[EXOFFI FACEBOOK] Real Life of Idol (Part 4)

9

Title : Real Life of Idol (Part 4)

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast : Jung Jijae (OC) | Oh Sehun (EXO) | Kim Kai (EXO) | Kang Seulgi (Red Velvet)

Support Cast : SMFAMILY

Genre : Romance, Angst, Idol-life.

Rating : PG-13

Lenght : Chaptered

Chapter sebelumnya:

Chapter 1A : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-1a-sellafeb/918240178293367

Chapter 1B : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-1b-sellafeb/918240944959957

Chapter 2 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-2-sellafeb/920269404757111

Chapter 3 : https://www.facebook.com/notes/exo-fanfiction/member-real-life-of-idol-chapter-3-sellafeb/926252544158797

 

Happy Reading^^

 

Real Life of Idol – Haters Gonna be Hate

 

 

 

Van EXO sampai didepan gedung SM. Kai melihat van Section baru saja memasuki gedung SM. Tapi, tidak ada yang keluar dari van itu. Kai terus memandangi van itu intens.

 

“Ayo keluar! Wah, lihatlah fans kalian ada di sini! Mereka akan histeris saat melihat kalian keluar. Lihat saja! Kajja!” Ujar Manager Hyung.

 

“Ne.” Balas mereka bersamaan, kemudian keluar dari van satu persatu.

 

Tapi Kai tetap pada tempatnya. Dia tidak bergeming sedikitpun. Dia masih terus melihat ke arah van Section.

 

“Kau tidak turun?” Tanya Kyungsoo.

 

“Aniya, Hyung. Kau duluan saja.” Balas Kai.

 

“Eum, baiklah.” Timpal Kyungsoo yang kemudian keluar dari van meninggalkan Kai seorang diri.

 

“Aigoo, itu Oppa! Oppa, kami disini! Hwaiting!” Teriak para fans EXO itu sambil begitu histeris melihat idola mereka.

 

Member EXO terus berjalan sambil membungkuk dan tersenyum. EXO-L mungkin tengah meleleh karena senyuman idola mereka itu.

 

Mata Kai menangkap Jijae yang baru saja keluar dari van-nya seorang diri. Kai kaget dan menghela napasnya kasar.

 

Apa yang dia lakukan? Itu berbahaya. –Batin Kai.

 

Betapa kagetnya Kai saat melihat satu telur mengenai lengan kiri Jijae. Namja itu membulatkan matanya. Jijae-ya! –Batin Kai.

 

Lagi dan lagi. Ya, telur itu terus mengenai tubuh Jijae. Kai benar-benar sudah tidak bisa menahan ini. Dia keluar dari van-nya dan berdiri menghadap ke arah Jijae.

 

“Oppa!” Kaget Jijae saat melihat Kai.

 

“Gwenchana?” Tanya Kai.

 

“Yak! Bukankah itu Kai?” Kaget Chanyeol saat melihat Kai berdiri didepan Jijae untuk melindunginya.

 

Sehun menghentikan langkahnya. Dan berbalik melihat ke arah luar gedung.

 

Apa yang dia lakukan? Mencoba melindunginya? Huh, dasar bodoh! –Batin Sehun.

 

“Oppa! Kenapa kau melakukan ini?”

 

“Bukankah aku sudah bilang bahwa aku akan menjadi ksatria pelindungmu? Sekarang aku akan melindungimu. Tenanglah! Aku akan selalu melindungimu.” Tutur Kai lembut.

 

EXO-L kaget melihat salah satu Oppa mereka berdiri dihadapan Jijae.

 

“Hentikan! Itu Kai Oppa.” Ujar salah satu dari mereka.

 

Merasa sudah tidak ada lemparan telur yang mengenai tubuhnya. Akhirnya Kai berbalik menghadap fans-nya.

 

“Oppa!” Ujar fans-nya.

 

Kai menghela napasnya pelan, “Pulanglah! Dan jangan mengulanginya lagi!” Ucap Kai lembut.

 

“Oppa! Tapi… Dia…..”

 

“Bukankah aku pernah bilang bahwa aku tidak suka yeoja yang kasar? Kenapa kalian bisa begitu kasar sekarang? Aku tidak pernah menginginkan hal ini terjadi. Aku mencintai kalian, tapi kenapa kalian mengecewakan aku?”

 

“Oppa! Sudahlah!” Ucap Jijae sambil memegang lengan Kai.

 

“Jebal! Jangan perlakukan dia seperti ini! Aku mohon.”

 

 

 

Real Life of Idol – Haters Gonna be Hate

 

 

 

“Jijae-ya, gwenchana?” Khawatir Yoonji saat melihat baju Jijae penuh dengan telur.

 

“Ne, aku sudah merasa baikan.” Balas Jijae.

 

“Yak! Tidak seharusnya kau keluar tadi. Kenapa kau seceroboh itu?” Geram Manager Oppa.

 

“Yak, Oppa! Lalu kenapa kau tidak melindunginya?” Geram Seorin.

 

“A… A… Aku sudah mau melindunginya. Tapi, Kai lebih cepat dariku. Mian.”

 

“Oppa, lain kali kau harus melindunginya. Jangan sampai hal ini terjadi lagi, eoh?” Ujar Nami.

 

“Ne, mianhae.”

 

“Gwenchana, Oppa. Aku memang terlalu ceroboh. Tapi, setidaknya aku baik-baik saja sekarang. Jadi Eonnideul, jangan memarahinya!” Tutur Jijae.

 

“Huh, baiklah. Hati malaikatmu muncul lagi. Seharusnya kau memarahi mereka yang melempar telur padamu. Jangan kau biarkan mereka pergi begitu saja!” Ujar Minji.

 

Jijae hanya tersenyum, “Ne, lain kali aku akan memarahi mereka.” Canda Jijae.

 

Sementara itu, ditempat lain. EXO tengah berkumpul diruang latihan mereka. Kai sudah membersihkan dirinya dari telur-telur itu. Kai mengusap rambutnya dengan handuk.

 

“Kai-ya, kenapa kau melindunginya?” Tanya Lay.

 

“Aku? Gwenchana.” Balas Kai.

 

“Yak! Tidak mungkin. Kenapa kau melindunginya, eoh? Kau menyukainya?” Tanya Suho.

 

Kai diam.

 

“Yak! Yak! Yang dimaksud Sehun tadi malam tentang wanita yang kau sukai adalah Jijae?” Tebak Xiumin.

 

Kai tidak menjawab, dia hanya menatap Xiumin.

 

“Yak! Kenapa malah menatapnya? Jawab pertanyaannya!” Ujar Chen.

 

“Aku hanya ingin melindunginya. Karena namjachingu-nya tidak bisa melindunginya.” Tutur Kai sambil menatap Sehun sengit.

 

Sehun yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya, akhirnya menatap tajam Kai.

 

“Kau mengejekku?” Tanya Sehun dingin.

 

Kai tidak menjawab, dia hanya menatap Sehun sengit.

 

“Yak! Yak! Jangan bertengkar lagi! Apa kalian tidak lelah? Aku tidak bisa membayangkan kalau kalian merusak konser kita di Tokyo Dome besok. Aku mohon! Jangan seperti ini!” Ujar Baekhyun.

 

“Dia yang memulainya. Bukankah kau lihat, sedari tadi aku diam saja? Jadi jangan salahkan aku.” Timpal Sehun.

 

Kai tertawa meremehkan, “Jinjja! Kau bahkan tidak mau disalahkan setelah melihat yeojachingu-mu dilempari telur karenamu! Namja macam apa kau?” Enteng Kai.

 

“Yak! Kau benar-benar!” Emosi Sehun seraya akan menyerang Kai, tapi hal itu dihalangi oleh member yang lain.

 

“Yak! Berhenti berkelahi!” Perintah Xiumin.

 

“Dia yang memulainya, Hyung.” Emosi Sehun.

 

“Aku tidak peduli siapa yang mulai duluan. Yang penting, berhentilah! Jangan membuat keadaan semakin rumit! Dan kau, Kai! Tidak seharusnya kau berkata seperti itu. Apa kau tidak bisa dewasa sedikit?” Ujar Xiumin.

 

“Aku tidak dewasa? Seharusnya kau katakan kalimat itu padanya. Bukan padaku.” Balas Kai seraya melirik Sehun, lalu meninggalkan ruang latihan begitu saja.

 

“Yak! Kau mau kemana?” Teriak Kyungsoo.

 

 

 

Real Life of Idol – Haters Gonna be Hate

 

 

 

Jijae menempelkan ponselnya di telinga kirinya, “Jina-ya, mulai sekarang jangan terlalu sering menonton televisi, membaca koran atau majalah dan juga internet. Kau cukup belajar dan membantu Eomma menjaga kedai. Ingat itu, ya?”

 

“Wae, Eonni? Kenapa tidak boleh?” Tanya Jina, yeodongsaeng Jijae.

 

“Gwenchana. Aku tidak mau kau mendapat nilai jelek karena terus ingin melihat keadaanku melalui media itu. Mulai sekarang, kalau kau mau mengetahui keadaanku telepon saja aku, aku akan selalu mengangkatnya untukmu.” Jijae menahan isakannya.

 

“Eonni menangis?”

 

“Aniya, suaraku memang sedikit tidak sehat. Tenanglah, aku baik-baik saja disini. Kau harus belajar dengan tekun dan selalu menjaga Eomma. Sering-seringlah dirumah dan temani Eomma. Jangan pikirkan omongan orang-orang yang tidak penting, tetap jalani hidup dengan tenang. Eoh?” Jijae terus meneteskan air matanya.

 

“Eoh. Aku akan melakukan itu semua.”

 

“Eum, gomawo. Katakan pada Eomma untuk tidak membuka media yang tadi Eonni sebutkan! Ingat itu!”

 

“Ne, akan aku sampaikan. Kau tidak mau bicara dengan Eomma?”

 

“Tidak usah. Kalau begitu jaga dirimu baik-baik. Aku tutup dulu.”

 

“Ne.” Jina bingung dengan sikap Eonni-nya itu.

 

“Eomma!” Seru Jina.

 

“Wae?” Tanya Eomma-nya.

 

“Tadi Eonni menelepon.” Balas Jina.

 

“Kenapa kau baru memberitahuku?” Tanya Eomma-nya.

 

“Sepertinya dia sedang buru-buru. Oh iya, dia tadi menyampaikan sesuatu.”

 

“Mwo?” Tanya Eomma-nya.

 

Jina menjelaskan semuanya.

 

“Dia bilang begitu? Eoh, baiklah. Lagipula Eomma terlalu sibuk untuk membuka media-media itu.” Timpal Eomma-nya.

 

Jina mengangguk.

 

Jijae menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil terus menangis. Kemudian dia menyeka air matanya yang terus mengalir di pipinya. Dan menundukkan kepalanya.

 

Mianhae, Eomma, Jina-ya. Aku hanya tidak ingin kalian tahu tentang masalah ini. Aku tidak ingin kalian mengkhawatirkan aku. Cukup aku yang akan merasakan rasa khawatir disetiap langkahku, aku tidak mau kalian ikut terlibat. Mianhae. –Batin Jijae.

 

Jijae mendengar suara langkah kaki yang terdengar semakin kencang setiap detiknya. Dengan cepat dia menyeka sisa air mata di pipinya dan duduk tenang agar tidak ketahuan habis menangis.

 

Kai pergi ke atap gedung SM. Setelah sampai, betapa kagetnya bahwa ada seorang yeoja yang begitu ia kenal tengah duduk di sana.

 

“Kenapa kau disini?” Tanya Kai.

 

“Eoh? Oppa? Aniya, aku hanya senang di sini.” Balas yeoja itu.

 

“Begitukah? Kau masih bau amis.” Canda Kai.

 

“Yak! Tapi… Gomawo, Oppa.”

 

“Eoh, Jijae-ya. Aku ‘kan sudah berjanji padamu.” Tutur Kai.

 

“Oh iya, bukankah besok kau akan konser di Tokyo Dome?” Lanjut Kai.

 

“Ah, ne. EXO juga, ‘kan?” Tanya Jijae.

 

“Eoh, kalau begitu kita pergi bersama ke bandara.” Ujar Kai.

 

“Eum, kita akan satu pesawat juga.” Balas Jijae.

 

“Kau… Akan bersama Sehun?” Tanya Kai.

 

Jijae mengangguk.

 

 

 

Flashback On.

 

 

 

“Gwenchana?” Tanya CEO.

 

“Ne.” Balas Jijae.

 

“Maaf atas kejadian tadi. Maaf karena tidak ada penjaga disana.” Ucap CEO.

 

“Ne, tidak apa-apa. Aku sudah baik-baik saja.” Timpal Jijae.

 

“Tapi… Ada apa Anda memanggilku?” Sambung Jijae.

 

“Besok, berangkatlah ke bandara bersama Sehun. Mereka harus melihat kebersamaan kalian.” tutur CEO.

 

Jijae menghela napanya pelan, “Ne, Algesseoyo.” Pasrah Jijae.

 

 

 

Flashbak Off.

 

 

 

“Bukankah itu terlalu berbahaya? Itu akan mengundang kemarahan fans. Kenapa CEO bertindak sejauh ini?” Geram Kai, “Aku harus bicara padanya.” Sambung Kai kemudian ingin pergi.

 

Tapi Jijae menahannya, “Hajima! Kau tidak boleh melakukan itu. Ini rahasia, hanya kau yang tahu bahwa skandal ini palsu. Kalau kau bertemu CEO dan mengatakan semuanya, pasti keadaan akan semakin rumit. Jadi, mengertilah!” Mohon Jijae.

 

Kai menghela napasnya, lalu duduk kembali. “Arraseo.” Balas Kai.

 

 

 

Real Life of Idol – Haters Gonna be Hate

 

 

 

“Kalian sudah siap?” Semangat Manager Oppa.

 

“Ne.” Balas member Section.

 

Tiba-tiba saja dari dalam gedung EXO dan Manager mereka datang. Jijae tersenyum saat melihat Kai disana. Tidak dengan Sehun, dia hanya melihat Sehun dengan biasa saja. Sehun memutar bola matanya malas saat melihat adegan tatap-tatapan antara Jijae dan Kai.

 

“Wah, kalian akan ke bandara juga ‘kan? Ini adalah konser kalian di Tokyo Dome.” Ujar Manager Hyung, “Pasti menyenangkan ‘kan bisa berbagi panggung? Iya ‘kan?” Goda Manager Hyung sambil menyenggol lengan Sehun dan melirik ke arah Jijae.

 

“Itu benar. Ini juga merupakan perjalanan pertama Section ke Jepang. Mereka sangat menantikan hal ini.” Balas Manager Oppa.

 

“Kalau begitu, kajja! Aku sungguh tidak sabar.” Semangat Chen.

 

Kemudian mereka memasuki van mereka masing-masing. Perjalanan berjalan lancar sampai ke bandara. Mereka turun bersamaan dari van.

 

Chanyeol menyenggol lengan Sehun sambil melirik ke arah Jijae. Seolah memberitahukan ‘Dekati dia!’. Kemudian Sehun mendekati Jijae dan jalan disampingnya. Kai melihat itu dan memutar bola matanya malas.

 

“Jangan salah paham. Ini perintah CEO.” Ujar Sehun.

 

Jijae tak menjawab dan hanya terus berjalan ke depan.

 

Dia menghiraukanku? –Batin Sehun.

 

“Yak! Jawab aku!” Geram Sehun.

 

“Arra.” Balas Jijae singkat.

 

Sehun tidak puas dengan jawaban Jijae. Akhirnya Sehun menarik pergelangan tangan Jijae untuk memaksanya menghadap ke arah Sehun. Kai yang melihat itu langsung ingin menghentikan perbuatan Sehun. Tapi tangannya ditahan oleh Kyungsoo.

 

“Biarkan mereka bicara berdua!” Ujar Kyungsoo.

 

Kai menghela napasnya pelan.

 

“Yak! Lepaskan aku!” Cerca Jijae sambil memberontak.

 

“Aku tidak akan melepaskanmu. Bersikaplah yang manis padaku! Banyak pasang mata yang menatap kita.” Ucap Sehun pelan.

 

“Maka dari itu, aku tidak ingin dekat-dekat denganmu. Aku sungguh kecewa. Kenapa kau hanya menonton kemarin? Kenapa kau tidak melindungiku? Setidaknya setelah kejadian itu, seharusnya kau mengirim pesan atau menelepon untuk menanyakan keadaanku. Tapi apa? Nihil. Kau bahkan tidak peduli. Jadi, jauh-jauhlah dariku!” Tandas Jijae.

 

“Kau berharap terlalu banyak padaku. Aku disini, dihadapanmu, hanya untuk melaksanakan perintah CEO. Tidak lebih dari itu. Tapi, sepertinya kau salah paham.” Balas Sehun dingin.

 

“Ne, aku memang salah menilaimu. Aku berfikir bahwa ini adalah kesempatan terbaikku untuk dekat denganmu. Tapi aku melupakan satu hal yang begitu penting. Sikapmu! Ya, sikap dingin yang tidak pernah hilang darimu. Aku benci sikap itu. Kau bahkan sering menghiraukanku. Jadi… Bagaimana rasanya? Bagaimana rasanya dihiraukan?” Timpal Jijae sengit.

 

“Kau balas dendam? Yak!” Geram Sehun.

 

“Ne, balas dendam. Sakit bukan?” Balas Jijae kemudian meninggalkan Sehun seraya menepuk pelan lengan Sehun agar terlihat tidak terlalu menonjol kalau mereka sedang bertengkar.

 

Sial! Dia benar-benar! –Batin Sehun.

 

 

 

Real Life of Idol – Haters Gonna Be Hate

 

 

 

EXO dan Section berdiri di panggung megah Tokyo Dome. Panggung megah yang selama ini mereka impikan. Ya, sekarang sudah terwujud.

 

Mereka menyapa para fans. Para fans begitu antusias menyambut sapaan mereka. Jijae berulang kali menghela napasnya, dia benar-benar gugup. Karena ini adalah panggung pertamanya setelah skandal itu. Terlebih lagi, dia satu panggung dengan Sehun.

 

Semoga semuanya berjalan dengan lancar. Semoga. –Batin Jijae.

 

“Sekarang sambutlah penampilan dari Section dengan lagu debut mereka, ‘Sleeping Baby’. Selamat menyaksikan.” Ujar Pembawa Acara.

 

Para fans berteriak histeris. Tapi, disebelah kiri depan tidak ada yang menyalahkan light tick, hanya satu lightstick yang menyala di sana. Mereka yang tidak menyalakan lightstick adalah haters Jijae, mereka juga menatap Jijae sengit.

 

Jijae tetap tenang dan bernyanyi diatas panggung. Dia berhasil menyelesaikan panggung pertamanya di Tokyo Dome dengan cukup baik. Jijae tersenyum pada Kai saat berpas-pasan di tangga, Jijae melewati Kai dan berpas-pasan dengan Sehun. Tapi, tiba-tiba dia terjatuh. Sehun menangkap tubuh Jijae.

 

“Jijae!” Panik Kai kemudian memopongnya ke ruang ganti.

 

Sehun hanya diam di tempatnya menangkap tubuh Jijae yang lemah.

 

“Jijae-ya, ireona! Jebal!” Ujar Kai.

 

“Kai-ya, cepatlah! Sekarang kau harus tampil.” Ujar Manager Hyung.

 

“Ne. Tolong jaga dia!” Tutur Kai pada member Section.

 

“Ne, kamsahamnida.” Balas member Section dan sedikit membungkuk.

 

“Huh, uri Maknae! Kenapa kau bisa pingsan seperti ini?” Lirih Minji.

 

“Apa karena dia melihat black ocean disebelah kiri depan tadi? Mereka juga menatap Jijae sengit. Aku yakin Jijae sangat tertekan.” Ujar Keyla.

 

“Mungkin karena itu. Huh, Maknae-ya! Kuatlah!” Lirih Jieun.

 

Member Section terus berupaya untuk menyadarkan Jijae dari pingsannya. Pada akhirnya, Jijae mengerejabkan matanya dan membukanya perlahan.

 

 

 

Real Life of Idol – Haters Gonna be Hate

 

 

 

Jijae pergi ke tempat yang lumayan jauh dari ruang ganti dan panggung. Dia ingin menenangkan dirinya. Dan terbukti, disini dia merasa nyaman dan tenang.

 

Konser sudah berakhir. Dia meninggalkan ruang ganti saat penampilan terakhir Section. Dia pergi tanpa di ketahui siapa pun.

 

Sementara itu, suasana di ruang ganti Section sangat tegang. Semua orang kebingungan kemana perginya Maknae Section tersebut.

 

“Apa kau tidak ada disini saat dia pergi, Oppa? Bukankah kau yang akan menjaganya? Kenapa kau malah tidak tahu dia pergi kemana? Oppa, kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana? Huh.” Keluh Seorin.

 

“Jijae menyuruhku mengambil segelas air hangat. Jadi, aku pergi meninggalkannya sebentar. Saat aku kembali, ternyata dia sudah tidak ada.” Balas Manager Oppa.

 

“Sudahlah. Sekarang kita harus mencari Jijae, bukannya malah berdebat seperti ini. Kajja!” Yoonji selaku Leader Section menengahi perdebatan antara Manager Oppa dan Seorin.

 

Jijae mengambil napas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan sambil memejamkan matanya. Itulah ritual penenangnya saat ini.

 

Tiba-tiba saja dia mendengar suara gaduh dari samping kirinya. Seperti suara yeoja-yeoja yang sedang bertengkar. Jijae yang penasaran langsung menghampiri ke sumber suara.

 

Suara itu semakin kencang di telinga Jijae. Pasti tidak jauh dari sini. –Batin Jijae.

 

Jijae melihat segerombolan yeoja yang menghimpit seorang yeoja di dinding. Itu terlihat seperti penindasan.

 

“Yak! Seharusnya aku yang marah pada kalian. Kalian sengaja membuat Section terlihat konyol diatas panggung tadi, terutama Jijae. Kenapa kalian tidak bisa bersikap dewasa? Apa kalian masih seorang anak kecil? Kenapa kalian bersikap begitu kekanak-kanakan, eoh?” Ujar yeoja yang dihimpit oleh segerombolan yeoja itu.

 

Mwoya? Apa dia Tionatic (sebutan fans Section)? Apa dia fans-ku? –Pikir Jijae.

 

“Yak! Dia memang pantas mendapatkan itu. Memangnya dia pikir, dia dapat dengan mudah diterima sebagai yeojachingu Oppa kami? Aniya, itu tidak akan pernah terjadi. Dia yang lebih dulu membuat kami menjadi lelucon dengan mengencani Oppa kami. Dan lebih menyebalkannya lagi, dia juga menggoda Kai Oppa. Kau juga pasti tahu ‘kan kejadian kemarin didepan gedung SM?” Tutur seorang yeoja yang dikenal sebagai EXO-L, fans EXO.

 

“Ne, aku tahu. Aku ada disana, dan kau pasti lebih tahu karena kau yang melemparinya dengan telur busuk itu. Kau yang memprovokasi EXO-L yang lain untuk menyakiti Jijae.” Balas fans Section itu.

 

“Huh, jangan terlalu berlebihan! Kau dan idola-mu itu sama saja, kalian sama-sama lemah. Kalian tidak punya kekuatan, dan itu semua terbukti dari konser tadi. Bukan hanya sisi sebelah kiri yang tidak menyalakan lightstick, tapi hampir seluruh sisi. Black Ocean! Section pantas mendapatkan itu, terutama wanita itu!”

 

“Black Ocean!” Ledek yang lain.

 

“Seharusnya kau sadar, perbuatanmu sudah lebih dari keterlaluan. Kalau kau yang ada diposisi Jijae bagaimana? Apa yang akan kau lakukan saat kau menjadi seorang Idol yang dikencani Idol pria yang mempunyai fans sepertimu? Kau akan diperlakukan seperti kau memperlakukan Jijae, apa yang akan kau lakukan? Jawab aku!”

 

Skak mat. Hening. Tidak ada yang menjawab.

 

“Wae? Kalian tidak bisa menjawabku? Kalau kalian bisa dengan kuat berada diposisi Jijae sekarang, aku akan memberi kalian tepukan yang sangat meriah. Tapi… Kalian tidak bisa ‘kan? Ya, sesuai perkiraanku. Kalian yang lemah, bukan aku ataupun Section.” Tandasnya.

 

“Tutup mulutmu! Dan katakan pada idola-mu itu untuk menjauh dari idola kami! Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan membuat hidupnya seperti di neraka. Begitu pun denganmu. Terima ini!” Yeoja itu akan melayangkan satu tamparan di pipi yeoja didepannya itu.

 

Tapi…

 

TAP.

 

Jijae menahan tangannya, “Kenapa kalian begitu kasar?” Tandas Jijae.

 

Mereka semua kaget akan kedatangan Jijae yang begitu tiba-tiba. Jijae melepaskan pergelangan tangan yeoja itu.

 

“Kalian boleh menyakitiku, tapi jangan sakiti fans-ku! Aku sudah cukup kuat mendapatkan serangan langsung maupun tidak langsung dari kalian. Aku tidak menyalahkan kalian, mungkin ini memang jalan yang harus aku tempuh. Jujur, aku memang tidak cukup tangguh dalam menghadapi serangan kalian. Aku begitu lemah sampai tidak sanggup untuk berdiri dan sekedar memejamkan mataku untuk tidur sebentar saja. Ya, itulah aku. Tapi, aku bukan seorang pengecut yang hanya akan bersembunyi sambil melihat seseorang ditindas karena aku. Jadi, tolong berhentilah menindasnya! Jebal!” Tutur Jijae.

 

“Jijae!” Lirih fans-nya yang tepat berada dibelakangnya.

 

“Tutup mulutmu! Tidak usah berceramah dihadapan kami. Kami muak mendengarnya. Kau memang pantas mendapatkan serangan dari kami. Tidak usah mengeluh dan tetap pada pendirianmu yang konyol itu! Kami ingatkan padamu, jauhi Oppa kami atau kau tidak akan pernah hidup tenang layaknya orang biasa!”

 

“Apa yang harus aku lakukan saat Oppa kalian mendekatiku? Mwo? Katakan padaku! Aku mencintai Oppa kalian, apa itu hal yang salah? Kenapa kalian harus mengontrol perasaan seseorang? Aku saja tidak bisa mengontrol perasaanku padanya, lalu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa… Hidup tanpa mencintainya.” Jijae menundukkan kepala dan memejamkan matanya saat mengatakan kalimat terakhirnya.

 

Fans EXO yang ada disana menatap tajam Jijae dan menghela napas mereka kasar. Fans EXO yang tadi ingin menampar fans Section, tertawa mengejek.

 

“Kau begitu konyol! Kau pikir kau bisa mengontrol perasaan kami? Tidak bisa! Kita sama-sama tidak bisa melakukan itu. Tapi, takdir kita berbeda. Kau harus menanggung amarah kami. Kau membuat kami dikesampingkan oleh idola kami, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan menyingkirkanmu!”

 

“Mereka tidak pernah mengesampingkan kalian. Kalian tetap dicintai oleh meraka.” Ujar Jijae.

 

“Tapi, dengan adanya kau disampingnya, cintanya terbagi dua dan kami tidak bisa merasakan cintanya lagi pada kami. Terutama Sehun Oppa dan Kai Oppa. Tidak cukup dengan mengencani Sehun Oppa, tapi kau juga menggoda Kai Oppa. Kau benar-benar keterlaluan!”

 

“Tapi…”

 

“Diam kau! Kami tidak akan pernah memaafkanmu!” Tandas yeoja itu kemudian mendorong Jijae dan fans-nya sampai jatuh ke tanah.

 

 

 

 

TBC

 

 

 

RCL juseyo~

13 tanggapan untuk “[EXOFFI FACEBOOK] Real Life of Idol (Part 4)”

  1. Serasa mintak d tendg tu si hun Plus Fans nya😠,
    Neeeexxxtttt Onnnnnniiieeeee
    Gak Sabar Gak Sabarrr. . >< 😍
    Makin Serruuuu Hehe
    Fighting 😉 onniiiieeee

  2. Next eonn maaf baru nongol soalnya ada uts seru ceritanya banyakin adegan jijae sm sehun donk aku suka adegan sehun sm jijae berantem ><
    KEEP WRITING AND FIGHTING !!!

  3. mana nih monent sehun-jijae kok dikit bgt…

    banyakin moment sehun-jijae donk di part selanjutnya….
    moga aja sehun lama” bisa suka ma jijae….

  4. Sehun jahat. Tapi pantes digituin sama Jijae, dan uri Jongin. Haaa rasanya lebih sayang sama Kai deh wkwk. Makin seru ceritanya, mudah-mudahan Sehun-Jijae moment lebih banyak di part berikutnya. Aku menanti! Hwaiting!

  5. deuh gemes bacanya…jd cma gtu aja andil sehun buat jijae??sehun jahat huhh
    aku brharap td tuh sehun yg nyelametin..

  6. Ya ampun kenapa disini kesan EXO-L sangat kasar dan egois ya. Kasihan Jijae Sehun benar-benar tak mencintainya ya.. ya ampun apa yang akan di lalukan oleh Jijae sepertinya CEO memang sengaja deh buat nama Jijae hancur.. ah molla… lebih bagus ia dengan Kai saja. Kai sangat menjaganya.
    Next chapternya ya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s