[EXOFFI FREELANCE] Draft (Prolog)

posterdraft.jpg

Tittle: DRAFT

Author: nakashinine

Length: Prolog-Chaptered-Epilog

Genre: School life, Romance, Friendship

Rating: Teenager

Main cast:

Oh Sehun (EXO)

Kim Kai (EXO)

Bae Irene (RV)

Kang Seulgi (RV)

Additional Cast: SM Artists.

Disclaimer: Fanfic ini murni terlahir dari otak saya yang rada-rada. Tapi, #Konsep prolog terinspirasi dari beberapa novel romance Indonesia. #Beberapa plot juga terinspirasi dari potongan-potongan drama school korea yang mengudara pada tahun 2015.

JADI MOHON MAKLUM bila menemukan ke-familiar-an alur atau karakter.

A/N: Salam kenal. I’m a new freelancer(gapenting).

Mohon maaf atas segala kekurangan FF ini. (?)

 

Semua yang diceritakan novel-novel dan drama-drama romantis itu mungkin ada benarnya juga. Semua cerita cinta klasik didalam fiksi-fiksi yang diciptakan orang banyak, mungkin memang nyata ada. Kisah cinta kacangan seperti itu terbukti terjadi dalam hidupku beberapa tahun silam. Toh, aku hidup di dunia nyata yang tak ada penyihir dan para siluman atau teknologi super canggih yang bisa membawaku ke masa kapanpun saja yang aku inginkan. Jadi apa yang harus aku harapkan dari kehidupan ini? Selain membiarkannya berjalan dengan semestinya, klise dan sesuai aturan skenario –ugh, perkataanku kolot sekali.

Seperti kisah rindu seorang tokoh dalam sebuah novel yang pernah kubaca, aku sungguh tidak pernah tau ternyata menyimpan rindu bisa semenyiksa ini. Kehidupan kuliahku sudah berjalan 3 tahun. Saat dihari pertama statusku telah menjadi alumni SMA, rasanya sejak itu waktu mulai berjalan begitu lambat. Kehidupan kuliah yang ditunggu-tunggu selama ini jadi tak semenarik bayanganku. Hidupku nyaris sama seperti masa awal SMA. Datar dan biasa saja.

Langit pasti menyadarinya. Langit pasti tau kalau akhir-akhir ini aku sangat tak berwarna karna mengingat gadis itu. Saat ini, aku dan dia tak lagi berada di bawah matahari yang sama, tak lagi di bawah langit yang sama. Si berengsek sahabatku sering sekali membuat telingaku panas karna pertanyaannya. “Apa kau mengerti kenapa kau merindukannya segila ini?” atau “Dia masih tidak ada kabar? Dia pasti masih sinting seperti dulu.” Laki-laki itu benar-benar cerewet. Selama ini yang aku tahu, aku merindukannya karna tak ada lagi orang sinting yang senang menciptakan masalah di kehidupanku seperti yang pernah gadis itu lakukan saat dulu. Tak ada lagi yang menggangguku dan membuatku repot seperti dia –ah, kurasa ada. Sahabatku pun sama merepotkannya. Tapi entah kenapa, dadaku rasanya benar-benar kosong tanpa gadis itu.

Aku menatap langit Korea yang gelap lewat jendela besar apartemenku. Kita berada di bawah matahari yang berbeda. Amerika pastilah masih terang benderang sekarang. Lalu bagaimana kabarnya di sana? Entah. Aku masih sangat ingat ekspresi dan kalimat terakhirnya saat hari kelulusan. Dan aku menyesal saat itu aku tak bisa berkata apa-apa selain –ah, benar-benar memalukan. Aku tak mau mengingatnya. Jadi satu-satunya alasan kenapa semalaman ini aku sangat memikirkannya adalah karna sesuatu hal yang aku temukan siang tadi di bawah ranjangku.

Ketika aku sedang mencari flashdiskku yang –entah dimana si berengsek itu menyimpannya, aku tak sengaja menemukan kotak sepatu lusuh di bawah ranjang. Itu sudah lama sekali, aku baru ingat sudah menyimpannya di sana, jadi tadi kuputuskan untuk membukanya. Di dalam kotak itu terdapat banyak benda-benda lama. Aku menemukan selembar fotoku bersama sahabatku dan dua gadis penuh keringat saat sedang kelelahan di kelas latihan club dance. Itu foto candid yang memalukan, tapi gadis yang sekarang menetap di Amerika itu sangat menyukainya. Dalam kotak itu pun terdapat fotoku bersama dia saat hari kelulusan.  Tanpa merasa bersalah sedikitpun, waktu itu dia berpose dengan semanis mungkin sedangkan tangannya menarik kedua pipiku agar senyumku seolah-olah mengembang. Munkin aku memang agak berlebihan, tapi ingatanku sungguh masih bisa memutar kembali rekaman tawa bahagianya saat itu dengan jelas. Itulah foto kami berdua yang pertama dan terakhir kalinya.

Ah.. Membongkar kembali seisi memori yang berdebu dalam ingatanku seperti telah membuka kembali file Draft naskah yang bertahun-tahun telah usang tak tersentuh. Semuanya seolah-olah tumpah di depan mata dan membuatku ingin mengingat apa isi setiap lembarannya. Di tengah-tengah lamunanku, tiba-tiba suara alarm pintu apartemen berbunyi. Aku menoleh dan menemukan Kai menghampiriku dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Dia menatapku beberapa detik. Kemudian kami sama-sama menatap kota Seoul yang gemerlap.

“Sehun,” Panggilnya. Aku hanya menggumam memberi jawaban sambil meliriknya sebentar. Bibirnya terangkat sedikit, tersenyum.

“Aku bertemu dengannya.”

****

[PREVIEW: CHAPTER 1]

Lihatlah Sehun, dia sangat sempurna

“OMO! Seulgi-ah. Maafkan aku, aku tak sengaja mengotori bajumu.”

“Cih. Kau menyukai orang yang tidak mungkin menyukaimu.”

Ada apa dengan cewek-cewek iblis itu?

“Beraninya kau mempermalukanku di depan Kai sunbae!”

“Dan siapa kau seenaknya memintaku keluar dari club dance, hm?”

“Ya! Berani sekali kau tidak sopan seperti itu pada sunbae-mu.”

“Bukankah harusnya aku yang marah?”

“Haish. Iya, iya! Maafkan aku.”

Sesempurna itukah hidupmu, Oh Sehun?

To be continue…

****

Krik… krik…

HAHAHAHAHAHAH.

apasih.

ini apasih.

Jangan lupa tinggalkan komentar.

Kalo saya sih, NO COMMENT.

Thx. Dadah muah~

10 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Draft (Prolog)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s