[EXOFFI FREELANCE] MY LAST BREATH

wpid-my-last-breath

© TITTLE : MY LAST BREATH|| 2016 VERSION

 

Aku mencintaimu dengan nafas terakhirku, aku mencintaimu hingga aku menutup mataku, semoga dirimu dapat menjaga cinta ini dan semoga tuhan menjagamu sampai kita dapat bertemu lagi  –Sehun-

 

Sudah dipost disini :

https://richfams132.wordpress.com/2016/02/08/my-last-breath-2016-version/

© Genre : 

Romance, Angst, AU, OOC.

© Disclamer :

Seolhyun belongs to Sehun and Sehun belong to Seolhyun, but other cast belong to god, and the the plot is mine, this ff is mine.

Cast :

Oh Sehun as Sehun

Kim seolhyun as Seolhyun

© Author :RichFams06

Rated : T

Warning! : ini FF ricycle yang pernah saya buat dan saya buat kembali dengan bahasa yang semoga saja bagus, Many TYPO’s, kurang sesuai dengan EYD, maaf jika masih banyak kekurangan. ENJOY! FF ini dibuat dalam versi Seolhyun dan Sehun DI tahun yukk silahkan dibaca.

DON’T LIKE DON’T READ

DON’T PLAGIATISM

DON’T BASH

DON’T COPY PASTE

DON’T FORGET TO REVIEW

 

***

 

 ‘kriing..kriing..’

Suara telephone terdengar keras dirumah pria berkulit putih pucat bernama Sehun, ia adalah seorang pria tampan bertubuh tinggi dan memiliki rambut berwarna cokelat, sehun memiliki wajah yang rupawan dan bisa dibilang cukup sempurna, namun sayangnya kepribadian yang dimilikinya sangat dingin dan tidak pernah terbuka pada siapapun. Bahkan terbilang sangat tertutup pada orang tua dan kakak perempuannya sendiri.Sehun tinggal disebuah apartement kecil miliknya.

Sebenarnya sehun bukan berasal dari keluarga yang tidak mampu, keluargannya bahkan sangat kaya raya, tetapi sebagai lelaki sehun tidak mau manja dan ingin membiayai kehidupannya sendiri,  dan selalu ingin bersekolah dengan usahanya sendiri dalam bekerja.

Apartement kecil yang bisa disebut flat yang tentunya beralamat di Korea Selatan itu bahkan tidak memiliki sesuatu yang spesial.Hanya tersedia sebuah kasur kecil yang tergelar dilantai, sebuah bantal guling dan bantal untuk Oh sehun tidur.

“halo? Ah iya Seolhyun noona, aku akan menuju kerumahmu, tunggu aku disana. Ya.,terimakasih noonane~” Sehun yang  genius kini memiliki pekerjaan sampingan sebagai seorang guru les musik untuk anak – anak, khususnya alat musik piano.

 

‘klek’

 

Sehun menutup telephone yang berasal dari Seolhyun. Ya, Seolhyun adalah senior yang memberikannya banyak pekerjaan, ia telah banyak membantu Sehun dalam mencarikan murid – murid untuk Sehun ajari, maklum saja, karena Seolhyun adalah seorang guru musik juga, hanya saja dia khusus dibidang alat musik gitar. Sehun menghela nafasnya dalam, sudah kesekian kalinya ia tidak tidur, bahkan kini sudah hari yang ketujuh semenjak ia divonis suatu penyakit yang mematikan oleh dokter. Penyakit yang bahkan tak ada obatnya didunia ini, dan Sehun yakin bahwa tidak ada lagi harapannya untuk hidup.

‘aku sangat mencintai dirinya, tetapi itu adalah hal mustahil, aku tak ingin menyakitinya. Aku mencintaimu Seolhyun noona’

Kini ia lakukan hanyalah bisa menyembunyikan penyakit itu dari orang-orang yang ada disekitarnya, Sehun yang memiliki karakter berhati dingin, kini harus semakin dingin karena hal itu.  Padahal  ia baru – baru ini menaruh suatu perasaan pada seseorang, yaitu‘Kim Seolhyun’ yang tidak lain adalah seniornya sendiri dikampus, namun karena penyakit itu Sehun terpaksa untuk menahan semua rasa itu.

***

Seorang Dokter berwajah tampan dan memiliki tubuh atletis bername tag Siwon Choi kini sedang duduk, dan meminum coffe lattenya dengan tenang diruangan,  ia kini sedang berfikir keras atas penyakit atau kelainan psikologis yang telah berhasil dirinya diagnosa. Bahkan penyakit ini hanya segelintir orang saja yang dapat mengidapnya, ia saat ini sangat bingung dalam mencari jalan keluar untuknya.

Tak lama, pasiennya kini datang.Pasien berambut ikal cokelat dan memiliki kulit putih pucat kini sudah duduk dihadapannya.

“jadi apa penyakitku Dokter choi?” tanya  pasien pria yang tidak lain adalah Sehun.

“Anda terkena sleeping syndrome, penyakit ini adalah penyakit dimana jika anda tertidur, maka akan terbangun sangat lama dan tampak seperti orang yang sedang koma, mungkin saja kejadian kemarin itu karena hal ini, saya tidak tau harus memberikan anda pengobatan seperti apa, hanya saja yang saya takutkan tiba – tiba anda tertidur dan tidak akan terbangun lagi disaat terapi tersebut berlangsung” siwon menatap lekat mata onyx milik Sehun, sangat tersirat kesedihan yang cukup mendalam pada Sehun.

“jadi apa yang harus aku lakukan?” tanyanya lirih.

“kami hanya bisa memperlambat kematian anda dengan obat – obatan yang menurut kami bisa membantu anda” jawab siwon lagi.

“Dokter choi, kumohon rahasiakan hal ini dari orang tuaku ya?aku tidak mau membuat mereka khawatir, dan juga rahasiakan hal ini dari orang yang ada disekitarku, anda mengerti? Saya percaya pada anda” tanya Sehun pada siwon.

“saya akan berusaha menjaga rahasia anda” jawab Siwon dengan lugas.

“terimakasih dokter” Sehun menjabat tangan sang Dokter pribadi keluarga dan bergegas beranjak dari ruangan untuk kembali ke aktifitasnya.

***

Sehun melangkahkan kakinya dengan bahagia, walau ia tahu kalau penyakit yang kini ada dalam tubuhnya sangat menganggu, ia tidak akan menyerah dalam melewati hari – hari dirinya yang tersisa, bahkan ia sangat bahagia jika hanya menatap hal yang sepele saja, seperti melihat hujan dan melihat pelangi, ia akan sangat bahagia walau hanya hal yang mungkin menurut orang lain tak penting.

Pagi hari yang cukup cerah kini menyambut senyum tipis Sehun, walaupun ia harus bersikap kaku di hadapan orang disekitarnya, namun Sehun tetap merasa bahwa ia akan sangat sedih jika tak melihat mereka satupun.

Sehun kini berada di depan rumahSeolhyun, karena hari ini adalah hari ia mengajar salah seorang muridnya bersama wanita yang ia cintai tersebut.

“halo..” Sehun menyapa sang gadis yang kini telah keluar dari rumahnya.

“halo Sehun, sudah siap untuk mengajar?” tanya Seolhyun pada Sehun yang menatapnya dengan sebuah tatapan yang berbeda.

“tentu saja, aku sudah siap noona..” jawab Sehun dengan senyuman yang merekah.

“ayo kita jalan ke studio” Seolhyun mulai berjalan mendahului Sehun, tentu saja Sehun berjalan tepat di samping Seolhyun, ya Sehun sangat merasa gugup akan hal itu, namun dirinya juga merasa bahagia disaat yang bersamaan, ia tak pernah sekalipun berharap lebih namun yang ia dapatkan kini sudah sangat cukup untuk dirinya, dengan selalu berada disamping wanita nya, hanya itu.

“apa tidurmu nyenyak Sehun?” Tanya Seolhyun sembari melihat kearah Sehun, sementara yang di Tanya malah sedang sibuk menatap objek disampingnya itu.

“Sehun?” Seolhyun memanggil Sehun kembali, dan akhirnya Sehun merespon,

“ah iya, ada apa noona?”

“apakah kamu tidur nyenyak?” tanyanya kembali.

“ah itu, hmm, bagaimana dengan murid itu, apa ia benar jadi latihan hari ini? Coba noona tolong tanyakan kembali” Tanya Sehun mengalihkan pembicaraan.

“sebentar..” Seolhyun mengambil smartphone yang berada di saku jaketnya dan menekan touchscreen yang ada di smartphone miliknya.

Setelah Seolhyun mengkonfirmasi pada muridnya, ia kembali melihat kearah Sehun yang nampaknya sedang memandang langit yang cukup mendung.

“aku sudah menanyakannya Sehun-ah, kata ibu nya hari ini ia belum mau memulai latihan dulu, dan juga murid yang lain ingin kita mengajar besok, berarti hari ini kita tidak mengajar siapa – siapa” jelas Seolhyun panjang lebar.

“kalau begitu kita berdua tetap ke studio saja, apa kau tidak mau kuajarkan piano? Itu pasti akan sangat menyenangkan dan kurasa itu bukan hal yang merugikan dirimu noona..” pinta Sehun dengan semangat.

“baiklah, apa salahnya jika kita belajar piano bersama..” JawabSeolhyun dengan senyuman manis dibibirnya.

Sehun tanpa sadar menautkan tangannya dengan tangan milik Seolhyun, dan betapa terkejutnya Seolhyun disaat Sehun melakukan hal itu, wajah dan pipi putih bersih milik Seolhyun pun memerah di kala Sehun melakukan hal tersebut, dan tanpa sadar kedua insan ini pun saling menggenggam erat tautan tangan mereka sembari berjalan di jalan gwanghwamun menuju studio musik tempat mereka bekerja.

Saat mereka sampai, Sehun dengan tak sabar menarik Seolhyun menuju piano klasik yang sangat ia banggakan pada para muridnya.

“Sehun, ada apa denganmu?”Tanya Seolhyun dengan wajah heran melihat Sehun yang sangat berbeda dari biasanya.

“aku baik – baik saja noona, ayo kita mainkan pianonya” jawab Sehun dengan kekehan pelannya.

Saat ini Sehun dan  Seolhyun memainkan piano berdua, Sehun mengajarkan Seolhyun dengan perlahan dan dengan sabar, lalu semakin lama, Seolhyun akhirnya dapat memainkan piano bersama dengan Sehun. Tak sadar mereka berdua telah selesai memainkan piano, dan tak sadar waktu sudah menunjukan pukul 6 sore.

“aku sangat bahagia Seolhyun noona, karena akhirnya aku bisa bermain piano dan yang terpenting adalah aku bisa bersamamu saat ini” Sehun menatap piano dihadapannya dengan wajah sedih bercampur senang disaat yang sama.

“akupun merasakan hal yang sama dengan dirimu Sehun-ah, aku juga sangat bahagia saat ini” jawab Seolhyun sembari kembali menyunggingkan senyuman bahagianya.

Sehun mengamit tangan Seolhyun dan meletakannya dipipi, Seolhyun kembali dibuat kaget oleh pria yang bisa memainkan piano ini, namun ia bisa mengendalikan detak jantungnya yang kini tak beraturan.

“bolehkan aku tidur di pangkuanmu Seolhyun noona?” Tanya Sehun sopan.

“a..apa?” Tanya Seolhyun dengan wajah yang kini benar – benar shock dan tidak bisa di sembunyikan lagi.

“bolehkah aku tidur dipangkuanmu noona? Aku sangat merasa ingin tidur saat ini..”Tanya Sehun lagi.

“b..baiklah, k..kamu boleh tidur dipangkuanku Sehun” jawabSeolhyun gugup.

“terimakasih noona..” dan benar, kini Sehun telah meletakan kepalanya dipangkuanSeolhyun, ia benar – benar tak menyangka akan sejauh ini, namun yang terpenting adalah kini ia bahagia.

“Seolhyun noona.., apakah noona tau? Aku sangat bahagia saat ini..” gumam Sehun.

“bahagia kenapa hm?”Seolhyun secara reflex mengelus kepala Sehun.

“karena aku, Oh sehun, aku mencintaimu, sangat mencintaimu Seolhyunnoona, aku mencintaimu” Sehun terpejam dan nafasnya kian lambat, menandakan bahwa ia akan meninggalkan raganya.

“aku juga Sehun, aku mencintaimu..” balas Seolhyun di iringi pelukan dan bisikan ditelinga Sehun, namun sang pria kini telah tidur, ia telah tertidur dan terlelap dalam tidur panjangnya bersama tuhan, ia telah pergi bersama cinta yang ia bawa.

“selamat tidur Oh Sehun~” bisik Seolhyun dengan tangisan yang kini tak tertahankan lagi, ia tidak merasakan lagi detak jantung diraga lelaki itu, dan ia sadar bahwa pria-nya telah tak ada.

Seiring perginya sang pria, tetesan air kini berjatuhan dibumi seakan mengerti bahwa ada kesedihan yang terjadi di dalam hati kedua insan yang telah berbeda dunia, dan hanya satu insan yang akan bertahan hidup dan menyimpan cintai itu untuknya.

Aku mencintaimu dengan nafas terakhirku, aku mencintaimu hingga aku menutup mataku, semoga dirimu dapat menjaga cinta ini dan semoga tuhan menjagamu sampai kita dapat bertemu lagi” –Sehun-

-END-

Thanks for read^^

Just leave ur comment..

 

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] MY LAST BREATH”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s