TRUE LIES – Slice #2 — IRISH`s Story

irish-true-lies (2)

True Lies

With EXO`s Do Kyungsoo & Kim Jongdae and Lovelyz`s Kim Jiyeon

Supported by VIXX`s Lee Jaehwan, A-Pink`s Jung Eunji

Additional cast – [revealed as the story flew away]

A dark, crime, hurt-comfort, marriage-life, sci-fi, slight!thriller, slight!suspense story rated by PG-17 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved

Story`s Progress:

PROLOGUE – Chapter 1: Plan – [NOW] Chapter 2: Acceptance

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author`s Eyes…

Lirih nafas gadis yang tertidur di sandaran kursi penumpang adalah satu-satunya suara yang mendominasi. Di kursi kemudi, Oh Sehun tampak enggan berucap apapun, dan memilih fokus mengemudi daripada harus mempertanyakan sikap Jongdae sekarang.

Sementara sosok yang berada di kursi yang sama dengan sang gadis—Kim Jiyeon—sendiri lebih memilih berdiam, hanyut dalam pikiran dan juga rencana yang telah ia rancang di dalam otak.

Tak tahan dengan keheningan yang mendominasi, Sehun akhirnya menghembuskan nafas cukup keras, seolah menjadi pertanda untuk Jongdae bahwa ia akan segera berucap.

“Apa?” Jongdae lebih dulu memulai konversasi.

Sedikit tersentak dengan reaksi Jongdae, Sehun melirik dari kaca spion depan, salah satu sudut bibirnya terangkat membentuk senyum singkat sebelum dialihkannya pandangan ke jalanan kosong di depan.

“Apa rencanamu sekarang?” tanya Sehun berusaha terdengar santai.

“Menandainya.” sahut Jongdae singkat namun berhasil memicu keterkejutan Sehun.

“A-Apa? Kau tahu kan itu artinya kita harus—”

“Aku tahu.” potong Jongdae.

“Dan kau berencana membawanya?” tanya Sehun tak percaya.

“Ya. Malam ini juga.” Jongdae berucap, seolah tahu apa yang akan Sehun tanyakan setelah mendengar ucapannya, ia kembali menambahkan. “Kau tahu tak ada halangan bagi manusia untuk dibawa kesana bukan?”

Sehun tak lantas menyahut dan memilih memelankan laju kendaraan saat lampu berpendar merah menghentikannya. Sejenak ia terdiam memandang kendaraan berlalu-lalang di hadapannya, sebelum memutuskan untuk menyandarkan tubuh dan menghela nafas panjang.

“Tidakkah rencana itu terlalu beresiko?”

Jongdae tertawa mendengus.

“Beresiko? Tidak, Sehun. Kita cukup membawanya ke tempat penelitianku saja, tanpa sepengetahuan siapapun.”

Menyerah saat mendengar kelugasan di tiap kata yang terucap dari bibir Jongdae, Sehun akhirnya mengangguk pasrah.

“Baiklah, jika kau rasa rencana ini bagus.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Suara tetesan air kentara menjadi hal pertama yang menyambangi rungu Jiyeon kala kesadarannya mulai berkumpul. Meski gadis itu sudah terbangun, ia tak lantas tergesa-gesa membuka mata untuk tahu dimana ia berada sekarang.

Pelan-pelan ia mengumpulkan ingatannya tentang apa yang baru saja menimpanya hingga ia tak sadarkan diri. Tersadar bahwa tadinya ia bersama dua orang asing yang tak dikenalnya, Jiyeon memutuskan untuk mencuri pandang.

Perlahan, dibukanya kelopak mata meski harus sedikit beradaptasi dengan cahaya menyilaukan yang menyambutnya.

Kosong.

Langit-langit ruangan yang kosong jadi hal pertama yang menyambut Jiyeon. Ketika akhirnya ia mengedarkan pandangan dan menyadari dirinya tengah terbaring di ruangan serupa laboratorium penelitian milik Kyungsoo.

Jiyeon memicingkan pandangan, memperhatikan keluar jendela berbingkai gelap yang ada di ujung ruangan tempatnya terbaring, ada siluet yang mengusiknya.

Sedikit ragu, Jiyeon bergerak turun dari tempat tidur datar yang sedari tadi menjadi pengalasnya tidur, sementara ia terkejut kala rasa sakit menyengat lengan kirinya. Menyadari bahwa sebuah perban kini melingkari pergelangan tangan kirinya, Jiyeon menyernyit.

Apa yang sudah terjadi?

Pertanyaan itu agaknya membayangi benak Jiyeon. Tapi ia lebih penasaran tentang dimana ia sekarang berada dibandingkan dengan apa yang terjadi pada lengannya. Akhirnya, dengan langkah-langkah pendek Jiyeon mendekati jendela, berusaha mengenali tempatnya berada kala ia sadar—

“Kau sudah bangun?”

ini bukan tempat asalnya.

Tatapan Jiyeon segera berkelana, hinggap pada seorang pemuda yang entah sejak kapan berdiri di ujung sebuah pintu berwarna senada dengan dinding, melipat kedua tangan di depan dada dan memandangnya tanpa ekspresi.

“Dimana aku?” tanya Jiyeon, mengingat jelas sosok pemuda itu sebagai pemuda yang terakhir kali dilihatnya, sosok yang menculiknya.

“Rumahku.” jawab pemuda itu ringan.

“Kenapa kau membawaku ke rumahmu?”

“Bukankah aku sudah mengatakannya? Kau harus menikah denganku.”

Jiyeon terpaku. Otaknya sungguh berusaha keras untuk mencari kebohongan dibalik ucapan tegas itu, berusaha menemukan keanehannya, berusaha menemukan rencana buruk yang akan ditanggungnya dikemudian hari.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan?” tanya Jiyeon akhirnya.

“Kau.” pemuda itu, Jongdae, menyahuti.

Jiyeon tertawa pelan.

“Kau bahkan mengancamku dengan nyawa Kyungsoo. Kau… mutant, bukan?”

Sejenak Jongdae terdiam. Tapi kemudian ia tersenyum dan mengangguk.

“Ya, memang.”

Kali ini Jiyeon yang terdiam. Sebelum sekon selanjutnya ia menatap terkejut ke arah Jongdae, seolah menyadari apa yang tengah terjadi, ia lantas berkata. “Apa ini tentang penelitian itu? MCP1 itu?”

Alis Jongdae terangkat mendengar ucapan Jiyeon.

“Wah, aku benar-benar memilih target yang tepat rupanya.” gumam Jongdae, jemari pemuda itu lantas menunjuk lengan kiri Jiyeon.

“Sebuah chip terpasang di dalam tubuhmu, nona. Jangan khawatir, bangsamu tidak akan bisa melacaknya jadi kau tidak bisa mengeluarkan chip itu tanpa sepengetahuanku. Kau pasti berpikir bangsamu begitu cerdas jadi keberadaan bangsa kami begitu diremehkan bukan?”

“Selama chip itu masih terpasang, aku bisa kapan saja membuat siksaan untukmu.” Jongdae menghentikan kalimatnya sejenak, ia lantas menjentikkan jemarinya, membuat sebuah layar berukuran besar muncul dari dalam langit-langit ruangan, menunjukkan tanda vital, status hormon dan sederet angka yang Jiyeon yakini adalah noktah untuk menunjukkan tempat ia berada sekarang.

“Tanda vitalmu, hormon, pemikiranmu, keberadaanmu, semuanya akan kuketahui dengan mudah. Sudah kukatan chip itu tidak bisa dilacak oleh bangsamu bukan? Melalui chip itu, aku juga bisa mengirim semua jenis penyakit ke dalam tubuhmu dalam hitungan detik.”

Jiyeon berdiri terperangah, ingin tak percaya tapi penuturan pemuda di hadapannya terdengar begitu masuk akal.

“Oh, tenang saja, aku tidak akan membunuhmu karena kematian pasti hal yang kau inginkan sekarang bukan? Aku tidak suka hal simpel seperti itu, bukankah kau akan lebih menikmati rasa sakit daripada kematian?”

“K-Kau… Bagaimana bisa kau—”

“Nah,” pemuda itu memotong ucapan Jiyeon—lagi—untuk kemudian melangkah mendekati Jiyeon yang masih berdiri mematung tak percaya, “bisa kita langsungkan pernikahan bodoh ini minggu depan?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Keheningan menyelimuti dua insan yang sekarang duduk berhadapan. Masing-masing menggenggam segelas cappucino hangat sembari sesekali menyesapnya demi bersikap normal.

Salah satunya masih disibukkan dengan kertas-kertas penelitian, sementara yang satu tampak sesekali mencuri pandang mengawasi ekspresi sosok di hadapannya.

Akhirnya, sebuah dehaman keluar dari bibir Jiyeon, sang gadis yang sedari tadi mencuri pandang, membuat atensi sosok di hadapannya—Kyungsoo—segera bersarang pada sang gadis.

Melihat Jiyeon lagi-lagi terdiam, sepasang iris gelap Kyungsoo memilih kembali menatap ke arah tumpukan kertas, sementara sesekali jemarinya meletakkan gelas cappucino di meja untuk meraih pena guna membuat coretan-coretan kecil di kertas yang ada di tangan kirinya.

“Jaehwan bilang ia tak pulang denganmu kemarin.” tiba-tiba saja Kyungsoo berucap, membuat Jiyeon hampir tersedak karena terkejut.

“A-Apa?” ulang Jiyeon segera setelah ia berdeham cukup keras.

“Dengan siapa kau pulang kemarin?” alih-alih mengulang ucapannya, Kyungsoo malah melontarkan pertanyaan lain.

“Ah… Aku pulang sendiri.” Jiyeon akhirnya berucap, memilih berbohong daripada harus menjelaskan panjang lebar pada Kyungsoo yang selalu penuh curiga.

Tapi tunggu, Kyungsoo baru saja bilang apa?

“Apa kau bicara dengan Jaehwan?” tanya Jiyeon tak percaya, membuat Kyungsoo tergeragap, terbukti dengan bagaimana pemuda itu cepat-cepat mengubah posisi duduknya dan menyesap cappucino lagi.

“Umm, ya. Hanya sedikit. Aku bertanya padanya apa kau sudah sampai di rumah.”

Dahi Jiyeon berkerut ragu. “Biasanya kau tidak begitu,” gumamnya membuat tatapan Kyungsoo bersarang sejenak padanya.

“Memangnya tidak boleh?”

“Ah, tidak. Aku tidak bicara begitu.” lekas Jiyeon menetralkan ucapannya yang terkesan mencurigai Kyungsoo.

“Kau biasanya tidak suka pulang sendiri.” Kyungsoo lagi-lagi berucap.

Jiyeon memilih diam, lantaran tak tahu harus menjawab apa. Tapi tak lama, ia lagi-lagi berucap.

“Kyungsoo, aku akan menikah.”

Sejenak, Kyungsoo mematung. Tak menatap Jiyeon namun tak juga berfokus pada kertas di hadapannya. Tapi sepersekian sekon kemudian Kyungsoo membalik lembaran di tangannya dan menyahut.

“Oh ya? Dengan siapa, Jiyeon-ah?” tanyanya tanpa intonasi, tak ada satupun kata yang meluncur dari bibir Kyungsoo yang sanggup membuat Jiyeon berpikir pemuda itu mengkhawatirkannya.

“Um, bagaimana menurutmu?” Jiyeon lagi-lagi memancing reaksi pemuda itu.

Dengan acuh, Kyungsoo menatap sang gadis sembari mengangkat bahunya dan tersenyum tenang. “Menikahlah. Apa lagi yang kau tunggu?”

Kali ini Jiyeon yang mematung. Reaksi Kyungsoo sungguh diluar dugaannya. Apa sebuah pernikahan sedikit pun tak mengusik sang pemuda Do sementara sejak kemarin Jiyeon kelimpungan?

“Ah…” Jiyeon akhirnya mendesah pelan, menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sementara tatapannya bersarang pada jari-jarinya yang bertautan di atas tas mungil berwarna cream miliknya.

“Kurasa kau sibuk hari ini, aku akan pulang lebih cepat.” Jiyeon memutuskan, berdiri sambil menyampirkan tas kecilnya di bahu dan berbalik hendak meninggalkan Kyungsoo saat usaha gadis itu terhenti.

Lengan kanan Kyungsoo sekarang menahan lengannya, membuat Jiyeon berbalik, menatap pemuda itu meski sang pemuda masih menatap lembaran kertas di hadapannya.

“Siapa?” pertanyaan Kyungsoo membuat alis Jiyeon bertaut bingung. Karena tak ada reaksi dari Jiyeon, Kyungsoo akhirnya mendongak, menatap gadis itu dalam diam.

“Aku ingin bertemu dengannya, pria yang akan menikah denganmu.”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Jiyeon tak ingin munafik, dan memang, ia tak pernah munafik. Ia menyukai Kyungsoo, Jiyeon akui itu, tapi tak pernah sekalipun ia berusaha memberitahu Kyungsoo tentang perasaannya.

Kyungsoo juga tampaknya begitu acuh pada perhatian yang Jiyeon berikan. Entah ia memang tak tahu tentang perasaan gadis itu atau Kyungsoo tahu tapi tak ingin tahu karena ia tak memiliki perasaan apapun pada gadis itu.

Tapi Jiyeon menerima kedua kemungkinan itu, terbukti dengan bagaimana ia selama bertahun-tahun tak memandang siapapun kecuali Kyungsoo. Kecuali saat ini, ketika ia berada di bawah ancaman dan akhirnya harus berpura-pura memandang seorang yang bahkan tak dikenalnya.

“Apa pertemuan ini begitu penting?” lamunan Jiyeon terpecah kala mendengar Jongdae berucap.

Ragu, Jiyeon memandang pemuda yang tampak begitu jenuh berada di ruangan bernuansa jingga lembut tempat mereka berdua sekarang duduk berhadapan di sudut sebuah café.

“Kyungsoo bilang ia ingin bertemu denganmu.” hati-hati Jiyeon berucap. Mendengar nama Kyungsoo keluar dari mulut Jiyeon, Jongdae memasang senyum kecil.

“Kau cukup berani, mempertemukanku dengannya.”

“Kau bilang kau tidak akan menyakitinya selama aku menurutimu.” ucap Jiyeon mengingatkan pemuda itu pada kalimat yang pernah ia ucapkan.

Jongdae mengangguk-angguk pelan. “Apa itu artinya kita sudah sepakat?” tanyanya sejurus kemudian, membuat Jiyeon memberanikan diri untuk memandangnya.

“Hanya tiga bulan bukan?” tanya Jiyeon.

“Ya. Hanya tiga bulan.”

Gadis itu lantas menarik dan menghembuskan nafas panjang sebelum ia melanjutkan. “Setelah itu, kau tifak akan mengusikku lagi?”

You have my words.” Jongdae tersenyum puas, pertanyaan Jiyeon seolah menjadi alarm persetujuan baginya, bagi rencananya.

Sudut mata Jongdae tanpa sengaja menangkap siluet pemuda di ujung pintu café cukup jauh dari tempat mereka. Tentu saja Jongdae tahu pemuda itu adalah Do Kyungsoo. Tak lantas menyia-nyiakan kesempatan, Jongdae mempersempit jarak antara dirinya dan Jiyeon dengan menumpukan siku di atas meja sementara jemarinya bergerak menyentuh wajah Jiyeon yang membelakangi arah datangnya Kyungsoo sekarang.

“Tersenyumlah, Kim Jiyeon. Kau harus yakinkan Kyungsoo jika pernikahan ini memang benar-benar kau inginkan.” ujarnya menyunggingkan sebuah senyum yang tak bisa dianggap senyum tulus bagi Jiyeon.

“Apa kau sudah menunggu sejak tadi, Jiyeon-ah?” Jiyeon segera menarik diri dari jarak pendek yang tercipta antara dirinya dan Jongdae, menatap terkejut Kyungsoo yang sejak tadi menyaksikan mereka.

“Ah, tidak terlalu lama, kurasa.” Jiyeon tersenyum pada sang pemuda, menepuk kursi kosong di sana untuk Kyungsoo duduki sementara Jongdae sendiri memandang ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

“Oh, aku tidak sadar kita sudah di sini selama dua jam, Jiyeon-ie.” ujarnya menatap Jiyeon, membuat gadis itu cepat-cepat mengubah ekspresi terkejutnya lantaran panggilan yang baru saja Jongdae lontarkan padanya.

“Benarkah?” gadis itu berucap terkejut, “aku bahkan tidak menyadarinya, kita membahas banyak hal sejak tadi.” ujar gadis itu lagi, tersenyum tulus ke arah Jongdae, tahu benar jika sekarang Kyungsoo tengah mengawasi ekspresinya dan bisa menemukan kebohongan sekecil apapun yang terpasang di sana.

“Benar,” Jongdae mengusap puncak kepala gadis itu pelan sebelum ia menatap Kyungsoo, “kami sedari tadi merencanakan honeymoon dan umm,” Jongdae melirik ke arah Jiyeon sejenak, “kapan Jiyeon akan mulai tinggal denganku.” sambungnya.

“Aku tak pernah tahu Jiyeon mengenal seseorang sepertimu. Kau terlihat cukup berbeda.” ucap Kyungsoo sekon kemudian.

“Ah, Jiyeon tak pernah cerita padamu tentangku?” Jongdae balik bertanya, membuat tatapan dingin Kyungsoo bersarang pada Jiyeon yang masih memasang wajah tak berdosa.

“Kau selalu sibuk, Kyung-ah, mana mungkin aku mengganggumu?” ucap Jiyeon.

Kyungsoo menghela nafas panjang.

“Jadi ceritakan saja padaku sekarang.” ucapnya.

“Kami bertemu di perpustakaan,” ucap Jiyeon memulai, mengarang cerita di dalam benaknya agar terdengar masuk akal di pendengaran Kyungsoo, “Jongdae cukup sering datang ke sana. Dan… kau tahu sendiri kebiasaanku kan, Kyungsoo-ya? Aku suka memperhatikan orang-orang yang membaca di sana.” tuturnya, mulai kehabisan akal untuk melanjutkan ceritanya.

“Beberapa kali aku mendapati Jiyeon memperhatikanku, jadi aku putuskan untuk mengajaknya bicara. Dia sangat menyenangkan, ia terlihat pendiam tapi ternyata berpengetahuan sangat luas, benar-benar tidak terduga.” Jongdae tiba-tiba berucap.

“Kurasa kalian saling mengenal dengan sangat baik.” ucap Kyungsoo, menyandarkan tubuh dengan nyaman di kursi.

“Aku sangat penasaran, bagaimana bisa Jiyeon tertarik padamu, Jongdae-ssi. Aku mengenal Jiyeon di separuh usiaku, dan aku tahu benar bagaimana tipe pria yang disukainya.” Kyungsoo berhenti sejenak untuk menatap Jiyeon, mengawasi ekspresi gadis itu.

“Sejujurnya kau sama sekali bukan tipe pria yang bisa disukai Jiyeon. Pernikahan kalian… apa bukan sekedar tipuan?”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

MCP1 – Mutant Cleaning Programming (sebuah program yang dibuat manusia untuk menekan jumlah populasi mutan—non-human—di bumi)

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

HUFT. HUFT. Dengan perjuangan cukup keras akhirnya chapter 2 bisa selesai. BANZAI /lempar confetti/ padahal chapternya pendek sekali. TROLOLOL. Gapapa lah. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Anggep aja peribahasa. Mengingat chapternya pendek semoga aja aku bisa update lebih cepat dan sering. EHEM. Sekian cuap-cuapnya. Hope you guys like this story!

Jangan lupa tinggalkan jejak ya kawan~ karena jejak kalian adalah vitamin bagiku! See ya on next fanfict! Ppyong!

75 tanggapan untuk “TRUE LIES – Slice #2 — IRISH`s Story”

  1. Aaaaaa suka… aku sampe rela begadang buat baca ini ff 😀 ntah knp greget ama kyungsoo, kyungsoo dipart ini sebenarnya suka jiyeon nggak sih??? Mungkin suka tp malu mengungkapkannya *sotoy he 😃 jiyeon keren, kyk rela ngelakuin apa aja demi cowok yg dia suka *baper 😭 izin baca chapter selanjutnya kak :)))

  2. Si jaehwan blm kbagian dialog y kshn, msh mending 세훈 akuh. Menantikan kemunculan mmbr exo yg lain /pengen’ny ot12 slalu brsm sm, ktawa ktiwi ky di era Showtime/
    DEG bgt kt2 d.o sesaat sblm tbc itu. 첸 sk to d’point, d.o ga kalah tpat sasaran skali’ny ngomong, d’pwr of vcl line kah?

  3. Uhhh penasaran sama jawaban jongdae..
    Tapi kalo dipikir -pikir bingung mau comment apa jadi aku lanjut chap 3 ya
    Hwaiting ^^

  4. aku mikirnya “PERCUMA JUGA SI MAS YO KAMU JENIUS KALAU UJUNG-UJUNGNYA SELALU DITINGGAL CEWEK YANG KAMU SUKA”
    hahaha, aku jahat banget kayaknya kalau sama mas dio

  5. Kalimat terakhirny bikin shock gila.
    Yaa ga heran juga kyungsoo jenius sih :3
    Aku bacanya sambil tepuk tangan coba.

    Agak greget juga sih sama kyungsoo. Kenapa dia gak langsung bilang kalo dia suka sama jiyeon. Kalo Nyesel baru tau rasa.
    Itu Jongdaenya sadis banget. Btw aku agak ambigu baca kata ‘menandai’ tadi >.<
    Aku ngiranya bakal diapain gitu kan soalnya ini ratenya 17. Lah ternyata cuma dikasih chip doang-_-

    Lanjut chap 3

    1. XD iyeepp, itu kyungsoo kan jenius jadi gampang peka sama keadaannya ya XD wkwkwwkkw itu Kyungsoo juga labil, suka tapi engga suka, engga suka tapi suka XD wkwkwkwkwkw enggak lah, 17+ nya mungkin nanti cuma karena kata-kata doang …

  6. mau komentar apa nih??saking kerwnnya nih cerita aku ga bisa berkata apa apa lagi.. 🙂

    aq mau baca yang ke 3 dulu kak irish 🙂

  7. Woho ini keren kakak… aku penasaran ama kelaanjutannya.. next kakak. Kok aku ngerasa jongdae ama kyung nnyeremin ya? /abaikan/ jongdae ama kyung sikapnya dingin dingin gitu kah?. Maap nda bisa komen banyak. Waktu mepet kakak.

  8. irish maap ya, aku pengakuan dosa dulu: 1. aku skip2 bacanya, 2. aku sempat ga niat baca sejak slice 1 sebab panjang 3. tpi balik lagi dgn tidak elit
    4.
    MAS JONGDAEEEEEEEE for some reasons aku mau bunuh kamu!
    .
    .
    oke. *calming myself down.
    terlepas dari ide scifinya yg menarik dan mas jongdae yg killable banget di sini *dari dulu pingin bkin dia badass kayak gini di ff tapi jarang berhasil*, aku agak kurang sreg menjadikan pernikahan sebagai sarana mengorek info ttg kyungsoo dari jiyeon… pernikahan kan ikatan yg suci *or maybe aku terlalu idealis T.T* aku ga tau mslh ini sdh disinggung apa belum sama komenter sebelumnya, tapi bukannya jongdae punya chip itu ya? aku berharap dia pake chip itu buat ngorek info dari jiyeon, kalo perlu jiyeonnya disakitin sekalian (yah walaupun aku baru sadar di chap 1 sehun bilang nyulik si jiyeon ga akan mempengaruhi kyungsoo…. aku kok ga yakin itu ‘ga akan berpengaruh’ mengingat kyungsoo udah panikan bahkan waktu si jiyeon ditusuk buat test mutant itu, apalagi kalo jiyeon diculik kan)… tapi mungkin biar ceritanya panjang, okelah. aku hanya merasa plot bagian ini agak aneh….
    tapi aku tunggu lanjutannya ya!
    PS kamu punya oneshot chen/soo gak di blog, ntar aku mampir dah

  9. “Apa yang sebenarnya kau inginkan?”
    “Kau.”

    “Aku ingin bertemu dengannya. Laki-laki yang akan menikah denganmu.”

    Ini jiyeon denger beginian dari dua cowok tamvan gak mimisan dia? Lututnya gak gemetar?
    Kalo aku udah kulempar lem dua cowok itu bhaaaakkk..

    Di sini ada umin kah?
    Diadain dong. Sama reen. /abaikan/
    Wkwkwkkw..

    1. OIYA YA, HARUSKAH AKU BIKIN JIYEON MIMISAN? ah jangan ah ka ne, nanti dia dituduh leukimia………..kasian kaan……..masa main castnya penyakitan……. atau kalo dia epilepsi…….kan kasian…………XD wkwkwkwkwkw KITA KAN PABRIK LEM KA NE XD MARI LESTARIKAN LEM BIAS XD wkwkwkwkwkwk umin-reen? hmm biarkupikirkanjalanyangsesatuntukmereka XD

  10. “Pernikahan kalian… apa bukan sekedar tipuan?”
    Itu Kyungsoo pinter amat :’D meskipun mungkin aja dia cuma punya ‘kecurigaan’ dan nantinya dia bakal percaya aja setelah dikarang cerita sama jongdae-jiyeon lagi… tapi tetep, itu bikin aku pen bilang “nice, kyungsoo”
    Aku penasaran, soalnya ngga mungkin begitu aja mereka sekedar nikah 4 bulan, pasti nanti ada berbagai macam konflik
    Huhu
    Fighting kak Irish~

  11. Pas baca tanda vital jadi inget ff sebelah /tendang baekyeri😂. Kalo diliat liat kaya gabakal ada baekhyun di ff ini/? Ntahlah

  12. Haloo kak irihhhh
    aku baru nyoba Baca ff ini dan aku suka wkwk
    pertamanya aku gak niat baca soalnya castnya bukan sehun wkwk
    Tapi seketalh aku baca aku suka pake banget lagiiiiiii
    Mangat buat lanjut yaaa

    1. XD buset kamu sadis, nanti kubikin hun-rene loh /kemudian ditendang/ XD wkwkwkwkwkwk suka? syukurlah semoga kamu ga bosen nunggunya XD wkwkwkwk thanks yaa

    2. Hun rene yah? Suka suka suka tapi kudud nyiapin hati dan jiwa untuk tabah, abis bias ama cewek cantik yanmau diapakannkahi wkwk
      Makasi yoo kakkk
      Sorry typo mulu, wkwkw ♥♥

  13. MAaf kak bru bsa baca dan komen skrng yah!!! Aku mau start baca dlu, tp mau skalian ninggalin jejak.. dtunggu chap 3nya yah kak, and ff code name livnya keren bgt, sma ada nih temen aku yg pengen bgt minta TTD kakak..

    1. XD yuhuu, gapapa thanks udah nyempetin komen yaaa wkwkwkwwk baca ayo bacaaaa XD wkwkwkwk okeeh tunggu Liv nya yaa XD aduh aku hanya manusia biasa gaperlu dimintain ttd ah kek aku pejabat aja ini XD

  14. Haaa akhirnya sampe dichapter 2 juga hihihi ah sukaaaaa banget sama ff iniiiii >< dan ini perasaanku aja atau chapter ini emang pendek? ah selalu ga puas kalo baca ff ini hahaha dan TBC mengganggu hiks T,T gemes sama Kyungsoo, sebenernya dia suka sama Jiyeon ga sih? keliatannya dia santai-santai aja pas denger Jiyeon mau nikah padahal tetep curiga dan penuh selidik, sampe ditanyain ini itu. ih cuek amat bang -_- Jiyeon kasian, hidupnya penuh ancaman, dan entah kenapa aku suka sama karakter Jongdae yg mengintimidasi disini wkwkwkwkw semoga Jiyeon baik-baik aja deh… bener dugaannku kalo Jiyeon itu suka sama Kyungsoo tapi dia ga berani ngungkapin karna mikir Kyungsoo itu ga suka sama dia. hmmm hanya author dan Tuhan lah yg tau gimana perasaan Kyungsoo yg sebenarnya pada Jiyeon wkwkwkw. penasaran bangeeetttt bangeeetttt sama kelanjutannyaaaa~~ aku harap chapter 3 nya ga lama-lama yaaa authornimmm!! aku doain semoga sehat selalu dan idenya lancar jaya biar ff ini cepet dilanjutin huhuhu pokoknya ga sabar banget pengen baca kelanjutannyaaaa!! Fighting yaaa^^

    1. Aduh duh akhirnya kak reni nyasar lagi di chapter 2 wkwkwkwk thanks ya kaakk, udah mau baca chapter 2 nya ini XD wkwkwkwkwk aduh maaf banget soal itu tbc nya XD wkwkwkwkwk tapi apa daya harus ada tbc XD
      Itu karakter intimidasinya kan greget ya XD biar keliatan beda gitu XD wkwkwkwkwkwkk ini Jiyeon takut cinta bertepuk sebelah tangan tapi gimana lagi ada anceman begini ya XD wkwkwkwkwkwk thanks banget yaa udah nyempetin baca ff ini kak XD see you di next chapter kak~~

    2. pokoknya chapter 3 harus cepet yaaaaa ini maksa loh #eh. tapi selama Jongdae cakep sih ya karakter apa aja cocok lah di dia wkwkwkwk iya tuh intimidasinya ngefeel banget, tapi ya orang cakep mah bebas hahahaha gapapa Jiyeon dapet anceman dari makhluk ganteng sejenis Jongdae, tinggal nurut aja biar ga diapa-apain wkwkwkwk ah pokoknya chapter selanjutnya jangan lama-lamaaaa dan nanti kalo udah update, tolong kasih tau aku yaaaa /ini reader banyak maunya/ hahahahaha semangat~!!

    3. XD buakakakka semoga aja dia gapake hair-cut aneh2 dulu, biar aku tetep mood sama dia XD wkwkwk aku ngakak asli kak baca ‘orang cakep mah bebas’ itu wkwkwkwk XD thanks ya kaakk~~

    4. aih si kei mah mau digimanain pun tetep cantik nan imut dan muka tertindasnya masih melekat(?) kok wkwkwkwkwk pokoknya cepetan lanjuuuttttttt sebelum aku melakukan peneroran MUAHAHAHAHAHA

    5. Kei ultimate bias yg mukanya cocok mau diapain aja wkwkwkwkwk /jahat/ oh iya btw, follback ya adik manis /cie manggil adik/ DAN OH IYA AKU LIAT DI WP KAMU ADA POSTER LEE MIJOO DAN KIM JONGIN HUAAAAA MAU DIBAWA(?) KEMANA MEREKA?????

    6. wkwkwkwkwk biasanya kalo mau nyiksa orang itu ide lancar jaya hahahahahaha coba Jiyeonnya dibikin ilang(?) kek, atau sakit kek, atau diculik kek wkwkwkwkwk pengen liat reaksi Jongdae gimana HAHAHAHA AKU BENCI JONGDAE YANG CUEK DAN KASAR KE JIYOEN HUWAAAA ><

  15. Kyung cuek bnget c,,,,
    ga sangka, irish,buat jongdae disini he’em gtu!!

    klo readers vitamin,aku vit apa rish,,,?? aku pnya vit B,,,,[baekhyun]!!! wkwkkwkk,,,

    1. XD kyung minta ditendang itu hahahahahahahaha XD jongdaenya ngegodain iman perawaaann XD wkwkwkwkwkwk vitaminku juga si cabhaaayy`~

  16. Astagaa kyungsoo ini suka ga sih sebenarnya sama jiyeon kok lempeng amat ? Ntaran nyesel lo …. eh tp suka deh dengan caranya jongdae ngancem2 gitu berasa ada serrrserrnya gitu. wkwkwk

    Okay ditunggu chapter 3nya^^

    1. XD kyungsoo………suka apa engga ya hahahahahahah XD lempeng buset kulemparin kyungsoo nih XD wkwkwkwkwk ngancemnya ada sersernya gimana coba XD wkwkwk thanks yaaa

    1. XD iyaaaappp wkwkwkwkwk akhir2 ini sih kegoda iman perawan ini gegara chen begitu tjakep wkwkwkkwkwkwk XD KITA SPESIES LANGKA KAN YA XD

  17. Ini jongdae berasa kesempatan dalam kesempitan
    Bisa memata2i pemerintah sekaligus ngecengin jiyeon,hahahahah *plak

    Aduh ini kyungsoo batu banget sih, sok kuat gt denger jiyeon mau kawin
    Tp ttp curiga

    Dan ini kenapa coba bangsa mutant jd mau dimusnahin, kasian sehun ama jongdae

    Ditunggu next chapnya irish ^^

    1. XD jongdae mah gitu, greget XD wkwwkkwkwkw sekalian ngecengin awewe cantik XD hahahahahaha itu si kyungsoo emang gitu sosoan jaim dia XD wkwkwkwk thanks yaa

  18. Yee.. akhirnya di update.. suka.. suka banget.. di tunggu next chapter nya y irish.. oya maaf baru komentar.. kemarin di ff only and one dan kajima nggak sempat komentar karena paket sekarat dan banyak tugas kuliah.. dan ini baru buka lagi exo ff nya.. maaf ya.. Dan di tunggu next chapter nya..

    1. Irish ini ff kapan di update.. 😭😭😭 udah berapa Bulan nih aku nunggu in.. 😅😅 apa udah dapet inspirasi lagi.. aku nunggu banget.. penasaran banget sama alurnya.. jangan sampai di hapus ff nya y..😊😊

Tinggalkan Balasan ke KaitoArBii Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s