[Chaptered] Heart Attack [3rd Chap] | by L.Kyo

3. heart-attack

Title: Heart Attack | Author: L.Kyo♪ [ @ireneagatha ] | Artwoker: Keyunge Art | Cast: Jung Hyerim (APink), Byun Baekhyun (EXO), Do Kyungsoo (EXO) | Genre: Drama, Romance, Comedy | Rating: PG-17 | Lenght: Chaptered | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

[ http://agathairene.wordpress.com/ ]

Prev: [1st Chap] [2nd Chap]

—oOo—

H A P P Y R E A D I N G

“Sunbae, selamat pagi”.
“Baekhyun Oppa, selamat pagi”.
“Oppa! Kau mau sarapan bersama kami?”
“Sunbae, bisakah kau mengajariku agar bisa mencapai nada oktaf tinggi?”

 

Ungkapan itu yang selalu terlontar pada mahasiswi junior yang selalu menunggu Baekhyun didepan gerbang universitas, sekedar menatap Baekhyun memasuki kampus. Mengucapkan kata selamat pagi ataupun mengajak sarapan dan memberikan sedikit tips untuk materi. Tapi bagi Baekhyun, ia tidak ada waktu sekedar menjawab pertanyaan mereka. Sejujurnya ia bukan tipe orang yang peduli dengan orang lain.

 

Menyapa pun ia malas. Memang Baekhyun adalah orang yang sangat ceria dan humoris, jika itu bersama teman-temannya. Jika ia sendiri, ia berubah menjadi sosok yang dingin. Bukan sosok Baekhyun seperti biasa. Itulah kenapa gadis-gadis selalu berusaha membuka hati Baekhyun. Karena beberapa rumor beredar bahwa Baekhyun belum pernah mempunyai pacar.

 

Asal tahu saja, semua dari mereka tidak tahu bahwa Baekhyun menyukai Yura, senior nya sendiri. Tapi Baekhyun tipe orang yang sulit mengungkapkan perasaannya. Maka dari itu, gadis-gadis sangat banyak ingin menjadi kekasihnya. Hyerim menatap langkah kaki Baekhyun yang sudah berjalan menjauh di koridor. Ia baru saja memasuki gerbang dan menatap beberapa junior nya mengikuti Baekhyun.

 

“Tck, gadis-gadis bodoh. Apa yang disukai dari monyet maniak sepertinya. Melihatnya saja membuatku muntah! Lihatlah, dia berlagak sombong seperti itu? Tck, tck.” Hyerim memakan roti tawarnya asal dan berjalan mengikuti gadis-gadis yang mengikuti Baekhyun, ia terpaksa melewati koridor itu jika tidak ingin terlambat pada kuliah paginya.

 

Ia berhenti sejenak, seakan ide muncul dalam benaknya. Ide gila yang mungkin muncul bisa saja membuatnya digertak oleh mereka. Kikikan kecil keluar dari bibirnya. Hyerim berlari kecil, berusaha mengejar Baekhyun yang berjalan cepat didepannya. Ia menerobos beberapa gerumulan yang mengikuti Baekhyun dan tentu saja suara protes terdengar jelas saat Hyerim melewati mereka.

 

Sadar akan protes dari mereka, Hyerim berhenti lalu menatap tiap mata yang memandangnya kesal. “Kau mengatakan apa padaku? Ya! Kau, gadis gendut disana!” Salah satu gadis yang ditunjuk Hyerim hanya mendengus kesal, lalu gadis disampingnya mulai bersiap melayangkan protesnya. “Hyerim sunbae, apa yang sunbae lakukan? Jangan katakan jika sunbae juga menyukai Baekhyun oppa?”

 

Gelakan tawa Hyerim menyadarkan beberapa lainnya yang melewati koridor tersebut. “Apa yang kau katakan? Aku menyukainya? Ya! Byun Baekhyun!!!” Hyerim membalikkan badannya menatap Baekhyun yang sudah berjalan jauh. Tapi siapa yang tidak dengar suara lantang dari seorang Jung Hyerim. Sumber sasaran Hyerim berhenti dan membalikkan tubuhnya. Ia tak lagi menfokuskan ponselnya dan menatap Hyerim penuh tanya.

 

Baekhyun mengangkat kepalanya tanda bertanya, Hyerim melambaikan tangannya untuk mendekatinya. Tentu saja gadis-gadis yang memprotesnya saling berbisik satu sama lain. Bukan karena Hyerim berhasil membuat Baekhyun menurutinya, tapi mereka heran kenapa seorang Byun Baekhyun bisa akrab dengan seorang wanita. Yang mereka tahu, mereka jarang melihat Baekhyun berbicara akrab dengan gadis lain.

 

“Ada apa!? Kau tidak lihat aku sedang ada kelas pagi hari ini?” Satu pelukan disisi bahu Baekhyun membuat gadis-gadis didepan mereka menganga bersamaan. Baekhyun sedikit menjauh tapi Hyerim tak membiarkan rencananya gagal untuk kali ini. “Dengar!” Hyerim menekan katanya dengan menatap dari mereka yang bersiap memakannya, tapi bukan Jung Hyerim jika ia mudah goyah. Senyum smirk yang terlihat jelas di bibir Hyerim membuat Baekhyun bergidik.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Hyerim memberi intruksi Baekhyun untuk tetap tenang kemudian ia kembali menatap mereka. “Kalian tahu, jika seorang Byun Baekhyun jarang kalian lihat bersama gadis lain. Dan bukankah kalian terkejut kenapa aku bisa melakukan ini?” Mata Hyerim mengarah pada tangannya yang sudah memeluk sempurna disisi bahu kiri Baekhyun. Mereka mengangguk serempak. “Apa yang kau katakan Hyerim-ah!?” Karena pertanyaanya sedari tak dijawab membuat Baekhyun kesal.

 

Dan lagi Hyerim menggelengkan kepalanya. “Dengar! Mungkin ini terdengar seperti sebuh kebohongan tapi percayalah. Kalian tidak akan bisa menyimpulkannya bahwa ini adalah kebohongan”. Ekor mata Hyerim menatap Baekhyun yang sudah mempunyai banyak pertanyaan. “Ehm, kalian harus tahu. Aku – Jung Hyerim, merupakan gadis pertama yang leluansa menyentuhnya seperti ini bukan? Sebenarnya kalian sebagai fans harus mengetahui ini semuanya. Kalian harus menyerah jika kalian tidak mau sakit hati”.

 

Mereka saling memandang satu sama lain, mulai menerka apa maksud perkataan Hyerim baru saja. Hubungan kekasih kah? Baekhyun melepas paksa tangan Hyerim dari bahunya lalu menangkap mata mereka yang sudah menatapnya penuh kecewa. “Ya! Kau benar-benar menyebalkan. Apa yang sebenarnya yang kau katakan? Ya! Aku ti.. ”

“Dia homo!” Hyerim segera memotong pembicaraan Baekhyun. Seakan waktu berhenti dan suara hening muncul seketika. Hyerim menyembunyikan senyumannya dan sungguh, ia sangat menunggu moment mengejutkan seperti ini. Dan lihatlah betapa dari mereka memandang Baekhyun dengan tatapan penuh kecewa. Lalu perlahan mereka mulai meninggalkan mereka berdua. Hanya berdua.

 

Dan Baekhyun menatap Hyerim tak percaya. “Apa yang kau katakan!!” Teriakan amarah Baekhyun tak membuat Hyerim jera untuk menarik kata-katanya. “Aku tidak mengatakan apapaun”. Sembari mengatakan itu, Hyerim berlari meninggalkan kesan amarah yang sangat pada Baekhyun. “Ya! Jung Hyerim! Berhenti kau!!”

 

 

***

 

 

Selama Hyerim berjalan, ia tak hentinya tertawa dengan aksi konyol yang baru saja ia lakukan. Memang, itu sangat berlebihan tapi ia sudah terlanjur kesal dengan Baekhyun. Sejujurnya ia sudah akan benar-benar menganggap Baekhyun sebagai teman, tapi tetap saja pria itu tak henti menjahilinya. Hyerim berhenti di belokan koridor dan menyandarkan tubuhnya.

 

“Aku lelah tertawa”. Ia memijit kedua pipinya yang seraya kaku. Hyerim menghela nafasnya, jika dipikir-pikir memang sangat keterlaluan. Tapi ia sudah terlanjur sangat kesal dengan Baekhyun. “Aku tidak peduli. Kenapa aku harus peduli padanya? Terlalu bagus jika dia mempunyai penggemar dan kenyataannya dia adalah seorang maniak bertepuk sebelah tangan. Benar-benar menyedihkan”.

 

Jam yang berada dipergelangan tangannya menjadi pusat perhatiannya. Kakinya terus bergerak menandakan bahwa dia gelisah. Kemudian ia mengerang malas. “Apa aku membolos saja?”. Ekor matanya menelisik tempat kelasnya nanti. Kelas sudah ramai, kursi sudah terlihat penuh. “Sangat membosankan jika tidak ada Do Kyungsoo”.

 

Satu alasan kenapa ia begitu semangat kekampus pagi hari ini adalah, hari ini merupakan jadwal tetap Kyungsoo membaca buku di Perpustakan. Ia mungkin terlihat seperti penguntit, mengetahui apapun jadwal dan mata kuliah yang diambil Kyungsoo. Ia tahu semuanya. Maka dari itu, alasan kuat kenapa ia begitu sangat menginginkan bolos pada hari ini.

 

Hyerim mengendap lalu berlari kecil melewati pintu kelasnya. Setelah melewatinya ia berlari lebih cepat lalu berhenti ke sudut belokan. Di ujung sana terdapat gedung lantai 2 dengan penuh kaca. Bisa dipastikan jika dilihat dari luar memang tampak deretan rak berjajar disana dan lalu lalang mahasiswa lain yang sedang memilih buku-bukunya.

 

Tubuh Hyerim menegang lalu ia berlari kecil menuju pohon rindang tak jauh dari tempat berpinjak. Sesungguhnya, dibalik pohon ini merupakan tempat teraman dan terleluansa bagi Hyerim untuk sekedar memperhatikan Kyungsoo. Pria itu baru saja keluar dari Perpustakan. Ia bersama temannya dengan buku-buku yang dipeluknya. Senyum yang menawan tampak jelas dari kejauhan.

 

Bagi Hyerim, ini merupakan pemandangan yang sangat indah dipagi hari, lebih indah daripada memandang tiap slide yang selalu ia benci saat jam perkuliahan. “Lihat, tidak tersenyum saja tampan. Apalagi tersenyum seperti itu. Benar, benar. Ya, senyum seperti itu”. Hyerim seakan berdialog sendiri, berusaha mendiskripkan bahwa ia sangat menyukai senyuman Kyungsoo. “Siapa? Kyungsoo?”

 

Hyerim terlonjak, menatap seseorang dibelakangnya dengan tatapan penuh kemenangan. “Byun.. Byun Baekhyun. Apa yang kau lakukan disini?” Baekhyun mengedikkan bahu lalu berjalan kesamping, keluar dari persembunyian mereka. lalu kedua tangannya ia letakkan disisi bibirnya. “KYUNGSOO-YAA!! HYERIM MENYU…..” Grep! Hyerim menarik kerah belakang Baekhyun dan mendekap mulutnya erat. Tak membiarkan pria itu berteriak yang bisa membuatnya malu bukan main. Hyerim menggerutu lalu mendorong Baekhyun kasar. “Ya! Monyet sialan! Apa yang kau lakukan? Minggir!”

 

Baekhyun menahan lengan Hyerim. Tampak senyum smirk terpancar jelas diwajahnya. “Apa mungkin aku tidak salah menduga? Coba aku pikirkan lagi. Ehm, gadis bernama Jung Hyerim seorang gadis temperamental yang biasa disebut badak ber – da – da – ke – cil saat ini…” Hyerim kembali memukul kepala Baekhyun tanpa ampun. Tentu saja ia tidak suka dengan penekanan kata ‘berdada kecil’ untuknya.

 

“Ya! Apa yang kau sebut berdada kecil? Lepaskan tanganmu! Aku ada jam kuliah”. Baekhyun menggeleng, tanda bahwa ia tak ingin dengan mudahnya melepaskan. “Tidak. Tidak. Tidak. Ahh. Tidak bisa kah kau membiarkan ku menduga-duga. Aku akan melanjutkan pemikiran jeniusku. Kau dan…” BUK!! “Agh!! Ya!”

 

Hyerim kembali meniup poninya. Pandangannya tertuju pada Baekhyun yang sudah tersungkur menahan sakit dibagian vitalnya. Dan benar, Hyerim baru saja menendangnya. “Ya! Apa yang kau lakukan dengan… dengan..” Baekhyun berhenti bicara seakan malu untuk mengatakannya. “Berhenti bicara konyol atau aku akan menendangmu lagi”. Baekhyun tertawa lirih, lalu ia bersandar pada pohon persembunyian mereka saat ia sudah tak mengalami kesakitan lagi.

 

“Tunggu! Heol, hal konyol? Lalu apa yang baru aku dengar seperti — Lihat, tidak tersenyum saja tampan. Apalagi tersenyum seperti itu. Benar, benar. Ya, senyum seperti itu – Apakah aku salah dengar?” Skakmat!! Tentu saja mata Hyerim mendelik, menatap Baekhyun dengan tatapan ingin merobek mulut besarnya. Menelan salivanya pun ia tidak bisa. “A.. Apa? A.. Aku tidak mengatakan itu. Dasar monyet tengik sepertimu… Ya! Berhenti mengada-ada!”

 

Baekhyun menatap Hyerim intens, seakan bersiap menerkam. “Seharusnya kau berterimakasih padaku. Jika aku mengatakannya, Kyungsoo akan melihatmu. Aku punya tawaran brilian, bagaimana jika kau membantuku dengan Yura noona dan kau akan kubuat menjadi kekasih Kyungsoo. Ini penawaran yang sangat bagus dari Byun Baekhyun. Kau tahu? Ini sangat langka semua orang bisa mendapatkan bantuan. Sekali bantuan dari ku dan Ya! Kau bisa mendapatkannya dengan mudah”. Hyerim mendesah lalu menggegam kedua tangannya bersamaan. Geram itu pasti. “Dan jika kau menolak, kau tahu kan apa yang aku lakukan?” Lanjut Baekhyun. Hyerim meniup kepalan tangannya lalu memasang posisi kuda-kuda, bersiap-siap untuk kembali menghajar.

 

“Diam kau monyet sialan!!! Akh!! Ya!!” Seakan waktu berhenti. Genggaman tangan Hyerim yang bersiap mendarat pada pipi Baekhyun pun sepertinya mendarat disalah tempat. Ia bisa melihat kepalan tangannya mendarat di pohon, tepat dibelakang Baekhyun. Dan bisa dipastikan jika Hyerim menoleh ke samping, ia bisa melihat leher Baekhyun dengan jarak yang sangat dekat.

 

Bisa digambar bahwa posisi mereka benar-benar salah. Seakan Hyerim memeluk Baekhyun, posisi mereka berjarak sesenti pun tak ada. “Y.. Ya!!!!” Hyerim mendorong dada Baekhyun keras dan kemudian menyilangkan tangannya kedadanya. Tentu saja Baekhyun mengerjap, ia hanya bisa berdiri kaku. Seakan tak percaya kejadian yang baru saja mereka alami. “Y.. Ya! Badak sialan. Kau tidak berhak meneriakku seperti itu. Aku.. Aku korban disini!”

 

Baekhyun memalingkan pandangannya, berusaha menyembunyikan telinganya yang memerah, begitupula Hyerim mengalihkan wajahnya kesisi. “Aku pergi!” Derapan langkah kasar Hyerim membuat Baekhyun mengangkat kepala wajahnya, ia hanya sekedar mengangguk ketika tubuh mungil Hyerim sudah melewatinya. Pria itu terdiam sejenak kemudian mengedikkan bahu singkat. Sama-sama meninggalkan tempat yang menjadi perdebatan mereka semula dengan kebisuan.

 

 

***

 

 

BUK!! Baekhyun berhenti melepas sneaker nya didepan pintu, lalu menatap Kakak perempuannya yang baru saja membuang sekotak barang dalam tempat sampah. Karena yang ia lihat baru saja, barang tersebut masih terbungkus sangat rapi. Menandakan bahwa Kakaknya belum membukanya. “Noona, apa yang kau buang?” Kata Baekhyun sembari mendekat pada Kakaknya, Byun Jiwon. “Ahh, itu? Obat pelangsing. Aku lupa menghubungi mereka untuk tidak memberikanku lagi. Jadi aku tidak perlu memakainya”.

 

Baekhyun mengangguk sembari menatap Kakaknya yang kembali sibuk menggendong putrinya. “Lagipula apa yang Noona lakukan? Noona sudah menikah, buat apa membeli barang semacam itu?” Pria itu mendesah lalu bergegas menuju pantry. Sekedar menyegarkan tenggorokannya yang sudah mengering. “Tck, kau tidak tahu bagaimana menderitanya seorang wanita setelah melahirkan? Melihat lemak disana sini. Sangat menganggu. Ah ya Baekhyun-ah, kau sudah makan malam?”

 

“Belum”. Baekhyun menyahut sembari membuka tempat sampah dan mengambil benda yang sempat dibuang kakaknya. Mungkin menjijikkan, tapi bagi Baekhyun ini merupakan suatu barang yang sempat muncul di otaknya. Beberapa saat, Baekhyun tersenyum seakan membayangkan sesuatu hal lucu yang tidak bisa ia tunggu. “Kau bisa membelikan beberapa makanan cemilan dan chicken? Aku tidak memasak. Sebentar lagi kakak ipar mu pulang, jadi.. Ya! Apa yang kau bawa? Kau mengambilnya?” Jiwon berhenti menyuapi putrinya dan menatap adik laki-lakinya yang sudah akan menaiki tangga dengan tergesa-gesa. “Aku akan membelinya. Aku akan ganti baju”.

 

Manik Jiwon menatap punggung Baekhyun hingga hilang di belokan. Tampak alisnya saling bertautan, menandakan bahwa hal jahil apa lagi yang dilakukan Baekhyun. “Apa yang dia lakukan setelah ini? Anak nakal itu”. Jiwon mendesah lalu menatap putrinya yang menunggu untuk disuapi lagi. Wanita itu mengelus puncak rambut putrinya sayang dan tersenyum. “Soyoung-ie, jangan tirukan kelakuan pamanmu. Mengerti?” Seolah mengerti maksud Ibunya, anak perempuan itu tersenyum menatap Ibunya. “Anak pintar!”

 

 

***

 

 

“Hyerim-ah, buka pintunya!” Yura mengambil paksa snack favorit Hyerim dari pelukannya. Mereka duduk bersama sekedar menonton K-drama malam ini. Tapi bukan sifat keras kepala Hyerim jika ia mudah menurut begitu saja. “Aku malas berdiri. Kembalikan snack ku!” Desisan kasar Yura terdengar kesal, ia beranjak kasar lalu melempar bantal sampingnya. “Dasar anak tengik!”

 

Yura berlalu, meninggalkan senyuman puas Hyerim dan melanjutkan tontonan favoritnya. “Aku tidak akan meninggalkan satu sepersekian detik pun untuk tak melewati Kim Woobin. Tidak akan!” Ia berbicara sendiri seolah bantal yang dilemparkan oleh Yura menjadi lawan bicaranya. Setelah satu menit berlalu, Yura berdiri dihadapan Hyerim dan menyerahkan satu paketan berwarna coklat pada adiknya. “Ya! Hyerim-ah, aku rasa ada paket untukmu”.

 

Yura kembali mengambil snack dari pelukan Hyerim dan kembali menfokuskan iris matanya pada layar didepannya. Tentu saja Hyerim terdiam, memandang paket itu dengan penuh tanya. Ia berulang kali membolak-balikkan, sekedar mencari identitas pengirim. Hanya tertulis teruntuk Jung Hyerim. Ia mengangkat paketnya dan menepuknya pada bahu Kakaknya. “Eonnie, tidak ada nama pengirimnya”.

 

Sang Kakak mengedikkan bahu. “Entahlah, aku hanya menemukan didepan pintu. Tidak ada seorang pun setelah aku membukanya”. Yura terdiam lalu menatap adiknya penuh selidik. “Ya! Jangan katakan jika kau punya penganggum rahasia!” Hyerim mendelik, berusaha mencerna dugaan konyol Yura. Penganggum rahasia? Bukankah itu kemungkinan 1:1000 baginya? “Eon.. Eonnie, apa yang eonnie katakan? Pengangum rahasia?” Hyerim terkikik, membayangkan siapa sang pangeran itu yang memberikan hadiah seperti ini.

 

Ekor matanya menatap layar didepan, menampakkan aktor Kim Woobin kesayangannya sedang melakukan adegan romantis bersama lawan mainnya. Seketika pipinya memerah, membayangkannya sudah membuatnya tak bisa berkata apa-apa. Jika pengangum rahasianya setampan Kim Woobin dan bisa melakukan hal romantis itu mungkin bagi Hyerim adalah perasaan paling langka baginya. Apakah Do Kyungsoo?

 

Hyerim mencubit pipinya lagi, membuat sang kakak disamping bergidik. “Apa yang kau bayangkan? Jangan berkhayal terlalu tinggi. Buka hadiahnya dan mungkin ada pesan didalamnya. Ah ya, aku harus tidur. Besok aku harus bangun pagi-pagi. Jangan lupa matikan televisi jika sudah selesai, mengerti?” Tak ada sahutan. “Baiklah, aku rasa kau mendengarnya”. Yura melengos, meninggalkan adiknya yang masih tersipu malu. Hyerim membuka paketnya dengan tergesa-gesa. Tanpa mengecek isinya terlebih dahulu, menurutnya itu terlalu lama.

 

Tangan Hyerim terdiam saat sebuah kartu berwarna pastel sudah berada ditangannya. Tentu saja pertama dalam hidupnya ia mendapatkan kartu ucapan seperti ini selain di hari ulangtahunnya. “Apa ini?” Tak hentinya bibirnya tersungging seiring dengan desiran pembuluh darah didalam kardiovaskuler nya mengalir, menimbulkan degupan jantung yang meningkat tajam. Hyerim membukanya. Sederat tulisan hangul panjang membuatnya membaca dalam-dalam.

 

‘Hyerim’ah. Ini aku. Byun Baekhyun’.

 

Hyerim menautkan alisnya saat manik matanya berhenti di sebuah dua deret kata yang menjadi pusat perhatiannya. “Byun Baekhyun?” Ia mengabaikan kartu tersebut lalu kembali membuka isi didalamnya. A.. Apa ini?” Kotak dengan ukuran 7×20 itu ia angkat, sengaja mensejajarkan dengan kedua iris matanya. Memperlihatkan visual yang menjadi sasarannya. Obat pelangsing dengan merek berukuran besar di tengah-tengahnya membuat Hyerim tersenyum kesal. Ia kembali membaca pesan itu sekali lagi.

 

‘Hyerim’ah. Ini aku. Byun Baekhyun? Apakah kau terkejut? Aku rasa begitu. Tentang kejadian itu, tolong lupakan. Karena sungguh itu adalah kejadian merugikan bagiku. Kau tahu? Sore ini aku harus membeli obat karena badanku seraya patah. Setelah kejadian ‘itu’. Ahh maaf, aku mengingatkannya lagi padamu. Aku mengingat satu hal dan aku membelinya. Aku rasa badanku sakit karena menahan tubuh beratmu. Sungguh, kau sangat berat Hyerim-ah. Jadi terimalah hadiah dariku. Anggap saja sebagai tanda pertemanan kita. Ahh dan, apa kau berpikir ini dari pengangum rahasiamu? Ayolah Jung Hyerim, bangun dari tidurmu. Kikikikik~ Dan satu ucapan terakhir dariku. Kkaebsooong~

 

Seakan asap kemarahan mengepul keluar dari kepalanya yang sudah berkobar-kobar menahan amarah. Jari jemarinya sudah meremas kartu itu dengan penuh dengki. “Byun Baekhyun! Kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa kali ini? Baiklah, aku harus membuat perhitungan denganmu sekarang. Tunggu saja!” Hyerim melempar asal didepan pintu dan tampak mata kaki berada disana. Itu Ibunya. “I… Ibu?”

 

Ibunya terdiam lalu mengambil barang yang baru saja dibuang Hyerim. “Apa yang kau buang?” Ibunya baru saja pulang berbelanja untuk keperluan makan malam dan justru disambut lemparan manis dari putri keduanya. Hyerim berdehem dan beranjak dari kursinya, bersiap naik ke lantai 2. “Hanya saja, itu, itu hanya makanan basi. Aku tidak suka”. Hyerim melengos dan berlari kecil menuju tangga, meninggalkan Ibunya yang menatapnya heran. “Makanan basi? Bukankah ini obat pelangsing yang terkenal itu? Tck, apa aku pakai saja?”

 

 

***

 

 

“Ya! Pergi kau!” Baekhyun berlari kecil meninggal seorang wanita dengan pakaian compang-camping, yang tentu saja mengejarnya dari gerbang kampus. Sialnya, tidak ada penjaga didepan. Teman sekampus khususnya para gadis-gadis tiap angkatan pun turut ikut membantu menyeret ‘wanita gila’ yang sedari tadi seakan haus minta pelukan. Wanita itu terus memanggil sayang, seolah ia mengenalnya. Ia memeluk lengan Baekhyun, tak membiarkan pria itu menjauh darinya walaupun beberapa kali wanita itu ditarik oleh penggemar Baekhyun. “Sayang. Apa yang kau lakukan padaku? Ayo kita berkencan lagi. Aku mohon! Aku mohon!” Baekhyun bergidik. Sungguh. “Ya! Kalian bisa cari Paman Song untuk mengusirnya?” Paman Song yang disebut Baekhyun adalah salah satu penjaga di Kampus mereka. Tanpa berbasa-basi, beberapa gadis mengangguk dan mulai berpencar mencari seseorang bernama Paman Song.

 

“Hmm, kau akan mengusirku sayang? Kau lupa apa yang kau lakukan semalam padaku?” Baekhyun kembali menampakkan ekspresi ngeri. Bukan hanya ekspresi dan ungkapan gila wanita itu. Tapi lihat, bagaimana noraknya dia. Pakaian lusuh compang camping, rambut berantakan, make up tebal dengan bibir merah merona, dan giginya bagaikan papan catur. Sungguh membuat Baekhyun ingin muntah. Tapi Baekhyun kembali terdiam, membiarkan wanita itu terus memeluknya. Ia seakan mengenali suara wanita itu. Ya, ia mengenalnya. “Ya! Siapa kau?”

 

Justru pertanyaan Baekhyun semakin ia menggeliat manja, bersamaan dengan teriakan penggemar Baekhyun geram akan aksi konyolnya. “Kau lupa? Kau kan pengangum rahasiaku? Hmm, kau lupa semalam memberikan apa padaku?” Baekhyun mendelik, menatap wanita itu yang mengedipkan bola matanya berulang-ulang kali. Ia seakan menelusuri tiap lekuk wajah dan memandanginya dari ujung rambut hingga mata kaki. Ia menajamkan indera pendengarannya untuk mengingat pemilik pita suara didepannya. Ia mengenalnya. Ia sangat mengenalnya. “K.. Kau? APA YANG KAU LAKUKAN!!?”

 

 

***

 

 

Gelak tawa Hyerim seakan memecahkan gema diatas gedung tempat biasa Hyerim lakukan, dimana lagi jika bukan balkon gedung atas? Ia terus tertawa walaupun saat ini ia disibukkan dengan mencuci muka dan giginya. Sungguh, ia tidak bisa berhenti tertawa. Dan kenapa ia bisa melakukan hal konyol ini demi melihat ekspresi Baekhyun yang benar-benar takut setengah mati. “Ya! Berhenti tertawa. Kau tidak sadar apa yang kau lakukan? Akh, aku paham. Gadis badak sepertimu tak akan punya malu”. Baekhyun kesal. Sangat.

 

Protesnya seakan menjadi angin lalu tatkala gadis itu hanya sibuk merapikan dirinya. Merapikan rambut panjangnya yang berantakan sembari mendekatinya setelah selesai mencuci mukanya. Hanya senyuman iseng tampak dibibirnya. “Aku hanya ingin bermain denganmu saja. Ada apa denganmu Mr. Byun? Bukankah kau sangat perhatian denganku kemarin malam. Katakan saja jika kau menyukaiku. Katakan jika kau benar-benar pe – nga – gum ra – ha –sia –ku”. Hyerim menekan kata terakhirnya dan tersenyum bangga.

 

Tentu saja bangga. Ia bangga karena membuat Baekhyun malu-malu pagi ini. Ia pun sengaja membuat Baekhyun mengingat hal kurang ajar kemarin malam. “Ya! Dengar!” Baekhyun beranjak dari duduknya sedikit kasar. Tampak wajahnya menahan amarah. Untuk pertama kalinya, ia merasakan yang teramat sangat karena Jung Hyerim. Baginya itu adalah hal memalukan yang ingin dia lupakan. Ia ingin merasa muntah.

 

“Ya! Jung! Kau tidak bisa membedakan bercanda atau tidak? Kau benar-benar membuatku malu!” Nada akhir Baekhyun meninggi, sehingga Hyerim hanya bisa terdiam sejenak. Gadis itu menelan salivanya dan menatap mata Baekhyun angkuh. “Y.. Ya! Aku tidak akan melakukannya jika kau berbuat baik padaku. Kenapa kau marah? Aku yang sebenarnya marah disini!” Dan nada Hyerim ikut meninggi.

 

Suasana menjadi panas. Mereka sama-sama mempunyai temperamen keras kepala. Senyuman smirk begitu kentara dibibir Baekhyun. Pria itu mendekat, membuat Hyerim sedikit memundurkan langkah. “Sepertinya aku harus memutar otakku untuk masalah ini. Ayo bertaruh!” Hyerim mendelik, lalu gelak tawa keluar dari mulutnya. “Hahaha. Ya! Bertaruh? Kau bukan anak sekolah dasar Baekhyun-ah”. Namun Baekhyun benar-benar tak main, membuat Hyerim menghentikan tawanya. “Baiklah, apa itu?” Akhirnya Hyerim ingin tahu apa yang diinginkan Baekhyun. Pria itu semakin mendekat dan membisikkan telingannya pelan. “Perjanjian antara kau dan aku. Ya, hanya kita berdua”.

NEXT?

 

makin absurd sekali ya? Ahh gimana nih aku rada writer block, beri saran dong buat lanjutnya gimana. Pusing pala Bekhyun,, Hihihihihi~ Sudah kutepati kan tiap hari jumat aku posting FF H.A. Semoga FF ini tidak  berhnti ditengah jalan. Semoga!

by. L.Kyo

54 tanggapan untuk “[Chaptered] Heart Attack [3rd Chap] | by L.Kyo”

  1. Keren kak. Sumpah lucu. Aku sampe ngakak gak karuan. Ini hiburan tersendiri buatku. Makasih kak. Moodku jadi bagus. Hahaha. Bener² duplikat tom and jerry.

  2. Gara” lo baek, si hye jd gila dan waras gitu kan ckckck
    Wah merea mau ngapain itu, penasaran apakah karena itu nnti mereka saling jatuh cinta??

  3. Bener bener gila si hyerim,,sampe rela jadi tante gila yg maniak.gak kebayang wajah baek waktu ketakutan kek gitu.
    Baekhyun juga sih jahat bgt sampe ngasih obat diet gitu kkk,
    aha aku uda tahu bkalan apa yg jadi taruhan eunji sama baek … Tapi gpp tetep mau lanjut baca

    1. Tante gila? Di chap 3 aku bikin cerita gimana? Waakss /insomnia/

      Aku inget kalo obat diet nih.. apa cobaa?? Perjalanan msh panjang say.. happy reading yahhh ♡♡

  4. Masih suka deg-degan bacanya, padahal udah pernah baca ini. Gara-gara si BaekHyun sama HyeRim selalu bikin moment yang ga terduga 😀 😀

  5. aishh ributnya makin menjadi aja mereka –”
    ohooo baekhyun mau bikin perjanjian apa yah? aaaak can’t wait author, ditunggu banget tapi secepatnya kalo bisa sih 😀

  6. Aku punya feeling ini endingnya eunji ama baek, oh tidak, tidak terbayangkan, jangan ampe mereka berumah tangga, kalo pun iya, tolong sediakan peralatan rumah tangga mereka dalam bentuk plastik wkwkwkwk /acu jebal, baru chapt 3/ wkwkwk

    bye, gatha, ppyong! ❤

  7. Next!!! Makin seru kak 😀 sebenernya masih agak bingung pas kejadian di deket pohon yg hyerim mau ninju baek, tapi yaa dipahamin ajalah. Kocak banget sih baek ini ngasih obat pelangsing, mana ibunya hyerim ambil lagi wakakakak 😂
    Btw baekhyun mau buat taruhan apa coba itu? Awas kecantol hyerim baek 😂😂
    👍👍👍👍👍👍

  8. wajib next author-nim!!♡
    nanti ditengah taruhan itu mereka malah suka-sukaan,tapi Yura sama Kyungsoo malah peka sama perasaan mereka dan akhirnya mereka jadi sedikit ‘labil’ hahaha. FIGHTING.

  9. ㅋㅋㅋ lucu banget ngeliat sifat hyerin dan baekhyun yang terkadang terlihat kekanakan dan keras kepala…ditunggu next chaptnya ya min! Hwaiting!

  10. Akhirnyaaaaa update jugaaaaaa!!!:D
    Baek sama Hyerim makin lucukkk astagaaaaaaa>,<
    Jadi baek udah tau kalo hyerim suka kyungsoo yaaa??:o aku kira waktu kejadian 'itu' baek jd suka ama hyerim wkwkwk
    Itu perjanjian apaa? Aaaa bikin kepoooooo:3
    Keren thor!! Keep writing!! Harus nunggu 1minggu lagi nunggunya:'):') gabisa seminggu 2x thor? Hahaha^^
    Jangan sampek stop ditengah jalan ya thor:') udah sering diphpin author ff nihhh:')

    1. iya si baek tau semua rahasia si hyerim. perjanjjian apa yak? rahasia! ada waktu si baek bakal suka udah kek ccing kepanasan. tunggu saja !!!!! ahh 2x seminngu, susak sekali. lagipula ini keserang webe, kesandat ide. TULUUUNNG!!!! ku berusaha nyicil ketik kok. jadi kalo tiap chap makin geje jangan tawain yak :”v

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s