[EXOFFI FREELANCE] Marriage Without Love (Chapter 3)

PhotoGrid_1455894027691.jpg

Title : Marriage Without Love

Genre : Romance, Comedy, Marriage – Life

Leght : Chapter

Rating : 15+

Cast :

  • Park Chan Yeol
  • Jung Eun Ji
  • Kim Myung Soo
  • Ahn Ha Ni

Disclaimer :

FF ini benar benar buatan saya, namun beberapa alur saya dapat dari beberapa Drama. Jika ada kesamaan yang lain pun, saya minta maaf namun saya tekankan bahwa FF ini murni buatan saya. Terima kasih.

Author’s Note :

WARNING!! Typo bertebaran dimana mana.

Inspiration :

  • Marriage Not Dating
  • Full House
  • The Girl Who Sees Smile

Summary :

Pernikahan tanpa cinta, dialami oleh Pasangan muda ini. Mereka menikah tanpa adanya perasaan cinta dan membuat mereka mengalami Kisah Pernikahan yang unik.

 

 

Chapter 3

Sudah tiga menit berlalu, namun Chan Yeol tak kunjung melepaskan pelukannya dari Eun Ji dan disisi lain gadis itu masih menangis dipelukan Chan Yeol. Namun, sampai pada akhirnya Eun Ji menyadari sesuatu yang salah saat ini. Ia segera melepaskan pelukannya dari Chan Yeol lalu menampar pipi pria bermarga Park itu.

“Yak~ Jung Eun Ji, kau .. ” pekik Chan Yeol yang tak percaya dengan apa yang baru saja ia dapatkan. Sebuah tamparan, tanpa alasan?

“Salah-mu!! Semua ini salah-mu dari awal.” ucap Eun Ji kesal. “Lalu, kenapa kau tiba-tiba memelukku, huh?! Dasar Otak Mesum!!”

“Yak!! Jaga ucapanmu! Aku tidak seperti apa yang kau pikirkan.” Elak Chan Yeol yang sungguh merasa kesal. “Aku memberikanmu pelukan karena aku merasa menyesal. Ya. Kau benar, ini karena Aku, dari awal Aku memang salah.”

“Ya.. bagus kau mengakui kesalahan-mu kali ini.” Gertak Eun Ji. “Kau memang menyebalkan!!”

“Aku tahu itu.” Gumam Chan Yeol.

Detik kemudian, Eun Ji mencoba untuk membuka pintu mobil, bermaksud untuk pergi menuju rumah-nya sendiri.

“Yak~ kau mau kemana?” Pekik Chan Yeol.

“Tentu pulang ke rumah. Dan jangan repot-repot untuk mengantarkan-ku.” Ucap Eun Ji. “Tentang kebohongan ini, Aku anggap semuanya selesai dan tak ada lagi hubungan diantara kita.” Lanjutnya yang telah berhasil membuka pintu, lalu seorang Jung Eun Ji pergi meninggalkan Chan Yeol begitu saja.

Eoh.. tidak-tidak, Chan Yeol belum selesai bicara dengan Eun Ji. Dan Chan Yeol-pun segera mengejar Eun Ji. Tepat di hadapannya, atau lebih tepat, gadis itu memunggungi-nya, Chan Yeol pun menarik tangan gadis itu.

“Yak!! Apa lagi?!” Pekik Eun Ji.

“Tentang hubungan palsu ini … ” ucap Chan Yeol menggangtung. ” … tidak, kita lanjutkan saja selama satu minggu.” Lanjut-nya.

“Yak!!” Teriak Eun Ji yang semakin merasa gila setelah Chan Yeol melanjutkan ucapannya. “Kau memang mau Aku tampar lagi, huh?!”

“Terserah saja!! Jika kau mau menamparku. Kau bisa melakukannya.” Timbal balik Chan Yeol. “Tapi, coba kau pikirkan … ”

“Aku tak berniat untuk berpikir!!” Potong Eun Ji dengan sinis, lalu kembali memunggungi Chan Yeol.

“Yak.. Jung Eun Ji.. ”

“Chan Yeol-ah,, Keluarga-mu sangat baik padaku, walau aku hanya ‘Kekasih’ putra mereka. Aku tidak tega untuk membohongi mereka, entah sehari, seminggu, atau setahun, aku tak mau.” Ujar Eun Ji. “Apa, begitu sulit, mengatakan yang sejujurnya, eo? Apa, kau juga, tidak merasa bersalah telah membohongi mereka? Jadi, aku mohon hentikan semuanya, selagi belum terlambat.” lanjut-nya dan diakhiri dengan permohonan.

Park Chan Yeol, pria itu tidak berniat untuk mencerna ucapan Eun Ji, namun gadis itu berhasil membuat Chan Yeol memikirkan semua itu. Benar, benar, dan benar apa yang diucapkan Eun Ji. Seharusnya, ia juga memikirkan semua itu. Tapi …

“Aku akan berpura pura tak pernah mendengar semuanya.” Ujar Chan Yeol dan berhasil membuat Eun Ji kembali menghadap padanya. “Hubungi aku, jika kau menerima permintaan-ku. Dan, kalau kau menerimanya, aku juga akan melakukan sesuatu untuk mu juga. Aku berjanji.” Lanjut-nya dan detik kemudian, Chan Yeol kembali menuju mobil dan setelahnya ia pergi meninggalkan Eun Ji yang masih diam ditempat.

Huh.. Park Chan Yeol memang keras kepala!! Dan kepala-nya semakin keras setelah membuat rencana gila ini. Auh!!

Eun Ji, gadis itu tak tahu harus bagaimana menghadapi Chan Yeol. Pria itu tak pernah berubah selama 6 tahun berlalu.

 

*** ***

 

Di keesokkan hari-nya, ternyata semalaman gadis bernama lengkap Jung Eun Ji itu tidak tidur. Ia merasa kesulitan tidur karena ucapan Chan Yeol semalam. Dan saat ini, Eun Ji duduk di atas kasurnya dengan kantung mata yang cukup besar.

“Hoam.. ” suara yang tak terlalu keras terdengar dari mulut Min Ah yang terbangun dari tidurnya yang nyenyak. “Eo.. Eun Ji-ah,, kau sudah bangun rupanya.” Ucap Min Ah menyadari Eun Ji telah bangun.

Detik kemudian, Bang Min Ah bangkit dari tidurnya namun betapa terkejutnya Min Ah saat melihat keadaan ‘buruk’ Eun Ji. Sungguh, apa gadis itu baru diterpa angin topan?

“Eun Ji-ah,, kau baik-baik saja? Ada apa denganmu?” Pekik Min Ah. “Apa kau tidak tidur semalam?”

Yang ditanya tak kunjung menjawab, atau untuk sekedar mengeluarkan suara. Tak terdengar sedikit pun. Sebenarnya, apa yang dipikirkan gadis itu saat ini?

“Eun Ji-ah.. jawab aku! Ada apa denganmu?” Ucap Min Ah lagi.

“Huh~ ” eo! Eun Ji menghela nafas? “Aku tidak tahu.. kenapa harus aku? Kenapa ia tak meminta gadis lain saja? Kenapa aku harus jatuh ke-perangkap nya? Ini tak adil.” Ujarnya.

“Eung.. apa yang sebenarnya kau bicarakan?” Gumam Min Ah heran dengan ucap-an sahabatnya itu.

Namun, Min Ah kembali dibuat kesal saat Jung Eun Ji turun dari ranjang dan berjalan gontai menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.

“Auh.. apa semalam ia mabuk?” Pikir Min Ah.

Singkat cerita, saat ini Eun Ji berada di tempat ‘Klub Lawak Seoul’, atau lebih tepatnya di ruang tata rias, dan seperti biasa ia membantu Anggota lain untuk mempersiapkan penampilan mereka.

“Eun Ji-ah,, apa kau tidak tidur semalam?” Tanya seorang gadis yang sekitar 2 tahun lebih tua dari Eun Ji. “Lihat! Kantung mata-mu seperti panda.”

“Euh.. Ya,, anggap saja sebagai penampilan baru-ku, eonni.” Timbal-nya.

“Apa kau masih sakit hati setelah putus dari Tae Hwan?” Bisik gadis itu, sebut saja Ha Ra.

“Apa?”

“Hey~ masih banyak pria tampan diluar sana.” Ujar Ha Ra lagi. “Jika kau mau, aku akan mencarikan-mu pria. Aku punya banyak kenalan.”

“Eung.. aku rasa tidak.” Tolak Eun Ji sehalus mungkin. “Aku tidak berpikiran lagi untuk berkencan.” Lanjutnya.

“Ohh.. baiklah, aku juga tidak akan memaksa.” Ucap Ha Ra. “Lagipula, kau bukan diriku yang, juga, mengutamakan cinta. Dan sekarang? Aku masih cukup muda, dan sudah menikah. Tapi, setidaknya kami belum berencana memiliki seorang anak.”

“Apa merepotkan, jika menikah muda dan sudah memiliki seorang Anak?” Tanya Eun Ji.

“Tentu saja, apalagi kau yang seorang Wanita Karir. Itu benar-benar sulit.” Jelas Ha Ra. “Ahh.. saatnya aku tampil (sembari melihat jam tangannya), kalau begitu aku pergi.” Ujarnya lagi sembari tersenyum, lalu Ha Ra pergi meninggalkan Eun Ji.

Menikah muda, ya? Ia juga tidak pernah memikirkan semua itu, bahkan saat ia masih memiliki hubungan dengan Tae Hwan, sekalipun tak pernah memikirkannya. Kedua orang tuanya juga pernah menikah muda, makanya sang Ibu cukup awet muda jika disandingkan dengan dirinya sendiri.

Tapi, ia ingin tahu, apa suka-dukanya menikah muda? Lebih banyak Suka atau Duka?

“Eun Ji-ah~ ” panggil seseorang yang sudah Eun Ji hafal suaranya.

“Ya.. ” sahut Eun Ji sembari membalikkan badannya.

“Oh.. Ya Tuhan!!” Pekik Tn. Jun terkejut saat melihat wajah anak didiknya itu. “Aigoo~ Eun Ji-ah,, ada apa dengan mata-mu?”

“Euh.. ini,, ini karena aku begadang semalam.” Jelas Eun Ji.

“Kenapa? Kenapa sampai harus begadang?” Tanya Tn. Jun lagi.

“Euh.. itu,, itu karena,, karena aku,, ” ohh.. apa yang harus ia katakan? Tunggu.. kenapa ini sedikit menakutkan? ” .. yeah~ aku begadang karena latihan lawak untuk Ujian Akhir.” Lanjutnya bohong. Aish!! Kenapa harus berbohong?

“Ohh.. jadi kau sudah mendapat Partner untuk Ujian Akhir-mu. Bagus kalau begitu.” Ucap Tn. Jun yang senang mendengarnya.

Huh~ bagus apanya?! Ini malah semakin membuat Eun Ji merasa bersalah. Itu artinya, ia harus segera mencari Partner. Siapa pun itu?

“Lalu, siapa orang itu?” Tanya Tn. Jun lagi. Aduh!!

“Eung.. rahasia. Ketua tidak boleh mengetahuinya sampai Hari H tiba.” Ucap Eun Ji. “Pokoknya, bukan dari Anggota ‘Klub Lawak Seoul’. Tenang saja.”

“Ahh.. baiklah, syukur jika kau sudah mulai mempersiapkan Ujian Akhir.” Ujar Tn. Jun. “Kalau begitu, aku pergi melihat pertunjukkan, eo? Fighting!!” Lanjut-nya pamit pada Eun Ji setelah itu ia pergi meninggalkan Eun Ji sendiri.

Kepergian Tn. Jun semakin membuat Eun Ji merasakan yang namanya Gila. Ohh~ ia benar-benar membuat kebohongan yang besar.

“Ahh!! Aku harus bagaimana?”

 

The Other Place

Sekarang, Eun Ji tengah berada di Toko Bunga milik Min Ah. Ia memohon pada Min Ah agar mau membantunya.

“Ohh.. ayolah~ Min Ah-ah,, aku mohon kali ini bantu Aku!!” Pinta Eun Ji.

“Eun Ji-ah,, bukannya aku tidak mau membantu, tapi jika jadwal-nya Senin depan, aku benar-benar sibuk dan tidak dapat membantu.” Ucap Min Ah.

“Lalu, aku harus bagaimana? Aku harus meminta pada siapa untuk membantuku? Min Ah~ ” rengek Eun Ji yang benar-benar merasa frustasi.

“Kenapa tidak meminta pada Chan Yeol saja? Dulu, kalian juga sempat menjadi Partner Lawak, bukan?” Ujar Min Ah mengusulkan Chan Yeol untuk membantu Eun Ji.

“Benar. Kami memang pernah melakukannya bersama.” Gumam Eun Ji dengan memutar otaknya lagi saat ia masih SMA, menjadikan Hari Terakhir di SMA dengan Lawakannya. “Ahh!! Tidak, tidak. Akan kacau lagi, kalau ia menjadi Partner-ku lagi.” Ujarnya.

“Eiy~ lalu, dengan siapa? Dengan Ibu-mu, begitu?” Timbal balik Min Ah.

Detik kemudian, Eun Ji tersenyum dan menatap Min Ah seakan gadis itu adalah mangsanya. Euh.. baiklah.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Pekik Min Ah.

“Bukanlah ide yang buruk.” Ujar Eun Ji mengalihkan pertanyaan Min Ah.

“Yak!! Kau serius? Aku kan hanya bercanda.” Ucap Min Ah.

“Kring.. ” terdengar suara bel pintu toko terbuka, dan itu artinya seorang Pelanggan datang. Mungkin??

“Selamat Datang di Toko Bunga kami.. ” salam Min Ah pada sang ‘pelanggan’, namun betapa terkejutnya ia melihat siapa ‘pelanggan’-nya. “Kim Myung Soo.. ”

“Eo! Myung Soo!!” Pekik Eun Ji senang melihat adanya Myung Soo.

“Oh!! Eun Ji.. kau juga ada disini.” Timbal balik Myung Soo yang tak menyangka bahwa ia juga bertemu Eun Ji di tempat penuh bunga itu.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Min Ah to the point. Dan terlihat dari wajahnya, ia seperti tidak suka dengan kedatangan Myung Soo.

“Euh.. ya~ aku ingin membeli beberapa bunga untuk Cafe-ku.” Ujar Myung Soo sembari melihat-lihat bunga di sekelilingnya. “Jadi, bunga apa yang cocok untuk suasana Cafe yang Klasik?” Tanyanya.

Baiklah, Min Ah mencoba untuk bersabar lalu ia menyebutkan beberapa nama bunga yang cocok dari yang Myung Soo tanyakan.

“Woo.. Aku tidak terlalu tahu tentang Bunga, bisakah kau membantuku?” Ucap Myung Soo.

Dan sepertinya, Eun Ji seakan mengerti dengan situasi, ia pun pamit untuk pergi kembali ke tempat kerjanya. Dan, tanpa menunggu jawaban dari kedua temannya itu, ia buru-buru pergi meninggalkan Min Ah juga Myung Soo.

Menunggu Bang Min Ah memilah-milih Bunga, Myung Soo mencoba untuk mencairkan suasana.

“Jadi, bagaimana dengan kabarmu?” Tanya Myung Soo.

“Seperti yang bisa kau lihat, Aku baik-baik saja.” Ujar Min Ah. “Bagaimana denganmu? Kau tidak salah pergaulan selama di Amerika bukan?” Tanya balik Min Ah.

“Tentu tidak. Aku terlalu terobsesi dengan belajar, belajar, dan belajar. Tidak ada hal lain yang mengalihkan pekerjaan-ku selama di sana.” Ucap Myung Soo.

“Ahh.. jadi kau tetap menjadi Si Kutu Buku.” Ujar Min Ah yang sudah memulai membungkus beberapa bunga untuk Myung Soo. “Semuanya 54 ribu won.”

Myung Soo mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan ia berikan pada Min Ah sembari berkata, “Besok adalah pembukaan Cafe-ku, bisakah kau datang sebagai Teman? Aku juga mengajak Eun Ji.”

“Biar aku pikirkan, jika aku harus datang kesana sebagai Teman.” Timbal balik Min Ah.

 

*** ***

 

Seorang gadis terlihat sedang sibuk menghubungi seseorang, namun orang tersebut tak kunjung menjawab, detik kemudian ia benar benar kesal.

“Huh.. kemana dia?” Gerutu Ahn Ha Ni.

Tak lama kemudian, seorang pria masuk kedalam mobil, itu Manager dari Ha Ni.

“Oppa~ setelah ini, tidak ada jadwal bukan?” Tanya Ha Ni.

“Tidak ada. Kenapa?” Ucap pria tersebut.

“Antarkan aku ke Klinik Chan Yeol.” Jawab Ha Ni.

“Yak!! Kenapa kau ingin kesana lagi?!” Pekik Manager Wang, sebut saja begitu. “Aku sudah bilang jangan menemuinya lagi. Lagipula, kalian sudah berakhir, untuk apa menemui Chan Yeol?”

“Yeah~ memang hubungan kami berakhir, tapi itu hanya sepihak saja, aku masih mencintainya.” Ujar Ha Ni. “Ahh~ sudahlah, sekarang antarkan aku kesana!!” perintah nya.

“Aish!! Baiklah.. ” ucap Manager Wang.

Sesampainya di Klinik tempat Park Chan Yeol bekerja, Ahn Ha Ni buru-buru menghampiri ruang kerja Chan Yeol. Namun, saat ia mulai membuka pintu tersebut, tangannya terhenti saat mendengar sebuah percakapan antara Chan Yeol dan Ibu Chan Yeol.

“Aigoo~ apa Ibu harus terus-terusan datang untuk membawakan-mu bekal? Seharusnya, Eun Ji yang membawakan bekal Makan siang untukmu.” Ujar Nyo. Park.

“Memangnya, aku pernah meminta untuk dibawakan bekal?” Gerutu Chan Yeol. “Dan dia itu juga sama halnya denganku, sibuk. Tolong, mengertilah!” Lanjutnya.

“Yeah~ setidaknya Ibu ingin lihat ia membawakan-mu bekal lalu menyuapi-mu. Ahh~ Ibu seperti melihat Drama Nyata.” Ujar Nyo. Park.

“Ibu.. ”

“Hey~ kapan kau akan menikahinya?”

“Apa?!”

“Katamu, kau sudah berpacaran dengannya 4 Tahun. Tentu kalian harus menikah.”

“Ibu, bukankah tadi malam kita sudah berjanji untuk tidak membahas pernikahan?” Timbal balik Chan Yeol.

“Iya,, Ibu tahu. Tapi, Ibu ingin segera menggendong seorang Cucu. Dan Nenek-mu juga menginginkannya.”

“Huh.. kami masih butuh waktu. Tolong, jangan memaksa!”

“Eiy.. apa Ibu terdengar memaksa kalian untuk menikah?”

Ha Ni, gadis itu mendengarnya semua? Apa maksudnya? Chan Yeol, mantannya sudah menemukan pengganti dirinya? Siapa? Tapi, kenapa 4 tahun? Padahal, mereka putus hubungan seminggu yang lalu. Ini membingungkan.

Singkat cerita, Ibu Chan Yeol sudah pulang dan saat ini Chan Yeol benar-benar sendirian di ruang kerja-nya.

Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dan Chan Yeol mempersilahkan untuk masuk. Dan detik kemudian, ia terkejut dengan kedatangan Ha Ni.

“Kau lagi?!”

“Kenapa? Kau benar-benar tidak suka aku datang?” Timbal balik Ha Ni.

“Bukan begitu, aku sudah bilang jika tidak ada keperluan, jangan datang.” Ucap Chan Yeol.

“Tidak, kali ini aku benar benar ada keperluan selain untuk melihatmu.” Ujar Ha Ni.

“Huh.. aku tidak punya waktu, jadi persingkat saja urusan-mu itu.” Ucap dingin Dokter itu lalu kembali melihat Dokumen kerja-nya.

Ha Ni menghela nafas lalu berjalan menghampiri meja Chan Yeol, dan ia berkata, “Apa saat kita masih berhubungan, kau selingkuh dariku?”

“Apa maksudmu?”

“Yeah.. mungkin alasan-mu memutuskan hubungan, karena kau berselingkuh dariku.” Jelas Ha Ni. “Apa itu benar?”

“Tidak,, alasan-ku memutuskan hubungan murni karena pekerjaan-mu, bukan yang lain.” Ujar Chan Yeol.

“Kau tidak berbohong?”

“Tentu, tidak ada alasannya aku berbohong padamu.” Timbal Chan Yeol.

Langkah demi langkah, Ha Ni mulai berjalan kearah belakang Chan Yeol dan tiba-tiba memeluk Chan Yeol dengan erat dan hal itu berhasil membuat Chan Yeol terkejut.

“Ahn Ha Ni,, apa yang … ?

“Mari kita mulai dari nol. Aku mohon~ ”

Tidak, dia tidak boleh sampai goyah. Tidak untuk yang kedua kalinya. Ia tetap harus pada pendiriannya.

“Ha Ni,, aku sungguh tak ingin kita … ”

“Berpacaran, begitu?” Potong Ha Ni menebak kelanjutan kalimat Chan Yeol. “Tidak, maksudku sebagai Sahabat lagi seperti dulu.” Ujarnya.

Chan Yeol tertegun, bukan sebagai sepasang kekasih tapi Teman? Benarkah itu?

Detik kemudian, ponsel Chan Yeol berdering menandakan seseorang menghubungi-nya. Ia pun buru-buru melepas pelukan Ha Ni lalu menerima telepon itu. Dari Jung Eun Ji? Chan Yeol berjalan menjauhi Ha Ni lalu mengangkat telepon.

“Halo.. ”

“Ini Aku Jung Eun Ji,, bisakah kita bertemu?”

“Sekarang? Aku tidak bisa, aku masih bekerja.”

“Malam ini? Bagaimana?”

“Baiklah, dimana?”

“Euh.. kau saja yang menentukan, aku bingung.”

“Baiklah,, akan kuhubungi lagi nanti.”

“Eo.. “ dan detik kemudian, sambungan telepon terputus.

Chan Yeol membalikkan badannya dan menatap Ha Ni yang masih berdiam diri di tempatnya.

“Siapa?” Tanya Ha Ni.

“Bukan siapa-siapa, aku sebut namanya pun kau takkan mengenalnya.” Ujar Chan Yeol. “Bisakah kau pergi? Setelah ini, aku ada Pasien.” Lanjutnya.

“Baiklah,, dan tentang tadi, kuharap kau bisa memikirkannya dengan baik.” Ujar Ha Ni setelah itu ia pergi meninggalkan Chan Yeol sendirian.

 

Skip Time

Jung Eun Ji, gadis itu dalam perjalanan menuju Apartemen Park Chan Yeol. Pria itu meminta Eun Ji untuk menemuinya di apartemen karena ia sungguh lelah, dan tidak berencana kemana-mana selain di apartemen saja.

Sesampainya di apartemen Chan Yeol, Eun Ji menekan bel panggil selama 2 kali. Tak lama kemudian, seseoran membukakan pintu untuknya.

“Eo.. kau sudah datang. Masuklah.. ” ujar Chan Yeol mempersilahkan Eun Ji masuk.

“Kau memang menyuruhku kemari, tapi aku langsung pada intinya saja.”

“Iya,, aku memang menyuruhmu datang kemari, karena kau ingin berbicara denganku. Namun bukan berarti, kita berbicara seperti ini.”

“Hanya sebentar, 5 menit.” Pinta Eun Ji.

“Aish.. kau ini kenapa?” Gerutu Chan Yeol. “Baikah, 5 menit.” Ujarnya sembari melihat Jam tangannya.

“Aku akan menerima permintaan dan tawaran-mu.” Ucap Eun Ji to the point. “Aku akan menjadi Kekasih-mu selama 1 minggu kedepan.” Ucap-nya.

“Bagus!! Kau memang tepat sekali memikirkannya.” Ujar Chan Yeol sedikit antusias. “Lalu, kau ingin minta apa dariku? Apapun, akan kuberi, kulakukan. Aku berjanji.” Lanjutnya dengan senyuman yang merekah

“Itu.. Aku ingin kau, menjadi Partner Lawak-ku untuk Ujian Akhir.” Ujar Eun Ji.

“Apa?!”

“Iya.. jika kau ingin menjadi Pelawak secara resmi, kau harus melewati Ujian Akhir dan … ”

“Tidak!!” Potong Chan Yeol.

“Kenapa? Kau bilang apapun, bukan?” Pekik Eun Ji terkejut dengan jawaban singkat Chan Yeol.

“Huh.. aku memang mengatakan ‘apapun’, tapi tidak untuk hal itu, LA-GI!!”

“Yak!! Ini tidak adil untukku.” Pikir Eun Ji. “Aku melakukan keinginanmu, bahkan itu mempertaruhkan hidup-matiku sebagai seorang gadis. Tapi, kau yang hanya perlu menghibur, menolak tanpa berpikir panjang. Oh.. ayolah~ ”

“Tidak,, dan tidak!!” Ucap Chan Yeol lagi untuk menekankan bahwa ia sungguh-sungguh menolak. “Aku akan melakukan hal lain, tapi tidak untuk menghibur atau apalah itu. Yak~ pikirkan hal lain, maka aku akan menerima.” Lanjutnya.

“Baiklah,, kalau begitu akan kupikirkan hal lain.”

“Yeah~ tentu, aku akan menunggu.. ”

Detik kemudian, Eun Ji membuat dirinya menghapus jarak antara dirinya dan juga Chan Yeol, tentu Chan Yeol sontak keheranan.

“Aku.. tak jadi.. membantumu!!” Dan setelah itu ia pergi meninggalkan Chan Yeol yang benar-benar cengo atas ucapan gadis itu. Ia menolaknya lagi??

“Yak!! Jung Eun Ji!!” Teriak Chan Yeol. “Aish!!” Dan pria itu buru-buru mengejar Eun Ji yang sudah masuk Lift.

 

Jung Eun Ji’s POV

Auh!! Aku benar-benar kesal dengan Chan Yeol. Apa susahnya melawak? Lalu, apa ia pikir semua mudah untuk memikirkannya? Huh.. menjadi Kekasih bohongannya? Aku terpaksa. Terpaksa. Aish!! Kenapa Takdir ini membuat kami harus bertemu lagi. Akh!!

“Ting.. ” pintu Lift pun terbuka dan aku buru-buru untuk meninggalkan Gedung ini, dan takkan pernah menginjakkan kaki ke Gedung ini. TAKKAN!!

Setelah keluar dari Gedung ini, aku buru-buru menghentikan Taksi didepan. Namun, saat berhasil meraih dan membuka ganggang pintunya, seseorang menutup-nya dan berkata pada sang Supir bahwa Aku tidak jadi naik. Apa?! Setelahnya, Taksi itu pergi.

“Yak!! Kau mau apa lagi, huh?!” Gertak ku pada pria bermarga Park itu.

“Pembicaraan kita belum selesai, kenapa kau pergi begitu saja?”

“Belum selesai, katamu?! Huh~ omong kosong.” Ucapku sinis.

“Jung Eun Ji, aku sungguh akan melakukan apapun yang kau mau. Aku takkan mengingkari-nya.” Ujarnya. “Tapi, tidak untuk melawak. Tidak seperti saat masih SMA dulu.”

“Lalu, jika mau-ku memang ingin kau menjadi Partner-ku, bagaimana? Tidak ada hal lain yang ingin kupinta darimu.” Ujarku. “Apa,, kau takut jika kejadian itu terulang lagi, begitu? Hanya itu?”

“Bukan ‘hanya itu’,, ” ucapnya menggantung. Akh!! Ya Tuhan~

“Lalu, kenapa? Aku meyakini kali ini kita akan berhasil, jadi jangan khawatir.”

Ia masih diam, tak lagi mengeluarkan sepatah katapun. Eo, ada apa dengannya?

“Chan Yeol, kau tak apa?” Tanya-ku khawatir.

“Apa?” Pekiknya. “Euh.. ya,, aku tak apa.” Ujarnya meyakinkan diriku bahwa ia benar benar dalam keadaan baik. Benarkah?

“Jadi, bagaimana? Kau mau melakukannya denganku? Ujian-nya akan dilakukan Senin depan.” Ujarku berharap bahwa ia akan menerima permintaan-ku. Ayolah~

Pria itu mengela nafas lalu berkata, “Aku.. akan berusaha.” Apa? Apa maksudnya?

“Jadi, kau mau melakukannya? Benarkah?” Pekik-ku.

“I-iya.. ”

 

Author’s POV

“Akh!!” teriak Eun Ji antusias dan tanpa ia sadari ia memeluk Chan Yeol dan perasaan senang.

Chan Yeol yang mendapat pelukan tiba-tiba itu hanya bisa diam tanpa membalas pelukan dari Eun Ji itu.

Disisi lain, seorang Ahn Ha Ni ternyata sedari tadi memperhatikan ‘Pasangan’ itu dari dalam Mobil Van-nya. Sakit,, seperti itu rasanya saat melihat pria yang masih ia cintai berpelukan dengan gadis lain.

“Oppa, jalankan mobil-nya ke Apartemen!” Suruh-nya pada Sang Manager. Dan tanpa ba-bi-bu, sang Manager segera menancapkan gas-nya.

 

Skip Time

Hari demi haripun terlewati sebagai Partner Lawak dan ‘Pasangan Kekasih’, keduanya juga mulai dapat beradaptasi satu sama lain seperti dulu saat masih SMA. Dan 1 hari lagi, Ujian Akhir untuk menjadi Pelawak akan tercapai. Woah~ senangnya.

“Yak!! Kau harus mengekspresikannya dengan benar. Aish~ ” gertak Eun Ji pada Chan Yeol. “Ini sudah 3 hari kita berlatih. Tapi, kau masih seperti itu.”

“Yak~ kau kira mudah melakukannya? Mengertilah!!” Timbal Chan Yeol.

“Huh! Alasan!! Kalau kau melakukannga dengan niat, pasti semuanya berjalan dengan lancar.” Sindir Eun Ji sinis.

“Apa?!”

“Hey~ kalian benar-benar mengganggu pelanggan-ku yang lain.” Ucap seseorang tiba-tiba, ia Kim Myung Soo, yang sedang membawa nampan dengan 2 cangkir teh untuk 2 Pelanggan ribut-nya.

“Ahh.. kenapa aku tidak meminta-mu saja kemarin untuk menjadi Partner Lawak-ku.. ” rutuk Eun Ji.

“Ohh.. jadi, kau menyesal telah memintanya padaku, begitu?” Timbal Chan Yeol lagi.

“Yak!! Aku sudah bilang untuk berhenti ribut.” ucap Myung Soo. “Lagipula, kenapa kalian selalu berlatih lalu ujung-ujungnya membuat keributan disini?”

“Myung Soo-ah,, besok datanglah ke tempat Ujian Akhir-ku! Aku butuh semangat-mu.” Pinta Eun Ji.

“Bagaimana dengan Min Ah?” Tanya Myung Soo.

“Aku tidak yakin. Katanya, besok ia sibuk karena ada banyak pesanan.” ucap Eun Ji. “Coba saja untuk mengajaknya.”

“Huh~ dasar.. ” gumam Chan Yeol pelan.

 

D Day

Jung Eun Ji, gadis itu ada di ruang make up tengah mempersiapkan penampilannya di Ujian Akhir hari ini. Ia tidak boleh sampai gagal, apalagi jika harus mempermalukan Ketua Jun.

“Jung Eun Ji, kau harus bisa Lulus! Impian sudah ada didepan mata, raihlah!!” Ujar Eun Ji menyemangati dirinya.

“Ting.. ” sebuah pesan masuk dari Ponsel-nya, Eun Ji-pun segera membuka pesan itu.

“Eun Ji-ah,, maafkan Ibu, Ibu tidak bisa datang karena ada urusan mendadak. Ibu sungguh menyesal. Maafkan ibu~~ “

Eun Ji tersenyum lalu membalas pesan Ibu-nya, “Tak apa, Bu.. aku mengerti. Doakan agar aku dapat Lolos.”

“Tentu,, ini adalah cita cita-mu. Jika kau berhasil Ibu akan meluangkan waktu untukmu. Fighting!!” Dan Eun Ji kembali tersenyum atas balasan dari sang Ibu.

Detik kemudian, Eun Ji melihat Jam Tangannya dan waktu menunjukkan pukul 16.30 AM.

“Huh~ kenapa ia tak kunjung datang? Ia sudah terlambat 1 Jam. Aish~ ” gerutu Eun Ji.

Setelah siap dalam hal berpenampilan yang memang tidak terlalu mewah, Eun Ji-pun keluar dari ruang make up lalu mencoba menghubungi Park Chan Yeol. Tapi, sedari tadi pria itu tak kunjung menngangkat panggilan telepon.

“Ahh!! Kemana dia?”

Eun Ji pun memutuskan sambungan lalu tanpa menyerah, ia mencoba mengirimkan pesan untuk Chan Yeol.

“Yak~ kau kemana? Sebentar lagi adalah giliran-ku untuk tampil. Cepat kemari!!!!!!” Kirim.

“Eun Ji-ah~ ” panggil seseorang dari arah belakang. Oh itu,, Kim Myung Soo bersama Bang Min Ah, yang pada akhirnya bisa meluangkan waktu demi Eun Ji.

“Yak~ kenapa kau sendirian? Kemana Chan Yeol?” Tanya Min Ah.

“Ahh~ aku tidak tahu. Aku hubungi sulit, dan ia tak kunjung membalas pesan-ku.” Jelas Eun Ji. “Aku takut, ia tak datang.”

“Hey~ apa perlu kucari Chan Yeol?” Tawar Myung Soo.

“Ah?” Pekik Eun Ji. “Euh.. kurasa tidak.”

“Nomor peserta 8, silahkan menaiki atas panggung!” Suara dari Sound Audia terdengar dan hal ini semakin membuat Eun Ji gugup.

“Huh~ 3 nomor lagi.” Gumam Eun Ji. “Aku harus bagaimana??”

Ia berada di nomor 11 dan ini semakin membuatnya ketakutan jika Pria tinggi itu tak kunjung datang. Apa yang harus ia lakukan?

Singkat cerita, nomor urut 11 akhirnya terpanggil dan seorang Jung Eun Ji segera naik ke panggung. Namun, ia sendirian. Eo,, ada apa ini?”

“Nona Jung Eun Ji, Anda sendirian?” Tanya salah satu Juri yang duduk tepat disebelah kanan Ketua Jun.

Huh~ gugup sekali. Takut sekali. Ahh!!

“Ti-tidak.. Partner-ku dalam perjalanan kemari.” Ucap Eun Ji sedikit gagap.

Tak lama kemudian, seseorang yang menjadi Partner Lawak Eun Ji pun menaiki Panggung.

“Maaf, membuat kalian menunggu lama.” Ucap seorang,,, KIM MYUNG SOO???!! Oh.. apa yang terjadi? Kenapa?

“Baiklah,, kalian bisa memulainya sekarang.” perintah Ketua Jun.

Dengan yakin, mereka pun melakukannya. Tanpa Park Chan Yeol, Eun Ji melakukannya dengan Kim Myung Soo.

 

To Be Continued… … …

 

 

 

Hai semuanya, para readers yang masih setia untuk nunggu FF ini.

Setelah baca komentar-komentar kalian di Chap 2, itu cukup buat saya gelisah, jadi saya benar benar bekerja keras untuk memperbaiki Chap 3 ini. Dan maaf juga, tidak bisa membalas komentar kalian semua. Tapi, saya sangat menghargai sekali.

Karena respon kalian juga membuat saya semakin ber-semangat untuk melanjutkan FF ini, saya akan berusaha lagi. FIGHTING!!

23 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Marriage Without Love (Chapter 3)”

  1. Ahhh chanyeol ada operasi dadakan atw d gangguin ha ni ya
    Ah kenapa dia gak dateng

    Gw kira bakalan ada romansa antara eun ji sama myungsoo
    Ternyta myungsoo tetep sama mi nah ya
    Heummmm

  2. Akhirnya chapter 3nya rilis.

    Sumpah ya lawak openingnya Eunji nampar Chanyeol LOL XD. DA MBA HANI WAE KAMU ISHHH KESEL SM DIA. PENGE DI LELEPIN AJA KE SUNGAI HAN/GAKS/

    oh ya kak. Aku mau koreksi dikit nih biar fanficnya lebih cakep kayak yg buat 😀 ada banyak kata yg komanya kebanyakan sprt “iya,, aku…” lbh baik komanya(,) satu aja. Ex : “iya, aku…” dan juga ada brp kata yg gak usah pake huruf kapital/besar. Yg aku temui tadi : teman, lolos, lulus, patner lawak, dokumen, pasien. Itu awalannya gak usah huruf gede/kapital kak ehehe. Dan juga “nama gila” kan disini gila bukan nama org jd penulisan ‘gila’ awalannya gak perlu kapital juga 🙂 dan jg imbuhan di sm ke. Kalo menunjukan tempat dipisah, kalo gak gak usah. Ex : di mana, di sana, di sini, ke dalam, ke situ. Itu dipisah. Kalo yg bukan menunjukan tempat digabung. Ex : ketubuhku.

    Maaf ya kak sok2an koreksi pdhl diri ini msh amberegeul juga wkwkwk.

    Secara keseluruah aku suka anedhh. Dan kok Chanyeol songong gak dateng? Ku santet juga chanyeol. Duh L kayaknya jd org ketiga. Pakabar deh sama Minah XD

    Ditunggu next chapter kak 😀

    1. Iya makasih yaa atas koreksinya.
      Aku ini termasuk jadi orang tuh bingungan, hehe.. padahal anak bahasa.
      Iya gpp,, yg kan krna komen yg ngeralat aku butuhkan. Gak semua hal itu sempurna, apalagi manusia.

      Sekali lagi makasih yaa atas ralatnya, supaya besok bisa dierbaiki lagi. *^▁^*

    2. Sama2 kak eheh XD gak apa kita sama2 belajar dan memperbaiki kan 🙂 semoga kedepannya lebih bagus lagi eheh ^^

      Aku tunggu loh lanjutannya. Penasaran dan lucu ficnya XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s