu dengan Kyungsoo sudah sangat dalam, kau tadi lihatkan ekspresi Inha saat tahu Kyungsoo terluka parah.” kini Hyisu yang berkomentar.

“tentu saja, merekakan sudah sangat lama berpacaran.” Jawab Yunmi yang masih tertegun melihat kepergian mobil ambulance itu.

“kami harus kerumah sakit sekarang, tadi petugas Gu bilang Kyungsoo akan di transfer ke rumah sakit tempat kami bekerja.” Ujar Sehun seraya menatap Hyunsoo yang masih terdiam.

“baiklah, kalian hati-hati dijalan.” Ujar Hyisu saat Sehun dan Hyunsoo beranjak pergi menuju parkiran.

Hyunsoo berjalan dengan sedikit gontai, keadaannya saat ini terlihat kacau. Sehun yang semula berjalan dibelakangnya kini ia berusaha menyamakan posisinya dengan Hyunsoo. Pria itu memegang pundak Hyunsoo yang terlihat seakan akan mau jatuh.

“pakailah ini.” Pinta Sehun dengan menyerahkan mantel biru tua miliknya kearah Hyunsoo yang telah duduk di kursi mobil.

“tidak apa-apa aku baik-baik saja Dokter Oh.” Hyunsoo berusaha menunjukan senyumnya agar atasannya itu tidak khawatir.

“tidak apa, pakailah. Penampilanmu saat ini sangat kacau.” Pinta Sehun dengan memakaikan mantel itu pada Hyunsoo.

“terimakasih.” Ujar Hyunsoo yang disambut senyuman hangat Sehun.

>0<

“Oh, Dokter Oh, kau sudah kembali, apa yang terjadi?” tanya salah satu perawat saat melihat keadaan Sehun dan Hyunsoo yang memasuki ruang UGD.

“apa pasien trauma, bernama Do Kyungsoo sudah sampai?” tanya Sehun pada perawat tersebut.

“iya, baru saja sampai.” Jawab perawat itu setelah melihat data yang ia miliki.

“Kalau begitu segera siapkan ruang oprasi untuknya.” Perintah Sehun pada perawat tersebut.

“Dokter Choi kau benar baik-baik saja?” tanya Sehun saat mereka tiba di depan ruang oprasi. Sebenarnya pria itu sedikit khawatir jika Hyunsoo ikut dalam oprasi ini, melihat kondisi gadis itu yang tidak stabil saat ini.

“saya tidak apa-apa Dokter Oh.” Ujar Hyunsoo sebelum keduanya benar-benar memasuki ruang oprasi.

Didalam ruang oprasi telah hadir beberapa dokter dan perawat. Sehun mendekati sebuah layar yang menunjukan hasil CT scan dan rontgen pasien.

“dari hasil CT scan abdominal dan rontgen tampak tidak terlalu buruk, tapi ada luka tingkat tiga pada hati dan limpa. Terdapat hematoma di sekitar vena jugularis interna, yang mungkin merupakan tanda-tanda kerusakan. Tapi sepertinya pendarahan telah berhenti untuk saat ini karena pertolongan pertama telah dilakukan cukup baik.” Ujar Sehun menjelaskan gambar yang tersaji di depannya dan menatap Hyunsoo sekilas. Terlihat pria itu tersenyum pada Hyunsoo meski senyumnya tertutupi masker.

“segera persiapkan pasien.” Pinta Sehun pada dokter anastesi.

“baik, dokter.” Ujar dokter tersebut.

Sehun dan timnya kini telah memulai oprasi. Oprasi berjalan cukup lancar karena hati dan limpa ternyata tidak dalam kondisi kritis, sehingga hanya perlu mengobati bagian yang terluka saja. Tapi keadaan berubah saat mesin pemeriksa tanda vital pasien berbunyi nyaring.

“periksa tanda vitalnya.” Pinta Sehun pada salah satu dokter.

“detak jantung 180, tekanan darah 50/30 dan semakin menurun, saturasi stabil.”

“tampaknya ada masalah jantung.” Ujar Hyunsoo setelah mendengar keadaan Vital Kyungsoo.

“bagaimana dengan echo-nya?”tanya Sehun pada Hyunsoo

“kami tidak memeriksanya, kami kira tidak ada masalah dengan jantungnya.”

ekokardiografi.” Gumam Sehun ketika menyadari apa yang harus dilakukan pada Kyungsoo. “segera bawa mesin sonogram sekarang.” Lanjut Sehun pada Hyunsoo.

“Baik” jawab Hyunsoo dengan segera ia berlari ke ruangan yang berada disamping untuk mengambil alat tersebut. “semua sudah siap.” Ujar Hyunsioo setelah ia membawa mesin sonogram.

“bersiap untuk prosedur perikardiosentesis.” Pinta Sehun pada dokter yang lain. Sehun terlihat berfikir sejenak. Tidak terlalu mudah melakukan perikardiosentesis jika sudutnya sempit maka harus memisahkan epigastrium sekarang- pikirnya.

“pisau bedah” pinta Sehun

Pasien ini mengalami temponade jantung, karena syok ada kerusakan pada dinding jantung ketika pendarahan berlangsung dalam intrapericardium, terjadi tamponade jantung. Temponade jantung harus dirawat dengan sayatan di rongga perikardial untuk menurunkan tekanan.

Suction” pinta Sehun pada Hyunsoo untuk membawa alat penghisap darah. Karena perdarahan memburuk di sekitar sayatan perikardial. Jika perdarahan terus menerus maka harus segera membuka jantungnya dan menemukan sumber perdarahan. “Setelah dihisap, bersiap untuk sayatan thoracoabdominal.” Lanjut Sehun

Jika tidak bisa segera menemukan sumber perdarahan, tekanan darah akan turun dan menyebabkan serangan jantung.

“Tekanan darah turun dari 40 ke 30, ini serangan jantung.” Ujar Hyunsoo panik.

“Tingkatkan vasopressor-nya, cepat!” pinta Sehun segera. “persiapkan alat kejut jantung.” Lanjutnya.

“Minggir, shock.” Pinta Sehun setelah alat kejut jantung telah terpasang pada jantung Kyungsoo yang terbuka.

“Shock” lanjutnya ketika jantung masih belum bereaksi.

Hyunsoo memandang masin pemeriksa tanda vital dengan tegang, namun perlahan senyumnya terlihat.“Detak jantungnya sudah kembali.” Ujarnya lega.

Metzen.” Pinta Sehun. Ia membuka dinding jantung Kyungsoo dengan metzem (semacam gunting) dan segera mencari asal perdarahan. Ternyata perdarahan berasal dari area yang menghubungkan superior vena cava dan atrium kanan. Kemudian ia dengan cekatan segera menghentikan perdarahan tersebut.

“Jahit lukanya dan periksa tanda vitalnya.” Pinta Sehun saat dirasanya pekerjaannya telah selesai.

“Detak jantung 150, tekanan darah 90/60, saturasi 98%. Segalanya kembali normal.” Ujar Hyunsoo yang berdiri bersebrangan dengan Sehun sumeringah.

“Kerja bagus, dokter Choi kau selesaikan sisanya.” Pinta Sehun seraya beranjak meninggalkan ruang oprasi.

“Baik dokter.” Jawab Hyunsoo semangat.

Sehun berjalan keluar ruang oprasi dan melihat beberapa orang telah menunggu untuk menantikan kabar dari Do Kyungsoo. Tampaknya kedua orang tua Kyungsoo pun sudah datang, mereka terlihat sangat gelisah. Sehun pun juga melihat Inha disana.

“Wali pasien Do Kyungsoo?” ujar Sehun sambil berjalan mendekati mereka.

“Ya, dokter.” Jawab seorang wanita paruh baya tergesa-gesa, mungkin ia ibu Kyungsoo.

“Oprasinya berjalan lancar, perdarahan di hati dan limpa telah dikendalikan. Pendarahan Sedikit berbahaya karena perdarahan terjadi pada pericardium tapi untungnya, segalanya bisa diatasi setelah kami menemukan lokasi perdarahan. Begitu pula dengan patah kaki yang dialami semuanya sudah ditangani dengan baik.” Sehun berusaha menjelaskan sebaik mungkin keadaan Kyungsoo pada keluarganya.

“Terimakasih dokter, terimakasih.” Ujar wanita paruh baya itu diikuti pelukan dari suaminya dan Inha yang berdiri dibelakang. Sehun terlihat tersenyum sekilas sebelum ia meninggalkan keluarga itu.

Sehun terdiam sejenak, pria itu menghentikan langkahnya yang semula akan memasuki ruangan dimana Kyungsoo telah dipindahkan saat ini. Sehun melihat Hyunsoo yang berdiri disamping Kyungsoo yang masih terpengaruh anastesi pasca oprasi. Ada perasaan bahagia pada Sehun saat melihat senyum Hyunsoo telah kembali, tapi entah mengapa ada perasaan aneh yang membuatnya enggan melihat Hyunsoo di dekat Kyungsoo terlalu lama.

“Terimakasih Do Kyungsoo.” Gumam Hyunsoo seraya menatap pria yang sejam lalu hampir tak bisa ia jumpai lagi itu. gadis itu cukup lega karena Kyungsoo bisa bertahan meski keadaannya kritis.

Gadis itu menghela napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan, sebelum ia berbalik dan mendapati Sehun yang sedang memandang kearahnya. Sehun terlihat menunjukan senyumnya yang dibalas senyuman pula oleh Hyunsoo.

>0<

Sudah dua minggu sejak kejadian itu dan saat ini kondisi Kyungsoo telah berangsung membaik, meski luka dalam di tubuhnya harus tetap di beri pengobatan sehingga pria itu belum bisa kembali kerumahnya. Dan selama dua minggu terakhir ini juga Hyunsoo harus melihat kebersamaan Kyungsoo dengan Inha.

Hyunsoo sedang duduk di deretan bangku di koridor rumah sakit, menunggu dua sahabatnya yang katanya ingin menjenguk Kyungsoo. Meski Hyunsoo mengatakan untuk langsung saja ke ruangan Kyungsoo tapi dua sahabatnya itu tetap ingin pergi bersamanya, padahal Hyunsoo sudah berusaha menjauhi semua yang berurusan dengan Ahn Kyungsoo.

Hyunsoo kembali menarik napas dalam-dalam dan bau khas rumah sakit kembali menusuk penciumannya. Tak lama telinganya menangkap suara-suara yang tak asing. Suara para sahabatnya. Kini Yunmi dan Hyisu telah berdiri dihadapannya, Hyunsoo mendongak dan melihat senyum lebar kedua sahabatnya itu.

“bagaimana keadaan Kyungsoo? Apa semakin membaik?” Yunmi bertanya ketika Hyunsoo telah berdiri sejajar dengan mereka.

“dia sudah lebih baik, tinggal menunggu pemulihannya, mungkin tidak lama lagi ia sudah bisa pulang.” Ujar Hyunsoo menjelaskan keadaan Kyungsoo yang ia dapat dari Sehun.

“syukurlah kalau begitu.” Hyisu mengelus dadanya lega. “apa kau sering mengunjuginya?” lanjut Hyisu sambil menatap intens Hyunsoo menanti jawaban.

“tidak.” jawab Hyunsoo singkat.

“kenapa? Bukankah kau dulu akrab dengannya?” tanya Hyisu lebih lanjut disela perjalanan mereka menuju ruangan Kyungsoo.

“saat ini aku terlalu banyak pekerjaan, sekarangpun aku hanya bisa mengantar kalian.” Hyunsoo menunjukan senyumnya saat mereka sudah sampai di depan pintu ruangan Kyungsoo. “kalau begitu aku tinggal dulu, masih ada pasien yang harus ku periksa, kalau kalian sudah selesai hubungi aku.” Lanjut Hyunsoo seraya meninggalkan kedua sahabatnya.

Hyunsoo menatap kosong kearah jendela ruang kerjanya. Saat gadis itu mengalihkan pandangannya, matanya bertemu dengan mata Sehun yang menatapanya dari pintu. Sehun menarik napasnya dan menghembuskannya perlahan, ia menunjukan senyumnya pada Hyunsoo. “ayo kita istirahat.” Katanya

Hyunsoo menatap Sehun, lalu menatap mejanya, lalu kembali menatap Sehun. “masih ada yang harus aku ker….”

“ayolah,ini perintah dari atasanmu” sela Sehun sambil meraih siku Hyunsoo dan menariknya keluar ruangan. Hyunsoo akhirnya menyerah dan mengikuti langkah Sehun hingga sampai di depan lift.

Entah mengapa semenjak mereka pergi ke acara Reuni itu hubungan Hyunsoo dan Sehun semakin dekat. Keduanya sering terlihat mengobrol bersama dan terlihat jelas mereka banyak memiliki kesamaan. Bahkan Sehun memperlakukan Hyunsoo seperti temannya bukan seperti bawahannya jika di luar rung oprasi. Meski awalnya Hyunsoo kurang nyaman dengan sikap Sehun itu tapi lama kelamaan Hyunsoo mulai bisa menerima keberadaan Sehun sebagai teman sekaligus atasannya.

“ah, aku lupa dompetku. Kau duluan saja ke lobby nanti aku menyusul.” Ujar Sehun dan segera berlari setelah Hyunsoo mengangguk padanya.

Selain Hyunsoo ada banyak orang saat ini yang menunggu kedatangan lift dan Hyunsoo bisa melihat Song Inha juga ada disana. Begitu pintu lift terbuka, hyunsoo segera melangkah masuk dan langsung berdiri menempel di sudut karena tubuhnya terdorong oleh orang-orang.

Hyunsoo melirik Song inha saat gadis itu mendapatkan sebuah panggilan telepon. Inha terlihat bahagia saat menerima telepon itu.

“hallo sayang.” Ujar inha yang membuat Hyunsoo berpikir, oh mungkin gadis itu kini sedang ditelepon oleh Kyungsoo.

“Mm, aku sudah di lift akan keluar, kau sudah didepan rumah sakit kan?” ujar kembali Inha yang kini membuat Hyunsoo mengerutkan keningnya.

Didepan rumah sakit? Bukankah Kyungsoo masih harus rawat inap? Apa mungkin itu bukan telepon dari Kyungsoo? Batin Hyunsoo.

“tidak, dia masih harus dirawat. Tapi tenang semuanya…..” Inha terlihat menghentikan kalimatnya dan menatap sekeliling, memastikan orang-orang di dalam lift tidak meperhatikannya. Menyadari hal itu Hyunsoo segera menyembunyikan wajahnya.

“nanti aku telepon lagi.” Ujar Inha mengakhiri percakapan tepat saat pintu lift terbuka.

Hyunsoo menatap punggu Inha yang berjalan menjauhinya. Ia merasa ada yang aneh dengan tunangan Kyungsoo itu dan entah mengapa hatinya mengatakan bahwa ini adalah pertanda buruk.

“ada apa?” tanya seseorang bersuara rendah di belakang Hyunsoo. Gadis itu berbalik dan menemukan Sehun yang telah berdiri dibelakangnya.

“bukan apa-apa.” Hyunsoo menunjukan senyumnya sebelum Sehun mulai curiga.

“apa kau mau makan sesuatu?” Sehun mencoba merubah suasana yang terlalu hening baginya.

Hyunsoo menatap wajah Sehun sekilas dan terlihat berpikir sejenak, gadis itu mengusulkan untuk makan beberapa cake atau makanan manis lainnya dan hal itu langsung disetujui oleh Sehun.

“oke, kita berangkat.” Ujar Sehun saat ia dan Hyunsoo telah berada didalam mobilnya.

Hyunsoo berusaha menenangkan diri dan mengumpulkan keberaniannya untuk mencerna semua perkataan Inha yang ia dengar tadi. Ia memejamkan mata, menarik napas panjang diam-diam. Hyunsoo mulai melrik Sehun yang sedang sibuk menyetir melihat kedepan. Tiba-tiba bunyi nyaring terdengar dari smartphone miliknya, Sehun mengeluarkan smartphone dari saku celananya, ia menghubungkan panggilan itu ke mesin penghubung di mobilnya, lalu mengangkat telepon itu.

“Sojin, ada apa?” tanya Sehun pada sang penelepon.

“aku sedang keluar.”

Hyunsoo melirik Sehun karena sepertinya itu telepon dari rumah sakit.

“tidak, aku hanya ingin makan.” Kata Sehun. “ pastikan saja tanda vitalnya terus stabil, nanti aku kembali lagi ke rumah sakit.” Lanjutnya sebelum ia mengakhiri pembicaran itu.

Hyunsoo memandang ke luar jendela, namun tidak benar-benar mengamati sesuatu. Pemandangan di luar sana melesat lewat dalam bentuk bayangan samar. Hari ini bukan hari mudah bagi Hyunsoo.

Sehun membelok ke Riverside Drive. Tidak lama kemudian ia melambatkan laju mobilnya dan berhenti di depan salah satu Cafe di tepi jalan. Sehun mematikan mesin mobil dan menoleh ke arah Hyunsoo. “ayo turun. Sepertinya kita tidak bisa lama-lama.”

“apa ada masalah, sepertinya kau mencemaskan sesuatu.” Sehun menatap Hyunsoo menanti jawaban dari gadis itu. tapi Hyunsoo malah menunjukan senyumnya dan menggeleng.

“tidak ada apa-apa, ayo turun.” Hyunsoo membuka pintu mobil dan keluar.

Sehun menghela napas panjang, lalu bergumam, “sepertinya ada yang salah.” Lalu ia keluar mobil dan segera mengikuti Hyunsoo yang telah memasuki Cafe.

Sehun melemparkan seulas senyum menenangkan ke arah Hyunsoo saat pesanan mereka telah sampai yaitu sepotong cheesecake dan chocolava beserta dua cangkir teh hangat.

“wah sudah lama aku tidak makan makanan seperti ini.” Celoteh Hyunsoo yang membuat Sehun tersenyum.

“makanlah yang banyak, agar gula darahmu naik, kau terlihat sangat lesu belakangan ini.” Sehun menggeserkan maccaron yang mereka juga pesan lebih dekat kearah Hyunsoo.

“oke.” Hyunsoo segera melahap cake itu dan sesekali bergumam mendeskripsikan begitu enaknya cake yang ia makan dan itu membuat Sehun kembali tersenyum.

“boleh aku tanya sesuatu?” Sehun menyimpan garpu di piringnya yang telah kosong.

“tentu.” Jawab Hyunsoo yang masih sibuk memakan cake miliknya.

“sebenarnya apa yang terjadi antara kau dan Do Kyungsoo?” Sehun memandang Hyunsoo yang langsung menghentikan aktivitasnya ketika mendengar pertanyaan itu. “em..maksudku sepertinya kalian berdua memiliki sedikit permasalahan yang belum selesai.” Lanjut Sehun dengan sedikit berhati-hati dalam memilih kata-kata karena pria itu takut menyinggung Hyunsoo.

Hyunsoo tersenyum mendengar perkataan Sehun ia menyimpan garpunya dan memandang Sehun yang menanti respon darinya. “begitukah yang terlihat.” Mata keduanya saling menatap untuk seperkian detik sebelum Hyunsoo menatap kembali piringnya. “Em…sebenarnya bukan kami berdua, yang tepat adalah aku, hanya aku yang mempunyai permasalahan yang belum selesai dengan Kyungsoo.”

Sehun mengerutkan keningnya setelah mendengar jawaban Hyunsoo, ia tidak terlalu mengerti. “bagaimana bisa seperti itu?” tanyanya.

“karena dia tidak tahu permasalahannya.” Hyunsoo menghembuskan nafasnya “dan itu semuanya salahku.” Lanjutnya.

Sehun menatap Hyunsoo yang tertunduk saat ini, gadis itu selalu menjadi lebih sendu jika membahas Ahn Kyungsoo. “apa permasalahannya?”Tanya Sehun memberanikan diri karena ia sangat ingin membantu Hyunsoo untuk menyelesaikan permasalahannya itu. Hyunsoo kembali mengangkat kepalanya dan menatap Sehun.

“sepertinya aku belum bisa membicarakan ini denganmu, maaf.” Tolak Hyunsoo sehalus mungkin, berusaha tidak melukai perasaan Sehun. Karena ia tahu Sehun memang tulus ingin membantunya dan itu bisa Hyunsoo lihat dari sorot mata Sehun padanya.

Sehun menunjukan senyum hangatnya kemudian mengangguk. “baiklah, kalau kau belum siap sekarang, tapi jika kau sudah bisa membagi permasalahanmu itu, kau bisa bercerita padaku.” Ujarnya mengerti.

“terimakasih sudah mengerti keadaanku.” Hyunsoo membalas senyum Sehun.

>0<

Sehun sedang berbicara di telepon ketika Hyunsoo kembali ke ruang kerja. Hyunsoo meletakan cup kopi diatas meja diahadapannya. Kopi yang memang sebelumnya telah di pesan Sehun pada Hyunsoo.

“Terimakasih.” Kata Sehun sambil meraih cup kopinya setelah ia selesai berbicara di telepon.

“apa ada masalah?” tanya Hyunsoo.

“hanya masalah kecil.” Kata Sehun kemudian menyesap kopinya.

Hyunsoo duduk dengan tegak di hadapan Sehun. “sepertinya bukan, kalau sampai direktur memanggil Dokter Oh seperti ini” katanya lagi.

“tenang saja, tidak separah itu.” sahut Sehun ringan sambil tersenyum.

“aku akan menanganinya lagi pula tidak ada yang tidak bisa aku atasi.” Jawab Sehun penuh percaya diri.

Hyunsoo menunjukan senyumnya “semoga saja.” Ujarnya sambil ikut menyesap kopi miliknya.

“kalau begitu aku pergi dulu, direktur sudah menunggu.” Sehun beranjak dari duduknya dan memakai jas dokternya. “jangan lupa cek kembali pasien di ruang 301, dan.. terimakasih kopinya enak sekali.” Ujarnya sebelum benar-benar meninggalkan ruangan.

Hyunsoo melirik jam tangan dan menghembuskan napas panjang. “aku berharap tidak terjadi sesuatu, hah…waktunya kembali bekerja.” Hyunsoo beranjak dari duduknya dan berjalan menunju bangsal. Langkahnya terhenti ketika melihat Song Inha sedang berdiri di ujung kerodor dengan seseorang. Gadis itu menyipitkan matanya, berusaha melihat sosok pria yang berdiri dihadapan Inha. “siapa itu?” kata Hyunsoo karna matanya tak kunjung bisa memfokuskan. Setelah memutuskan untuk mendekat saja tiba-tiba ponselnya bergetar dengan hebat.

“hallo, perawat Park. Ada apa ?”

“Aku akan kesana secepatnya.” Ucap Hyunsoo mengakhiri pembicaraan. Gadis itu mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan begitu terkejutnya ia saat melihat ekspresi Song Inha saat ini. Song Inha malah memeluk pria dihadapannya dengan ekspresi yang sangat bahagia.

Ekspresi yang seharusnya tidak ditunjukan oleh tunangan Kyungsoo. Karna Kyungsoo sedang kritis saat ini. Dan itu adalah kabar yang baru saja di terima Hyunsoo. Tapi bukannya bergegas ke ruang oprasi entah mengapa Hyunsoo malah berjalan menghampiri mereka. Di benak gadis itu masih ada pikiran positif yang terlintas, mungkin Inha belum tahu kondisi Kyungsoo.

“Song Inha.” Ucap Hyunsoo membuat gadis itu sedikit terperanjat dan melepaskan pelukannya pada pria yang tak dikenal Hyunsoo itu.

“o..o..Choi Hyunsoo-ssi. Ada apa?” Inha terlihat sangat terkejut saat ini dan hal itu membuat Hyunsoo mengerutkan keningnya.

“kenapa kau disini, bukankah Kyungsoo akan dioprasi.” Ucap Inha karna Hyunsoo tidak kunjung bicara.

Hyunsoo membelalakkan matanya, ia menatap dua orang itu bergantian. Saat ini ia berusaha mengingkari situasi yang baru dimengertinya.

“ada apa?” Inha berusaha mengartikan ekspresi Hyunsoo saat ini.

Hyunsoo meliriknya, lalu tersenyum samar. “ ngomong-ngomong, kalian masih serasi seperti dulu.”

“apa maksudmu?”

Hyunsoo mengangkat bahu. “siapa yang tahu.” Ujarnya sebelum berjalan meninggalkan dua orang itu.

Hyunsoo mulai berlari saat melewati belokan pertama lorong rumah sakit. matanya terlihat berkaca-kaca. Gadis itu sungguh terpukul mengetahui situasi Kyungsoo sekarang. Gadis yang dianggapnya sangat baik dan bisa menjaga Kyungsoo ternyata, lebih jahat dari dugaannya.

“song Inha, lihat saja kau.” Gumam Hyunsoo di sela larinya menuju ruang oprasi.

“apa semuanya sudah diperdiapkan?” tanya Sehun memimpin oprasi.

“sudah.” Jawab para dokter dan perawat.

“berdasarkan CT skan terdapat diseksi aorta (kebocoran darah ke kantung jantung) dan adanya temponade (tekanan pada jantung karena adanya cairan didalam pericardium). Cek Tanda Vitalnya saat ini.” Sehun melirik dokter yang berdiri bersebrangan dengannya, yang tak lain adalah Hyunsoo.

“Saat ini tekanan darah 170/90, denyut nadi naik pesat menjadi 120.” Ujar Hyunsoo.

“baik kita mulai oprasinya.”

“baik.”

Oprasi yang dilakukan adalah oprasi angioplasti atau pembedahan untuk memperluas arteri jantung dengan menggunakan transplantasi buatan yaitu dengan menjepit arteri utama menggunakan infus cardioplegia untuk menghentikan denyut jantung sementara.

“bawa ECMO (mesin sirkulasi eksternal untuk mengoksidasi darah).” Pinta Sehun yang langsung ditanggapi Hyunsoo dengan cekatan.

“kita mulai pemasangan graftnya (pembuluh darah buatan).”

“pisau bedah.”

“calp.”

“sekarang aktifkan mesinnya, kita harus cepat. sirkulasi hanya bertahan 1 jam.”

“penyerapan oksigen menurun dari 50 ke 30, bagaimana ini Dokter Oh.” Hyunsoo terlihat panik.

“berikan benangnya.” Pinta Sehun, ia secepat mungkin menjahit sambungan antara graft dengan pembuluh darah.

“kita aktifkan catheter saja.” Pinta dokter Goo.

“jangan, itu hanya akan menimbulkan kematian otak.” Cegah Hyunsoo.

“benar, apa yang dikatakan dokter Choi. Lagi pula ini akan segera selesai. Apa kalian tidak percaya dengan keahlianku.” Sanggah Sehun sambil menunjukan senyumnya di balik masker pada Hyunsoo.

“oke, matikan mesinnya” Lanjut Sehun saat pekerjaannya selesai.

“darahnya kembali mengalir.” Ujar dokter Goo.

“tanda Vitalnya?”

“semuanya normal.” Jawab Hyunsoo sumeringah.

“kerja bagus, dokter Choi kau selesaikan sisanya.” Perintah Sehun sebelum meninggalkan ruang oprasi.

“baik.”

>0<

Sehun memandang gadis yang duduk dihadapannya dengan perasaan khawatir. Choi Hyunsoo tampak sangat kacau saat ini.

“ada apa?” Sehun mengulangi pertanyaannya dan menatap Hyunsoo menunggu reaksinya yang tak kunjung datang.

Hyunsoo menarik napas. “tidak ada apa-apa,” katanya. “kenapa Dokter Oh tidak percaya padaku.”

“bagaimana aku percaya, keadaanmu saat ini terlihat jelas berlainan dengan perkataanmu.” Sehun bergumam pelan, “kalau kau belum mau cerita, baiklah.”

Hyunsoo kini menatap Sehun, gadis itu bisa melihat ketulusan disana. “baiklah, aku akan cerita.” Hyunsoo menghembuskan napas pelan. “Dokter Oh tahukan tunangan Do Kyungsoo?”

Sehun mengangguk

“sepertinya gadis itu mempunyai rencana jahat pada Kyungsoo.”

Sehun mengerutkan keningnya. “maksudmu?”

“waktu itu aku tidak sengaja mendengar percakapan Inha dengan seseorang di telepon, dan sepertinya ia menghianati Kyungsoo.”

Alis Sehun terangkat. Sesaat ia bingung. Namun ia kembali mendengar kelanjutan cerita dari Hyunsoo.

“aku kira itu penghiatan biasa saja, tapi hari ini aku menemukan fakta lain.” Hyunsoo terdiam sejenak. “sepertinya ada kejahatan yang lebih besar dari penghianatan.”

Sehun terdiam, ia berfikir mencerna perkataan Hyunsoo.

“aku baru sadar saat mendengar perkataan Inha pada pria itu hari ini.” Hyunsoo menatap Sehun yang sejak tadi memang memandangnya. “semua yang dialami Kyungsoo saat ini, semuanya hasil perbuatan Inha dan pria itu. mulai dari kecelakaan di depan Cafe sampai serangan jantung yang terjadi hari ini.”

Alis Sehun terangkat. Ada keterkejutan diraut wajahnya. “bagaimana mungkin? Bukankah mereka sudah sangat lama berpacaran?”

“aku juga tidak mengerti, tapi mungkin kekuatan cinta pertama lebih hebat.”

“maksudmu?”

“apa Dokter Oh ingat pria yang menabrak Kyungsoo waktu itu?”

Sehun mengangguk. “iya aku ingat.”

“Saat kecelakaan aku tidak terlalu mengenalinya tapi aku sudah merasakan wajahnya memang tidak asing bagiku, dan hari ini semua dibuktikan.” Hyunsoo kembali menatap Sehun. “pria yang bersama Inha hari ini, pria yang dipeluk inha hari ini, pria yang berbicara dengan Inha di telepon waktu itu dan pria yang bekerja sama dengan inha untuk menyelakakan Kyungsoo itu adalah cinta pertama Song Inha sekaligus mantan kekasihnya dulu saat SMA, Park Chanyeol.”

Hyunsoo terdiam sejenak begitupun dengan Sehun.

“aku nyakin dia memang Park Chanyeol.” Lanjut Hyunsoo menyakinkan dirinya dan Sehun.

 

-to be countinue-

 

 

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Reset (Part 2)”

  1. makin suka deh ama ff ini. senang bacanya meski sedikit bingung ama istilah2 medisnya T_T
    inha licik banget ko bisa setega itu ama kyungsoo.

  2. woahhh kaget sma istilah”kedokteran yg membingungkan…author calon dokter yaa ato emang dokter kok bsa tau bnyk???hayooo ngakuuu

    kerja keras author yg terlihat nyata dgn penjelasannya,gk ngebuat ceritany abal”..daebak!! jempolan!!!
    nexttt

  3. tindakan sehun dsini jadi kaya’ drama korea yongpal deh….
    jadi chanyoel dsini niat jhat pngen bnuh kyungsoo ya?
    ntr sehun sma hyunsoo gmn ya?
    moga sehun nya gk terluka dan ptah hati deh.

  4. swerrr ini keren abis ka,,,duh bnyak istilah ilmu kedokteran,,yg aku ga ngerti,,tp baca ini jadi tau,, apa authornim calon dokter kah??? hehee kepo //bisnya tau bnyak,,,????
    **kasian Kyung ya,,, knp bisa gtu c inha,,apa alasanya!????
    **satu kata’ pENASARAN’

  5. Wohoho, chanyeol pun muncul sebagai antagonis. Kasian kyungsoonya bolak-balik ruang operasi gara2 inha. Tp ngapain mereka (kyungsoo&inha) pacaran lama sampe tunangan kl inha sebenerny berkhianat sm chanyeol? Ditunggu kelanjutannya yaa, semangat nulisnyaa!!^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s