[EXOFFI FACEBOOK] Rain – Oneshot

12735683_971415139608663_1766588160_n

 

Kadang Tuhan hanya mempertemukan saja tanpa menyatukan

-Hyeri-

.

.

.

©Haruna-Lu Present

Rain

Cast                 : Lu Han (Kim Lu Han), Park Hye Ri (OC), and Other Cast

Genre              : Romance, Sad, and Friendship

Rate                 : PG-13

Disclaimer       : EXO and other belong to God, Their Parents and Their Agency. This Story     belong to me, Pure hasil dari otak galau saya J.

A/N                 : Huruf yang dicetak miring itu Flashback

Happy Reading

 

Sore itu Hujan turun dengan deras membasahijalanan kota Seoul yang lenggang. Beberapaorang -termasuk Hyeri didalamnya- berdiri disalah satu halte bis menunggu kendaraanpanjang itu tiba untuk mengantarkan mereka kerumahnya. Hyeri terdiam sejenak saat tetesan air hujan yangia tampung ditangannya semakin banyakmenetes, ini seperti dejavu beberapa tahun yanglalu saat dirinya terjebak hujan bersamaSahabatnya.Gadis itu tersenyum tipis, memutar kembaliingatannya ke beberapa tahun lalu.

 

-Flashback-

 

Dibawah hujan yang turun deras sore itu dua anak adam sedang berlari kecil menuju halte bis yang tidak jauh dari tempat mereka berlari.

 

” Yak! Tunggu aku Kim.” seru seorang gadis bersusah payah berlari mengejar pria yang berada di depannya.”Bantu aku membawa benda sialan ini.” lanjutnya lagi.

 

Pria yang berada didepannya berbalik lalu berjalan menghampiri sahabatnya yang tengah kesusahan membawa property tugas kimianya tadi.

 

“Kau ini lelet sekali seperti siput ck! Berikan itu padaku!.” Ujar Luhan seraya mengambil paksa property yang sedari tadi berada didekapan Hyeri.

 

“Kenapa tidak dari tadi ck!dasar tidak pekaan! cepatlah hujan turun semakin deras!.” Ucap Hyeri seraya berlari kearah halte bis meninggalkan Luhan yang tengah menggerutu kesal.

 

” Dasar wanita.” Gumam Luhan lalu menyusul Hyeri yang lebih dulu tiba di Halte bis.Luhan meletakan property tugasnya disamping bangku besi yang ada disana.Luhan berjalan mendekati Hyeri yang sedang menampung tetesan air hujan dengan tangannya, Luhan tersenyum tipis kemudian ikut melihat tetesan air hujan yang membuat genangan di beberapa bagian jalan.

 

” kau sangat menyukai hujan?.” Tanya Luhan, Hyeri menoleh memandang sahabatnya.

 

” Ya.” jawabnya pelan.

 

“Kenapa?.”

 

” Karena hujan aku dipertemukan dengan seseorang.” Ucap Hyeri lirih, tangannya semakin banyak menampung air hujan.Luhan mengalihkan pandangannya pada Hyeri.

 

” Seseorang yang membuatku mengerti apa arti mencintai.” Hyeri tersenyum.

 

” Bisa kau ceritakan? Selama berteman denganmu aku tidak pernah tahu cerita dibalik kau sangat menyukai hujan.”Luhan menatap sahabatnya itu, Hyeri mengangguk pelan.

 

 

” 3 Tahun yang lalu, tepatnya saat aku kelas tiga Junior High School, aku dan teman-temanku baru saja keluar dari gerbang tempat les. Tiba-tiba saja hujan turun sehingga membuat kami harus berteduh di halte bis.Kami pun berteduh, untung saja hanya ada beberapa orang yang berteduh.Aku merapihkan seragam yang sedikit basah namun, mataku tidak sengaja melihat seseorang yang duduk dibangku dengan headset menempel ditelinganya, matanya memejam menikmati lantunan musik yang mengalir melalui headsetnya.Pandanganku terpaku padanya untuk beberapa saat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.” Hyeri tersenyum tipis mengingat kembali saat pertama kali ia bertemu dengan cinta pertamanya.

 

“ Pria itu membuka matanya aku langsung menundukan kepalaku. aku mengintip dari ekor mataku, pria itu berdiri lalu berlari menembus hujan. Dulu aku tidak tahu apa arti detakan jantungku pada saat itu tapi sekarang aku sadar itu adalah cinta pada pandangan pertama. Cinta pertamaku.”Hyeri menatap Luhan yang sedari tadi menatapnya, ada pancaran kebahagiaan di sorot mata Hyeri.Luhan masih setia mendengarkan cerita Sahabat pendeknya ini.

 

“ Tak disangka setelah satu tahun berlalu, aku melihatnya lagi di SMA yang sama denganku.” Hyeri tersenyum setelah mengingat kembali saat dimana ia bertemu dengan orang yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, Luhan pun ikut tersenyum namun tak lama ia merasakan cipratan air yang mengenai wajahnya.

 

” Yak! Apa yang kau lakukan?.” seru Luhan saat melihat Hyeri tertawa puas seraya memeletkan lidah ke arahnya.

 

” Kau terlalu menghayati ceritaku Tuan Kim Lu Han yang terhormat.” Ujar Hyeri seraya tertawa puas melihat wajah kesal sahabatnya.

 

” Aku tidak menghayati ceritamu bodoh. Lalu apa sekarang kau sudah bertemu lagi dengannya?.” Hyeri menghembuskan nafasnya kasar lalu mengangguk pelan.

 

” Ya, bahkan orang itu sangat dekat denganku.”

 

” Aku sangat penasaran seperti apa orang itu sehingga membuat sahabat pendekku ini tidak

bisa berpaling.” Luhan mengusap pucuk kepala Hyeri, membuat gadis itu terdiam beberapa saat.Luhan merasa heran lalu memiringkan kepalanya untuk melihat wajah sahabatnya.

 

” Hey, kau tidak apa-apa?.” Luhan menyentuh bahu Hyeri, gadis itu hanya menggeleng pelan.

 

” Kenapa tidak kau coba untuk menyatakan perasaanmu padanya?.”

 

” Sulit Han.. aku dan dia berada diposisi yang sulit.” Luhan mengerutkan alisnya.

 

” Dia sudah memiliki kekasih? ck, Ayolah sebelum janur kuning melengkung dia masih bisa kau kejar Hye.” Ujar Luhan seraya memasukan tangannya kedalam saku celananya.Hyeri hanya menunduk memperhatikan tetesan air yang menggenang dibawahnya.

 

” Bel tidak akan berbunyi jika kau tidak menekannya, begitu pula dengan cinta. Cinta tidak akan tumbuh jika tidak diungkapkan.”

 

Hyeri mendongak menatap sahabatnya yang sedang menatap tetesan hujan dihadapannya.

 

” Tidak Han, aku hanya takut merusak hubunganku yang sekarang dengannya. Aku tidak

ingin dia berubah karena perasaanku padanya.” Luhan berdecak sebal, Sahabatnya ini benar- benar susah diberitahu.

 

“ck.. coba saja dulu Hye tidak ada salahnya. Takut itu urusan nanti.”

 

” Kau tidak mengerti Han, terjebak dalam keadaan seperti ini. Mencintai sahabatmu sendiri.”Ucap Hyeri dalam hati.

 

Hyeri mengedikan bahunya lalu kembali bermain air hujan.Luhan menatap sebal sahabatnya ini. Tak lama bis yang mereka tunggu pun tiba, Hyeri dan Luhan segera menaiki bis itu untuk mengantar mereka pulang.

 

 

 

Tin! Tin!

 

Hyeri tersadar dari lamunan kilas baliknya,sebuah bis berhenti dihadapannya tanpa buangwaktu gadis itu segera masuk kedalam bis.Hyeri duduk dikursi barisan ketiga dari belakangdisamping jendela.Hyeri merogoh headset daridalam tasnya lalu memasangkannya pada keduatelinganya.Hyeri tersenyum saat Smartphonenyatidak sengaja memutar lagu Rain dari TaeyeonGirls Generation.

 

Gadis itu bersenandung kecil, untung sajapenumpang bis ini hanya 3 orang termasuk

dirinya jadi tidak masalah kan?Hyeri menatap kearah jendela yang dipenuhibuliran tetesan air hujan, ia tersenyum lalumenggerakan jarinya untuk menuliskan sebuah

nama yang sangat ia rindukan saat ini.

 

Jalanan berwarna abu-abu yang lenggang begitu lenggang

Merasa sepi, aku membuka jendela kaca

Tetesan hujan jatuh kearahku

Kerinduan mulai meningkat dan mengalir didalam hatiku

 

Hyeri tersenyum miris saat lirik itu terdengarditelinganya, ia merindukan orang itu, ia

merindukan sahabatnya. Hyeri memejamkanmatanya untuk menetralisir rasa sesak yang tiba-tiba menyergap hatinya. Sungguh rasa rindu inimembuatnya tersiksa, ingin rasanya ia

mengirimkan pesan jika ia merindukannya tapi, iatak bisa.

 

 

-Flashback-

 

Hari ini Sekolah mengadakan festival tahunan, dimana setiap siswa dari masing-masing kelas harus menampilkan dua atau tiga karya seni bebas.Hyeri dan Luhan ditunjuk oleh Kris -ketua kelas mereka- untuk berduet diatas panggung. Tak bisa menolak keduanyapun terpaksa melakukan apa yang diperintahkan oleh Kris.

 

” Lagu apa yang akan kita nyanyikan Han?.” Tanya Hyeri saat keduanya sudah berada dibelakang panggung menunggu giliran untuk tampil.

 

” Aku juga tidak tahu, bagaimana nanti saja Hye.” Jawab Luhan, Hyeri mendengus kesal mendengar jawaban rekan duetnya.

 

Tiba saatnya mereka untuk tampil, keduanyapun naik keatas panggung.Dibangku penonton sudah ada Kris yang memasang wajah Angry Birdnya, Hyeri dan Luhan duduk dikursi yang sudah disediakan oleh pihak panitia.Luhan mencoba memetik gitarnya, memberi aba-aba pada Hyeri untuk bernyanyi lagu apapun.

 

Hyeri menghembuskan nafasnya lalu mulai menyanyikan sebuah lagu dari Ryeowook Super Junior feat Beagie. Luhan sedikit terkejut mendengar Hyeri menyanyikan lagu itu, pasalnya ia hanya hapal bagian reff nya saja. Hyeri mengunci tatapan Luhan agar terus menatapnya.

 

 

Apakah kita teman atau kita kencan

Hari ini aku telah dibingungkan tentangmu

bahkan lebih banyak tentangku

Kita juga menonton film, juga berjalan-jalan

kemudian aku bilang rahasia yang jauh terdalam

woo woo

Persahabatan kita adalah sesuatu yang lebih

dekat dari kekasih

tapi apa yang harus akh lakukan?

telah tumbuh rasa begitu menyukaimu sayang

 

 

Reff:

Sebelum aku tahu itu, segala sesuatu tentangmu

telah tumbuh rasa suka segala sesuatu

tentangmu

Diam-diam, lebih diam-diam aku akan datang

lebih dekat dengan dirimu

Aku suka semua yang ada padamu, seperti segala

sesuatu

Meskipun kata-kata ” Aku mencintaimu tidak

dikatakan”

tolong tinggal saja denganku seperti ini, tolong

berjanjilah padaku selamanya

Hatiku ingin mengakui semua seperti seorang

laki-laki

Kau sebaiknya menangkap hatiku, kau sebaiknya

tahu hatiku sayang

 

 

Reff:

Cinta yang lebih berharga dari cinta Aku ingin

memberikan segalanya

perlahan lebih lambat, aku akan memberikan

semua hatiku

Aku suka semua tentangmu, seperti segala

sesuatu

Meskipun kata-kata yang canggung, tolong ada-

lah disana, kadang sebagai teman, kadang

sebagai kekasih

Tidak ada persahabatan antara anak laki-laki dan

perempuan

aku tidak percaya itu

Tidak, meskipun kita menjadi sepasang kekasih

kita akan terus menjadi teman yang lebih baik

(aku akan mendengarkanmu)

Aku akan mendengarkanmu

 

 

*Luhan dan Hyeri*

Lebih dari kata-kata “Aku mencintaimu”

kita masih dengan perasaan manis kita

sedikit demi sedikit, mulai dari hari ke hari

aku suka semua yang ada padamu, seperti segala

sesuatu

tanganmu yang ku genggam tidak akan aku

lepaskan

tapi dalam kesempatan aku akan berada disisimu

mengatakan aku mencintaimu selamanya.

 

 

Hyeri memalingkan wajahnya saat petikan gitar sudah tidak terdengar lagi, semua penonton terhipnotis seakan tahu makna yang disampaikan Hyeri.Hyeri segera berdiri lalu membungkuk sopan air matanya tak bisa ditahan, seakan sadar semua penonton bertepuk tangan tak sedikit juga yang memberikan standing applause.Luhan membungkuk sopan seraya tersenyum pada penonton lalu berlari mengejar Hyeri yang pergi entah kemana.

 

Hyeri berlari kearah taman yang berada dibelakang sekolah, tempat tanaman herbal yang ditanam oleh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler PMR. Hyeri mendudukan dirinya dibawah pohon Oak yang rindang, kakinya ditekuk lalu menundukan wajahnya diantara kedua lututnya.

 

” Aku sudah tidak tahan, perasaan ini semakin menyiksaku.” Lirih Hyeri, bahunya bergetar menandakan bahwa ia sedang menangis saat ini.

 

” Apakah sesulit ini mencintai orang yang ternyata Sahabatmu sendiri? Jika iya, aku

menyesal terlahir sebagai sahabat Lu Han. Aku mencintainya hiks..”

 

“Apa aku orang yang kau maksud itu Hye?.” Tanya Seseorang, Hyeri segera menghapus air matanya dan mendongakan kepalanya, ia terkejut melihat Lu Han berdiri dihadapannya, menatapnya dengan tatapan sendu.

 

” Katakan padaku Hye.” Hyeri menggigit bibir bawahnya lalu menghembuskan nafasnya kasar.Ia memberanikan diri menatap mata sahabatnya.

 

” Mungkin sudah saatnya aku menekan bel agar bel itu berbunyi.” Hyeri tersenyum miris.

” Ya aku mencintaimu Han lebih dari 3 tahun.. aku tidak bisa mengungkapkannya karena aku takut kau berubah saat kau tahu perasaanku.. Maafkan aku.” Luhan menghembuskan nafasnya pelan, ia tidak menyangka ini akan terjadi pada mereka. Sahabat

menjadi Cinta.

 

” Kau sudah tahu perasaanku, apa tanggapanmu?.” Tanya Hyeri.

 

” Maaf tapi aku lebih nyaman menjadi Sahabatmu Hye, lagipula aku sedang tidak ingin terikat pada sebuah hubungan.” Ucap Luhan sedikit tidak enak hati.

 

Hyeri tersenyum tipis lalu berdiri, gadis itu merapihkan rok seragamnya yang sedikit kotor terkena tanah.

 

” Aku mengerti, setidaknya sekarang kau tahu perasaanku. Aku mohon jangan memutuskan tali persahabatan kita hanya karena ini.”Luhan tertawa pelan lalu mengacak poni Hyeri.

 

” Tidak akan, anggap saja ini tidak terjadi oke!.” Hyeri merasa sakit dihatinya saat mendengar

Luhan mengatakan itu, sama seperti ia sedang ditolak saat ini. Gadis itu memaksakan sebuah senyuman dibibirnya.

 

” Ya anggap saja aku sedang curhat karena Jo In Sung oppa dating dengan Gong Hye Jin.” Ujar Hyeri, keduanya pun tertawa.

 

 

 

Hyeri memasuki rumahnya, tak ada satupun orangyang berada di rumah. Ayah dan Ibunya belumkembali dari Restoran dan Kakaknya mungkinbelum pulang dari kantor.Hyeri membuka pintu kamarnya, ia menekan saklarlampu yang berada tak jauh dari pintu. Kemudiania menyimpan tas selempangnnya diranjang,musik masih melantun melalui headsetnya.

 

” Bodoh sudah dua tahun berlalu aku belum bisamelupakanmu Lu Han.” Ujarnya, Hyeri membukajendela kamarnya hujan masih turun tapi denganintensitas sedang.

 

Kenangan beberapa tahun yang lalu kembalimemutar diotaknya bagaikan putaran Film kuno.Rasa sesak itu kembali datang saat kilasan masa lalu yang ingin ia lupakan terputar kembali di memorinya.

 

 

-Flashback-

 

3 Bulan setelah pernyataan perasaan Hyeri, tidak ada yang berubah semuanya tetap sama seperti dulu. Lu Han dan Hyeri masih bersahabat seakan tidak terjadi apapun. Saat ini Luhan dan Hyeri berada di kantin untuk mengisi perut mereka yang terus berdemo sejak jam pelajaran pertama berlangsung.

 

Hyeri memesan Kari Ramyun dengan toping Chiken Katsu serta Lemon tea dingin kesukaannya sedangkan Luhan membeli Roti Coklat dan sekotak susu Vanila.

 

” Kau tidak makan?.” Tanya Hyeri saat melihat makanan yang dibawa oleh Luhan.

 

” Aku tidak terlalu lapar, nanti saja istirahat jam kedua aku akan makan.” Jawab Luhan, Hyeri

menganggukan kepalanya lalu mulai menyantap makananya.

 

” Oh iya Hye hari ini kau pulang sendiri saja ya.” Ucap Luhan, Hyeri mengangguk tanpa menoleh kearah Luhan.

 

” Biasanya juga aku pulang sendiri.” Gerutu Hyeri pelan, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh sahabatnya ini tapi sudahlah nanti juga Lu Han akan memberitahunya.

 

.

.

Waktu Pulang sekolah sudah berlalu beberapa menit yang lalu. Hyeri berjalan bersama Youra teman sekelasnya menuju halte bis yang berada di dekat sekolah. Youra menghentikan langkahnya saat melihat siluet laki-laki yang dikenalnya.

 

” Hye tunggu sebentar.” Youra menarik tangan Hyeri membuat gadis itu berhenti melangkahkan kakinya.

 

” Ada apa?.” tanya Hyeri, Youra mengarahkan telujnjuknya pada dua orang yang sedang bercanda di tempat parkir.

 

” Bukankah itu Luhan dan Yerin?.” Ucap Youra, Hyeri melihat kearah yang ditunjukan Youra, benar saja itu Luhan dan Yerin siswi pindahan dari Bundang 3 bulan lalu.

 

Luhan terlihat sedang membenarkan letak helm yang dipakai Yerin lalu keduanya saling melemparkan senyum.

 

” Woah aku kira kalian berpacaran ternyarta tidak, Hye apa kau tahu ini?.” Tanya Youra, Hyeri menggeleng pelan matanya masih tertuju pada Luhan dan Yerin yang menaiki motor Luhan untuk pulang bersama.

 

” Jadi ini sebabnya kau berubah 3 bulan terakhir ini Han.” Lirih Hyeri dalam hati.

 

” Ayo kita pulang sebentar lagi bis tiba.” Ucap Hyeri seraya menarik lengan temannya ini.

 

Sepanjang perjalanan pulang Hyeri maupun Youra asyik dengan pikiran masing-masing. Hyeri tidak menyangka Luhan akan melakukan ini padanya, padahal dia tahu jika Hyeri menyukainya.

.

.

.

 

Hari demi hari berlalu berganti menjadi minggu, sudah dua minggu semenjak Hyeri mengetahui hubungan Luhan dan Yerin.Pasangan itu menjadi perbincangan hangat di Sekolah, sampai saat ini Lu Han belum mengatakan apapun kepadanya.Hyeri berjalan dilorong sekolah yang sepi, semua siswa pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka.Hyeri menghentikan langkahnya saat melihat Luhan dan Yerin berjalan kearahnya dengan tangan yang saling bertautan.Hyeri menjadi salah tingkah saat kedua orang itu sudah berada dihadapannya.

 

” Hye.. bisa kita berbicara sebentar, aku ingin mengatakan sesuatu tapi tidak disini.” Ucap Luhan.

 

” Tentu saja, ayo ke taman belakang saja.” Ujar Hyeri kemudian berjalan ke taman belakang

sekolah mereka.

 

Tangan Luhan dan Yerin masih bertautan sepanjang perjalanan ke taman belakang, Hyeri berpikir apa yang harus ia lakukan nantinya. Setibanya ditaman belakang sekolah, Hyeri berbalik lalu menatap Luhan dan Yerin bersamaan.

 

” Apa yang ingin kau katakan Han?.” Tanya Hyeri.

 

” Langsung saja, Hye kau pasti sudah mendengar kabar bahwa kami berpacaran. Aku hanya ingin mengatakan bahwa itu benar, maaf tidak mengatakannya padamu dari awal.” Jawab Luhan.

 

Seperti ada tangan kasat mata yang meremas hatinya kuat, rasa sesak yang teramat sakit menyerang hatinya.Hyeri menelan ludahnya kasar kemudian memaksakan sebuah senyuman untuk Luhan dan Yerin.

 

” Aku sudah tahu, tidak usah meminta maaf itu hak mu untuk jatuh cinta pada siapa saja. Aku sadar posisiku yang hanya sahabatmu..Selamat ya untuk kalian berdua.” Ucap Hyeri, tatapannya beralih pada Yerin yang hanya diam sedari tadi.

 

” Yerin-ssi jaga sahabatku baik-baik ya..” Yerin mengangguk pelan lalu tersenyum, Hyeri menepuk pundak keduanya lalu pergi dari tempat itu menyisakan Yerin, Luhan dan rasa bersalah yang tiba-tiba menyergap hatinya, ia sangat yakin sebelum Hyeri berlalu ia melihat buliran air mata menetes membasahi pipinya.

 

Luhan menatap kepergian Hyeri, bahu sahabatnya sedikit bergetar pasti ia menangis. Luhan menghembuskan nafasna kemudian mengajak Yerin untuk kembali ke kelasnya.

 

.

.

.

.

 

Hyeri menutup pintu toilet, ia mendudukan dirinya diatas kloset. Gadis itu menumpukan kepalanya pada kedua tangannya yang dilipat, ia menangis. Hatinya merasa sesak, kerongkongannya terasa tercekat. Siang itu ia menghabiskan waktu dengan menangis di toilet yang sunyi.

 

Kenapa kisah cintanya setragis ini?

Mencintai tanpa mendapat balasan

 

 

Hyeri membuka matanya perlahan, bias-biascahaya memasuki celah kamarnya.Ia meraih Smartphone yang ada dinakas samping tempat tidurnya, sudah pagi ternyata. Hyeri mendudukan dirinya lalu meregangkan semua otot-ototnya yang terasa pegal, hari ini adalah hari libur dimana ia harus membantu kedua orangtuanya di Restoran.

 

Orangtua Hyeri adalah pemilik Restoran Italia yang lumayan terkenal di Seoul, Ayahnya adalah pensiunan Polisi dan Ibunya adalah mantan koki di sebuah hotel bintang lima di Italia. Hyeri memiliki seorang kakak yang 3 tahun lebih tua darinya namanya Park Chan Yeol, seorang Karyawan disebuah perusahaan elektronik terbesar di Korea.Saat ini Hyeri adalah seorang Mahasiswa tahun kedua di Seoul National University jurusan International Relation.

 

.

.

.

Hyeri memasuki restoran yang masih sepi, jelas saja ini belum memasuki waktu buka.Hyeriberjalan seraya menyapa pegawai yang sedang membereskan meja.

 

” OhNoonaApa kabar? Lama tidak bertemu.” Hyeri menoleh saat mendengar suara yang

dikenalnya.

 

” Oh Hai Taeyeong-ah, seperti yang kau lihat aku baik-baik saja.” Jawab Hyeri Seraya tersenyum, Hyeri berjalan kearah meja kasir dan mendudukan dirinya disana.

 

Noona apa Chanyeol Hyung akan kesini?.” Tanya Taeyeong, Hyeri mengangguk pelan lalu tak lama orang yang dimaksud Taeyeong memasuki restoran dengan dua kantong plastic besar ditangannya.

 

Hyung kau datang.” Seru Taeyeong senang lalu berjalan kearah Chanyeol dan mengambil alih barang bawaan ChanYeol.Taeyeong adalah salah satu pegawai di Restoran keluarganya.

 

Inilah mereka tidak membedakan pegawai dan pemilik bagi Hyeri dan Chanyeol semua pegawainya adalah Keluarganya juga.Ini yang membuat pegawai merasa betah bekerja disini.

 

” Hyeri kau disini? bisa kau bantu Se Ra untuk mencuci kerang?.” Ucap seorang wanita paruh baya.Hyeri mengangguk lalu berjalan ke arah Ibunya.

 

.

.

.

 

Waktu sudah menunjukan pukul sebelas siang,artinya restoran akan dibuka. Hyeri berjalan keluar restoran untuk mengganti menu special hari ini, Hyeri melirik sekilas awan siang ini yang terlihat mendung.

 

” Pasti hujan lagi.” ucapnya seraya tersenyum tipis lalu kembali memasuki restoran.Hyeri membereskan beberapa lembar kertas yang berserakan di meja kasirnya.

Hyeri tersenyum tipis melihat Kakaknya menggoda Se Ra salah satu pelayan di Restoran ini, sekedar informasi saja, kakaknya ini sudah lama menaruh hati pada gadis asal Buncheon itu. Hyeri menoleh kearah luar jendela, benar saja hujan turun dengan deras.Ia berpikir mungkin sudah waktunya musim hujan.

 

Hujan mengingatkannya pada kenangan-kenangan masa lalu yang membuat hatinya sesak, sebenarnya ia ingin sekali melupakan itu semua tetapi ada satu alasan yang membuatnya mengurungkan niatnya untuk melupakan semua masa lalunya bersama Lu Han. Ya Cinta Pertama, Cinta pertama yang sangat sulit untuk dilupakan.

 

Hyeri mengalihkan pandangannya pada pintu kaca restoran yang didorong oleh seseorang dari luar, ia segera berdiri untuk menyambut pelanggan pertamanya hari ini.

 

“ Selamat datang di Restoran kami, silahkan duduk ditempat yang anda inginkan tuan.” Ucap Hyeri tak lupa senyuman manis yang ia sematkan diakhir ucapannya. Hyeri kembali mendudukan dirinya saat dua orang pelanggannya duduk dimeja yang mereka inginkan.Gadis itu menghembuskan nafasnya kesal, Hari ini pengunjung restoran tidak terlalu banyak, mungkin karena hujan membuat sebagian orang malas untuk makan siang diluar dan memilih memesan makanan cepat saji saja.

 

Hujan turun semakin deras diluar sana membuatnya bosan setengah mati ditambah pengunjung tidak terlalu banyak tapi ini demi membantu Ibunya jadi ia harus menjalaninya.

Perhatian Hyeri teralihkan pada sepasang kekasih yang berada tidak jauh didepannya, ia mengernyitkan dahinya saat melihat seorang laki-laki dan seorang perempuan sepertinya mereka pasangan kekasih. Tak jauh dari tempat mereka berdiri terdapat seorang perempuan lain menatap mereka dengan tatapan sendu. Jatuh Cinta pada Sahabatmu heh?

 

Hyeri jadi teringat masa lalunya dulu, saat ia tidak sengaja memergoki Lu Han dan Yerin berciuman di Perpustakaan. Jujur saja hatinya sangat sakit saat itu, tapi apa daya dia hanya seorang sahabat. Sahabat.

 

 

-Flashback-

 

            Bel istirahat sudah berbunyi sejak sepuluh menit yang lalu, setelah mengisi perutnya dengan sepotong roti dan sekotak susu coklat sendiri di taman belakang favoritnya, Luhan? Sudah beberapa minggu ini dia tidak bertegur sapa jujur ia sangat merindukan Sahabatnya itu, Luhan terlalu sibuk menghabiskan waktu dengan Yerin. Hyeri memutuskan untuk meminjam buku di perpustakaan untuk referensi tugas Sejarahnya lusa. Hyeri berjalan menyusuri rak-rak buku yang tinggi dan penuh dengan buku using maupun baru, Hyeri menarik salah satu buku Ensiklopedia, tangannya menggantung diudara saat manik matanya tidak sengaja melihat Lu Han dan Yerin saling berpangut mesra dibalik rak buku paling pojok.

 

Rasa sesak menyerang dadanya lagi, sesak sekali seperti dihimpit bongkahan batu besar tak kasat mata.Hyeri menahan tubuhnya agar tidak jatuh, lututnya tiba-tiba melemas.

 

Hyeri masih menatap sendu kearah mereka, air matanya sudah menganak sungai mengalir dipipi putihnya.Kenapa sesakit ini Tuhan? Rasanya ia ingin ditelan bumi saat ini juga.

 

“ Hye? Apa yang kau lihat?.” Hyeri segera menghapus air matanya dan tersenyum layaknya orang bodoh, Luhan merasa sesak melihatnya.

 

“Ah.. Maafkan aku, aku tidak bermaksud—“

 

“ Aku tahu.” Potong Luhan, suaranya terdengar menusuk jauh kedalam hati Hyeri dingin sekali. Tatapan matanya juga bukan Luhan yang ia kenal, Luhannya sudah pergi.

 

“ Oh, Maaf.” Lirih Hyeri lalu berbalik menuju pintu keluar perpustakaan.

 

“ Kau kenapa Hyeri-ssi?.” Hyeri menggeleng pelan sambil tersenyum yang menurut Joon Myeon –petugas penjaga perpustkaan hari ini- menyedihkan.

 

Hyeri segera berlari meninggalkan perpustakaan setelah buku yang ia pinjam sudah terdaftar di daftar peminjam buku sekolahnya. Ia mengabaikan beberapa tatapan aneh yang dilayangkan orang-orang terhadapnya, ya aneh saja melihat orang keluar dari perpustakaan sambil menangis.

 

Kaki mungil itu berhenti di bawah pohon oak yang rindang, ia mendudukan dirinya disalah satu akar yang lumayan besar. Tubuhnya ia sandarkan, ia merasa lelah sungguh hatinya lelah. Ia ingin melupakan perasaannya terhadap Luhan tetapi tidak bisa perasaannya kepada Luhan sangatlah dalam dan ini pertama kalinya ia merasakan jatuh cinta.

 

“ Hiks— sakit sekali.” Lirih Hyeri seraya meremas dadanya yang terasa sesak.

 

“ Tolong hapuskan perasaan ini Tuhan, sungguh ini terlalu sakit untukku.”

 

“ Melihat orang yang kau cintai sedang berciuman dengan wanita lain hiks— itu sama saja membunuhku secara perlahan.” Hyeri menundukan kepalanya diantara dua lengannya agar suara tangisnya teredam.

 

Tanpa Hyeri sadari Luhan berdiri dibalik dinding, mendengar semua ucapan yang meluncur dari bibir tipis Hyeri. Hatinya merasa sesak, tapi ia tidak tahu apa arti dari sesak itu mungkin saja rasa peduli pada Sahabatnya. Kau terlalu bodoh menyadari perasaanmu sendiri Han.

.

.

            Semenjak kejadian di perpustakaan itu, hubungan persahabatan Hyeri dan Luhan benar-benar merenggang apa mereka masih pantas disebut sahabat? Kurasa tidak.Waktu berlalu sangat cepat hari ini adalah hari kelulusannya, semua siswa tersenyum bahagia karena akan melanjutkan pendidikannya ke tahap lebih tinggi.

 

Hyeri tersenyum tipis saat mendengar nama Luhan disebutkan sebagai Siswa dengan nilai tertinggi, ia bisa melihat Luhan berjalan ke podium dan memberikan beberapa penggal kata pidatonya.

 

“ Pertama-tama aku ingin berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa, Ayah dan Ibu serta semua orang-orang yang memberiku semangat.. Terimakasih semuanya.” Ucap Luhan dibarengi dengan suara tepuk tangan yang meriah dari teman-temannya.

 

Luhan berjalan menuruni podium lalu kembali ke tempat duduknya semula, Luhan disambut tepukan dari Kris dan Yerin.Mereka masih berpacaran ternyta.

 

Acara kelulusan berakhir beberapa menit yang lalu, kini Hyeri sedang berfoto bersama teman-teman sekelasnya. Semuanya tersenyum senang dan melakukan gaya foto sesuka mereka, ia akan merindukan moment-moment ini.

 

“ Hye kau melanjutkan Kuliah di Universitas mana?.” Tanya Youra saat keduanya selesai berfoto ria.

 

“ Universitas Nasional Seoul jurusan International Relation.” Jawab Hyeri.

 

“Woah Daebak! Chukkae Hye-ah.”Hyeri hanya tersenyum mendengar ucapan temannya ini.

 

“Ah! Ku dengar dari Kris Luhan kuliah di Beijing, dia ikut bersama ibunya.” Lanjut Youra, Hyeri hanya mengangguk-ngangguk malas.

 

“ Kau tidak tahu? Orangtua Luhan bercerai?.” Hyeri terkejut mendengar ucapan Youra tadi, bercerai?

 

“Jangan bercanda Young!.” Ujar Hyeri seraya menatap mata Youra namun taka da keraguan ataupun kebohongan disana.

 

“Kau benar-benar tidak tahu? Dia sangat terpu— yak Park Hyeri!!.” Youra mendengus sebal melihat Hyeri sudah berlari tanpa mendengar semua perkataannya.

.

.

Hyeri berlari menyusuri lorong sekolah yang ramai, pandangannya semakin mengabur karena air mata yang sudah menumpuk disudut matanya. Hyeri berhenti didepan gerbang sekolahnya, nihil ia tidak melihat Luhan dimanapun. Ia menundukan kepalanya, nafasnya memburu karena berlari dari Aula ke gerbang yang bisa dibilang lumayan jauh.

 

“ Kau tidak mengizinkanku untuk sekedar mengucapkan selamat tinggal, sahabat macam apa kau.” Lirih Hyeri, tangisnya benar-benar pecah sekarang. Untung suasana gerbang sepi karena orang-orang masih berada di Aula.

 

Hyeri benar-benar merasa lelah terlebih lagi hatinya, hari itu ia merasa dunia benar-benar tak adil untuknya. Sejak saat itulah Hyeri memutuskan untuk mengubur dalam-dalam perasaannya terhadap Luhan.

 

Sekarang aku bisa bertahan

Namun perpisahan terakhir sangatlah menyakitkan

“Selamat Tinggal Cinta Pertamaku, Lu Han.”

 

 

Hyeri menghapus air matanya yang mengalir begitu saja, ia sangat merindukan sahabatnya, cinta pertamanya, orang yang selama ini masih bertahta dihatinya, Luhan nama itu. Jika diberi kesempatan untuk bertemu kembali ia ingin mengatakan bahwa ia masih sangat mencintainya sampai saat ini. Namun, ia harus mengubur dalam angan-angannya itu kisah cintanya tidak akan berakhir indah seperti Drama-drama yang sering Ibunya tonton.

 

Mungkin sudah saatnya ia membuka hati untuk orang lain, ia sudah lelah jika harus terlalu lama terjebak masa lalu.

 

“ Hye.. Jangan melamun seperti itu layani pelanggan dengan baik.”Hyeri tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Ibunya dari arah dapur.Hyeri berdiri lalu membungkuk sopan untuk meminta maaf.

 

Jweosonghamnida tuan, maaf membuat anda menunggu.” Ucap Hyeri, orang yang ada didepannya hanya berdehem sebagai jawaban. Hyeri mendongakan kepalanya bersamaan dengan orang dihadapannya.

 

Deg!

 

Dunia seolah berhenti berputar saat itu juga, hatinya menghangat saat matanya menatap mata rusa orang yang berada dihadapannya.

 

“ Lama tidak berjumpa Hye..”

 

“ Han.”

 

“ Annyeong Nae Cho Sarang.”

 

 

 

THE END

 

 

A/N: Hai Author Newbie, paggil saja Haru-Chanatau Eonni ^^ FF ini terinspirasi dari translate lirik lagu Taeyeon yang Rain, lagunya Author banget huhuhu /abaikan/ 😀

Maaf jika ceritanya pasaran tapi ini ide murni Author yang lagi galau terjebak nostalgia /abaikan lagi/ 😀

Semoga kalian suka FF nya ya maaf masih ada typo kkk~

Read Comment Like sangat dibutuhkan untuk Author agar lebih baik menulis fanfictnya J

 

Terimakasih JJJ

 

 

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FACEBOOK] Rain – Oneshot”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s