[EXOFFI FREELANCE] Pedistrian (Flashback Story)

Pedistrian

Title : Pedistrian

Author : ainsleycarrie92

Length : chapter

Genre : romance,friendship,pshyco,school life

Rating : PG-17

Pairing :

(OC/You) Lee Eun Ji

(EXO) Do Kyungsoo

(EXO) Byun Baekhyun

(EXO) Park Chanyeol

(OC) Han Seo Bin

Desclaimer : plot ini adalah karya fiksi,this fiction is mine,fiction ini hanya untuk kepentingan entertainment,dan tokoh tokoh yang digunakan bukan milikku,tapi punya Tuhan dan Orang tuanya^^,fiksi ini tidak sesuai dengan karakter asli pemeran di dunia nyata.Jika ada kemiripan dengan ff lain itu bukan kesengajaan karena aku belum pernah baca ff kayak gini jujur.

A/N : Hai readers yang setia nungguin ff ini^^ Aku sengaja bikin flashback story buat memperjelas apa yang kelihatan crowded dan bikin bingung di ff ini,dan mungkin ini bakalan agak panjang,jadi makasih ya buat sempetin waktunya baca terus ini fanfiction^^ Makasih banyak^^

FLASHBACK STORY

“Lee Seul Ji benar benar cantik,”

Chanyeol menghabiskan satu botol soju malam ini untuk yang terakhir kalinya.Ia sudah meneguk habis 10 botol soju karena kemarin adikku Lee Seul Ji yang notabene adalah kekasihnya baru saja meninggal terbunuh oleh pejalan kaki mengerikan itu.

“Sudahlah Chanyeol,kau sangat mabuk,”kataku menenangkannya.

“Lanjutkan saja kau harus mencetak rekor baru!”kata Baekhyun sementara aku menjitak kepalanya.

“Ku antar kau pulang Chanyeol!”kataku.

“Kau akan mengantarku pada Seul Ji?Jinjja?Kau bisa membawanya kembali?”

Fikirannya benar benar kacau sekarang.Aku hanya menggelengkan kepalaku sambil membujuknya keluar dari klub ini sebelum Byun Baekhyun meracuni pikirannya untuk meminum lebih banyak soju.

“Kajja,aku akan mengantarmu pulang,pasti nunamu tidak akan suka melihatmu pulang dalam keadaan seperti ini!”kataku lalu membopongnya keluar dari klub,

“Aku masih ingin di sini! Aku masih mau minum soju!”Chanyeol mengelak.

“Ayo temani aku Yeol!”kata Baekhyun.

“Tutup mulutmu Byun!”kataku sambil menunjukkan tinjuku padanya sementara aku terus membopong Chanyeol keluar dari klub.

“Appa aku pulang,”kataku dengan semangat sambil memasukki rumah tua yang kuhuni bersama satu satunya orang yang kumiliki saat ini.

Appaku,appa yang sangat berarti untukku,aku tersenyum sambil melangkahkan kakiku memasukki rumah ini dan menaruh beberapa belanjaan yang ku beli sebelum sampai di rumah.Di hari ulang tahun appaku kali ini,aku sudah membelikan bibimbap dan odeng kesukaannya,aku tidak sabar melihat ekspresinya.

“Appa,kau dimana?”tanyaku bersemangat lalu menaikki tangga rumah ini.

“Chagiya kau sudah pulang eoh?Maaf appa baru selesai mandi,”

Aku menengok lalu tersenyum sumringah.Appa terlihat segar sambil memakai kaus berwarna kuning cerahnya.Dengan cepat aku menarik tangan appa menuju lantai bawah untuk menikmati makan malam bersama.

“Saenggil chukkae hamnida Appa!! Jeongmal saranghaeyo!”kataku lalu mencium pipi Appa.

“Gomawoyo Eun Ji-ah,”Appa tersenyum lalu mulai memasukkan sesendok bibimbap kedalam mulutnya.

“Ah,sayang sekali Chanyeol sedang tidak ada di Korea karena liburan dengan orang tuanya,apa lebih baik aku menelfon Kyungsoo dan Baekhyun?”tanyaku pada appa sambil memegang ponselku.

“Bukankah Kyungsoo dan Baekhyun tidak akur?”tanya Appa.

“Ya begitulah,tapi aku ingin mereka ikut makan malam bersama kita,”kataku sambil mengerucutkan bibirku karena bingung.

“Aku coba telfon dulu saja ya appa,”

“Ne,appa akan menunggu di sini,”

Aku melangkah menjauh dari appa lalu mengetik nomor Kyungsoo di ponselku.Ya,ia tidak mungkin melewatkan makan malam dalam rangka ulang tahun appaku yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri bukan?Sambil tersenyum kecil aku menunggu telfon dariku diangkat olehnya.

Namun sudah 3 kali aku menelfonnya,tidak satupun yang ia jawab.Aku menghembuskan nafas menyerah lalu mengirim pesan kepadanya.

Kyungsoo-ah,datanglah ke rumahku untuk makan malam bersama ne?Kau tahu kan jika appa ku berulang tahun?Ku tunggu^^

Segera ku tekan tombol kirim untuk mengirim pesan itu pada Kyungsoo.Dan kini,atensiku beralih untuk menghubungi sahabatku yang lain,Byun Baekhyun,si penggila soju yang mungkin sedang berada di klub malam sekarang.

“Yeoboseyo?”

“Ya! Eun Ji-ah! Aku sedang berada di klub malam sekarang! Kenapa kau menggangguku?”

Benar saja ia sedang berada di klub.Aku hanya menggelengkan kepalaku lalu melanjutkan penuturanku.

“Datanglah ke rumahku,appaku sedang berulang tahun hari ini,ayo kita makan malam bersama,’kataku.

“Oh,Tuan Lee berulang tahun?Arraseo,aku akan datang ke sana,mungkin 30 menit lagi,”

“Ne,ku tunggu eoh?”aku tersenyum mendengar persetujuannya.

“Arra,aku akan segera berangkat,”

Aku segera memutuskan sambungan telfonku dengan Baekhyun lalu berjalan kembali menuju ruangan di mana appa sedang menikmati bibimbapnya.Dan ternyata,ia sudah menghabiskan satu piring bibimbap yang kusiapkan.Aku tertawa kecil melihatnya lalu duduk di sampingnya dan memeluk lengannya.

“Jika gaji kerja paruh waktuku sudah keluar bulan ini,aku akan segera membelikanmu rumah baru appa,”lirihku.

“Tidak perlu tergesa-gesa Eun Ji-ah,toh rumah ini malah membuat appa merasa dekat dengan eommamu dan juga Seul Ji,”

“Saranghae appa,”lirihku kembali lalu memeluknya,dibalas dengan pelukan hangat dan juga kecupan di dahiku oleh appa.

Krek…

“Ap-appa,”lirihku.

Bulu kudukku meremang mendengar suara itu.Aku menelan salivaku gugup.Sementara appa dengan cepat mendekapku.

“Sembunyi sekarang,”titah Appa padaku.

“Aniyo,jika aku harus mati di tangan pejalan kaki itu,maka aku akan mati bersama appa,”kataku.

“Cepat sembunyi Eun Ji-ah!”kata Appa sedikit membentakku.

“Ap-appa,”

“Palliwa!”

Dengan sangat terpaksa,aku melangkahkan kakiku berjalan menuju lantai dua rumahku dan bersembunyi di balik karung goni yang sudah berdebu dan membuat nafasku sesak.Sedikit kubuat celah kecil untuk melihat appa yang sedang berpura pura tenang makan di sana.

Baekhyun,kumohon datanglah dengan cepat.

Tanganku bergetar.Aku tidak ingin melihat kejadian ini untuk ketiga kalinya.Eommaku,aku ingin sekali menangis jika mengingat bagaimana tragisnya eommaku pergi.Dan adikku Lee Seul Ji yang meninggal satu tahun lalu?Jeongmal bogosipoyo Seul Ji-ah,saranghae.

Pyar!

Sekuat apapun appa berusaha tidak terlihat takut,tapi aku menyadarinya.Aku melihat bahu appa bergetar.Ingin rasanya aku berteriak memanggil appa dan berlari memeluknya sekarang juga.Tapi aku tidak bisa.Bahkan rasanya kaki ini mati rasa dan terlalu berat untuk di gerakkan.

“Oh oh oh,ternyata ada Tuan Lee di sini,”

Suara pejalan kaki itu membuatku semakin ketakutan.Isakkan kecil keluar dari mulutku dan badanku bergetar hebat.Sementara appa memberiku isyarat untuk tidak membuat suara dari lantai bawah.

“Appa,”lirihku dengan suara yang amat pelan.

“Apa maumu?”tanya Appa dengan lantang,walaupun ku dengar sedikit vibra dari suaranya.

“Yang kumau?”tanya pejalan kaki itu. “Merenggut nyawamu dan membuatmu meregang nyawa dengan cara yang tragis seperti istri dan anak bungsumu,”

Glup

Aku menelan salivaku berat berat.Ia akan membunuh appaku,manamungkin aku tinggal diam?Hampir saja aku berdiri dan berteriak,lagi lagi appa memberiku sinyal untuk diam di tempat.

Ku lihat appa diam saja.Appa hanya memejamkan matanya,bersiap untuk kemungkinan terburuk.Sementara aku masih menitikkan air mataku di sini.

Bugh! Brak!

Dua pukulan sekaligus mengenai kepala dan punggung appa.Kini appa terbaring lemas dengan mata yang sedikit terbuka.

“Masih kuat rupanya,”desis pejalan kaki itu.

Bugh! Bruk! Prank!

“Uhuk,”

Appa memuntahkan darahnya di lantai dan mulai tak sadarkan diri,sementara pejalan kaki itu menyeringai,walaupun ia memakai masker,tatapan matanya tidak bisa membohongiku.Ia menyeret kembali pipa besinya dan mulai bergumam.

“Aku harus membunuhmu dengan berkali kali pukulan,berbeda dengan istri dan anak bungsumu yang mati saat satu pukulan,”

“Kau Lee Eun Ji,satu satunya yang belum kubunuh!”

Glup

“Aku akan memburumu! Dengar aku! Aku tahu kau bersembunyi sekarang eoh!”teriak pejalan kaki itu sambil memukulkan pipa besinya ke tanah.

Brumm…

Apa itu Baekhyun?Jinjja?Air mataku masih terus mengalir.Samar samar ku dengar decakkan sebal pejalan kaki itu karena ia belum sempat menemukanku dan membunuhku.

“Ingat,aku akan memburumu sampai aku bisa membunuhmu arraseo?!”bentaknya lalu melesat pergi.

“Appa!”teriakku lalu keluar dari persembunyian.

Aku mendekati tubuh appaku yang bersimpah darah dan memangku kepalanya di pahaku.Aku menitikkan air mataku dan mengusap lembut pipinya.

“Jangan tinggalkan aku appa,”

Tap tap tap tap..

“Ada apa ini?!”

Terdengar suara kaget Baekhyun yang langsung berlari ke arahku dan appa.Sementara aku masih sibuk menangisi Appa dan berusaha membuat appa mengatur nafasnya dan bertahan hidup.

“Baekhyun-ssi,”appa mengeluarkan suara lirihnya.

“Tuan Lee bertahanlah,aku akan membawamu ke rumah sakit,”kata Baekhyun yang bersiap membopoh tubuh appa ke dalam mobilnya.

“Tolong jaga Lee Eun Ji sepenuh jiwamu,a-aku menitipkannya padamu,”lirih appa untuk yang kedua kalinya.

“Appa jangan bicara seperti itu!”isakku tak tertahankan.

“Ja-jangan sampai ia juga mati di tangan pe-pejalan kaki itu,”lirih appa.

Dan hembusan nafasnya berhenti,diiringi dengan teriakkanku dan isak tangisku.Aku memeluknya erat.Appa,satu satunya keluarga yang kumiliki saat ini.

Telah terbunuh di tangan pejalan kaki itu.

“Kau kemana Kyungsoo-ah! Bahkan kau tidak datang ke pemakaman ayahku!”teriakku memukul dada Kyungsoo keras sambil terus terisak.Sementara Kyungsoo terus berusaha meminta maaf padaku.

“Mianhae,jeongmal mianhae,”lirih Kyungsoo.

“Apa artinya appaku selama ini dimatamu eoh?Bukankah kau menganggapnya seperti ayahmu?! Mengapa kau tidak datang!”teriakku.

“Mianhae,saat itu-”

“Kyungsoo-ah!”

Aku menengok saat mendengar suara cempreng itu.Ku lepaskan tangan Kyungsoo yang melingkar di pinggangku.

“Han Seo Bin?”

Mulutku menganga melihat sahabatku ini memanggil Kyungsoo dengan mesranya sementara selama ini ia menjadi wadah curahan hatiku jika aku merasa cemburu pada Kyungsoo?Sebenarnya ada apa ini?

“Saat itu aku sedang melangsungkan pertunanganku dengan Seo Bin,jeongmal mianhae,”

“Mwoya?”lirihku.

Hancur,hancur perasaanku mendengar perkataan itu dari mulut Kyungsoo sendiri.Aku di sini yang sudah mencintainya selama 5 tahun tak pernah mendapatkan tingkah lebih dari seorang sahabat.Sementara Seo Bin?Yang selama ini tak pernah ku lihat berbicara dengan Kyungsoo?Bertunangan dengannya?

“Eun Ji-ah,”

“Jelaskan padaku Seo Bin!”

Aku menarik tangan Seo Bin menuju taman belakang sekolah.Sesekali aku menghapus air mataku yang berada di pipi sambil menangis sesenggukan.Dapat ku lihat wajah bersalah darinya namun aku tidak menghiraukannya.Ini semua terlalu sakit untuk di jelaskan,terlalu sakit untuk kurasakan setelah kematian appaku,apa tidak cukup semua cobaan yang kualami selama ini?

“Mianhae Eun-”

“Bagaimana bisa?”tanyaku sambil menahan air mataku.

“Bagaimana bisa kau bertunangan dengan Do Kyungsoo sementara kau tahu aku mencintainya Han Seo Bin?!”teriakku.

“A-aku sudah berpacaran dengannya selama ini Eun Ji-ah,maaf aku mengkhianatimu,”

“Kau berpacaran dengannya?”

Setetes air mata kembali mengalir di pipiku.Selama ini?Berpacaran?Dengan Kyungsoo?Di belakangku?Sebegitukah?

“Mianhae,”ia memegang tanganku.

Ku tepis tangannya dengan kasar.Bahuku naik turun karena nafasku terengah-engah.Bahkan mataku terasa sangat panas dan perih sekarang karena terlalu banyak menangis sejak kemarin.

“Kau bukan sahabatku lagi!”teriakku.

“Dan ingat satu hal!”

“Aku tidak akan mengganggu Kyungsoo lagi! Berbahagialah dengannya tidak akan aku ganggu! Aku berjanji padamu!”teriakku lalu berlari pergi darinya.

“Eun Ji-ah!”

 

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Pedistrian (Flashback Story)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s