Daisy (Chapter 1) By. PutriNami

Title : Daisy // Author :PutriNami //Main cast : Kim Jongin (EXO), Park Nara (OC), Park Chanyeol (EXO), Choi Jinri (FX), // Length: Chapter// Genre : Sad (mungkin). Romance (mungkin) AU//Rating :General//

5489e55e3301773e96d5d086c615b0cd

 

FF INI 100% DARI PEMIKIRAN AUTHOR. SAMA SEKALI TAK ADA UNSUR PLAGIAT DI DALAMNYA. DILARANG KERAS MEMPOSTING ULANG FF INI TANPA IJIN AUTHOR. DILARANG KERAS COPAS.

 

Warning Typo bertebaran

 

Daisy. Siapa kau sebenarnya?

 

 

 

HAPPY READING GAESS ^^

 

 

seorang gadis berambut panjang – berwajah pucat tanpa riasan make up sedikitpun – bibir mungilnya bergetar karena bendungan air mata yang sejak tadi tertahan di pelupuk matanya. gadis itu  mengenakan dres hitam selutut – gadis itu berdiri sambil menggenggam erat setangkai bunga daisy bewarna putih. Gadis itu menunduk memandangi gundukan tanah yang masih basah. Tetes air mata kini tampak jelas terlihat membasahi pipi putihnya. Tubuhnya bergetar, rasanya kakinya sudah tidak sanggup lagi menopang tubuhnya yang kurus. Gadis itu terkulai lemas di atas gundukan tanah . terdengar jelas isakan tangis keluar dari bibir mungilnya – menyebut sebuah nama “Minhyuk” . nama itu. hanya nama itu yang gadis itu ucapkan di sela-sela tangisnya. Sesak. Rasa sesak kini terasa di dadanya. Rasanya seluruh jiwanya pergi – lelaki itu pergi membawa serta jiwanya.

 

“Mianhae..semua ini salahku”

 

 

~~00~~

 

Sekang university

 

 

“Jongin-ah..Jongin…??” seorang pria  bertubuh tinggi berlari terengah-engah ke arah pria tampan berkulit sedikit gelap yang sedang asik menikmati segelas Latte di bangku taman kampusnya.

 

“ada apa?” jawab Jongin ke arah teman-nya itu.

 

“gawat…gawat”

 

jongin menaikkan sebelah alisnya heran – mengalihkan perhatiannya pada temannya itu. “Chanyeol-si tenanglah dulu. Kau bisa menjelaskan semuanya perlahan-lahan”. Pria tinggi bernama Chanyeol – yang tadinya berdiri di hadapan Jongin, kini duduk di sebelah Jongin – mengatur nafasnya yang masih belum teratur karena berlari.

 

“ada apa?” tanya Jongin setelah melihat Chanyeol yang mulai tenang.

 

“gawat…aku melupakan makalah makro ku di bus pagi tadi. Dan bodohnya aku baru menyadarinya sepuluh menit yang lalu. Ottokhae.”

 

“Mwo?? aigoo…kenapa kau bodoh sekali.tck..tck..tck..” mendengar ucapan Jongin padanya – Chanyeol menekuk wajahnya sedikit kesal. Bukannya membantu Chanyeol, Jongin malah asik menertawakan Chanyeol.

 

“YA’ -___-“ protes chanyeol – memukul lengan Jongin. Jongin mengusap lengan bekas pukulan Chanyeol – masih sedikit terkekeh geli. “Ya…berhentilah menertawakanku”

 

“emm arrasheo…arrasheo…” Jongin sedikit bisa mengendalikan tawanya. “ lalu kau mau apa? kalau makalahmu hilang – kenapa kau malah datang padaku? Bukankah seharusnya kau ke perpustakaan?” tanya Jongin. Jongin heran dengan temannya yang satu ini. bukankah seharusnya Chanyeol tak berlari ke arahnya saat ini – harusnya Chanyeol berlari ke arah perpustakaan untuk mengerjakan kembali tugas yang hilang itu.

 

“Mwo?? maksudmu – kau menyuruhku untuk mengerjakan makalah itu – saat ini – di saat waktunya tersisah sejam lagi??” ucap Chanyeol membulatkan matanya tak percaya. Bagaimana bisa ia mengerjakan makalah yang membutuhkan waktu dua hari untuk menyelesaikannya – hanya dalam waktu satu jam??

 

Jongin mengangguk – mengiyakan semua pertanyaan chanyeol padanya. Bagi jongin – ia hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam – jika hanya mengerjakan makalah seperti itu.

 

“Ya’…aku tak sepintar dirimu. Mana mungkin aku mengerjakan semua makalah memusingkan itu kurang dari satu jam. Bisa-bisa kepalaku meledak karena stress. Belum lagi kurva-kurva sialan itu. membuat garis lurus saja aku tak yakin. Apa lagi membuat Kurva pendapatan dan apalah itu. aku tak peduli” gerutu chanyeol. Yah itulah Chanyeol. Walau wajahnya tampan, betubuh tinggi. Namun sayang sekali – otaknya sangat pas-pasan. Chanyeol hanya sibuk bermain bersama temannya yang lain. Yah kalau Jongin tak usah di tanya lagi. Jongin memiliki otak di atas rata-rata. Semua dosen bahkan mengakui kepintarannya.

 

“lalu kau mau apa?”

 

“emm….kalau boleh sih..emmm” Chanyeol mengaruk tengkuknya yang tidak gatal – memperlihatkan deretan gigi putihnya di hadapan Jongin.

 

Jongin memutar kedua bola matanya malas. Harusnya Jongin menyadari maksud kedatangan Chanyeol padanya – Chanyeol ingin menyalin Tugas makalah Jongin. Yahh…walau ia baru saja mengenal chanyeol selama dua bulan. Tapi sedikit banyak, ia sudah tau bagaimana sifat chanyeol yang pemalas dan ceroboh.

 

Baru dua bulan ini Jongin melanjutkan kuliahnya di Korea. Sebelumnya Jongin kuliah di salah satu universitas yang cukup terkenal di jerman. Tapi karena suatu alasan – Jongin memutuskan untuk kembali dan melanjutkan kuliahnya di jurusan ekonomi manajemen di Korea.

 

“emm..Arrasheo…” jawab Jongin singkat – mengeluarkan makalah yang ada dalam tasnya – membuat Chanyeol lagi-lagi memamerkan deratan giginya.

 

“Gumawooooo”

 

~~00~~

 

Hari ini Jongin pulang sedikit larut. Ada banyak tugas yang di bebankan dosen choi padanya dan alhasil – Jongin harus mengerjakan semuanya di perpustakaan kampus.

 

Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 Pm. Jongin menghembuskan nafas beratnya sambil terus melangkahkan kakinya. Udara Korea malam ini cukup dingin mengingat Korea baru saja memasukin musim semi. Jongin memasukkan kedua tangannya di saku celananya – sedikit menghangatkan tangannya yang lumayan dingin.

 

Seperti biasa. Jongin pulang mengenakan bus umum. Sebenarnya Jongin memiliki mobil pribadi, namun entah kenapa, Jongin lebih menyukai mengenakan kendaraan umum.

 

Sambil menunggu bus – Jongin duduk di sebuah halte yang tak jauh dari kampusnya. Karena bosan – Jongin melihat ke sekitar. Memandangi keindahan malam kota Seoul.

 

Di tengah keindahan malam Kota Seoul – kini Pandangan Jongin teralih pada seorang gadis. Entah mengapa – gadis itu terlihat aneh. Udara malam ini cukup dingin. Tapi gadis itu hanya mengenakan Dres selutut bewarna hitam. Dan lagi, gadis itu membawa setangkai bunga daisy bewarna putih.

 

Jongin menaikkan sebelah alisnya heran. Malam dingin seperti ini dan memakai dres hitam – membawa bunga ?? aneh. Itulah yang ada di pikiran Jongin. Melihat wajah gadis itu – gadis itu berjalan menatap ke depan dengan pandangan kosong. Gadis itu terus melangkahkan kakinya – hingga akhirnya berhenti tepat di halte – tempat Jongin saat ini menunggu bus.

 

Tak lama kemudian. Bus yang Jongin tunggu sejak tadi – akhirnya tiba. Orang-orang yang juga kebutulan menunggu bus itu – satu persatu menaiki bus itu. tadinya Jongin ingin menaiki bus itu – namun Jongin mengurungkan niatnya saat menyadari gadis berdres hitam itu tetap diam di tempatnya – masih dengan tatapan kosong. Ada rasa khawatir di hatinya. walau bagaimanapun ada seorang gadis sendiri di halte terlebih ini sudah malam.

 

Jongin kembali duduk di sebelah gadis itu. ia memutuskan naik pada bus selanjutnya. Setidaknya masih ada satu atau dua bus yang akan lewat di halte ini. mungkin saja gadis ini akan menaiki bus selanjutnya. Namun hingga bus terakhir lewat – gadis ini masih saja tak beranjak dari duduknya – membuat Jongin sedikit kebingungan.

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.15 Pm. Gadis itu akhirnya bangkit dari duduknya – membuat Jongin terbangun dari tidurnya. Yah..karena terlalu lelah menunggu gadis itu – Jongin sempat ketiduran.

 

Gadis itu beranjak – melangkahkan Kakinya dalam diam. Jongin hanya memandangi punggung gadis itu yang semakin menjauh. Lagi-lagi Jongin mengerutkan dahinya – bingung. Entah dimana dan kapan – sepertinya ini bukan pertama kalinya Jongin bertemu gadis itu.

 

Baru saja Jongin ingin meninggalkan tempat ini – tapi pandangannya lagi-lagi teralihkan. Tapi kali ini – pandangannya teralihkan pada setangkai bunga yang tergeletak begitu saja – di atas bangku halte – tempat yang gadis tadi duduki.

 

Waktu menunjukkan pukul 02.30 Am. Jongin sama sekali tidak bisa tidur. tiba-tiba Jongin teringat pada setangkai Bunga daisy yang gadis itu tinggalkan di halte. Jongin beranjak dari kasurnya – mengabil setangkai bunga daisy yang ia letakkan di atas meja belajarnya. Jongin terus memandangi bunga itu. setangkai bunga Daisy putih. Ada banyak pertanyaan yang terus berputar di kepalanya saat ini. siapa gadis itu? kenapa ia memakai pakaian gelap dan tipis di tengah malam yang dingin? Kenapa ia membawa setangkai daisy? Apa yang terjadi dengannya? . semua pertanyaan-pertanyaan itu kini memenuhi pikirannya.namun ada satu pertanyaan yang sangat mengganggu Jongin.

 

“dimana aku pernah melihat gadis itu?”

 

~~00~~

 

Falkutas Ekonomi Sekang University

 

“Jongin-ah…ya’ Jongin-ah…Yaaaaa…Kim Jongin. Bangun…ya’…” ucap Chanyeol setengah berbisik. Chanyeol terus menyikut lengan Jongin – membangunkan Jongin yang entah sejak kapan tertidur di tengah pelajaran. Mata chanyeol bergantian meliahat Jongin dan juga dosen yang tengah menjelaskan di depan – takut Jika ia ketahuan sedang membangunkan Jongin yang tengah tertidur pulas.

 

“eng…” akhirnya Jongin bangun. Ia mengucek matanya dan sesekali menguap. Melihat tingkah Jongin yang seperti ini membuat Chanyeol mengangkat kedua alisnya – bingung. Tidak seperti biasanya. Ini pertama kalinya melihat Jongin seperti ini – tertidur dalam kelas. Apa yang Jongin lakukan semalam?? jam berapa tepatnya ia tidur semalam. hingga membuatnya tidur di kelas seperti ini?. Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya tak percaya.

 

 

“Ya’…kau kenapa? Tak biasanya kau tidur di kelas” tanya Chanyeol yang berjalan di sebalah Jongin.

 

“molla…. semalam aku tak bisa tidur” jawab Jongin acuh sambil memasang airphone di telinganya – melanjutkan langkahnya – di susul Chanyeol yang mengekorinya.

 

Cafetaria Kampus.

 

Chanyeol dan Jongin kini duduk di salah satu meja yang ada di kantin kampus. Di meja mereka ada beberapa Roti, semangkuk udon, seporsis kimbab, sebotol air mineral, dan dua gelas jus jeruk. Meja mereka hampir penuh karena makanan-makanan itu.

 

“Ya’…apa di rumah kau tak di beri makan ibu mu?” tanya Jongin tak percaya. Bagaimana tidak. Hampir semua makanan yang ada di meja adalah pesanan Chanyeol. Dengan melihat makanan ini saja sudah membuat Jonging kenyang. Padahal Jongin hanya memakan sebungkus roti ikan dan segelas Jus jeruk.

 

“aku lapar. Sudah diam saja. jangan ganggu aku arrasheo” omel Chanyeol pada Jongin.

 

 

~growl-exo~ (suara panggilan ponsel)

 

Tiba-tiba ponsel Chanyeol bordering – menandakan ada panggilan masuk. Chanyeol mengambil ponsel yang ada di saku celana-nya dan melihat nama yang tertera pada layar ponselnya. Seketika senyum chanyeol terukir di wajahnya.

 

“Hai Chagi ^^” ucap chanyeol dengan nada aegyo setelah mengangkat panggilan ponselnya. Melihat tingkah Chanyeol membuat perut Jongin tiba-tiba mual. Bagaimana bisa – Chanyeol yang baru saja mengomeli Jongin kini tiba-tiba berubah menjadi manja seperti ini. Jongin hanya bisa memutar bola matanya malas.

 

“..”

 

“aku?? Aku sedang di cafeteria bersama Jongin. Wae?”

 

“…”

 

“sekarang? Tapi aku sedang makan Chagi. Nanti saja oh?”

 

“…”

 

“emm arrasheo..arrasheo..aku akan mengangtarnya. Jangan marah oh”

 

“..”

 

“emm bye.bye..Miss you to chagi”

 

~tut..tut..tut..

 

“ayo pergi” Chanyeol tiba-tiba berdiri dan mengambil tas yang ada di sebelah kursinya.

 

“kemana?”

 

“ke parkiran”

 

“parkiran? Lalu bagaimana dengan semua makanan ini?” tanya Jongin – mulai kebingungan.

 

“Jinri melupakan bukunya di mobil. Lalu ia menyuruhku untuk mengantarkan buku itu padanya” Chanyeol menghembuskan nafasnya beratnya. Sesungguhnya Chanyeol juga tak ingin pergi. Ia tak rela meninggalkan semua makanan yang ada di meja itu. tapi mau di apa lagi. Jinri bisa marah jika chanyeol tak membawakannya buku itu. Bahaya jika Jinri sampai marah. Jinri tak akan mau mengangkat ponselnya atau bahkan bertemu Chanyeol selama seminggu. Dan jika semua itu sudah terjadi, Chanyeol tidak tau harus berbuat apa lagi – sesungguhnya Chanyeol tak bisa hidup tanpa Jinri. Jadi karena itulah – Chanyeol lebih memilih Jinri dari pada makanan yang ada di meja saat ini.

 

 

“Kau bawa mobil? Bukankah biasanya kau naik bus?”

 

“hari ini Jinri membawa banyak buku dan beberapa alat peraga kedokteran. Karena itu aku lebih memilih bawa mobil daripada naik bus” jelas chanyeol – menutup pintu mobilnya setelah menemukan buku yang Jinri maksud tadi. Mendengar penjelasan Chanyeol – Jongin mengangguk-angguk mengerti dan berjalan di belakang Chanyeol.

 

Kekasih Chanyeol yang bernama Choi Jinri adalah mahasiswa kedokteran semester 6 di Sekang university. Chanyeol dan Jinri telah menjalin kasih sejak mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Dari mereka masih SMA – Chanyeol dan Jinri tak pernah bepisah. Mereka selalu saja berada di kelas yang sama. Namun sejak mereka kuliah. Jinri memutuskan untuk mengambil jurusan kedokteran. Chanyeol kali ini tak bisa mengikuti Jinri ke jurusan kedokteran, maka dari itu Chanyeol mati-matian belajar agar bisa masuk ke jurusan ekonomi di Sekang university. Walaupun mereka berbeda jurusan, setidaknya mereka berada di universitas yang sama.

 

Falkutas Kedokteran Sekang university

 

“kau tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini oh”

 

“Mwo?”

 

“alahh..tak usah berpura-pura seperti itu oh. Lihatlah..ada banyak gadis cantik disini. ani…tak hanya cantik..mereka juga sudah pasti berotak cerdas” ucap chanyeol bersemangat sambil menunjuk ke beberapa mahasiswi kedokteran yang kebetulan berpapasan dengan mereka. Membuat Jongin sedikit malu dengan tingkah Chanyeol saat ini.

 

“ahh..tapi sayang sekali. Kau tak akan mendapatkan gadis secantik Jinri ku” ucap Chanyeol lagi sambil senyum-senyum sendiri. “ahh masih ada satu gadis lagi. bahkan lebih cantik dari Jinri” sambung Chanyeol – menepuk bahu Jongin.

 

“mwo?” tanya Jongin tak mengerti. Chanyeol memandangi wajah Jongin. Ia mengembuskan nafas beratnya – menepuk-nepuk bahu Jongin – lagi – membuat Jongin menaikkan sebelah alisnya tak mengerti.

 

“sudahlah..lupakan saja. aku tak ingin melihatmu sakit hati teman” gumam chanyeol – melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.

 

 

“Chagiyaaa….” teriak gadis di ujung sana. Mendengar teriakan itu – Chanyeol mengerakkan tubuhnya pada sumber suara. Ia sangat tau siapa si pemilik suara itu – Choi Jinri kekasinya.

 

Setelah menemukan Jinri. Chanyeol mengangkat lengannya dan mengibas-ngibaskannya di udara sambil tersenyum manis.

 

Jongin lagi-lagi memutar bola matanya malas. Jongin memutuskan untuk meninggalkan Chanyeol dan Jinri berdua saja. Jongin sudah sangat hafal bagaimana tingkah sepasang kekasih ini jika sudah bertemu. Kalau mereka tidak bertengkar..maka mereka akan bertingkah aneh menurut jongin. Tingkah aneh yang selalu berhasil membuat Jongin mual melihatnya – aegyo – Jongin sangat tak tahan jika melihat seseorang beraegyo di hadapannya. Dan itulah yang pasangan ini lakukan jika mereka bertemu.

 

“Ya’…Ya’….kau mau kemana?” teriak chanyeol yang melihat Jongin meninggalkannya.

 

“jalan-jalan sebentar. Aku tak tahan melihat tingkah kalian berdua” jawab Jongin yang terus melanjutkan langkahnya.

 

“Cih…ada apa dengannya”

 

“sudahlah Chagi. Dia hanya iri melihat kita”

 

 

 

Jongin mengitari falkutas kedokteran . bangunan falkutas kedokteran sangat berbeda dengan bangunan falkutas ekonomi. Bangunan di sini bernuangsa putih. Aroma bangunan ini sama seperti aroma khas rumah sakit. Di dinding koridor bangunan ini  berjejer rapi poster-poster ala kedokteran. Para mahasiswa dan mahasiswinya mengenakan setelan jas putih layaknya yang dokter pada umumnya kenakan. Mereka tampak sibuk. Sepertinya hanya dirinyalah yang tak sibuk dalam bangunan ini.

 

Setelah puas mengelilingi falkutas kedokteran – Jongin memutuskan menuju taman yang tersedia di falkutas ini. taman ini cukup ramai. Terlihat beberapa mahasiswa yang sedang mengobrol satu sama lain. Ada yang sedang membaca bacaannya. Dan ada juga yang hanya sekadar duduk memandangi bunga-bunga yang ada di hadapannya.

 

Seketika Jongin membulatkan matanya saat melihat salah mahasiswi yang sedang asik memandangi bunga yang ada di hadapannya. Gadis itu… gadis berdres hitam…gadis yang Jongin temui semalam…gadis yang membuat Jongin tak bisa tidur.

 

“gadis itu mahasiswi di bisini?”

 

 

“kemana anak itu?? apa anak itu sudah pulang?”

 

Sejak tadi Chanyeol mencari Jongin. Entah kemana perginya Jongin. Chanyeol tak kunjung menemukannya. Berkali-kali Chanyeol menghubungi Jongin, tapi ponsel Jongin tak aktif.

 

Chanyeol mengalihkan dan menajamkan pengheliatannya ke segela arah. Mungkin saja Jongin ada di sekitarnya.

 

~growl-EXO (suara panggilan ponsel)

 

“emm chagi wae?” jawab Chanyeol

 

“kenapa temanmu ada disini?”

 

“nugu?”

 

“Jongin..Kim Jongin. Sejak tadi ia terus berdiri di depan pintu kelasku. Aneh sekali”

 

“MWO?”

 

“cepat jemput dia. Sejak tadi dia membuat gadis-gadis yang ada di kelasku berubah menjadi centil. Aiss menyebalkan seka – Ya’..Ya’..Park chanyeol….. “ belum sempat Jinri menyelesaikan ucapannya – Chanyeol sudah memutuskan panggilannya.

 

 

“wahh…Daebak. bahkan para gadis di falkutas kedokter juga tergila-gila padamu. Aku pikir hanya gadis yang ada di falkutas kita saja yang menjadi gila karena mu” ucap chanyeol sambil menyetir mobinya – sesekali melirik ke arah Jongin yang hanya duduk diam memandangi pemandangan di luar.

 

“Ya’..Kim Jongin. Apa kau mendengarku……”

 

“O’?”

 

“Ya’…Kim Jongin. Jadi sejak tadi kau tak mendengarku?? Astaga kau ini” Chanyeol mempout bibirnya kesal. Jadi sejak tadi Chanyeol berbicara pada angin?? Wahh Kim Jongin sunggunh keterlaluan.

 

“oo…emmm..Chanyeoli…beri aku kontak Jinri”

 

“Mwo??”

 

“Jinri. Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padanya”

 

“apa yang ingin kau tanyakan padanya? Tak bisakah kau menanyakan padaku saja??”

 

Jongin menghembuskan nafas beratnya. Sebenarnya apa yang temannya ini pikirkan?? Apa susahnya sih memberikan nomor kontak Jinri pada Jongin?? Apa chanyeol pikir Jongin akan berbuat sesuatu pada Jinri atau berusaha merubut Jinri darinya?? Astaga ayolah.. Jongin sama sekali tak berniat merebut Jinri dari chanyeol. Kenapa pikiran lelaki ini pendek sekali -__-“

 

 

 

~~00~~

 

Setelah perdebatan yang cukup panjang. Akhirnya Jongin memutuskan untuk bertemu Jinri di salah satu Café yang ada di gangnam – bersama Chanyeol.

 

“ada apa? kenapa kau ingin bertemu denganku?” tanya Jinri setelah meletakkan gelas Americano-nya di meja.

 

“ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu”

 

“apa?”

 

“nde apa itu. apa yang ingin kau tanyakan pada kekasihku?”

 

“Ya’ Park Chanyeol. Bisakah kau diam dulu?”

 

“Mian Chagi hehe”

 

Jongin lagi-lagi memutal bola matanya malas. Sejak tadi chanyeol terus curiga padanya. Curiga kalau Jongin memiliki maksud lain pada kekasihnya.

 

“apa kau kenal gadis ini?? tadi aku lihat kalian ada di kelas yang sama” tanya Jongin sambil memperlihatkan gambar seorang gadis yang ada di polselnya.

 

Jinri mngambil ponsel Jongin dan mempertajam pengheliatannya. Chanyeol yang juga penasaran kini mendekat ke arah kekasihnya – melihat siapa gadis yang ada di ponsel Jongin.

 

“O’…bukankah dia Park Nara?” ucap Chanyeol menatap Jongin dan Jinri bergantian. Sulli hanya mengangguk mengiyakan sambil menatap Jongin.

 

“Nara?” tanya Jongin.

 

“emm..namanya Park Nara. Dia teman sekelas ku. dari mana kau mendapatkan foto Nara?” tanya Jinri penasaran.

 

“ahh..itu….ahh lupakan. Jadi namanya Nara?” tanya Jongin lagi – memastikan.

 

“emm nde”

 

“jadi kau memanggil Jinri hanya untuk menanyakan Nara?? Aigoo…kenapa kau tidak tanya saja padaku”

 

“kau mengenalnya??”

 

“tentu saja. bahkan hampir semua pria di kampus kita mengenalnya”

 

“Mwo?? apa maksudmu??”

 

“kau ingat gadis yang  aku ceritakan padamu siang tadi” Jongin mencoba mengingat cerita itu. tapi sepertinya Jongin melupakannya. Melihat Jongin yang hanya diam – Chanyeol menghembuskan nafasnya. “mahasiswi kedokteran yang paling cantik” sambung Chanyeol sedikit kesal.

 

“aahh…itu…” akhirnya Jongin ingat. Tapi di sisi lain. Ada seorang gadis yang menatap Chanyeol dengan tatapan membunuh. Secara tidak langsung Chanyeol mengakui bahwa Nara lebih cantik dari kekasihnya.

 

PLETAK….

 

“chagi kenapa kau memukulku” tanya chanyeol sambil mengusap kepalanya yang kena jitakan Jinri.

 

“Jongin-ah mianhae. Sepertinya aku harus pulang. Masih banyak tugas yang haru aku selesaikan. Anyeong” setelah berpamitan pada Jongin – Jinri melangkahkan kakinya keluar dari café itu tanpa memandang Chanyeol sedikitpun.

 

“Jinri-ya…Jinri-ya…Ya’..Choi Jinri” teriak Chanyeol, namun yang di teriyaki telah menghilang di balik pintu café. Chanyeol sepertinya akan tersiksa satu minggu ini. Chanyeol menghembuskan nafas beratnya – Lagi.

 

“ceritakan padaku tentang Nara” tanya Jongin setelah melihat Chanyeol yang sudah sedikit tenang.

 

Chanyeol mengambil gelas di hadapannya – meminum seteguk Hot Chocolate – sebelum menjawab pertanyaan Jongin.

 

“Baiklah. Nara adalah bunga di kampus kita. hampir semua Pria menyukainya. dia cantik…pintar…kaya dan yang paling penting, dia itu baik hati. Nara di kenal sering membantu orang tua dan anak yatim di beberapa yayasan. Nara juga adalah donator tetap di salah satu panti asuhan yang ada di jeju”

 

“dari mana kau mengetahui semua itu?”

 

“ahh…kebetulan saja. ibuku juga salah satu donator di panti asuhan itu. ahh sudah lupakan.” Jonging mengangguk mengerti.

 

“tapi kenapa kau menanyakan Nara?? Apa kau menyukainya?”

 

“ahh…itu..emm..aku hanya penasaran dengannya”

 

“sebaiknya kau tak usah berharap banyak padanya”

 

“wae?”

 

“Nara tak akan pernah memandangmu. Ani..bahkan bukan hanya kau saja. tapi semua pria yang mencoba untuk mendekatinya. Selama ini belum ada satupun pria yang berhasil mendapatkannya. Bahkan hanya untuk mendengar suaranya saja sangat sulit”

 

“Nara? Park Nara?”

 

 

 

TBC.

 

Haloha..ketemu lagi dengan putriNami. Ini FF sad kedua aku. Gak yakin juga sih Sad-nya bakal berhasil atau malah gagal. Sebenarnya author agak kurang masalah FF sad. Author taunya Cuma comedy romantis seperti ff author yang lainnya hehehe. Yaudah seperti biasa…jangan lupa jejaknya cingu ^^

 

5 tanggapan untuk “Daisy (Chapter 1) By. PutriNami”

  1. Wahhh…
    Penasaran sama jdulnya akhirnya baca ff ini…stlh baca..hmm…menarik jg…
    Hehehehe…,jd penasaran sama kelanjutannya….
    Tau2 eh….udah tbc lg…
    Lanjut ya chingu,..
    Fighting

  2. Woaa nara yg nangisin makamnya minhyuk kan? Pantes aja kalo dia gak bakal nanggepin cowok lain.. ceritanya seruu ceweknya misterius gitu ke cowok… keren keren.. ditunggu next chapnya kekeke ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s