[EXOFFI FACEBOOK] Real Life of Idol (Chapter 1)

12714392_733115793490844_437924364_n

Real Life of Idol (Chapter 1)

Title : Real Life of Idol (Chapter 1)

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast : Jung Jijae (OC) | Oh Sehun (EXO) | Kim Kai (EXO) | Kang Seulgi (Red Velvet)

Support Cast : SMFAMILY

Genre : Romance, Angst, Idol-life, Hurt, Little bit comedy.

Rating : PG-13

Lenght : Chaptered

Disclaimer : FF ini murni buatan Author. Tapi Cast-nya bukanlah milik Author, mereka milik Sang Pencipta.

Happy Reading~

Real Life of Idol – The Star

 

Jung Jijae P.O.V.

 

Hari ini adalah peringatan 100 hari debutku. Debut yang aku impikan selama ini. Aku debut bersama 8 yeoja cantik dan berbakat lainnya. Nama Girl Group kami adalah Section atau Second Generation. Kami disebut-sebut sebagai generasi ke-2 dari Sunbae kami, Girls’ Generation.

Kami terbentuk lewat audisi SM yang di selenggarakan setiap tahunnya di beberapa negara. Dan aku adalah salah satu peserta yang dapat menjadi seorang trainee SM. Aku sangatlah beruntung, itu terjadi 5 tahun yang lalu.

Aku mengisi posisi sebagai Main Vocal, Dancer, serta Maknae. Aku sangat senang karena di kelilingi oleh para member yang menyayangiku seperti yeodongsaeng mereka sendiri.

Jung Jijae P.O.V. End.

 

 

 

Author P.O.V.

 

 

Sekarang ini, Section sedang mengadakan Fan Meeting untuk memperingati debut ke-100 hari mereka. Ada 100 fans yang hadir di acara ini. Walaupun hanya sebagian kecil, tapi mereka kelihatan sangat senang.

“Annyeonghasseyo, Leader Kim Yoonji imnida. Kami senang kalian berkenan meluangkan waktu kalian untuk menghadiri Fan Meeting ini. Kalian sungguh berharga untuk kami, maka dari itu tolong terus dukung dan cintai kami. Terima kasih.” Sapa Leader Section, Kim Yoonji.

Sapaan sang Leader di sambut antusias oleh para fans.

“Annyeonghasseyo, Keyla Lee imnida. Senang berjumpa dengan kalian. Apa kalian sudah makan?” Sapa Face of Group Section itu.

Dengan antusias para fans menjawab dengan semangat, “Sudah.” Teriak para fans.

“Baguslah, jaga kesehatan kalian. Saranghamnida.” Ujar Keyla dengan membuat bentuk hati dengan kedua tangannya.

“Annyeonghasseyo, Cha Minji imnida. Mohon dukungannya.”

“Annyeonghasseyo, Park Jieun imnida. Terima kasih atas dukungan kalian. Saranghamnida.”

“Annyeonghasseyo, Song Eunji imnida. Senang bertemu dengan kalian semua.”

“Annyeonghasseyo. We are Shin Twins.” Sapa dua yeoja berwajah mirip alias kembar.

“Shin Seorin imnida. Senang bertemu dengan kalian. Aku selalu menunggu datangnya hari ini. Aku sungguh berterima kasih. Aku dan Seojin Eonni adalah kembar. Tapi, kalian masih bisa membedakan kami. Tenang saja.” Ucap yang sebelah kiri dengan rambut se-pinggang.

“Shin Seojin imnida. Ne, itu benar. Kami berdua adalah saudara kembar. Mudah-mudahan kalian dapat membedakan kami. Kami akan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tolong bantuannya.” Ucap yang sebelah kanan dengan rambut se-punggung dan senyum manisnya.

“Annyeonghasseyo, Cho Nami imnida. Terima kasih atas kehadiran kalian. Kamsahamnida.” Sapa sang Visual dari grup ini.

“Annyeonghasseo, Section Maknae Jung Jijae imnida. Aku sangat menunggu hari ini tiba. Hari ke-100 debut kami yang menyenangkan. Bagiku, setelah aku debut bersama Section, aku merasa punya keluarga baru yang menyenangkan. Bukan berarti aku melupakan keluargaku yang ada di Busan. Aku tetap mencintai mereka. Aku senang mempunyai dua keluarga yang mencintaiku. Appa-ku meninggal saat aku trainee di Seoul, aku merasa sangat terpukul saat itu. Aku tidak bisa berada disampingnya disaat terakhirnya. Tapi, trainee yang lain memberiku semangat. Termasuk para member Section yang berada di sekitarku saat ini. Aku sangat berterima kasih pada mereka. Dan aku merasa, aku mendapatkan banyak anugerah setelah itu. Aku kehilangan Appa-ku, lalu mendapatkan orang-orang yang mencintaiku disekelilingku. Aku sangat berterima kasih.” Tutur Jijae seraya menjatuhkan bulir air matanya.

Sang Leader yang ada disampingnya langsung merangkul Maknae kesayangannya itu. Semua yang hadir di Fan Meeting itu menangis haru karena Jijae. Mereka merasakan hal yang begitu berat sudah di pikul oleh Jijae.

Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, dia sudah kehilangan Appa yang sangat ia cintai. Bukankah itu sangat berat? Tentu saja.

“Semangat, Eonni!” Teriak salah satu fans.

“Uljima, Jijae Eonni!” Ucap yang lain.

“Jijae! Jijae! Jijae!” Seru para fans dengan kompak seraya mengepal telapak tangan mereka lalu mengangkatnya sambil terus di ayun-ayunkan.

Jijae yang melihat itu tersenyum har,. “Jeongmal kamsahamnida. Terima kasih atas dukungan dan cinta kalian. Kamsahamnida.” Ucap Jijae seraya berdiri dan membungkuk.

Para member Section yang lain juga terharu dan meneteskan air mata mereka karena hal ini. Cerita Jijae yang tadi benar-benar mengharukan dan membuat orang menangis.

Aku yang mendengarnya saja sudah menangis. Apalagi aku yang mengalami hal itu. Kuatlah, uri Maknae! –Batin Yoonji.

Real Life of Idol – The Star

“Selamat atas 100 hari debut kalian. Kalian sudah bekerja keras.” Ucap salah satu Sunbae mereka.

“Ne. Kamsahamnida, Eonnideul. Tanpa kalian, kami bukan apa-apa.” Timpal sang Leader.

“Tidak perlu berterima kasih, Yoonji-ya. Itu merupakan tugas kami sebagai Sunbae kalian. Apalagi kami adalah Girls’ Generation, kami adalah Sunbae kalian yang sebenarnya. Karena kalian adalah sister kami.” Balas Taeyeon, Leader Girls’ Generation.

“Ne. Kamsahamnida, Eonni. GG jjang!” Ujar Jijae sambil mengangkat jempolnya di udara.

Seohyun berjalan mendekati Jijae, “Kau… Jadilah Maknae yang hebat. Aku yakin kau pasti bisa. Bahkan kau bisa lebih hebat dari Maknae Girl Group mana pun. Dan… Buatlah mendiang Appa-mu bangga saat melihatmu yang sekarang.” Ucap Seohyun sambil menepuk-nepuk lengan Jijae pelan lalu memeluknya erat.

“Gomawo, Eonni. Jeongmal gomawo.” Balas Jijae.

Tiba-tiba ponsel Jijae berdering.

“Eoh? Tunggu sebentar.” Ucap Jijae melepas pelukan Seohyun lalu mengangkat teleponnya.

“Ne? Ini aku. Wae, Oppa?” Jijae menempelkan ponselnya di telinganya.

“Mwo? Sekarang? Bukankah nanti sore?” Jijae menjawabnya dengan heran.

“Eum, baiklah. Aku akan segera ke sana. Ne.” Jijae menghela napasnya pelan saat mengakhiri sambungan teleponnya.

“Wae? Siapa yang menelpon?” Tanya Keyla.

“Manager Oppa. Aku harus pergi sekarang. Sampai bertemu lagi.” Pamit Jijae sambil membungkukkan badannya.

“Eodi?” Tanya Jieun.

“Pemotretan. Setelah itu aku harus pergi untuk pembacaan naskah drama-ku. Mungkin aku akan pulang larut. Kalian pulang saja lebih dulu ke Dorm, kalian pasti kelelahan. Kalau begitu aku pamit. Annyeong, Eonnideul.” Balas sang Maknae lalu pergi dari gedung SM dan memasuki van-nya.

“Lihatlah! Dia pasti kelelahan juga, kenapa dia langsung pergi tanpa istirahat terlebih dahulu?” Geram Nami sambil menghela napasnya pelan.

“Aku juga berpikiran begitu, Nami-ya. Dia benar-benar sok kuat. Kalau dia sakit, bagaimana? Huh, semoga dia baik-baik saja.” Timpal Seojin.

“Ne, aku setuju. Pemikiran kita ber-3 sama. Eotteokhae? Kita ini memang cocok, kita ber-3 sebaya. Kita harus memberikan nama untuk ‘Line’ kita. Bukankah para Sunbae juga mempunyai ‘Line’ masing-masing?” Balas Seorin bersemangat.

“Line? Maksudmu media sosial Line?” Polos Nami.

“Yak, Nami-ya! ‘Line’ itu adalah…” Seorin mengetuk-etuk dagunya.

“Mwo?” Tanya Nami.

“Eoh? Ya, seperti kelompok. Misalnya ‘Kyu Line’, ‘Beagle Line’, ‘Maknae Line’, ‘Older Line’ dan masih banyak lagi. Kira-kira apa yang cocok untuk kita ber-3?” Timpal Seorin.

“Tidak ada.” Balas Nami dengan wajah datar.

“Tidak ada? Tidak satupun?” Tanya Seorin.

“Eoh, tidak ada.” Balas Seojin kemudian berlalu begitu saja dan disusul oleh Nami.

“Yak! Mereka benar-benar…” Gerutu Seorin.

Member Girls’ Generation dan Section yang lain tertawa karena mereka ber-3. Seorin yang menyadari itu langsung tersenyum canggung.

“Kalau begitu, kami duluan. Kami ada latihan sekarang. Pulang dan beristirahatlah! Aku yakin kalian lelah.” Ujar Tiffany dengan eyes smile-nya.

Member Section mengangguk dan membungkukkan tubuhnya sambil tersenyum.

Setelah member GG sudah tak terlihat, “Awas saja mereka! Mereka mencampakanku seperti ini? Apalagi salah satu dari mereka adalah Eonni-ku sendiri. Jinjja! Aku jadi malu di depan Eonnideul. Awas saja!” Gerutu Seorin.

Yang lain hanya tertawa melihat tingkah Seorin, “Seorin-ah, tidak perlu dimasuki ke hati. Aku yakin mereka hanya bercanda.” Ucap sang Leader.

“Jinjja?”

“Eonni, berhentilah berbohong! Kalau aku ada diposisi Nami dan Seojin, aku juga akan mencampakannya. Itu permintaan yang sangat konyol. ‘Line’? Jinjja! Itu konyol sekali.” Ujar Minji.

“Yak, Minji-ya!” sang Leader menyenggol lengan Minji pelan saat melihat perubahan ekspresi Seorin.

“Itu memang kenyataan.” Balas Minji pelan.

Real Life of Idol – The Star

Kini Jijae tengah berpose untuk sebuah majalah terkenal Korea. Dia adalah satu-satunya Idol wanita yang berpose untuk majalah ini, bahkan sebelum debut resminya bersama Section.

“Ne~ Bagus sekali, Jijae-ssi. Kau memang hebat dan berbakat. Aku tidak salah memilihmu sebagai satu-satunya Idol wanita untuk majalah ini. Kau begitu hebat.” Puji seorang namja paruh baya yang di kenal sebagai penanggung jawab pemotretan ini, “Oh iya. Setelah ini, kau harus berpose dengan seorang Idol pria. Tapi, sepertinya dia belum datang. Kau bisa istirahat sebentar.” Sambungnya.

“Eum, baiklah.” Balas Jijae sambil membungkukkan tubuhnya lalu pergi.

“Daebak! Dia benar-benar luar biasa, Bos.” Ucap namja dengan topi hitam yang membawa alat komunikasi berwarna hitam di tangannya.

“Ne, itulah sebabnya aku merekrutnya. Popularitasnya sedang naik sekarang. Dengan begitu, majalah kita akan semakin terkenal dan jaya. Benarkan?”

“Benar, Bos. Kau benar-benar tidak salah pilih. Dia benar-benar cantik.” Ucap namja itu dengan mata yang berbinar-binar sambil melihat Jijae yang sedang duduk di bangku artis.

“Lihatlah mereka, Jijae-ya!” Ujar Manager Oppa sambil melirik ke arah penanggung jawab dan salah satu karyawannya itu.

Jijae yang sedang memejamkan matanya, langsung membukanya perlahan.

“Mwo? Memangnya ada apa dengan mereka?” Heran Jijae.

“Kau tidak lihat? Mereka begitu terpesona padamu. Aku yakin apapun yang terjadi, kau akan tetap bersinar di mata mereka. Aku yakin itu.” Ucap Manager Oppa.

“Jinjja? Bersinar? Aku bukan matahari, Manager Oppa.” Timpal Jijae.

“Tapi di mata mereka dan fans-mu di luar sana, kau adalah matahari. Bahkan kau juga merupakan bintang. Kau adalah matahari dan bintang. Ingat itu!” Balas Manager Oppa.

Tak lama kemudian, Jijae di kagetkan oleh kedatangan seseorang yang ia kenali. Apa yang dia lakukan disini? –Batin Jijae.

“Wah, kau sudah datang? Baiklah, kalau begitu silahkan bersiap-siap untuk pemotretannya.” Sapa sang penanggung jawab, “Oh iya, kau pasti sudah kenal dengan rekan-mu dalam pemotretanmu kali ini karena kalian satu agensi. Di mana dia? Eoh, Jijae-ssi! Kemarilah.” Sambungnya.

Jijae langsung menghampiri sang penanggung jawab dan Idol yang di bilang satu agensi dengannya. Jijae membungkuk.

“Annyeonghasseyo, Sunbae. Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini.” Sapa Jijae.

“Eoh, nado.” Timpal namja itu singkat.

“Baiklah. Silahkan bersiap-siap Jijae-ssi, Sehun-ssi.” Ujar sang penanggung jawab.

Real Life of Idol – The Star

“Terima kasih sudah menyempatkan waktumu untuk pembacaan naskah ini, Jijae-ssi. Aku tahu kau sangatlah sibuk. Jadi, maafkan aku jika ini membuatmu merasa tidak nyaman.” Ujar sang Sutradara untuk drama perdana Jijae itu.

“Ne. Gwenchana-yo, Sutradara. Aku tidak lelah sama sekali. Aku malah senang bisa di izinkan untuk bermain drama dan sekarang aku akan membaca naskahnya. Aku yakin naskah ini sangat bagus, karena yang aku dengar naskah ini di tulis oleh penulis terkenal Korea. Jadi, aku akan sungguh-sungguh dalam memerankannya.” Balas Jijae.

“Baguslah kalau begitu. Pemeran utama pria-nya adalah Idol yang satu agensi denganmu, jadi aku rasa kalian akan cocok.” Ujar Sutradara.

“Satu agensi denganku? Nugu-yo?” Tanya Jijae.

Jangan sampai Sehun Oppa lagi. Aku tidak mau hal seperti tadi terulang kembali. -Batin Jijae.

Flashback On.

“Jijae-ssi, persempit jarakmu dengan Sehun. Kenapa kau jauh-jauh seperti itu? Dia tidak akan menggigitmu.” Ujar penanggung jawab pemotretan.

“Eum, baiklah.” Balas Jijae lalu langsung sedikit mendekat ke arah Sehun.

“Yak! Itu masih jauh sekali. Bagaimana bisa pemotretan ini berjalan kalau jarak kalian sejauh itu? Eoh?” Geram penanggung jawab pemotretan.

Sehun menarik lengan Jijae dan merangkulnya.

“Diamlah. Cepat selesaikan pemotretan ini! Aku ada janji khusus sehabis ini. Jangan membuat semua jadwalku hancur. Arra?” Ucap Sehun dingin.

Jijae gemetar. Wajahnya mulai memerah saat masa pemotretan.

Eotteokhae? –Batin Jijae.

Flashback Off.

Pemotretan yang hanya beberapa jam saja, aku sudah merasa ingin mati. Apalagi drama? Drama dengan 20 episode? Eotteokhae? Semoga bukan Sehun Oppa. Aku benar-benar bisa mati jika itu terjadi. Apa jadinya wajahku nanti? Apa akan semerah kepiting rebus? –Batin Jijae.

“Ah, itu dia.” Ujar Sutradara sambil menunjuk ke arah pintu masuk.

Semoga bukan Sehun Oppa. Jebal. -Batin Jijae.

“Eoh? Jijae, kah?” Kaget namja itu, “Kau yang akan menjadi lawan mainku?” Sambungnya.

Suara ini. –Batin Jijae.

“Minho Oppa?” Kaget Jijae.

“Lama tak jumpa, Jijae-ya. Selamat atas 100 hari debutmu.” Tutur Minho.

“Eum, gomawo.” Balas Jijae sambil tersenyum.

Syukurlah. Ternyata Minho Oppa. Aku lumayan dekat dengannya, pasti aku bisa melakukannya dengan baik. Semoga saja. -Batin Jijae.

Real Life of Idol – The Star

“Apa ini? Eonnideul, lihat ini!” Perintah Eunji, saat ini dia lah Maknae di Dorm, karena tak ada Jijae.

“Mwo?” Mereka merespon tapi tidak menengok sedikit pun, mereka masih sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.

“Eonni~ Lihatlah dulu! Lihatlah berita ini. Kalian pasti akan kaget.” Tutur Eunji sambil menunjuk ke arah televisi.

“Mwo?” Kaget Jieun, “Apa ini? Jinjja?” Sambung Jieun.

“Wae-geurae? Ada berita apa?” Tanya Yoonji yang ada di dapur.

“Eonni, kemarilah! Palli! Palli-wa!” Pinta Minji.

Yoonji membulatkan matanya, “Mwo? Jinjja? Jijae eodiseo?” Kaget Yoonji.

“Dia belum pulang, Eonni.” Balas Nami.

Tiba-tiba pintu masuk terbuka, “Aku pulang!”

“Itu Jijae. Remote? Remote-nya dimana? Cepat matikan!” Perintah Yoonji.

Semua member kewalahan, mereka mencari remote televisi yang hilang entah kemana.

“Tidak ada. Eotteokhae?” Panik Seorin.

“Eotteokhae? Jijae tak boleh melihat berita ini.” Panik Keyla.

“Itu benar. Kalau dia melihat berita ini, dia tidak akan tenang. Aku yakin itu.” Balas Seojin.

“Eotteokhae?” Semua member Section panik.

“Ada apa ini?” Heran Jijae yang baru saja sampai di ruang televisi setelah melepas sepatunya.

“Tidak ada apa-apa.” Gugup Seorin.

“Kenapa kalian berdiri didepan televisi? Wae?” Heran Jijae.

“Eoh? Gwenchana. Kami hanya ingin menyambutmu.” Dusta Seojin.

“Jinjja? Kalau begitu permisi, aku ingin menonton televisi. Jangan halangi televisinya!” Pinta Jijae.

“Hajima!” Teriak mereka bersamaan.

“Wae?” Tanya Jijae.

“Acaranya tidak ada yang seru. Jadi lebih baik kau istirahat saja, atau tidak… Kau makan saja.” Tutur Jieun.

“Aniya, aku tidak lapar. Aku ingin nonton televisi saja.” Ucap Jijae.

“Hajima! Hajima!” Member Section tetap menghalangi televisi.

Ada apa dengan mereka? Apa yang mereka sembunyikan? –Batin Jijae.

“Tetap seperti ini. Mungkin kalau kita mengulur waktu, beritanya akan habis.” Bisik Yoonji pada member yang lain.

“Tapi sepertinya Jijae mulai curiga, Eonni. Eotteokhae?” Balas Jieun pelan.

“Eonnideul, apa yang kalian sembunyikan dariku? Acara televisi apa yang kalian cegah untuk aku lihat?” Selidik Jijae.

“Aniya. Kami tidak sedang menyembunyikan apapun darimu. Jinjja!” Ucap Keyla meyakini Jijae.

“Eoh? Begitukah? Baiklah.” Balas Jijae seraya membalikan badannya.

“Huh, syukurlah.” Ucap Yoonji sambil menghela napasnya pelan.

“Jijae eodiseo?” Kaget Nami saat melihat Jijae sudah menghilang.

“Apa dia bisa menghilang secepat itu? Apa dia bisa menghilang seperti Do Min Joon di drama Who You Came From The Star?” Heran Seorin asal.

“Jijae!” Kaget Keyla saat melihat Jijae berdiri didepan televisi dengan wajah lesu.

“Apa ini? Berita apa ini? Apa ini benar? Jinjja?” Lirih Jijae.

“Sehun EXO dan Seulgi Red Velvet tertangkap basah tengah berkencan di sebuah kedai. Mereka memakai pakaian serba hitam dan tertutup. Foto ini di ambil beberapa waktu lalu, foto ini juga sudah menyebar luas di media. Dan foto kiri bawah, di ambil tadi sore sekitar pukul 5 sore KST. Kedekatan mereka tidak terlalu di ekspos di media, tapi ternyata diam-diam mereka berkencan? Apa mereka benar-benar berkencan? Bagaimana SM Entertainment menanggapi hal ini? Ini adalah kabar yang mengejutkan…..” Tutur seorang reporter di layar televisi.

“Mereka berkencan?” Lirih Jijae.

“Jijae-ya, tenanglah. Jangan berspekulasi seperti itu dulu. Belum tentu itu benar.” Ujar Minji.

“Ini yang kau sebut janji khusus? Janji khususmu… Bersama Seulgi Sunbae?” Lirih Jijae seraya menatap foto Sehun yang muncul di layar televisi.

“Maknae!” Khawatir Yoonji.

“Jinjja? Mereka benar-benar berkencan?” Lirih Jijae.

“Jijae-ya!” Ujar Yoonji seraya memeluk erat Jijae.

“Eonni, eotteokhae? Apa yang harus aku lakukan? Penantianku selama ini sia-sia saja? Aku sudah menunggu lebih dari 5 tahun untuk bisa berdiri di panggung yang sama dengannya. Tapi, apa yang aku dapatkan sekarang? Berita ini! Apa ini akhir dari semuanya?”

“Aniya. Jangan bicara seperti itu. Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan. Kau ingat saat Debut Stage kita? Kita berdiri di panggung yang sama dengan EXO. Kau bahkan bersebelahan dengan Sehun. Jadi, jangan bicara seperti ini. Tolong.” Tutur Yoonji.

“Tapi, jika berita ini benar. Semua itu sia-sia saja. Debut Stage, SMTOWN Concert, bahkan jadi model majalah bersamanya, itu semua akan sia-sia. Tidak ada artinya.” Lirih Jijae.

“Aniya. Berhenti bicara seperti itu. Aku yakin itu semua tidak akan sia-sia.” Balas Yoonji.

“Maknae, hwaiting!” Semua member ikut memeluk Jijae.

Real Life of Idol – The Star

“Sehun-ah, bagaimana ini? Aku tidak menyadari kalau kita di buntuti selama ini. Apa yang harus kita lakukan?” Panik Seulgi.

“Molla. Nado molla.” Pasrah Sehun.

“Oh Sehun, apa CEO akan mengkomfirmasi hubungan kita? Aku rasa beliau tidak tahu kalau kita berkencan.” Tutur Seulgi.

“Kau yakin beliau tidak tahu?” Tanya Sehun.

“Sepertinya begitu. Beliau tidak pernah menyinggung soal hubungan kita.” Balas Seulgi.

“Tapi beliau punya banyak ‘mata’. Beliau pasti selalu mengawasi gerak-gerik artisnya di luar panggung. Aku yakin itu. Karena kesalahan kecil dapat berdampak sangat besar pada kehidupan seorang artis. Dia pasti menjaga itu.” Tutur Sehun.

“Begitukah? Apa itu artinya dia tidak akan mengkonfirmasi hubungan kita?” Tanya Seulgi.

“Memang apa yang kau mau?” Tanya Sehun.

“Kau tahu? Aku lelah berkencan diam-diam. Di atas panggung, kita selalu berjauhan agar tidak ketahuan. Aku lelah, Sehun-ah. Rasanya aku ingin semua orang tahu. Apa kau tidak lelah terus menutup-nutupi ini?” Lirih Seulgi.

“Aku juga lelah. Aku tahu kau tidak nyaman dengan hal ini. Mianhae.” Balas Sehun.

“Aniya. Tidak usah minta maaf. Lebih baik kita pulang dan jangan sampai ketahuan lagi. Kalau begitu, aku keluar lebih dulu. Sampai jumpa.” Pamit Seulgi.

Sehun menundukkan kepalanya sambil memijatnya sesekali. Namja berkulit putih susu ini tengah merenungi kesalahannya. Apa yang harus aku lakukan? –Batin Sehun.

Real Life of Idol – The Star

“Sehun eodiseo?” Tanya Suho.

“Molla, Hyung. Dia belum pulang sedari tadi.” Balas Baekhyun.

“Sudah coba meneleponnya?” Tanya Xiumin.

“Dia tidak menjawab telepon-ku.” Balas Chen.

“Kai-ya, apa kau tahu dimana Sehun sekarang?” Tanya Chanyeol.

“Molla.” Balas Kai singkat sambil sibuk mengotak-atik ponselnya.

“Apa dia sedang ada masalah dengan Sehun?” Bisik Lay.

“Entahlah, bukankah mereka sangat dekat? Mungkin itu perasaanmu saja.” Balas Kyungsoo pelan.

“Jinjja? Tapi aku merasakan hal itu juga.” Baekhyun tiba-tiba ikut bicara.

“Yak! Kau mengagetkanku saja, Baekhyun-ah.” Timpal Lay.

Real Life of Idol – The Star

“Seulgi eodiseo?” Tanya Irene.

“Molla, Eonni. Apa yang dia lakukan di saat seperti ini?” Panik Wendy.

“Aku akan meneleponnya lagi.” Ujar Joy sambil menempelkan ponselnya di telinga kanannya.

“Angkatlah, Eonni. Jebal.” Gerutu Joy.

“Eoh? Eonni~ Eodiya?” Joy tersenyum dengan senyum khas-nya.

“Kau dalam perjalanan pulang? Eum, baiklah. Hati-hati di jalan.” Joy langsung memutuskan sambungan teleponnya.

“Tenang saja. Dia sudah dalam perjalanan pulang.” Ujar Joy.

“Baguslah. Aku kira dia kenapa-kenapa.” Lega Wendy.

Yeri juga menghela napasnya lega sambil tersenyum.

Real Life of Idol – The Star

“Jijae-ya, tadi malam penanggung jawab pemotretan majalah meneleponku.” Ujar Maneger Oppa sambil menyetir van.

“Beliau bicara apa?” Tanya Jijae.

“Dia bilang, ada pemotretan khusus untukmu. Sepertinya jadwalnya beberapa hari lagi. Aku akan beritahu kalau sudah di konfirmasi olehnya.” Tutur Manager Oppa.

“Eum, baiklah.” Timpal Jijae.

“Gwenchana?” Tanya Manager Oppa hati-hati.

“Eoh? Maksudmu?” Bingung Jijae.

“Berita tadi malam.” Balas Manager Oppa.

“Gwenchana. Aku sudah lebih baik. Tapi, kau tahu dari mana kalau aku….”

“Semua member terus membicarakan itu. Mana mungkin aku tidak tahu kalau kau menyukainya.” Tutur Manager Oppa.

“Oppa!” Geram member Section yang lain.

Manager Oppa langsung menutup mulutnya.

“Apa yang kalian bicarakan tentang aku dan Sehun Oppa? Eoh?” Geram Jijae.

“Aniya, Maknae. Sungguh! Manager Oppa berbohong. Kami tidak tahu apa-apa.” Balas Keyla.

“Jinjja?”

“Ne, Jinjja!”

“Iya, aku berbohong. Oh iya, CEO ingin bertemu denganmu.” Ujar Manager Oppa.

“Nugu?” Tanya Yoonji.

“Oppa, kami ada 9. Sebut nama saja.” Geram Nami.

“Jijae. CEO ingin bertemu dengan Jijae. Kalian pergi saja ke ruang latihan lebih dulu.” Timpal Manager Oppa.

“Aku? Untuk apa?” Heran Jijae.

“Entahlah. Tadi pagi, perwakilannya meneleponku.” Timpal Manager Oppa.

“Mungkin tawaran iklan, Maknae. Wah, kau benar-benar hebat.” Puji Seojin.

Real Life of Idol – The Star

“Duduklah, Jijae!” Perintah CEO.

“Ne, kamsahamnida.” Balas Jijae, “Ada apa Anda memanggilku ke sini?” Tanya Jijae.

“Aku ingin mengajukan permintaan.” Ujar CEO.

“Permintaan? Apa itu? Katakanlah, Sajangnim!” Tutur Jijae.

“Tunggu. Aku ingin mengatakannya langsung saat dia sudah datang.” Tutur CEO.

“Dia? Siapa?” Heran Jijae.

Tiba-tiba pintu terbuka.

“Annyeonghasseyo. Anda memanggilku?” Ujar seorang namja.

Suara ini. Benar-benar tidak asing di telingaku. -Batin Jijae.

“Iya. Duduklah!” Perintah CEO pada namja itu.

Sehun Oppa? –Batin Jijae saat melihat Sehun duduk di sebelahnya.

“Kalian! Berpura-puralah berkencan.” Ujar CEO.

“Mwo?” Kaget mereka bersamaan.

TBC

Gimana chapter 1 nya? Mudah-mudahan gak mengecewakan ya. Entahlah, tiba-tiba Author kepikiran bikin ff kayak gini. Tolong beri saran dan kritik yang membangun ya, Readers. Oiya, ini ff doang lho, bukan kenyataan. Ntar pada nyangka Sehun dan Seulgi kencan beneran lagi. Enggak kok, kan Sehun sama aku hehe. Bercanda-bercanda.

Terima kasih admin EFF yang sudah men-share ff ini. Makasih juga buat yang udah baca. Ayo komen sebanyak-banyaknyaaaa. Big Love.

RCL

19 tanggapan untuk “[EXOFFI FACEBOOK] Real Life of Idol (Chapter 1)”

  1. Menurut gue kasihan jijae nya. Yang asli pacaran sama sulgie. Pura pura nya sama jijae. Jjijae di jadikan kambing hitam sama SM. Tega nya

  2. daebak sehun yang ternyata pacaran sama wendy diharuskan dating sama jijae, kenapa gak dating sama aku aja hehe/digeplak

    jadi penasaran sama chap selanjutnya
    izin baca chap 2 nya thor

  3. lagi mmg suka sm real life idol gini berasa nyata aja gitu sukaa sukaa ceritanya menarik yaaa meski pairing awal sehun agak dikit kurang suka hehehehe

  4. Amaziinggg!!!
    Aku paling suka fanfics ini, kak. Padahal biasanya aku berimajinasi aja jadi idol dan dijodohin sama Sehun. Gak nyangka ada fanfics kaya gini juga. Terus yang jadi orang ketiganya juga selalu bayangin itu member Red Velvet.
    Dannn.. Aku itu SONE garis keras (author gak nanya), jadi begitu ngeliat ada nama GG, langsung deh penasaran akut.
    Entah kenapa fanfics ini pas banget sama pemikiran aku.
    Lanjutin lagi ya kak, sumpahhh, keren banget!! Jangan sampe berhenti ditengah jalan kak, sayang banget..

  5. seru nih ceritanya…..
    jadi penasaran sama chapter selanjutnya….
    aduuuhh…..sehun gmn ya nanti sama jijae????
    gk sabar nunggu next chapter nya….
    semangan kax…..

  6. kayanya alur nya terlalu panjang,,maksudku,, part part yg tidak gitu penting,,mending ditiadakan,,bisa d ganti dng author side,, dan percakapan antar member section yg bukan main cast,,bisa d rangkum dalam satu frasa! jadi inti dr kisah main cast nya lbh berasa!!!
    **moga jadi lbh baik lagi tulisanya,,yg smangat belajarnya!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s