[EXOFFI FACEBOOK] Real Life of Idol (Part 3)

12722074_737733259695764_123211375_n

Title : Real Life of Idol (Part 3)

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast : Jung Jijae (OC) | Oh Sehun (EXO) | Kim Kai (EXO) | Kang Seulgi (Red Velvet)

Support Cast : SMFAMILY

Genre : Romance, Angst, Idol-life, Hurt, Little bit comedy.

Rating : PG-13

Lenght : Chaptered

Disclaimer : FF ini murni buatan Author. Tapi Cast-nya bukanlah milik Author, mereka milik Sang Pencipta.

Chapter sebelumnya:

Chapter 1 | Chapter 2

 

Happy Reading^^

 

 

Real Life of Idol – Stay With You

 

 

 

“Yak! Beraninya kau!” Geram Seulgi seraya akan melayangkan satu tamparan lagi di pipi Jijae.

 

TAP.

 

Ada yang menahan tangan Seulgi.

 

“Seharusnya kau ajarkan yeojachingu-mu untuk tidak berbuat kasar pada orang lain, Sehun-ah.”

 

“Kai?” Kaget Seulgi.

 

Kai menangkis tangan Seulgi kasar.

 

“Dan kau, Seulgi-ya! Aku tidak menyangka sekarang kau sangat kasar.” Ujar Kai dingin.

 

“Kai-ya, kenapa kau membelanya?” Heran Seulgi.

 

Kai hanya menatap Seulgi.

 

“Jadi sekarang kau ada di pihaknya?” Ujar Seulgi sambil menunjuk Jijae dengan telunjuknya yang tajam.

 

“Lagipula kapan aku bilang aku ada dipihakmu?” Balas Kai.

 

Seulgi menatap Kai tidak percaya.

 

“Yak! Kim Kai!” Geram Seulgi.

 

“Kajja!” Ujar Kai yang langsung menarik pergelangan tangan Jijae.

 

“Yak! Kenapa kau diam saja saat temanmu itu berkata seperti itu padaku, eoh?” Geram Seulgi.

 

“Sudahlah, aku lelah.” Balas Sehun seraya melangkah pergi meninggalkan Seulgi.

 

“Yak! Aku belum selesai!” Geram Seulgi sambil menghentak-hentakkan kakinya di lantai.

 

 

 

Real Life of Idol – Stay With You  

 

 

 

“Oppa, kenapa kau membelaku? Bukankah kau teman Sehun Oppa dan Seulgi Sunbae?” Tanya Jijae.

 

“Jangan bicara dulu! Aku sedang fokus menyetir.” Balas Kai.

 

“Yak! Kita juga tidak akan kecelakaan hanya karena mengobrol.” Cibir Jijae.

 

“Baiklah, akan aku jawab. Aku tidak membelamu, hanya saja aku tidak suka melihatnya kasar seperti itu.” Timpal Kai.

 

“Memangnya dia orang yang lembut? Kau tidak lihat wajahnya tadi? Dia memang cantik, tapi wajahnya terlalu garang. Aku tidak suka ekspresinya itu. Tajam sekali.” Ujar Jijae sambil mempoutkan bibirnya.

 

Kai tersenyum tanpa di ketahui oleh Jijae. Kau lucu sekali! Aku mau tahu, kau berani atau tidak kalau mengatakan itu di hadapan Seulgi. -Batin Kai.

 

“Apa kau senang berpura-pura berkencan dengan Sehun?” Tanya Kai.

 

“Yak! Kau tahu dari mana kalau ini hanya pura-pura? Katakan padaku! Siapa yang membocorkannya? Siapa saja yang sudah tahu? Katakan! Palli!” Panik Jijae seraya menarik-narik mantel Kai.

 

“Yak! Lepaskan aku!”

 

“Eum, baiklah. Katakan padaku! Palli!”

 

“Tidak ada yang tidak aku ketahui. Itu mudah untuk di ketahui, itu terbaca jelas dari siratan mata kalian. Lagipula aku tahu Sehun memang berkencan dengan Seulgi, mana mungkin dia bisa berkencan dengan yeoja lain. Dibalik sikapnya yang seperti itu, Sehun adalah namja yang setia dan penyayang. Hanya saja dia tidak menunjukannya. Bahkan pada Seulgi juga.” Tutur Kai.

 

“Jinjja? Dia tidak pernah menunjukan sikap itu bahkan pada yeojachingu-nya sendiri?” Heran Jijae.

 

Kai mengangguk.

 

“Jinjja! Dia benar-benar sedingin es.” Ucap Jijae.

 

“Kau mau pulang ke Dorm ‘kan?” Tanya Kai.

 

“Ne, tapi tidak ada orang di Dorm.” Balas Jijae.

 

“Jinjja?” Kaget Kai.

 

“Kenapa ekspresimu begitu?” Heran Jijae.

 

“Ah, aniya. Lupakan saja!” Balas Kai.

 

Semoga tidak terjadi apa-apa saat aku meninggalkannya sendiri di Dorm-nya. -Batin Kai.

 

Mobil Kai telah sampai didepan Dorm Section.

 

“Terima kasih sudah mengantarku pulang. Gomawo, Oppa.” Ujar Jijae lalu membuka pintu mobil Kai, kemudian keluar dan berjalan menuju teras Dormnya.

 

Mobil Kai masih tidak bergerak sedikitpun.

 

“Eoh? Apa ini?” Heran Jijae saat melihat sebuah kotak cantik ada didepan pintu masuk Dorm-nya.

 

Diatas kotak itu tertulis ‘To Jijae’, “Ini untukku?” Gumam Jijae kemudian membuka kotak itu perlahan.

 

“Aaaaaaaa!” Teriak Jijae yang kemudian ada suara barang jatuh.

 

Kai yang panik langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Jijae.

 

“Wae? Ada apa?” Panik Kai.

 

Jijae memasang wajah takut serta kaget saat kotak yang baru saja dia buka berisi boneka kesukaannya yang hancur serta dicorat-coret begitu seram. Boneka biru dengan kantung ajaib itu berlumuran cairan berwarna merah.

 

Jijae gemetar saat mengambil sebuah kertas yang ada didalam kantung ajaib boneka itu, jijae membuka kertas itu perlahan.

 

Jauhi Oppa kami! Berani-beraninya kau berkencan dengannya! Dasar wanita tidak tahu malu!

 

Itulah isi dari kertas putih itu. Tulisan itu ditulis dengan tinta berwarna merah darah yang menyeramkan.

 

Kai juga kaget melihat hal itu. Ditambah lagi tubuh Jijae yang tidak berhenti gemetar. Dia memang sudah memprediksi hal ini, tapi dia tidak menyangka dampaknya akan terasa secepat ini.

 

Bahkan belum 24 jam. Aku tidak menyangka sama sekali. -Batin Jongin sambil menatap iba Jijae.

 

Jijae menjatuh dirinya di teras Dorm-nya, “Kenapa seperti ini? Apa yang terjadi?” Lirih Jijae.

 

 

 

Real Life of Idol – Stay With You

 

 

 

“Ini, minumlah! Tenangkan dirimu!” Tutur Kai sambil menyodorkan segelas air putih kepada Jijae.

 

Jijae masih saja diam membisu, yeoja itu tidak merespon Kai yang memberinya segelas air. Dia menatap kosong ke arah depan. Dia benar-benar kaget dan tidak percaya hal ini akan terjadi padanya.

 

Kai menghela napasnya pelan. Ini pasti berat untuknya. -Batin Kai.

 

“Apa ini dampak dari skandal itu?” Ujar Jijae yang masih menatap kosong ke arah depan.

 

“Sudah aku bilang ‘kan, jangan dipikirkan! Tenangkan dirimu dulu! Tidak usah pikirkan yang lain.” Tutur Kai.

 

“Bagaimana bisa aku tidak cemas? Aku mengalami dampaknya setelah SM mengkonfirmasi skandal itu, bahkan berita ini belum 24 jam. Tapi dampaknya sudah aku rasakan saat ini. Bagaimana aku bisa diam saja? Katakan padaku!” Geram Jijae yang kemudian mengacak-acak rambutnya kasar.

 

“Yak! Berhenti menyakiti dirimu sendiri! Kau ini apa-apaan, huh?” Balas Kai sambil menghentikan aksi gila Jijae itu.

 

“Eotteokhae? Apa yang harus aku lakukan?” Lirih Jijae seraya meneteskan air matanya.

 

Kai merasa iba melihat keadaan Jijae saat ini. Dengan itu, Kai menarik tubuh Jijae ke dalam pelukannya.

 

“Jika kau merasa sakit, menangislah jika itu membuatmu merasa tenang.” Tutur Kai lembut.

 

Jijae menangis dipelukan hangat seorang Kim Kai. Dia benar-benar merasa nyaman, yeoja itu merasa memiliki tameng pelindung saat ini.

 

 

 

Real Life of Idol – Stay With You

 

 

 

“Kau yakin akan pulang ke Dorm? Kalau di Dorm-mu tidak ada orang, aku akan tetap bersamamu.” Ujar Kai sambil fokus menyetir.

 

“Gwenchana. Aku sudah lebih baik.” Balas Jijae.

 

Tiba-tiba ponsel Jijae bergetar. Dengan cekatan yeoja itu langsung memeriksanya. Ada satu pesan singkat tertera. Tapi anehnya dari nomor yang tidak dia ketahui. Jijae mulai menggerakkan jempolnya untuk membuka pesan tersebut.

 

Jijae mengubah ekspresi wajahnya, ekspresi ini sama persis ketika ia melihat kotak itu di depan pintu Dorm-nya tadi. Jijae gemetar, lalu menelan salivanya berat.

 

“Wae? Ada apa? Siapa yang mengirimimu pesan?” Panik Kai.

 

Jijae tidak menjawab. Yeoja itu malah terus menatap layar ponselnya yang ia pegang dengan tangan gemetar. Kai yang menyadari ada yang aneh pada diri Jijae langsung menepikan mobil.

 

“Wae? Siapa yang mengirimimu pesan? Katakan padaku!” Ujar Kai sambil menatap Jijae dalam.

 

“Wae? Kenapa seperti ini?” Lirih Jijae sambil menatap kosong ke arah depan.

 

“Wae? Wae-geurae? Jangan membuatku bingung, Jijae-ya. Katakan padaku! Palli.” Geram Kai.

 

Jijae tetap tidak menjawab. Dia tetap diam seribu bahasa.

 

Kai semakin khawatir. Akhirnya namja itu merebut ponsel Jijae. Kai membaca setiap kata yang tertulis dipesan singkat itu. Kai membelalakan matanya.

 

“Apa yang terjadi? Kenapa mereka melakukan ini padaku?” Lirih Jijae yang meneteskan air mata dari mata bulatnya itu.

 

Sekali lagi Kai membaca pesan itu.

 

Berani-beraninya kau mengencani Oppa kami! Dasar yeoja murahan! Jauhi Oppa kami! Kalau tidak kau akan menyesal. Aku peringatkan padamu! Jangan coba-coba mendekatinya lagi. Aku sudah begitu muak dengan segala kelakuanmu ini. Beraninya kau memeluk Oppa kami! Jangan coba-coba lagi menyentuhnya! Jaga jarak dengannya mulai sekarang! Ingat itu! Dasar yeoja tidak tahu diri! Kau pikir kau siapa? Oppa kami hanya mencintai kami! Jangan berharap dapat bersamanya! Dia milik kami! Go away!

 

Kai menghela napasnya kasar, kemudian berpaling menatap Jijae yang ada disampingnya saat ini.

 

Kai menggerakkan tubuh Jijae agar berhadapan dengannya, “Tenanglah! Aku akan melindungimu! Mulai sekarang, aku akan menjadi ksatria pelindungmu. Kau tidak boleh takut, karena aku akan selalu ada disampingmu dan melindungimu dengan seluruh hidupku. Aku janji!” Tutur Kai.

 

“Jinjja?” Balas Jijae.

 

“Ne, jinjja! Aku berjanji padamu!”

 

 

 

Real Life of Idol – Stay With You

 

 

 

Jijae memasuki Dorm-nya dengan langkah kecil dan tubuhnya yang lunglai. Tubuh itu siap jatuh kapan saja. Dia sudah terlalu lelah untuk berjalan. Pikiran dan hatinya kini sedang tidak sejalan.

 

Pikirannya jauh memikirkan bagaimana dia bisa melewati semua ini mulai sekarang dan bisakah ia melewatinya. Sedangkan hatinya ingin ia melewatinya dengan kuat, karena yang ia tahu Kai akan menjadi ksatria pelindungnya mulai sekarang. Kai akan selalu berada disampingnya mulai sekarang, itulah janjinya pada Jijae.

 

Jijae memegang kepalanya dengan tangan kanan dan membuat tangan kirinya sibuk untuk menopang dirinya yang mungkin akan jatuh kapan saja.

 

Member Section yang lain tengah mondar-mandir dengan wajah cemas diruang tamu.

 

“Dimana Jijae sekarang? Kalian tahu dia ada dimana?” Cemas Yoonji.

 

“Aniya, Eonni.” Balas Nami.

 

“Ah, itu dia.” Ujar Seorin sambil menunjuk Jijae yang mulai memasuki ruang tamu.

 

“Jijae-ya!” Ujar Seojin.

 

“Maknae!” Ujar Keyla.

 

“Jijae~” Ujar yang lain.

 

Yoonji menggengam erat telapak tangan Jijae.

 

“Gwenchana?” Cemas Yoonji.

 

Jijae tersenyum lemas, “Gwenchana, Eonni. Kalian tidak perlu khawatir.” Balas Jijae.

 

“Jinjja? Kau benar-benar tidak apa-apa?” Cemas Jieun.

 

“Ne, gwenchana. Tenanglah!”

 

“Bagaimana dengan kotak didepan Dorm? Kau sudah melihatnya?” Tanya Eunji hati-hati.

 

Jijae tersenyum, “Kalian sudah melihatnya juga? Aku juga kaget.” Balas Jijae.

 

Member Section menatap iba Maknae mereka itu.

 

“Jijae, benarkah kau baik-baik saja? Jinjja?” Lirih Eunji seraya meneteskan air matanya.

 

“Gwenchana. Jangan menangis seperti itu! Kau kelihatan jelek sekali.” Canda Jijae.

 

“Yak! Kenapa kau masih bisa tersenyum disaat seperti ini?” Geram Minji seraya menghapus air matanya yang mengalir dipipinya.

 

Jijae tertawa kecil, “Sungguh, aku tidak apa-apa. Percayalah! Jangan mengkhawatirkan aku!” Ujar Jijae.

 

“Lalu kemana kau pergi? Bersama siapa?” Tanya Yoonji.

 

“Bersama Kai EXO.” Balas Jijae.

 

“Mwo?” Kaget semua member Section.

 

 

 

Real Life of Idol – Stay With You  

 

 

 

“Yak! Kau kemana saja, eoh?” Geram Suho saat melihat Kai yang muncul dari balik pintu masuk Dorm.

 

“Menyelesaikan suatu masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh pembuat masalah.” Balas Kai seraya menatap tajam Sehun yang tengah duduk di sofa.

 

Sehun membalas tatapan tajam Kai. Mereka beradu mata. Member yang lain hanya bisa menatap mereka bingung. Ada apa dengan mereka? –Pikir Kyungsoo.

 

“Yak! Wae-geurae? Ada apa dengan kalian?” Heran Baekhyun.

 

“Aku hanya bingung, kenapa orang sepertinya bisa dicintai setulus itu oleh seorang yeoja?” Tandas Kai yang tidak memalingkan pandangannya ke arah yang lain.

 

Sehun bangkit dari duduknya, “Wae? Kau iri karena aku dicintai oleh yeoja yang kau sukai?” Timpal Sehun sengit.

 

Kai sudah tidak bisa menahan emosinya. Dia mendekat ke arah Sehun. Tapi member yang lain menghentikannya. Sehun hanya diam dan tidak bergerak sedikitpun, kemudian dia malah melipat kedua tangan didepan dada dengan angkuhnya.

 

“Kau! Kau benar-benar evil! Kenapa orang sepertimu yang harus disukai olehnya? Seharusnya dia bisa memilih namja yang jauh lebih baik darimu!” Geram Kai.

 

“Dan maksudmu namja itu adalah kau? Kau terlalu banyak menonton drama. Kau benar-benar pengkhayal nomor 1 di dunia ini! Daebak!” Balas Sehun.

 

“Yak! Jinjja!” Geram Kai lalu memberontak.

 

“Kau! Jangan berani-berani kau menyakitinya! Atau kau akan habis di tanganku!” Ujar Kai seraya menunjuk Sehun dengan telunjuknya, kemudian meninggalkan Dorm begitu saja.

 

“Yak! Kau mau kemana malam-malam begini?” Geram Xiumin.

 

“Aish, jinjja! Ada apa sebenarnya? Apa karena skandalmu?” Tanya Chanyeol.

 

Sehun diam seribu bahasa.

 

“Yak! Jawab aku!” Geram Chanyeol.

 

 

 

Real Life of Idol – Stay With You  

 

 

 

Jijae menatap lemas ponselnya yang terus bergetar. Mungkin sudah ratusan pesan singkat yang masuk diponselnya, tapi tidak satupun berisi kebahagian. Semua kalimat yang ada dipesan-pesan singkat itu hanyalah makian dan ancaman untuknya.

 

Dia berulang kali menghela napasnya kasar. Dia mencoba untuk santai, tapi terasa sangat sulit. Dia terlihat menyedihkan dengan keadaan yang ditimbulkan dari skandalnya.

 

“Itu bukan kemauanku, kenapa kalian melakukan ini padaku?” Cerca Jijae sambil menendang-nendang tempat tidurnya.

 

“Aish, jinjja!” Geram Jijae.

 

Ponselnya kembali berdering. Kali ini bukan pesan singkat, melainkan sebuah telepon.

 

“Aish, siapa lagi? Aku belum istirahat karena terus memikirkan pesan-pesan itu. Jinjja!” Jijae menghela napasnya kasar kemudian mengambil ponselnya yang tergeletak diujung tempat tidurnya.

 

“Ini aku. Wae?” Jijae membuka pembicaraan.

 

“Eoh, aku tidak baik-baik saja. Wae-geurae?”

 

“Mwo? Untuk apa aku ke sana? Kau tahu? Aku belum istirahat sedikitpun karena banyak pesan yang masuk diponselku. Pesan-pesan menyebalkan itu membuatku tidak tenang. Kau tahu?” Geram Jijae.

 

“Kalau kau tahu, untuk apalagi kau menggangguku? Eoh? Sudahlah, Oppa. Aku ingin tenang sedikit saja. Setelah skandal itu, aku jadi tidak bebas.”

 

“Mwo? Apa katamu? Pemotretan dibatalkan?”

 

 

 

Real Life of Idol – Stay With You

 

 

 

“Kenapa bisa? Apa salahku?” Tanya Jijae.

 

“Entahlah. Sepertinya karena skandal yang menimpamu. Mungkin mereka tidak mau mengambil resiko besar, karena sekarang kau sedang ditimpa skandal.” Balas Manager Oppa.

 

“Yak, Oppa! Kenapa mereka menjadi pengecut? Kau bilang aku adalah ‘Matahari dan Bintang’ di mata mereka. Kenapa sekarang seperti ini? Eoh? Jawab aku!”

 

“Molla. Tapi sebelumnya mereka memang menganggapmu seperti itu. Aku yakin itu. Tapi… Karena skandal ini mereka mundur dan berhenti merekrutmu.”

 

“Aish, jinjja! Lalu, siapa Idol yang menggantikanku?” Tanya Jijae.

 

“Seulgi.” Balas Manager Oppa dengan hati-hati.

 

“Mwoya? Kenapa dia? Aish, jinjja!” Cerca Jijae.

 

“Tenanglah! Aku rasa karena image-nya yang membaik, jadi dia yang di rekrut.”

 

Image yang baik, katamu? Bahkan dia tidak punya sopan santun sama sekali. Bagaimana bisa kau bilang kalau image-nya baik, eoh?” Geram Jijae.

 

“Yak! Aku rasa dia memang baik. Dia cukup sopan sebagai seorang Idol.”

 

“Yak! Kau itu tidak tahu dia. Dia itu penyihir. Huh, aku benar-benar tidak habis fikir.”

 

“Sudahlah, kita harus pergi ke tempat pembacaan naskah tahap kedua. Kali ini kau akan bertemu dengan semua pemain didalamnya. Kajja!”

 

 

 

Real Life of Idol – Stay With You

 

 

 

“Kenapa seperti ini, Sutradara? Kenapa Anda bisa setega ini, eoh?” Manager Oppa berbicara dengan nada gusar dengan wajah tak percaya.

 

“Mianhae-yo. Tapi… Aku tidak mau mengambil resiko, jika drama ini tidak mendapat rating tinggi hanya karena skandal pemeran utama wanitanya. Aku harus mencari pemain yang terbebas dari skandal, agar drama ini lancar dan sukses.”

 

“Jadi maksud Anda, drama ini tidak akan sukses jika Jijae yang memerankannya?” Tanya Manager Oppa kesal.

 

“Menurutku begitu.” Balas Sutradara enteng.

 

“Anda sudah berapa lama menjadi seorang Sutradara? Kenapa Anda bisa berfikir sedangkal itu? Bahkan Anda belum mencobanya. Tapi Anda… Aish, jinjja!”

 

“Mianhae-yo. Katakan itu pada Jijae.”

 

Sementara itu, Jijae mendengar semuanya dibalik dinding gedung. Yeoja itu meringkuk lemas saat mendengar itu semua. Dia menutup mulutnya untuk menahan isakannya. Bulir-bulir air matanya tidak berhenti mengalir.

 

Apa sebesar itu dampak yang akan aku timbulkan? Kenapa semuanya jadi hancur seperti ini? –Batin Jijae seraya menundukkan kepalanya.

 

Tiba-tiba ada sepasang sepatu tepat dihadapannya. Orang itu berdiri dihadapannya. Lalu dengan cepat dia menyeka air mata dipipinya.

 

“Kau kenapa, Jijae-ya? Wae-geurae?” Tanya namja itu.

 

“Oppa? Aniya, gwenchana.”

 

“Jinjja? Kenapa kau menangis? Apa ada masalah?” Tanyanya lagi.

 

“Aniya, sepertinya mataku kemasukan debu. Gwenchana, kau tidak perlu khawatir. Bukankah kau harus masuk sekarang? Masuklah, Minho Oppa! Aku pergi dulu.” Jijae melangkah pergi meninggalkan Minho sendiri.

 

“Yak!” Minho bingung akan sikap Jijae, “Bukankah dia juga harus masuk? Ada apa ini? Apa dia sakit?” Sambung Minho.

 

Minho berbalik dan bergegas masuk ke dalam ruangan. Tapi, Manager Oppa keluar dengan wajah emosi dan pergi begitu saja.

 

“Bukankah dia Manager-nya Jijae? Ada apa dengannya?” Gumam Minho pelan kemudian masuk ke dalam ruangan.

 

Sementara itu, baru saja Manager Oppa masuk ke dalam van, dia sudah marah-marah karena masalah tadi.

 

“Apa yang dia pikirkan? Kenapa dia bisa seperti ini? Aish, jinjja! Dia benar-benar menyebalkan. Bagaimana bisa dia merekrutmu, lalu memecatmu sebelum shooting? Apa dia tidak punya etika pekerja? Dia benar-benar sudah sangat keterlaluan.” Geram Manager Oppa.

 

Jijae hanya diam di bangku belakang. Dia sudah tidak menangis lagi, tapi keadaannya tetap buruk seperti sebelumnya. Dia terlihat sangat murung. Dan Manager Oppa menyadari hal itu. Kemudian Manager Oppa menghela napasnya kasar.

 

“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan! Kau bisa gila jika memikirkan orang seperti dia. Kita kembali saja ke SM dan latihan bersama yang lain.”

 

 

 

Real Life of Idol – Stay With You

 

 

 

“Yak! Ada apa ini? Kenapa banyak sekali orang disini?” Kaget Manager Oppa saat melihat banyak orang didepan gedung SM.

 

“Bukankah sudah biasa? Oppa, ini adalah gedung dimana para Idol terkenal lahir ke dunia. Apa kau lupa? Mereka pasti ingin melihat idola mereka. Biarkan saja! Kalau bukan karena mereka, aku dan bahkan semua Idol, bukanlah siapa-siapa.” Balas Jijae sambil tersenyum melihat para fans yang berada diluar van-nya.

 

“Aigoo, itu Oppa! Oppa, kami disini! Hwaiting!” Teriak mereka sambil begitu histeris melihat idola mereka.

 

Jijae melihat lewat kaca van-nya. Mereka EXO-L? –Batin Jijae.

 

Van EXO pun baru saja datang. Dan member EXO berhamburan keluar dari van mereka. Semua fans diluar sana histeris saat melihat idola mereka.

 

“Eotteokhae? Mereka EXO-L. Kau akan tetap turun?” Khawatir Manager Oppa.

 

Jijae terlihat berfikir, “Tentu saja, kita ‘kan sudah sampai. Kajja!”

 

“Tunggu! Bagaimana jika…”

 

“Itu tidak akan terjadi. Tenanglah! Aku turun duluan.” Ujar Jijae.

 

Jijae keluar dari van, “Yak, Jijae! Aish, jinjja! Dia ceroboh sekali.” Gerutu Manager Oppa.

 

Jijae berjalan memasuki pekarangan gedung. Tiba-tiba saja dia merasa sebuah benda mengenainya. Dia langsung melihat lengannya yang terkena telur.

 

Member EXO yang baru saja masuk ke dalam gedung berhenti seketika melihat Jijae yang di perlakukan seperti itu oleh fans mereka. Mereka membelalakan mata mereka.

 

“Yak! Kenapa mereka melakukan itu?” Geram Chanyeol.

 

“Kenapa mereka tega melakukan itu pada Jijae?” Heran Chen.

 

Jijae melirik ke arah segerombolan fans EXO itu, mereka menatap sinis Jijae. Kemudian Jijae menghela napasnya pelan. Dan parahnya, mereka melempar satu telur lagi tepat mengenai rambut Jijae.

 

“Wae? Kenapa kalian melakukan ini padaku?”

 

“Jangan banyak bicara! Kau tidak pantas mengeluarkan sepatah katapun dihadapan kami. Diamlah!”

 

Lagi-lagi, mereka melemparkan telur mereka pada Jijae. Jijae hanya bisa menunduk.

 

“Kasian sekali Jijae. Sehun-ah, kau tidak mau melindunginya? Dia yeojachingu-mu.” Ujar Xiumin.

 

“Aniya, untuk apa?” Balas Sehun dingin kemudian bergegas pergi.

 

Manager Oppa membelalakan matanya. Kemudian bergegas untuk menolong Jijae. Tapi, sudah ada yang rela berdiri dihadapan Jijae dan melindunginya dari telur-telur sialan itu.

 

Jijae menaikan kepalanya karena merasa ada yang berdiri dihadapannya untuk melindunginya.

 

“Oppa!” Kaget Jijae saat melihat wajah namja itu.

 

“Gwenchana?” Tanya namja itu.

 

“Yak! Bukankah itu Kai?” Kaget Chanyeol saat melihat Kai berdiri didepan Jijae untuk melindunginya.

 

Sehun menghentikan langkahnya. Dan berbalik melihat ke arah luar gedung. Ya, memang Kai yang ada di sana.

 

Apa yang dia lakukan? Mencoba melindunginya? Huh, dasar bodoh! –Batin Sehun.

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

Chapter 3 selesai. Bagaimana dengan chapter ini? Sorry for typo.

Silahkan komen readers. Tolong berikan kritik serta saran yang membangun. Terima kasih untuk admin EFF yang sudah merilis ff ini dan juga untuk readers yang membaca ff ini.

Kamsahamnida. Big Love.

 

RCL

17 tanggapan untuk “[EXOFFI FACEBOOK] Real Life of Idol (Part 3)”

  1. Neeeeewxxxxxxtttttt. . .
    Jebbbaaaaallll
    Penaasaaaraan abiiizzz. .
    Daebbaaakkk.pokonyaa hahah
    Fighting onnniiiee 😃😃😃

  2. Entah kenapa perasaan pingin nyakar sehun di chap ini.. sehun gak ada empatinya sama sekali astaga.. jijae kayak gitu juga gara2 dia tapi dia cuek kayak gitu.. ampun dahh.. ceritanya makin seru n makin bikin gregetan.. ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

  3. kuammmpreeeetttt nih sehun, astagaaa gue kira dy bakaln sm jijae nolongin jijae bantuin jijae eh nyatanya dy malah jd pengecut rese nh sehun mah lama lama pen gue jitak nih kepalanya ckckckc 😒😒😒

  4. Annyeong! Aku pembaca baru disini, temanya menarik banget. Awalnya vote banget sih Jijae-Sehun, karna emang main cast-nya itu. Saran aja sih buat jalan cerita, mudah – mudahan Kai-nya tetep jadi cowo yg well mannered. Trus kalo bisa Sehunnya jangan ngebentengin diri banget sama Jijae ya! Sejauh ini kalo buat aku penggunaan tanda baca udah baik banget, jadi pas baca bisa dimengerti. Semangat authornim ngelanjutin ceritanya! Aku menunggu! Hwaiting!

  5. Sehun kesal aku melihatnya ia memang pria yang sangat menyebalkan gak tau apa kalau Jijae sudah diteror dengan sangat parah oleh fansnya tapi ia tetap bertahan. Malah Kai yang membantu dan melindungi Jijae. Lebih baik ia bersama Kai saja. Next chapternya ya

  6. entah kenapa aq jd emosi di chapter ini.
    aq pkir sehun lama” akan suka dgn jijae tp trnyata dia ttap tidak peduli.
    dan kenapa bnyak kata jinja di sini????

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s