[EXOFFI FREELANCE] Hidden (Chapter 2)

Hidden Cover

HIDDEN Chapter 2 (Sequel of Love is Complicated)

Author : HyeraKim

Main Cast : Do Kyungsoo, OC

Additional Cast : Find it by yourself!

Rating : G

Genre : Marriage, Hurt, Family

Length : Chaptered

Disclaimer : The PLOT own by HyeraKim. NO PLAGIARISM!!! Cast own by their parents and God. OC create by me and my friend.

A/N : Hello! Here we go this is second part… Saya mau jelasin dikit kenapa sequel nya bahas KyungShin, kalau kita review ulang di LIC jelas masalah mereka yang perlu dikaji ulang, rencananya waktu itu mau saya kuak sekalian di LIC tapi terlalu panjang dan terlalu ngeganggu part nya Chanyeol jadi saya delay dan saya putuskan bikin sequel ini tapi ternyata sebagian reader ngira permasalahan Chanyeol yang paling gantung /? di LIC udah dijelasin ya, kalo masalah ChanHyeri udah kelar tepatnya di chapter terakhir part epilog dijelasin kalo mereka mengulang semua dari nol, jadi semacam mereka kenalan lagi dan disini mereka udah mulai menjalani hubungan intim. Segitu aja ya… Jangan segan-segan meninggalkan jejak.. Khamsa habnida… ^^

HAPPY READING

PLEASE LEAVE A COMMENT!!!

© 2015

HyeraKim Present

..HIDDEN..

Do Kyungsoo – Do Shin Ae

****

 ‘Selayaknya bumi yang berputar pada porosnya,

kisah kehidupan manusia juga demikian’

@@@

Chapter 2

Author’s Said

Seorang gadis bersurai lurus muncul dari balik pintu Jaguar F-Type putih susu miliknya. Ia berjalan dengan kaki-kaki kurusnya yang dihias heels silver enam senti menuju pintu kaca sebuah café yang terletak di pusat district Cheongdamdong. Café bernama Black Pearl ini selalu ramai pengunjung, entah itu pagi, siang ataupun di malam hari. Café dua lantai ini memang belum lama berdiri, namun pengunjungnya terdiri dari bebagai kalangan, mulai dari pelajar hingga businessman.

Gadis dengan dress berwarna toska itu menunggu antrian untuk memesan minuman yang akhir-akhir ini menjadi favoritnya. Apalagi mendengar suara bass pria yang selalu berdiri dibelakang meja kasir café ini selalu membuatnya ketagihan untuk datang lagi.

“Ne.. khamsahabnida.. selamat menikmati”

Suara bass yang selalu ia dengar sesaat setelah memesan minuman yang dilafalkan pria jangkung itu kepada setiap pelanggan cafenya. “Kau selalu datang tepat pada jam ini nona cantik..”

Gadis itu tersenyum simpul dengan tatapan iris kelabunya yang hangat.

“Ice Americano please, Mr.Park..” Ucap wanita itu tanpa melunturkan senyum simpul dibibir tipisnya.

“You change your menu? I think you like Espresso..” Goda pria bermarga Park itu sekali lagi.

“I don’t really like your joke Mr Park..” Jawabnya dengan senyum manis itu. Park Chanyeol hanya terkekeh mendengarnya.

“Tolong buatkan Ice Americano dan secangkir Espresso!” Perintahnya pada salah seorang karyawannya.

“You really like to starring at me Miss..”

Gadis itu hanya berdecih lalu berjalan menuju salah satu sofa kosong di café itu. Beberapa saat kemudian Chanyeol duduk dihadapannya. Untuk beberapa saat mereka hanya saling melempar tatapan yang intens satu sama lain. Senyum simpul dibibir gadis itu tak kunjung lepas, begitupun dengan pria bermarga Park ini.

“Ini minuman anda Tuan, Selamat menikmati..” Seorang karyawan wanita meletakkan segelas Ice Americano dan secangkir Espresso diatas meja.

“Terimakasih Hana-ssi..” Ucap Chanyeol dengan senyuman lebar menunjukkan deretan gigi gigi putih miliknya. Sontak membuat wanita bernametag Hana itu salah tingkah dan hanya bisa membungkuk kikuk menanggapi ucapan Chanyeol.

Sedangkan gadis dihadapannya itu kembali mendecih dan menatap tajam kearah Chanyeol. Chanyeol menyesap Espresso miliknya, dan kembali menatap wanita dihadapannya.

“Don’t ever think smile to another girl Mr Park..” Ucap gadis itu, kemudian bersedekap diatas meja. “Your smile and your eyes, that’s all mine..” Ucapnya disertai sebuah senyum miring. Chanyeol kembali terkekeh,

“Who said that, Miss Yoon?”

“I don’t really say it to you but… I warn you!!” Timpalnya lagi.

“I think you really addicted to me, how if I’m a player? Don’t you scared to me?” Kini giliran Chanyeol yang menimpali gadis bermarga Yoon itu. Namun itu tak berarti apapun, wanita itu tetap dengan ekspresi tenangnya dan bahkan kini ia kembali menyandar pada sofa.

“I don’t care, *geuraedo nan niga choae..” [*bagaimanapun aku tetap menyukaimu]

@@@

Langit kuning diatas langit Seoul telah berubah menjadi hitam, Lamborghini Aventador berwarna silver itu menghias pemandangan jalan raya Seoul yang padat, bentuknya yang tentu jauh berbeda dengan kendaraan lain membuat mobil ini nampak begitu mencolok. Konversasi ringan teralun dengan baik didalam mobil keluaran eropa ini, terdengar tawa ringan dari tiga insan didalamnya. Dan salah satunya adalah kikikan yang cempreng dari seorang anak berusia satu setengah tahun.

“Ja.. Hyukjin-ah.. kita sampai..”

Ucap pria dewasa dalam mobil ketika mereka sudah mulai memasuki pekarangan rumah. Dan kini mobil pabrikan Eropa tadi telah terparkir rapi dibasement. Mesin segera mati dan ketiga manusia dalam mobil itu menunjukkan jati dirinya.

Tawa riang terdengar dari bocah yang belum genap berusia dua tahun itu ketika sang ayah menggodanya. Kyungsoo -sang ayah menggendongnya dan sesekali menggelitiki tubuh kecil dalam genggamannya, membuat seisi rumah menjadi ramai. Shin Ae –ibunya hanya bisa tersenyum dan berjalan dibelakang. Keluarga kecil ini benar-benar hangat, bahkan membuat suasana rumah seolah kembali pada waktu 25 tahun silam saat Kyungsoo masih balita.

Pria kecil itu tertidur dikamarnya setelah lelah bermain dengan sang ayah. Kyungsoo masih dengan pakaian kerjanya ikut tertidur diranjang dikamar Hyukjin. Saat itulah Shin Ae masuk kedalam dan melihat pemandangan yang membuat ulu hatinya terasa begitu hangat. Suami tercintanya tengah tertidur disamping malaikat kecil mereka. Shin Ae menghampiri mereka dengan beberapa helai pakaian tergantung dilengannya, ia duduk ditepi ranjang Hyukjin. Ia menatap kedua wajah malaikat yang begitu menenangkan itu dengan intens, ditatapnya wajah Hyukjin yang bulat dan chubby kemudian beralih pada wajah Kyungsoo yang begitu damai dalam tidurnya. Ia tersenyum mengingat kedua wajah itu begitu mirip, tangannya yang bebas menyentuh bahu Kyungsoo dengan lembut. Menepuknya dengan lembut, ia tahu mungkin keterlaluan membangunkan Kyungsoo ditengah tidur lelapnya. Tapi ia tak bisa membiarkan suaminya itu tidur dengan busana kerjanya. Kyungsoo menggeliat pelan menghadap Shin Ae.

“Sayang.. ganti bajumu! Setelah itu kau bisa tidur lagi!” Bisik Shin Ae lembut didepan wajah Kyungsoo yang masih setia menutup kedua matanya dengan erat. Dengan malas Kyungsoo membuka matanya, dipandanginya wajah cantik Shin Ae yang tersenyum kearahnya. Shin Ae hendak mundur mengingat jarak wajah mereka begitu dekat, namun tangan Kyungsoo yang kuat menahan tengkuk Shin Ae membuatnya diam membeku. Detak jantungnya berpacu cepat saat ini. Hidup bersama Kyungsoo bukanlah waktu yang singkat, namun tetap saja dalam keadaan seperti ini jantungnya tak bisa terkontrol seperti tubuhnya. Tak butuh waktu lama sampai Kyungsoo memangkas jarak diantara mereka, hanya ciuman singkat yang disertai lumatan-lumatan lembut. Kyungsoo cukup bisa mengendalikan nafsunya, terlebih ia masih sadar bahwa disampingnya tengah tertidur Hyukjin. Ia segera melepas ciuman mereka, lalu bangun dari posisinya. Ia menunjuk kancing kemejanya dengan mata tertutup. Oh sepertinya ia benar-benar tak berniat bangun sebentar. Shin Ae mendengus sebelum akhirnya menuruti permintaan suaminya untuk membukakan kancing kemejanya.

Shin Ae menempatkan diri disamping Kyungsoo. Beberapa hari yang lalu Kyungsoo mengganti ranjang dikamar Hyukjin menjadi ukuran King Size, karena ranjang Hyukjin yang hanya muat untuk berdua membuatnya tidur seorang diri setiap malam. Saking begitu cemburunya ia pada Hyukjin membuatnya mengganti ukuran ranjang itu hingga cukup ditempati bertiga. Kyungsoo memeluk tubuh ramping Shin Ae yang tertidur disebelah kirinya, dan Hyukjin dikanannya. Mereka tak perlu khawatir Hyukjin akan terjatuh karena ranjang ini ditempatkan berdempetan dengan tembok bergambar kartun. Suasana bahagia ini, Kyungsoo selalu berdoa agar suasana ini akan terjalin didalam keluarganya selama-lamanya.

..HIDDEN..

Matahari telah muncul dari balik peradabannya, menunjukkan sinar keemasan miliknya yang menghangatkan suasana pagi dengan langit biru cerah ini. Im Shin Ae tengah merapikan surai hitam milik putra kesayangannya setelah memandikannya. Seusai mendandani Hyukjin, ia menggendong bocah kecil itu dan membawanya keruang makan. Sebelum menuruni tangga ia sempat meneriaki Kyungsoo untuk segera turun dan memulai sarapan.

Shin Ae mulai menyuap Hyukjin dengan makanan favorit anak itu, pancake selai vanilla strawberry. Sebuah cita rasa yang menurun darinya, beberapa saat kemudian Kyungsoo turun dengan pakaian kerjanya yang sudah rapi. Celana bahan berwarna coklat tua yang dipadukan dengan kemeja cream dan blazer coklat muda. Ia berjalan dengan PC Tablet ditangannya. Menggerak-gerakkan jemarinya mengusap-usap PC Tablet itu. Shin Ae tersenyum melihat penampilan eksentrik suaminya, tak ada sisi keayahan jika dilihat dari style kerjanya itu, ditambah wajahnya yang bisa dibilang sangat imut jika diperhatikan seksama membuat beberapa klien yang belum mengenalnya, banyak yang salah sangka pada status seorang ayah satu anak ini. Diam-diam Shin Ae mengagumi ketampanan suami yang dicintainya itu, apalagi surai hitam berponinya yang saat ini sedikit dimiringkan kesamping atas, memamerkan sebagian keningnya.

Merasa terus menjadi objek yang dipandangi sang istri, Kyungsoo menatapnya sambil mengerutkan keningnya.

“Apa ada sesuatu diwajahku?” Tanyanya.

Shin Ae mengubah raut wajahnya menjadi lebih serius dan menatap intens kearah Kyungsoo. Beberapa saat kemudian mengangguk mantap.

“Apa?” Kyungsoo kembali bertanya.

“Apa kau bisa melepas ketampananmu? Aku tidak kuat membiarkan kau pergi ke kantor dengan wajah tampan itu!!”

Kyungsoo membulatkan kedua mata bulatnya, ditambah mulutnya yang sedikit menganga. Shin Ae tersenyum jahil dan kembali menyibukkan diri menyuap Hyukjin kecilnya. Kyungsoo mulai mendudukkan dirinya,

“Memang tak bisa dipungkiri kalau Do Kyungsoo itu tampan..” Gumamnya sambil memotong pancake di piringnya. Sontak Shin Ae mulai merasakan pipinya yang memanas, bodohnya dia memuji sang suami dan membuat kepercayaan dirinya keluar. Oh tidak, dia tak ingin suaminya menjadi seperti adik sepupunya yang kepercayaan dirinya terlalu tinggi itu. Oh ayolah ia tak ingin menjadi bahan godaan suaminya seperti Hyera.

PLAAKK..

“Aaakkh..”

Kyungsoo berteriak sekencang-kencangnya sesaat setelah Shin Ae memukul kepalanya dengan ujung sendok.

“YAA! Kau tidak tahu betapa sulitnya menata rambut ini!” Protesnya.

Shin Ae menggedikkan bahunya. “Lagipula kau sendiri yang mulai, kenapa aku yang kena pukul??” Protesnya lagi.

“Habiskan makananmu dan cepat berangkat, sekarang sudah pukul setengah Sembilan..” Omel Shin Ae.

“Aiissh mulai lagi..” Gumam Kyungsoo sangat lirih namun telinga Shin Ae masih sanggup mendengarnya. Shin Ae seperti itu untuk menyembunyikan debaran jantungnya yang semakin kencang melihat ketampanan suaminya, andai saja Kyungsoo tahu dia tak akan berangkat kerja dan menggoda Shin Ae habis-habisan.

@@@

Jam dinding terus berdenting, detik demi detik berlalu. Langit biru mulai menguning, burung burung beterbangan menghias langit sore musim gugur. Daun-daun dari taman berjatuhan dan beterbangan ditiup pelan oleh angin musim gugur yang cukup dingin. Wanita itu masih setia berdiri dibawah pohon yang daunnya menguning itu, kedua ujung bibirnya terangkat ketika seorang pria berjalan setengah berlari kearahnya bersama seekor anjing ras Akita berbulu putih seputih salju musim dingin.

“Aug..aug” Anjing itu mendekati Seyeong –wanita itu. Pria disampingnya meski terengah-engah dengan napasnya namun senyumnya tetap terukir dengan indah. Ia tak mempedulikan peluh yang mengguyur tubuhnya karena berlarian bersama anjing bernama Baekkie itu.

“Baekkie kau selalu nakal yaa.. sudah noona bilang jangan lari-lari, kau tidak tahu Suho oppa sangat lelah karenamu!” Ujar wanita itu, mengomel tidak jelas pada anjingnya.

Pria bernama Suho itu terkekeh mendengar Seyeong yang mengomeli anjingnya.

“Oppa gwaenchana?” Tanyanya. Suho hanya mengangguk dengan tersenyum.

“Bagaimana kalau kita ke café oppa?” Pinta Seyeong.

“Itu ide yang tidak buruk..” Jawab Suho. Mereka tersenyum bersama lalu berjalan beriringan, tak lupa Suho menautkan jemarinya pada jemari Seyeong. Setahun ini hubungan mereka semakin dekat, wanita itu tak lagi menyimpan perasaannya pada Sehun –mantan atasannya yang kini telah menikah dan memiliki seorang bayi.

Setelah kembali ke rumah Seyeong dan meninggalkan Baekkie, sekaligus mengambil mobil Suho yang terparkir disana, yah rumah Seyeong memang dekat dengan taman. Mereka kini telah sampai disebuah café yang terletak sedikit jauh dari kediaman Seyeong. Mereka sengaja kemari karena lokasi di lantai atas café ini nyaman untuk digunakan mengobrol secara pribadi. Mereka mulai memasuki café yang sejujurnya sangat ramai hari ini, meski begitu mereka akan mendapat meja mereka karena telah memesan pada pemiliknya secara langsung.

“Annyeong haseyo..” Sapa seorang karyawan dengan ramah.

“Kami memesan meja dilantai dua..”

Waitress itu meminta untuk menunggu sebentar.

“Mr. Kim Jun Myeon?” Tanyanya.

“Ne..” Jawab Suho.

“Ah selamat datang, anda ingin pesan apa tuan?” Tanya waitress itu lagi. Suho melirik Seyeong, yah percuma dia memesan toh Seyeong akan menolak.

“Aku Caramel Machiato.. dan oppa tolong jangan Espresso lagi..” Ucap Seyeong. Suho terkekeh.

“Baiklah dua Caramel Machiato dan dua chocolate cake..” Pesan Suho pada waitress.

“Baiklah tuan, nona ini akan menunjukkan meja anda..” Ucap waitress setelah mencatat pesanan Suho sembari menunjuk salah satu rekannya.

Seyeong tak bergeming dari posisinya menatap keluar jendela, pemandangan malam yang sangatlah indah. Langit begitu cerah dengan bintang yang betaburan menghias langit hitam. Sang rembulan dengan cahaya putihnya bertengger dengan anggun. Andai saja udara tak sedingin ini, mereka pasti memesan meja terluar, sayangnya Suho tak ingin Seyeong terkena flu hanya karena ingin melihat keindahan langit malam.

“Yeong-ah..” Sapa Suho dengan sangat lembut. Suaranya menyapa gendang telinga Seyeong dengan hangat. Seyeong langsung mengalihkan pandangannya dari langit malam dan beralih menatap Suho.

Seyeong hampir saja terlonjak ketika melihat kotak cincin diatas mejanya.

“Suasana malam ini begitu cerah, secerah hatiku dan hatimu. Yeong, ayo menikah..” Tanpa basa basi terlalu panjang atau terlalu rumit Suho mengungkapkan keluh kesah hatinya beberapa hari terakhir. Ia terlalu tua untuk terus menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dengan Seyeong yang memang memiliki usia yang baru menginjak 26 tahun beberapa bulan lalu. Seyeong mengerjapkan kedua matanya, ia berusaha fokus dan menelaah apa yang tengah terjadi. Ia memastikan apa yang terjadi ini memang benar terjadi.

Tak ada jawaban lain yang harus ia utarakan pada lelaki yang menginjak usia tiga dekade yang tengah duduk didepannya itu. Selama setahun ia telah memahami sifat-sifat pria yang memiliki kening indah itu. Ia memang dewasa karena terbawa usia, namun kadang kala sifatnya masih kekanakan meski tak terlalu parah. Kini iapun juga mulai mencintai pria itu, jadi tidak ada alasan untuk menolak baginya. Sebelum menjawab permintaan Suho ia tersenyum sejenak. Senyumnya itu membuat jantung Suho berpacu lebih cepat dari sebelumnya. Ia takut dengan jawaban Seyeong yang bisa saja malah menyakitinya.

“Aku mau oppa..”

Suho menatap kedua iris coklat milik Seyeong dengan mata berbinar. Ia tak dapat lagi menahan kebahagiaannya. Dan asal tahu saja, pria ini memang baru pertama kali merasakan bahagianya mencintai seseorang. Tentu saja karena dimasa mudanya, ia hanya berurusan dengan masalah bisnis dan bisnis yang membuat kepalanya selalu terasa pening, hingga akhirnya ia terbebas dari saham-saham mendiang ayahnya dahulu dan kini ia semakin bahagia karena mulai detik ini Seyeong akan menjadi yang pertama dan terakhir baginya.

@@@

DYO Fashion

Disaat waktu hampir menunjukkan tengah malam ini, Kyungsoo masih setia memeriksa beberapa dokumen, ditemani secangkir kopi dan seorang Zhang Yixing yang juga sibuk disofa. Sesekali ia berhenti memeriksa dokumen-dokumen yang bertumpuk dimejanya dan menyesap kopinya, meregangkan tubuhnya sebentar. Ia menatap Yixing yang masih sibuk mengurutkan berkas-berkas  ditangannya. “Yixing-ssi.. kau boleh pulang sekarang..” Ucapnya pada sekertarisnya itu.

“Nde? Animnida.. saya akan menyelesaikan ini dulu..” Jawab Yixing.

“Aniya.. istrimu pasti sudah menunggu, pulanglah.. aku juga akan pulang..” Tukas Kyungsoo. Ia beralih pada berkas dimejanya, menumpuknya lalu mengangkatnya untuk ia simpan dilemari sebelahnya. Gerakan itu diikuti Yixing. Ia juga menata rapi berkas-berkas yang semula ia urutkan didalam lemari yang sama. Setelah semua beres mereka berjalan beriringan menuju basement. Tinggal dua mobil disana, selain mobil sport milik Kyungsoo sebuah Porsche Cayenne putih susu juga terparkir disana.

“Kalau begitu, saya pergi Sajangnim..” Pamit Yixing dan dibalas sebuah anggukan oleh Kyungsoo. Setelahnya Yixing memasuki Porsche miliknya dan hengkang dari basement mendahului Kyungsoo yang masih sibuk memasang seat beltnya. Segera Kyungsoo menyusul kepergian Yixing.

Selama perjalanan Kyungsoo tidak mengemudikan mobilnya terlalu cepat, ia ingin rileks sebentar sebelum sampai kerumahnya. Ia meminggirkan mobilnya ketika melihat seorang wanita menendang-nendang ban mobil Jaguar miliknya. Wanita itu adalah Michele, perwakilan dari LION Corp diperusahaannya.

“Ada yang bisa kubantu, nona?” Ucap Kyungsoo setelah menurunkan kaca jendela mobil sport mewahnya.

“Oh, annyeong haseyo sajangnim..” Wanita itu membungkuk 90 derajad ketika menyadari kedatangan Kyungsoo.

“Kenapa malam-malam begini kau berada disini dan terlihat kerepotan dengan mobilmu?” Tanya Kyungsoo.

“Ah, ini.. tiba-tiba saja mobilnya mogok dan aku tidak menemukan taxi sejak tadi, jadi aku benar-benar marah pada Jaguarku ini..” Jawabnya dengan polos.

Kyungsoo terkekeh mendengar jawaban Michele yang menurutnya sangat lucu. “Telpon bengkel saja nona..” Ucapnya kemudian.

“Ah itu, mmm ponselku tertinggal di Hotel Sajangnim..” Tukas Michele.

“Baiklah, biar aku saja yang menelpon bengkel, sebentar ya..” Kyungsoo menempelkan ponselnya ketelinga setelah mengusap-usap layar ponsel miliknya. Setelah bercuap-cuap dengan montir dari bengkel yang Kyungsoo hubungi ia beralih pada Michele.

“Bengkelnya tak terlalu jauh dari sini, sebentar lagi akan sampai..” Ucap Kyungsoo.

Setelah menunggu beberapa menit, montir itu tiba dan langsung menderek mobil Michele. Kyungsoo memutuskan untuk mengantar Michele kembali ke Hotel karena ini sudah terlampau malam. Sesampainya didepan hotel Michele segera turun dari mobil sport milik Kyungsoo.

“Terimakasih atas bantuan anda Sajangnim, kalau anda tidak keberatan maukah anda mencicipi teh buatan saya?” Tawar Michele. Namun Kyungsoo segera menolak mengingat ini sudah hampir pukul 1 dini hari. Namun entah kenapa pada akhirnya Kyungsoo menyetujuinya, karena Michele membujuknya mati-matian apalagi aegyonya terlampau imut dan membuat Kyungsoo tak tega.

“Silakan masuk..” Michele memperlihatkan isi hotel tempat tinggalnya lalu berlalu menuju dapur, seperti janjinya ia akan membuatkan secangkir teh untuk Kyungsoo. Michele kembali dengan membawa nampan berisi secangkir teh.

“Silakan diminum Sajangnim..” Ucapnya disertai senyumannya.

Kyungsoo menarik kedua sudut bibirnya membalas senyum Michele.

“Kamar ini lumayan, bagaimana menurutmu?” Ucap Kyungsoo memecah keheningan.

“Aku merasa tidak betah tinggal disini..” Jawab Michele dengan jujur. ‘Aku tidak tinggal disini Sajangnim..’ ucap Michele dalam hati.

“Benarkah? Kukira kau betah disini.. kenapa tidak mencoba Myunghwa Hotel, itu milik sepupuku, aku yakin disana tidak akan membuatmu kecewa..” Ucap Kyungsoo lalu mulai meneguk teh yang dibuat Michele. MYUNGHWA? Aku ingin sekali menyapa presdirnya jika saja ada kesempatan, ucap Michele dalam hati.

FLASHBACK

“Eonni, kekasihmu tampan sekali..” Ucap Michele atau nama koreanya Suyeong. Ia tengah melihat foto-foto selca eonninya dengan kekasih barunya.

“Benarkah? Dia itu tidak dewasa sama sekali Suyeong-ah..”

“Jinjja? Aku menyukainya..”

“Kalau begitu ambil saja.. sebenarnya aku tidak menyukainya, walaupun dia kaya raya..”

“Jinjja? Sekaya apa dia eonni?”

“Dia adalah pewaris tunggal MYUNGHWA Group.. sebenarnya aku mengincar sepupunya, aku hanya ingin bisa lebih dekat dengan sepupunya, karena itulah aku mau-mau saja menjadi pacarnya..”

“Kalau begitu setelah eonni mendapatkan sepupunya berikan dia padaku, ne?”

“Ne arasseo..” Balas Ah Young sembari mencubit pipi chubby adik perempuannya yang dibesarkan secara terpisah darinya. Ah Young ikut kedua orangtuanya, sedang Suyeong dibesarkan oleh seorang pengusaha Amerika pemilik LION Corp yang terkenal. Karena Tuan John CEO LION Corp saat itu telah banyak membantu financial keluarga Min Ah Young, namun ia menginginkan seorang putri untuk diasuh, lagipula Tuan John tidak melarang orangtua kandung Suyeong berkunjung dan menemui putri mereka jadi mereka setuju saja, Suyeong atau yang diberi nama Michele oleh Tuan John itu juga tidak keberatan.

FLASHBACK END

Michele tersadar dari lamunannya ketika menyadari Kyungsoo telah tertidur pulas. Ia menyeringai melihat rencananya berhasil. Ia mendekati Kyungsoo,

“Rasakan pembalasan dariku, Kau akan menyesal telah memakai mata cantik eonniku, kau akan menyesal telah mengabaikan eonniku. DO KYUNGSOO-SSI..” Michele kembali menunjukkan senyum miringnya didepan wajah Kyungsoo yang tertidur karena ulahnya.

@@@

Shin Ae masih terdiam menatap pintu utama rumahnya, kedua alisnya berkerut. Ia tak henti-hentinya menghubungi ponsel Kyungsoo. Besok memang hari minggu, tapi benarkah dimalam minggu ini ia harus lembur hingga pagi. Ia kembali menekan beberapa angka dari telepon rumahnya.

“Yeobeoseyo? Nde? Jadi Zhang Yixing sudah tiba dirumahnya empat jam yang lalu? Aniya, animnida.. kalau begitu kututup teleponnya ahjussi..” Shin Ae menyelesaikan konversasi teleponnya dengan ayah Yixing yang dini hari itu menjawab teleponnya. Ia mengatakan putranya sudah tidur dan kembali sekitar empat jam yang lalu. Kekhawatirannya kembali memuncak, kemana perginya suaminya itu. Ia benar-benar panik dan tidak tahu harus bagaimana. Ia memutuskan untuk kembali kekamar Hyukjin dan berusaha tenang. Siapa tahu dia memang harus kembali ke kantor dan mungkin baterai ponselnya habis sehingga dia tidak dapat dihubungi. Ia terus mengajak pikirannya agar berpikir positif.

..HIDDEN..

Fajar menguning, menandakan sebentar lagi matahari akan segera muncul ke peradaban. Disebuah apartemen seorang wanita terlelap, dihadapannya seorang pria mengamati posisi tidurnya yang damai. Kedua tangan mereka terus berpegangan sepanjang malam. Pria bermarga Park itu terus memperhatikan paras cantik wanita didepannya. Sesekali ia mengusap surai legam wanita itu dengan hati-hati dan penuh kasih sayang, ia hanya tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya. Ketika wanita itu telah datang lagi dengan perasaan tulusnya, ia tak ingin menyia-nyiakannya. Tentu saja masa traumanya belum usai, karena walau sedikit ia masih merasa takut untuk mencintai gadis ini, tapi hatinya selalu bersikukuh membuatnya ingin memiliki gadis ini. Mungkin benar jika saat ini ia harus membuka lembaran baru dan melupakan masa lalunya yang pahit dengan gadis ini.

Hyeri menyipitkan matanya ketika sinar matahari memaksanya untuk membuka kedua matanya. Ia membuka matanya lebar-lebar ketika mendapati ranjang disebelahnya telah kosong. Panik. Entah kenapa dia selalu merasa panik jika kedua iris kelamnya tak bertemu dengan kedua iris hitam milik Chanyeol. Ia segera turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu, berjalan keluar dari pintu itu dan mencari-cari pria bermarga Park itu. Kedua sudut bibirnya terangkat ketika menemukan pria itu tengah mengaduk-aduk sesuatu didalam panci yang berada diatas kompor menyala. Sesekali ia menambahkan berbagai bumbu kedalamnya.

Chanyeol menghentikan kegiatan mengaduknya ketika seseorang memeluknya dari belakang. Tanpa melihat kebelakangpun Chanyeol tahu siapa orang itu, siapa lagi kalau bukan gadisnya. Ia tersenyum mandapati kelakuan manja gadisnya. Diposisi ini Chanyeol dapat merasakan kehangatan pelukan penuh cinta yang diberikan Hyeri. Hyeri menutup kedua matanya menikmati kehangatan yang menjalar keseluruh tubuhnya. Ia tak peduli lagi dengan egonya, ia tak peduli meski Chanyeol –mungkin sebenarnya telah mengingatnya, ia tak peduli itu semua. Yang ia butuhkan adalah Chanyeol berada disisinya sepanjang waktu. Toh mereka tidak pernah resmi bercerai, surat cerai yang pernah ditanda tangani oleh keduanya sudah lenyap menjadi abu dan menyatu dengan tanah. Hyeri sendiri yang memusnahkan kertas keparat itu.

Hyeri menikmati sarapannya dengan lahap, ia tak peduli Chanyeol menatapnya dengan aneh. Apalagi masakan Chanyeol memang bukan main, rasanya mengalahkan masakan siapapun didunia ini –lebih tepatnya didunia Hyeri.

“Aku tidak tahu kau suka sup kentang..” Setelah lama terdiam menatap Hyeri akhirnya suara bass itu keluar.

“Aku suka apapun yang kau masak..” Jawab Hyeri dengan mantap. See? Apakah dia mirip Yoon Hyeri yang sering mengabaikan Chanyeol? Jawabannya tidak sama sekali. Chanyeol mengernyit mendengar jawaban yang keluar –seperti tak dipikir dahulu saat keluar dari bibir manis milik Hyeri. Beberapa sekon kemudian ia tersenyum.

“Apa kau mau menikah denganku?”

“Uhuk..uhuk..” Hyeri tersedak seketika mendengar pernyataan Chanyeol. Chanyeol beralih kesebelahnya dan menyodorkan minuman untuknya sekaligus menepuk punggungnya pelan. Setelah mengatur napasnya, Hyeri menatap tidak suka kearah Chanyeol.

“BABO!” Pekiknya. Sontak membuat Chanyeol membulatkan kedua matanya.

“Aku sudah menikah……denganmu!!” Lanjutnya. Raut wajah Chanyeol berubah menjadi datar.

“Memang kau pernah mengikrarkan pernikahan secara tulus padaku?” Ucap pria bersuara bass itu.

“Itu..itu kan sama saja.. tapi, kau ingat?”

“Tentu saja aku ingat semua kartu identitasku berstatus sudah menikah dan aku menemukan dokumen pernikahan kita, aku tidak sebodoh itu Yoonie.. pokoknya kita menikah lagi besok, hanya cukup mengulangi ikrar kita didepan pendeta dan saksi, cukup kan? Aku bisa meminta Dujoon hyung jadi saksinya..”

Hyeri menatap penuh dengan ketidak sukaan pada Chanyeol.

“TIDAK BOLEH!!! AKU TIDAK MAU ORANG ITU JADI SAKSINYA, KAU SURUH SAJA SALAH SATU KARYAWANMU DARIPADA HARUS DIA!!” Teriaknya.

Chanyeol menyumpal kedua telinganya. Hampir saja ia kehilangan indera pendengarannya ketika Hyeri berteriak dengan volume tinggi tepat disamping telinga Chanyeol.

“Aku tidak tuli Yoon..” Protes Chanyeol.

“Baiklah, pokoknya kita menikah besok!” Ucap Chanyeol kekeuh. Hyeri mengerucutkan bibirnya. Chanyeol yang tidak tahan membiarkan bibir itu menganggur segera menumpasnya. Kebahagian membuncah dalam hati gadis bermarga Yoon ini. Tidak, mungkin besok ia akan menggunakan marga suaminya.

@@@

Seorang wanita mengendarai mobil Jaguar miliknya dengan kecepatan sedang. Wanita berwajah oriental ini berbicara dengan seseorang melalui ponsel miliknya.

“Kau yakin sudah terkirim? Baiklah kalau begitu..”

Setelah mengakhiri konversasi teleponnya, wanita dengan eye smile itu tersenyum miring. Langkah pertamanya berhasil, setelah menjebak Kyungsoo, ia akan membuat Kyungsoo marah kepada istri kesayangannya. Kita lihat saja, apakah rencananya akan berjalan mulus dan ia dapat menyelesaikan misi untuk mengambil alih posisi saham terkuat DYO Fashion.

Beberapa saat lalu ia memeriksa seluruh pemegang saham DYO Fashion dan saat ini ternyata pemegang terbesar adalah MYUNGHWA Group. Ia berharap dapat bertemu dengan mantan kekasih eonninya dan membuat pria yang terkenal didunia bisnis sebagai Presdir termuda dengan usaha terbesar di Asia itu bertekuk lutut padanya.

“Lihat saja Kai.. kau juga ikut membayar semuanya, dan asal kau tau aku masih terobsesi untuk memilikimu..” Gumamnya.

Ditempat lain, disebuah kamar hotel berbintang, Kyungsoo mulai terbangun dari tidurnya. Ia bangkit dan duduk ditepi ranjang sambil memegangi kepalanya yang berdenyut. Ia mulai mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Ruangan ini tampak asing hingga akhirnya dia keluar dari ruangan itu dan menemukan blazer beserta kemeja miliknya disebuah sofa. Kyungsoo terus memutar otaknya untuk mengingat kejadian semalam, semalam ia duduk disofa ini bersama dengan……Michele. Ia menyapukan pandangan kesekeliling namun tak menemukan siapapun disana, ia bergerak menuju ruangan lain namun nihil. Saat ini ia seorang diri didalam kamar hotel milik Michele. Ia menyambar kemejanya dan memasangnya asal, ia memang tak mengenakan kemejanya tapi kaos putih yang ia kenakan masih utuh, ia bersyukur karena –mungkin tidak terjadi sesuatu yang tidak-tidak.

Ia melajukan mobil keluaran Eropa miliknya dari basement hotel dan segera melajukannya dengan cepat. Tanpa memerlukan waktu lama ia sampai dirumahnya, gerbangnya segera terbuka, seseorang menghampirinya ketika ia hendak memarkirkan mobilnya dibasement.

“Ada apa ahjussi?” Tanya Kyungsoo mendapati Jung ahjussi yang sudah berhenti bekerja tiba-tiba berada dirumahnya.

“Maaf Tuan, dini hari tadi Nyonya menghubungi rumah kami, ia menanyakan keberadaan anda.. dan pagi ini saya tidak menemukan nyonya..” Ujar pria berusia lanjut itu.

Beberapa saat kemudian Yixing keluar dari dalam rumah Kyungsoo.

“Sajangnim..” Ia menyodorkan sebuah amplop berwarna kuning. Kyungsoo segera membukanya dan melihat isinya. Seketika kedua mata bulat miliknya melebar tak percaya,

“Darimana ini berasal?” Ucapnya geram.

“Bibi Song menerimanya dari pengiriman express, Sajangnim..” Jelas Yixing.

“Huaaa.. hiks huuaaaa.. hiks.. hiks. huaaks..” Hyukjin menangis histeris dari dalam rumah. Kyungsoo yang mendengar jerit tangis putranya segera masuk kedalam rumah. Hyukjin menangis digendongan Bibi Song. Kyungsoo menghampirinya dan menarik Hyukjin kedalam gendongannya. Ia berusaha menenangkan putra kecilnya yang menangis karena tidak menemukan ibunya tidur disampingnya ketika bangun pagi tadi. Tangisan pilu Hyukjin menambah tingkat pening dikepalanya. Bagaimana tidak? Pagi tadi ia baru menyadari bahwa semalam ia tak pulang, dan ketika sampai dirumah ia mendapati istrinya pergi entah kemana setelah melihat foto dirinya bersama gadis lain diranjang tidur dan sekarang ditambah Hyukjin yang menangis histeris karena tak menemukan ibundanya. Oh Tuhan.. apa ini? Kesalahan apa yang pernah ia perbuat sampai ada orang yang tega membuatnya seperti ini? Kejadian yang sangat mengerikan sekaligus memilukan…

 

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Hidden (Chapter 2)”

  1. hhhhuuuuaaaa si suyeong jahat banget…. padahal kakak’a yg terobsesi ama kyung…. padahal kyung pernah ngomong ke ah yeong klo dia cuma nganggep ah yeong sbg ade
    hhhhuuuuu dasar

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s