[EXOFFI FREELANCE] Sorry (Chapter 1)

PhotoGrid_1456905767305

Title

Sorry

Author

haneul88

Length

Chapter

Genre

School life, romance,

Rating

PG -15

Main Cast

Kim Jongin

Park Hye Bi [OC]

Additional Cast :

Park MyunJi (Hyebi’s Appa)

(Mrs. Park)

Disclaimer :

The characters are belong to themselves. The OC and story are belong to me. Please don’t do copy and paste without my permission. Happy reading!

Author’s note :

Leave a comment juseyo.

Chapter 1

            Kesalahan. Satu kata yang mempunyai makna negatif. Bertambah negatif lagi ketika kita melakukannya dengan sengaja. Balas dendam? Entahlah, ia hanya menyalurkan rasa sakit hatinya. Ia mengutarakan dengan cara kejamnya. Ayolah, dia bukan tipe orang pemaaf dan peminta maaf. Ia hanya mempunyai rasa dendam dan sakit hati yang sangat. Bilang saja dia gila. Dia gila memang, terlalu gila untuk memikirkan gadis itu sebelumnya, tapi entah pada akhirnya. Bagaimanapun itu, kesalahan yang sangat besar juga pada akhirnya mempunyai efek yang mendalam. Kesalahan seperti pembunuhan, terror(?), penculikan, penyiksaan, pada akhirnya itu merupakan kesalahan besar yang di buat jongin. Kesalahan? Ya, menurut jongin itu hanyalah kesalahan. Pada akhirnya ia mengakui bahwa itu kesalahan, meskipun sebenarnya itu bukan hanya kesalahan. Setidaknya ia mengakuinya, dan menyesal mungkin? Entahlah.

***

Gadis itu melakukannya. Ia sudah tak tahan dengan semuanya. Lebih baik ia mati.

Suasana mencekam terlalu kentara di antara mereka berdua. Berlatar ruangan yang terdapat sebuah kasur king size yang biasa disebut sebagai kamar. Mereka di rumah jongin. Ya, dikamarnya. Jongin tak rela, jujur ia tak rela. Bukan ini skenarionya. Yang ia rencanakan bukan seperti ini. Ini salah. Bukan, bukan seperti ini. Bahkan ia sudah mulai mengubah skenario yang dibuatnya. jangan lakukan, ku mohon jangan kalimat itu sangat ingin Jongin ucapkan. Akan tetapi pada akhirnya hanya sampai di tenggorokannya saja. Jujur ia ingin mengatakannya, memohon sekalipun menjatuhkan harga dirinya. Tapi ia tak bisa, lidahnya terlalu kelu untuk melanjutkannya. Pistol itu, entah bagaimana gadis itu bisa menemukannya. Sial! Jongin mengumpat dalam hati. Ia terlalu lalai dalam menyimpan barangnya. Semua tempat memang ia sediakan senjata tajam. Entah itu berupa pistol, katana, ataupun hanya sebuah pisau. Ia selalu menyimpan di tempat – tempat teraman menurutnya. Dan di ruangan ini ia menyimpannya di dalam rak buku tingkat ke-4 di urutan ketiga yang ada di almarinya. Oh ayolah, bahkan Hyebi tak pernah menyukai buku sebelumnya. Apalagi semua buku yang ia punya setebal kamus bahasa inggris sebagian besar. Bagaimana mungkin ia bisa menemukannya. Hyebin telah mengarahkan pistol itu tepat di pelipis sebelah kanannya, tak lama mugkin semua akan terjadi jika saja Jongin tak mecoba menghentikannya. “Hajima, jebal. Jangan lakukan itu. Maafkan aku.” Bang! Pada akhirnya kata – kata itu terucap. Setan – setan yang mengeliliginya selama ini terbahak dengan keras atas pengakuannya. Mimpi apa semalam hingga bisa mengatakan kata – kata itu. Maaf? Bullshit!. “Bukankah ini yang kau inginkan sebenarnya? Aku mati dihadapanmu mu? Haha” ucap Hyebi sedikit bergetar di menertawakan dirinya saat ini. Setidaknya dengan ini Jongin sedikit lega, Hyebi menurunkan pistolnya. Dia tampak lelah dengan mata sayunya. “Aku akan mati hari ini. Mati di tanganku sendiri. Oh.. kalaupun kau mau aku bisa memberikan pistol ini kepadamu, sehingga aku bisa mati di tanganmu seperti yang kau inginkan.” Ucap Hyebi sarkastik.

***

Pagi ini Jongin pergi kesekolah dengan tak minat. Ia lelah sungguh. Sekalipun Kim Jongin adalah murid terpintar di sekolah yang selalu mendapatkan rangking pertama, siapa tahu ia selalu ogah – ogahan ketika berangkat sekolah. Meskipun di kelas ia tampak sangat berminat untuk mengikuti pelajaran, siapa yang tau ia bahkan hanya melihat seosangnim yang mengajar dengan tatapan kosong. Ayolah, itu sangat mudah bangi Jongin. Menyembunyikan apa yang ia rasakan sebenarnya. Ya, seperti menyembunyikan perasaannya pada gadis itu sebelumnya. Park Hye Bi. Ia menyembunyikanya pada awalnya. Akan tetapi ketika mendengarkan fakta bahwa Hye Bi akan bertunangan siapa yang tahan dengan itu? Jongin mendengarnya. Tak banyak yang tahu mengenai itu, tapi Jongin mendengarnya. Hebat bukan? Tapi sebenarnya penjelasannya sederhana. Ia selalu mengikuti kemanapun Hyebi pergi dengan diam – diam sehingga ia bisa mengetahui semuanya. Penguntit? Bisa dibilang seperti itu.

***

Semua cerita bermula ketika Jongin melakukan hal gilanya. Ketika pulang sekolah ia secara tiba – tiba menyetop jalan Hye Bi ketika ia sedang sendiri. Selagi Hyebi masih binggung dengan semuanya, ia langsung menarik tangan Hyebi memasuki mobilnya. Hyebi mengenalnya? Tentu! Siapa yang tak kenal Kim Jongin murid kelas 12 yang mempunyai kharisma tinggi, selalu mendapatkan urutan pertama, bahkan orang tuanya adalah penyalur dana terbesar di sekolahnya. Hyebi menganggap Jongin saingannya tentu. Ia selalu mendapatkan satu peringkat tepat dibawah Jongin. Sangat sulit untuk mengalahkannya. Sekalipun ia belajar sangat giat sekalipun ia tak pernah mendapatkan peringkat di atas Jongin. “haebin-ah hya! Hyebi! Kau melamun?” sontak Hyebi menolehkan kepalanya. Apa katanya? Haebin? Sejak kapan namanya menjadi Haebin? Hyebi menatap Jongin dengan tatapan tak mengerti. Jongin yang ditatap seperti itu akhirnya mengakui kekeliruannya. “ah.. ne, mian. Menurutku namamu terlalu sulit aku lafalkan. Jadi menurutku lebih baik aku memanggilmu Haebin, ya meskipun keduanya tetap terasa sulit. Haha” Jongin tertawa hambar setelahnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Grogi? Tentu. Sejak kapan ia pernah dekat dengan yeoja kecuali eomma dan saudara terdekatnya. “uhm, dimana rumahmu? Aku akan mengantarkanmu” ucap Jongin mengalihkan pandangannya ke jalan. “ah, ne? sudah tak jauh dari sini,” ucap Hye Bi menggantung. Sebenarnya sekalipun Jongin tak bertanya ia sudah tahu dimana rumahnya. Hanya saja semuanya akan terasa aneh jika ia tak bertanya. Lagipula apa yang tak Jongin ketahui tentang Hyebi.

Tak terasa mereka telah sampai di depan rumah Hyebi. “terimakasih, bag…” “ne, aku akan mampir terlebih dahulu.” potong Jongin cepat. Langsung saja ia membuka pintu di sebelahnya, keluar, menutupnya lagi kemudian membukakan pintu untuk Hyebi. Mereka berdua memasuki halaman luas rumah Hyebi itu. Sampai ketika ia mencapai pintu depan Hyebi kemudian membukanya. “aku pulang.” Ucap Hyebi datar. Terlihat kedua orang tuanya sedang duduk berbincang di sofa ruang depan. Mengejutkan tentunya melihat kedua orang tuanya yang bahkan selama ini seakan ia tak pernah bertemu dengan mereka. Mereka pulang saat ia telah tertidur di malam hari. Sedangkan kedua orang tuanya berangkat pagi – pagi sebelum ia bangun. Entah apa yang mereka kerjakan sebenarnya. Hyebi pun tak tahu dan tak ingin tahu tentang semua itu. Tatapan kedua orang tuanya langsung tertuju pada Jongin yang berada di sampingnya setelah mereka membalas ucapan Hyebi. Raut terkejut sangat kentara di muka mereka. Karena merasa memiliki tamu pada akhirnya mereka mempersilahkan Jongin untuk duduk. Baru saja Hyebi akan beranjak kekamarnya, secara tak terduga ia menahan tangan Hyebi. Hyebi yang tak mengerti apa maksud Jongin sebenarnya dan hanya duduk di sebelah Jongin. Mungkin ada yang ingin ia bicarakan kepadanya dan.. orang tuanya (?). Hah? Begitu terlintas pikiran itu ia menatap Jongin tak mengerti. Akan tetapi sayangnya Jongin telah menatap tajam kedua orang tuanya. “Aku ingin memilikinya” tanpa pikir terlebih dahulu Jongin mengutarakan maksudnya. Kedua orang tua Hyebi yang ta mengerti hanya mengernyit mendengarnya. “Memilikinya? Apa maksudmu? Apa kau gila? Lagi pula putriku sudah akan bertunangan. Memangnya kau siapa?” ucap appa Hyebi merendahkan. “Memangnya siapa dirimu nak? Selama ini Hyebi bahkan tak pernah berbicara tentang laki – laki sekalipun.” Tambah eomma Hyebi. Hyebi hanya diam dengan semua yang terjadi. Kepalanya terlalu pusing untuk memikirkan ini. Sepertinya apa yang diucapkan Minri sahabatnya benar, bahwa selama ini Jongin menguntitnya. “Aku serius dengan apa yang kukatakan. Aku mencintainya. Baiklah jika memang belum bisa aku memilikinya dengan penuh, aku ingin melamarnya terlebih dahulu.” Ucap Jongin dengan satu tarikan napas. Ayolah, Jongin benar – benar serius saat ini. Ia tak main – main. Ia sadar ini memang gila. Tapi ia sudah tak tahan dengan semuanya. “Memangnya kau punya apa? Bahkan aku tak yakin dengan nilai – nilaimu. Lihatlah penampilanmu. Berantakan. Kau selama ini berniat sekolah atau tidak? Haha. Aku bahkan tak bisa membayangkan bagaimana putriku bisa hidup bersama dirimu yang seperti ini.” Ejek appa Hyebi dengan sinis. “Lagi pula aku tak yakin kau dari keluarga baik – baik. Sepertinya keluargamu berantakan. Pantas saja ucapan dan perilakumu tak bisa di jaga.” Kedua orang tua itu seakan – akan saling berebut untuk melecehkan Jongin. Jongin tak terima. Tentu saja. Siapa yang terima jika diejek sekejam itu, bahkan membawa – bawa nama keluarga. “Aku memaksa.” ucap Jongin tegas. Rahangnya sudah mengeras. Emosinya sudah di puncak. Tangannya mengepal. Ia tak tahan untuk mengamuk, akan tetapi ia mencoba untuk menahannya. Ia tak boleh kelepasan. Ini bukan tempatnya. Kedua orangtua itu tertawa keras. Sungguh ia merasa teman dari putrinya ini memang benar – benar gila. Lagi pula siapa yang mau ketika seseorang datang kerumah orang tuamu dan berkata ingin melamarmu, sedangkan memiliki hubungan sebelumnya pun tak pernah kecuali sebatas teman. Jongin akui ia salah, dan ia kalah. Dengan emosi yang memuncak ia pergi meninggalkan rumah itu dan mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan. Ia benci, sangat. Ia sakit hati. Ia memiliki dendam.

***

 

TBC

42 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Sorry (Chapter 1)”

  1. omegat tuh kkamjong item kenapa lagi pake nekat ngelamar cewek didepan orangtuanya sih cewe.. kan kasihan ceweknya jadi malu dan mengelupas wajah.. dan aku penasaran apakah jongin disini psykopat atau gimana sih?? dia kok terobsesi banget ama hyebi dan kenapa nggak milih author saja.. pilih apa yang didepan mata daripada nanti dia ditolak.. padahal kan dia tau kalau author sangat mengharapkan kepulangan kakanda kkamjong.. aduh thor kenapa diriku jadi ngomong gak jelas ya ??
    thor semangat untuk melanjutkan nulisnya.. ff ini harus end.. karena kalau nggantung nggak dilanjut aku bakalan heboh sendiri disekolah marah marah gak jelas dan ngomong apalah apalah

    from,
    selingkuhannya KIM JONGIN 😀

  2. Eh ya author… mau tanya masih sekolah ya? Soalnya kokbahasanya kayak anak sekolahan gitu #bercanda
    Btw author ff karya author yang lain apa ya? 😇
    Semangat author-nim 🙌🙌🙌🙌

  3. Oh ya author….. itu knp ya gambarnya di buat atas bawah, kok gak di buat samping kanan kiri aja atau diagonalan dkk gitu? Btw knp judulnya sorry, kan uda banyak judul yang kyak gitu? Dan juga knp di gambarnya yang cewek ada foto di samping kanan nya itu lho?😅😅😅😅maaf tanya wkwk
    #malubertanyasesatdijalan

  4. Bagus sih, tapi ceritanya rada mbulet dan sedikit mbingunggin, banyak yang berantakan, dan juga tadi ada penggunaan tanda baca yang salah atau tidak ditambahkan yang membuat pembaca menjadi bingung. (Dari pembaca awam)

  5. Emak eeee….. huhuhu….
    Aku galau mak! Aku galau banget… pake bgt nungguin FFmu yang gk update2. 😂
    Oh ya mak, FF mu kok bisa bagus itu gimana sich? Tapi bagusan FF ku… #plakkk bercanda. Oh ya mak, chapter terakhir aq belum km kasih… huhuhu… T_T

    Lovw from your bessstttt reader
    Cantikapark.

  6. Kenapa kok kai sih mak? Kenapa kok gk abangku PCY? eh jangan dech, nyesek mewek nanti aku gk ikhlas nanti… kalau sehun gimana mak? Sehun kan cocok kalau jadi brengsek tiittttttt sensor diakhir. Hahaha lucu ya aq, makasih banyak. Bungkuk 360 derajat O_o

    Next chapter jangan la2 atuh. #logat apa yk itu?
    Pokoknya ya jangan la ma 2.
    Love from your bessssssttttt reader,
    Cantikapark.

  7. Emak!!! Aku nangis bacanya #plaakk boong atuh. Oh ya kenapa kok diposternya ada gambarku? Ada gambar cewek itukan gambarku.. #Buakkk oke2 peace2. Damai ya…
    Terus kenapa kok genrenya gk ada darknya? Atau hurt, angst, barangkali? Emak, kalau misalnya sad ending gimana? T_T 😥 buat aku nangis gitu lho mak :’)

    Love from your bessssfffttttt reader,
    Cantikapark; )

  8. Emak! Banyak yg minta dijadikan komedi tuch, aww :3
    Oh ya,kenapa kok judulnya sorry sixh? Kenapa kok gk the reverenge? Atau about love, sick, and reverenge? Atau kamjong super item pakai kileng2 O_o hehe bercanda. Peace… terus kenapa kok pake ulzzang itu mak? Kenapa kok gk pake fotoku aja :v
    Next chapter ditunggu loh. Jangan lama2.
    Btw, kenapa kok namanya hyebi? Kenapa kok gk Choensa (malaikat), Min jo (berlian), ga eul (musim gugur), soo jung (kesempurnaan), hana (bunga, satu), eun hye (perak, rahmat) atau gk nama emak sendiri haneul (surga)?

    Love from your best reader,
    Cantikapark

  9. Hyebin telah mengarahkan pistol itu tepat di pelipis sebelah kanannya, jari tengahnya sudah berada di pelatuk pistol. Sejurus kemudian Hyebi menekannya dan dia terkejut karena tak ada yang terjadi. Dilihatnya Jongin yang sedang membekap mulutnya menahan tawa. Hyebi memandangnya serius. “Kau percaya kalau itu pistol sungguhan?! Kau pikir aku siapa punya pistol sungguhan. Hahaha” ucap Jongin sukses membuat Hyebi mengelupas wajah :v
    #garingkriukkriuk
    Author-san entah kenapa saya merasa ff ini bisa dijadikan ff komedi. Abisnya saya mbaca ini sambil ketawa tawa sendiri. Tapi aku salut sama Author-san, huruf miringnya klop banget dah. Ampe bagian terkecil gk kelewatan. Ditunggu lanjutannya

  10. Kkkk, knp aq bacanya sambil ketawa ketiwi ya? Padahal nuansanya dark bukan comedy O_o ada apa denganmu nak? #elus dada.

    Emakkkk haneul!!!! Aku masih gk mudeng am jalan ceritanya!!!! Ottokhe? Ottokhe??? Ini ceritanya flashback apa future? Aduhh kuning pala barbie…

    Udahan dulu, nanti aku coment lagi.
    Love from your bessssstttt reader,
    Cantikapark61

    1. mungkin obat kamu habis –”
      masih ndag mudeng gimana?
      jadi gini, yang ertama, yang kejadian hyebi megang pistol itu kejadian yang sekarang.
      nah yang bawahnya yang kejadian waktu mereka masih sekolah itu, itu kejadian masa lampau tapi alurnya maju. gitu,
      kalo masih ndak mudeng bisa tanya monggu ^^
      gomawo uda mau nginggalin comment -lagi- :3

  11. wuahh ceritanya bagus kakak.. karakter jonginnya keras kepala dan memperjuangkan cintanya banget … mau dong punya pacar kaya dia juga .. 😀 *ditabokamaparaistrijongin
    ceritanya bagus tapi sayang typo menghiasi setiap sudut nya T_T..
    ditunggu lanjutannya ya kaka.. jangan lama lama yaw..

    from,
    MONGGU ^^

    1. monggu… jaggu diamna> ><
      yakin? :'v
      memperjuangkan cinta sebelh tangan yaa?😂
      makasih, typo nanti aku usahain ga banyak" :'v
      makasih uda mau mampir, ^^

  12. Kya!!!! Suka banget ama ini FF!!! Kakak!! Daebak banget nih cerita!!! Suka2 suka suka suka!!!! Tapi banyak typonya T_T huhu… Ceritanya juga gk nyambung #buakkk bercanda! Peace ^^ hehe…. Next chapter ditunggu. Jangan lama-lama… eh sudah punya full chapternya sich. Lama gpp, yg penting di posT. Apaan sih res?! –”

    Udah ah segini aja,
    Love from me,

    Cantikapark.
    Pake Hp saudara, nanti aku koment lagi…

    1. heh??
      iya, next chapter diusahain typo di kurangi :’
      makasih uda mau baca… :’3
      .
      not love from me :’3
      haneul kim

    1. hehe, kainya dibuat pemaksa buat fanfic ini kkkk~
      makasih kalo suka, ^^
      dan makasih juga uda mau baca^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s