94 [Chapter 16A : Sehun] – ECCEDENVY

image

Road to England

Vy‘s Story

EXO‘s Kai and Sehun | Red Velvet‘s Seulgi and Wendy | F(x)’s Sulli and Krystal | OC‘s Sharon and Michelle (Latte)

School life[Work life] | Romance | Hurt

“Berhentilah Kalian!!” -Kai

“Pilihlah satu! Kau hanya akan menyakiti mereka!” -Sehun

“Itu keputusanmu Jong!” -Seulgi

“Memang apa peduliku soal mereka?” -Wendy

“Sudah kubilang jangan memaksakan kehendak!” -Sulli

“Aku tidak akan mengusik lagi…” -Krystal

“Masalah sudah rumit! Dan kau mau bergabung di dalamnya?” -Sharon

“Setidaknya aku sudah tau perasaanmu!” -Michelle

Sehun menikmati milkshake vanilla buatan sahabatnya. Matanya beralih pada Jongin yang duduk di depannya.

“Kau tau kan! Gadis itu! Yang kemarin!” Bisik Jongin pada Sehun. Ia menunjuk seorang gadis yang minum segelas entahlah apa di counter bar café.

“Hmm..” Jawab Sehun pendek. Ia melirik gadis yang ditunjuk Jongin. Gadis yang ditabraknya kemarin. Gadis yang dibilang Jongin dikenalnya di café ini. Gadis yang kemarin menghampirinya. Gadis yang ternyata saudara Jongin. Gadis yang sekarang berstatus kekasihnya. Sehun sedikit miris sebenarnya mendengar cerita gadis itu tentang keluarganya. Yah, gadis itu dan Jongin tidak berbeda jauh. Sama sama sebatang kara. Hanya gadis itu yang tau ia memiliki kerabat. Tidak dengan Jongin.

“Gadis itu entah kenapa mencurigakan kau tau?” Tanya Jongin. Matanya memicing memperhatikan gadis itu.

“Entahlah…” Pendek kembali. Sehun tidak tau harus menjawab apa. Ia terlalu bingung. Membayangkan kejadian yang terjadi pada kedua orang itu saja sudah cukup membuat kepalanya terasa dibenturkan ke arah dinding beton. Apalagi melihatnya secara langsung. Dan itu dialami sendiri oleh sahabat karibnya.

“Kau ini kenapa sih?!” Kesal Jongin.

“Aku tidak tau, kau sudah menyiapkan diri untuk ujian akhir?” Tanya Sehun mengalihkan.

“Aku tidak tau, mungkin sudah. Kau akan melanjutkan ke mana Hun?” Tanya Jongin. Ia teralihkan.

“Hm, entahlah. Hah… Hari sudah mulai gelap! Ayo pulang! Jam kerjamu sudah selesai bukan?” Tanya Sehun.

“Sudah, aku akan berganti dulu.” Jongin bangkit dan membawa nampannya dan masuk ke dapur.

TING

From : Sharon
To : Me

Kau tidak memberi tahunya kan? Jangan sampai ia tau.

“Hah… Ini benar benar rumit. Kenapa pula aku mau menjadi kekasihnya? Ish!” Kesal Sehun. Ia menatap Sharon yang menatap balik padanya.

.
Flashback
.

“Kau, saudara Jongin? Yang benar? Tidak mungkin!!” Sehun terpekik. Ia berada di taman perumahannya. Bertemu dengan gadis yang ditabraknya beberapa hari yang lalu. Gadis itu menghubunginya. Lewat sebuah email. Entah bagaimana gadis itu tau emailnya.

“Kalau kau masih tidak percaya, kau bisa melihat ini. Hasil akurat. Tes DNA.” Kata gadis itu.

“Kau pasti memalsukannya! Jongin tidak punya keluarga. Ia anak tunggal!” Sehun berucap keras. Menolak fakta yang baru didengarnya.

“Kau bisa menanyakannya langsung pada petugas DNA di rumah sakit itu.” Yakin gadis itu.

“Cih, yang benar saja. Bagaimana mungkin!” Ucap Sehun. Masih menyangkal.

“Kau tau bukan, Jongin selalu mendapat uang lebih setelah ia bekerja seharian penuh. Dan uangnya sangat banyak.” Ucap gadis itu. Sehun berfikir sebentar kemudian mengangguk.

“Itu uang dariku. Uang ayah kami. Kim younggun.” Ucap Sharon. Sehun terbelalak. Gadis itu mengetahui ayah Jongin.

“Ia meninggal saat umurku menginjak tujuh tahun. Ia ketika itu datang ke Inggris. Dan memberikan semua hartanya untuk ibuku. Kami hidup bersama hanya selama tiga bulan. Setelahnya, ayahku meninggal. Lima tahun kemudian, ibuku menyusul. Lalu aku diasuh oleh pamanku. Dia memukuliku setiap hari. Karena aku tidak mau memberitahunya dimana tempat uang uang ayahku di simpan ibuku. Sampai aku bertemu seorang mahasiswa, dia baik. Ia melaporkan pamanku atas tindak kekerasannya. Ia lalu mengasuhku. Dan setelah sekitar dua tahun, aku baru memberitahukannya tentang keluargaku. Dan ia mau membantuku. Dan yah, sekarang aku di sini.” Cerita Sharon. Sehun sedikit termenung. Lelaki itu tidak mengira, separah dan serumit itu masalah keluarga Jongin. Ia sekarang bingung. Tiba tiba saja ia percaya pada gadis ini setelah mendengar ceritanya. Belum lagi sebuah belas jahitan di bagian kening gadis itu yang tertutup poni. Menambah bukti pada fakta itu. Sehun sudah tidak bisa membantah.

“Aku minta tolong padamu, jangan memberitahukan Jongin. Aku hanya ingin minta tolong padamu agar Jongin tampak seperti anak lain. Yang memiliki keluarga.” Lirih Sharon diakhir. Sehun terhenyak. Jantungnya berdenyut sakit.

“Tunggu!” Tahan Sehun ketika Sharon hendak pergi. Gadis itu menoleh sesaat.

“Aku akan melakukan apa yang kau minta. Asal kau jadi kekasihku!” Ucap Sehun. Sharon mengerjap sesaat. Ia tidak mengerti kenapa tiba tiba Sehun menembaknya. Apa laki laki ini suka padanya. Gadis itu berfikir sebentar. Ia sedikit ragu, tapi ia tidak bisa menyangkal. Jongin keluarga kandung satu satunya yang ia miliki. Ia tidak suka Jongin tertindas atau mengalami semacam gangguan dan hal hal lain semacam itu. Jadi ia mengangguk. Menerima Sehun. Lelaki itu tersenyum tipis tanpa sadar. Ia menyerahkan ponselnya.

“Apa?” Tanya Sharon.

“Nomor ponselmu!” Ucap Sehun. Gadis itu mengangguk seraya mengetikkan nomornya di ponsel Sehun. Ia memberikan kembali pada pemiliknya.

“Ok, selamat malam.” Ucap Sehun. Tiba tiba merasa canggung. Sharon mengangguk dan berjalan pergi duluan. Sehun merasa aneh. Kenapa juga dirinya meminta Sharon menjadi kekasihnya. Ia tiba tiba bingung. Lalu mulai berfikir mungkin ia punya semacam kepribadian ganda atau apalah. Ia bergidik ngeri sendiri dan langsung berlari ke rumahnya.

.
.
.

Yah, hubungan Sehun dan Sharon, entah dikatakan apa. Mereka terkadang tampak serasi dan kompak, terkadang bertengkar layaknya musuh. Tidak ada yang istimewa sebenarnya dari hubungan itu. Hanya tanpa mereka sadari, kebersamaan yang mereka jalani berhasil membuat hati mereka tergerak untuk menyukai satu sama lain. Hanya karena seorang Kim Jongin, mereka berhasil menyukai satu sama lain. Lama kelamaan, hubungan mereka mulai diwarnai dengan kencan dan kata kata manis. Lalu terselip cemburu kadang di sana. Warna warni indah menghiasi kisah hubungan mereka.

“Kenapa kau terus minum susu vanilla? Kulitmu sudah terlalu putih!” Kesal Sharon. Mereka sudah memasuki SHS sekarang. Terhitung sudah hampir satu tahun keduanya menjalin hubungan. Tanpa ada yang tau.

“Kaunya saja terlalu banyak minum susu coklat! Lihat kulit gelapmu! Hati hati menyamai Jongin!” Ledek Sehun. Sharon cemberut mendengarnya.

“Enak saja kau! Ini turunan ayahku! Jangan meledekku! Dasar albino!” Jongin menggeplak kepala Sehun, membuat sang empu mengaduh.

“Sudahlah. Kalian ini ribut sekali. Kalian berdua juga! Masalah susu saja! Apa pentingnya?” Kesal Michelle.

“Kalian berdua kapan bisa berhenti bertengkar dan tidak menyebabkan keributan?” Sambung Wendy. Ia sebenarnya tidam ternganggu. Hanya ingin ikut memarahi keduanya.

“Kalian terlihat seperti sepasang kekasih!” Canda Seulgi kemudian. Keduanya langsung diam. Mereka menatap satu sama lain.

“Apa katamu?” Tanya Sehun.

“Kalian terlihat seperti sepasang kekasih!” Ulang Seulgi.

“Memangnya kalian terlihat seperti sepasang kekasih?” Balas Sharon. Mencoba untuk tidak terbawa suasana.

“Setidaknya kami memang sepasang kekasih. Daripada kalian? Kenapa tidak jadian saja sekalian? Hahah! Aku tidak bisa membayangkan kalau kalian menjadi sepasang kekasih. Hanya bertengkar setiap hari!” Jongin tertawa. Sharon menatap Sehun. Lelaki itu menatap balik. Jongin hanya tidak tau saja kalau mereka memang sepasang kekasih. Walau kata bertengkar itu salah. Mereka kelewat harmonis dan romantis(?).

“Terserah katamu saja!” Ucap Sehun cuek.

.
.
.

“Kenapa kau melakukannya padaku?” Sehun mengguyur seluruh tubuh sakitnya di bawah pancuran kamar mandi ruang inapnya. Sehun melihat tangannya yang masih tertancap infus. Dilepasnya paksa. Dan setelahnya, cairan merah pekat mulai mengalir keluar melalui tangan kurus pucatnya. Sehun dapat merasakan kepalanya pusing. Berdenyut keras. Mata Sehun terasa berat. Dan di saat kesadarannya di ambang batas, matanya mengeluarkan liquid bening yang hampir seumur hidupnya tidak pernah keluar.

Bruk

Sehun pingsan.

Sehun terbangun. Ia berada di ruang inapnya. Berada di dalam selimut rumah sakit. Sehun menoleh ke kiri. Menemukan ranjang di sebelahnya kosong. Benar benar kosong. Dan Sehun meyakini bahwa yang tadi bukanlah mimpi. Di mana Sharon mengakhiri hubungan mereka begitu saja. Tanpa alasan yang jelas. Sehun tidak kuat. Ia tidak cukup kuat untuk menghadapi sesuatu yang baru di hidupnya. Kehilangan sosok yang dicintainya. Ia menyadarinya sekarang. Ia begitu mencintai gadis yang tanpa sengaja ditabraknya tiga tahun lalu. Tiga tahun. Itu bukan waktu yang sebentar. Hubungan tanpa ada rasa tertarik diantara keduanya. Sekarang berakhir disaat mereka sudah saling mencintai. Yah, walau Sehun tidak tau. Sharon sama terpuruk dan sakitnya sama seperti dirinya sekarang. Sehun meraba meja nakas di sebelah katilnya. Mengambil ponselnya. Membuka sebuah aplikasi. Yah, Sharon mengumumkan hubungan mereka. Tapi mata Sehun melihat ke arah lain. Ada post yang dihapus. Ia membukanya, dan menemukan post Soojung.

“Dasar tidak tau diri!”

“Siapa kau pacaran dengan Sehun?”

“Sehun tidak cocok denganmu!”

“Mati saja sana!”

“Murahan!”

Sehun melotot. Post itu berisi video di mana Sharon di lempari telur, tepung, cat, dan semua yang bisa di lempar.

“Kurang ajar!” Desis Sehun. Ia murka. Bagaimana bisa Sharon diperlakukan semena mena seperti itu hanya karena berpacaran dengannya? Bagaimana Seulgi? Gadis itu di terima drngan baik sebagai kekasih Jongin. Kenapa perlakuan murid lain terhadap Sharon berbeda? Sehun kesal. Ia emosi. Ia ingin melindungi Sharon. Tapi tiba tiba ia teringat. Mereka bukan siapa siapa lagi. Untuk apa Sehun melindungi gadis itu lagi? Untuk apa? Sehun tidak tau.

.
.
.

Sehun menatap foto yang sudah terpajang di meja nakas kamarnya selama sekitar 10 tahun. Foto dirinya dan Sharon. Ciuman pertama mereka. Sama sama mengambil ciuman pertama masing masing. Sehun tersenyum. Ada rasa senang di hatinya kala melihat foto itu. Sehun termenung lagi.

TING

From : Seulgi
To : me

Sehun, aku tidak tau akan bagaimana Sharon dan Jongin bila tau nanti, tapi… Besok aku dan Jongin akan berangkat ke Inggris. Sharon yang menyuruh kami ke sana. Ikutlah ke Inggris. Sembunyi dari Jongin. Aku akan membantumu!

Sehun menatap pesan singkat dari Seulgi. Inggris. Dia harus pergi ke Inggris. Dia harus menyusul Sharon. Dia sadar, betapa ia masih mencintai Sharon. Ia harus mengejar cintanya bukan?

From : me
To : Seulgi

Terimakasih Seul, aku akan mengambil penerbangan besok pagi. Bantu aku bertemu dengan Sharon lagi.

SENT

Sehun menghela nafasnya. Lalu dengan cepat memasukkan apapun ke dalam kopernya. Ia mengambil paspornya. Ditatapnya foto tadi sejenak, berharap bahwa masuh ada kesempatan untuk membawa Sharon kembali ke pelukannya. Lalu ia tertidur dengan mendekap foto itu.

TBC

Lanjut guys! Salam EXO L~

6 tanggapan untuk “94 [Chapter 16A : Sehun] – ECCEDENVY”

  1. Aduhhh kenapa mesti bersambung sihh:(
    Semoga Sehun dan Sharon bersatu lagiii kekekeee~

    Thor, buruan update chap selanjutnya yaa, penasaran abisss nihh wkwk
    Semangatt^^9

  2. Aww sehun sedih banget sih.. semangat sehunn!! Bawa pulang lagi sharon.. biar kalian sama2 bahagia.. kekeke ceritanya seru makin complicated.. ditunggu banget next chapnya kekeke ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s