[EXOFFI FACEBOOK] ADORABLE YOU (Prologue + Chapter 1)

3

Title : ADORABLE YOU

Author : ayasabyla

Cast : Byun Baekhyun, Nathania Edelyn (OC), Park Chanyeol, Oh Sehun

Genre : Romance, Drama

Rating : PG-15

Length : Chaptered

ADORABLE YOU – PROLOGUE

Ia terlihat senang
Ia terlihat gengsi
Ia terlihat tulus
dan Ia terlihat tak berubah

“Ada satu orang yang tak bisa kau tolak, dan ada satu orang yang tak bisa kau terima, tapi ada satu orang yang kau biarkan masuk dan merajai semuanya.” –Ayasabyla for Nath-

Nathania Edelyn. Seorang gadis Indonesia-Jerman yang fasih bahasa korea. Meninggalkan Indonesia sepeninggal Ayahnya, luntang-lantung susah payah kuliah di Seoul, bertemu dengan pria asli korea pertama yang berperawakan dewasa yang membuatnya jatuh cinta, dibuang, dan diselingkuhi. Memiliki seorang ‘kakak’ yang menyayanginya lebih dari seorang ‘adik’, tapi tak ada dentuman jantung spesial ketika bersamanya. Dan… bertemu dengan laki-laki pertama yang ia ingin tangisi berkali-kali karena hidup kerasnya. Tak berniat balik ke Indonesia apalagi Jerman, karena lelaki itu…ya hanya karena lelaki itu.

Byun Baekhyun. Mahasiswa Fisika, terlalu banyak bicara saat pertama ditemuinya. Terlalu ceria untuk ukuran lelaki, tapi beban hidupnya setara dengan Presiden Indonesia (ah tidak). Ia tau bahwa untuk menjadi seseorang berarti kau harus rela berjuang diri. Kau susah bukan berarti kau tidak berhak untuk tertawa lepas, begitu katanya.

Park Chanyeol. Vokalis band Pyromaniacs, seorang ‘kakak’ yang romantis. Suara beratnya menjeritkan hati banyak wanita. Mencintai dengan tindakan, dan memberikan lily violetnya hanya untuk dia seorang.

Ooh Sehun. Calon arsitek muda yang merupakan cinta pertama Nathania. Dua kali tertangkap basah selingkuh di depan Nathania, masih tak malu untuk mengajaknya bersama merajut cinta. Entah sengaja atau memang kelainan? Mengkhianati adalah jalan hidupnya. Karena terlalu banyak dikhianati, nampaknya.

*

*

ADORABLE YOU – PART 01

Ini ketiga kalinya Nathania Edelyn berusaha menghindar dari lelaki dengan tinggi 184 cm didepannya. Suasana café yang dingin, membuat Nathania terus-menerus memasukkan kedua telapak tangan kedalam hoodie putih yang ia kenakan. Sampai akhirnya ia tak tahan dan memecah kebisuan

“Aku tidak punya waktu banyak, Ooh sehun” Sedikit meninggikan suaranya yang lembut dan lurus menatap mata lelaki didepannya

“Aku tidak ingin mengakhirinya, nath. Sungguh”

“Ternyata topik mu masih sama, membosankan”

“Kali ini tolong simpan kata-kata pedasmu, nath. Aku serius. Perasaanku masih sama” Jawaban lebar ini membuat Nathania menyeringai sinis dan menyesap hot cappuccino nikmat yang ia pesan,

“Jurus bual apalagi? Kau sudah tertangkap basah sebanyak 2x, dan kau masih berharap bahwa aku akan memberikan keputusan bodohku lagi?” Kemarahan Nathania masih belum memuncak

“Baiklah, kalau begitu…. Aku akan tetap menunggu sampai kau berubah fikiran.”

“Terserah, aku pulang” Nathania berdiri merampas tas jinjing di bangku kosong sebelahnya meninggalkan pria bernama Ooh Sehun.

Nathania terlihat iba, jalan pulang yang ia lalui dengan gontai dan penuh sesak. Sudah 2x kesempatan yang ia berikan pada Ooh Sehun untuk tetap disisinya, tapi lelaki itu tetap tak menghargainya. Usia 19 yang ia tempuh, sudah malas untuk melalui hubungan yang dibercandakan. Ia tak habis fikir, bagaimana bisa memberikan separuh ah bahkan seluruh hatinya untuk Oh Sehun. Seorang laki-laki buaya tampan asli korea, yang memiliki kesenangan bersama banyak wanita. Ia tak berubah, bahkan setelah masuk kuliah dan mengambil arsitek sebagai pilihannya. Pasti kali ini, Park Ae ri dan Kim Bo Ra memaki dengan tingkat bjji cabai level 11 dan 100% tak akan ada izin dari mereka untuk Nathania mendekat kembali dengan Ooh Sehun.

Ckck Ooh Sehun, bahkan ia tak mengejar Nathania untuk sekedar memegang tangannya dan berkata ‘Kau harus pulang bersamaku’ atau ‘Nath, naik ke mobilku sekarang’. Dan ia masih meminta Nathania untuk menunggu? Untuk jangka waktu pendek, memang tak bisa dipungkiri bahwa Nathania masih berharap pada Ooh Sehun, hanya karena Ooh Sehun adalah yang pertama memberikan Nathania celotehan ramah saat pertama menginjakkan kakinya di Seoul dan bersedia membelikannya makan malam saat ia terlihat tersesat.

“Nathania?” Seseorang memanggil nama Nathania ketika ia sampai di sebuah halte bus dekat café yang barusan ia datangi, Nathania menoleh pada suara yang menyapanya.

“Kak Yeol?”

Lelaki yang disapa ‘Kak Yeol’ duduk disamping Nathania memberikan ekspresi senang dari senyum lebarnya, dan kembali membuka obrolan dengan suara beratnya,

“Ini sudah jam (mengangkat tangan kanan, melirik jam tangan hitam yang ia kenakan)… 10 malam, dan kau masih berkeliaran?”

“Ah..” Nathania tak bisa menjawab pertanyaan Park Chanyeol dalam suasana canggung. Ia tak habis fikir, Ooh Sehun sudah cukup membuatnya lelah secara batiniah dan ditambah seorang Park Chanyeol. Seseorang yang pernah tampil diatas panggung, dan menyanyikan lagu All of Me milik John Mayer di panggung Art Fest ’14 Kampus dan diteriakki oleh seluruh wanita disana. Entah beruntung atau celaka, hanya Nathania yang dihampiri secara personal dengan setangkai lily violet ditangan Park Chanyeol. Nathania tertegun mengingatnya, sampai suara berat itu mengganggu ilusinya.

“Kau bertemu Oh Sehun lagi kan?”

“Bagimana….”

“Aku lihat.” Chanyeol menatap lekat kearah mata Nathania kemudian tertawa dengan dimple khasnya,

“Jangan suka memaksakan perasaan. Rasa penasaranmu masih tinggi terhadap calon arsitek itu.”

Nathania masih bingung, mengapa ia sama sekali tak pernah merasakan detak jantung yang berirama indah saat bersama Park Chanyeol. Sensasi akan berbeda jika ia bersama dengan si brengsek Ooh Sehun dulu.

“Aku tidak..ngg…tidak begitu, kak.” Nathania berusaha mengelak dan sangat merasa malas kalau sampai Park Chanyeol bisa menebak perasaannya. Lelaki di depan Nathania sungguh aneh, seperti tak ada ambisi untuk mencoba membuat Nathania benci atau bahkan murka dengan Ooh Sehun.

“Begini Nath, hidup itu harus penuh dengan esensi. Esensi bisa diperoleh dengan tulus saat waktu dan kondisi yang sudah pas, ada kalanya kau memang harus melewati segalanya secara alami, biarkan mengalir seperti air, dan biarkan itu terlewati tanpa kau berperan secara paksa. Biarkan perasaanmu begini dan begitu, karena kelak akan berubah menjadi bertolak belakang dan kau akan merasakan kenetralan sendiri.”

Nathania menatap dengan mulut terbuka dan mengedipkan matanya berkali-kali didepan perawakan Park Chanyeol. Tak lama, Chanyeol memberikan perintah untuk menutup mulutnya dengan tangannya.

“Kak Yeol.”

“Ya?”

“Kenapa tidak jadi penulis saja.”

Chanyeol menyipitkan matanya, gemas rasanya mendapatkan respon seperti itu. Ia berdiri, Nathania segera menoleh kearah tubuh tegapnya. Tangan Chanyeol sudah menyentuh puncak kepala Nathania. Singkat, ia segera pergi membuat Nathania keheranan.

“Ckck, begitu ya seorang pemusik dan seniman? Datang dengan segudang kata puitis, menatap dengan sendu, kemudian pergi dengan usapan di kepala.”

“Nath..” Nathania mengerjap

By the way, aku dengar.” Chanyeol menoleh ke belakang sambil tersenyum tanpa malu. Nathania tertangkap basah mengumpat di belakang Chanyeol persis. Chanyeol berbalik dan menarik lengannya dengan pelan,

“Ayo pulang denganku”

Nathania mengikutinya dengan langkah seolah terjebak. Lagi-lagi, ia kalah dengan Park Chanyeol.

Senin pagi kelabu. Langit Seoul sudah gelap pukul 9 pagi. Nathania bermantelkan merah maroon dengan sarung tangan peach duduk di pelataran kampus sambil menyesap hot cappuccino yang ia dapat dari vending machine. Masih menunggu Kim Bo Ra yang sebentar lagi keluar dari kelasnya. Dari kejauhan, ia menyipitkan matanya dan membenarkan posisi kacamata full frame hitamnya, dan tersadar akan kedatangan seseorang.

“Kak Yeol.”

“Oh hai, nath.” Sambil tersenyum elegan ala Park Chanyeol

“Mau berpuitis lagi, kak?”

Chanyeol tersenyum, “Nanti kau mengumpat lagi.”

“Hari ini ada acara?” Park Chanyeol memulai percakapan

“Tidak, hanya menunggu Bo Ra keluar kelas, setelah itu kembali ke apartment.”

“Hmm.”

“Ada apa?”

“Aku hanya ingin mengajakmu bertemu dengan seseorang.”

Who is he or she?”

“Byun Baekhyun, anak Fisika.”

“Fisika?”

Why?”

“Kau punya teman seorang fisikawan?”

“Dia ketua panitia acara seni di fakultasnya, dan katanya ingin memakai Pyromaniacs sebagai salah satu band pengisi hiburan.”

“Oh, begitu.”

“Jadi, kau mau atau tidak Nathania Edelyn?”

“Boleh, hanya bertiga kan?”

“Tidak tahu jika baekhyun-ssi membawa teman.”

“Mengajak ku untuk apa? Untuk menghindari gossip kalian pacaran, eh?”

Pletak, jitakkan manis mendarat di kepala Nathania.

“Dasar kau ini, kau fikir aku belum bisa melupakanmu?”

“Kak yeol, jangan mulai.”

“Hahaha, jam 13.00 mobilku didepan gedung fakultas sastra dan seni rupa, mengerti?”

Hanya dibalas anggukan Nathania, Chanyeol kembali pergi dengan lambaian tangan dan senyum dimple nya. Lelaki ini terus-menerus mengerjar Nathania, terjebak dalam suasana brother-sister-zone yang enggan untuk Chanyeol lepaskan, sudah berkali-kali Nathania katakan bahwa perasaan yang ia punya terhadap Chanyeol tak bisa naik ke tahap yang lebih complicated.

Sambil meneguk hot cappuccino terakhir yang ia pegang, ia kembali melihat sekeliling pelataran kampus fakultas ilmu bahasa yang sepi dan dingin. Ia merasakan mengapa perasaannya begitu datar. Teringat mantan brengseknya, Ooh Sehun. Darahnya menjadi naik, tapi ada perasaan rindu yang juga menyelinap. Sampai seseorang menyadarkan lamunanya,

“Nath.”

“Se-sehun?” Belum ada 5 detik ia memikirkan lelaki itu tapi sudah terpampang tubuhnya yang sungguh Nathania rindukan,

“Nath. Ngg.”

“Ada apa?” Nathania membuang pandangannya dari Ooh Sehun

“Minggu depan, aku pindah ke London.”

Nathania diam, mencoba tak tertipu. Ini pasti adalah taktik Ooh Sehun lagi untuk membohonginya.

“Nath?” Sehun mendelikan matanya, seperti tak rela mendapatkan respon demikian

“Kau mau bercanda lagi atau bagaimana?” Ucap Nathania sinis

“Kali ini aku serius, aku akan melanjutkan arsitek disana, tidak balik ke Seoul nad.” Sehun menundukan wajahnya

“Baiklah, semoga sukses. Jangan lupa, berpamitan dengan wanita yang lain.” Nathania membalas lagi dengan pedas,

“Wanitaku hanya kau, nad.”

“Cih.” Nathania menatap Ooh Sehun kemudian mendecakkan lidahnya

Nathania mencoba mengatur nafasnya yang menderu, apa katanya? Ooh Sehun akan pergi? Tidak bercanda, kan? Nathania kembali melirik kedalam mata Ooh Sehun, raut wajahnya rumit, seperti tak ada kebohongan. Mungkinkah Nathania kali ini harus percaya lagi? Tiba-tiba Ooh Sehun memegang kedua bahu Nathania dan memaksanya untuk berdiri, tak sampai satu detik Nathania sudah dipeluk erat oleh Ooh Sehun,

“Maafkan aku, berkali-kali telah mengkhianati. Maafkan” Suara Ooh Sehun mulai terisak, dia benar-benar menangis.

.

.

.

Tanpa sadar, Nathania membalas pelukannya. Nathania tidak mengerti alasan Ooh Sehun yang terus menerus menangis ini, apa memang dia sangat menyesal, tapi semoga ini bukan siasat.

“Sehun-ssi, don’t cry.” Ucap Nathania dengan sedikit gurau

“……………” Sehun masih terisak

“Sehun-ssi.” Nada bicara Nathania mulai melembut

Sehun segera melepaskan pelukannya, dan memang benar matanya sembab dan hidungnya penuh air.

“Nath, aku sudah tak ingin menyakitimu. Kumohon…”

“Apa?”

“Tunggu aku.”

“Hun-ah, jangan seperti ini.”

“Kau harus menungguku, nath.”

“Hun-ah, hentikan. Kau tidak bisa berjanji jika kau tak bisa menepatinya.”

“AKU TIDAK BERCANDA.” Sehun mulai berteriak, Nathania membelalakan matanya. Sehun segera memegang pipi Nathania dengan kedua telapak tangannya,

“Ooh Sehun, aku juga tidak bercanda.” Ujar Nathania dengan melemah. Haruskah ia bermain-main dengan perasannya sendir? Haruskah ia membiarkan hatinya sakit lagi nantinya? Nathania tak ingin seperti itu, sungguh.

“Kau tidak ingin memberiku kesempatan dan memulai semua dari awal, nath?” Ucap Sehun dengan serius, dan hanya Nathania balas dengan menggelengkan kepalanya.

“Maaf, tapi aku benar-benar tak ingin memiliki ikatan dengan siapapun saat ini.” Nathania meraih tangan Sehun yang menempel di pipinya dan berusaha untuk melepaskannya

“Baiklah, kalau begitu.” Sehun segera melepaskan tangannya dari wajah Nathania,

Nathania kemudian tersenyum,

“Sehun-ssi, tinggalkanlah Seoul tanpa beban. Aku sudah memaafkanmu, kau harus lanjutkan hidup dengan ringan.”

Sehun tertawa, ia mengusap kepala Nathania

“Terima kasih.”

Nathania mengangguk,

“Kau memang sudah banyak belajar sepertinya, tak bodoh lagi.” Sehun melanjutkan.

“Ish, sudah kuduga. Terima kasih juga, Ooh Sehun.”

“Selamat tinggal, nath.”

Dan mereka, resmi berpisah.

—————————————-

Byun Baekhyun masih membaca jurnal electronica 6 lembar yang baru saja diberikan oleh profesornya, ia teringat akan bekal yang belum sempat ia santap, baru saja ia ingin membuka kotak makan yang dibungkus kain biru, seseorang yang sejak tadi ia tunggu, telah datang.  Ia tidak datang sendiri, dibelakangnya terlihat gadis yang nampak seperti orang asia tapi juga eropa, mata hazzelnutnya begitu mempesona dihadapan Byun Baekhyun. Rambut hitam panjang yang melekat, belahan pinggir tanpa poni, terkesan sempurna di wajahnya yang bulat. Sebentar, tidak seharusnya Byun Baekhyun fokus pada gadis itu, ia sekarang ingin berurusan dengan lelaki tinggi dengan rambut coklatnya yang melihat kearah Baekhyun sejak ia menginjakkan diri di area kantin fakultas sains.

“Baekhyun-ssi?” Chanyeol mengeluarkan suaranya yang berat

“Apa kabar Park Chanyeol.” Ucapnya sambil menjabat tangan Park Chanyeol dengan akrab

“Maaf menunggu lama.” Ucap Chanyeol sedikit membungkuk kemudian keduanya saling melepas jabat tangannya

“Kak Yeol, kau mau ice bubble tea tidak?” Chanyeol mengangguk setuju, baru selangkah Nathania menggerakan kakinya

“Nona biar saya belikan.” Ujar Baekhyun langsung meninggalkan Chanyeol dan Nathania. Raut wajah Nathania langsung berubah bingung, raut wajah Chanyeol menatapnya dengan datar seperti mengisyaratkan bahwa ‘Sudahlah adik kecil, tidak apa, aku tau kau tidak berniat mengkodenya’. Lima menit berselang, Baekhyun datang dengan 3 ice bubble tea beserta French fries rasa keju.

“Baekhyun-ssi maa-“

“Ah tidak apa, Chanyeol-ssi. Silahkan dinikmati, chanyeol dan nona?”

“Nathania, Kak Baekhyun. Namaku Nathania. Terima kasih untuk hidangannya.” Nathania memberikan senyum terbaiknya, senyum khas ala gadis Indonesia yang memunculkan lesung kecil dibawah bibir. Gadis itu segera menyeruput ice bubble tea kesukaannya, sambil sesekali melahap potong demi potong kentang goreng yang Baekhyun belikan. Tingkahnya seperti anak kecil dan membuat Baekhyun selalu ingin terkekeh.

“Jadi sebenarnya acara apa yang sedang disusun oleh kau dan team Baekhyun-ssi?” Sampai Chanyeol membuka topik intinya.

“Seperti biasa, dari tiap jurusan di fakultas sains ini akan diadakan pameran ilmiah beserta dengan festival makanan yang memberikan keidentikan jurusan, nah untuk acara puncak sendiri aku dan tim berencana untuk mengadakan panggung musik dan menjadikan band Chanyeol-ssi sebagai guest star. Untuk masalah akomodasi, bisa dilihat di proposal ini..” Baekhyun segera mengambil proposal kegiatan bertajuk Freshly Science Week Festival: Show up your sense, taste, and art! 2016. Chanyeol segera menerimanya,

“Wuah..menarik sekali.” Ucap Chanyeol

“Kau memang ada di tahun keberapa baekhyun-ssi?”

“Aku tahun ketiga, Chanyeol-ssi.”

“Wah ternyata kita seumuran.”

“Tidak perlu bicara formal kalau begitu ya?” Baekhyun tertawa menyipitkan matanya, ia kembali melemparkan pandangan gadis yang duduk di samping Chanyeol selagi proposal tersebut menghentikan sementara pembicaraannya, gadis itu melirik kearah Jurnal electronica milik Baekhyun kemudian wajahnya terlihat seperti ,

‘apa menariknya?’

‘Astaga itu apa seperti benang kusut?’

“Acara ini memang khusus untuk anak fakultas sains, baek?” Suara berat Chanyeol membuat Baekhyun harus menghentikan fokusnya pada gadis itu.

“Sebenarnya…tidak juga, tapi anak sains diutamakan.”

“Aku rasa proposal tim mu sudah sangat menarik, aku hanya perlu membicarakannya dengan band dan juga… ayahku, baek.” Seperti memberi jeda untuk kata ‘ayahku’. Baekhyun tersenyum mengiyakan,

“Acaranya masih sekitar 1,5 bulan lagi, Chanyeol. Deadlinenya mungkin bisa minggu depan, agar bisa segera dicantumkan dalam pamflet utamanya nanti, bagian publikasi sudah sangat ingin menyelesaikan desain pamfletnya.” Papar Baekhyun

“Ah begitu, baiklah. Aku akan segera menghubungimu jika kabarnya sudah jelas” Chanyeol mengambil proposal dan memasukannya kedalam tas.

Nathania tidak begitu memperhatikkan apa yang Baekhyun dan Chanyeol bicarakan. Ia hanya merasa sudah riang dihadapkan pada ice bubble tea dan French fries kesukannya. Oh, bagaimana bisa Tuan Byun memilihkan hidangan dengan tepat. Kemudian ia mengambil sesuatu dari kotak pensilnya dan menaruhnya di atas meja.

Chanyeol berdiri dan langsung berpamitan dengan Baekhyun, dan Baekhyun sangat berterima kasih karena Chanyeol mau menemuinya siang ini. Keduanya saling mengucapkan tanda hormat dengan bungkukan badannya. Kemudian dengan posisi yang belum siap Nathania berdiri mengambil tas jinjing didepannya dan membungkuk sambil mengucapkan Terima Kasih pada Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum, dan Nathania juga tersenyum. Baekhyun merasa beruntung bisa melihat senyumnya untuk kedua kali. Ia jalan di belakang Chanyeol masih dengan ice bubble tea yang belum ia habiskan. Baekhyun menatap badan Nathania hingga hilang masuk ke mobil merah sporty yang terlihat di parkir tak jauh dari tempatnya berdiri. Baekhyun sadar dan segera merapihkan tumpukan buku di meja. Sampai,

“Tempat pensilnya tertinggal?” Ia memegang, mengangkat, tersenyum, dan membawanya bersama tumpukkan buku. “Ternyata aku masih diizinkan untuk bertemunya lagi, ya.”

 

TBC


 

Huwah, akhirnya Prologue dan Part 1 bisa ke-publish. Gimana? >.< hehe Ditunggu kritiknya. ^^ Maaf ini masih datar banget, kalau memang banyak yang suka bakal aku lanjutin, kalo nggak ya nggak papa, mungkin bisa menulis cerita baru lagi ^^

14 tanggapan untuk “[EXOFFI FACEBOOK] ADORABLE YOU (Prologue + Chapter 1)”

  1. Eh Nathalia.. ternyata ia disakiti oleh Sehun.. playboy… wkwkwk..
    Chanyeol udah lama suka sama Nathalia dan Baekhyun juga tertarik.bagaimana nantinya apakah Chanyeol merelakan Nathalia dengan Baekhyun nantinya. Next chapter nya ya

  2. Bagus kok kak, aku suka sama pilihan kata yg kakak pilih, ceritanya juga.. setiap tindakan dan percakapan nya bikin penasaran apa yg bakal terjadi selanjutnya
    Semangat ya kak, semoga selanjutnya lebih baik lagi!! Fighting!!!!💞

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s