[EXOFFI FREELANCE] Dracula (Chapter 1)

D.O PHT Men's Style (3)

DRACULA

Chapter One

Author: cutanyaknazwa

Cast: DO Kyungsoo-EXO*K

Park Seon Jae-OC

Order Cast: Kim Joon Myun-EXO*K

Kim Corong-APink

Kim jong dae-EXO*M

Genre: Romance, Sad, family,Fantasy.

Lenght : Chapter

Disclamer: typo bertebaran, gaje? Itu pasti. Nocopas! Ini hasil karya ku sendiri.

_*

_*

_*

_*

_*

_*

_*

_*

_*

Seorang gadis berjalan di atas red karpet menuju altar hingga ia sampai kehadapan sang

pasangan yang tak lain bernama DO kyung soo dan sang pendeta.

Gadis ini mengunakan gaun panjang hingga menyapu lantai. Dengan rambut yang di gulung

menjadi indah dengan mawar-mawar putih yang menarik. Serta make up yang

menyempurnakannya menjadi lebih indah lagi.

Sebuah janji suci telah diucapkannya 17 menit yang lalu bersama sang kekasih atau bisa

dikatakan bahwa sang pasangan adalah seorang pria yang dijodohkan orang tuanya

untuknya. Mereka hanya berkenalan selama tiga hari mereka juga tak akrab dan tak terlalu

mengenal satu sama lain. Masih sangat canggung. Mereka masih seorang mahasiswa dan

mahasiswi di sebuah kampus bahasa yang sama di korea.

Semua tamu bersorak gembira saat sang pria mengecup kening sang gadis dengan lembut.

Hari itu Berjalan lancar. Itu lah yang dapat didefinisikan.

Park soen jae dan do kyungsoo telah resmi menjadi sepasang suami istri. Kini park soen jae

telah menjadi nyonya DO.

Bahagia . itu yang terlihat dari pihak keluarga. Sedangkan DO dan soen jae mereka hanya

diam dan tak melampiaskan ekspresi senang sama sekali. Ya, mereka menikah tanpa dasar

cinta jadi wajar saja bukan.

>>>>>>

21.00 KSt

D.O dan soen jae sudah berada dalam rumah megah baru mereka.

Dengan pembantu yang berjumlah tiga orang, dan satu supir. Mereka terlahir dari keluarga

yang kaya raya. Orang tua kyungsoo seorang dokter terkenal di korea , orang tuanya juga

memiliki banyak rumah sakit. Sedangkan ayah soen jae adalah seorang pengusaha dan ibu

soen jae seorang disigner ternama di korea.

Malam ini sangat dingin ditambah lagi dengan keadaan yang canggung ini. Mereka sudah

berganti pakaian sejak sejam yang lalu.

“kau…” ucap D.O sambil menatap layar ponselnya.

“oe?”

“kita tak mungkin berbagi ranjang, jadi kau tidur disofa sedangkan aku di ranjang” ucap D.O

santai tanpa menatap gadis yang sedari tadi melongo medengar penuturan kata yang

diucapkan do kyungsoo.

Soen jae hanya diam , ia masih menghayati setiap kata yang diucapkan D.O beberapa

menit yang lalu.

“ak-aku…” lirih soen jae gugup.

“tidurlah…” ucap D.O mematikan saklar lampu. Seketika kamar itu menjadi gelap.

Gadis itu langsung berjalan lemas menuju sofa yang memang ukuran sofa itu big size. Bisa

dibayangkan bukan bagaimana rasanya tidur disofa?

-bagaimana dia bisa membiarkan seorang gadis tidur di sofa? Kejam. Bahkan dia tak

memberikan satu pun bantal ataupun selimut yang hangat untuk ku. Tak taukah dia

penghangat ruangan di kamar ini belum di pasang?. Bisakah dia membiarkan aku tidur di

ranjang dan dia tidur di sofa. Rasanya seluruh badan ku telah remuk. Seharian ini aku terus

berdiri untuk menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. Di tambah lagi aku akan

masuk kampus mulai esok. Bagaimana lelahnya aku hari ini?. Pikir soen jae sambil

membalut tubuhnya dengan jaket tebal miliknya.

Lalu ia pasangkan earphone ditelinganya mendengar lagu love love love _EXO. Lalu tidur.

Di lain sisi DO kyungsoo yang sedari tadi pura-pura terlelap perlahan beranjak dari tidurnya

sambil membawa satu bantal dan selimut tebal dari lemari. Lalu ia letakkan bantal itu lembut

di bawah kepala soen jae pelan dan lembut setelah itu ia pakaikan selimut tebal itu di tubuh

soen jae perlahan agar tak mengusik tidurnya.

“begini lebih baik” ucapnya lirih bahkan tidak terdengar.

>>>>>>>>

Keesokan harinya

08.03 KST

D.O dan soen jae telah bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Mereka pergi dengan perut

kosong. Soen jae tak pintar memasak. D.O sempat berdecak beberapa kali ketika perutnya

berbunyi. Soen jae telah beberapa kali meminta maaf. Tapi D.O tidak merespon.

Mereka diantar dengan mobil oleh seorang sopir.

Diperjalanan mereka hanya terdiam. D.O memainkan jari-jarinya sementara Soen jae ia

hanya memutar-mutar ujung rok nya.

‘DRRT DRRT DRRT’

Ponsel D.O berbunyi.

“hallo?”

“ya omma. Ara ara”

Omma. Ya, yang menelpon D.O adalah omma. Sedari tadi soen jae hanya menatap D.O

dengan tatapan penasarannya.

“apa yang kau lihat?” ucap D.O tiba-tiba sambil melirik kearah soen jae cepat.

Dia hanya menggeleng lemah melihat sorot mata D.O yang mengkilat itu membuatnya

merasa takut.

“omma akan datang nanti siang” ucap D.O singkkat tanpa melirik setelah itu ia turun dari

mobil .

Soen jae bingung kenapa dia turun? Padahalkan jarak kampu masih 2km lagi.

“turun” ucap D.O setelah membuka pintu samping soen jae.

“jinja?”

“aku tak ingin ada yang melihat aku dan kau berada dalam satu mobil” ucap D.O datar.

Soen jae langsung turun tanpa memikirkan apapun.

Mobil pun melaju cepat sementara soen jae berjalan lemas.

Egois…

>>>>>>>>>

Sedari tadi soen jae hanya termenung menatap lapangan didepannya.

“apa yang kau pikirkan?” ucap seseorang menepuk bahu soen jae seraya duduk

disampingnya.

“oe?” soen jae memalingkan mukanya ke arah pria yang duduk disampingnya.

“aku Joonmyun kau pasti mengenalku kan?” ucap nya antusias sembari mengulurkan

tangannya.

“erg, ya . tidak mungkin aku tidak mengenal seorang cendikiawan setelah Luhan Sunbae”

ucap soenn jae menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“kau belum menjawab pertanyaanku” ucap joonmyun menaikan alisnya.

“pertanyaan apa?”

“sedari tadi kau termenung. Apa yang kau pikirkan? Kau boleh menceritakannya padaku,

dan aku siap mendengarnya dan memberi sebuah respon atau alasan untuk mu” ujap joon

myun tersenyum manis.

“tidak aku tidak memikirkan apa-apa”ucap soen jae menggeleng sambil tersenyum.

“aku membeli dua tiket BEAST VIP. Aku tak punya teman untuk pergi bersama. Bagaimana

kalau kau ikut bersamaku? kita menonton konser itu bersama. Kau mau?” ucap Joon myun

lagi kali ini sambil menyodorkan ponselnya.

“aku? Kau mengajakku? Padahal kita baru saling berbicara”ucap soen jae tak menyangka

karena seorang pria idaman kampus sedang mengajaknya menonton konser bersama.

“ku rasa dengan pergi bersama membuat kita menjadi semakin mengenal satu sama lain

bukan?” ucap joon myun.

“ya aku mau” ucap soen jae tersenyum lalu menyerngit menatap ponsel joon myun yang

sedari tadi di arahkan kepadanya.

“aku harus punya nomor ponselmu”ucap joon myun lagi.

Soen jae mengangguk lalu memberi kartu kecil kepada joon myun.

“nanti malam konsernya akan dilaksanakan, nanti aku akan menghubungimu ya”ucap joon

myun lalu pergi.

Sementara soen jae hanya tersenyum.

>>>>

Soen jae berjalan mencari d.o yang sedari tadi tak muncul. Padahal kampus sudah

dibubarkan 15 menit yang lalu.

“kyungsoo!”ucap soen jae saat melihat d.o membuka pintu mobil di parkiran.

d.o berbalik.

“kau mau meninggalkanku?”ucap soen jae tak prcaya.

“pulanglah sendiri. Mobilku penuh dengan teman-temanku”ucap d.o lalu pergi.

Sementara soenjae hanya mendengus kesal.

“lagi?”

Soen jae berjalan lesu menuju halte untuk menunggu bus.

Jalanan sepi. Kampus pun juga sudah terlihat sepi.

“kenapa? Tidak ada bus yang lewat?” gum soen jae kesal. Memainkan ponselnya.

Terdengar suara klackson mobil.

“bus?”pekik soen jae girang. Tapi yang diduganya salah. Suara itu bukan suara bus tapi

mobil mewah berwarna silver yang berhenti dihadapannya.

Perlahan kaca mobil itu terbuka.

“soen jae? Apa yang kau lakukan? Sudah hampir sore. Kau tak pulang?”ucap joon myun

dibalik mobil.

“aku sedang menunggu bus”ucap soenjae singkat sambil tersenyum.

“di halte ini jarang ada bus yang lewat. Seharusnya kau menunggu dihalte yang ada

disana”ucap joon myun menunjuk halte yang sedikit jauh dari kampus.

“aku tak tahu, aku tak pernah naik bus”ucap soen jae kesal.

“yasudah, kau ikut dengan ku saja? Aku akan mengantarmu”ucap joonmyun.

“tap,tapi?”

“sudah tidak apa. Ayo” ucap joon myun membuka pintu disebelahnya.

Mobila berjalan diatas rata-rata.

__

“joon myun… aku berhenti disini saja”ucap soen jae menunjuk sebuah market.

“kenapa?”ucap joon myun.

“ada yang harus ku beli. Kau tak perlu mengantar ku sampai rumah. Aku hanya perlu sedikit

berjalan dari market ini”ucap soen jae.

“yasudah”ucap joon myun menanggapi dengan senyuman.

“terimakasih mau mengantarku joon myun. Nanti kau tak perlu menjemputku ke konser, kita

langsung bertemu saja di tempat konser itu. ya” Ucap soen jae lalu turun dari mobil.

Sementara joon myun hanya tersenyum lalu pergi.

Soen jae berjalan memasuki market. Ia hanya membeli satu botol minuman lalu berjalan

pergi. Ia pikir, jika joon myun mengantarnya sampai rumah , joon myun akan melihat d.o

dirumahnya. D.o pastimarah jika ada yang tahu.

Hanya butuh sedikit berjalan. Soen jae sampai dirumahnya.

Pintu utama dibuka. Terlihat d.o yang tertidur di sofa masih menggunakan pakaian

kampusnya. Bahkan tas runsel nya pun terletak disana.

“manis sekali dia kalau tidur”ucap soen jae melihat d.o lalu duduk disamping d.o yang masih

menutup matanya.

“ia tidur? Atau pura-pura tertidur?”gumam soen jae tak terdengar.

“nona? Anda sudah pulang?”ucap seorang pembantu dirumah d.o dan soen jae.

“ya. Bibi? Sejak kapan d.o tidur disini?” ucap soen jae sedikit berbisik.

“oh, sejak 12 menit yang lalu” ucap pembantu itu.

“dia baru pulang?” tanya soen jae lagi.

“ya, dia bilang tuan baru saja selesai pergi menyelesaikan tugas bersama temannya”

“oh ya, omma bilang ,omma datang tadi siang? Benarkah” ucap soen jae ragu.

“ya, tadi siang nyonya datang, tapi langsung pergi karena tahu nona dan tuan belum

kembali”ucap bibi.

Soen jae hanya mengangguk.

Bibi langsung permisi pergi untuk melanjutkan tugasnya.

Sementara soen jae mencoba membangunkan d.o yang tertidur.

“kyungsoo…”ucap soenjae menggoyangkan badan d.o perlahan.

Tak ada respond.

“kyungsoo, bangun dan tidur lah di kamar”ucap soen jae sedikit berteriak.

perlahan d.o bergerak lalu menarik soen jae dalam pelukannya cepat.

Soen jae terkejut didalam pelukan d.o. d.o menimpa soenjae dengan kakinya.

“kyungsoo!”teriak soen jae didalam pelukan itu.

d.o membuka matanya lalu menatap soen jae dingin. Lalu melepaskan pelukannya. Dan

pergi seraya membawa runselnya.

“apa-apaan dia. Berjalan seperti biasa… seperti tidak terjadi sesuatu?”gumam soen jae

mengatur degup jantung nya.

Soen jae menyusul d.o. menyamakan jalannya lalu masuk kekamar bersama.

>>>>>

Satu jam telah berlalu. Soen jae sedang memakai sepatunya.

Pintu terbuka, terlihat wajah d.o yang dingin itu muncul.

“mau kemana?” tanya d.o seraya duduk di tempat tidur.

“kyung soo? Aku akan pergi menonton konser beast bersama seorang teman”ucap soen jae

kembali berkaca.

“teman? Teman barumu? Jangan mudah percaya dengan orang lain”ucap d.o lalu

membaringkan tubuhnya.

Soen jae langsung berjalan pergi.

>>>>>>>

4 jam telah berlalu.

Soen jae mengantuk dan keluar dari gedung konser bersama joon myun.

“kau mengantuk?”

“ya, aku sangat mengantuk sekarang. Bolehkah aku pulang sekarang?”tanya soen jae

mengucek matanya.

“ya boleh bagaimana jika ku antar pulang?”ucap joon myun meraih tangan soen jae.

“tidak. Supir ku sedang menunggu di parkiran. Tidak mungkin aku meninggalkan supirku.

Joon myun terimakasih telah mengajak ku menonton bersama, lain kali aku akan membalas

kebaikan mu”ucap soen jae lalu melambaikan tangan nya dan pergi.

Lagi-lagi joon myun hanya tersenyum menanggapinya. Ia merasa senang didekat gadis ini.

__

TBC….

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Dracula (Chapter 1)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s