[EXOFFI FREELANCE] You’re My Little Princess (Chapter 3)

Displaying download.jpgcef9be80-c80f-4aad-995b-f5c1593c724f

YOU’RE MY LITTLE PRINCESS

Chapter 3 :

Author : Ravita

Lenght : Short Chapter

Genre : Friendship, Family

Rate : Teen

Main Cast :

Park Chanyeol EXO

Leoni OC

Support Cast :

Sehun EXO

Baekhyun EXO

Disclaimer:

Murni hasil sendiri, bukan ff copyan, merupakan

“Kenapa selalu bertemu denganmu lagi?” tanya Leoni pada Chanyeol.

“Kenapa kau malah jawab begitu? Aku kan hanya mengajakmu pulang bersama”

Chanyeol yang awalnya ingin mengajak pulang bersama akhirnya mengayuh sepedanya

dengan kencang.

“Cih… Dasar… Namja aneh… Aku benci bertemu dengannya lagi. Apalagi sekarang dia

bekerja bersamaku… Oh Tuhan!!! Kenapa ini terjadi padaku? Aku harap kisah

kehidupanku bisa lebih baik dari ini!”

“Amin!” ucap seorang namja yang datang mendekati Leoni.

“Sehun!!! Kau… Kau…”

“Ya ini aku… Sehun!!! Sahabat yang paling menyebalkan saat kita satu kelas dulu” ucap

namja bernama Sehun.

Namja ini adalah sahabat terdekat Leoni saat ia baru pindah ke Korea, dialah yang

mengajarkan banyak hal pada Leoni, mulai dari bahasa, budaya, bahkan menari. Karena

Sehun adalah salah satu penari andalan di sekolahnya dan Leoni tertarik meskipun

bakatnya bukan di bidang menari. Mereka kehilangan kontak disaat Sehun harus pindah

sekolah 2 tahun yang lalu dan handphonenya hilang, sehingga semua kontaknya hilang.

“Kau ini membicarakan siapa?” tanya Sehun.

“Oh… Itu bukan hal yang penting”

“Ah… Aku tahu!!! Pasti namja chingu-mu! Iya kan???” tanya Sehun sambil menunjuk-

nunjuk Leoni.

“Aish!!! Kau ini!!! Aku kan belum punya namja chingu. Apa kau lupa dengan janjimu?”

“Tentu aku tidak lupa! Tapi seiring berjalannya waktu, bisa saja kau melupakannya

juga”

“Tidak mungkin aku lupa! Apa kau tidak percaya padaku?”

“Sama sekali tidak! Tapi namja yang barusan itu siapa?”

“Oh dia… Dia bukan siapa-siapa”

“Seriusan?”

“Apa aku harus mengulang kata-kataku lagi?”

“Iya… Iya… Kalau begitu. Aku berhenti… Kau baru pulang bekerja ya?”

“Iya… Lalu kau?”

“Apakah aku harus bicara jujur?”

“Ya tentu harus! Apa kau mau menambah dosamu yang sudah menumpuk itu? Kulihat

dibelakangmu sudah banyak sekali daftar dosamu. Bahkan sampai ujung jalan sana

masih belum habis” ucap Leoni sambil melihat ke belakang punggung Sehun lalu ke

ujung jalan.

“Yak! Kau ini bicara apa? Ya sudahlah aku tidak akan cerita”

“Hei… Kenapa kau pelit sekali? Aku itu rindu sekali denganmu tahu!” ucap Leoni dan

langsung memeluk Sehun sekilas.

“Ya… Ya… Aku tahu kau pasti merindukan sosok namja tampan sepertiku kan? Tapi

apa kau tidak tertarik dengan namja ini?” tanya Sehun dengan percaya diri sambil

menepuk-nepuk dadanya.

“Ya… Aku tahu kau tampan. Malah semakin tampan. Tapi jujur saja ku katakan kalau

aku tidak tertarik denganmu. Kau itu menyebalkan…”

“Kenapa menyebalkan?”

“Apa kau sadar? Kau itu sudah menghilang selama 1 bahkan 2 tahun! Kau ini tidak

memberi kabar padaku! Apa kau tahu aku ini kesepian selama kau tidak ada! Kau pun

malah pergi begitu saja tanpa ada salam perpisahan. Yang kutahu kau sudah sampai di

Inggris. Apa kau bahagia disana? Apa kau tidak merindukanku apa sebagai sahabatmu?

Aku bingung dengan apa yang harus ku kerjakan. Apalagi kau tahu kan keadaan

keluargaku seperti apa?” tanya Leoni dengan suara yang sedikit terisak-isak.

“Mian” , ucap Sehun lalu ia mendekatkan diri pada Leoni dan memeluknya erat, bahkan

sangat erat sebagai simbol permintaan maafnya karena meninggalkan sahabatnya itu.

“Hei! Chanyeol!!!” sapa seorang namja yang berada di dalam mobil mewah merk

Ferrari seri terbaru.

“Baekhyun??? Kenapa kau disini?”

“Kenapa malah bertanya seperti itu? Aku kesini karena merasa bosan, dan kau tahu kan

ini masih dalam masa liburan. Jadi aku kesini!”

“Tapi kenapa kau tahu aku tinggal di daerah sini?”

“Apa kau meragukan kemampuanku? Aku kan si ahli melacak orang. Jadi sangat mudah

mencari apa yang kumau. Apalagi mencarimu”

“Memangnya aku ini apa?”

“Hihi!!! Ya sudahlah… Bolehkah aku ke rumahmu?”

“Tidak boleh. Kau pulang saja sana!”

“Hei kenapa kau seperti itu?”

“Aku bosan bertemu denganmu”

“Mana mungkin kau bosan padaku”

“Ya baiklah… Ayo ke rumahku!!! Dasar bawel!!!”

“Aish!!!”

“Oh ya… Bagaimana keadaan kampus setelah aku pergi?” tanya Chanyeol tiba-tiba.

“Agak membosankan… Disana jadi sangat sepi sekali. Malah yang biasa kau bully, kini

mereka serasa menjadi raja. Giliran aku ingin membuat pelajaran pada salah satu yang

sering kau kerjai habis-habisan, eh dia malah membuat pernyataan kalau ada siapa saja

yang mengerjai mereka maka kalau tidak salah akan dijadikan mahasiswa abadi”

“Mwo? Lalu apa ada yang menentangnya?”

“Tentu tidak ada. Biasanya hanya kau yang begitu, tapi setelah kau keluar, suasananya

jadi adem ayem. Terlalu monoton. Lagipula siapa juga yang mau jadi mahasiswa

abadi?”

“Apa kau yakin dengan pernyataan yang ia katakan?”

“Tentu aku yakin, karena sudah dipajang di Mading kampus lengkap dengan cap dan

tanda tangan rektor!”

“Gila! Apa kau serius?”

“Ya seriuslah. Buat apa juga aku mengada-ngada hal ini. Tapi, sepertinya aku juga ingin

pindah ke sini”

“Neo michyeosseo? Apa kau tidak memikirkan keluargamu?”

“Ya tentu aku pikirkan. Memang berat rasanya menjalani hidupku. Apa kau tahu untuk

liburan ini saja, orang tuaku tidak mengizinkanku pergi. Bahkan harus didampingi

pengawal”

“Mwo? Lalu kau kesini tidak sendirian kalau begitu?”

“Untungnya aku berhasil membujuk kedua orangtuaku dan aku kesini sendirian! Tanpa

pengawal!” ucap Baekhyun bahagia.

“Sepertinya kau tidak pernah bahagia”

“Ya. Memang sulit menjalani hidupku. Semuanya serba ditentang. Bosan rasanya hidup

seperti ini. Ya memang sih kau belum lama pergi, tapi kehidupanku jadi semakin

membosankan”

“Kau ini tidak mensyukuri hidupmu. Dasar aneh”

“Hei! Kau ini bicara apa sih?”

“Ya! Kau itu aneh! Puas???!!!”

“Ya iya. Aku memang aneh. Hmmm…. Tapi… Chanyeol apa ada yeoja yang bisa aku

permainkan?”

“Dasar kau ini mulai gila”

“Jawab aku!”

“Tidak ada… Aku belum bertemu yeoja yang menarik perhatianku. Jadi kau juga tidak

mungkin tertarik dengannya karena aku tahu apa tipe yang paling kau suka”

“Mwo? Tapi kenapa rasanya kau banyak berubah semenjak tinggal disini? Apa ada

seseorang yang membuatmu berubah jadi seperti ini? Oh! Apa kau sakit?” tanya Sehun

sambil meraba-raba tubuh Chanyeol.

“Kau ini! Apa yang kau lakukan? Kalau orang lain melihatnya akan terlihat aneh bagi

mereka”

“Aku sedang mengecek tubuhmu. Siapa tahu kau sakit atau kerasukan setan”

“Kau ini bicara ngawur”

“Sehun! Apa kau tahu semenjak kau pergi… Hidupku jadi semakin kacau! Tak ada

teman untuk berbagi cerita seperti kau. Meskipun aku punya sahabat baru… Tapi

rasanya beda sekali…” keluh Leoni sambil melepas pelukan yang Sehun berikan dan

wajahnya tertunduk sambil mengusap air yang mengalir ke pipinya.

“Mianhae… Baiklah!!! Kali ini izinkan aku untuk menebus semua kesalahanku! Tapi,

aku tidak bisa berjanji untuk selamanya, karena aku harus segera pulang”

“Jadi kau mau kembali lagi? Tidak akan tinggal disini lebih lama?”

“Tujuanku kesini hanya ingin bertemu denganmu. Aku ingin bertemu dengan orang

yang paling menyebalkan dalam hidupku. Apa kau tahu saat bersamamu, terkadang aku

merasa kesal dan lelah sekali, tapi setelah aku pergi, rasanya lega sekali! Terasa libur

panjang!” kata Sehun sambil melebarkan kedua tangannya ke samping tanda perasaan

lega.

“Aish!!! Kau ini jahat sekali!!!”

“Lalu kapan kau kembali?”

“Entahlah… Sebenarnya aku ingin kembali ke Indonesia… Tapi… Pekerjaan appa-ku

membuat semuanya rumit”

“Rumit kenapa?”

“Terlalu banyak alasan yang mereka ucapkan, sehingga aku tidak mau mengingatnya”

Leoni adalah pendatang di Korea. Dia berasal dari Indonesia, lebih tepatnya dari kota

Bandung. Semenjak lulus sekolah dasar, ia harus ikut keluarganya untuk tinggal di

Korea, karena kedua orangtuanya bekerja di cabang perusahaan yang berasal dari

Korea. Karena kepindahannya yang bersifat mendadak, dan Leoni sama sekali belum

bisa berbahasa Korea, jadi selama liburan sekolah sebelum tahun ajaran baru, Leoni

harus belajar keras mempelajari bahasa Korea. Yang awalnya dia tidak terlalu suka

dengan bahasa Korea karena menurutnya sangat sulit, apalagi baru lulus sekolah dasar.

Dan disaat harus masuk sekolah, dia harus beradaptasi dengan cepat, tapi teman-

temannya mengucilkannya karena setiap diajak bicara, ia selalu diam dan kalau pun

menjawab ia malah menjawab menggunakan Bahasa Indonesia dan Inggris, tapi setelah

Sehun masuk sebagai murid baru, ia lah yang membantu Leoni sampai seperti sekarang.

“Chanyeol! Apa ada tempat yang bagus disini? Aku ingin jalan-jalan!” ajak Baekhyun

yang mulai merasa bosan.

“Kenapa harus mengajakku juga? Ini kan sudah malam. Lebih baik kau tidur saja!

Besok pagi aku harus kembali bekerja!”

“Wah!!! Ternyata kau jadi manusia normal sekarang! Aku tak sangka kehidupanmu

jadi lebih baik sekarang. Aku jadi salut denganmu!” katanya sambil mengacungkan

jempolnya.

“Kau ini berisik sekali! Sana keluar kalau kau berisik lagi!” Chanyeol pun merasa kesal

karena kehadiran Baekhyun yang selalu berisik dan mengganggunya.

“Kau ini… Jahat sekali… Kalau kau seperti itu mana ada yeoja yang mau denganmu”

Keesokkan harinya Leoni kembali bersekolah, dan Chanyeol segera berangkat kerja di

jam yang hampir bersamaan. Kemarin mereka pulang kerja lebih cepat karena bos

mereka ada acara mendadak, dan mereka pulang bersama.

“Aku ikut ke tempat kerjamu ya!” pinta Baekhyun pada Chanyeol.

” Ya baiklah… Tapi kau jangan ganggu aku”

“Tentu tidaklah! Disana aku akan mengganggu para tamu yang datang”

“Kalau kau melakukan hal itu kau akan langsung kuusir!” ancam Chanyeol.

“Ne! Baiklah aku tidak akan berbuat macam-macam”

“Oni! Kau terlihat ceria sekali… Apa kau habis ditembak oleh namja yang kau suka?”

tanya Kai.

“Ya ampun Kai… Bukan karena itu…”

“Lalu apa?”

“Sahabat yang lama tak pernah bertemu dan kehilangan kontak selama 2 tahun telah

kembali ke Korea!” kata Leoni berbunga-bunga.

“Oh… Yang waktu itu kau ceritakan itu kan? Kukira dia itu namja chingu mu yang

mengkhianatimu”

“Memangnya kapan aku bicara padamu kalau aku punya namja chingu?”

“Kau hanya pernah cerita ditinggal seorang namja… Tapi kau tidak pernah menyebutnya

secara detail”

“Hmmm…. Tapi kalau boleh jujur, dia itu yang membuat hidupku menjadi lebih

berwarna!”

“Sampai seperti itu? Lalu… Aku bagaimana?”

“Kau itu namja yang paling menyebalkan setelah Sehun lalu namja yang sekarang

menjadi tetangga juga teman kerjaku, lalu kau!” ucap Leoni sambil menunjuk Kai.

“Kenapa aku menyebalkan?”

“Kau itu selalu menggangguku tahu!”

“Ya sudahlah… Kalau begitu aku tidak akan membantumu lagi”

“Kau tega sekali!” geram Leoni.

“Kali ini aku akan jahat padamu!”

“Aish!!!”

“Oh ya… Hari ini kau bekerja kan? Disela-sela kau bekerja bisakah kau membantuku

mempelajari materi ini? Dari tadi aku hanya menggeleng-geleng kepalaku karena aku

tidak menahami semua yang guru jelaskan”

“Hmm… Bagaimana ya? Bisa saja aku membantumu. Tapi semenjak ada namja

menyebalkan itu, mood ku selalu berubah-rubah”

“Seburuk itukah namja itu bagimu?”

“Ya… Begitulah…”

“Baiklah! Sebisa mungkin, aku akan membantumu!”

“Oh ya! Aku mau minta bantuan padamu!” pinta Chanyeol pada Baekhyun.

“Bantuan apa? Tapi traktir aku kopi buatanmu! Rasanya enak sekali!”

“Ya baiklah! Tapi apa kau tak bosan diam disini semenjak buka?”

“Bosan apanya? Kau tidak bisa lihat apa kalau pemandangan disini ternyata begitu

indah?”

“Oh maksudmu banyak yeoja cantik yang menjadi tamu disini? Aku kurang suka itu,

karena mereka kesini hanya menghamburkan uang mereka hanya untuk memotret kopi

buatanku saja”

“Oh… Jadi mereka itu fans mu?”

“Wah!!! Tidak kusangka kalau kau banyak penggemarnya!” ucap Baekhyun lagi.

“Tapi apa kau bisa membantuku?”

“Membantu apa dulu?”

Tiba-tiba Leoni memasuki tempat kerjanya bersamaan dengan Kai. Dan Leoni sangat

malas sekali karena merasa hari ini akan tambah satu namja yang mengganggunya.

“Oh aku tahu! Pasti yeoja itu kan?” tanya Baekhyun pada Chanyeol sambil melirik ke

arah Leoni.

“Ne. Itu benar! Kalau kau membantuku, kau tentu tidak akan dikeluarkan dari kampus.

Dan aku akan mentraktirmu!

“Baiklah! Aku setuju! Tapi, bukankah biasanya kau bisa menakhlukan siapapun tanpa

bantuanku?”

“Tapi ini berbeda… Dia itu seperti banteng yang mengamuk”

“Yeoja itu? Aku tak percaya…”

“Percayalah! Kau pasti terkejut dengannya”

“Kalau dilihat dari caranya berpakaian dan namja chingunya seperti itu… aku tahu dia

orangnya seperti apa!” ucap Baekhyun penuh percaya diri sambil menatap dari atas ke

bawah penampilan Leoni.

“Mereka melihat kearah kita!” ucap Kai pada Leoni.

“Benar kan dugaanku! Pasti bertambah satu lagi”

“Jangan sampai kau putus asa! Kau bekerja disini juga untuk tabunganmu supaya kau

bisa pulang”

“Memang benar. Tapi, kalau seperti ini… Bisakah kau mencarikanku tempat kerja

baru?”

“Mwo? Kalau untuk itu aku juga masih bingung harus bagaimana. Karena kemarin-

kemarin aku sempat iseng mencari lowongan kerja part time, tapi waktunya yang tidak

pas”

” Tidak pas bagaimana?”

“Kerjanya itu semalaman! Dari jam 7 sampai jam 3 pagi. Mau tidur jam berapa kalau

begitu?”

“Benar juga! Nanti yang ada aku malah sering dipanggil guru BP”

“Oni! Apa kau tahu cara menyelesaikan soal ini?”

“Yak! Kalau kalian mau belajar dirumah saja! Jangan disini! Disini tempat bekerja!”

ucap Chanyeol.

“Memang apa masalahmu? Urus saja urusanmu, jangan ganggu kami! Meskipun aku

belajar juga disini, aku juga bekerja! Aku tidak meninggalkan kewajibanku sebagai

karyawan disini! Lagipula sebelum aku diterima disini aku sudah mendapatkan izin

kalau aku bisa sambil belajar juga!” Leoni membalas dengan nada yang meninggi.

“Cih… Dasar….” ucap Chanyeol.

“Apa? Memangnya tidak boleh? Bos saja memperbolehkannya. Kalau itu masalah

buatmu lebih baik kau jangan bekerja disini!”

“Mwo?”

Untung saat ini sedang tidak ada pengunjung, karena masuk ke sesi jam-jam sepi, dan

hanya ada mereka berempat yaitu Chanyeol, Baekhyun, Leoni dan Kai. Dan memang

benar keadaan hari ini menjadi sangat panas, dan sebenarnya Kai dan Baekhyun yang

awalnya ingin membantu temannya untuk bisa “menang” malah menyerah dan ingin

keluar, dan sampai tiba akhirnya waktu kerja mereka pun telah berakhir tapi tetap saja

mereka saling mencela satu sama lain.

Dalam perjalanan pulang Leoni meminta Kai untuk mengantarnya pulang, dan

sepanjang jalan, Kai merasa kelelahan dengan indera pendengarannya, rasanya seperti

ada bom nuklir yang mendarat di telinganya, dan setelah Leoni sampai rumah, Kai

merasa damai.

Sementara itu Chanyeol memilih untuk mencari udara segar bersama Baekhyun, tapi

Chanyeol merasa udara yang dihirup malah semakin busuk, dan ia mengajak Baekhyun

untuk minum di kedai soju yang berada di pinggir jalan.

“Tolong 1 botol soju!” pinta Chanyeol pada pemilik kedai.

“Tidak biasanya kau minum soju, apa kau tak salah?” tanya Baekhyun karena ia tahu

meskipun Chanyeol itu tergolong nakal, ia tidak pernah melanggar aturan eommanya.

“Biarkan saja! Eomma-ku juga tidak ada disini…”

“Tetap saja… Kau kan belum pernah meminum ini…” ucap Baekhyun berbarengan

dengan datangnya 1 botol soju dengan 2 gelas ukuran kecil.

“Silahkan!” ucap pemilik kedai.

“Ah…. Gelasnya satu saja… Aku tidak ingin minum!” tolak Baekhyun pada pemilik

kedai.

“Ne!” sambil mengambil kembali satu gelas untuk Baekhyun.

“Hei! Sebenarnya yeoja itu siapa? Kenapa dia bisa membuatmu seperti ini?” tanya

Baekhyun.

“Awalnya aku penasaran dengannya, tapi dia malah…”

“Ya ampun!!! Baru minum setengah gelas kecil saja kau sudah begini? Parah sekali

memang kau ini… Bagaimana cara membawamu pulang? Kau kan lebih tinggi dariku

dan lebih berat dariku. Ah sial!!! Bagaimana kalau dia muntah di dalam mobilku? Aku

selalu lihat hal itu di drama-drama…. Aigo!!!”

“Dasar yeoja yang tidak…. tahu terima kas… kasih!” teriak Chanyeol setengah sadar.

“Hei! Hentikan itu! Jangan kau minum lagi!” sentak Baekhyun sambil menarik gelas

yang hendak diisi soju.

“Kau juga menyebalkan! Kau sama menyebalkannya dengan dia!” ucap Chanyeol

sambil menunjuk ke arah Baekhyun.

“Ne? Kau ini… Kau itu sudah mabuk! Jangan suka bicara yang aneh-aneh!”

“Aku itu sudah menolongmu di malam kita berjumpa pertama kali… Tapi reaksimu

malah seperti itu…”

“Kau mulai lagi…”

“Sebenarnya aku ini…” ucap Chanyeol.

“…”

“Oni!” kata eommanya Leoni.

“Ne eomma! Ada apa?”

“Jadi begini Oni…”

TO BE CONTINUE…

“Dia itu psyco!”

“This is my little princess!”

Chapter ini akhirnya beres juga!!! Di bagian akhir chapter ini disisipkan cerita buat next

chapter, biar pada makin penasaran. Semoga bisa membuat kalian penasaran sama

kelanjutan ceritanya. Ditunggu jejaknya!!!

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] You’re My Little Princess (Chapter 3)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s