CODE NAME LIV: SPIN-OFF [1] — IRISH`s Story

irish-code-name-liv-spin-off

Code Name LIV

With EXO’s Byun Baekhyun as B/B-54, EXO’s Oh Sehun as O’Child

And

OC’s Liv (known as LIV/54 viral’s code)

A sci-fi, family, slight!crime story rated by PG-16 in mini-chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved

Sometimes the most real things in the world are the things we can’t see.”—The Polar Express, 2004, said by Liv.

Previous Chapter

Chapter 1: Black Area and O’Child || Chapter 2: Not A Crime, Just Loneliness || Chapter 3: Depend On Me || [NOW] SPIN-OFF [1]: Memories From The Past

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

.

.

.

Sebuah kenangan, tak akan pernah mati, agaknya.

Ada alasan yang membuat mereka terpisah. Ada pula alasan yang membuat mereka tetap bertahan hidup. Mereka tak saling mengingat, tak juga saling mengetahui keberadaan masing-masing. Lantas, apa ini sebuah takdir? Atau semata-mata rencana dari mereka yang memiliki kuasa atas hal duniawi?

.

.

.

In Author’s Eyes…

“Kau lihat caranya?” dua orang anak laki-laki kecil tampak menatap serius layar monitor di hadapan mereka. Dengan lampu ruangan yang padam, heningnya keadaan, dan juga selimut berwarna biru laut yang membalut keduanya, bisa dikatakan jika mereka secara diam-diam menghidupkan komputer di tengah larutnya malam.

“Apa hyung bisa tahu isi komputer Ayah dengan ini?” satu anak laki-laki akhirnya buka suara, terpana pada jajaran angka biner yang sekarang di suguhkan sang kakak yang masih sibuk mengutak-atik keyboard.

“Hmm, aku juga bisa membuka blog Ibu, dan… tebak apa bagian kerennya?” sang kakak menatap adiknya dengan senyum simpul.

“Apa itu, hyung?”

TAP!

Sang kakak mengklik tombol enter di keyboard, membuat layar monitor lebar mereka sekarang dipenuhi oleh beberapa buah layar-layar kecil lainnya yang sangat mereka kenali.

Whoah, ini rekaman CCTV rumah kita bukan?” sang adik berucap dengan nada kagum. “Ya, sekarang, kita bisa melihat rekaman CCTV juga dari komputer hyung.”

“Keren sekali, bagaimana hyung melakukannya? Ajari aku—” ucapan sang adik terhenti kala mereka sama-sama mendengar derap langkah rendah di luar ruangan.

Dengan cukup cepat, sang kakak menundukkan layar monitornya, menenggelamkannya di balik selimut sementara sang adik segera berbalik posisi, menyiapkan posisi berpura-pura tidur yang akan ditiru sang kakak juga.

Segera setelah memastikan komputer mininya tertutupi, sang kakak berbaring di sebelah adiknya, memejamkan mata seraya mengawasi pergerakan diluar dengan pendengarannya.

“Harus kusembunyikan, system ini harus kusembunyikan…”

Cukup lama mereka sama-sama berdiam, bersikap seolah tidur, sampai mereka yakin suara langkah yang sama tak lagi terdengar.

Hyung?” sang adik memanggil dengan suara rendah.

“Oh?”

“Apa hyung mau mengajariku? Aku juga ingin bisa melihat isi komputer orang lain.” ujar sang adik penuh harap.

Sang kakak hanya terdiam mengulum senyum.

“Baekhyun hyung,” sang adik kini mengguncang lengan kakaknya.

“Oh? Kenapa lagi Sehun-ah?” tanya sang kakak.

Hyung akan mengajariku kan?”

“Iya, nanti aku ajari. Setelah kita selesai dengan sekolah, dan pelajaran tambahan, hyung akan mengajarimu di rumah.”

“Janji hyung?”

Aish, kau tidak percaya?”

Sang adik, Sehun, terdiam sejenak.

Hyung,”

“Apa lagi?” kakaknya, Baekhyun, mulai meninggikan suara tanda kesal sekaligus lelah, seharian berkutat dengan komputer benar-benar menguras tenaga dan pikirannya karena ia hanya seorang anak berusia sepuluh tahun.

“Apa aku bisa punya komputer seperti milik hyung?”

Baekhyun kini menatap adiknya, dengan yakin ia mengangguk, menepuk puncak kepala sang adik sebelum berkata.

“Nanti, di hari ulang tahunmu, hyung akan belikan komputer yang jauh lebih bagus daripada milik hyung.” ujarnya pasti.

“Kau janji hyung?” lagi-lagi si bocah delapan tahun, Sehun, berusaha memastikan.

“Iya.”

“Tapi… Ulang tahunku hanya tinggal seminggu lagi. Kau serius kan hyung?”

Kesal karena adiknya sudah tiga kali mempertanyakan kepastian ucapannya, Baekhyun akhirnya membuang muka, enggan menyahut. Sementara Sehun terkekeh kecil, lengan pendeknya pun bergerak memeluk sang kakak dengan erat.

“Aku sayang padamu hyung. Aku sangat ingin jadi hebat sepertimu. Jadi, Ayah bisa bangga padaku.”

Baekhyun terenyuh mendengar penuturan sang adik. Mengingat bagaimana Ayah mereka terus membandingkan Baekhyun dan Sehun, padahal sebenarnya Baekhyun tak pernah ambil pusing.

Bukan keinginannya juga untuk jadi seorang jenius dalam hal teknologi di usianya yang masih belia. Bagi Baekhyun, dunia cyber hanyalah untuk bersenang-senang.

“Aku juga sayang padamu, adikku. Aku yakin, suatu hari kita akan sama-sama membuat Ayah bangga.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Cepat bereskan barang-barangmu.”

Baekhyun mendongak tak mengerti kala mendengar ucapan Ayahnya.

“Barang apa?” tanyanya.

“Kita akan pindah. Bereskan kamarmu dan jangan tinggalkan kekacauan.”

Tanpa bicara apapun, Baekhyun meninggalkan sofa tempat ia sedari tadi duduk dan sibuk dengan sistem yang tengah dibuatnya dari komputer keluarga. Dengan langkah malas, ia menapaki anak tangga, sesekali menatap ke arah Ayahnya yang begitu sibuk membereskan file-filenya untuk di masukkan ke dalam bagasi.

Apa mereka begitu tergesa-gesa sampai Ayah bahkan tak sempat memasukkan barangnya ke dalam kotak?

Alis Baekhyun kini bertaut, hati-hati, ditelitinya kegiatan sang Ayah sekarang. Bagaimana lelaki paruh baya itu benar-benar memasukkan segalanya dengan begitu tergesa-gesa.

“Kenapa kau masih di sana!? Cepat bereskan barangmu!” bahu Baekhyun terlonjak saat mendengar bentakan Ayahnya. Lekas, ia menapaki anak tangga yang tadi sempat di abaikannya, masuk ke dalam kamar dan menghela nafas kala menyadari ada begitu banyak barang yang ingin di bawanya.

Memahami keadaan aneh di luar sana, Baekhyun memilih membuka ransel sekolah besarnya, memasukkan set komputer kesayangannya dan juga beberapa hard-drive yang sudah ditimang-timangnya berulang kali untuk mempertimbangkan.

Selesai dengan barangnya, Baekhyun akhirnya mengambil satu ransel lagi, milik adiknya, Sehun, baru saja bocah kecil itu hendak memasukkan mainan-mainan kecil adiknya, ia terhenti kala mendengar keributan kecil di lantai bawah rumahnya.

Segera, ia melangkah keluar kamar, melongokkan kepalanya dari celah kecil di lantai atas, sedikit terkejut melihat pertengkaran Ayah dan Ibunya sementara sang adik, Sehun, berada diantara mereka.

Pst! Pst!” bibir Baekhyun bergerak memberi isyarat-isyarat kecil untuk sang adik namun tak berhasil mengalihkan atensi si bungsu yang masih menunduk takut sementara dirinya berada diantara kedua orang tuanya.

Pst! Oh! Oh!” lagi-lagi Baekhyun mengeluarkan panggilan-panggilan kecil untuk adiknya.

Kepala si bungsu pun menoleh sedikit, netranya membulat kala mendapati sang kakak mengisyaratkannya untuk secara diam-diam beranjak pergi meninggalkan kedua orang tua mereka yang tampaknya masih enggan menyelesaikan perselisihan.

Ragu, sang adik, Oh Sehun, melirik Ayah dan Ibunya bergiliran, sebelum ia akhirnya berjingkat-jingkat mundur menjauh dengan teratur, menjaga jarak dan sikap agar tak kentara, sampai akhirnya ia menciptakan langkah-langkah kecil lainnya mendekati tangga.

“Cepatlah!” Baekhyun berucap sedikit kesal, lantaran Sehun tampak begitu ragu dan takut untuk berjalan lebih cepat, padahal sang kakak sudah tak tahan dengan keributan yang ada.

“Sehun, cepat kema—”

DOR! PRANG!

Baekhyun membeku kala tubuh adiknya ambruk, diikuti keluarnya cairan kental merah dari tubuh sang adik yang tak bergerak.

“Sehun!!”

“Tidak!!”

Membeku, Baekhyun bahkan tak bisa beranjak dari tempatnya ketika berbondong-bondong tembakan menghancurkan kaca rumahnya, mengenai kedua orang tuanya, membuat keributan yang tadi tercipta karena bibir kedua orang tuanya kini berganti menjadi suara pecahan kaca dan teriakan menyakitkan dari sang ibu dan juga ayah.

Kilatan laser menyadarkan Baekhyun dari keterperangahan sesaatnya, sadar bahwa baru saja, sebuah senapan pasti diarahkan sniper melewatinya. Nafas Baekhyun memburu, pandangannya liar meneliti tiap celah yang sudah tercipta di bagian bawah rumahnya, sementara ia beringsut tiarap, berusaha menyembunyikan diri dibalik jajaran kayu bundar yang jadi pembatas antara lantai dua rumahnya dan lantai satu.

Nafas pemuda kecil itu tercekat kala netranya menangkap siluet gelap bersembunyi dibalik semak-semak taman kecil rumahnya. Menyadari jika ada lebih banyak lagi siluet gelap yang sama, Baekhyun tahu, rumah mereka terkepung.

“H-Hyung…”

Bahu Baekhyun terlonjak ketika lirih kesakitan sang adik masuk dalam pendengaran. Baekhyun menutup mulutnya rapat-rapat, menahan tangis yang sedari tadi ingin keluar namun ditahannya karena insting bertahan hidup.

Pelan, tubuh sang adik bergerak bangun, membuat Baekhyun bergerak gelisah.

“Tidak! Sehun! Jangan!” cicitnya lirih diyakininya dapat didengar sang adik karena sekon selanjutnya Sehun membuang pandang ke lantai dua, membuat sepasang mata mereka bertemu.

“Se—”

Ucapan Baekhyun lagi-lagi terhenti. Seseorang berpakaian militer lengkap sekarang masuk ke dalam rumahnya, berdiri tegap di depan pintu yang sudah hancur, mengarahkan senjata laras panjangnya ke arah sang adik. Tanpa ragu menarik pelatuk senjatanya hingga—

DOR!

Kali ini Baekhyun membeku. Tubuh sang adik terpelanting jatuh, tak lagi bergerak. Sementara dirinya sendiri masih dalam posisi yang beresiko besar untuk dengan mudah ditemukan jika saja ia bersuara.

Baekhyun menutup mulut rapat-rapat, mengawasi sosok berpakaian militer tersebut dari sudut mata, sementara sosok yang diperhatikannya tampak tak menaruh curiga, dengan kasar menendang tubuh-tubuh tak bernyawa keluarganya, terhenti di sebelah tubuh sang adik.

“Tidak!” sontak Baekhyun berteriak ketika sosok tersebut hendak menendang tubuh Sehun, membuat atensi sosok itu bersarang padanya, tanpa ragu mengarahkan senapan ke lantai dua dan secara otomatis membuat Baekhyun bangkit dan berlari.

DOR! DOR!

Baekhyun mengabaikan tembakan yang berulang kali mengenai benda-benda di dekatnya, satu kali hampir mengenainya. Dewi fortuna tengah mengasihaninya hingga tak mengizinkan satu pun peluru untuk berhasil menyentuh tubuh pemuda kecil itu.

Mendengar langkah berat yang tercipta karena sepatu militer, Baekhyun tak lagi punya pilihan. Lekas ia melemparkan ranselnya keluar jendela, melongokkan kepala dan menyernyit ngeri saat mendapati hamparan rumput menyambut di bawah sana.

Terjatuh dan mengalami patah tulang agaknya jadi pandangan yang lebih baik bagi Baekhyun, hingga ia dengan nekad membelesakkan dirinya melalui jendela kamar dan tanpa ragu-ragu melompat ke bawah.

Akh!” ia memekik kala tungkainya terasa begitu sakit karena tertimpa bobot tubuhnya sendiri. Tak ingin berlama-lama dengan kesakitan, Baekhyun menyeret ranselnya, membawa langkah untuk membelesakkan diri di sebuah celah kecil pembatas pagar yang memisahkan rumahnya dan jalan raya.

DOR!

Satu tembakan kali ini lolos dari pandangan Dewi Fortuna. Mesiu akhirnya berhasil menembus tungkai Baekhyun, membuat pemuda itu ambruk begitu saja tanpa melawan gravitasi.

“T-Tolong…”

“Tolong aku…”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kau bangun?”

Hey, kau sudah bangun?”

Perlahan, Baekhyun bergerak membuka mata, beradaptasi dengan cahaya menyilaukan yang begitu saja masuk ke dalam netranya. Pemuda kecil itu mengerjap-ngerjap cepat berusaha mengenali tempat ia berada, sementara tubuhnya terlonjak-lonjak pelan.

“D-Dimana a—”

“Siapa kau?” Baekhyun menatap terkejut sosok yang bicara padanya.

Seorang gadis, mengenakan pakaian militer yang tampak sama dengan sosok yang dikenalinya menghabisi keluarganya tadi, sementara ia sendiri berada di dalam mini-van gelap yang dikemudikan sang gadis.

“K-Kau…”

Sang gadis melempar pandang sekilas ke arah Baekhyun, menyadari pandangan takut di sepasang mata gelap pemuda itu, ia lantas tertawa pelan.

“Jangan khawatir. Aku bukan bagian dari mereka.”

Perlahan, Baekhyun berusaha menemukan fungsi tubuhnya, menyernyit kesakitan kala nyeri terasa menusuk tungkainya yang kini terbalut perban. Sementara dilihatnya ransel yang ia bawa dari rumah ada di kursi penumpang di sebelah sang gadis.

“Siapa kau?” Baekhyun akhirnya bertanya.

“Europol. Agen L.” ujar sang gadis.

“Agen?” alis Baekhyun bertaut bingung, “kalau kau agen, lalu mereka?” ia melanjutkan.

Terdengar tawa ramah dari sang gadis, sebelum ia kembali bicara.

“Fluidance, hacker militer asal Guatemala. Ayahmu terlibat dalam persengketaan di sana, dan yeah, mereka tak bisa diam saja. Oh, siapa namamu?”

Baekhyun kini menatap gadis di hadapannya curiga.

“Bukankah kau seharusnya tahu?”

“Apa?”

“Kau tahu Ayahku. Kau tahu apa pekerjaan Ayahku yang bahkan tidak kuketahui, tapi kau tidak tahu namaku?” Baekhyun bertanya dengan nada curiga, sementara sang gadis tampak tersenyum simpul.

“Byun Baekhyun. Kau adalah anak kandungnya, sedangkan, adikmu, Oh Sehun, adalah anak tiri. Ah, aku turut menyesal soal kedua orang tua dan adikmu.”

Baekhyun membuang pandangan, menatap jalanan sepi di luar sementara air mata mulai mengalir membasahi pipinya. Lama kelamaan berubah menjadi isakan tangis yang tak lagi bisa dibendungnya.

Mengerti dengan keadaan penumpangnya, sang gadis akhirnya menepikan mobil, dengan cepat melangkah ke bagian belakang, menarik sang bocah kecil untuk menghadap ke arahnya.

“Kau tahu kemana aku akan membawamu?” tanya sang gadis.

“K-Kemana?” tanya Baekhyun di tengah isak tangisnya.

“Europol. Menurut ketua tim kami, kau pasti mewarisi bakat yang sama dengan Ayahmu. Bukankah itu bagus? Jika kau bersama kami, kau akan bisa menangkap Fluidance, pembunuh keluargamu.”

“Benarkah?” ragu, Baekhyun sekarang mengusap air mata di wajahnya, menatap sang gadis dengan pandangan penuh harap.

“Aku bisa tahu siapa yang membunuh mereka?”

Sang gadis mengangguk.

“Tentu saja.”

Baekhyun terdiam sejenak, sebelum ia akhirnya mengangguk, mengukir senyum kecil yang dipaksakannya. Tatapannya tertuju pada tas ransel di bagian depan mobil, ingatannya lagi-lagi berputar pada pemandangan keji yang tak berapa lama lalu dilihatnya, bagaimana sang adik di tembak di depan kedua matanya dan kedua orang tuanya yang dibunuh begitu saja.

“Aku akan menemukan mereka… Aku harus menemukan mereka.” gumam Baekhyun tanpa sadar.

Sang gadis tersenyum, mengusap lembut puncak kepala Baekhyun sebelum ia kembali ke depan, ke kursi kemudi. Perlahan-lahan melajukan mobilnya dalam kecepatan rendah.

“Siapa… namamu?” terdengar suara pelan dari Baekhyun.

Sang gadis menatap dari spion depan mobil.

“Kenapa kau ingin tahu?” tanyanya.

Baekhyun terdiam sejenak. “Aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia, setidaknya… aku ingin mengenal satu orang, yang bisa kupercaya.”

Sang gadis tertawa pelan. “Jangan percaya pada siapapun, Baekhyun. Semua orang bisa berubah menjadi pembunuh sewaktu-waktu. Dan bahkan, jangan percaya padaku.”

Baekhyun menatap tak mengerti.

“Kenapa?”

“Karena semua orang… punya monster di dalam diri mereka. Yang bisa menyerangmu kapan saja. Jadi, jangan percaya pada siapapun, mengerti?”

Berusaha mencerna maksud ucapan gadis tersebut, Baekhyun akhirnya mengangguk setuju. Mungkin, ia bisa melakukan apa yang gadis itu inginkan.

“Namaku Sullivan. Sullivan… Eileen Aquino.” ujar sang gadis sekon kemudian.

Tatapan mereka bertemu lewat pantulan spion depan mobil.

“Lalu… L. Liv?” tebak Baekhyun di balas sang gadis dengan senyuman.

Yep. Sudah kuduga kau sangat jenius. Kau ingat ucapanku tadi bukan?” sang gadis bertanya memastikan.

“Jangan percaya pada siapapun.” Baekhyun mengulang.

Uh-huh, ada yang kurang.”

“Bahkan jangan percaya… kepadamu.” imbuh Baekhyun.

Sang gadis, Sullivan, tersenyum puas.

“Ingat itu, bahkan sampai kau tua nanti, mengerti?”

Baekhyun mengangguk pelan.

“Ya, aku akan mengingatnya.” pandangan Baekhyun menerawang, tatapannya tertuju pada jam kecil yang terletak di dasbor mobil, terpaku pada sebuah angka kecil yang terpatri di sana.

“Hari ini, tanggal 5 april bukan?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Ini… dimana?”

“Kau tidak ingat?”

Seorang anak lelaki menatap linglung ruangan sendu di hadapannya. Tak mengerti saat dirinya dihadapkan dengan ruangan penuh dengan perlengkapan komputer.

“Aku… tidak ingat.” gumamnya.

“Aku sudah tahu kau akan kehilangan ingatanmu karena kecelakaan itu.” seorang lelaki berpakaian militer melangkah mendekat, meremas pelan bahu sang anak sambil mendorongnya masuk ke dalam ruangan.

“Ini adalah kamarmu, nak. Kau benar-benar tidak ingat?”

Sang anak menyernyit, berusaha mengingat tapi nihil. Ia tak menemukan apapun dalam ingatannya yang berhubungan dengan ruang sempit ini.

“Tidak…” jawabnya ragu.

“Kalau begitu, tidak ada pilihan lain. Kau harus tinggal di sini sampai ingatanmu kembali.”

“Apa… maksudnya?” sang anak menatap tak mengerti.

“Kau harus tinggal di kamarmu, nak. Nanti kalau kau sudah ingat semuanya, kau boleh keluar dari kamarmu.”

“T-Tapi aku—”

“Perawat akan datang tiap pagi dan sore untuk mengobati lukamu. Makanan juga akan diantarkan tiga kali sehari. Untuk sementara, kau harus diam di kamar, supaya ingatanmu lekas kembali.”

Sang anak terdiam. Tak mengerti dengan keputusan yang begitu saja diberikan padanya tapi juga tak bisa menolak. Ia bahkan tak mengingat namanya sendiri, bagaimana ia bisa memberikan bantahan?

“Lalu… kenapa kalian tidak memberitahu… siapa namaku?” tanyanya.

Dua orang berpakaian militer itu lantas saling melempar pandang, sebelum salah seorang dari mereka akhirnya menjawab.

“Itu tugas untukmu, kau harus mengingatnya.”

Tepat setelah menjawab, dua orang itu lantas melangkah keluar ruangan, menutup rapat pintu kamar sang anak sementara mereka sibuk melempar sinyal lewat pandangan. Beberapa buah gembok bahkan terpasang di sisi pintu, dengan kunci khusus yang rupanya hanya ada satu.

“Kau pikir anak itu akan benar-benar ingat?” salah seorang dari mereka buka suara saat mereka melangkah meninggalkan lorong panjang yang memisahkan gedung utama dengan kamar terpencil itu.

“Kurasa tidak. Mengurungnya akan jadi lebih baik. Kau bilang ia anak dari Agen B bukan? Dia pasti mewarisi kemampuan ayahnya.”

“Anak tiri, kuralat. Anak kandungnya sudah kau tembak, bodoh.”

“Ah, ya. Benar. Tapi kurasa ia berhasil melarikan diri, aku tak menemukan tubuhnya dimanapun.”

“Lalu apa yang akan kita lakukan dengan anak ini?”

“Tunggu saja sampai ingatannya benar-benar kembali. Kurasa Agen B menyembunyikan system-clean-up itu di rumahnya. Seperti yang ketua tim bilang, kita harus dapatkan system-clean-up itu.”

“Lalu kita harus menunggu bertahun-tahun?”

“Ayolah, kau tak akan mati dalam beberapa tahun.”

“Sialan kau. Oh, siapa tadi nama anak itu?”

“Umm, kalau tidak salah namanya Oh Sehun.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

Apa hanya diri ini yang hobi berputar-putar dalam cerita? Entahlah.

Fyi (1), maaf Liv kusimpan dulu di dalem dompet, Liv lagi kena syndrom sianida jadi dia takut keluar di fanfict, takut diracunin sianida kalau dia sampe gak memihak sama yang benar—lirik B54 sama O’Child.

Fyi (2), jangan tanya kenapa ini flashback masa lalu semua. Kalau aku tetiba bikin mereka lupa ntar pada nanya ini di masa lalu ada apa kok kucluk-kucluk udah saling lupa aja. Aku lagi baik hati jadi males menyimpan misteri berkepanjangan.

Fyi (3), jangan protes kenapa ini fanfict pendek-pendek. Bisa sih panjaaangg sampe 6000 words tapi ntar 4 chapter doang kelar. Sedangkan ideku masih liar sekali tentang Liv dan petualangannya, jadi mending ukuran normal-normal aja yang penting seneng ya (yang seneng aku maksudnya)

Fyi (4), maaf kalau di chapter-chapter sebelumnya banyak yang gak paham sama kisah Liv ini. Karena aku baik jadi aku kasih beberapa chapter spin-off, biar kalian paham dan gak mabok karena tiap chapter kukasih index melulu. Gak tau arti spin-off? Gugling coba, pasti ada kuota buat gugling kan?

Fyi (5), aku baik hati, suka menabung misteri, dan perhatian kan? Tipe ideal banget kan? /kemudianditendangkerawa-rawasetempat/

.

Show! Show! Show! Let’s come to my SHOW!

[ https://beepbeepbaby.wordpress.com/ ]

Sincerely, IRISH.

79 tanggapan untuk “CODE NAME LIV: SPIN-OFF [1] — IRISH`s Story”

  1. Astagaaaa
    Jadi sehun itu adik baek???
    Yaahh pasti sakit banget perasaan mereka kalau tau mereka ternyata adik kakak yang lama terpisah :3
    Mereka berdua sama” agen europol?
    Gasabar nih nunggu moment mereka ketemu,,

  2. Sebel, di previous comment pdhl cm ngtik dikit tp pas dipost te2p da yg kpotong -_- dipost ulang sm ja hsl’ny, wlw author nyatai sm hal ini, tp te2p ngeselin!! I know sih ini gegara pas ngtik comment ke-selak2 sm krj-an /krj-an yg disalahin.??/ jd aga lama br di post & hsl’ny.. incomplete!
    Ga gt kaget trnyt 2 cogan ini brothers yg terpisah /jd inget kk-ade di drakor I remember u/ hm.. wlw trnyt cm half-blood bkn sekandung, tp gpp, mlh jd lbh real aja & mrk sincerely slng syng sbg sodara 🙂 awal si cewe nyebutin nm dy Sullivan tu aga aneh, nm itu ko nm cewe..?? tp, trnyt da lnjtn nm lngkp’ny yg ada ksan cewe2ny ^ ^
    kshn bgt Sehun kcl di tembak smp 2x 😥 minta dibantai exo-l tuh para fluidance -_- !!
    kpn kk-ade ini bkl reunite? pasti bkl mengharukan ya ~_~

    1. Dibilangin aku sebenernya santai aja kok kak XD wkwkwkwkwkw
      aduh duh ini berasa ya udah kayak drama korea gitu adegan sodara kepisahnya ini XD wkwkwkwkwk
      nanti mereka reunite setelah salah satunya mati XD

    2. Dan saya, te2p ngeyel ngpost ulang lg di blsn komen previous slice -.- & hsl’ny.. te2p incomplete! sigh.. give up sudah..
      pengen minta kamu kasihanin 2 brothers ini, @ least bikin mrk sm2 slng tau klo mrk tu sodara, tp.. hak prerogativ pny Irish seorang, hrs mrelakan Sehun kamu matiin & Baek kembali lonely.. 😥 tp gpp lah, di ff kamu yg laen kan mrk kembali exist.

  3. Feeling feelingku pas awal baca kayaknya ada hubungan deket si b sama ochild… dannn

    Gataunya mereka kakak adek.. liv nya ada beneran di dunia nyata dalam ff ini(?) baekhyun terinspirasi dari mba mba*??* sullivan, dann seketika aku jadi inget film monster inc T.T *abaikan-.-

    Okee kutunggu ff mu kak irish yang suka menabung misteri XD hehehe
    Keep writing kakkk

    1. XD huahahahahah ada apa gerangan sih sebenernya sama mereka ini XD itu baekhyun inspirasinya ada alasannya loh ntar XD aduh iya monsternya namanya sullivan ya XD wkwkwkwkw

  4. Mereka si keluarga rumiiittt..
    Akhirnya aku bisa juga nongol di sini..
    Huaaaa.. terhuraaa..
    Kajima belom sempet bacaa..
    Akyu mendahulukan liv dan cowok cowok ganteng penebar virus ini duluan..
    buahahahahha *dilirik injung*

  5. Irish eonni…. Ini keren kaka 😀
    Liv, B54, O’Child ah, ini rumit ga sih..
    Pas baca lucu aja gitu, ngevisualisasiin si Liv ini kek gimana sih(?) Apalah daya Liv mah cuma file 😦

    Gimana nnti kalo dua sodara tiri itu saling tau satu sama lain yah? Bakal digregetin ga ka? wkwk \kemudian ditimpuk/

    Semangat, Eon.. Lanjutkeun 😉 Kkkkk~~~~

    1. XD buahahahaha ini abnormal ya iya kan ya XD gatau aku juga gabisa visualisasiin Liv masa XD wkwk greget kok insya Allah greget XD

  6. uwooh~ ternyata mereka saudaraan. tapi sehun itu diselametin/?
    padahal saat itu sehun belum diajarin sama baek kan/?
    gws kak irish ;* XD

  7. Maaaiiigadddd!! Kalo tau sehun/adiknya masih hidup pastilah baekhyun seneng banget. . . Mereka berdua sama2 dimanfaatin europol tapi nyatanya baekhyun dan sehun juga bakalan khianati merekaaa. … dan itu si Liv. .. kirain aku si Liv beneran menjelma jadi manusia/abaikan/ aku tahu sekarang, si baeki namain sistemnya itu asalnya dari Sullivan kan karna itu cewe yg nyelametin diaaa dan kode name baekie itu B54
    B / Baekhyun
    5 / tanggal pas keluarganya dibunuh
    4 / bulan april
    Iya gaak??? Aah gue sotoy yaaa. .
    Okay semangat terus utk ff iniii dear!!!!

    1. Buahahahahaha adiknya iya masih idup, tapi si baek gatau XD dia terkurung juga pada dasarnya XD wkwkwkwkwk liv ah liv XD bagaimana gerangan nasibmu XD wkwkwkw
      IYA BENER, ITU BENER B54 NYA XD wkwkwkwkwkwkwk thanks yaaa

  8. Uhuuuuuuy,, sehun sama baekhyun sodara ??? Tapi kok bisa pinter gitu ya padahal belum sampe di ajarin sama baekhyun hoho

    Next chaptered ya irish

  9. Oh……. ternyata mereka saudara tiri toh
    Serius, sebelumnya ngga kepikiran sama sekali -,-
    Bahkan, ada manusia yang namanya ‘Sullivan’ dan bisa jadi itu yg bikin Baekhyun terinspirasi buat namain cyber viralnya ya._.
    Spin-off ini ngebuatku makin gregetan sama ff ini

    Kak Irish yang baik 😀 kutunggu kelanjutannya yaaaaaaa ><

  10. Hahaha iya semua informasi udah aku baca wkwk
    Kak iriah baik deh, lagi sering sering upload cepet2 yaaa.
    Kan semua hati senang jadinya wkwkwkw
    Terus aku jadi makin suka ama ff ini, ternyata dua bocah edan itu bersaudara ohmygodddd

  11. Ooh jadi gini cerita masa lalunya.
    Sedih sedih gimana gitu deh kak.
    Rasanya nggantung, sedih ketika bertemu tulisan to be continue “hiks. Ditunggu kekanjutanya kak.

  12. woww…
    di chap ini ketauan deh cerita awal nya..
    bener chingu, kalo dari awal cuma 2 chap aja kurang banget…
    ini cerita tambah menarik, jadi pengen baca lagi…
    love it,,sukaaa…
    ditunggu lanjutannya ya…
    terima kasih.

  13. Oohh ternyata sehun and baekhyun itu kakak adik .. Hmmm teka teki mulai terbuka sedikit demi sedikit o.0 kkkk~
    dan Liv ternyata gadis masa lalu yg nolong baekhyun, and ntah apa yg terjadi dimasa sekarang sampe baekhyun bikin cyber viral pake nama Liv …

    And then, Sehun ditangkep *alias dikurung* sama orang fluidance, tapi masa sekarang dia itu di europol …
    Nah tuh teka teki lg ~~~ atau apa aku salah ngerti cerita yaa hmmm . . .

    ditunggu next chap nya deh biar otak nya nyambung kkk~

    okeh Fighting kak Irish ^^

    1. Iyep iyep bener sekali XD wkwkwkwkw mereka sebenernya saudara hahahahahahaha aduh duh Liv ini sesuatu sekali nanti tunggu aja next chapternya ya XD wkwkwkwkwk sehun kenapa ya kira2 XD apa yang salah dengan Sehun XD wkwkwkwkw

  14. Oh jd yg mau baek balas dendam itu si pembunuh adik n keluarganya
    Trus dia kayaknya gatau kalau sehun masih hidup

    Penasaran ini mereka diculik pihak yg berbeda tapi malah di satu gedung yg sama kedepannya
    Aq pikir mereka emang di culik europol n sengaja dipisahin

    Si liv takut ama sianida emang kamu doyan minum kopi liv?hahahahahaha

    Ditunggu aja deh misteri2 yg lain yg bakal terungkap

    1. Iya bener bener bener XD duh terharu sekali krn ada yang bisa nebak XD wkwkwkwkwkwkwkwk kan liv up-to-date dia tau gosip” terkini di dunia XD

  15. Aku gk nyangka klo ternyata mereka sodaraan, sempet kurang sreg aja eh ternyata bener cuma tiri haha klo kandung rada aneh, hmm penasaran sih soalnya di chapter sebelum nya si sehun udah ada di europol sama kayak baekhyun hmmm, kendati sama aja ke kurung di kamar sih, tapi terpecahkan aja baekhyun dendem ke siapa sama kisah masa lalu nya yg blom tuh si sehun doang, kuat amat udah di tembak kayak gitu tp masih idup masih bocah padahal yeah kendati kehilangan ingatan, apa l.liv mati? Maksud ku agen europol yg nyelamatin baekhyun? Apa karna gadis ini baekhyun menciptakan liv? Atau ah mulai kan khayalan ambigu ku muncul.. ah sudahlah, haha beh lama kali ini baru nongol nongol2 flashback hihi btw thanks udah di publish, kebayang aja muka cogan mereka berdua pas masih bocah pasti unyu2 gemesin kendati berdarah2 abis ditembakin hihi maap kan, fighting yak smoga chapter yg lain segera di publish hehe, ngarep sih

    1. Buakakakak kenapa harus gak sreg? Aku aja sreg bikinnya XD wkwkwkwkk kenapa sih kenapa sama mereka, dua2nya udah ada di Europol ternyata XD wkwkwkkwk aduh nanti deh kuceritakan kisah surviving nya osehun XD kasian kalo dia dianggep idup dengan tidak masuk akal XD wkwkwkwkwkwk
      Itu khayalan ambigu nanti kujawab di chapter selanjutnya ajah, demi kelangsungan hidup Liv biarkan semuanya menjadi misteri XD wkwkwkwkkw
      IYA LOH MEREKA UNYU2 KALO MASIH KECIL XD

  16. dasar irish,sekalinya rajin menabung eh yg ditabung malah misteri.
    tp chapter ini brasa dapet lampu terang,ternyata baekhyun kakaknya sehun. wah si banyak omong kakak adik.an ,pasti kalau ketemu lg bakal brisik nih dunia. . .

  17. ye,,,ga sangka,,klo B dan O child,,saudara! bukankah Sullivan agen europol,,dan yg mengurung sehun pun europol,,tp ko informasi nya status B ma sehun berbeda,,/soal anak kandung & anak angkat?????
    brati sampe skrng pun sehun g inget masa lalunya ya??
    drpd otakku muter muter,,,g jelas! next next next aj,,!!

  18. Iya kak rish, rajin menabung :”) tp g gini jg caranya. Tipe ideal yg rajin menabung misteri….. hft ahsudahlah kak rish mah bebas :v jd itu ceritanya mereka kepisah? Trus nama virus Liv itu “terinspirasi” dr nama Sullivan gt? Tp sehun hebat jg udh ditembak sampe terbang jg g mati2, aku kira dia kucing :v nyawany ada 9. Ditunggu kak rish kelanjutannya, semangaat!!^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s