[EXOFFI FREELANCE] You Know Me (Chapter 1)

EXO KAIIIIII

Tittle : YOU KNOW ME……??????

Author : suci byun (www.sucikimhyunchan.blogspot.com)

e-mail : nurulafifa46@gmail.com

fb     : kim kai suci

twitter : @suci_baekhyun2

Cast : – JUNG INSOO (OC)

  • KIM JONG IN(Exo-K)

Other Cast : You Can Find In The Story J

Genre : Romantic,SAD. SCHOLL LIFE

Ratted : PG 17+

Length : multichapter

wahh!! Akhirnya selesai juga chap 1nya, rasanya lelah juga buatnya.harus menguras imajinasi yang lebih.mogah aja fanfic. Ini menarik amin…!. Langsung aja dah di baca fanficnya para readers J

~Happy Reading~

FIGTHING!!!!!!

I’M ALWAYS FOR YOU

……….

Author pov ………..

Seoranga gadis kecil berumur kurang lebih 4 thn. Menengok-nengok kesana kemari mencari ke dalam kelas. Sesekali ia menyelinap di balik pintu memastikan tidak ada yang memperhatikannya, setelah merasa nyaman ia kembali menengokkan kepalanya ke dalam kelas menelusuri semua wajah murid di dalam kelas itu,tapi sepertinya orang yang di carinya tidak ada di semua kelas kanak-kanak itu. Mukanya mulai cemberut bibir mungilnya di poutkan membuatnya semakin imut dan terlihat menggemaskan. Ia melepaskan ikat rambutnya yang tidak bersalah, memandanginya dengan penuh arti. Entah apa yang menjadi keistimewaan ikat rambut itu sehingga ia terus saja memandangi ikat rambut yang di pegangnya.

Sepertinya ia membayangkan sesuatu. Hatinya benar-benar kacau. Orang yang dicarinya tidak juga terlihat dari tadi pagi, kesedihan mulai terlihat di wajah kecilnya. Matanya mulai kabur, ia tidak mampu menampung air yang siap saja ia tumpahkan di pelupuk matanya,tetes-tetes air sebening kristal itupun mulai membasahi pipi kecilnya.

Flash back………..

“Hiks…..,hiks…..,hiks…. omma…..omma….”. gadis kecil itu menangis tersedu-sedu. Rambut panjangnya menutupi seluruh wajanya, ia tidak lagi memperdulikan keadaannya sekarang, ia terus saja menyebut nama ommanya dalam tangisannya.Tiba-tiba seorang pria kecil berkulit-tan. Berlari dan tiba di hadapan gadis kecil itu, wajahnya bingung sekaligus khawatir menatap gadis kecil itu, ia mengerutkan alisnya kemudian berjalan satu langkah mendekati gadis yang tak henti-hentinya mengisakkan tangisnya itu.

“In soo-ah… kau kenapa?…., apa mereka menggamu lagi.. in soo-ah guwenchana?…”. pria kecil itu memegang kedua bahu gadis kecil yang bernama insoo itu. Ia benar-benar khawatir dengan teman yang baru ia kenal 5 hari yang lalu setelah pindah ke “tk sarang” ini .

“hiks…hiks… omma.. omma.. tidak menjemputku… huweeee…. tadi pagi… omma… pergi bersama ajushhi jahat itu..heeeeeee…hiks..hiks…..” insoo mengangkat wajahnya dan menatap dengan sedih temannya itu. pria kecil itu menganggukkan kepalanya sambil memandang khawatir insoo temannya itu

“maksudmu ajussi…. hoksi… pacar ibumu…?” in soo mengangguk mendengar perkiraan pria itu yang ternyata benar. In soo menatap pria kecil itu dengan penuh arti, ia sangat bersyukur ada yang ingin mengetahui keadaannya dan sangat memperhatikan dirinya. Dia anak satu-satunya yang mau berteman dengannya. Satu-satunya orang yang mau mendengar ceritanya. Ya ini semua karna tidak ada satupun anak yang ingin bergaul denganya. Semua membenci in soo yang tak punya salah apa-apa. Memang apa salah insoo?. ia hanyalah gadis kecil yang belum tau apa-apa. Dan mereka malah mengucilkan in soo dan menyebutnya sebagai anak dari perebut suami orang dan tukang selingkuh. Sementara ayah in soo.. hanya menanggapi hal ini adalah hal yang wajar. Ia bahkan membiarkan istriya selingkuh dengan pria kaya itu, jika Ayah in soo ingin melarang istrinya, maka itu tidak ada gunanya. Apalagi sekarang sedang sakit keras. Ia mengidap penyakit kangker yang tidak dapat di sembuhkan lagi. Ia merasa sudah tidak berdaya lagi, ia tidak berhak lagi melarang istrinya melakukan perbuatan itu. ayah insoo juga berfikir bahwa semua itu adalah kesalahannya yang selama hidupnya ia tidak pernah membahagiakan in soo dan istrinya. Mereka hanya tinggal di tempat kecil dan kumuh. Tidak memiliki pekerjaan dan hanya menghabiskan uang untuk mengobati penyakitnya .Jadi tidak salah jika ia membiarkan istrinya melakukan hal yang tidak sewajarnya.

“ara..ara.. bagaimana kalau kita ke rumaku?. Di sana kita bisa bermain, setelah bermain biar park ajussi yang mengantarmu pulang?” ajak pria berkulit-tan itu

“tapi kai…” jawab insoo spontan kepada pria yang ternyata bernama kai itu.

“weo?.. kau tidak ingin bermain denganku” tanya kai melipat kedua tangan di dadanya. Kai mempoutkan bibirnya tanda kecewa

“baiklah…aku mau…” jawab in soo sambil tersenyum manis. Kai yang mendengar itu mulai menampakkan senyum di bibirnya. Ia sangat senang akhirnya in soo mau menerima tawarannya. Tapi wajahnya mulai mengkerut melihat rambut panjang in soo menghalangi wajah in soo yang sedang tersenyum padanya. Karna merasa di perhatikan in soo menunduk memastikan pakaian yang ia kenakan hingga ujung kakinya. Ia bingung sepertinya tidak ada yang aneh dengan seragamnya, masih terlihat rapih. In soo bingung, ia mengerutkan alisnya sambil berfikir. In soo memerhatikan kai yang sedang merogoh saku celananya, seperti mencari sesuatu.

“naega wae?.. apa terlihat kotor.. sepertinya tidak, aku masih rapikan..?” in soo bertanya-tanya pada kai. Tapi kai malah mendekat dan berjalan ke belakangnya.

“diamlah… in soo cerewet.. kalau kau melepas ikatan ini.. aku tidak mau berteman denganmu…!” ancam kai sambil mengikat rambut panjang in soo dengan ikat rambut bulu berwarna pink ,sangat cantik walau harganya tidak terlalu mahal. Kai memang ingin memberi in soo ikat rambut ini dari kemarin. Itu karena penglihatan kai tidak nyaman melihat rambut in soo yang menghalang wajah kecil in soo.

“ ya’’ janga menoleh? aku, tidak terlalu tau mengikat rambutmu. Aku tidak pernah mengikat rambut seseorang. Jadi jangan banyak gerak, Ara!..”

“ tentu saja, kaukan anak laki-laki…. dasar si hitam”ledek in soo sambil tertawa kecil. Membuat yang di ledek sangat kesal, ia tidak suak jika di panggil si hitam

“ya’ dasar kau gadis cerewet. Berani kau meledekku ya.”

“he..he..he.. mian..”

“ jangan bergerak… sedikit lagi. tingal satu ikatan lagi.. assa selesai… dengan ini, wajahmu tidak akan terhalang lagi.” Alhasil rambut in soo akhirnya terikat? umm..bisa di bilang sedikit terikat. walau sama saja, ikatannya sangat berantakan dan ikatanya juga masih longgar. Tapi sudah cukup menyingkirkan rambut yang menutupi wajah in soo.

“ Asal kau tau wajahmu sangat jelek tau. Sangat menyeramkan seperti hantu” ledek kai sambil berlari meninggalkan in soo

“ dasar hitam… awas kau… kemari kau.. hitam” teriak in soo sambil mengejar kai yang belum terlalu jauh.

“” in soo cerewet…cerewet.., palli gadis cerewet… kau sangat lamban….” ledek kai sambil menjulingkan matanya. Dan kembali berlari menjauhi insoo yang mengejarnya.

“tuan…tuan.. muda.. ayo cepatlah Ny sudah menunggu”

Tiba-tiba seorang ajussi memanggil kai

“nde ajussi. Aku mau pulang bersama in soo, bolehkan…bolehkan” bujuk kai sambil menarik-narik ujung kemeja sang ajussi yang notabenenya adalah sopir kai.

“terserah tuan muda saja. Ah!Tunggu… Jadi…. ini gadis cantik yang kau ceritakan” kata ajussi sambil tersenyum kecil. Sementara yang di puji menatap datar wajah kai yang terlihat kikuk

“ah’!aku tidak bilang.. a..ni..tidak pernah bilang kau cantik. Yang aku bilang kau itu…. cerewet” kai menyangkal sangat jelas ia sedang malu sekarang. Sementara insoo seperti ingin menyerang kai sekarang. Mukanya memerah, ia bahkan sudah melayangkan tinjunya.. “kau masih mau bilang aku cerewet hah.., mati kau” ancam insoo

“ara…ara.., ajussi ayo kita pulang” ajak kai

“baiklah… ayo kita pulang ny. Pasti sudah menunggu”

“nde…!” jawab kai singkat sambil menarik tangan ajussi.

………..

In house kai….

“omma~~~~~..” teriak kai berlari menghampiri ibunya….

“kai-ah!!!!!!!!. Anak omma sudah pulang. Bagaimana kau senang di sekolah barumu tidak?” tanya ibunya yang dijawab anggukan kecil oleh kai. Ia sangat senang melihat anaknya. Tumbuh dengan baik. Ia berharap kai akan menjadi penerus perusahaan ayahnya.

“omma aku boleh bermainkan bersama insoo?” pinta kai sambil menatap insoo yang sejak tadi berdiri di belakang kai.

“anyeonghaseo naneun jung insoo imida banggapsemida” sapa insoo, sambil membungkukkan badannya.

Tapi beda dengan rawut wajah ibu Kai.ia merasa tidak suka melihat insoo. Ia tidak suka melihat penampilan in soo yang sedikit berantakan. Ia bahkan memandang insoo seperti anak pengemis yang memasuki rumahnya.

“siapa nama ayah dan ibumu?” tanya ibu kai menghampiri insoo.

“nde..?” Insoo merasa takut untuk memberitahu nama ayah dan ibunya, insoo menundukkan wajahnya merasa sedih. Ia takut jika nanti ibu kai tau kalau dia adalah anak yang paling di benci di gangnam. Jika itu terjadi Maka persahabatannya dengan kai akan berkhir begitu saja..

“ommaneun….” ucap insoo ragu

Drretttt…drret

Ibu kai mengangkat handphonenya dengan tatapan tajam, yang masih tertuju pada insoo.

“nde yeobo…. apa?. Apa kau sudah gila kita baru 5 hari di gangnam kau menyuruhku untuk pindah ke seoul!!” ibu kai berjalan kesana kemari. Ia tidak tau apa yang terjadi pada sumainya. Minggu lalu mereka di suruh pindah ke gangnam untuk mengurus peternakan sapinya yang sangat besar. Ibu kai di suruh oleh ayah kai untuk mengawasi pekerja yang ada di peternakan. Tapi baru 5 hari kai dan ibunya di suruh pindah lagi ke seoul.

“arasseo… arasseo. Baiklah terserah kau saja?” tittt…..tit… ibu kai menutup telfonnya sambil memegang jidatnya,merasa pusing. Ia kembali menghampiri insoo dan kai yang sedang bermain bersama. Ada banyak sekali mainan di sekitar mereka. Insoo bermain boneka teddy sedang kai sedang asik memainkan robot-robotnya.

“sudah mainya… kai-ah kemari”mendengar panggilan kai berbalik mencari sumber suara ibunya.

“insoo-ah kai mau tidaur siang jadi kau pulang saja. Ibumu pasti sudah mencarimu” kata ibu kai sambil menarik tangan kai.

“tapi omma “ ucap kai terhenti

“ tidak ada tapi-tapian. Ayo masuk” titah ommanya

…………….

Flas back off…

Insoo menyeka air matanya . ia tidak tau kenapa kai tidak datang hari ini, biasanya kai datang sangat pagi dan menemuinya.Insoo berjalan dengan malas ke dalam kelasnya. Di dalam kelas terlihat ibu guru sedang mengajar anak-anak lainnya membuat bunga dari kertas. Terlihat anak lainnya kejar-kejaran saling melempari kertas. Di sana-sini anak-anak perempuan sedang tertawa bahagia bermain selayaknya anak yang baru mengetahui hal baru. Tapi lain dengan insoo dari tadi dia hanya diam di kursinya. Tidak ada yang ingin bermain dengannya. Ia merindukan saat-saat kai di sampingnya. Dalam situasi seperti ini, kai akan datang dan duduk di sampingnya. Melakukan hal lucu yang membuatnya tertawa. Tapi sekarang ia kembali seperti dulu, ia terlihat menyedihkan. Seperti anak yang depresi dan tidak memiliki semangat hidup .

Insoo mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke gurunya. Dengan langkah yang berat ia bejalan ke arah ibu gurunya. Dan alangkah menyedihkannya saat sampai di hadapan gurunya. Semua anak yang tadi sedang bercanda dengan guru tersebut menghindar dan melempar bunga kertas di wajah insoo. Dan itu sontak membuat guru nam sang terkejut. Dengan cepat ia menangkup pipi insoo

“gwenchana….. kau tidak terluka kan?” tanya guru namsang sangat khwatir..

“gadis pabo.. gadis pabo….ha..ha..ha…huuuuu.” teriak semua anak-anak di kelas itu..

“berhenti!…. semua keluar!!!. Ayo… semua keluar bermain. Tinggalkan ibu dan in soo” pintah nam sang dengan tegas. Dan dengan kecewanya semua anak-anak berlari keluar dari kelas itu. berhamburan kesana kemari, benar-benar sangat kacau dan sangat berisik….

“hiks…hiks…. nam sang oennie… kenapa kai tidak datang?” tanya insoo mengeluarkan air matanya

“mianhae… insoo-ah ini pasti membuatmu terpukul. Kai sudah pindah ke seoul kemarin….” jelas Nam sang Sambil memeluk tubuh mungil insoo. Ia mengelus rambut isoo yang terurai panjang.

“hik…hiks… kai.. kenapa meninggalkanku?” tanya insoo di pelukan nam sang

“uljima… kai pasti memiliki alasan untuk pindah. Dan itu tidak mungkin kita mengetahuinya… jadi sabarlah. Pasti masih ada anak-anak yang ingin berteman denganmu.

“huweeee… ani… ani.. aku anak paling di benci di dunia ini. Tidak yang ingin bermain denganku. Appa..appa…appeuntda, tidak ada yang mau menolongnya. Omma..omma meninggalkan kami..tidak ada yang sayang lagi padaku. Aku anak yang paling di benci di dunia ini hiks..hiks… appa….”

“uljima…kau masih punya oennie.. aku sudah menganggapmu adikku, Isoo-ah.. jadi jangan menangis ne.. aku selalu di sampingmu.. ne! yaksok…” ucap nam sang mengulurkan jari kelingkingnya ke jari kelingking isoo. Dan isoo membalasnya sambil tersenyum….

“apa yang kau pegang itu?” tanya nam sang

“ini… ikat rambut” jawabnya dengan lembut membuka kepalan tangannya

“kemarin kai mengikat rambutku dengan ini. Tapi ikatannya sangat berantakan..” sambung insoo mempoutkan bibirnya.

“gereo… berikan ikat rambutnya, berbaliklah biar oennie yang mengikat rambutmu” titah Namsang yang langsung di turuti oleh insoo. Saat rambutnya masih di ikat oleh namsang insoo merasa.. kailah yang mengikat rambutnya. Ia benar-benar merindukan kai. Apa kai akan melupakannya?. Itulah yang di pikiran insoo sekarang….

“kennaseo..ugh.. kau benar-benar gadis yang manis” kata namsang mencubiti pipi insoo .insoo hanya tersenyum menanggapinya. Ia sangat bahagia karena selain kai dan ayahnya masih ada satu lagi yang menyayanginya yaitu orang yang sudah di anggap eonninya itu.

“oennie. Apa aku masih bisa bertemu dengannya?” tanya insoo dengan nada manja

“ehmmm. Keoreomnyo, kalian pasti akan bertemu kembali” jawab nam sang yakin. Ia tesenyum melihat wajah lucu insoo, ia merasa insoo adalah putri kecilnya.

“tapi… bagaimana kalau dia melupakanku?” tanya insoo mempoutkan bibirnya

Derrrttt….derrrttt…

“ne yeobeoseo…”

“……….”

“mwo…ara gomawo..kami akan segera ke sana!” titah nam sang sangat terkejut dengan berita yang baru saja ia dengar. Segera ia menarik tangan insoo dan berjalan dengan panik ke luar kelas.

“insoo-ah kita harus kerumah sakit. Appamu masuk rumah sakit…”

Tbc..

Hi readers!!!. Gimana fanficnya mau di lanjutin nggak??.Kayaknya…. chapter berikutnya bakal gua post kalau readers memintanya. Caranya gampang. tinggal tempelin seulas komentar di kolom komentar dan jika readers nggak suka ama fanfict ini, bisa di koment juga biar author nggak usa lanjut chap berikutnya…. salam..JJJ, anyyeong!!!!!

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] You Know Me (Chapter 1)”

  1. kasian banget insoo yang masih kecil udh dibully temannya karena kelakuan ibunya hmmm terlebih lagi kai, teman satu satunya insoo yang pindah…
    lanjutin chaptnya ya chingu! Aku bakal selalu mendukung min!!

    Rayfa❤️

  2. Yaaah, insoo kasian banget hidupnya, mana gak ada yang mau temenan lagi sama Insoo 😦 apalagi insoo malah ditinggalin saa Kai 😦
    Next dong author. Ceritanya bikin penasaran 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s