[EXOFFI FREELANCE] YOU KNOW ME (Chapter 3)

JH

PART   3

Tittle : YOU KNOW ME……??????

Author : suci byun

Cast : – JUNG INSOO (OC)

  • KIM JONG IN(Exo-K)

Other Cast : You Can Find In The Story J

Genre : Romantic,SAD. SCHOOL LIFE

Ratted : PG 18+

Lenght : multichapter

Note : Reader J

~Happy Reading~

Author pov…

Insoo longo melihat bus yang baru saja lewat di hadapannya. Entah apa yang di lamunkannya, hingga ia tidak sadar bus itu baru saja melewatinya. Dengan lari yang lincah insoo mengejar bus itu, tidak peduli roknya terangkat ke atas, dan memperlihatkan pahanya yang mulus. ia tidak ingin terlambat di hari pertamanya, apapun itu ia harus datang lebih awal…..

AJUSSHI!!!!…..AJUSSHIII…!!! BERHENTI…!. dengan sekuat tenaga insoo berteriak, berharap ajusshi yang membawa bus itu dapat mendengarnya dan menghentikan busnya.. dan tidak lama insoo berlari sambil berteriak,akhirnya bus itupun berhenti juga. Tampa berlama-lama insoo memasuki bus dengan wajah yang merah karena kelelahan, berantakan? . itulah penampilan insoo sekarang bajunya jadi kusut karena berlari. Terlebih lagi rambutnya yang sedikit berantakan.

HUFFF~ desah insoo mengambil nafas panjang dan membuangnya lega. Tampa menunggu lama insoo langsung duduk di kursi paling belakang. Karena yang depan sudah penuh,terpaksa insoo harus duduk di bagian belakang. Dan ternyata di bagian belakang hanya tersisa 1 dan di samping kursi insoo, terlihat seorang namja yang tertidur pulas sambil menggunakan hadeset putih di telinganya . ia bersandar sambil melipat kedua tangan didadanya, jika di lihat-lihat dengan posisi seperti itu, bisa di bilang namja itu terlihat cool dan sangat tampan.

dengan perasaan lega insoo duduk dan bersandar di sandaran kursi. Serasanya tubuhnya pegal habis berlari, dengan jarak yang hampir setengah kilo (0.0).

Insoo pov..

Ahhh .. benar-benar melelahkan.. betisku seperti mau pecah . ini semua karena hayalanku untuk bertemu omma terlalu tinggi, aku jadi tidak sadar kalau bus yang ku tumpangi sekarang meninggalkanku, tidak mungkinkan!, aku menunggu bus yang selanjutnya. Aku bisa terlambat di hari pertamaku, dan aku tidak mau itu terjadi….!. hemmm WAH!!…kota seoul benar-benar indah ya!. dan sangat menajubkan!. Tentu saja, seoulkan ibukota korea selatan. Dan itu sudah pasti sangat indah.

“ O’.. Lee min ho! . emm uri oppa~!..isshh minuman itu lagi. Apa tidak ada iklan lain apa… kenapa mereka menyuruh Min ho oppa mengiklankan minuman tidak menyehatkan itu… ani.. tetaplah tersenyum seperti itu… ya’’..ya’’.. sudah lewat.. oppa.. anyyeong” senda ku memandangi layar besar di sebuah pusat perbelanjaan,

Karena terlalu asik melihat –lihat keadaan kota seoul yang amat ramai itu, aku tidak sadar kalau di sampingku ada namja yang sedang tertidur pulas sambil mendengarkan musik. Aku menggelengkan kepalaku melihatnamja itu. Nampaknya musik yang ia dengarkan benar-benar membuatnya nyaman. hingga tertidur sangat pulas, bahkan deru nafasnya terdengar jelas, berat!. Bahkan ia sampai berkeringat,rambutnya kelihatan basah. Sangat lucu, aku sampai tertwa kecil melihatnya. Hingga saat ini, Aku masih memperhatikan namja di sampingku, entah kenapa melihat namja ini, aku teringat dengan sahabat kecilku dulu, sahabat sesaatku, sahabat yang sampai sekarang tidak tau keberadaanya di mana.

Pasti sekarang ia sudah tumbuh dewasa seperti namja ini. aku tidak tau apa kulitnya sudah putih atau masih coklat seperti dulu?. Andai tuhan mendengarkanku. Aku sangat ingin bertemu dengannya. Aku ingin melihat senyum yang dulu ia berikan padaku, senyum penghibur yang selalu membuat perasaan sedihku hilang. Aku ingin melihat ia menggunakan seragam sekolah yang sama padaku. Oh iya kelihatannya namja ini siswa high shcool juga. Di lihat dari almamater yang ia gunakan, sepertinya sama yang aku kenakan sekarang. Ne!. Itu benar. Identitas di almamaternya tertulis school art higt school. Tapi apa…ia tidak takut kelewatan bukankah sebentar lagi bus ini berhenti di hight school. Apa tidak apa-apa kalau aku membangunkannya?, aku hanya bermaksud untuk membantunya. Tapi aku takut, setelah membangunkannya, namja ini malah marah padaku karena mengganggu tidurnya . ottoke.. aku hanya ingin menolongnya dari masalah, karena aku yakin dia juga siswa baru sepertiku.

, tidak lama lagi aku sampai di hight school, aku memutuskan untuk mencoba membangunkan namja disampingku, yang terlalu tidur nyenyak itu. dengan sedikit takut aku menyentuh bahunya dan sedikit membangunnya. Dan betapa terkejutnya aku merasakan suhu tubuh namja ini sangatlah panas. Aku sedikit mengguncang bahunya. Berharap ia merespon tindakannku. Tapi namja itu tidak bergerak sedikitpun. Entah apa yang terjadi pada namja ini.

 

“hei!. Bagunlah…ya … kau tidak apa-apakan.”

“ya. Ireona… bagaimana ini. namja ini kelihatannya tidak tertidur tapi pingsan..??. ya.. gwenchana ..badanmu sangat panas.. ottoke…” apa yang harus aku laukan? namja ini, tidak sadarkan diri..

“wae?. Apa yang terjadi dengan temanmu?.” Tanya ajusshi di kursi sebelah.

“mollayo!” ucapku sontak berdiri dari tempat dudukku. Dan membiarkan ajusshi duduk di kursiku.

“wae apa dia pingsan?” tanya salah satu penumpang di kursi depanka

“..sebaiknya bawah saja ke rumah sakit…di persimpangan ada klinik dan itu tidak jauh lagi”

“molla… aku sama sekali tidak tau dia pingsan.. yang aku tau dia hanya tertidur…” jelas insoo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.

 

Karena kahawatir ,ajussi tadi langsung memeriksa urat nadi di pergelangan tangan namja berkulit tan itu. ajussi itu terlihat serius dan terlihat sangat ahli dalam memeriksa. seperti seorang dokter yang memeriksa pasiennya yang darurat. ia memeriksa dari urat nadi hingga dahi, memeriksa suhu tubuh namja malang itu.. sesekali ia menggelengkan kepalanya, tanda ada yang tidak baik dengan namja ini. sementara aku hanya bisa menggigit jari. jujur aku sedikit takut melihat keadaan namja ini….dan jangan bilang wajahku pucat sekarang…

Setelah memeriksa keadaan namja ini, ajusshi tadi memutuskan untuk membawa namja ini ke rumah sakit…dan lebih parahnya,aku harus ikut dengan namja ini… apa-apaan ini aku tidak mengenal namja ini mana bisa aku harus terlibat dalam masalah ini tenggorokkanku terasa tercekek dan aku tidak bisa berkata apa-apa. (o_o), ah~ mana ini sudah pukul 06:23.. bisa-bisa aku terlambat sekarang, mana ini hari pertama..aaaahh~ sial.

“bagaimana keadaannya?”tanyaku terburu-buru.

“syukurlah kedaannya tidak terlalu parah, sepertinya dia alergi dengan susu. Dan pencernaannya memburuk karena susu yang ia minum, makanya suhu tubuhnya begitu tinggi” jelas ajusshi tadi yang sama sekali tidakku mengerti … yang ada pikiranku hanya waktu?, hanya tersisa 20 menit lagi. Dan aku belum juga berada di sekolah. Dan lebih parahnya lagi hari pertamaku bersekolah. Ah~ benar-benar menyebalkan

………………………………..

“In hospital”

Insoo pov end..

 

Author pov….

“sebaiknya kau menjaganya dengan baik, jangan sampai hal ini terjadi lagi… untung kita cepat membawanya kalau tidak bisa-bisa dia tidak selamat tadi” pesan dokter itu menyarankan Insoo yang tidak mengerti sama sekali.

“APA! aku harus menjaganya dengan baik, gila memang siapa namja itu aku bahkan tidak tau namja itu datang dari mana? bagaimana dokter ini berkata seenaknya padaku “ batin insoo mengerucutkan bibirnya. Insoo memerhatikan jam tanganya. Dan betapa terkejutnya. Sekarang jamnya menunjukkan pukul 06:49. Dan itu memandakan bel HIGHT SCHOOL BERBUNYI…

“yaa.. kau tidak apa-apa?. Apa kau mendengar saranku. Namjachingumu sedang terbaring lemah apa kau tidak ingin membantunya..”.

Insoo bengong ia berusaha memutar kaliamat yang baru saja ia dengar dari dokter itu. dan ia terhenti pada kata “namjachingu”!.

“ANI!.. dia bukan namjachinguku. Kenapa dokter mengatakan namja itu adalah kekasihku?” celetuk Insoo, yang membuat dokter itu tidak bisa menahan tawanya.

“sejak tadi aku memperhatiakanmu di bus kau tersenyum-senyum menatap wajah namja itu” jelas dokter dengan expresi yakin

“dokter ini benar-benar tidak waras!. tadi dia menyuruhku menjaga namja itu d, sekarang mengatakan hal yang tidak masuk akal bagaimana bisa dia seenaknya mengatakan namja itu adalah pacarku. dasar!” gerutu insoo dalam hati.

“terus dia hanya chingumu begitu.. kau tidak perlu marah begitu, aku kan hanya menduga” canda ajusshi yang ternyata seorang dokter di klinik itu. Sementara Isoo mulai kesal dengan gurauan ajussi, rasanya ia sedang di jatuhi runtuhan tanah dan membuat dirinya tidak bisa melakukan apa-apa

“dia bukan siapa-siapaku. AKU tidak mengenal namja itu” tegas Isoo sebelum berlari keluar klinik dan meninggalkan namja yang sekarang tebaring lemah di rangjang pasien, dengan selang infus yang tergantung manis di sampingnya…

******

Author pov….

Teng….teng….teng…..teng….

Bel HIGH SCHOOL sudah berbunyi. dan itu menandakan semua siswa sudah masuk ke kelas masing-masing, dan siap menerima pelajaran yang akan di bawakan oleh bapak dan ibu guru di sekolah yang amat luas itu.. dan seperti kita pikirkan keadaan di sekolah itu mulai sepi hanya ada bebarapa guru yang masih berkeliarang di luar kelas..

Drap….drap….drap…tap~.tap~

Insoo pov……

Aishh~ jinja. Karena namja itu, dan dokter yang bawel itu. sekarang aku terlambat ke sekolah.. ah~ shireo…aku sangat bneci ini. bahkan aku tidak tahu kelasku dimana, kenapa semua ini harus terjadi? Padahal aku sengaja pergi lebih awal supaya tidak telat. Nah apa ini.. aku malah telat.. semua pasti sudah menemukan kelas dan tempat duduk yang baik… sedangkan aku kelas saja aku tidak tau di mana… ahh~ benar-benar menyebalkan!

Sekarang aku berada di depan mading sekolah. Aku bingung melihat kertas-kertas yang sudah di tempel rapi ini. Kalian pasti sudah tau aku mencari apa?. Ne. aku mencari nama dan kelasku berada. Dan bayangkan aku harus mencari di antara 500 orang. Aku sampai mengeluarkan keringat. Bukan karena aku lelah mencarinya tapi aku juga takut..aku malu karena terlambat… entah bagaiman wajah-wajah teman-teman di kelasku nanti, jika mereka melihatku datang terlambat seperti ini…

Tap…tap…tap…

Author pov…

Terlihat seorang namja yang berjalan santai ke arah mading dan berhenti tepat di samping Insoo . sementara insoo masih sibuk mencari namanya . Sepertinya kehadiran namja itu tidak membuat Isoo terganggu ,namja itu dengan santainya berdiri di samping insoo sambil memegang buble tea kesukaannya. Namja itu memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan menandakan ia sedang memikirkan sesuatu.

“apa kau sudah menemukannya?” mata elang namja itu beralih menatap insoo, entah berapa kali pipet buble tea itu masuk kedalam mulutnya , kelihatannya minuman itu sangat nikmat untuknya hingga ia menyeruput minuman berwarna coklat itu sampai tersisa hanya setengahnya.

SLRUPP…SROooT…. Sroooot

Suara namja itu mengejutkan Insoo dan membuat Insoo kembali mengulang mencari daftar namanya dari no satu.

“YA’ ISSHH..!!!”

Insoo kesal dan mengarahkan pandangannya pada orang yang tngah mengganggu aktivitasnya itu. Tapi entah mengapa raut wajah Insso yang tadinya kesal malah menjadi expresi yang sulit untuk di tebak . insoo melongo menatap namja tinggi dengan gaya coolnya, tampan?. Kulit putih susu, tatapan yang tajam seperti elang yang gagah. Bibir yang tipis, rahang yang terlihat tajam. Sangat sempurna untuk tipe semua yeoja… jika di lihat dari gayanya ia namja yang dewasa. Tapi Insoo yakin tidak dengan sifatnya yang kekanak-kanakan.. namja berambut ungu itu menjilati bibirnya dari sisa buble tea yang ia seruput dari tadi. Sangat keren.. bahkan mulut Insoo sedikit terbuka melihatnya…

“ ya’’ha..!. kau tidak menemukan namamu?. Jinja. Babo.. ya’.. apa kau mendengarku..hei…!” tegur namja itu melambai-lambaikan tangannya di wajah Insoo, dan akhirnya Insoo tersadar dan merasa malu dengan sikapnya tadi.

“A…NU…a..ku belum menemukanya.” Ucap Insoo dengan cepat mengalihkan pandangannya ke mading, munkin ia malu dengan namja itu. namja itu membuatnya canggung dan salah tingkah… wae? Apa Insoo tertarik dengan gaya namja ini. dan karena itu ia menjadi salah tingkah sekarang…

“ha..ha..ha.. ya!. apa yang kau lakukan hah!. Bagaimana bisa kau terlambat di hari pertama masuk ke SMA” ledek namja itu sambil meletakkan pipet ke bibir manisnya, siap untuk memasukkan sesuatu yang segar ke tenggorokannya.

“ya.. mwo?, terlambat!… apakah aku harus bertanya padamu. kenapa kau juga berada di sini, dan dengan santainya mengataiku terlambat HAH!.” Balas Insoo kesal, insoo benar namja ini benar-benar aneh..apa dia tidak sadar apa..

“ckckck! Aku sengaja melakukannya…” ucap namja itu dengan santai

“mwo?..apa maksudmu?…”

“aku sengaja membiarkan anak-anak mengisi bangku yang ada di depan. Agar aku bisa duduk di bagian belakang dengan nyaman. Hanya itu…aku tidak terlambat. aku datang lebih awal tadi.”   Slruuup..

jelasnya namja itu dan dengan santai menyeruput buble teanya.

“cih… alasan yang sangat aneh…” gumam Insoo tersenyum simpul.

“ya~. Kau tidak tau?. Tempat kita duduk di urut sesuai abjad nama.” Tutur namja itu membulatkan matanya

“terus… apa masalahnya?” tanya Insoo sambil melipat tangan di depan dada.

“pokonya kau lihat saja. Aku bingungkenapa kau tidak mengetahui aturan sekolah ini. Apa ka baru pindah ke seoul?” tanya namja itu. Tapi insoo malah sengaja tidak mendengar namja itu dan melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda karna harus meladeni namja aneh itu.

“benar-benar gadis yang payah” gumam namja itu menatap insoo yang masih saja belum menemukan nama dan kelasnya.

Insoo tidak peduli dengan ocehan namja itu. ia kembali mencari namanya. Jari telunjuk insoo sagat lihai hingga akhirnya ia berhasil menemukan nama dan kelasnya. Setelah lama mencari dengan susah payah, akhirnya ia menemukan kelasnya juga .Ternyata ia di tempatkan di kelas 1 B.

“emm.. aku deluan ya semoga kau menikmati bolos pertamamu. Anyyeong!” ledek Insoo menjulurkan lidahnya sebelum pergi meninggalkan namja yang dari tadi asik menyeruput buble teanya.

Menanggapi itu si rambut ungu hanya mengangguk dan dengan santai mendekati mading untuk melihat namanya. Tidak lama melihat, hanya sekitar 1 menit saja,ia berhasil menemukan namanya, ketika menemukan namanya,ia hanya menghiasinya dengan anggukan, lain halnya dengan Insoo tadi, insoo tersenyum bahagia mendapati namanya. Sedangkan namja ini hanya bersikap,,ani.. selalu bersikap santai. Semua yang ia lakukan pasti santai… ishh~

In clas room…

“anyyeonghaseo…. josonghaeo maaf saya terlambat..” kata Insoo di depan pintu

“guwenchana… masuklah” kata kim seongsaengnim. Mempersilahkan Insoo masuk. Dan lihat saja, seperti apa yang ia duga semua murid memperhatikannya, mungkin mereka berfikir insoo yeoja yang tidak punya malu karena terlambat. Karena merasa bersalah ia hanya bisa menundukkan wajahnya, walaupun beberapa anak yang ia lewati memicarakan dirinya..

“em. Untuk sementara duduklah di kursi yang kosong. Saya akan mulai mengatur tempat duduk kalian. Yang namanya berabjad awal A bersiaplah duduk di depan.”

Insoo melepaskan tas belakanganya dan menaruhnya di dalam laci mejanya. Dengan hati-hati ia menduduki bangkunya. Terasa dingin dan masih baru…. ada rasa bahagia memduduki kursi barunya, ia merasa tidak percaya ia menjadi seperti sekarang. Seakan melupakan semua kesialannya dulu, kesialan yang menyebabkan semua orang menjauh darinya..

“ Akdong jang. Kau di bagian depan, sebelah kiri” atur kim seongsaengnim,

“NE! seongsaengnim.” dan dengan cepat yeoja yang di panggil namanya itu berdiri dari tempat duduknya dan duduk di tempat yang di arahkan kim seongsaengnim. Begitu seterusnya hingga abjad sudah sampai J.

“jadi benar apa yang di katakan namja tadi.” batin Isoo.

“JUNG INSOO…”

“NE” jawab Insoo sedikit terkejut

“duduklah di belakang In Heoseb”perintah kim seong.

“ne” setelah mendengar perintah Pak KIM Insoo langsung berpindah ke kursi bagian belakang,seperti yang pak kim tunjukkan.

Insoo meletakkan tas di atas mejanya dan betapa terkejutnya tiba-tiba ada yang mengulurkan tangan padanya,tangan putih dan jarih yang lentik, terlingkar benda yang indah di tangan itu. dengan perlahan Insoo mengangkat wajahnya dan mendapati seorang yeoja cantik tersenyum manis padanya. Rambut sebahu yang di erai rapi dan pita yang terjepit manis di rambutnya, Yeoja ini sangat cantik. Lebih cantik di banding Insoo. tapi tidak ada yang bisa menandingi senyum manis Insoo, bahkan kai sahabatnya sudah mengakui kalau Insoo yeoja yang manis.

Insoo masih tidak percaya yeoja ini tersenyum padanya, baru kali ini ada yang mengulurkan tangan padanya,setiap kali ia mengingat ia yeoja bulihan dan benci semua orang tekecuali eonni yang ia miliki sekarang dan sahabatkecil yang ia harapkan. Dengan hati yang masih ragu Insoo tersenyum kecut dan dengan berat meraih tangan yeoja itu..

“anyyeong! ireomi In Heoseob imida. Banggapta, ireomi mwoyeyo!?” tanya yeoja itu pada Insoo

“na Jung Insoo imida.senang berkenalan denganmu” jawab Insoo dengan tersenyum.

“Apakah keberuntungan akan datang padaku?,apakah kebahagiaan akan berpihak padaku?.. kuharap itu akan terjadi, biarkan mereka menerimaku sebagai Jung Insoo “ batin Insoo masih menatap punggung kecil yeoja yang ada di depannya. berharap yeoja itu akan menjadi temannya.

“dan berikutnya Kim Jong In. Duduk di sebelah Jung Insoo”.

“Kim jong in…” panggil kim seong. lagi

Namun Orang yang di panggil namanya tidak tidak juga menampakkan dirinya. Seakan tidak mendengarkan kim seongsanim

“KIM JONG IN! ” panggil Kim seongsaengnim sekali lagi,tapi orang yang di panggil namanya tidak bergerak sedikitpun

“seongsaengnim sepertinya anak yang anda sebut namanya tidak hadir” kata seorang yeoja santai

“O’ gereo. Kalu begitu lupakan saja, pokoknya namja itu duduk di samping Jung insoo. saya lanjut…. OH SEHUN!, “ panggil seongsaengnim yang tidak di jawab oleh siapapun. Kim seong. Mengerutkan alisnya, menyadari panggilannya tidak di jawab,pak kim mengarahkan pandangan yang ada di hadapannya. Melihat semua murid sudah duduk rapi dan melihat tersisa dua kursi yang kosong.

PRAKK.. betapa terkejutnya semua murid di kelas itu, melihat KIM seong. Membanting daftar nama yang di pegangnya, sejak tadi mereka berfikir pak kim orang yang peramah. Tapi ternya itu tidak seperti yang di bayangkan, pak kim orang yang disiplin siapapun yang menantangnya, maka bisa-bisa orang itu mendapat masalah yang besar. kekesalan yang menghiasi wajah kim seong mereka menatap tajam wajah-wajah yang mulai ketakutan. Lain halnya dengan seorang yeoja yang duduk di barisan kedua. Yeoja itu terlihat santai, menikmati angin yang di buat kipas berbulu hijaunya.

“YA’!!. Kemana 2 oarang ini. bagaimana bisa ada alpa di hari pertama!. Ingatlah saya adalah wali kelas kalian!!, aku sangat benci ada anak wali saya yang bermasalah. Saya tidak segan-segan memberikan kalian hukuman yang berat jika kalian tidak mendengarkanku. “ tegas kim seongsaengnim. Yang membuat semuanya terdiam patuh…. mereka baru saja mendapatkan petir yang menghantam mereka.

“APA KALIAN MENDENGARKU?” sambung pak kim tidak kalah tegasnya.

“NE…….” jawab siswa serentak

Untunglah suasana menekan tadi akhirnya reda. Setelah mengigatkan anak walinya pak kim kembali mengatur posisi tempat duduk muridnya kembali. Walau wajahnya masih tergambar rasa marah, tapi itu hal biasa bagi seorang guru. Khususnya pak kim, ia adalah orang yang sangat disiplin, ia sangat benci muridnya ada yang bermasalah apalagi ‘ALPA’. pernah sekali ada murid yang sering terlambat masuk di jam pembelajaran yang ia bawakan dan anak itu akhirnya mendapat hukuman keliling lapangan sebanyak lima kali. Pak kim juga adalah salah satu guru yang paling di takuti di para siswa. Tidak ada yang berani melawannya, kecuali orang itu tidak punya sopan santun.

——————-

“sepertinya semuanya sudah mendapatkan tempat duduk. Sekarang waktunya saya mengajar di kelas sebelah. Kalian tunggu guru yang akan memulai pelajaran kalian di kelas ini, berkenalanlah jika kalian belum saling kenal. O’ Biarkan Oh sehun duduk paling belakang. Siapa suruh dia tidak datang” kata kim seongsaengnim mengigatkan dan berlalu meninggalkan kelas yang damai itu.

oh sehun siapa? dan kim jong in siapa?. kenapa mereka bersamaan tidak datang’ batin Insoo

‘WAHHH’……….

Tidak lama setelah pak KIM pergi, seorang namja masuk dengan bebasnya. dan membuat semua yeoja yang ada di kelas itu tercengang menatapnya. Yah? Mana ada yeoja yang tidak tercengang melihat penampilan seperti itu. tubuh yang tinggi kulit putih susu, mata elang yang memikat, dan terlebih stayle rambut ungu yang di biarkan teracak membuatnya terlihat keren dan pastinya menjadi dambaan seorang yeoja… namja itu berjalan ke baisan tempat duduk Insoo..

“ O’. ,kau…..” duga insoo, menunjuk namja yang baru saja melewatinya dan duduk di belakangnya dengan santai..

“ya…kenapa kau bisa disini?” tanya insoo belum percaya. Sedangkan namja yang di berikan pertanyaan itu, memasang wajah santai sambil menguyah sesuatu yang elastis di dalam mulutnya.

“ya. Aku bertanya padamu!” ucap insoo mendengus kesal. Sementara namja mata elang itu, menatap wajah tidak percaya insoo. hingga akhirnya ia tersenyum kecil melihat kepolosan Insoo. ia seperti baru saja memberi suprise pada Insoo.

karena kesal pertanyaannya tidak di jawab. Insoo berbalik dan melipat kedua tangan di dadanya. ‘dasar namja aneh’ batin insoo sambil mendengus

‘WAHH… dia milikku, “

“andwee dia milikku”

“mwo?. Ya!. Si ganteng itu tidak akan suka dengan cumi-cumi seperti kalian, dia sukanya padaku ‘princess Jesi’.”

“wah..ha..ha.. Nari-ah kau dengar itu! ‘princess’. Ha…HA…HA… dasar yeoja gila”

“mwo… kau mau mati ya!”

“Ya kemanhae!. Ini kelas bukan pengadilan!!. Jika kalian ingin ribut sebaiknya pergilah ke pengadilan selesaikan masalah kalian di sana” timpal seorang namja yang sejak tadi duduk santai membaca buku dan terganggu kenyamanannya karena masalah kecil yeoja-yeoja ini.

, sepertinya namja yang terlihat santai itu, baru saja membuat kekacauan dan ternyata salah satu yeoja itu adalah yeoja kipas bulu hijau, yeoja yang katanya adalah anak wakil kepala sekolah, dan katanya sifatnya sangat buruk. Ia suka membully orang, apalagi orang yang mengganggu kenyamanannya. Ya! Hala… ini sangat pasti terjadi pada seseorang yang mengandalkan kekayaanya. …

sepertinya kelas ini akan seru, akan ada banyak sekali masalah-masalah aneh di sini. Salah satunya ini, memperebutkan namja yang menjadi idaman. Dan jangan salahkan para yeoja karena mereka baru saja mengalami masa puber yang sedikit memalukan,,

…………………..

Tidak terasa waktu berlalu. rasanya lelah juga belajar pertama, apalagi mata pelajarannya MATE-MATIKA. Pelajaran yang di benci sebagian siswa di kelas itu. tapi lain halnya dengan Insoo, sejak pelajaran yang di bawakan HYO HEE seongsaengnim di mulai, ia tampak senang dan bersemangat dengan pelajaran itu. hingga berapa kali ia menjawab soal yang di ajukan oleh Hyo hee seongsaengnim. Hal itu malah beda dengan In heoseob dan anak-anak yang lain. Mereka terlihat tidak bersemangat mengikuti pelajaran. Bahkan ada yang berani tertidur saat seongsaengnim menjelaskan. Dan itu adalah anak berambut ungu ,siapa lagi kalau bukan si namja santai

“YA OH SEHUN…..!. ini bukan kamarmu. Jika kau ingin tidur lebih baik kau pulang saja” tegur Hyo hee seongsaengnim. Dengan wajah yang tidak suka. Namun namja yang di tegur itu kelihatannya tak mendengar apa yang di katakan gurunya itu. Hyo hee mulai geram spidol yang ia pegang langsung di layangkan ke kepala muridnya yang bandel itu.

Pletak……

 

“AKHH’’…….. APPO sstt…”pekik namja berambut ungu mengelus kepalanya yang terkena lemparan spidol oleh seongsaengnim.

“mianhae..” lirih sehun menundukkan kepala karena merasa bersalah. sementara yeoja-yeoja yang menjadi fansh baru namja itu merasa sedih melihat idolanya di lempar kapur oleh seongsaengnim. Bahkan ada yang menyembunyikan amarahnya pada seongsaengnim.

‘‘mwoo? Apa yang dilakukan, beraninya melempar kapur ke suhun.lihat saja nanti.. jika appa menjadi kepala sekolah, aku akan memecatmu menjadi guru di sini.. huh seenaknya saja melempar kapur di kepala namjaku” batin yeoja rambut pirang hijau..

Ting….teng…teng..tong….

“AH’.. Insoo-ah aku duluan ya. Aku ingin ke toilet,aku sudah tidak tahan” kata Heoseob memegang perutnya yang terasa aneh. Insoo hanya mengangguk sambil tersenyum. Setelah pamit, dengan cepat Heosoeb berlari keluar kelas dengan wajah yang memerah..

………………..

Insoo merapikan bukunya dan memasukkannya kedalam tas coklatnya. Karena sekarang waktu istirahat. Dan beberapa siswa juga sudah meninggalkan kelas sejak bel berbunyi. Perut Insoo terasa lapar, bukankah ini waktu yang tepat untuk mengisi perutnya. Insoo beranjak dari tempat duduknya berniat untuk ke kantin. tapi baru dua langkah berjalan Insoo terhenti melihat 3 yeoja tadi berlari menghampiri Sehun yang sedang duduk santai di tempat duduknya. sepertinya 3 yeoja ini akan membuat kegaduhan, buktinya mereka berjalan tampa memperhatikan apa yang ada di depan mereka dan alhasil insoo yang berda di depan mereka tidak dapat mempertahankan tubuhnya yang di senggol oleh yeoja-yeoja itu.

BBUKKHH…

Insoo terjatuh kelantai dan merasakan sakit di bagian bokongnya karena terbentur lantai.. sementara yeoja-yeoja itu malah tidak memperdulikan insoo dan lewat begitu saja.

“oppa… anyyeong” sapa yeoja 1

“oppa kau pasti lapar… ayo kekantin bersamaku” ajak yeoja 2 tampa malu duduk di samping Oh sehun. Sementara oh sehun sepertinya tidak peduli dengan yeoja-yeoja ini melainkan memperhatikan yeoja yang sedang terjatuh di lantai…

Insoo berniat untuk bangun dan tampa ia sadari seorang namja tengah berdiri di hadapannya

“gwenchana……” lirih namja itu mengulurkan tangan beniat membantu insoo untuk bangkit..

“ gwenchana” respon Insoo tampa melihat siapa yang mengatakan ‘gwenchana’ itu. buru-buru insoo bediri dan membesihkan roknya dari debu yang menempel, jika dilihat lantai kelas mereka yang cukup kotor, dan masih berantakan. Lihat saja loker yang berada di bagian belakang kelas. Sangat banyak coretan dan tempelan gambar-gambar aneh di sana. Terlebih lagi papan tulis terlihat kumuh, penuh dengan sisa-sisa spidol dan bisa di bilang papan tulis itu sudah tidak terlihat putih tapi malah nampak seperti bacon?!.

Insoo , tersenyum menatap namja yang ada di hadapannya, ia merasa mendapat perlakuan yang sama 14 tahun lalu, saat ia terus saja di bully dengan teman-temannya dan bukan hanya itu mereka juga tidak segan-segan menjahili insoo , dan seorang namja kecil baik hati itu datang untuk pertama kali mengulurkan tangan padanya memberikan rasa khawatir padanya, dan bahkan selalu melindunginya dari serangan anak-anak yang ingin menyakitinya.

……………….

“anyyeong! . aku Do Kyungsoo” sapa namja itu sambil tersenyum

“naneun Jung Insoo. apa kau di kelas ini juga?” tanya Insoo sedikit ragu menatap namja lembut itu.

“aishh~… tentu saja aku disini. Jangan bilang kau tidak mendengar namaku di sebut seongsaengnim tadi…..” terang namja itu melipat kedua tangan didada karena kecewa. Sekarang namja itu duduk di meja Insoo dan menatap insoo yang sedikit salh tingkah..

“ah!. benarkah?. Mianhae aku tidak menyadarinya” lirih insoo menggaruk tegkuk karena malu.

“apa kau mau ikut denganku?” ajak namja itu sambil bangkit dari meja insoo.

“kemana?” tanya insoo penasaran

“mengelilingi HIGT SCHOOL” ucap namja itu tepat.

“ehm…” gumam Insoo melirik ke luar jendela,ia sedikit ragu dengan ajakan kyungsoo melihat keadaan di luar sana yang kelihatannya tidak mendukung. mengelilingi sekolah dengan terik matahari seperti ini?. Insoo rasa bukan hal yang tepat, pasti ia akan merasa lelah setelah ini.

“YA!. Kenapa kau terlihat ragu. Aku tidak mengajakmu berkeliling di halaman sekolah. Tapi aku hanya ingin mengenalkanmu pada HIGHT school” tutur namja itu sambil tawa yang di tahan

“mian. Kata-katamu membuatku bingung,aku tidak mengerti sama sekali” lirih Insoo yang semakin membuat kyungsoo tertawa lucu

“ya. Kau akan mengerti nanti, ikutlah denganku” Insoo masih tidak percaya dengan namja ini, kenapa dia begitu baik , dan begitu akrab dengannya. Bahkan saat mereka keluar kelas tadi ia sedikit bejalan lambat dan membuat namja yang sama dengan tingginya itu berjalan mendahuluinya. Insoo mengerutkan alisnya,menatap punggung namja yang berada di depannya. ia masih di selimuti rasa bingung, hatinya selalu bertanya-tanya kenapa namja itu begitu akrab dan tiba-tiba mengajaknya berkeliling, ada rasa khawtir akan apa yang akan terjadi ke depannya, bukan karena curiga pada namja itu. tapi ia tidak ingin seperti dulu menjadi korban pegucilan dan pembullian. Dengan berjalan pelan, Isoo mengikuti langkah namja itu tampa membuka suara

sedangkan namja yang merasa ada hal yang aneh, langsung berbalik dan menatap yeoja yang sedikit terkejut itu.

“ya. Palli, kenapa kau berjalan begitu lamban” timpal namja itu menarik pergelangan tangan Insoo dan membawanya agar berjalan menyamping dengannya. Sedangkan Insoo hanya diam sambil sesekali melirik wajah namja itu. kyungsoo yang menyadari itu dengan cepat mengalihakan pandangannya dan membuat mata mereka bertemu. Tapi dengan cepat Insoo mengalihkan pandangannya. Kyungsoo mengerutkan alisnya karena merasa ada yang aneh dengan insoo

“ya. Kenapa menatapku seperti itu. kau seakan melihatku seperti penjahat!” timpal kyungsoo menghentikan langkahnya

“a..ni. bukan seperti itu. aku tidak menganggapmu seperti penjahat. Aku hanya bingung, kenapa kau tiba-tiba akrab denganku, bukankah kita baru berkenalan?” tutur Insoo menatap wajah lembut yang juga sekarang menatapnya dengan tatapan bingung.

“cih.. pertanyaan macam apa itu?. Kau sangat lucu..apa salahnya seseorang akrab dengan oangyang baru dikenalnya. kau berbicara seperti orang yang bodoh saja. Jangan bilang kau pikir aku menginginkan sesuatu darimu. Ya!, aku calon osis di sini. Dan appaku yang adalah guru kita juga,merupakan panitia osis di sekolah ini. dan kenapa aku mengajakmu berjalan-jalan. karena aku pikir hanya kau yeoja yang kelihatannya tidak tau apa-apa sama sekali. Kau terlihat bodoh, makanya aku mengajakmu untuk mengenal seperti apa sekolah ini. dan seperti apa orang-orang yang akan kau hadapi” jelas kyungsoo panjang lebar, yang akhirnya sangat di pahami oleh Insoo. dan jadilah Insoo di ajak berjalan-jalang keliling sekolah oleh kyungsoo.

“apa benar aku terlihat sepeti orang bodoh.issh” gumam insoo sambil merapikan poninya, mendengar itu kyungsoo hanya tekekeh melihat tingkah manis insoo.

kyungsoo mulai menunjukkan beberapa ruangan yang di perlukan sekolah , seperti perpustakaan yang berada di lantai dua, kantin , lapangan basket, laboraturium,dapur kelas dan masih banyak lagi. Hingga mereka sudah berada di toilet yang terbagi dua, yaitu toilet wanita dan pria, Insoo mendecak kagum melihat toilet sekolah yang begitu besar dan memiliki banyak fasilitas yang lengkap wastafel yang bersih air yang mengalir jernih dan masing-masing kamar memiliki kloset yang canggih. Ia mulai menghayal,membandingkan toilet sekolahnya di gangnam yang terbilang jelek dan kekurangan air. Insoo merasa senang lataran senangnya ia memutar keran air dan menadah air itu menggunakan kedua tangannya kemudian percikkan ke wajah mulusnya. Terasa air jernih itu menyentuh kulit wajahnya, segar dan menyenangkan. Hingga tidak sadar dari tadi Kyungsoo memperhatikan tingkah yeoja yang menggemaskan itu, d.o terus saja tersenyum melihat tingkah lucu yeoja yang ada di sampingnya ini.

“sepertinya air itu sangat menyenangkan, sampai-sampai seragamu basah begitu” Isoo sadar dengan perkataan kyunsoo dan dengan cepat ia mematikan keran air.

“ah.. mian.. air disini benar-benar segar. Beda dengan sekolahku yang dulu” ucap insoo sambil tesenyum. Dan kyungsoo yang melihat wajah Insoo basah seperti ini, dengan senang hati memberikan sapu tangan biru miliknya untuk di gunakan Insoo

“gomawo” lirih Insoo sedikit malu. Tidak lama kemudian terdengar suara kenop pintu yang di buka dan secara bersamaan Insoo dan kyunsoo berbalik memastikan suara pintu itu,dan keluar seorang yeoja yang ternyata adalah heoseob, ia bejalan lemah ke arah Insoo wajahnya telihat pucat sekali. entah apa yang sedang di alami yeoja itu,

“Heoseob-ah….”ucap Insoo khawatir melihat heoseob memegangi perutnya dan terlebih lagi jidatnya yang di penuhi keringat…

“Ya! Neo gwenchana?”. Panik kyungsoo dengan kedua tangannya yang berada di bahu Heseob, menopangnya agar tidak terjauh. Sedangkan insoo mematung dengan mata yang terbelalak , ia benar-benar terkejut melihat Heseob

“Kita harus membawanya ke rumah sakit” kyunsoo dengan paniknya menggendong tubuh kecil heoseob dan membawanya keluar dari toilet. Sementara insoo yang masih terkejut mengikut di belakang kyungsoo yang tengah berlari dengan panik. Di koridor terlihat siswa sudah berkerumun melihat mereka bertiga, sesekali ada yang menghentikan lari insoo dan bertanya pada insoo ‘apa yang terjadi pada heoseob?’ insoo hanya menggelengkan kepala tidak tau dan kembali berlari mengikuti Kyungsoo . sambil belari di Koridor sekolah ia berfikir, mengapa dirinya menimpa hal ini, tadi di bus dan sekarang di toilet sekolah.sebenarnya hal apa yang akan terjadi hingga ia menemui kejadian yang sama. BUK’H!~ “Yaaa! Apa kau tidak melihat ?” teriak seorang namja sambil memegangi bahunya yang di sambar oleh insoo, matanya menatap tajam wajah insoo

“ah` mianhae, aku terburu-burutolong maafkan aku!” insoo meminta maaf sambil membungkukkan badannya, karena merasa bersalah ia mendekati namja itu dan berniat ingin memegangi bahu namja itu, tapi namja itu dengan dinginnya berjalan dan meninggalkan insoo begitu saja. Insoo kembali berlari keluar sekolah ‘ aku tidak bersalah kan? aku sudah meminta maaf padanya. Semoga saja dia tidak membenciku’ batin insoo. insoo sudah smpai di parkiran bersama kyungsoo yang susah payah menggendong tubuh heoseob yang pingsan

“insoo tolong buka pintu mobil” pinta kyungsoo yang langsung di turuti oleh insoo. dengan hati-hati d.o memasukkan heoseob kedalam mobil kemudia kyungsoo berlari masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi dengan cekat kyungsoo menyalakan mesin dan menyalakan mesin mobilnya dan melaju dengan kecepatan yang maximal.dan insoo duduk di kursi belakang sambil memeluk tubuh heoseb agar ia tetap aman. Insoo dengan lembut memegang wajah heoseob yang terlihat sangat pucat dan di penuhi keringat, sesaat terbayang melihat senyum heoseob saat pertama berkenalan dengannya di kelas tadi dan sekarang ia hanya melihat wajah sakit heoseob.

Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit. d.o kembali menggendong heseob dan meminta pertolongan pada perawat, heoseob di masukkan ke UGD . Kyungsoo dan isoo menunggu di luar ruangan masih dengan kepanikan d.o bolak-balik sambil memegangi kepalanya. Sementara insoo hanya bisa bersandar di dinding dekat pintu UGD, ia hanya bisa berharap heoseob baik-baik saja, tidak lama datang seorang dokter yang berjalan terburu-buru belum sempat membuka pintu UGD dokter itu terhenti dan menatap insoo dengan heran ia mengerutkan alisnya, menyadari itu insoo menundukkan kepala dan kembali mendongak, betapa terkejutnya insoo menyadari bahwa dokter itu adalah ajussi yang baru hitungan jam bertemu dengannya di bus da tidak lain adalah dokter yang menolong namja di bus tadi. Dokter itu tidak bisa berkata-kata,ataupun menyapa insoo ia harus menyelamatkan heoseob di dalam. Dokter itu segera membuka pintu UGD dan masuk kedalam.

“insoo kau tunggu di sini sebentar. aku akan menghubungi ibu heoseob”

“ne..” jawab insoo sambil memandangi punggung Kyungsoo yang berjalan membelakanginya……………….

…………………………………………

Nextday….

Teng. Tong~ teng~ tong~~~““

Bel sekolah berbunyi terlihat semua siswa-siswa sudah berjalan terburu-buru memasuki gerbang sekolah bahkan ada yang sampai berlari dan salah satunya adalah insoo yang berjalan terburu-buru. Entah apa lagi yang membuatnya terlambat , lihat saja bahkan tali sepatunya yang kiri terlepas, ia lupa mengikat rambutnya… dan terlebih lagi tasnya setengah terbuka. Ia menaikkan tali tasnya yang hampir saja terjatuh dari bahunya. Dengan terburu ia memasuki gerbang sekolah dan tiba-tiba saja ada yang menarik tasnya ke belakang yang sontak tubuhnya tertarik ke belakang. Insoo berbalik dengan kesal melihat siapa yang telah menghentikan langkahya.

“YA’! OH SEHUN!.KAU” pekik insoo membetulkan tasnya yang di tarik namja rambut ungu itu.

“OHO~ rupanya kau sudah sangat hafal namaku” ucap sehun tersenyum jahil

“memang siapa yang bisa melupakan nama namja nakal sepertimu” balas insoo mengejek, sambil berbalik berniat meniggalkan Sehun yang menatap insoo dengan mata elangnya , tapi belum sempat berjalan sehun menahan insoo dengan menarik tas insoo, dan kembali lagi insoo menjadi tertarik ke belakang hingga punggungnya menyentuh dada sehun

“YAA’’ OH SEHUN. KENAPA KAU MENARIKKU!!!”

“aku Cuma ingin tahu kemana saja kau kemarin. Wah! Ku hebat hari pertama kau sudah membolos” cibir sehun sambil melipat tangan di dadanya.

“bukan urusanmu aku membolos atau tidak. Lagipula kenapa kau mengurusi urusanku?” insoo melayangkanjari telunjuknya di depan wajah sehun, dan itu sedikit membuat sehun terkejut dan dengan kesal menggenggam jari telunjuk insoo dengan kasar menyingkirkan dari wajahnya.

hei Jung Insoo apa kau tau? hanya kau yeoja yang tidak sopan denganku!”

“apa kau tau semua yeoja di sekolah ini sangat menyukaiku dan memperhatikanku, mereka selalu menawarkanku makanan, bubble tea, bahkan mengajakku kencan. Dan itu artinya.. hanya kau yeoja yang berani dan tidak sopan padaku” sehun menjelaskan dengan menggerakkan tangannya ke kiri dan kekanan, isoo yang hanya tertegun mendengar itu menggelengkan kepalanya lalu meninggalkan sehun menuju gedung sekolah

“YA!!’’ JUNG INSOO APA KAU MENGERTI APA YANG KU KATAKAN!!” teriak Sehun yang sontak membuat langkah kaki insoo terhenti. Insoo menggertakkan giginya karna kesal, sehun dengan pedenya melipat kedua tangan didadanya, ia tau insoo pasti akan mengerti maksudnya. Bahwa ia adalah namja tampan dan populer di sekolah ini. sambil tersenyum evil ia melihat wajah insoo yang kesal berjalan ke arahnya .

BBUKK….

“AKKHHH…!!!!”

Buku yang di pegang insoo tadi berhasil mendarat di perut sehun. Dan itu membuat sehun kesakitan sambil memegangi perutnya yang di pukuli insoo.

“kau tau itulah arti sopan yang sebenarnya. Kau membuang waktuku, membuatku terlambat dan lagi kau membuat hari keduaku menjadi tambah berantakan dasar ALBINO” omel insoo menggertakkan giginya.

“MWO!!, KAU MENGATAIKU ALBINO,, dan kau berani memukuli perut yang sangat ku lindungi ini.. ahh~ benar-benar yeoja bodoh, andai saja kau ini pria aku pasti sudah memukulmu” kecam sehun berusaha menegakkan badannya. Dan menatap mata indah insoo dangan mata elangnya . sangat tajam hingga terjadi perang mata antar keduanya. Saat sehun melangkahkan kakinya mendekati insoo tiba-tiba Kyungsoo datang menghadangnya dengan berdiri di depan insoo. insoo yang menyadari itu menjadi tertegun melihat ktyungsoo yang entah dari mana langsung muncul di hadapannya.

“YA’’ OH SEHUN apa kau tidak mendengar suara bel yang berbunyi. Dan kau insoo kenapa kau masih meladeni namja bodoh ini”

“YAAK HYUNG!. yeoja ini sangat menyebalkan aku hanya mengingatkannya tapi yeoja ini malah berani memukul perutku” timpal sehun dengan memegangi perutnya manja. D.o yang melihat itu hanya tertawa kecil melihat sehun dan insoo. lain halnya dengan insoo ia hanya memasang muka datar pada sehun…

“insoo-ah gwenchana..?” tanya kyungsoo yang di balas anggukan oleh insoo

“hyung! apa kau tidak menanyakan keadaanku?” timpal sehun melipat kedua tangan di dada. Insoo yang mendengar itu tidak bisa menahan tawa

“ya’’ kenapa kau menertawakanku” gerutu sehun pada insoo.

“dasar kau, kau seperti anak kecil saja” kata d.o sambil tertawa

Mereka benar-benar tidak menyadari bahwa pelajaran akan segera dimulai dan mereka masih di depan gedung sekolah…

“O’ JONG IN-AH!!!”

TBC……

OK! Para readers part 4 bakal menjadi klimaks di mana insoo bakal menemukan sosok sahabat kecil yang di rindukannya… ini bakal masuk pada bagian di mana banyak konflik di dalamnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] YOU KNOW ME (Chapter 3)”

    1. mian ya untuk sementara ff ini di stop dulu, uthor lagi fokus di ff yang berchapter banyak hehe. mohon kesabarannya reader’s :). mianhae jeongmal 😦

  1. Woaa jongin udah masuk sekolah.. jangan2 cowok yg alergi susu itu jongin? Hemm ceritanya makin seruu dan lucuu.. apalagi tingkah sehun yg konyol.. kekeke ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

Tinggalkan Balasan ke kkamjong Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s