[EXOFFI FREELANCE] THE ARCHILESSS (Chapter 12-End)

tumblr_static_94438kcyg30ocgscgow0kw84k_640_v2THE ARCHILESSS

(Chapter 12-End)

 

Author:

@Hanalorenqk

Length:

Series

Genre:

Fantasy, Romance, Friendship

Rating:

PG-15

Main cast:

PARK CHANYEOL

YOO HARA (OC)

KIM JONG IN

OH SEHUN

BYUN BAEKHYUN

LUHAN

KIM JONGDAE

Additional Cast:

IM JANGMI (OC)

OTHERS EXO’S MEMBER

Disclaimer:

Fanfiction ini terinspirasi dari beberapa cerita fantasy seperti Narnia, Harry Potter, dan Percy Jackson. Tapi ide sepenuhnya murni dari hati dan pikiran >.< Thanks buat yang uda baca dan comment J Khamsahamnida!!!

 

 

~THE ARCHILLESS

~CHAPTER 9


 

 

“Kita mau ke mana?” teriak Baekhyun dari Kuda terbang yang ditungganginya.

 

“Yunani…” jawab Sehun.

 

“MWORAGUU? Kita? Ke Yunani?”

 

“Kau tahu patung Medusa yang sangat terkenal di Museum Internasional Yunani Kuno? Di sanalah Titania menyimpan raga keduanya…”

 

“Apa kau yakin kita akan dengan mudah melakukan ini, Sehun?” tanya Jongdae.

 

“Entahlah. Yang jelas percaya padaku… kita akan menjalankan ini dengan baik.”

 

 

Sementara itu Barnsteen saat ini tengah ricuh. Perang telah dimulai. Ratusan titan berpencar memasuki pedesaan dan menyerang siapa saja yang telah bersiap menyerang mereka. Guru Kim dan Guru Song yang diletakkan di barisan paling depan mulai menunjukkan aksi mereka dengan menghabisi para titan satu per satu.

 

Hiiaatt!!

 

Buummm!!!

 

Satu per satu sinar kekuatan muncul di mana-mana. Para penduduk Barnsteen tentunya juga telah siap dengan perang yang harus mereka hadapi.

 

Di kastil Empire, Kim Jong-in juga siap menunggu datangnya para titan di depan gerbang. Dia bersama dengan para murid berkekuatan Ares memang diletakkan untuk menjaga pintu gerbang Empire. Di sisi lain, Chanyeol, Hara, serta para guru bersiap di belakang mereka.

 

Buumm!!!

 

Tanah di hadapan Jong-in tiba-tiba meledak. Para titan mulai muncul dan menyerang mereka. Kim Jong-in segera mengeluarkan kemampuan berpedangnya dengan menyerang para titan yang berani mendekat ke arahnya. Kekuatan Jong-in adalah Ares, dan kekuatannya itu juga terletak pada pedang yang dipegangnya. Terlihat bagaimana dua pedang di tangan Jong-in menyala terang dan siap melenyapkan nyawa siapa saja yang bersentuhan dengan pedang tersebut.

 

Di sisi lain, Luhan memimpin para murid berkekuatan Poseidon di tepi danau Empire. Dengan berada di dekat sumber air, Luhan merasa kekuatannya tidak akan habis. Lihat bagaimana dirinya menyemburkan satu per satu gumpalan air yang berhasil menjatuhkan lawan-lawannya.

 

“Sedang bermain air, Luhan-sunbaenim?” tegur Tao, pemimpin barisan titan yang melawan Luhan.

 

“Satu pertanyaanku untukmu Tao… apa kau yang membunuh Xiumin?”

 

“Hahaha… tentu saja. Siapa lagi kalau bukan aku?” jawab Tao santai.

 

“Kalau begitu kau benar-benar membuatku marah…”

 

BYURR!!

 

Luhan mengeluarkan kekuatan Poseidonnya dan menyerang Tao. Namun dengan mudah Tao membalas serangan Luhan.

 

DHUARR!!

 

Awan-awan gelap mengelilingi kastil Empire. Mereka adalah sumber kekuatan Chanyeol, yaitu petir. Chanyeol hanya tinggal menggerak-gerakkan tangannya dan beberapa petir kecil tak berhenti menyambar para titan yang sudah mulai memasuki kastil Empire. Tak jauh dari Chanyeol, Hara juga sedang mengandalkan kemampuan memanahnya.

**********

 

Yunani.

 

Sebuah kota antik di mana cerita para dewa dimulai. Di sanalah Sehun, Baekhyun dan Jongdae berada. Dengan Kuda terbang, mereka bisa ke mana saja dengan waktu yang sangat cepat. Saat ini saja mereka sudah berdiri di depan Museum Internasional Yunani Kuno.

 

“Kuperingatkan pada kalian, di saat patung Medusa hidup, kalian tidak boleh melihat matanya…” pesan Sehun.

 

“Mwo? A…apa katamu? Mak…maksudmu patung Medusa hidup?” tanya Jongdae tiba-tiba gagap.

 

“Kau serius mengatakannya, Oh Sehun? Katamu patung Medusa akan hidup?” tanya Baekhyun yang sama takutnya dengan Jongdae. Sehun menggaruk-garuk kepalanya dan merasa heran kenapa kedua pemuda itu bisa terpilih menjadi Archilles. Mereka begitu penakut dan sedikit payah.

 

“Lihat saja nanti…” jawab Sehun singkat. Dia pun mulai memimpin kedua temannya untuk melangkah masuk ke dalam museum. Namun…

 

 

BUMMM!!

 

Serangan dari kelompok titan yang tepat berada di belakang mereka datang tiba-tiba. Ada Kris di sana yang memimpin para titan itu.

 

 

“Alihkan perhatian mereka! Aku akan ke dalam dan mencari patung Medusa itu!” teriak Sehun lalu melangkah masuk ke dalam museum.

 

Kris, yang melihat Oh Sehun bergerak masuk ke dalam museum segera meninggalkan pasukannya dan mengejar Sehun. Sementara itu, Jongdae dan Baekhyun segera menyerang para titan dengan kekuatan mereka.

Sekalipun kekuatan Baekhyun adalah sinar matahari, tidak menutup kemungkinan Baekhyun masih memiliki kekuatannya. Dia punya sinar bulan, yang juga bisa menjadi kekuatan alternatifnya. Dengan kekuatannya, Baekhyun bisa menyerang para titan. Di sisi lain, Jongdae, si pemilik kekuatan Pan bekerja sama dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitarnya. Akar-akaran pohon yang dikuasai oleh Jongdae berhasil menarik para titan masuk ke dalam tanah. Ya. Itu terlihat sangat hebat.

 

“Hentikan langkahmu, Oh Sehun!” teriak Kris.

 

 

Buumm!!!

Sebuah patung Poseidon yang menjadi patung utama di museum tersebut hancur berkeping-keping karena serangan Kris. Luhan mungkin akan marah jika ia tahu patung kekuatannya saat ini hancur seperti itu.

 

Buumm!!

 

Sehun membalas serangan Kris dengan menjatuhkan tiang museum namun sayangnya Kris berhasil menghindar tiang yang hampir menimpanya itu. “Apa kau benar-benar ingin membunuh ibumu sendiri, Oh Sehun?”

 

Sehun memilih untuk segera pergi dari Kris dan memasuki lorong museum. Ini adalah pertama kalinya dia memasuki museum tersebut sehingga dia tidak memiliki gambaran di mana letak patung Medusa berada.

 

“YAA!! Oh Sehun!! Kuperingatkan kau untuk berhenti sekarang juga…”

 

BUUMM!!

 

Kris memang berniat menghancurkan museum itu. Dia tidak peduli apa saja yang telah dihancurkannya, berharga atau tidak, mahal atau tidak, intinya dia menyerang Sehun.

 

Sementara itu mata Sehun fokus kepada setiap benda yang ada. Karena ini adalah museum Yunani Kuno, ada banyak sekali benda-benda peninggalan zaman itu. Patung-patung dewa, senjata-senjata zaman perang, dan… Sehun membelalakkan matanya saat melihat sebuah patung setinggi dirinya di sudut ruang tengah museum. Patung seorang wanita yang sedang menutup matanya, yang rambutnya dipenuhi dengan ular. Medusa.

 

BUUMM!!!

 

Belum sempat Sehun mendekati patung tersebut, dirinya sudah diserang terlebih dahulu oleh Kris. Sehun terpental jauh dan menabrak sebuah penyangga museum.

 

“Kau akan menyesali pengkhianatanmu ini, Oh Sehun!”

**********

 

Chanyeol berusaha sekuat tenaga memainkan pedangnya dan melawan setiap titan yang berani mendekatinya. Dia tidak peduli dengan wujud para titan yang menakutkan, setengah dari mereka adalah manusia setengah monster. Dari jauh, tampak Titania juga sedang menyerang para percy yang berani menghalangi jalannya untuk mendekati Chanyeol.

 

“Chanyeol, kita kehilangan setengah dari pasukan kita. Jumlah mereka terus bertambah banyak…” seru Jong-in. Mendengar itu Chanyeol hanya bisa menelan salivanya berHarap mereka tidak akan benar-benar kalah.

 

“Park Chanyeol…” panggil Titania dengan lembut dan melangkah menuju Chanyeol.

 

“Jong-in… aku percayakan Empire padamu!”

 

Jong-in mengangguk. Ia kemudian menatap sejenak kepergian Chanyeol. Park Chanyeol, anak itu berencana memancing Titania untuk keluar dari kastil Empire. Ya. Dia tidak akan bertarung melawan Titania di dalam kastil.

 

“Park Chanyeol!” teriak Hara saat melihat Chanyeol pergi sendirian. Namun, Hara tidak bisa mengejarnya karena ia harus membantu yang lain mengatasi titan yang sudah menyebar ke seluruh Empire.

 

BUUMM!!

 

Chanyeol berhasil mengelak dari serangan Titania. Nafsu wanita itu untuk membunuh Chanyeol benar-benar kuat. Chanyeol bahkan tak berani berbalik untuk memastikan dari mana Titania menyerangnya. Yang jelas, dia harus membawa Titania keluar dari kastil Empire. Ya. Sesuai dengan gambaran dari lukisan itu.

 

DHUAAR!!

 

Chanyeol akhirnya memberanikan diri berbalik dan menyerang Titania dengan petirnya. Hebatnya, Titania terjatuh karena serangan Chanyeol. Dan itu membuat Titania murka. Perlahan dia bangkit, lalu mengangkat tangannya. Kumpulan awan hitam pun mengelilingi Titania. Wanita itu mengumpulkan seluruh kekuatannya lalu menyerang Chanyeol.

 

BUUMM!!

 

Chanyeol melakukan pertaHaran dengan petir yang dimilikinya. Baik Titania maupun Chanyeol, mereka seakan-akan menunjukkan kalau kekuatan yang mereka miliki sama kuat.

 

Di danau Empire, Luhan masih bergelut dengan Tao. Keduanya sudah sama-sama terluka akibat menyerang satu sama lain.

Bukk!!

 

Tubuh Luhan terhempas ke sebuah pohon. Gumpalan darah keluar dari mulutnya. Luhan merasakan rasa sakit yang luarbiasa pada dadanya yang membuat kekuatannya seakan-akan menghilang.

 

“Hahaha… apa kau ingin menyusul sahabatmu itu, Sunbae?”

 

Luhan pasrah. Mungkin dia memang ditakdirkan untuk mati di hadapan Tao. Sekalipun jiwa seorang petarung yang ada di dalam hatinya sangat kuat, sedang berusaha mendorong Luhan untuk kembali bertarung dan tidak menyerah. Tapi tetap saja, antara hati dan tubuh Luhan, mereka tidak berjalan dengan sesuai. Tao mengangkat tangannya. Gumpalan awan hitam pun mengelilingi Tao, itulah kekuatan dari titan. Identik dengan awan hitam. Dan hanya titan-titan terkuat saja yang bisa mengeluarkan kekuatan seperti Tao.

 

“Rasakan ini…” teriak Tao lalu mengarahkan kekuatannya ke Luhan.

 

BUUMM!!!

 

Jika seharusnya Luhan yang terpental karena kekuatan itu, yang terjadi malah tidak. Tao, entah apa yang membuat tubuh titan tersebut yang malah terpental. Kekuatannya seakan-akan baru saja bertabrakan dengan sesuatu yang melindungi Luhan. Sebuah sinar yang begitu terang, sinar yang perlahan memudar dan menampakkan wujud seseorang.

 

“Xiu…Xiumin?” gumam Luhan kaget.

 

Wujud yang baru saja melindungi Luhan ternyata adalah Xiumin. Xiumin tersenyum kepadanya. Lalu Xiumin mengarahkan kekuatannya ke Tao, hingga tubuh pemuda itu lenyap menjadi debu hitam. Xiumin berbalik, lalu melangkah mendekati Luhan dan mengulurkan tangannya. Tubuh Xiumin masih sedikit bersinar, dan dia memberikan sinar itu kepada Luhan dan ajaib, Luhan merasa sakit di sekujur tubuhnya menghilang.

 

“CHarasseo, Luhan-ah…” ucap Xiumin dan dia pun lenyap.

 

Dari jauh, terlihat Do Kyungsoo sedang memperhatikan Luhan dengan senyuman kecil dari mulutnya. Dialah yang membuat arwah Xiumin bisa datang bahkan melindungi Luhan.

 

BUMM!!

 

Kali ini pertarungan seru terjadi antara Kim Jong-in dan Chansung. Tak sedikitpun ada rasa takut dari Jong-in menghadapi titan terkuat itu. Dia sudah diajarkan tentang keberanian sejak kecil. Jadi, dengan seluruh keberanian yang ada pada dirinya, Jong-in terus menyerang Chansung.

 

Prank!

 

Pedang Jong-in terlempar. Dia sedikit lengah sampai-sampai Chansung berhasil membuatnya terpojok. “Kau sama seperti ayahmu, Kim Jongkook… terlihat kuat, tapi sebenarnya lemah! Hahaha…” tawa Chansung sambil berjalan mendekati Jong-in.

 

CYUSS!!

 

Sebuah anak panah tertusuk di kaki kanan Chansung. Chansung menoleh ke kanannya dan terlihat di sana Hara lah yang menembak panah tadi.

 

“Kau yang terlihat lemah, Chansung!”

 

“Aaa… gadis ini lagi.” kata Chansung tersenyum ke arah Hara. Tanpa merasakan apapun dia mencabut panah yang menancap di kakinya. Ternyata panah memang tidak mempan untuk titan sejenis Chansung. “Eottoeke jineseyo?”

 

Hara merasa begitu kesal. Dia berHarap dia memiliki kekuatan selain pedang ataupun panah. Bahkan kepintaran yang ia miliki sekarang rasanya tidak lagi berguna. Namun, sama seperti sebelumnya… di saat Hara hanya bisa memejamkan matanya dan pasrah dengan apa yang terjadi. Seseorang muncul di hadapannya dan melindunginya. Luhan.

 

BYAARR!!

 

Luhan mengeluarkan kekuatan Poseidonnya dan mengarahkannya ke Chansung. Chansung segera memasang pertaHaran dengan tangannya namun sayangnya, kekuatan Luhan seperti lebih kuat darinya. Hingga akhirnya, Chansung perlahan mundur dan lenyap menjadi debu hitam.

**********

 

“Menyerahlah Oh Sehun!”

 

“Aku tidak akan pernah melakukannya…”

 

BUMM!!

 

Sehun mengangkat tangannya dan menghembuskan angin kuat kepada Kris. Tubuh titan itu pun terpental jatuh menabrak tembok museum.

 

“Oh Sehun!” panggil Jongdae dan Baekhyun yang baru datang.

 

“Omo! Patung medusanya…” tunjuk Baekhyun.

 

Perhatian Sehun pun beralih ke patung Medusa. Patung itu tiba-tiba bergetar dan perlahan mata Medusa terbuka. “Jangan lihat matanya!” teriak Sehun. Jongdae dan Baekhyun pun segera mengalihkan pandangan mereka. Di sisi lain, Kris sudah kembali berdiri dan siap menyerang Sehun lagi. Namun, dia tidak menyadari dengan kehadiran patung Medusa yang hidup. Matanya terbelalak kaget melihat Medusa yang tersenyum kepadanya sambil melotot. Perlahan, tubuh Kris pun menjadi patung batu karena dia melihat mata Medusa.

 

“Kjsksofkefwe@@##…” terdengar suara Medusa dalam bahasa Yunani.

 

Sehun tak mengerti apa yang dibicarakan oleh Medusa. Dia hanya terdiam dan memejam erat matanya karena tak berani melihat Medusa. “Apa kau putra Titania?” tiba-tiba Medusa berbicara dengan bahasa yang mereka mengerti. “Hahaha… aku sudah menunggu kehadiran kalian selama puluhan tahun! Terimakasih sudah membangunkanku, anak muda…”

 

“Se…Sehun! Cepat hancurkan dia…” teriak Baekhyun.

 

Medusa melirik ke Baekhyun. “Ckckck… pemuda tampan, dengan mulut yang kurang menyenangkan…” perlahan Medusa melangkah mendekati Baekhyun. “Tidakkah kau penasaran dengan wujudku yang sebenarnya, Tampan?” goda Medusa sambil membelai pipi Baekhyun dan itu membuat Baekhyun merinding setengah mati.

 

“Kau bisa membuka matamu jika kau penasaran dengan wujudku…”

 

“Andwae!!” teriak Jongdae. “Jangan pernah membuka matamu Baekhyun!”

 

Namun, entah kenapa Baekhyun seperti sedang dihipnotis Medusa. Perlahan dia menjauhkan tangannya dari matanya. Sehun yang melihat itu segera mengarahkan tangannya dan menyerang Medusa dari belakang.

 

“AARRKKHH!!!” Medusa berteriak dan perlahan tubuhnya pun hancur menjadi debu hitam.

 

Bersamaan dengan itu, Titania yang sedang bertarung melawan Chanyeol menghentikan serangannya dan ia pun terjatuh. Titania memegangi jantungnya karena dia merasakan sesuatu terjadi pada tubuhnya. “Medusaa…” gumam Titania.

 

“Putramu pasti sudah berhasil membunuh raga keduamu, Titania!”

*********

 

“Omo!” gumam Baekhyun. Dia pun membuka matanya. “Ke mana dia?”

 

“YA! Byun Baekhyun!” bentak Sehun. “Apa kau berniat menjadi patung batu?”

 

“Na…na molla! Aku merasa dia begitu menggodaku…”

 

“Itulah kekuatannya. Dan kau hampir mati…” kata Sehun.

 

Beberapa saat kemudian, terdengar suara helikopter serta mobil polisi yang telah mengelilingi museum. Keributan yang terjadi di museum Yunani Kuno itu pasti sudah menghebohkan seluruh kota sehingga para petugas keamanan satu per satu datang ke lokasi kejadian. “Kita harus kembali… Chanyeol akan sangat membutuhkan kita…”

 

BENAR.

 

Chanyeol sangat membutuhkan seseorang untuk menolongnya. Tadi Titania memang terlihat mulai lemah. Tepat saat Oh Sehun berhasil menghancurkan Medusa, tempat raga kedua Titania berada. Namun, setelah itu… Titania justru menunjukkan sebuah perubahan yang tak terduga. Matanya berubah menjadi merah. Dan wujudnya yang merupakan wujud Guru Victoria perlahan berubah menjadi seorang monster wanita yang menakutkan.

 

“HAHAHAHA!!” tawa Titania memekikkan telinga.

 

“Chanyeol…” gumam Hara teringat akan Chanyeol.

 

“Kita keluar sekarang…” kata Luhan, lalu melangkah terlebih dahulu menuju pintu gerbang Empire, disusul oleh Hara dan Jong-in.

 

[ Di atas kastil Empire ]

 

“Apa yang terjadi, Master?” tanya Guru Kwon dengan tubuhnya yang setengah terluka akibat pertarungan.

 

“Ini tidak mungkin…” gumam Master Yoo sambil melihat ke langit. “Oh Sehun pasti melakukan sebuah kesalahan…”

 

“Mwo?” tanya Im Jangmi yang mendengar perkataan Master Yoo. “Bukankah Sehun pergi untuk menghancurkan raga kedua Titania?”

 

“Apa kau tahu, apa yang dianggap Sehun sebagai raga kedua Titania?” tanya Master Yoo.

 

“Patung Medusa… di Yunani…”

 

Dan, jawaban dari Im Jangmi berhasil membuat Master Yoo berdecak tak percaya.

 

Kembali ke Chanyeol dan Titania. Chanyeol membelalakkan matanya saat melihat perubahan menakutkan yang terjadi pada Titania. Wanita itu bukan bertambah lemah, tapi justru terlihat semakin kuat. Tidak lama setelah itu, dari langit, tiga ekor Kuda terbang mendarat di belakang Chanyeol. Jongdae, Baekhyun dan Sehun telah tiba dari misi mereka. Namun, saat mereka melihat sosok yang ada di hadapan Chanyeol…

 

“A…apa yang terjadi?” tanya Baekhyun mendekati Chanyeol.

 

“Bukankah kita sudah menghancurkan raga keduanya, Sehun-ah?” tanya Jongdae. “Tapi kenapa dia bertambah kuat?”

 

“Park Chanyeol…” panggil Hara. Kemudian ketujuh Archilless pun kembali berkumpul. “Omo!”

 

“HAHAHAA…” tawa Titania lagi. “Kau benar-benar bodoh, Oh Sehun! Kau kira aku akan memberitahumu dengan benar, di mana letak raga kedua ibumu ini?”

 

“Andwae…” gumam Sehun tak percaya.

 

“Tidak akan pernah ada yang tahu di mana letak raga keduaku karena aku tidak bodoh seperti yang kalian bayangkan! Dan… patung Medusa itu. Justru, jika kau menghancurkannya, itu malah akan menjadi penambah kekuatanku!”

 

“Andwae!!” bentak Chanyeol.

 

“Sekarang… rasakan kekuatanku para Archilless tak berguna!”

 

Titania mengangkat tangannya dan mengerahkan kekuatannya menuju ketujuh Archilless itu.

 

BUUMM!!!

 

Tanpa terkecuali, mereka semua terpental jatuh.

 

“HAHAHAHA!!! Kalian semua akan kalah!!” teriak Titania dengan bahagia.

 

Chanyeol segera bangun dan mengeluarkan kekuatannya. Di langit, awan-awan bergerak dan petir mulai muncul. Chanyeol mengangkat tangannya dan menyatukan petir yang ada di langit untuk bersiap menyerang Titania. Titania hanya tersenyum seakan-akan menganggap kekuatan Chanyeol tidak ada apa-apanya.

Oh Sehun juga melakukan hal yang sama. Dia segera bangun dan mengeluarkan kekuatan Gaeanya membantu Chanyeol. Kim Jongdae, mengarahkan akar-akaran yang muncul dari tanah dan mengarahkannya ke Titania juga. Byun Baekhyun, hanya dengan mengangkat tangannya dia bisa menyerap sinar bulan purnama yang malam ini begitu terang. Kim Jong-in, dia mengeluarkan pedang lambang kekuatan Ares dan bersiap melemparkannya ke Titania. Begitu juga dengan Yoo Hara, ia mengeluarkan satu anak panahnya yang mengeluarkan sinar yang sama dengan pedang Jong-in.

 

HIAATT!!!

 

Ketujuh Archilless itu pun mengarahkan masing-masing kekuatan mereka ke arah Titania. Dan…

 

DHUAARR!!

 

Sebuah ledakan dashyat terjadi.

 

“Sehun-aa…”

 

Oh Sehun terbangun di sebuah ruangan kosong yang serba putih. Sebuah sinar yang begitu terang perlahan menghampirinya. Sehun kemudian merasakan tangan lembut seseorang sedang memegangi tangannya dan memberinya kekuatan untuk bangun. “Eo…eomma…” panggil Sehun saat melihat wajah ibunya, Oh Sena, sedang tersenyum kepadanya.

 

“Eomma…” panggil Sehun lagi.

 

“Ne, Sehun-ah. Ini eomma…” kata Oh Sena sambil membelai pipi putra angkatnya, Oh Sehun. “Apa kau merasa bahagia dengan takdirmu, Nak?”

 

“Eung…” Sehun mengangguk. “Aku merasa aku telah menjadi diriku yang sebenarnya. Tidak tenggelam karena terlahir sebagai seorang titan…”

 

“Sehun-ah… takdir adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh siapapun. Tidak ada yang bisa melawan takdir. Itulah sebabnya kau tidak bisa melupakan takdirmu yang terlahir dari kaum titan. Dan… setiap orang tidak hidup dari satu takdir saja. Ada takdir lain yang kau miliki, yaitu takdirmu sebagai seorang pahlawan, seorang Archilless. Takdirmu sebagai seorang Archilless telah mengalahkan takdirmu sebagai seorang titan. Dan sekarang inilah hidupmu, Nak. Oh Sehun, putraku yang telah menjadi seorang Archilless…” ungkap Oh Sena. “Sehun-ah… kau memang hanyalah anak yang dititipkan Titania untuk lahir di dalam rahimku. Tapi… aku sudah menganggapmu sebagai putraku sendiri. Aku menyayangimu, Sehun-ah…”

 

“Ne eomma… aku juga menyayangi eomma.”

 

“Sekarang, kau harus melakukan tugas terakhirmu, Nak. Dan kau bisa menjadi pahlawan sesungguhnya…”

 

Oh Sehun terdiam. “Raga kedua Titania ada pada dirimu, Nak. Saat ini, kau dan keenam temanmu telah berhasil membunuh raga pertama Titania. Sekarang kalian tinggal membunuh raga keduanya agar Titania tidak bisa lagi bangkit dari kematian.”

 

“I…itu berarti…”

 

“Aku percaya pada keputusanmu, Oh Sehun… “ sinar itu pun lenyap.

 

“Oh Sehunn!!!”

 

Teriakan Im Jangmi membangunkan Sehun dari bayang-bayangnya. Dia terbangun dengan posisi sedang tergeletak di antara Jongdae dan Hara. Sehun bisa merasakan bagaimana tubuhnya begitu sakit karena campakan keras yang terjadi padanya, juga keenam temannya yang lain.

 

“Neo gwaencanha?” tanya Jangmi dengan wajahnya yang khawatir.

 

Sehun segera beranjak bangun. Dia melihat teman-temannya yang lain tergeletak tak berdaya di sekitarnya. Dan… tak jauh dari sana, seorang wanita yang begitu dikenalnya sedang merangkak berusaha mendekati Park Chanyeol yang setengah sadar. “Andwae…” gumam Sehun.

 

“A…aku akan membunuhmu, Park Chanyeol…” kata Titania dengan nada terbata-bata. Kekuatannya pasti sudah melemah akibat serangan dari tujuh Archilless. “Aku harus mendapatkan kotak Pandoraku dan memusnahkan kalian…”

 

Di saat itulah Archilles yang lain mulai sadar. “Chanyeol…” panggil Hara saat menyadari Titania sebentar lagi akan menyerang Chanyeol.

 

Sebuah sinar hitam menyala di tangan kanan Titania, dia berteriak kuat dan itu membuat langit di sekitar Empire benar-benar gelap. Para Archilless dan juga Jangmi yang berada di sana bisa merasakan bagaimana kekuatan jahat perlahan mulai menguasai sekitar mereka.

Chanyeol yang melihat Titania telah siap menyerangnya hanya bisa perlahan mundur untuk menghindar. Di dalam hatinya, Chanyeol hanya bisa berkata…”Miananda… Appa!” Ya. Chanyeol menyesal di saat seperti ini dia tidak bisa berbuat apa-apa. Hingga akhirnya dia hanya bisa memejamkan matanya dan menunggu serangan Titania.

 

BUUMMM!!!!

 

Titania mengarahkan kekuatannya ke Chanyeol, namun…

 

“Andwaee…” teriak Titania kaget saat menyadari seseorang telah menghalanginya. Oh Sehun, tubuhnya berdiri kaku tepat di hadapan Chanyeol. Titania membunuh Oh Sehun.

 

“ANDWAEEEE!!!” teriak Titania lagi. Dia sadar kalau dengan membunuh Oh Sehun, itu berarti dia sedang membunuh dirinya sendiri. Beberapa saat kemudian, sebuah sinar turun dari langit dan menyinari Chanyeol. Chanyeol seperti mendapatkan kekuatannya lagi yang membuatnya bisa berdiri. Dia pun mengangkat tangannya sehingga petir menyatu dengan tubuhnya.

 

 

DHUAARR!!!

 

Titania pun akhirnya musnah menjadi butiran debu hitam. Ya. Musnah untuk selama-lamanya.

 

Bukk!

 

Chanyeol kembali melemas dan jatuh.

 

 

“OH SEHUNN!!!” teriak Jangmi histeris.

 

Keenam Archilless lainnya pun menghampiri Sehun yang sekarat. Tubuhnya bergetar, nafasnya tersendat-sendat. Sementara di pintu gerbang kastil Empire, para guru dan juga murid Empire yang masih bertahan selama pertarungan juga sedang berdiri melihat bagaimana Sehun telah melindungi kotak Pandora, benda yang paling berharga untuk bangsa Barnsteen, yang ada pada diri Chanyeol.

 

“Sehun-ah…” tangis Jangmi. Dia tidak berhenti mengguncang-guncangkan tubuh Sehun. “Kau tidak boleh mati…”

 

“Jang…Jangmi-yaa…” panggil Sehun, tangannya perlahan membelai pipi Jangmi dan menghapus airmatanya. “Ul…uljima…” kata Sehun perlahan.

 

Chanyeol menggenggam erat tangan Hara melihat bagaimana satu rekannya itu sedang sekarat demi melindunginya. Hara yang juga merasakan kesedihan yang sama, hanya bisa menangis di pelukan Chanyeol.

 

“Bagaimana kau tahu kalau raga kedua Titania adalah dirimu, Oh Sehun?” tanya Luhan.

 

Sehun tersenyum. “Ku…rasa… ibu angkatku memin…ta Kyungsoo mempertemukan kami…”

 

“Oh Sehun… bertahanlah, eoh? Lay oppa akan segera datang untuk mengobatimu… kau tidak boleh mati!” kata Jangmi.

 

“Itu tidak bisa, Jangmi-yaa… ji…jika aku ma…sih hidup. Ti…titania juga akan hidup kembali.”

 

Jangmi terus menangis dan memeluk tubuh Sehun. “Saranghae… Jangmi-yaa…” pesan terakhir Oh Sehun, diikuti dengan tubuhnya yang tak lagi bergerak dan Sehun memejamkan matanya.

 

“ANDWAAEEE!!! YAA!! OH SEHUN…” teriak Jangmi histeris. “Sehunn-ah…”

 

Baekhyun dan Jongdae sama-sama mengelap airmata yang menetes di pipi mereka. Ada sedikit rasa sesal pada diri Baekhyun karena pernah menganggap Sehun adalah orang yang jahat. Namun, ternyata Sehun justru menjadi salah satu pahlawan untuk Barnsteen dan Empire.

Jangmi masih tidak percaya jika pemuda yang dicintainya telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. “Oh Sehun…” Jangmi membelai pipi Sehun, lalu mengecup bibir Sehun.

 

Tiba-tiba, tubuh Jangmi bersinar. Para Archilless yang berada di sekitar mereka mundur karena merasakan bagaimana sinar dari tubuh Jangmi begitu kuat. Sinar yang ada pada tubuh Jangmi pun keluar dari tubuhnya menjadi satu gumpalan. Gumpalan yang melayang-layang ke atas mereka lalu masuk ke dalam tubuh Oh Sehun.

 

“Aphrodite…” gumam Luhan takjub melihat apa yang sedang dilihatnya saat ini.

 

Di saat itulah Chanyeol mulai mengingat sesuatu. Delapan belas tahun yang lalu, saat dirinya diserang oleh Chansung dan Gikwang. Di saat dirinya hampir mati, ada sebuah sinar yang sama memasuki dirinya. Sinar yang dipancarkan oleh ibunya, Hong Bom, yang adalah seorang Aphrodite, yang memberikannya satu kali lagi kehidupan. Dan inilah yang diberikan Im Jangmi kepada Oh Sehun.

 

“Sehun-ah…” panggil Jangmi lagi.

 

Perlahan, mata Oh Sehun terbuka. Jangmi bisa merasakan tangan Sehun yang tadi kaku, perlahan mengenggamnya kembali dan terasa hangat. Oh Sehun hidup kembali.

*******

 

TET!! TET!! TET!!

 

Terompet kemenangan tertiup keras ke seluruh penjuru Barnsteen. Ratusan percy berkumpul di kastil Empire, tentunya merayakan kemenangan mereka atas perang semalam. Akhirnya, Titania, musuh mereka benar-benar telah musnah. Kemusnahannya itu juga membuat seluruh bangsa titan lenyap dari muka bumi. Kotak Pandora yang ada pada diri Chanyeol juga masih terjaga dan aman. Ini berarti, Barnsteen telah sampai kepada sebuah kedamaian yang sesungguhnya.

 

“Saya ucapkan selamat kepada kita semua… yang telah bersama-sama mengalahkan musuh kita, para titan, hingga akhirnya, Barnsteen akan terus hidup damai selamanya!”

 

HUUUHHHH!!!!

 

“Untuk itu, mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah… ketujuh Archilless yang telah berjasa melawan Titania untuk kita.”

 

Tepuk tangan yang meriah mengiringi tujuh pahlawan Barnsteen naik ke atas mimbar. Saatnya pemasangan lencana kemenangan untuk ketujuh Archilless tersebut.

 

“Kim Jongdae…” panggil Guru Kwon. Jongdae pun maju selangkah dan menerima lencana Archilless yang dipasangkan Master Yoo kepadanya. Ia kemudian melambaikan tangannya kepada keluarganya yang berada di antara penduduk Barnsteen. Jongdae bisa melihat bagaimana tangisan kebahagiaan dari orangtuanya saat melihat dirinya berdiri sebagai seorang pahlawan.

 

“Kim Jong-in…”

 

Master Yoo memasangkan lencana berbentuk pedang ke seragam Kim Jong-in. Jong-in mengangkat tangannya dan terdengar sorak-sorai dari regu Ares, di mana ayahnya, Kim Jongkook bertepuk tangan kuat karena bangga terhadap putranya.

 

“Byun Baekhyun…”

 

Senyum Baekhyun menjadi yang paling lebar di antara keenam temannya. Baekhyun menerima lencana matahari pemberian Master Yoo dan merasa dirinya benar-benar seorang pemuda yang hebat. Baekhyun memang tidak memiliki siapa-siapa lagi di Barnsteen. Tapi dia tahu, seluruh Empire juga pasti sangat bangga padanya. Siapa sangka, sosok Baekhyun yang jahil dan cerewet berhasil menjadi salah satu pahlawan.

 

“Luhan…”

 

Luhan maju selangkah dan menerima lencana berbentuk trisula Poseidon. Luhan melambaikan tangannya kepada rombongan Lexus yang tersenyum bahagia melihat Luhan di depan. Ada Suho dan Lay yang terus mengacungkan jempolnya kepada Luhan. Sejujurnya, Luhan sangat mengHarapkan kehadiran seseorang di sana. Luhan mengHarapkan seseorang itu juga memberikan selamat padanya. Luhan mengHarapkan Xiumin ada dan tersenyum bangga padanya. Namun, Luhan yakin. Saat ini di alam sana, Xiumin pasti bangga padanya. Xiumin mungkin memang tidak akan pernah lagi menunjukkan dirinya pada Luhan seperti yang dilakukannya kemarin untuk melindungi Luhan. Tapi, Luhan bisa merasakan kehadiran Xiumin, sahabat sejatinya, di dalam hatinya.

 

“Yoo Hara …”

 

Master Yoo tersenyum melihat putrinya maju dengan semangat. Ia pun memasangkan lencana busur panah kepada putrinya sendiri. “Appa bangga padamu, Nak!” kata Master Yoo sambil membelai kepala Hara.

 

“Oh Sehun…”

 

Master Yoo melangkah mendekati Sehun. “Kau adalah salah satu pahlawan yang berjasa untuk Barnsteen, Nak.” kata Master Yoo lalu memasangkan lencana Gaea kepada Sehun. Oh Sehun kemudian tersenyum dan melihat ke barisan tempat duduk Im Jangmi yang sedang tersenyum senang ke arahnya.

 

Oh Sehun, memang terlahir sebagai titan, kaum jahat dan musuh para percy. Tapi, takdir telah memilih Sehun untuk mengkhianati bangsanya dan menjadi salah satu pahlawan untuk Barnsteen. Kenyataan bahwa dirinya adalah putra Titania, Ratu kejahatan, tak membuatnya begitu saja menyerah untuk membela kebenaran. Oh Sehun, tidak akan pernah menyesal dengan takdirnya. Jika selama ini, sejarah Barnsteen hanya mencatatkan banyaknya percy yang pada akhirnya bergabung menjadi titan. Oh Sehun berhasil menjadi sejarah pertama titan yang menjadi percy.

 

“Park Chanyeol …”

 

Master Yoo melangkah mendekati Chanyeol yang terlihat tegang. Dia memasangkan lencana petir Zeus ke seragam Chanyeol dan menepuk bahu anak itu. “Kau benar-benar putra seorang Park Jungsoo…”

 

Chanyeol tersenyum senang. Ya. Dia yakin, ayahnya dan ibunya juga sedang tersenyum bangga melihatnya saat ini. Chanyeol, tidak mengecewakan ayahnya. Dia bahkan bisa membuat sejarah Park Jungsoo terus berlanjut kepadanya. Park Chanyeol, pahlawan Barnsteen.

 

Setelah pemasangan lencana, seluruh percy yang berkumpul di aula pun bubar dan menyerbu ketujuh Archilless itu. Mereka semua memberikan selamat kepada ketujuh pahlawan mereka. Kim Jongdae yang memeluk kedua orangtuanya, Kim Jong-in yang segera menghampiri Kim Chaera. Ya. Sebentar lagi mereka pasti akan menjadi sepasang kekasih. Byun Baekhyun dan Luhan yang dikelilingi oleh para Lexus. Serta Im Jangmi, yang langsung memberikan kecupannya pada Oh Sehun, pemuda yang dicintainya. Sementara itu…

 

“CHarasseo, Park Chanyeol …” kata Hara. Ia menjijitkan kakinya untuk membelai kepala Chanyeol karena tubuhnya yang terlalu tinggi. Di saat itulah, Chanyeol memeluk Hara dan menahan Hara.

 

“YAA!! Apa yang mau kau lakukan!!” teriak Hara.

 

“Kau tidak bisa menghalangiku lagi, Yoo Hara…” Chanyeol tersenyum licik lalu menarik wajah Hara mendekat ke wajahnya.

 

“Ehem…” seseorang berdeham membuat Chanyeol kaget dan segera melepaskan Hara. Ia langsung gugup saat melihat Master Yoo melangkah mendekati mereka. “Apa kau sedang memaksa putriku?”

 

“Eng… cwesunghamnida…” kata Chanyeol sambil menunduk. Hara segera menghampiri ayahnya dengan malu-malu.

 

“Kau boleh bertemu dengan Appa setelah menghabiskan waktumu bersama pemuda nakal ini, Hara-yaa…”

 

Hara tersenyum. Master Yoo pun meninggalkan mereka berdua. Hara berbalik dan memasang senyumnya kepada Chanyeol. “YAA! Appa bisa tidak merestui hubungan kita jika kau melakukan hal seperti tadi lagi…”

 

“Yee… ara! Araseo!” kata Chanyeol terlihat tidak senang. Dan itu membuat Hara tertawa geli. Ia pun memeluk Chanyeol dengan erat.

 

“Chanyeol-aa… saranghae…”

 

“Nado saranghae…” balas Chanyeol dan membalas pelukan Hara dengan bahagia.

 

 

 

THE END

 

EPILOG

 

 

[ Dua belas tahun kemudian… ]

 

“YAA!! Park Haneul! Kembalikan sepatukuu!!” teriak seorang gadis kecil sambil berlari mengejar anak laki-laki yang mengambil satu sepatunya.

 

“Aigoo… anak itu benar-benar!” seru Jangmi kesal. “Yeobu, tidak bisakah kau mengatakan pada Park Chanyeol kalau putra mereka sangat senang menganggu Sena…”

 

“Hahaha… anak itu pasti menyukai putri kita, Jangmi-yaa…”

 

“Mworagu?” kata Jangmi kesal. “Aku tidak akan merestui mereka…”

 

Sehun tertawa melihat wajah cemberut istrinya. “Jangan terlalu sering marah… apa kau ingin membuat putri kedua kita terganggu?” kata Sehun sambil membelai perut besar Im Jangmi. Oh Sehun akhirnya berhasil menenangkan istrinya dengan sebuah kecupan manis darinya.

 

[ Di rumah lain… ]

 

“Appa bilang, malam ini aku harus menginap di rumah Baekhyun-ajjussi… Waeyo oemma?”

 

“Appamu bilang begitu?”

 

“Tapi aku senang jika harus menginap di rumah Baekhyun-ajjussi. Dia sering mengajariku bagaimana cara menjahili perempuan bawel seperti Oh Sena…”

 

“YA! Haneul-ah… kau ingin melihat eomma bertengkar lagi dengan eomma Sena? Dia selalu mengomel jika bertemu dengan eomma…”

 

“Tapi… “ kata anak berusia delapan tahun itu ragu. “Sena-chuanikka…”

 

“MWO?” bentak Yoo Hara.

 

“Museun seuriya?” tanya seseorang yang baru saja masuk ke dalam rumah mereka.

 

“Kau lihat anakmu ini, Park Chanyeol! Dia baru berumur delapan tahun dan dia sudah bisa menyukai seorang gadis. Ini pasti perbuatanmu kan?” bentak Hara. Park Haneul, putra mereka pun segera pergi meninggalkan kedua orangtuanya yang sebentar lagi akan berdebat. Anak itu tahu, ke mana dia harus pergi saat ini. Ya, seperti permintaan Appanya, dia akan menginap di rumah Byun Baekhyun, sahabat dekat ayahnya.

 

“Aku tidak pernah mengajarinya seperti itu!” kata Chanyeol.

 

“Ya. Kalau begitu yang mengajarinya pasti temanmu itu, Byun Baekhyun. Kenapa kau terus meminta Haneul menginap di rumah Baekhyun. Haneul itu anakmu atau anak Baekhyun?”

 

“Aigoo… neo jinjja! Apa kau tidak bisa menyambut kepulanganku dengan lebih lembut?”

 

“Aiishh…” gerutu Hara lalu memilih meninggalkan Chanyeol di ruang tamu. Namun, beberapa saat kemudian dia merasa sebuah tangan memeluknya dari belakang.

 

“Tidakkah kau tahu alasan aku meminta Haneul untuk menginap?” bisik Chanyeol. “Hara-ya… Oh Sehun sudah memiliki anak kedua mereka. Aku juga ingin memilikinya…” bisik Chanyeol lagi dan mempererat pelukannya.

 

BUKK!!

 

Sebuah jitakan melayang ke kepala Chanyeol.

 

“YAA! YOO HARA!”

 

 

*** EPILOG END ***

 

 

Thanks for reading and comment J

 

15 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] THE ARCHILESSS (Chapter 12-End)”

  1. ahhh gak rela udah end ..
    happy ending woahh sumpah ini krennn banget THE ARCHILLESS
    chanyeol udh punya anakk dari hara udh jadi keluarga kecil , luhan ?

    ini fanfic fantasy yg paling krenn yg prnah aku baca
    Author perfect

    di tunggu karya ff fantasy selanjutnya ya !

  2. Wooww kereenn >.< air mata, teriakan, tawa, tegang, kesel, gereget, ampe pusing tujuh keliling, semua nya aku rasain di chapter end ini …
    Jinjja daebak ^^
    TOP BGT XOXO
    fighting ^^

  3. Yah kok udah end aja sih thor pdhal masih penasaran ama kelanjutan jongin chaera,trus baekhyun,jongdae,luhan gimana?tapi gpp deh yg penting happy ending 🙂

  4. Daeebaakkk, akhirnya happy ending juga, chanyeol sma hara, sehun sama jangmi, terus jongin chaera gimana, luhan, kyung, baekhyun, ama jongdae juga gimana? waahh kecil-kecil udh suka-sukaan, baekhyun ahjussi yg ngajarin yaaa😁, terus berkarya kakaa! semangat pantang menyerah! Fighting!!!

  5. Daeebaakkk, akhirnya happy ending juga, chanyeol sma hara, sehun sama jangmi, terus jongin chaera gimana, luhan, kyung, baekhyun, ama jongdae juga gimana? waahh kecil-kecil udh suka-sukaan, baekhyun ahjussi yg ngajarin yaaa😁, terus berkarya kakaa! semangat pantang menyerah! Fighting!!!👍

  6. huuuaaahh akhir nya tamat jugaaa..
    tp aku penasaran baekhyun punya pasangan atau tidak..
    hahahaha sangat ironis kalau 12 tahun kemudian baekhyun blm mnemukan pasangan nya

  7. huuuaaahh akhir nya tamat jugaaa..
    tp aku pemasaran baekhyun punya pasangan atau tidak..
    hahahaha sangat ironis kalau 12 tahun kemudian baekhyun blm mnemukan pasangan nya

  8. akhhh senangnya dh pd happy dn rame ,, ngomong ngomong,,nasib baekhyun gmn,,pa dia jg dh nikah,,trus luhan,,kimjongin dan chaera,,jg Kyung gmn,,ko ga di ceritain,,, jd penasaran kan!!!
    keren dan selamat,,akhirnya end,, d tunggu karya lainya,,,@hana….

  9. ~hapoy ending
    woahh aq terhura….
    makasih thor udh mmberikan cerita yg amat keren ini
    good job (y)

    ditunggu cerita” jempolan lainnya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s