[Chaptered] Heart Attack (5th Chap) | by L.Kyo

3. heart-attack

Title: Heart Attack | Author: L.Kyo♪ [ @ireneagatha ] | Artwoker: Keyunge Art | Cast: Jung Hyerim (APink), Byun Baekhyun (EXO), Do Kyungsoo (EXO) | Genre: Drama, Romance, Comedy | Rating: PG-17 | Lenght: Chaptered | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

Prev:: [1st Chap] [2nd Chap] [3rd Chap]  [4th Chap]

[ http://agathairene.wordpress.com/ ]

.

—oOo—

 

H A P P Y R E A D I N G

.

.

 

Suara sambungan disana sama sekali tak merespon panggilan Baekhyun. Ia sudah melakukan panggilan sebanyak 10 lebih, tapi hanya suara operator disana yang menjawabnya. Baiklah, ia ingin berbicara dengan Hyerim. Berbicara hal taruhan mereka, mungkin ia memang sudah berada diatas tapi ada suatu rasa ganjal disana. Jujur, setelah Hyerim memanggil Kyungsoo dan memulai aksinya. Sungguh Baekhyun tidak bisa menerimanya. Tak menerima jika Hyerim mengalahkannya? Mungkin!

 

Beberapa detik setelah Baekhyun menelepon, suara gemeresak disana menandakan bahwa teleponnya tersambung. Baekhyun menegakkan tubuhnya dan bersiap mengeluarkan jampi-jampi kata ganasnya. “Ya! Kau dimana? Kita belum selesai bicara!” Dan dasyatnya, sambungan disana menutup secara sepihak. Ini kali pertama bagi Baekhyun bahwa ia diperlukan seperti ini. Ia adalah pria populer, banyak wanita yang tergila-gila padanya. Bukankah ini suatu kehormatan seorang Baekhyun menelepon seorang gadis? Suatu kehormatan Baekhyun meminta nomer ponsel Hyerim keteman-temannya?

 

Ini sudah pukul 7 malam, baru saja ia selesai makan malam. Baekhyun merasa frustasi dan ingin mengumpat rasanya. “Ditutup? Dia berani menutup teleponku? MEMANGNYA AKU PENGUNTITMU? Kenapa aku meneleponnya?” Baekhyun melempar asal ponselnya dan bergegas menuju pantry, mengambil beberapa snack dan memakannya sembari memainkan ponselnya lagi setelah ia buang ke sofa. “Dia benar-benar tidak menghubungiku? Baiklah, aku akan menerormu detik ini!”

 

1 kali, 2 kali mungkin sudah 10 kali Baekhyun melakukannya. Ini mungkin kekanakan tapi sudah merupakan kesenangan bagi dirinya untuk menggoda Hyerim. Itu menyenangkan. Baekhyun berhenti meminum yogurt nya dan menatap deretan kata kecil read diLINE. “Tck, jadi ia bersikap jual mahal padaku? Baiklah, jangan harap malammu tenang Jung!” Baekhyun kembali mengetiknya tanpa ampun.

 

***

 

“Apa yang ia lakukan?” Bisik Hyerim sembari menurunkan layar ponselnya. Ini spam. Hyerim mendesah setiap membaca dari pesan Baekhyun yang sedari tadi tak berhenti berbunyi. Hyerim berada didepan cermin, memandangi wajahnya yang sudah terpoles cantik. Rambutnya ia gerai. Sebelumnya ia tidak pernah memperhatikan rambutnya sedetil ini.

 

Itu karena Kyungsoo. Nama itu terus terngiang ditelinganya. Karena pria, ia berubah saat ini. Mungkin memang benar ia berani melakukan dan bertindak kepada Kyungsoo karena taruhan konyol yang Hyerim dan Baekhyun sepakati. Tapi karena taruhan tersebut, sekarang ia bisa sedekat satu langkah. Bahagia. Sungguh, ia sangat bahagia malam ini.

 

“Ya! Apa kau sedang bermimpi Nona Jung? Ada apa dengan liptik dibibirmu itu?” Yura menerobos masuk didalam kamar Hyerim, melemparkan tubuhnya pada kasur empuknya. Ia bisa melihat pantulan Hyerim disana. Harum semerbak parfum dan dress cantik yang jarang dipakai adiknya. Tentu saja itu merupakan salah satu kejutan yang jarang dilihat.

 

“Berikan aku uang dulu lalu aku akan mengatakannya setelah ini”. Ucap Hyerim sembari memperbaiki liptiknya. Yura berdecak lalu melemparkan boneka pororo pada Hyerim. “Kau mencoba memeras kakakmu sendiri? Bagus! Aku akan bilang pada Ibu jika kau akan pergi berkencan!” Yura beranjak namun bukan keluar kamar, melainkan ia mengambil lipstik Hyerim paksa lalu mengoleskan pada bibirnya.

 

“Unnie, kau akan pergi juga?” Alis Hyerim terangkat, memperhatikan Yura yang sudah mengambil tempat duduknya untuk berdandan. “Tidak! Aku sedikit meminta make up darimu. Kau kan jarang memakainya, ternyata kau keluar juga malam ini”. Yura lihai mengoles wajah kecilnya dengan berbagai make up lembut dan senatural mungkin, lalu ia mulai men blow rambut lurusnya.

 

Disisi lain, Hyerim berpikir. Kemana Kakaknya akan pergi. “Unnie akan bertemu dengan siapa?” Keingintahuan Hyerim memuncak. Ayolah, ia penasaran siapa dia. Apakah Yura akan pergi berkencan juga setelah ini? Apakah Baekhyun merencanakan ini semua untuk mengejar ketinggalannya? Shit! Ini pasti Baekhyun. Ia yakin spam deringan ponsel Baekhyun padanya, ia yakin untuk memamerkannya. Siapa yang tidak tahu Baekhyun dengan akal busuknya?

 

“Berikan aku uang jika kau ingin tahu Jung kecil!” Yah, sama persis yang ia katakan sebelumnya. “Tck, terserah!” Hyerim melemparkan tubuhnya kekasur dan memeluk pororonya yang tadi terjatuh. Namun bukan Hyerim jika ia punya banyak pertanyaan dan keingintahuan yang besar. “Unnie, apakah seseorang dikampus kita?” Sasaran yang sedang sibuk merapikan rambutnya kini berbalik, menatap adiknya penuh tanya.

 

“Ya! Ada apa dengan pertanyaamu itu?” Yura beranjak dan mendorong dahi Hyerim lembut. Ia terkikik. Bukan style Hyerim dengan banyak pertanyaan seperti itu. “Aku hanya penasaran saja. Siapa tahu kau punya pria idaman yang kau tutupi. Siapa tahu?” Dugaan yang mungkin 99,9% benar adalah jika seseorang itu Baekhyun. Tunggu. Jika Yura tak keluar lalu ia akan menemui seseorang? Maka tak lain dan tak bukan jika seseorang itu akan datang kerumahnya. Itu pasti.

 

“Apakah dia akan kemari?” Dan saat itu juga Hyerim ingin mengumpat. Kenapa ia segitu antusias jika pria tengil itu akan kerumahnya? Bukannya ia justru malas mendengarkan namanya saja. “Ada apa denganmu ini? Kau tahu siapa yang kemari? Ahh benar, dia kan sebelumnya pernah datang ke rumah. Siapa namanya? Byun.. Byun Ba..”

 

“Byun Baekhyun!” Dan dalam satu detik, lagi-lagi Hyerim kembali mengumpat. Kenapa ia sangat antusias menyebut nama ternista didalam hidupnya. “Ahh, benar. Byun Baekhyun. Beberapa menit lalu dia menghubungiku dan memintaku untuk mengajari nada rendah. Apa yang dia lakukan selama di Kampus? Apa dia suka membolos? Bukankah dia juga masuk jajaran 10 perfect bersamamu? Bukankah dia berada diposisi 2?” Yura terdiam sesaat setelah Hyerim menutup mulutnya dengan telunjuk jarinya.

 

“Berhentilah banyak bertanya Unnie. Kau bisa tanyakan langsung padanya. Asal Unnie tahu saja, dia adalah orang berbahaya. Ia akan memakanmu jika kau tak mengajarnya dengan benar. Baekhyun adalah orang keras kepala Unnie, kepala batu, sangat percaya diri dan tidak tahu malu”. Dan yap! Hyerim bisa mengumpat dan membeberkan semua itu didepan Yura. Namun Kakaknya itu justru menahan tawanya.

 

“Yah! Aku tahu. Kau menyukainya kan?” Oh God! Pernyataan apa yang dikeluarkan Jung Yura dengan kata ‘menyukai’ itu? “Y… Ya! Unnie tahu apa? Aku tidak mengenalnya. Aku akan melemparkan tubuhnya ke Rawa jika aku punya perasaan padanya. Apa bagusnya dengan Byun Baekhyun?” Nada Hyerim meninggi seiring dengan raut tanda tanya Yura. “Kenapa kau marah seperti itu? Jika tidak, abaikan saja perkataanku. Kau ini!” Yura kembali melempar bonekanya dan berlalu, meninggalkan kamar Hyerim. Sunyi, Hyerim terdiam. Menggaruk tengkuk lehernya yang memang tak gatal. “A.. Aku kan memang tidak menyukainya”.

 

***

 

“Hai, selamat malam Jung!” Berat namun lembut. Pemilik suara itu membuat Hyerim yang saat ini menggegam kenop pintu seakan terhipnotis. “Hai”. Kembali Kyungsoo melambaikan tangannya, mengerti jika Hyerim mungkin tak mendengarnya. “I.. Iya!”

 

“Kau sudah siap?” Senyum milik Kyungsoo seakan menjadi obat kekesalannya beberapa menit yang lalu. “Sudah. Ahh, aku akan menemui Kakakku dulu. Kau ingin masuk?” Hyerim membuka pintunya lebar, mempersilahkan masuk untuk menunggunya didalam. “Tidak perlu. Aku akan menunggu disini. Lain kali aku akan mampir”.

 

Lain kali? Alis Hyerim bergerak seakan paham akan maksud Kyungsoo baru saja. bisa dikatakan jika bukan hanya satu kali ini Kyungsoo berada dirumahnya, ada dimana saat Kyungsoo mengunjungi rumahnya, menonton film bersama dan …. Ough, membayangkan saja hingga ia lupa akan meminta ijin. “Baiklah, aku akan menemui Kakakku sebentar. Tunggu disini!”

 

Hyerim masuk kedalam Rumahnya, meninggalkan Kyungsoo yang sendirian dihalaman. Lelaki itu menatap punggung Hyerim yang semakin menjauh, bibirnya tersungging sempurna tatkala mendengar Hyerim sedang meminta ijin pada Kakaknya. “Lihatlah, bicarapun kau terlihat lucu”. Gumam Kyungsoo lirih.

 

Ya! Apa yang kau lakukan disini?” Tepukan kuat pada bahu Kyungsoo membuat ia menoleh kebelakang, mencari sang sumber suara. “Byun Baekhyun?” Kyungsoo memundurkan langkahnya, membiarkan Baekhyun melewatinya. “Apa yang kau lakukan didepan rumah Hyerim?” Baekhyun ingin tahu, gerangan apa yang dilakukan Kyungsoo dirumah keluarga Jung.

 

“Kenapa kau sangat ingin tahu?” Singkat namun berhasil membuat Baekhyun merasa tersindir. Baekhyun merasa ia tak seingin tahu itu. Untuk apa? “Aku hanya bertanya. Ada apa denganmu ini? Aku tidak tahu kau juga senang keluar menemui seseorang.” Baekhyun menaikkan nadanya. Tentu saja ia tak suka tipe orang seperti Do Kyungsoo. “Apa kau akan pergi keluar bersama Hyerim?” Sekali lagi Baekhyun bertanya. Namun hanya tatapan dingin yang ia dapatkan. Baekhyun menggangguk, merasa tak berguna bertanya pada Kyungsoo. Bukan urusan dirinya jika Kyungsoo benar-benar akan mengajak Hyerim.

 

Tapi mata Baekhyun seakan tak tenang. Ia berulang kali menatap dalam rumah Hyerim yang sama sekali tak menampakkan batang hidungnya. “Yura Unnie, aku berangkat!” Suara ceria Hyerim sekejap membuat Baekhyun berdiri tegak. Baekhyun segera membalikkan tubuhnya, tentu saja Kyungsoo yang berada disisinya hanya menautkan alisnya.

 

“Apa yang kau lakukan?” Kali ini Kyungsoo yang berganti bertanya. Baekhyun justru sibuk memainkan stang sepedanya, seolah tak peduli dengan suara Hyerim. “Kau menyukai Hyerim?” Suara Kyungsoo membuat Baekhyun menghentikan aksinya. Matanya menatap Kyungsoo seolah tak mengerti. “Apa katamu?” Mereka menatap satu sama lain.Kyungsoo tersenyum tipis . “Tidak ada!”

 

“Kyungsoo-ya! Ayo!” Hyerim menuruni tangga dan gadis itu tak sadar bahwa Baekhyun berdiri dihadapannya. Setelah ia sudah didepan Kyungsoo, Hyerim menyadari bahwa ada orang lain diantara mereka. Hyerim menajamkan matanya, menelisik lelaki itu yang sedang membelakanginya. “Maaf, kau mencari siapa?” Hyerim bertanya, namun Kyungsoo hanya diam. Membiarkan Hyerim mengetahuinya sendiri.

 

“Halo, noona! Benar, aku sudah didepan. Apakah aku harus langsung masuk sekarang? Baiklah. Aku akan masuk!” Suara itu. Suara itu tak asing bagi Hyerim. Baekhyun berbalik dan pandangan mereka saling bertemu. Baiklah, mungkin hanya beberapa detik tatapan mereka seolah waktu terhenti.

 

Kesal? Malas? Lebih tepatnya dada Hyerim berdegup kencang. Ia tahu, ia tahu Baekhyun akan kerumahnya. Tapi entah lah, ini bukan perasaan marah. “Ka … kau ingin menemui Kakakku?” Dan lebih bodohnya lagi, entah kenapa Hyerim bertanya segugup itu. Baehyun hanya mengangguk dan tersenyum tipis. “Aku masuk!” Dan jawaban Baekhyun terdengar sinis, ia kemudian masuk, melewati mereka berdua.

 

“Baekhyun-ah!” Hyerim menahan bahu Baekhyun, namun lelaki itu malah menatapnya dingin. “Ke.. kenapa kau melihatku seperti itu? Aku hanya mengatakan pintunya kau tutup saja setelah kau masuk. Dirumah ada Ibu dan Kakakku. Jadi tutup saja. Ada apa denganmu ini?” Dan Hyerim protes, tentu saja. Ia sama sekali tak mengatakan hal sinis pada Baekhyun, sama sekali tidak.

 

“Aku tahu. Kau kira aku bodoh?” Dan jawaban sinis Baekhyun disertai suara pintu yang tertutup kasar membuat Hyerim dan Kyungsoo saling menatap satu sama lain. “Apa kalian bertengkar?” Tanya Kyungsoo. Hanya gedikan bahu dari Hyerim. “Apa yang perlu kami pertengkarkan? Kita tidak akrab satu sama lain”.

 

Kyungsoo tahu jika Hyerim berbohong. Ayolah, ia sering melihat Baekhyun dan Hyerim berbicara satu sama lain. “Baiklah, ayo kita berangkat.” Dan lebih indah dari acara keluar malam ini, entah Kyungsoo sengaja maupun tidak. Lelaki itu menggegam pergelangan tangan Hyerim, membiarkan gadis itu mengikutinya. Dan bayangkan Hyerim malam ini. ia menutup mulutnya dan ingin mengigit buku tangannya.

 

Ada apa dengan Kyungsoo? Ia benar-benar melakukannya? Menyentuh tangannya? Menuntunnya pergi bersamanya. Sampai akhir? Lelaki itu tetap tenang, membiarkan Kyungsoo berjalan disisinya. Tanpa mempermasalahkan bagaimana gugupnya Hyerim. “Kyung … kyungsoo-ya ….” Belum selesai Hyerim bertanya justru ia mendapatkan senyuman termanis milik Kyungsoo.

 

“Halte bis nya hampir sampai, kita harus cepat sebelum semakin malam”. Kyungsoo semakin menarik pergelangan tangan Hyerim dan mempercepat langkahnya. Oh Dewi, Hyerim bersyukur. Ia bisa merasakan genggaman kuat dipergelangannya. Beberapa kali Hyerim melihat tangan kekar itu. Rasanya ia ingin menangis. Ia tak ingin waktu berjalan cepat. Ia ingin menghentikan waktunya sebentar saja. Sekedar menautkan jemarinya pada Kyungsoo.

 

***

 

Sudah selama satu bulan perjanjian mereka masih berlangsung. Untuk sekedar siapa cepat mendapatkan tambaan hati selama dua bulan ini. Untuk sampai saat ini, mereka sama-sama imbang, mungkin. Kyungsoo dimana sosok yang sudah mengajaknya bicara banyak, bahkan kali ini sang pujaan tampan mengajak keluar. Dan untuk bagi Baekhyun, setidaknya ia bisa mengajak Yura untuk bertemu dengan mudah.

 

“Baekhyun-ah, apa yang sedang kau pikirkan?” Yura mengibaskan tangannya pada Baekhyun yang sedari tadi memandang layar laptop Yura dengan pandangan kosong. “Apa video ini tidak menarik?” Saat ini Yura sedang memutar sebuah video nyanyian paduan suara dimana akan menjadi materi perkuliahan mereka besok lusa. “Ahh, tidak noona. Aku hanya terkesima dengan suara mereka?”

 

Baekhyun kembali fokus walaupun sebenarnya memang ia tak fokus. Banyak hal yang ia pikirkan. Apa yang dilakukan Hyerim bersama Kyungsoo? Lebih tepatnya ia penasaran. Bisa saja ia akan kalah bersaing, ia tak mengajak Yura berkencan sekalipun. “Baiklah kalau begitu. Aku akan membawakan mu beberapa cemilan!” Yura tahu jika Baekhyun bosan, akhirnya ia memutuskan ke Pantry, membawakan beberapa snack untuk Baekhyun.

 

Lelaki itu hanya terdiam, memandangi layar laptop seolah itu sama sekali tak menarik baginya. Tangan kanannya bergeser, menekan ponselnya dibalik saku celana. ‘Tidak! Tidak!’ Baekhyun menggelengkan kepalanya lirih. ‘Ada apa denganku? Aku tidak peduli dengan mereka berdua!’ Gumam Baekhyun dalam hati.

 

Ia mengambil air putih didepannya dengan sekali teguk. Ia harus melakukan sesuatu. “Baekhyun-ah, aku membawakanmu snack. Anggap rumah sendiri ….” “Noona!!” Yura terdiam tatkala Baekhyun segera beranjak dari duduknya dan menarik lengannya. “Ada apa?” Tentu saja Yura bingung, mereka belum selesai menonton video itu sampai habis. “Ayo kita keluar. Kita makan malam diluar!” Baekhyun mengucapkan mantap, tak ada lagi rasa gugup menyelimuti dirinya.

 

“Makan malam? Tapi aku bisa membuatkan makan malam disini. Kenapa perlu keluar?” Yura melebarkan matanya apalagi ia tertegun. Sosok lucu dari Baekhyun membuat Yura harus mengiyakan. “Ba … baiklah. Aku ganti baju dulu!” Yura beranjak, meninggalkan Baekhyun yang seakan terlihat jenuh.

 

Ayolah, Baekhyun ingin mengumpat sebenarnya. Moodnya tidak bisa terkontrol malam ini. Pikirannya melayang. Dan lebih bodoh, nama Hyerim terus terngiang didalam otaknya. Sungguh, ia tak tahu darimana asal muasal muka sang badak itu yang selalu menghantuinya. Menakutkan. Lebih mengerikan dari hantu yang ia lihat di televisi. Lagipula ia semakin curiga jika Kyungsoo memang menyukai Hyerim.

 

Entahlah, sebagai sesama pria ia tahu gerak gerik Kyungsoo. Buat apa ia susah untuk menjemput Hyerim. Mereka berkencan? Ia tahu Kyungsoo tipe pria yang tidak suka hal merepotkan. Baekhyun menyandarkan kepalanya ke sofa, fokus menatap langit-langit putih namun seakan ada awan hitam pekat membentuk wajah Hyerim, seolah sedang mengejeknya.

 

Dan tentu saja, Baekhyun tak kalah terkejut. Ia segera menegakkan tubuhnya dan meminum air putih didepannya. Ia tidak gila bukan? Ia sedang tidak berhalunisasi kan? Baekhyun menepuk pipinya berulang kali dan mencoba menyadarkan dirinya. “Tidak, tidak Byun. Kau sedang tidak gila bukan? Aku tidak perlu ke psikiater kan? Kenapa wajah gadis itu terus menghantuiku?”

 

Bukannya isi otaknya harus didominasi oleh Jung Yura. Lalu kenapa? Baekhyun mengacak rambutnya frustasi. Hyerim dan Hyerim. Apa gunanya isi pesannya hanyalah Jung Hyerim. “Ya! Baekhyun-ah. Aku sudah siap. Kau benar-benar merepotkan! Tak masalah, aku akan menuruti teman adikku ini. Ayo!” Yura turun dari tangga dan langsung menarik lengan Baekhyun untuk beranjak dari sofa.

 

Senang atau setengah bahagia? Baekhyun tak mengerti apa yang ia rasakan sekarang. Ia senang karena Yura, wanita idamannya merengkuh lengannya, membawanya keluar dan menuntunnya. Setengah bahagianya, entahlah. Ia tak seheboh dulu. Seharusnya ia senang karena kulit wanita itu bersentuhan dengannya. “Kau ingin makan dimana? Bagaimana dengan seafood?”

 

Yura membuyarkan lamunan Baekhyun. Lelaki itu tersenyum lalu terkikik, mencoba menetralkan wajahnya pada gadis disampingnya. “Baiklah noona, aku juga sangat menyukai seafood!” Baekhyun tersenyum, mengikuti arahan Yura yang sekarang menuntunnya. Bahkan ia tahu, Jung Yura tak melihatnya sebagai pria. Tapi teman Jung Hyerim bukan Byun Baekhyun.

 

***

 

Kyungsoo dan Hyerim bersamaan turun dari Bis. Dan satu hal yang perlu kalian tahu? Tautan genggaman mereka masih tersemat. Entah rasanya Hyerim ingin mati didalam. Susah bernafas, menikmati setiap energi kehangatan yang diberikan Kyungsoo. Tapi, ini sudah turun. Tak ada tujuan lagi untuk tetap bergandengan tangan. Dan Hyerim sedikit menarik tangannya namun lelaki itu seolah semakin meremat tangannya.

 

Tanpa bicara, tanpa ekspresi. Masih didepan halte. Menatap jalanan dengan pandangan kosong. Itulah Kyungsoo saat ini. “Kyung … kyungsoo-ya!” Kyungsoo menarik tangan Hyerim, tak mempedulikan panggilan Hyerim baru saja. “Rumahku tak jauh dari sini. Kita hanya berjalan sebentar, melewati belokan itu”. Kyungsoo menunjukkan jalanan didepannya.

 

Hyerim mengangguk dan seakan terhipnotis dengan apapun yang dikatakan Kyungsoo. Impian sederhananya terwujud. Dan ia semakin yakin, bahwa cintanya tak akan bertepuk sebelah jika dilihat dari waktu sekarang. Setelah beberapa menit berjalan dengan genggaman erat Kyungsoo, mereka sampai pada sebuah rumah yang megah. Bahkan pagar menjulang tinggi tak mampu menunjukkan sepucuk rumah Kyungsoo.

 

“Ini rumahku!” Kata Kyungsoo sembari menekan bel disamping pagar. Dan lebih menakjubkan, yang membuat Hyerim ternganga. Pagar itu terbuka sendiri. Bagaikan sihir. Baiklah, mungkin ini terlihat kampungan tapi benar, Hyerim benar-benar takjub. Sekaya apa Kyungsoo. Lelaki itu sama sekali tak menunjukkan bahwa ia pangeran bangsawan.

 

“Ayo masuk!” Kyungsoo berlalu, meninggalkan genggamannya pada Hyerim. Tapi itu tak membuat Hyerim menjadi masalah. Ia terlalu takjub menikmati rumah megah Kyungsoo. Taman super lebar dan sejuk. Bahkan air mancur ada dimana-mana. Lampu taman berwarna warni dan beberapa lampion putri dongeng. Lalu halaman depan rumah pun ia bisa melihat bahwa lantai ini sungguh artistik.

 

Dan sebelah utara beberapa mobil mewah terjajar rapi. Seakan sayang jika untuk digunakan. Pintu depan pun sangat tinggi, membuatnya seperti Putri Cinderella. “Hyerim-ah! Jung Hyerim!” Hyerim berkedip, menatap Kyungsoo yang sedari tadi melambaikan tangan padanya. “I … iya?” Dan lebih bodohnya ia seakan seperti gadis bodoh, bahkan Kyungsoo menertawakannya. “Apa yang kau pikirkan? Duduklah! Aku akan membuat minuman spesial untukmu”. Kyungsoo berlari kecil meninggalkan Hyerim di ruang tamu.

 

“Ti … tidak usah Kyung ….” Hyerim menolak, tetapi lelaki itu sudah hilang. Kesempatan bagus untuk kembali melihat perabotan didalam. Dan lihat, Hyerim menemukan foto Kyungsoo kecil dengan gigi putihnya. Lelaki itu sangat imut. Tak jauh beda dengan sekarang. Hyerim mengambil bingkai foto itu bahkan ia sentuh selembut mungkin. Ia ingin mencubit pipi Kyungsoo kecil.

 

“Apa yang kau lakukan?” Dan PRANG! Seakan petir menyambar tepat dikepala Hyerim. Ia melakukan suatu kebodohan dirumah besar milik Kyungsoo. Hyerim melihat kebelakang pelan, melihat Kyungsoo berdiri bingung sembari membawa baki dua minuman. Dan ia terlalu malu untuk melihat mata Kyungsoo lagi. “Ma … maafkan aku!”

 

Rasanya Hyerim ingin merengek. Malu, sangat malu. Ia segera berjongkok dan mengambil potongan kacang yang sudah menyebar kemana-mana. Bahkan ia mendengar Kyungsoo meletakkan bakinya dan berjalan mendekat padanya. “Kau menjatuhakan sesuatu? Biar aku yang membersihkannya”. Kyungsoo menarik tangan Hyerim namun Hyerim menolak. Ia menarik lengan Kyungsoo untuk menjauh.

 

“Tidak! Aku sudah melakukan kesalahan. Biar aku yang membersihkan .. Aw!” Teriakan kecil dari Hyerim membuat Kyungsoo sigap menarik tangan Hyerim menjauh. “Sudah kukatakan, biar aku saja! Kenapa kau sangat keras kepala sekali?” Nada Kyungsoo menaik, membuat Hyerim terkejut setelah itu. Kyungsoo menarik tangan Hyerim ke ujung kemeja Kyungsoo, menekannya kuat supaya darah dalam tangan Hyerim berhenti.

 

Dan apa yang terjadi? Sungguh, Hyerim sangat takjub. Kyungsoo khawatir padanya. Kyungsoo menjaganya. Ia bisa melihat rasa kekhawatiran itu jelas diwajah Kyungsoo. “Sudah kukatakan jangan! Aku membawamu kesini sebagai tamu. Jadi aku tak mau kau ada apa-apa. Sudah membaik?” Kyungsoo membersihkan darah Hyerim dari bajunya. Hyerim mengangguk enggan. Helaan nafas Kyungsoo terdengar jelas.

 

“Apa yang harus aku lakukan jika tamuku terluka. Mungkin acara kau membantuku harus kutunda. Baiklah, kita ganti acara mengobrol dirumahku. Ayo!” Kyungsoo menarik lengan Hyerim untuk berdiri namun Hyerim terdiam. Memandang Kyungsoo dalam diam dan penuh tanya. “Bolehkan aku bertanya sesuatu padamu?” Mungkin Hyerim gila karena ia memikirkan satu pertanyaan nekat yang akan ia lontarkan pada Kyungsoo. Ia tak mau perasaannya semakin termainkan setelah kejadian ini. “Apa?” Dan Kyungsoo pun sama, pandangan gadis itu dalam. Membuatnya tak tahu harus memandang mata gadis itu lebih lama.

 

“Apa kau sedang menyukai seseorang saat ini?” Hyerim menelan salivanya setelah bertanya hal sensitif bagi seorang wanita ke seorang pria. Hyerim bisa melihat telinga Kyungsoo memerah, lelaki itu malu. Bahkan Kyungsoo segera membuang muka kesamping, menghindari tatapan Hyerim yang seolah ia sedang diinvestigasi. “Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?” Kyungsoo tersenyum lembut.

 

“Tidak. Aku hanya ingin tahu saja”. Hyerim menekan lukanya yang sudah berhenti, menatap abu dibawah lantai dengan beberapa pecahan kaca dibawahnya. “Aku menyukai seseorang. Aku sedang berusaha membuatnya mengerti, bahwa aku juga menyukainya”. Seketika aliran listrik dalam darah Hyerim berhenti, jantungnya seakan berdetak hebat. Ia memandang Kyungsoo, pria itu tersenyum semakin lebar. “Apa kau ingin bertanya? Kau mengenalnya Hyerim-ah. Kau sangat mengenalnya!”

 

Kyungsoo berjongkok, melanjutkan membersihkan serpihan kaca yang sempat tertunda. Dan disisi lain Hyerim, ia hanya menatap punggung Kyungsoo dengan segudang banyak pertanyaan. Siapa gadis yang ia sangat kenali? Ia tidak punya teman wanita, mereka menjauhinya. Sungguh, Hyerim pusing. Siapa gadis yang disebut Kyungsoo? Dirinya? Ayolah ia bukan peramal yang bisa tahu pikiran Kyungsoo. Tapi sungguh, Hyerim mati penasaran. Sangat penasaran.

 

FIN

 

Hai, L.Kyo back. Seperti biasa hari jumat. L.Kyo seneng bisa lanjutin walapun ngeden kek beol, berusaha melawan webe yang super duper  bergelayut >< Tapi … tapi L.Kyo sedih juga. Tiap chapter komenannya menurun. apakah HA makin bosenin? Apa karena aku lama update? Kalo alasanya yg terakir, maaf banget >< bukan maksud malas. tapi aku sibuk sekali kawaaan 😦 tapi aku butuh semangat dan energi kalian buat next in ini ^^ kalian vitamin ku. Jadi, kumohon jangan siders. ungakpin satu kata patah pun akan kuhargai ><

53 tanggapan untuk “[Chaptered] Heart Attack (5th Chap) | by L.Kyo”

  1. Neo-ya. Jung hyerim. Kyungsoo menyukaimu. Tapi beberapa persen hatimu mulai berubah haluan. Jangan biarkan sedikit persen itu menjadi lebih banyak lagi. Kumohon. Setidaknya mantapkan hatimu hanya untuk kyungsoo. Huaahh aku hanya reader tapi kenapa aku yang dilema.
    Sumpah keren kak author. Jjang!!

  2. Wah,,baekhyun gmn sih?kok malah jadi suka sama hyerim? Nahloh,kemarin2 aja musuhan sampe parah bgt
    hyerim kayknya jg udah mulai bingung tuh nahloh gmn coba????
    Mami dio sweet bgt kyaaaaaaaaa /gigit l.kyo/
    ih tambah cinta deh *muah
    good job kakak l.kyo

  3. aku dataangg 😀
    maapin telat komentar hihi ✌
    ahh, baekhyun sih kayanya mulai ada sedikit cemburu gitu yah liat Hyerim-Kyungsoo, tapi hyerim mah keliatan bahagia” aja yah sama kyungsoo *emotmikir*
    tapi, yg kyungsoo suka siapa sebenernya? ada cewek lain? atau itu Hyerim?
    aku mah suka nebak sendiri kalo nggak cepet lanjut haha. Fighting!

    1. iya dong. kan posisinya sebelum perjanjain “itu” si hyerim suka lama ama ungcoo. apalah daya si baek mulai ada tnda2 cinta baru2 ini. ungcoo suka ama L.Kyo tauk, blm kesemtuh ditchap aja. njir, tau ah namanya apatu. typo

  4. Kakak jangan sedih..
    Aku tunggu terus ff ini.. Seminggu rasanya kaya seabad kakak.. Lanjut kakak..
    Baekhyun-ah ada apa denganmu?
    Kyungsoo-ya siapa wanita itu?
    Hiks hiks.. Penasaran kakak
    Lanjut kak

    1. aku senyum km komen begitu^^ maaf ya kalo lama >< kusibuk sekali, gapake boong… baekhyun lagi kesurupan makanya heboh sendiri. wkwkwkwkwkw. ungcoo lagi ngekode cew..

    2. Heheh.. Ditunggu loh kelanjutannya. Bikin penasaran sama next chap. Whuhu… Aduh bangBaek kesurupan sembur dulu tuh.. Tacia cia bangDo ngekode siapa hayoo.. Atau janganjangan ngekode aku lagih *aniani.. Hehehe

  5. L.Kyo jangan sedih yah,aku disini. HAHA
    kayaknya req aku buat bikin Baek sama Hyerim suka on process,kin sayang deh. maaf juga karena komen ku yang kurang membangkitkan semangat /bow/ see you next week,pretty!!♡

    1. :”) aku ingat kamu. makasih sudah komen ff ku dari awal >< tetaplah seperti ini sayang. hok yak hok yak!!!! kamu nyemangatin aku bgt kok. makasih^^

  6. Duhhhh…
    Ini ceritaaa baguss kok thorr…
    Meskii q baruu baca chap yg inii…
    Tp kayaknya q udah bisa nebak apa ygg terjadi sbelum chap ini…
    Hyerim yg bar bar ketemu baek yg cool tp cerewet juga klo udah kenal…
    Heehehhe
    Sek tk lanjut chap sblumnyaa
    Semangatt authornim..

  7. Hai thorrr!! Akhirnyaaaaaaa chap 5 keluar jugaaaaa^^ hahahaha
    Itu baek udah mulai suka ya thor?:o
    Thor, kyungsoo gasuka sama kakanya hyerimkkan? Enggakkan? Aku mikirinya kyungsoo suka sama yura:'( jangan ya thorrr:'( wkwkwkwk
    Keren thor bikin kepooo!!!! Ditunguu jumat lagi thor! Keep writing:)

  8. duhhh aku turut prihatin,,,buat para authornim,,siders tu dh kaya duri dalam daging,,,menyakitkan kah?!!!
    yg SmAnGaT ya,,,
    ini keren,,seruu,,dan menarik,,bikin tambah penasaran,,,, jd slalu d tunggu kelanjutanya!!!

    1. siders itu pem bunuh semnagat. bener sekali. tapi apalah aku, aku yg cuma ber ber ria disini juga hanya angin lalu. membuat ff itu tidak mudah membalikkan tgn. bener kan? makasiiih^^ next week oke

  9. Baekhyun sama hyerim sebenernya saling ada rasa, tapi pada ngelak aja deng huuuu. Baekhyun tu khawatir sebenernya kalo hyerim sama do, tapi muna 😹 tapi do nya sweet, kalo dia gak sama hyerim buat aku aja ya kak 😆
    Semangat dong kak, aku selalu nunggu hari jumat buat ff ini 😉

    1. mereka muna couple. muna wkakakakakaak!! iya, makasih sudah nunggu. aku inget km kok. km setia komen epep ku. makasih. tetaplah seperti itu. eaaaakk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s