[EXOFFI FREELANCE] Pedistrian (Chapter 2)

Pedistrian

Title : Pedistrian

Author : ainsleycarrie92

Length : chapter

Genre : romance,friendship,pshyco,school life

Rating : PG-17

Pairing :

(OC/You) Lee Eun Ji

(EXO) Do Kyungsoo

(EXO) Byun Baekhyun

(EXO) Park Chanyeol

(OC) Han Seo Bin

Desclaimer : plot ini adalah karya fiksi,this fiction is mine,fiction ini hanya untuk kepentingan entertainment,dan tokoh tokoh yang digunakan bukan milikku,tapi punya Tuhan dan Orang tuanya^^,fiksi ini tidak sesuai dengan karakter asli pemeran di dunia nyata.Jika ada kemiripan dengan ff lain itu bukan kesengajaan karena aku belum pernah baca ff kayak gini jujur.

PART 2

“Kau pikir kau bisa lari Lee Eun Ji?”

Aku terdiam menatapnya.Perasaanku mengatakan ini bukanlah hal baik yang dikatakan Kyungsoo,sementara pria dihadapanku itu hanya tertawa lalu menatapku lagi.Bukan dengan tatapan yang sama seperti tadi,kini tatapan itu menjadi lebih ramah dan bersahabat.

Namun kenyataannya,ketakutanku ini tidak berujung.Pupil mataku membesar dan mulutku terkatup.Ku mundurkan sedikit badanku untuk menghindar darinya,namun untuk kesekian kalinya ia tertawa dan menatapku dalam.

“Apa maksudmu?”ucapan lirih itu begitu saja terlontar dari mulutku.

“Kau takut?”tanyanya,sementara aku hanya diam.Dan ia kembali tertawa.

Cepat cepat aku meraih ponselku di dalam saku dan memencet nomor telfon Baekhyun.Namun tangan Kyungsoo menahanku.Ia tersenyum padaku.

“Aku akan mengantarmu pulang,”

“Tidak,tidak perlu,Baekhyun akan menjemputku,”jawabku cepat dan berusaha melepas tanganku.

“Kau harus menunggunya bukan?Lihat,hari sudah semakin petang,bahaya jika kau menunggu di sini sendirian,aku takut kau terluka Eun Ji-ah,”

Tapi firasatku mengatakan bahwa Kyungsoo lah bahaya yang kuhadapi saat ini.Dengan sedikit kasar aku menarik tanganku lalu pergi meninggalkannya.Samar samar dapat ku dengar suara tawanya.

Entah,aku tak tahu apa yang terjadi pada Kyungsoo sekarang.Mengapa ia menjadi seperti ini?Mengapa ia berbeda dengan Kyungsoo yang ku kenal dulu?Darahku berdesir dan otakku berputar mencari celah alasan mengapa Kyungsoo menjadi seperti ini.

Setahuku,ia anak yang ramah dan manis.Ia pintar,dan ia sangat perhatian.Maka dari itu aku menyukainya sampai sekarang.Walaupun ia sudah menjadi milik Han Seo Bin yang notabene adalah tunangannya itu.Tapi aku tidak peduli,aku tetap pada keyakinan bahwa suatu hari nanti Kyungsoo akan meninggalkan Seo Bin demi aku,mungkin aku terlalu berharap tapi inilah aku,sisi lain dari seorang Lee Eun Ji yang kasar dan banyak bicara,yang memendam perasaaan cintanya pada seorang pria bernama Do Kyungsoo selama hampir 5 tahun itu.

Aku melangkah menuju gerbang sekolah dengan cepat.Ku raih kembali ponselku mendekatkannya ke arah daun telinga dan berusaha menghubungi Baekhyun.Terdengar 3 kali bunyi dering sebelum Baekhyun mengangkatnya.

“Baekhyun,kumohon jemput aku sekarang,jebal,”

            Di dalam mobil,Baekhyun tanpa henti mengintrograsiku.Aku tahu sikapnya yang overprotektif ini menggangguku,tapi aku menyukainya.

Tapi untuk saat ini,atensiku masih pada perubahan sikap Kyungsoo yang sudah membuatku takut itu.

“Jadi ia berkata begitu padamu?”tanya Baekhyun,dan aku mengangguk lesu.

Aku menatapnya,aku tahu ia khawatir sekarang.Mengingat ia yang dulu memang tidak pernah menyukai Kyungsoo,sepertinya ia sekarang bertambah membenci pria bermata bulat itu.Tatapan matanya yang menyiratkan kebencian tidak bisa membohongiku.Aku tertawa kecil lalu berkata.

“Mungkin ia hanya sedang bercanda,”kataku,ya walaupun sebenarnya aku juga takut.

“Tidak,tidak mungkin begitu,aku tidak pernah percaya sedikitpun padanya cih,”kata Baekhyun lalu memukul sedikit setirnya.

“Sudahlah yang penting sekarang aku sudah aman,berhentilah mengomel seperti ahjumma,”kataku sambil tertawa kecil.

Baekhyun kembali mengerucutkan bibirnya kesal.Aku tahu,ia orang terakhir yang mengingat pesan ayahku sebelum ajal menjemputnya.Pesan itu bahwa ia harus menjagaku sepenuh jiwanya dan tidak akan pernah membiarkanku mati juga di tangan si pejalan kaki mengerikan itu.

Tapi,bukankah tidak menutup kemungkinan bahwa Kyungsoo lah si pejalan kaki mengerikan itu?

Tunggu,sejak kapan aku memiliki pemikiran bahwa Kyungsoo lah pembunuh dari seluruh anggota keluargaku?Bahkan ia sangat dekat dengan ayah dan ibuku waktu SMP dulu,jadi tidak ada alasan bahwa Kyungsoo lah yang menjadi ‘pejalan kaki mengerikan’ itu.

“Lihat ahjussi,ahjumma,aku membawakan arak buah kesukaan kalian,”

“Jinjja?Wah,Kyungsoo-ah,ini memang momen yang tepat,di saat Eun Ji sedang berulang tahun kau membawa arak buah,mari kita berpesta bersama,”

“Aku sudah memasakkan banyak sekali makanan untuk kalian,bahkan si kecil Seul Ji masih setia duduk di meja makan hahaha,”

“Baiklah,kajja kita makan bersama,”

Bayangan kebahagiaan itu membentuk lengkungan senyum di sudut bibirku.Ketika ulang tahunku yang ke 14 tahun,disaat Seul Ji baru berumur 10 tahun,dan Kyungsoo datang membawa arak buah kesukaan Ayah dan Ibu,aku benar benar ingat betul saat itu Kyungsoo menginap di rumahku dan menemaniku mengerjakan banyak tugas.Ya,tugas memang mengganggu pesta ulang tahun bukan?

Jadi tidak ada alasan bodoh untuk menuduh Kyungsoo adalah si pejalan kaki mengerikan itu.Tidak,itu tidak mungkin.Lebih baik ku tutup saja pemikiran tidak efektif ini dan mengalihkan atensiku pada jalanan yang ramai ini.

Aku menengok ke luar jendela sambil menyunggingkan senyum tipisku.Memegang sedikit jendela mobil yang tembus pandang dan memandang siluet jingga langit yang mulai beranjak senja.

“Pe-pejalan kaki itu,”

Mataku membulat,aku memundurkan badanku ke belakang ketika melihat bayangan pejalan kaki itu.Jaket hitamnya,dan maskernya,ia menatapku.Dengan jelas ia menatap mataku dan aku bisa tahu ia tengah menunjukkan smirknya.

“AKH!”

Aku berteriak,aku takut,aku sangat takut.Bahkan ia tahu keberadaanku yang ada di dalam mobil Baekhyun.Sementara Baekhyun mengerem mobilnya dengan mendadak.Menatapku penuh ke khawatiran.Aku memeluknya erat.

“Gwenchanayo?”tanya Baekhyun.

“Aku takut Baek,aku takut,aku benar benar takut,”lirihku.Tanganku bergetar sambil mengeratkan pelukanku padanya.

“Semuanya akan baik baik saja,tenanglah,ssh,”Baekhyun mengelus surai rambut cokelatku.

“Bagaimana jika ia memburuku sampai di rumahmu Baek,eottoke?”tanyaku sambil mendongak menatapnya.

“Ani,tidak mungkin,jika itu terjadi,kupastikan tidak ada satupun luka yang akan menggores kulitmu,gwenchana,kau tidak perlu takut,”kata Baekhyun yang masih berusaha menenangkanku.

Tok tok tok…

“BAEKHYUN-AH! NUGUYA?”teriakku panik begitu mendengar ada yang mengetuk kaca mobil Baekhyun.Aku memeluk lututku dan menggigiti ujung jariku dengan gemetar.

“Ani,ini hanya pengguna jalan lain,”dengan tenang Baekhyun menurunkan kaca mobilnya.Samar samar aku dapat mendengar namja itu marah marah pada Baekhyun.

“Ne,jeongmal mianhae,aku tadi sangat terkejut karena temanku ketakutan,mianhae,jeongmal mianhae,”kata Baekhyun.Ia menutup kembali kaca mobilnya lalu menatapku dan tersenyum.

“Lihat?Semuanya akan baik baik saja,”

            Mungkin efek karena ketakutanku pada Kyungsoo,dan kejadian tadi sore di mobil Baekhyun,kini aku tidur bersebelahan dengan Baekhyun.Namja itu memelukku sambil tersenyum tipis dan mengelus surai rambut cokelatku lembut.Membuatku sedikit tenang dan melupakan ketakutanku hari ini.

“Gwenchana,kau boleh tidur denganku malam ini,”kata Baekhyun,dan aku mengangguk.

“Tunggu,aku akan mengambilkan air minum untukmu,”Baekhyun melepaskan pelukannya padaku dan duduk,namun aku menahannya.

“Kajima,jangan tinggalkan aku sendiri Baek,”lirihku,ia malah tertawa kecil.

“Sebentar saja,tidak sampai 10 menit,tunggulah sebentar,”kata Baekhyun lalu melepaskan cengkraman tanganku pada lengannya.

Ia melangkah keluar kamar lalu menutupnya.Aku memeluk lututku.Memandang was was ke arah sekitar sambil mengeratkan selimutku.

Krek..

Bulu kudukku meremang.Suara itu,suara yang mengerikan itu,suara yang selama ini menjadi alarm kematian bagiku.

Suara pipa besi itu.

Aku menenggelamkan diriku di balik selimut dengan tubuh yang bergetar.Dapat kudengar suara itu mendekat dan aku menggigit bibir bawahku.Memeluk lututku dalam keadaan tertidur dan berharap Baekhyun segera kembali.

Tok tok tok..

Jebal,ia mengetuk jendela besar kamar Baekhyun.Suasana kamar ini menjadi mencekam dengan keberadaannya yang membuatku takut.Samar samar dapat ku dengar suara tawanya dan pukulan pipa besinya pada tanah.

“Jadi di sini tempat tinggalmu sekarang Lee Eun Ji?Lelahnya dua hari ini aku mencarimu,”tawanya tak terhenti,namun aku masih menggigil di balik selimut.

“Kau pikir aku tidak akan menemukanmu?Kau salah!”kini suaranya berubah mengerikan.

“Aku,tetap bisa membunuhmu kapanpun aku mau,bahkan mungkin sekarang aku akan membunuhmu,”

“Baekhyun-ah!”teriakku,bodoh memang,membuatnya mengetahui keberadaanku.Ku dengar lagi suara tawanya.

“Lihat,kau benar benar ketakutan sekarang,”

“Baekhyun-ah! Jebal! Palliwa!”teriakku ketakutan.Bahkan rasanya seluruh tubuhku tak bisa bergerak.

Pyar!

“AKH!”teriakku begitu pejalan kaki itu memecahkan kaca jendela Baekhyun dengan pipa besinya.Aku ketakutan,aku benar benar takut jika ini akhir hidupku.

“Baekhyun-ah palliwa,”lirihku ketakutan.

“Kau pikir selimut tempat yang aman?”tanyanya,tanpa melihatnya aku bisa tahu ia berjalan memutariku.

“Kau pikir aku tak bisa menemukanmu jika kau berada di balik selimut?”tanyanya lagi.

Bugh!

Satu pukulan ia daratkan di bagian kakiku.Nyeri mulai menjalar ke seluruh alat gerakku ini.Ku tahan teriakkan kesakitanku agar tidak menambah buruk suasana.Sementara aku masih berharap bahwa Baekhyun akan segera kembali.

“Kau tahu mengapa aku membunuhmu dan keluargamu?”tanyanya di selingi tawa  mengerikan.Dapat kurasakan ia membuat gerakan memutar di tanganku dengan pipa besinya.

“Sebenarnya keluargamu tidak memiliki salah apapun padaku,”

“Tapi kau,kau melanggar janjimu padaku,mengapa kau masih mengganggunya?”

“Mengapa kau mengganggu fikiranku dan mengganggu masa depan bahagiaku Lee Eun Ji?”

(^.^) TO BE CONTINUED (^.^)

 

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Pedistrian (Chapter 2)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s