[EXOFFI FREELANCE] DON’T GO! Part 1 (7th Series)

7th Series - DON'T GO Part 1

DON’T GO! Part – 1

[7th Series]

Title : DON’T GO!
Author: Azalea
Cast : Lee Sena (OC), Byun Baekhyun (EXO), Oh Sehun (EXO), Kim Yura (GD)
Genre : Romance, Sad
Rating : PG-17
Length : Series
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita Four Leaf Clover.

Series Sebelumnya : PLAYBOY (1st Series) -> LADY LUCK Part-1 (2nd Series) -> LADY LUCK Part-2 (2nd Series) -> BEAUTIFUL (3rd Series) -> WHAT IS LOVE Part-1 (4th Series) -> WHAT IS LOVE Part-2 (4th Series) -> HEART ATTACK (5th Series) -> BABY DON’T CRY (6th Series)

 

 

< ~ >

Rasanya begitu menyakitkan saat tahu kalau bunga yang begitu indah itu sudah ada kupu-kupu yang memiliki. Padahal aku ingin menjadi seperti kupu-kupu itu. Aku selalu ingin berada di manapun kau berada. Kalau saja aku datang lebih awal dari kupu-kupu itu, apakah kau mau jadi bungaku selamanya? Karena aku tidak bisa hidup tanpamu.

Ku mohon jangan pergi. Aku berjanji kalau kau memilihku, aku akan membahagiakanmu lebih dari dia, aku tidak akan pernah menyakitimu karena bagiku melihat air matamu itu membuatku merasakan seperti ditusuk ribuan jarum. Tapi kenapa kau sama sekali tidak tertarik dengan janji manisku ini? Kenapa kau lebih memilih racun yang dia tawarkan? Aku tidak ingin kau seperti Snow White yang selalu terjatuh pada perangkap penyihir itu. Kumohon, jangan pergi padanya!

< ~ >

 

 

“Kita akhiri saja sampai di sini!” ucap Sena lirih karena tidak sanggup untuk mengatakan hal itu secara lantang.

Hatinya terlalu sakit saat memikirkan harus berpisah dengan Baekhyun, tapi Sena juga tidak bisa memaafkan kejadian kali ini. Hatinya terlalu sakit. Mendengar hal itu membuat Baekhyun seperti sedang tersambar petir.

Shock, itulah tatapan yang bisa Baekhyun berikan pada Sena, tidak percaya akan ucapan Sena padanya saat ini. Sesuatu hal yang tidak diharapkannya akhirnya terjadi.

Setelah mengatakan hal itu Sena berlari lagi menuruni tangga darurat sambil berurai air mata. Sena tidak kuat jika harus berhadapan terlalu lama dengan Baekhyun saat ini. Untuk itu, dia memutuskan pergi dari tempat itu secepatnya.

Otak Baekhyun lumpuh, pandangannya kosong, dan badannya tidak dapat bergerak, membuatnya membiarkan Sena pergi dari hadapannya begitu saja. Tubuhnya masih memproses perkataan Sena, membuatnya tidak dapat bergerak sedikitpun.

Setelah Sena menuruni beberapa lantai di bawahnya, barulah Baekhyun tersadar. Dengan segenap kekuatan, Baekhyun kembali mengejar Sena yang sudah terlebih dahulu menuruni tangga dengan berlari.

“SENA…!!” teriak Baekhyun mencoba memanggil Sena yang terus berlari.

“SENA…!! BERHENTI…!!” teriak Baekhyun lagi.

Tanpa dirasa sebutir air mata turun dari matanya. Tapi karena jarak antara Sena dan Baekhyun terlalu jauh membuat Baekhyun tidak bisa benar-benar mengejar Sena walaupun sudah menuruni dua anak tangga sekalipun.

Tanpa Baekhyun sadari seseorang sedang memandang kejadian ini dari lantai 20, entah tatapan bahagia ia tunjukan atau tatapan menyesal melihat kejadian ini. Hanya ia dan Tuhan yang tahu bagaimana perasaannya saat ini.

“BYUN… SENA…!!” teriaknya lagi tapi masih diabaikan oleh Sena.

Begitu sampai di tempat parkir, Sena langsung membuka kunci pintu mobilnya, lalu menyalakan mesin dengan terburu-buru. Dengan pandangan mata yang buram, Sena tetap menginjak pedal gas dalam hingga membuat mobil yang ia kemudikan melaju dengan kencangnya meninggalkan kawasan apartemen Baekhyun hanya dalam beberapa detik saja.

“BYUN…SENA…!!!” teriaknya lagi sekuat tenaga dengan nafas terengah-engah tapi masih tidak dihiraukan oleh si pemilik nama.

Baekhyun hanya bisa memandang kepergian mobil Sena dengan tatapan menyesal. Sungguh Baekhyun sangat menyesal hingga membuatnya jatuh terduduk di atas jalanan beraspal sambil menangisi sosok yang berada di dalam mobil yang saat ini sudah tidak ada di dalam jangkauan penglihatannya.

Ya, dirinya sangat menyesal. Sungguh-sungguh menyesal. Padahal hari pernikahan mereka tinggal menghitung hari saja. Semua persiapan sudah hampir selesai, tapi semuanya hancur hanya dalam hitungan detik saja.

Dan itu semua karena kesalahannya. Baekhyun terus menangis sambil menjambak rambutnya atau terkadang memukul-mukul dadanya sendiri, berharap rasa sakit yang dialaminya berkurang. Selama beberapa saat Baekhyun hanya bisa memandang kosong pada jalanan yang sudah dilewati oleh Sena, berharap mobil itu akan kembali membawa cintanya yang telah pergi.

Setelah dirasa dirinya cukup tenang, akhirnya Baekhyun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu masuk ke dalam gedung apartemen. Dengan perasaan kacau, dia menekan tombol lift angka 20, menuju kamar apartemennya.

Perkataan Sena terus terngiang-ngiang di telinganya, dan itu membuat perasaan Baekhyun semakin kacau saja. Baekhyun berjalan gontai sambil menundukkan kepala menuju apartmennya.

Begitu sampai di dalam apartemen,  seorang wanita sedang menunggunya di ruang tamu dan Baekhyun berjalan melewatinya begitu saja menuju kamar tidurnya, mengabaikan keberadaan wanita itu, Kim Yura.

Yura yang melihat keadaan Baekhyun yang seperti itu, merasa tidak tahu harus berkata atau berbuat apa sekarang ini. Yura hanya bisa memandangnya iba dan terluka karena diabaikan Baekhyun.

Tapi saat ini Yura tidak punya pilihan lain selain hanya bisa memperhatikan semua pergerakan Baekhyun saja. Begitu sampai di depan pintu kamar, Baekhyun seakan menyadari keberadaan seseorang yang sedang menatapnya, membuatnya berhenti sejenak di ambang pintu kamar.

“Kalau kau sudah selesai sebaiknya kau pulang sekarang.” Ucap Baekhyun tanpa melihat wajah orang yang sedang diajaknya bicara.

Tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya itu, Baekhyun langsung masuk ke dalam kamarnya. Kemudian langsung menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam, mengabaikan tatapan terluka dari orang yang diajaknya bicara.

Yura begitu terkejut dengan perkataan Baekhyun yang secara tidak langsung mengusirnya pergi. Dan dengan perasaan terluka, Yura pun melakukan apa yang dikatakan Baekhyun untuk segera keluar dari apartemennya tanpa banyak bicara lagi.

Setelah mendengar suara pintu apartemen di tutup, Baekhyun segera menjatuhkan dirinya di belakang pintu kamar. Hatinya terluka karena perkataan Sena, tapi ini juga karena salahnya sendiri dan sekarang dia juga menyakiti hati wanita lain yang pernah ada di hatinya.

Dia begitu kesal dengan dirinya sendiri, kenapa bisa-bisanya dia menyakiti dua hati sekaligus? Kenapa dia sering sekali menyakiti hati orang lain? Kenapa? Kata kenapa terus dia tanyakan pada dirinya sendiri, sampai Baekhyun merasa pusing sendiri mencari jawaban atas pertanyaannya itu.

Dengan segera Baekhyun terbangun dari duduknya, melempar benda apapun yang ada di sekitarnya hingga jatuh ke lantai. Berbagai benda pecah belah berceceran memenuhi lantai kamarnya disertai teriakan-teriakan kesakitan yang Baekhyun longlongkan.

Setelah puas menjatuhkan apapun yang dapat ia jatuhkan, akhirnya Baekhyun jatuh terduduk di samping tempat tidurnya. Berteriak dan menangis seperti orang gila sambil memanggil-manggil nama orang yang tidak akan pernah mendengarnya karena jarak yang terbentang di antara mereka yang sangat jauh.

Di sisi lain, keadaan Sena tidak jatuh berbeda dengan keadaan Baekhyun. Dia mengendarai mobilnya seperti orang gila, tapi untungnya saat ini jalanan sedang lengang sehingga dia bisa menginjak pedal gas sedalam yang ia mau.

Dengan perasaan kacau balau, pandangan mata buram karena air mata yang terus mengalir, berbagai sumpah serapah terus terlontar dari mulutnya berharap itu akan meringankan beban hatinya saat ini, ditambah tampilan Sena begitu acak-acakan saat mengemudikan mobilnya ini.

Sebuah keberuntungan bagi Sena bisa sampai dengan selamat sampai rumahnya yang berada di daerah Nonhyeondong, Gangnam.

Dengan gerakan kasar Sena memarkirkan mobilnya di halaman rumah hingga membuat suara decitan ban yang sangat memekakan telinga bagi siapa saja yang mendengarnya saat itu. Setelah mobil berhenti, dengan cepat Sena membuka pintu mobil dan menutupnya dengan membanting pintu mobil tersebut seakan tidak takut jika pintu itu akan rusak dengan tenaganya saat menutup pintu tersebut.

Sena sedikit berlari menuju pintu utama dari rumahnya dan membukanya dengan kasar membuat terkejut semua orang yang berada di dalam rumah itu. Begitu Sena melangkahkan kakinya semakin masuk ke dalam rumah tatapan kaget dan bingung langsung ia dapatkan dari sang ayah yang sedang berada di ruang keluarga sambil membaca koran paginya.

Sena sejenak diam berdiri menatap sang ayah membuat Tuan Lee berdiri seketika saat menyadari penampilan sang puteri yang begitu berantakan. Sesaat mereka hanya saling pandang, berkomunikasi tanpa berkata apa-apa. Tidak lama kemudian, Han Ahjumma ikut bergabung di ruang keluarga rumah itu.

Heran saat melihat kedua majikannya hanya saling tatap tanpa berkata apa-apa. Tidak lama kemudian, suara Sena memecahkan keheningan di antara mereka semua. Masih dengan air mata yang terus terurai tanpa bisa Sena tahan.

“Aku akan membatalkan pernikahan ini!” lirih Sena dengan suara serak dan tercekatnya.

Sebelum mendengar pendapat sang ayah, Sena segera berlari menuju tangga dan menaikinya dengan cepat. Setelah sadar akan makna dari ucapan Sena, ayah Sena dan Han Ahjumma segera mengejar Sena menuju lantai dua. Namun, baru juga sampai di lantai dua Sena sudah memasuki kamarnya.

Terdengar suara pintu dibanting saat Sena menutupnya dan langsung menguncinya dari dalam. Dari luar ayah Sena mencoba untuk mengetuk pintu kamar Sena dan memanggilnya namun yang terdengar dari dalam kamar hanya sebuah teriakan dan jatuhnya benda-benda ke lantai.

Ayah Sena begitu bingung dengan keadaan puterinya saat ini, tapi dia tidak memaksa untuk terus mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar itu. Sehingga dia hanya bisa memandang sedih ke arah pintu kayu itu.

Begitu juga dengan Han ahjumma yang secara tidak sadar meneteskan air matanya hingga jatuh di pipinya. Selama dia merawat Sena, tidak pernah sekalipun dia melihat majikannya ini seperti ini.

“Biarkan dia sendirian. Mungkin dia butuh waktu untuk menenangkan diri.” Ucap ayah Sena saat dia memilih untuk berjalan meninggalkan tempat itu pada Han ahjumma. Hatinya terlalu sakit melihat puterinya yang sedang sakit juga.

Keadaan di dalam kamar Sena tidak jauh berbeda dari keadaan kamar Baekhyun. Semuanya sangat berantakan. Pecahan kaca bertebaran di mana-mana, sedangkan Sena sendiri sedang tidur tertelungkup di atas tempat tidur mewahnya karena kelelahan sehabis menangis.

Dia terus menangis, membasahi bantal yang menjadi sandaran wajahnya dengan air matanya. Pikirannya kacau dan hatinya terlalu sakit saat ini. Entah sudah berapa jam Sena menangis sampai air matanya kering tidak keluar sama sekali dan yang keluar hanya suara sesegukkannya saja. Dan tidak terasa akhirnya Sena jatuh tertidur dengan sendirinya, melupakan sementara waktu luka hatinya.

 

~

 

Waktu sudah menunjukkan tengah hari, tapi tidak ada tanda-tanda dari Baekhyun akan beranjak dari tempat duduknya untuk berangkat kerja. Padahal dari jam 9 pagi, handphone nya terus saja berbunyi, tapi Baekhyun mengabaikannya begitu saja.

Pikirannya terlalu kosong untuk berpikir. Hatinya terasa sangat kosong saat orang yang akan menjadi pendamping hidupnya pergi karena kecerobohannya sendiri.

Selama seharian penuh yang Baekhyun lakukan hanya duduk di samping tempat tidur dengan menatap ke satu titik tapi pandangannya kosong. Sampai hari telah bergantipun, posisi Baekhyun masih seperti itu. Rasa lapar dan kantuk tidak ia rasakan saat ini, hal ini membuat sebuah lingkaran hitam tercipta jelas di wajah tampannya.

Seakan teringat sesuatu, akhirnya Baekhyun berdiri tapi dia terjatuh lagi karena terlalu lama duduk membuat kakinya lemas dan kaku. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya Baekhyun bisa berdiri. Dengan malas Baekhyun berjalan menuju kamar mandi dan mencuci mukanya. Setelah itu dia berjalan menuju lemarinya dan mengambil stelan kantornya.

Sebuah stelan hitam dia kenakan kecuali warna dasinya yang berwarna merah maroon. Dengan tergesa-gesa Baekhyun keluar dari apartemennya tanpa membereskan kamarnya yang berantakan, berjalan menuju mobilnya, kemudian segera pergi ke kantor. Walaupun saat ini dia sedang mengemudikan mobil, tapi pikirannya kosong.

Tidak butuh waktu lama buat dia sampai di kantornya. Segera menepikan mobil di tempat parkir biasanya. Kemudian Baekhyun memasang wajah yang terlampau datar. Semua staf yang dilewatinya begitu terkejut dengan kedatangan Baekhyun. Walaupun tampilannya rapih, tapi wajahnya tidak bisa membohongi.

Wajah Baekhyun begitu kusut tapi dia mengabaikan tatapan aneh dari semua stafnya itu. Hawa dingin yang dibawa Baekhyun begitu terasa saat dia berjalan menuju ruangannya, membuat suasana menjadi mencekam.

Dan hal ini berlangsung selama 3 hari terakhir setelah kejadian itu. Banyak staf yang terkena semburan kemarahan Baekhyun hanya karena masalah sepele, hal itu membuat semua orang begitu takut berhadapan dengan Baekhyun saat ini.

Sehun yang melihat hal itu juga merasa heran dengan atasannya ini, karena 3 hari sebelumnya Sehun masih melihat Baekhyun dalam keadaan baik-baik saja, tidak seperti hari-hari terakhir ini. Dan selama 3 hari itu pula Sena mengurung diri di kamarnya, membuat ayahnya dan Han Ahjumma begitu khawatir pada keadaannya.

Ayah Sena tidak masuk ke kantor selama 3 hari dan menyebabkan siapa pun yang membutuhkannya harus datang langsung ke rumahnya, tidak terkecuali Sehun yang ingin meminta tanda tangan akan suatu proyek pada ayah Sena, juga mengharuskannya mendatangi langsung ke kediaman atasannya itu.

Begitu sampai di depan rumah tersebut, Sehun merasa tidak heran dengan bentuk bangunan yang ada di depannya ini. Semuanya sangat mewah dan itu menegaskan bahwa mereka sangat kaya.

Sehun langsung memasuki rumah tersebut karena sudah ditunggu oleh pemilik rumah. Begitu sampai di depan pintu masuk, seorang pelayan datang membukakan pintu untuknya.

Sehun dibimbing oleh pelayan tersebut menuju ke ruang kerja yang ada di rumah tersebut. Pelayan tersebut mengetuk sebuah pintu dari kayu jati yang berukiran bunga teratai dan terdengar suara yang menyuruhnya untuk masuk.

Pelayan tersebut membungkukkan badan pada Sehun dan meninggalkan Sehun sebelum dia masuk ke dalam ruangan tersebut. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sehun pun masuk kemudian berjalan menuju meja kerja yang terdapat di ruangan besar tersebut.

Di balik meja tersebut terlihat seseorang yang sudah berumur sedang duduk di kursi kebesarannya dengan kharismanya yang tidak pernah surut sedikitpun walaupun keadaannya terlihat sangat kusut. Dengan perlahan Sehun berjalan mendekati orang tersebut.

Merasakan ada seseorang yang sedang berjalan ke arahnya, ayah Sena mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang ingin menemuinya. Begitu melihat siapa yang datang, ayah Sena langsung menutup dokumen yang sedang dia periksa sebelumnya.

“Manajer Oh, apa ada masalah serius yang menyebabkan kau harus menemuiku secara langsung?” tanya ayah Sena to the point.

“Nde sajangnim. Saya membutuhkan anda untuk menandatangani sebuah dokumen penting.” Kata Sehun sambil menyodorkan sebuah map ke atas meja kerja ayah Sena.

“Apa aku harus menandatanganinya sekarang?” tanya ayah Sena lagi sambil mempelajari isi dari dokumen yang diberikan Sehun.

“Nde, karena ini masalah yang sangat penting dan membutuhkan persetujuan anda sesegera mungkin.” Jawab Sehun lagi.

“Begitu rupanya.” Ucap ayah Sena.

Kemudian mereka kembali terdiam. Sehun terus berdiri memperhatikan atasannya yang sedang membaca dokumen yang ia berikan, dan tidak lama kemudian atasannya tersebut menandatangani dokumennya.

“Bagaimana keadaan di kantor?” tanya ayah Sena pada Sehun sambil menyerahkan kembali dokumennya.

“Semuanya masih berjalan seperti biasanya, tapi ada yang sedikit berbeda dari GM Byun, sepertinya dia sedang ada masalah besar yang membuatnya sedikit tidak bisa mengontrol emosinya pada staf yang melakukan kesalahan.” Jelas Sehun.

“Hm,, begitu rupanya, aku mengerti. Dia masih muda jadi wajar saja jika dia belum bisa mengontrol emosinya, asalkan masih dalam batasan tertentu, itu tidak masalah. Nah, Sehun-ssi,  jika sudah tidak ada lagi urusan yang kau butuhkan, sebaiknya kau kembali bekerja ke kantor.” Ucap ayah Sena yang diakhiri dengan secara tidak langsung menyuruh Sehun untuk pergi.

“Nde, sajangnim. Maaf sudah menganggu waktu anda.” Jawab Sehun sambil membungkukkan badan ke arah ayah Sena.

Kemudian Sehun pamit dari ruangan tersebut, namun belum juga Sehun menutup pintu di belakangnya, sebuah jeritan yang berasal dari lantai 2 terdengar begitu nyaring. Ayah Sena yang juga mendengar hal itu langsung melompat dari tempat duduknya dan berlari ke arah jeritan itu berasal.

Sehun yang melihat hal itu mau tidak mau ikut lari di belakang ayah Sena. Betapa terkejutnya ayah Sena dan Sehun saat mendapati situasi yang tidak terduga tersebut. Keadaan kamar Sena tempat berasalnya suara jeritan tadi sangat mengenaskan.

Pecahan kaca bertebaran di mana-mana. Berbagai perabotan yang tidak mudah pecah berserakan di lantai. Dan yang paling mencengangkan adalah tempat tidur Sena. Bercak darah memenuhi seprai putih tersebut, dan Sena tergeletak tidak sadarkan diri di atasnya dengan Han Ahjumma yang berada di sampingnya kirinya sedang menangis sambil memegangi pergelangan tangan Sena yang ditutupi oleh selimutnya.

Ayah Sena langsung menghampiri tempat tidur tersebut walaupun sebenarnya hatinya sangat terkejut dan sakit saat melihat Sena terbaring dengan berlumuran darah. Sedangkan Sehun, dengan tangan bergetar dia mencoba untuk mengeluarkan handphonenya dan menekan beberapa digit angka untuk melakukan panggilan cepat ke rumah sakit.

Begitu terdengar suara di seberang telepon, sekuat tenaga Sehun mengeluarkan suaranya agar tetap tenang namun gagal. Dengan suara bergetar Sehun meminta ambulan datang ke alamat rumah ayah Sena.

Setelah panggilan di akhiri, Sehun langsung menjatuhkan handphone nya dan diikuti oleh tubuhnya yang terduduk di lantai di antara pecahan kaca tersebut. Sehun tidak sanggup melihat keadaan Sena. Hatinya benar-benar sakit saat melihat wanita yang dicintainya sedang kesakitan seperti saat ini.

Selama sepuluh menit terakhir ini, di kamar Sena hanya terdengar suara tangisan dari Han Ahjumma, sedangkan ayah Sena dan Sehun tidak bisa berkata apa-apa lagi saking kacaunya perasaan keduanya. Sampai suara mobil ambulan terdengar menyadarkan ayah Sena dan Sehun dari keterdiamannya selama ini.

Tanpa pikir panjang, Sehun segera menghampiri tempat tidur, dan sekuat tenaga mengangkat tubuh Sena yang terkulai lemah. Setelah Sena berada dalam gendongannya, Sehun pun segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar Sena dengan ayah Sena dan Han Ahjumma mengikutinya dari belakang.

Begitu sampai di pekarangan rumah, terlihat sebuah mobil ambulan sudah siap siaga dan tanpa menunggu lebih lama lagi Sena langsung di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Ayah Sena terus memegang tangan puterinya yang sudah mulai dingin. Di sampingnya terdapat dua petugas dari ambulan yang sedang sibuk memasang infus dan mencoba menghentikan pendarahan dari pergelangan tangan Sena yang terluka.

Tanpa menunggu lama, Sehun segera mengikuti mobil ambulan tersebut dengan ditemani Han Ahjumma. Tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil ambulan pun sampai di Seoul National University Hospital atau yang sering disingkat menjadi SNUH.

Mobil ambulan tersebut langsung membawa Sena menuju pintu Unit Kecelakaan dan Unit Gawat Darurat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Begitu mobil berhenti, beberapa orang perawat langsung sigap untuk membantu memindahkan Sena ke ruangan.

Tangan ayah Sena tidak pernah sekalipun melepaskan tautan tangan mereka, sampai seorang dokter datang untuk memeriksa keadaan Sena, dengan terpaksa ayah Sena melepaskan tautan tangannya. Dia sedikit menjauh dari tempat tidur Sena untuk memberikan ruang pada dokter tersebut.

Tidak lama kemudian Sehun dan Han Ahjumma sampai ke UGD tersebut dengan sedikit berlari untuk menghampiri ayah Sena yang sedang berdiri sambil memperhatikan puterinya yang sedang dalam penanganan.

Begitu melihat seorang dokter dan dua orang perawat sedang melakukan tindakan pada Sena, terbesit rasa lega di hati mereka semua karena Sena sudah berada di tangan yang tepat.

Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk menunggu di luar di salah satu kursi tunggu yang berada depan ruang tindakan UGD dengan perasaan yang tidak menentu. Lima belas menit kemudian, seorang perawat wanita yang usianya sekitar 35 tahunan keluar dari ruang tindakan UGD tersebut.

“Siapa keluarga dari pasien yang baru datang sekitar lima belas menit lalu?” tanyanya dengan mata menyapu seluruh ruang tunggu untuk mencari orang yang dimaksud.

“Saya ayahnya.” Ucap ayah Sena langsung berdiri saat mendengar panggilan dari perawat tersebut. Setelah melihat siapa yang menjawab panggilannya, perawat tersebut tersenyum ramah pada ayah Sena.

“Silahkan ikut saya ke ruangan dokter.” Jelasnya pada ayah Sena.

Mendengar hal itu, ayah Sena segera mengikuti langkah kaki dari perawat yang memanggilnya tadi. Sehun dan Han Ahjumma refleks ikut berdiri dan mencoba mengikuti langkah kaki dari ayah Sena, tapi langkah mereka terhenti saat ayah Sena berkata kepada mereka.

“Sebaiknya kalian tetap menunggu di sini. Nanti akan aku kabari bagaimana keadaan Sena saat ini.” Kata ayah Sena tanpa melihat wajah kedua orang yang sedang diajaknya berbicara tersebut. Mendengar hal itu, Sehun dan Han Ahjumma hanya bisa menuruti perkataan ayah Sena dan kembali terduduk di tempat mereka duduk sebelumnya.

Pikiran mereka terlalu kosong, walau hanya untuk menolak permintaan tersebut, sehingga mereka hanya bisa mengiyakannya saja. Di sisi lain, dengan perasaan tegang ayah Sena berjalan menuju ke sebuah ruangan yang tidak jauh dari ruang gawat darurat.

Perawat tersebut mengetuk pintu terlebih dahulu, kemudian terdengar sebuah suara yang mempersilahkannya masuk. Perawat tersebut membuka pintu sedikit, kemudian menolehkan wajahnya sambil tersenyum pada ayah Sena untuk mempersilahkannya masuk ke dalam ruangan.

Tanpa pikir panjang ayah Sena segera masuk ke dalam sebuah ruangan kecil, yang di dalamnya hanya terdapat sebuah meja kerja yang di atasnya terdapat beberapa tumpukan buku dan beberapa berkas. Di dinding kanan dari ruang tersebut terdapat sebuah rak buku yang berisi penuh dengan buku-buku entah itu apa.

Di sisi kiri dari meja kerja tersebut, terdapat sebuah ranjang pemeriksaan lengkap dengan peralatan medisnya. Pandangan ayah Sena langsung tertuju pada seorang laki-laki yang masih muda yang sedang duduk di balik meja kerja yang bertuliskan dr. Joonmyun Kim – Ahli Dalam – yang sedang tersenyum ramah pada ayah Sena.

“Silahkan duduk.” Pintanya pada ayah Sena. Dengan kaku, ayah Sena mendudukan dirinya di kursi yang sudah tersedia di depan meja tersebut.

“Anda…?” tanya dr. Kim menggantung karena tidak tahu dia sedang berbicara dengan siapa. Seakan tahu ke mana arah pembicaraan dari dokter yang ada di depannya, ayah Sena langsung menjawabnya saja.

“Saya ayahnya. Pasien yang sedang anda tangani saat ini adalah puteri saya, Lee Sena.” Jawab ayah Sena dengan sedikit gugup.

Mendengar jawaban dari orang di depannya ini, dokter Kim langsung menuliskan nama pasien pada sebuah kertas yang berisi catatan pemeriksaan.

“Bagaimana keadaan puteri saya?” tanya ayah Sena sedikit tidak sabaran.

“Kondisi puteri anda sudah stabil walaupun tadi dia banyak kehilangan darah. Sekarang kami sedang melakukan transfusi darah untuk mengganti darah yang keluar,   jadi  anda  bisa lebih tenang. Dan untung saja, luka sayatan pada pergelangan tangannya tidak terlalu dalam, sehingga pembuluh darahnya tidak terpotong semuanya, karena jika terpotong semuanya, kemungkinan untuk tetap hidupnya sangat kecil.” Jelas dokter Kim.

Terbesit rasa lega dalam diri ayah Sena saat mendengar penjelasan dokter muda di depannya tadi.

“Tapi ada sesuatu yang mengganjal Tuan. Saya sedikit tidak yakin karena saya bukan ahli di bidangnya, tapi saat melihat grafiknya saya sedikit bisa menyimpulkan, walaupun ini hanya sebatas hipotesis saya semata.” Kata dokter Kim sedikit tidak yakin sambil menatap ayah Sena.

“Saya tidak mengerti apa maksud anda.” Kata ayah Sena bingung dengan maksud dari perkataan dokter Kim padanya tadi.

“Jadi begini Tuan, puteri anda sedang mengandung, tetapi saya belum bisa memastikan berapa usianya dan bagaimana kondisi dari kandungan puteri anda tersebut, karena saya bukan ahli kandungan.” Jelas dokter Kim hati-hati saat melihat tanggapan dari orang yang sedang di ajak bicaranya ini hanya memperlihatkan raut wajah bingung.

“Hamil?” tanya ayah Sena sedikit berbisik tidak yakin setelah sekian lama hanya duduk terdiam untuk mencerna informasi yang cukup mengagetkan dari dokter Kim tersebut.

“Nde, saya telah meminta rekan saya dr. Son untuk memeriksa keadaan kandungannya.” Jawab dokter Kim enteng.

Kemudian mereka kembali terdiam.

“Tapi… bagaimana bisa?” tanya ayah Sena bingung, dan mendengar pertanyaan konyol yang keluar dari mulut orang di depannya ini, membuat dokter Kim sedikit batuk untuk mengalihkan tawanya.

“Hm… mengenai itu, sepertinya anda sendiri sudah tahu kenapa puteri anda bisa mengandung.” Jawabnya sedikit geli, tapi raut wajah orang di depannya semakin bingung.

“Ehm, di mana suami puteri anda?” tanya dokter Kim mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.

“Suami…?” tanya ayah Sena balik saat mendengar pertanyaan dokter Kim tentang suami dari puterinya. Tidak lama kemudian, ayah Sena pun melanjutkan perkataanya.

“Ah,,  dia sedang keluar negeri.” Jawab ayah Sena asal sambil tersenyum masam.

Menyembunyikan hal yang sebenarnya sedang terjadi. Tidak mungkinkan dia mengungkapkan hal yang sebenarnya sedang terjadi, jika puterinya ini hamil tanpa seorang suami, karena jelas, Sena dan Baekhyun belum menikah sama sekali.

Jadi untuk kali ini, dia akan berbohong tentang masalah ayah dari anak yang sedang dikandung puterinya itu. Walaupun sebenarnya dokter Kim juga pasti bisa menebak hal apa yang terjadi sebenarnya.

 

 

 

~ tbc ~

31 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] DON’T GO! Part 1 (7th Series)”

  1. OMG sena hamil anak baekhyun..kyaaa…anjay kesian bgt sih idupny sena sampe mau bunuh diri gitu..huu dasar semua ini gegara yur asem itu hiiiiiihhh nsjis gue pen gue injek” tuh muka. ngpain sh pke dateng” lg kek jelangkung ae lu faaak
    si beha jg ngpain coba biarin di ke aprtny??ga ngerti aing sm beha.-.
    udh lah drpd sena mkan ati trs sm beha mending sama duren aja..

  2. ASTOPIRRR SENAAA
    ITU GARA2 SAPA SEH PENGEN GUA CEKEKKK
    AWAS AE NTARRR GUA BANTAI LU SEMUAA
    EMOSII NI GUAA AWASSS LUUU
    YURAAA AKU AKAN MEMBUNUHMUUUUU
    NJIRRRR GREGET TAU GASIHHHHHH
    BEKYUNNNN GUAAAAA CANGKUL LUUUU
    SOMPRET LUUUUU AWAS AEEEE HNGGGH
    HIDUPMU DITANGANNKUUUUU

  3. udah sena sama duren aja. gapernah belajar dari yang dulu2 tuh baekhyun, udah mau nikah bukannya menghindari hal hal yang sensitif bagi sena

    Kenapa yura harus ada sih entah kenapa gue bayangin yura itu cewe yang mukanya kek tante2-_-!

  4. Hamil?? Meteng?? OMG!!!!
    Hayo lho.. Baekhyun tanggung jawab gk!!
    Anak orang main diisi aje!!

    Btw, gue kasihan sama Sehun. Kayaknya idupnya tersiksa ngeliat Sena begitu. Baekhyun harusnya bisa sadar dan belajar dari masalah” sebelumnya.

  5. Rasa2nya tuh aku ikut tersayat waktu Baek teriak “Byun Sena” :’v nyess nyess gimana gituuu :3
    Duh kerjaan siapa ini hamil -_- kesian Duren

  6. Uwaaa Sena sudah hamil…. aish gimana ini coba?? Mana pernikahannya mau di batalin sama Sena lagi… astaga masalah nya ribet amet…

  7. aku emosi, tapi emosi sendiri bacanya,, baekhyun si sena hamil tau jadi km msh selamat krn pasti jadi nikah, tp sebelumnya biar sena maafin km km harus ngesot dari pintu rumah sakit sampe ruang rawat sena,,, hahaha ngelantur aku jadi ketawa sendiri ngebayangin sibaekk yang ngesot XD XD

  8. Tuh kan dugaanku bener, sena pasti hamil, kasian mereka berdua. Greget banget eoni, keren keren feelny dapet

    Masih penasafan knp yura ke apartemennya baekki ?

  9. halloooo,,,akh aku ko sering kesini tp ga peka,, klo ne,,karya Azalea,,,elahhh,,mata nya kmn coba aku,,,wkwkwwk,,,,!!!!
    keren ff nya!!!
    *btw,,,Dreamya jg keren!! aku suka bnget!

  10. HUAAAAAAH,GREGET BANGET SERIUSAN DEH,AUTHORNYA PINTER NIH BIKIN READERS NYA GREGETAN,BAEKHYUN SAMA SENA JANGAN PISAAAH T.T,sebenarnya kenapa yura ada di appartnya baek? ‘-‘

    NGAK SABAR UNTUK PART 2 NYA ><

  11. OMAIGAT !!! KENAPA JADI BEGINIIII >< HUWAAAAAAA MAKIN RUMIT AJA KISAH BAEKHYUN SAMA SENAAAA (TT_TT)
    Kalo begini beneran deh gak bisa nebak ntar akhirnya Sena bakalan sama siapa. Sama Baekhyun atau sama Sehun ??? Kira-kira ntar habis kejadian ini, apa yang bakal dilakuin Baekhyun buat dapetin Sena lagi atau justru dia malah biarin aja. Sebenernya masih teka-teki banget yaa, tujuan Yura ke apartemen Baekhyun tu ngapain coba? kenapa masih aja goda-godain calon suami orang. DAN APA COBA… SENA HAMILLL ????? O_O haaaahhhhh kalo ini gak kaget sih, secara Sena sama Baekhyun udah berulang kali nglakuin begituan -___- Huffttt makin penasaran, makin kepo aja sama kelanjutannya. Makin gak bisa nebak Sena bakalan sama siapa ??Kalo gini ceritanya, daripada disakitin mulu sama Baekhyun, mending Sena jodohin aja sama Sehun wkwkwkwk 😀
    Okelah kak segini dulu aja komennya, kali ini gak terlalu terlambatkan komennya XD pokoknya selalu ditunggu kelanjutan seriesnya ❤ ❤

  12. Kyaaaa author daebakkkk 😍 ahhh baekhyun~ahhh eotteoke 😣 aigooo daeh2an aq bacanya 😣 gregetan aq bacanya min 😣 baekhyun knapa ga langsung nyari sena sih malah bergalau dikamar smpe 3hri 😑 aish dasar 😣
    Btw min dah ga sabar wat baca lanjutannya 😄 jgn lama2 ya min kkk 😉
    Oh ya ngomong2 maaf ya min baru bisa komen dipart ini 😅 aq Vie reader baru 😄 bias aq baekhyun 😘 *siapa tanya coba kkk* salam kenal 😄

    1. Salam kenal jg min 😄
      Btw min aq boleh minta password wat “What is Love part2″nya ga min?aq lom baca soalnya kkk 😄 #modus 😅
      Sbelumnya gumawo min 😄 #XOXO 😘

  13. baek kenapa ga kerumah sena aja sihh ihhh sumpah deh sena sama baek kesian, itu ulah baek sendiri sih ya tanggung aja akibatnya sendiri huu… masih penasaran kenapa yura ada di apartemen baek terus ngapain baek ngebohongin sena? semoga baek tau keadaan sena yg sekarang… semoga jadi nikah ya pokonya gamau tau sena udh hamil gitu

  14. masih belum tau alesan kenapa baekhyun masih berhubungan sama yura…
    terus kenapa baekhyun gak kejar sena atau susul dia ke rumah nya, gregetan sama baekhyun…

  15. sungguhhhhh iniii sakitttt bangettttt
    :’) ,,,,,,,,,,, melihattttt baeksaaa selalu diujiiiiii,,,,,,,

    Aku tak menyangkaaaaaaaaa,,,,,, apaa yang akan kaulakukannnn kim yuraaa,,,,, knpa kau tidakkk menyerahkan dirimu pada beruang kutub berbadan besarrrr ohhh sungguhhh akuuu bkan hanyaa membencimuuuu tapi lebih dariiii ituuuuuuuu,,,, jijik SUMPAAAAHHHHH GUUEEE JIJIKKKKK SAMAAAA LOOOOOOOOOOOOOOOO KNPAAAA LO GAK MATIIIKKK AJAKKKKKKK HAHAHHAH

    MAKANYAAAA BAEKHYUNNNNN JANGANNN SUKAAA MAININNN APIII KLO LOOO GA BISAAA MADAMINNNNNN NYAAAAA,,,,,,, LOOOO UDAHH DIKSAIHHH YANGG SETIAA,,, LOOOOO ,,, TAPIII LOOOO TERUSSS NGELIRIKKKKKKK CWEKKKKK BRENGSEKKKKKKK ITUUUUUU,,,,,,,

    IYAAAAA LOOO OVERDOSEEEEEE SAMPEEE NGE GROWLLLLL SANA SINIIII,,,, OYAAAAAAAA SAATNYAAA OMONGAN LOOO JADI KENYATAANNNNN YAAAA LO BLANG SENA BOLEH PERGIIII DARI LOOO KANNNN WOHAHHAHAHHHAHAHHAHAHAHHAHAHA 😀

    Hmmmmmmmm ,,,, hmmmmmmm,,,, jujurrrrr dariii atiii yangggg sakingggg dalemnyaaaa ” OHHHHHHH SEHUNNNNNN GUAAAA BENCIIII LOOOOO”

    SEMOGAAA BAYINYAAA BYUNNNNSENAAAA TWINSSSSSS CHILDDDD YAHHHHHHHHHH ,,,,

    Buattttt appaa leeee ”BURUANNN PAK NIIKAHINNNNN SENAA MAEE BYUNNNN”

    AUTHORRR : ZHAFFFF LOOOOO MAUUU GANTIIN GUEEEE JADI PENGHULUKKKKK??? INGETTT ZHAFFF GUEEE PENGHULUKNYAAA DISINIHHHHHHHH,,,,,, NTARRR LOOO TUNGGU AJEEE MRKAA BAKALANNN NIKAHHHHH ,,,,, 😀 😀 😀

    NIHHH AUTHORRR MAUUU NGABISIN SEMUAA JUDUL LAGI NYAAA EKSOHHHHH SBLOMMMMM ENDDD,,, OHH EMMM JIHHHHHHHHHH ,,,, BURUANN THORRRRRRRRRRR ,,,,

    너를 사랑해 끝도 없는 기다림이라도 괜
    찮아
    Neoreul saranghae kkeutdo eomneun
    gidarimirado gwaenchana

    Sambil dengerin lost in love snsd

  16. oohhhh god… pliiisss jangan pisahin baek sma sena.. apalagi sena lagi ngandung anaknya baek… aduuhhh so complicated banget… ayoiuk dunk siapapun kasi tau baek kalo sena lagi hamil… aduuhhhhh ini bkin baper deehh…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s