Last Generation [ FINAL CHAPTER] – Story By Christy Wu

Last generation 2

O R I G I N A L POSTER BY IRISH ART

Last Generation [ FINAL CHAPTER ]

Cast : Krystal Jung ( Krystal Gremory ), Oh Sehun ( Sehun Rouler), Kim Jongin ( Kai Ozera)

Additional Cast : Kris Wu ( Kevin Gremory), Kim Junmyeon ( Suho Ozera), Park Hanna (OC), Park Chanyeol ( chanyeol Vandersmith), Irene RV (Irene Hathway/ Kim Juhyeon), Xi Luhan ( Luhan Rouler), Cheon Sera Sanders/ Sera Rouler ( OC),Sellena Gremory/ Lenna ( OC), Tiffany Hwang ( Tifanny Loudy), Freya alexander (OC ), Do Kyungsoo (Do Kyungsoo Alexander )

Genre : Fantasy, Romance, Family, Friendship, Sad| Rating : PG17+ | Lenght : Chaptered

[Original Story By Christy Wu]

Disclaimer :

ff ini murni dari pemikiran Christy jadi jangan ada yang mencoba mengcopy atau menyebar luaskannya untuk kepentingan pribadi.

Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Side story Hanna ProblemChapter 10Chapter 11Chapter 12Chapter 13Chapter 14Chapter 15Chapter 16The Moment With YouMoonlight –

Chapter 17

 

 

In Freya eyes

Rasa darah kering menempel dibibirku dan aku membuka mata, namun hanya gelap yang kutemukan. Kegelapan yang membentang pekat. Apakah sekarang sudah malam, menjelang pagi atau siang aku tak mengetahuinya. Udara hening, namun menindih tubuhku dengan cara yang tidak bisa kujelaskan. Merampas oksigen yang kubutuhkan untuk terus mengisi paru – paru. Bajuku basah, tubuhku mengigil kedinginan.

Tanganku terikat kuat dibelakang punggung. Kucoba menelan ludah, lantas tercekik oleh rasa darah yang sama. Saat kucoba bangkit, rasa sakit menusuk disekujur tubuh. Tulang rusuk terasa ngilu, kepala sakit, lengan kebas. Ya tuhan aku melewati penyiksaan begitu berat dan sadis. Terdengar suara gaduh dikejauhan. Banyak suara namun mata ini masih terlalu lemah untuk menatap siapa yang datang hingga guyuran air dingin kurasakan deras menerpa kulitku. Sakit .

“ Bawa dia keluar “ seru seseorang dengan suara nyaring.

Pintu menjerit terbuka. Cahaya terang membutakanku, mengangkatku dan hal berikutnya yang kutahu adalah didorong ketanah – lebih mirip dijatuhkan dengan tidak indah sama sekali. Wajahku mendarat didekat sepatu booth yang sangat mengkilap.

Sebuah kaki mendepak dan menahan rahangku ditanah. “ Jadi gadis ini yang akan memperlancar rencana kita “ sebuah suara berat bertanya. “ Dia sangat cantik kuharap kau tidak jatuh cinta sungguhan padanya Myungsoo “

Tawa – tawa menggema keseluruh ruangan. “Tunggu , Myungsoo ??? apa maksudnya ini” batin Freya berusaha mencerna apa yang terjadi.

“ Tentu tidak ayah, seleraku lebih tinggi. Aku mengira dengan menjadi kekasihnya akan lebih mudah mendapatkan lokasi incaran ayah tapi ternyata tetap saja sulit sampai kita menggunakan rencana awal lagi. Dengan bantuan orang – orang berkekuatan super ini “

Sebuah tangan menjambak rambutku dan menyentakkan kepalakun keatas. Aku berjuang untuk berlutut, memutar tubuh dan mendapati diriku menatap kedalam mata murka lelaki paruh baya yang sebagian rambutnya sudah ditumbuhi uban. Myungsoo dan beberapa orang berdiri dibelakangnya. Jadi selama ini dia hanya berusaha memanfaatkanku. Mereka begitu senang melihatku tersiksa dan terlihat begitu bersemangat saat melihat bekas memar diseluruh tubuhku.

Cuping hidung ayah Myungsoo mengembang dan matanya menyipit dengan maksud kejam. Dia menyodong gagang cambuk pendeknya dibawah daguku, membuatku kesulitan bernafas. “ Hey gadis manis berdoalah semoga ayahmu segera menandatangi surat penyerahan tanah itu secepatnya. Jika tidak pasti dia akan menyesal karena putrinya akan dijadikan piala bergilir semua orang yang ada ditempat ini “ tawa lelaki itu menggema, menciptakan gaung yang bersahut – sahutan diikuti kekehan Myungsoo.

Aku memejamkan mata. Kucoba memanggil kekuatanku. Kucoba memanggil berbagai tumbuhan yang terdekat untuk mendesak ikatan. Tapi tidak bisa, tubuhku terlalu lemah. Darah mengalir deras dalam pembulu darahku. Kepalaku terasa berat. Paru – paruku sakit. Telingaku berdenging . tenggorokanku lengket dan susah payah kuhirup udara. Kucoba menarik diri tapi tubuhku sudah terlalu lemah.

“ Bawa dia kembali ke dalam sel “ perintah orang itu, dia melepasku dan kepalaku terkulai kedada. “ Tapi jika kalian bosan, bersenang – senanglah dulu dengannya sebelum kita menyerahkan gadis ini ke ayahnya. Bukankah tubuhnya lumayan Sexy “ aku mendengarnya tapi kata – kata ayah Myungsoo berlalu begitu saja, seolah otakku tidak terlalu cepat untuk menangkapnya. Tubuhku ambruk ketanah dengan rambut yang menjuntai kedepan menutupi sebagian wajah. Memperlihatkan tarikan nafas urat leher saat aku mengambil nafas dalam – dalam.

“ Terima kasih atas hadiahnya tuan kami akan bersenang – senang “ ujar seseorang dengan nada bahagia. Baru aku bisa menangkap arti kalimat ‘ bersenang – senang ‘ yang mereka maksud. Kudengar langkah kakinya semakin mendekat, aku hanya semakin memejamkan mata semakin rapat.

“Tidak aku tidak mau hidupku berakhir tragis seperti ini. Ayah , Chanyeol tolong aku.” Jeritku dalam hati.

“ Apa ini ? “ seru orang itu seakan tidak percaya atau kaget telah menemukan sesuatu. Entahlah.

“ Ada apa ? “ suara Myungsoo menyahuti. Dengan panik orang itu tiba – tiba menjauh. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Apa ada yang salah dengan tubuhku, kenyataanya pasti ‘ iya ‘ seluruh tubuhku lebam

“ Siapa perempuan itu ? “ tanya orang itu entah kepada siapa.

“ Kau ini bodoh atau apa, bukankah kalian sudah tahu kalau dia anak dari pria pemilik toko bunga yang akan dijadikan cabang perusahaan ayahku selanjutnya “ jawab Myungsoo jengkel, sangat ketara dari suaranya.

“ Bukan, maksudku kalian telah melakukan kesalahan yang sangat fatal “ ujar orang itu dengan suara yang gemetar. Terdengar seperti ketakutan. “ Dia adalah istri dari salah satu keturunan raja kami “

“ Apa maksud kalian ? ini tidak lucu tapi Freya belum menikah dengan siapapun. Aku adalah pacarnya beberapa bulan ini “ balas Myungsoo. Apa maksud merekapun aku tak tahu. Hei tapi aku belum menikah. Keturunan raja ? siapa yang mereka maksud.

“ Tapi tanda dibelakang lehernya adalah milik keluarga kerajaan, kau tidak bisa melihatnya tapi bagi kaum kami itu adalah sebuah tanda peringatan kalau tidak ada seorangpun yang boleh menyakiti, menyentuhnya atau menaruh perasaan lebih pada perempuan yang sudah ditandai. Itu adalah sebuah kesalahan besar yang fatal “ aku semakin tidak mengerti apa yang mereka maksud tapi memang apa dengan belakang leherku.

“ Wah kalian tahu diri juga ya ternyata “

o0o

In Author Eyes

“ Wah kalian tahu diri juga ya ternyata “ Chanyeol berjalan dari kegelapan. Suaranya yang dingin dan datar membawa aura menakutkan. Membuat semua orang merasakan lututnya yang mulai gemetaran walau hanya mendengar suaranya.

da9fbbd59f3308563f8c05a29008b84e

Myungsoo menyeringai. “ Ah ku kira kau sudah pergi dari muka bumi ini karena tidak melihat batang hidungmu selama dua minggu“

“ Aku kira kau punya urusan keluarga di luar kota ternyata kau disini menjadi seorang pecundang “ rahang Myungsoo mengeras.

“ Siapa dia ? bagaimana bisa ada orang yang bisa memasuki tempat ini. Dimana semua penjaga yang berjaga diluar “ geram ayah Myungsoo. Tuan Kim Junho.

BRUK

Dari atas jatuh tubuh seseorang yang sudah babak belur dan tidak sadarkan diri. “ Apa yang anda maksud mereka “ Kai duduk disalah satu pilar atap penyangga dengan netra hijau Zambrud yang berkilat – kilat lalu melompat turun dengan pendaratan yang sangat elegan.

“ K- kau dari mana kau bisa, disana – k- kau terbang “ tuan Kim terlalu kaget membuat lidahnya terkilir hingga terbata – bata. Dalam satu kedipan Kai yang berada lima meter dari tempatnya berdiri tiba – tiba sudah dihadapannya dengan jari telunjuk tepat didepan bibir.

“ Sssstttt kau terlalu berisik dan tamak “ dengan satu pukulan diperut tuan Kim sudah terjerembap dilantai dengan kondisi tidah tidak sadarkan diri.

“ Brengsek apa yang kau lakukan pada ayahku, heh kalian jangan diam saja cepat hajar dia “ perintah Myungsoo marah. Sedangkan orang – orang suruhannya hanya diam dengan wajah pucat pasi tak ada yang berani mengangkat kepalanya.

“ Bodoh kenapa kau diam saja “ bentak Myungsoo namun si pesuruh malah semakin menundukkan wajah dalam saat melihat kilat mata kehijauan Chanyeol dan Kai membuat mereka kesulitan menelan ludah.

“ Hei dengarkan perintah bos kalian itu, apa kau tidak mau memukulku ? bahkan kau sudah berani menyiksa kakak iparku sampai babak belur “ desis Sehun tepat dibelakang orang yang menyeret Freya tadi.

Orang itu langsung menoleh” Pa – pangeran S – sehun “ dengan badan gemetar ia segera berlutut mencium kaki Sehun berkali – kali meminta ampun. “ Maaf pangeran kami sungguh tidak mengetahuinya. Ku mohon maafkan kami “

Dengan kakinya Sehun menendang orang itu sampai terjungkal kebelakang “ Kau sama sekali tidak seru, apakah tidak ada perlawanan sama sekali. Kau tidak ingin menyerangku, mumpung diluar kerajaan tidak ada pengawal yang melindungiku saat ini “ namun orang itu tetap menggeleng dengan tegas.

“ Tidak pangeran walau disini kami melakukan perbuatan kotor tapi bakti kami tetap pada seluruh keturunan kerajaan EXO. Kami bukan pembelot kegelapan. Kumohon jangan membuat kami merasa semakin bersalah. Pangeran maafkan kesalahan kami “

“ Omong kosong macam apa ini “ geram Myungsoo mengambil sebuah senapan dibalik bajunya, belum sempat ia acungkan senapan itu sudah terbelah menjadi dua dengan sebilah pedang api kemerahan yang berkobat tepat didepan hidung.

“ Kau akan mendapat pembalasan seribu kali lipat lebih menyakitkan dari apa yang kau lakukan pada Freya “ bisik Chanyeol tajam. “ Benarkan Sehun, Kai“ ia menelengkan kepala kekanan dan dibalas seringai menakutkan Sehun dan Kai. Semua yang ada disana bersujud tanpa berani mengangkat kepalanya kepada ketiga pangeran dan Myungsoo hanya bisa pasrah dengan keringat yang mulai mengalir.

o0o

In Freya eyes

Aku terbatuk – batuk. Rasa sakit yang mestinya disimpan untuk tingkat kedalaman neraka menusuk – nusuk sekujur tubuhku. Kubuka mata dan wajah perempuan secantik malaikat menjadi objek yang pertama kali kulihat. Apakah dia malaikat surga, wajahnya sangat cantik dan tubuhnya berpendar sinar putih hanya kurang sayang putih dipunggungnya kurasa.

“ Dia sudah sadar “ perempuan itu bergeser, ayah membungkuk dipinggir tempat tidur dan menggenggam tanganku.

“ Ayah kenapa ada disini ? “ tanyaku bodoh, kulihat mata ayah mulai berair.

“ Tentu ayah akan selalu bersamamu Freya “

“ Tapi ini surga ? apa ayah juga sudah meninggal ? “ kurasa mataku ini akan melompat keluar karena memaksa melotot atau wajahku menjadi aneh karena sekarang aku mendengar renyah suara tawa dari orang – orang yang baru aku sadari keberadaannya.

Ayah terkekeh “ Kau masih hidup sayang kau masih didunia sekarang “

“ Tapi aku melihat malaikat, dia cantik sekali “ ucapku polos yang malah membuat tawa semua orang semakin keras.

“ Menantuku memang yang paling cantik “ bangga Luhan sambil merangkul Krystal disampingnya.

“ Unnie aku bukan malaikat, aku Krystal adik Chanyeol Oppa. Ngomong – ngomong bagaimana keadaanmu ? “ bahkan suaranya saja sangat lembut seperti simfoni hidup. Aku sedikit tidak percaya kalau dia manusia biasa.

“ Rasanya seperti diinjak – injak ribuan monyet “ jawabku sedikit parau dan sekali lagi tawa renyah berdendang ditelingaku. Bukankah aku baru saja sadar tapi kenapa aku seperti menyuguhkan pertunjukkan lawak untuk mereka. Tunggu mereka siapa ? aku berada dimana saat ini, ruangan ini terasa sangat asing. Bukan rumah sakit, bukan juga rumahku, bukan pula seperti apartemen. Dari hiasan, bentuk ukiran dibeberapa sisi, ini seperti sebuah istanah dan -.

“ Kurasa kau pasti haus minumlah dulu “ belum selesai aku mengamati, perempuan berwajah malaikat yang lain datang membawa segelas air putih. Ayah segera membantuku duduk untuk minum. Rasanya ada batu – batu terjal yang mengganjal saat air mulai tertelan sedikit demi sedikit.

“ Tuh kan ayah berbohong “ gumamku setelah minum, ayah terlihat mengerutkan kening tanda tak mengerti dimana letak kebohongannya.

“ Lihat disini banyak malaikat “ tunjukku pada semua orang yang ada disisi tempat tidurku yang berdiri.

“ Dio kau bacakan cerita apa anakmu ini. Fantasynya benar – banar luar biasa “ ucap salah seorang yang menurutku paling tinggi diantara semua, jika dilihat tingginya hampir sama dengan Chanyeol. Ah Chanyeol dimana dia aku sangat merindukannya. Hei malaikat cantik tadi bilang dia adik Chanyeol.

“ Sayang mereka sama seperti kita, mereka dari EXO dan sekarang kita sudah berada di dimensi EXO bukan didimensi manusia. Hentikan imajinasi malaikatmu itu “ ayah terlihat mendesah gemas.

“ Ya aku hanya sedikit kaget, karena selama ini yang punya wajah manusia tidak umum kan cuman Chanyeol. Mana ada manusia punya wajah peri seperti dia “ menyebutkan namanya membuatku semakin merindu. Chanyeol kau dimana.tunggu –

“ Kau – “

“ Namaku Krystal “

“ Kau bilang Chanyeol kakakmu berarti Chanyeol – “

“ Chanyeol salah satu anggota kerajaan yang menyamar didunia manusia sayang. Dia sama seperti kita dari dimensi EXO “ potong ayah sambil membenarkan letak selimutku. Fikiranku kembali saat pertemuan kedua kami, saat netra Chanyeol berwarna hijau. Itu bukanlah lensa melainkan warna mata aslinya. Sama sepertiku yang mempunyai warna mata unik karena pernikahan ayah sebagai keturunan suku terang dan ibuku yang seorang peri pohon. Salah satu alasan ayah menjauhkanku dari EXO dan pergi hidup didunia manusia. Karena saat itu perkawinan dengan peri masih sangat jarang terjadi dan kami yang dilahirkan mempunyai ciri fisik yang hampir serupa dengan keluarga kerajaan. Warna mata yang unik.

“ Chanyeol pasti senang kalau tahu kau sudah sadar sayang sekarang dia dan kedua saudaranya sedang ada urusan yang harus mereka selesaikan. Kemarin dia selalu berada disampingmu, menjagamu tanpa kenal lelah hari ini karena ada tugas yang mendesak dia dengan berat hati harus meninggalkanmu “ ujar perempuan berambut coklat panjang yang berdiri disamping laki – laki paling tinggi.

“ Namaku Jesica ibu Chanyeol “ astaga kenapa disini dipenuhi orang – orang cantik dan tampan. Aku mengerjap mata berkali – kali meyakinkan kalau ini bukan mimpi. Suara pintu terbuka mengalihkan perhatianku. Seseorang berahang tegas dengan sorot mata yang tajam masuk bersama seorang lagi yang berkulit eksotik. Sungguh kenapa disini banyak sekali orang tampan dan cantik sih.

“ Kalian sudah kembali ? bagaimana benteng penghalangnya “ tanya laki – laki yang mempunyai mata seperti rusa. Jika dilihat – lihat wajahnya mirip dengan pemuda berahang tegas yang baru saja masuk tadi. Mungkin mereka bersaudara.

“ Sudah selesai “ jawab pemuda itu dingin lalu memukul tangan pemuda bermata rusa yang sedang memeluk Krystal. “ Jangan sembarangan memeluk istriku Dad, aku tidak mau berbagi denganmu “ dengus pemuda itu kesal lalu mencium Krystal. Uuhh pasangan yang romantis.

“ Ya dasar anak tak tahu diri, Dad bahkan rela berbagi Mom denganmu selama 18 tahun kenapa kau sangat pelit sih “ dengus pemuda bermata rusa itu lagi. Eehh ternyata pemuda itu ayahnya. Mereka terlihat seperti adik kakak dari pada ayah dan anak.

“ Dimana Chanyeol “ tanya perempuan yang kuketahui namanya Jesica. Ibu Chanyeol.

“ Dia masih bersama para prajuritnya. Entah apa yang ia bicarakan dengan Uncle Yasya. Mereka semakin dekat kurasa. Pola strategi mereka hampir sama saat bertarung “ jawab pemuda berkulit eksotis.

“ Chanyeol apakah sudah pulang ?“ setelah terdiam lama akhirnya kau menemukan suaraku dan menyita perhatian orang – orang.

“ Ya tapi sekarang dia masih ada tempat latihan prajurit atau ah sepertinya mereka mereka mulai bergerak ke ruang kerja Chanyeol hyung “ jawab pemuda berkulit pucat disamping Krystal. Sepertinya pemuda itu benar – benar menyayangi Krystal dari sorot matanya begitu memuja gadis dalam dekapannya.

“ Kau ingin menemuinya untuk memberi kejutan “ potong Krystal sebelum aku menyelesaikan kalimatku. Aahh bagaimana dia bisa tahu.

o0o

In Author Eyes

Tenggelam dalam tumpukan berkas dan peta – peta perbatasan dimensi EXO Chanyeol terlihat sangat berkonsentrasi dan meneliti semuanya hingga menciptakan kerutan halus didahi kala ia berfikir. Mata bulannya tak henti bergerak dari berkas satu keberkas yang lain sambil mencocokkan dengan peta yang terbentang dikanan dan kiri sisi tubuhnya. Yasya dengan setia membantu sambil menyiapkan beberapa buku dan arsip lainnya yang sudah berjejer rapi di rak dekat meja Chanyeol.

“ Uncle Yasya apakah prajurit kita ada yang pernah meninjau lembah dekat air terjun sebelah tenggara kerajaan ? aku tidak menemukan keterangan yang begitu jelas di bebera arsip “ tanya Chanyeol.

“ Seingatku peninjauan dilakukan satu tahun yang lalu tapi mereka tidak menyusuri begitu dalam lembah itu. Memang ada apa pangeran ? “ Chanyeol menyuruh Yasya mendekat memperhatikan peta dihadapannya dengan seksama.

“ Jika ditarik garis melintang dari sudut ini ada kemungkinan lembah itu punya rute menuju gerbang yang memisahkan dimensi EXO dan manusia. Bisakah Uncle memerintahkan beberapa prajurit kita untuk menyisir lembah itu. Walau kemungkinannya kecil tapi aku benar – benar harus memastikan kalau tidak ada jalan masuk yang membuat bangsa kita bisa keluar masuk seenaknya ke dimensi manusia “ ujar Chanyeol lalu ia mengistirahatkan punggunya yang terasa pegal disandaran kursi. Belum lagi kepalanya terasa pening karena sudah beberapa hari tidak tidur dan pola makannya yang berantakan.

Yasya membungkuk “ Baik saya akan memberi perintah pada mereka. Sebelum kemari saya mendengar kabar kalau Ratu Sera, Raja Suho, Ratu Irene,dan Putri Hanna sudah menemukan perkampungan terpencil tempat persembunyian penduduk yang lari dari pembelot kegelapan. Mungkin malam nanti mereka akan sampai di istanah “

“ Syukurlah, siapkan semua kebutuhan hidup untuk mereka “ perintah Chanyeol, dibalik wajah lelahnya tersirat raut bahagia. Walupun baru beberapa bulan menjadi pembimbing dan tangan kanan Chanyeol tapi Yasya sudah bisa mengerti pola fikir dan betapa bertanggung jawabnya pangeran yang ia layani saat ini. Hampir semua tugas yang biasa Raja Luhan kerjakan telah dihandle dengan baik oleh Chanyeol. Pantas saja Ratu Jesica sangat menyayanginya terlebih lagi ia mempunyai sikap yang sangat manis dan sopan.

“ Kalau begitu saya mohon diri “ pamit Yasya membungkukkan badan yang dibalas Chanyeol dengan anggukan singkat tanpa suara. Yasya menghentikan langkahnya sebelum mencapai pintu. “ Pangeran sebaiknya anda beristirahat atau saya perlu memanggilkan pelayan untuk mengirimkan anda makanan. Saya rasa pola makan anda sangat buk akhir – akhir ini “

Bukannya menjawab namun Chanyeol malah terkekeh hingga suara bass – nya menggema. “ Uncle Yasya kenapa tiba – tiba kau mirip seperti Mommy. Jangan khawatir aku baik – baik saja. Sebentar lagi aku akan istirahat “ jawab Chanyeol menenangkan. Padahal siapapun juga tahu kalau Chanyeol sudah sangat kelelahan dari wajahnya.

“ Baiklah kalau begitu “ kemudian Yasya benar – benar keluar dari ruangan dan Chanyeol menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi lalu ia sedikit memijit pangkal hidungnya karena merasa pening sambil memejamkan mata. Tak lama pintu terbuka lagi pertanda ada orang yang masuk ruangannya.

“ Ada apa lagi Uncle apa ada berkas yang harus kuperiksa lagi “ tanya Chanyeol masih dalam posisi yang sama tanpa berniat menoleh sedikitpun atau membuka matanya yang sudah kelewat berat.

“ Chanyeol “

Lembut suara sehalus kapas mengusik rungunya. Mata yang tadinya terasa berat terbuka sempurna. Tubuh tegapnya yang menjulang bangkit dan mengambil langkah lebar mendekat pada gadis berwajah pucat yang amat ia rindukan setengah mati selama ini. Netra violet itu berpendar amat cantik yang tak hentinya menarik netra hijau Chanyeol untuk terjebak di dalamnya. Aroma khas musim semi mulai menggelitik hidung saat tinggal beberapa langkah lagi Chanyeol bisa menggapai gadisnya. Namun tangan yang terangkat untuk merengkuh tubuh Freya tiba – tiba mengambang di udara, seakan ada benteng kasat mata membuatnya tak bisa mendekat lagi.

Chanyeol menurunkan tangannya lalu kepalanya ikut tertunduk, matanya terpejam erat. “ Freya maafkan aku. Selama ini aku membohongimu “ tenggorokannya tercekat.

“ Aku membencimu “ balas Freya makin menambah rasa bersalah pada Chanyeol.

“ Aku tahu, aku akan menjauh dari hidupmu jika kau menginginkannya “

“ Ck semudah itu kau menghilang begitu saja setelah membohongiku dan ayahku mengenai identitasmu. Kau akan meninggalkanku begitu saja dan membiarkanku kesepian, sendirian, kau membuatku kehilangan kekasih yang sekarang tidak tahu bagaimana nasibnya setelah kau hajar. Lalu dengan mudahnya kau akan meninggalkanku “ bentak Freya sambil memangkas jaraknya dengan Chanyeol. Lelaki jangkung itu masih dengan kepala tertunduk dan mata terpejam tak mampu menatap Freya yang seolah meledakkan emosi padanya. Bibir tipisnya tak henti menggumamkan kata maaf yang samar terdengar beberapa kali ditelinga Freya.

“ Jika kau ingin minta maaf angkat kepalamu dan lihatlah mataku. Jika kau menunduk sama saja kau minta maaf sama lantai “ bentak Freya. Perlahan Chanyeol mengangkat kepalanya menatap netra violet itu lagi.

“ Maafkan aku “ ulangnya lagi.

“ Aku tidak percaya kau ini beneran jendral kerajaan ini bukan sih, kurasa otakmu ini benar – benar dangkal. Didunia ini tidak ada kata maaf yang didapat dengan mudah tanpa sebuah hukuman “ ujar Freya dengan wajah mendongak mensejajarkan tatapannya pada sepasang obsidian hijau yang berkilau indah.

“ Kalau begitu apa yang kau inginkan Freya, aku akan berusaha memenuhinya untuk menebus kesalahanku “ jawab Chanyeol pasrah. Jantungnya terasa bertalu – talu berbanding terbalik dengan wajah tenang dan raut bersalah diwajahnya.

“ Apa kau yakin ? “ tanya Freya.

“ Aku yakin “

“ Aku tanya sekali lagi, apa kau yakin dengan keputusanmu. Karena hukumanmu akan sangat berat nantinya “ ulang Freya lagi sambil menarik kerah kemeja Chanyeol kearahnya.

“ Aku sangat yakin Freya. Aku akan menerima semua hukuman yang akan kau berikan “ sorot mata bersalah terpancar jelas.

Freya tersenyum kemudian “ Hukumanmu adalah harus menemaniku selama sisa hidupmu. Kau akan menjadi tawanan abadiku ” ia mengusap wajah kedua sisi wajah Chanyeol membawa desiran aneh yang mulai menggila bagi Chanyeol.

“ Apa yang kau maksud aku tidak boleh jauh darimu selamanya “ tanya Chanyeol dengan senyum tipis diwajahnya yang mulai tenang.

“ Ya, anak pintar. Kau tidak boleh pergi dariku, tidak boleh dekat dengan gadis manapun kecuali ibu dan saudaramu, kau tidak boleh bosan denganku, tidak boleh berpaling dariku, pokoknya kau Cuma untukku. Bagaimana ? apakah kau yakin masih sanggup menjalani hukuman yang aku berikan “

“ Aku tak punya opsi lain selain berkata YA “

“ Setelah kau mengatakan YA jangan harap gadis lain bisa mendekatimu “ ancam Freya sambil mengecup rahang tegas Chanyeol yang begitu menggoda untuk ia telusuri dengan bibirnya. Aroma vanila dari tubuh Chanyeol benar – benar menggoda untuk terus – menerus ia hirup seperti morfin yang membuat kecanduan.

“ Tawanlah aku dalam penjaramu Freya, sepenuh hati aku akan berada disana mendapingimu sampai menutup usia “ setelahnya sapuan lembut bibir Chanyeol mengakhiri kesepakatan mereka.

“ Chanyeol….aku mencintaimu “ bisik Freya dipermukaan bibir Chanyeol.

“ Aku lebih mencintaimu….Freya. My beloved “

o0o

Menara Eiffel berdiri tegak di Cham De Marsda tepi sungai Seine paris. Menara besi yang kini menjadi objek tujuan para wisatawan dunia walau pada awal pembangunannya menara ini sama sekali tidak diharapkan. Namun kini menara Eiffel telah menjadi icon kota Paris yang terkenal di pelosok dunia.

“ Kau tidak bisa kembali ke EXO lagi Lenna. Jalan awal kita kesana sudah dibatasi dinding pelanghalang yang tidak dapat ditembus apapun “ ujar pemuda bermata panda didepannya yang tengah menikmati segelas moccacino hangat.

“ Seperti ini dulu kurasa lebih baik. Kembali ke EXO bukan cara satu – satunya untuk berkumpul lagi dengan keluargaku “ balas Lenna yang ikut menikmati Chocolate hangat dalam genggamannya. Obsidian itu menyusuri pinggiran sungai Seine yang ramai wisatawan mengagumi menara Eiffel yang berdiri gagah sambil bercengkrama di cafe yang dibangun dipinggiran sungai.

“ Kalau kau masih dengan fikiran picikmu aku akan menenggelamkanmu disamudra antartika lagi “ desah si pemuda, ada rasa kesal dalam nada suaranyanya. Ia usap rambut blondenya membuat Lenna terkekeh.

“ Berhenti berfikiran buruk tentangku Tao, aku sudah berubah dan kau jelas tahu itu karena kaulah yang merubah duniaku “ Lenna menggenggam tangan Tao yang bebas lalu meremasnya pelan.

“ Aku hanya waspada takut kalau kau kembali labil, lalu berusaha merebut suami saudaramu lagi “ Tao mengangkat bahunya acuh seakan tak peduli namun pemuda itu sungguh akan menenggelamkan Lenna ke antartika untuk kesekian kalinya jika sifat Lenna yang dulu kambuh. Pertemuannya dengan pemuda dihadapannya ini sangat ajaib. Disaat dia ingin berburu untuk meredam emosinya setelah dipojokkan semua orang. Lenna bertemu dengan Tao di hutan, awalnya Lenna mengira Tao adalah pembelot kegelapan hingga ia mengejarnya sampai keluar dari dimensi EXO tanpa sadar. Setelah Tao menjelaskan kalau ia mengunjungi kerabatnya yang masih menetap didimensi EXO, Lenna berniat melepaskan Tao namun karena terlalu jauh ia lupa jalan untuk kembali. Setelah lama berdebat akhirnya Lenna memilih ikut Tao yang ternyata ayahnya adalah seorang manusia biasa dan almarhum ibunya berasal dari suku gelap. Sejak kecil ia tinggal di dimensi manusia bersama ayahnya dan sesekali berkunjung untuk menengok kakaek dan neneknya.

“ Dulu ada seseorang yang memberitahuku. Lihatlah dirimu sebagai warna, mungkin kau bukan salah satu warna favorid seseorang tapi percayalah. Suatu saat nanti akan ada seseorang yang membutuhkanmu untuk melengkapi dan memperindah lukisannya “ jelas Lenna sambil menatap Tao yang memainkan pinggiran gelasnya.

“ Dan kini aku mengerti apa yang dia maksud. Karena aku memilikimu “ sambung Lenna yang kedua tangannya sudah digenggam dengan Lembut oleh Tao. Ia cium kedua tangan itu lembut menghantarkan kehangatan dari udara paris yang dingin.

“ Dan aku berjanji akan memberikan kombinasi warna terindah untuk menghiasi sisa hidupmu. Sisa hidup kita bersama “ keduanya saling tersenyum dibawah matahari yang mulai menenggelamkan dirinya pada kegelapan malam.

o0o

Five Mount Later

“ Kenapa sih guru itu senang sekali memberikan tugas kita untuk mengumpulkan buku tugas satu kelas lalu mengantarkannya keruang guru. Apa dia tidak punya tangan “ dengus Hanna yang tak henti mengomel tiap kali disuruh membawa semua buku tugas.

“ Kau bisa lihat kalau saem masih punya tangan Hanna tapi dia hanya malas menggunakannya. Sudahlah jangan menggerutu ayo kita antarkan keruang guru “ ajak Krystal.

“ Perlu bantuan “ tawar Sehun dan Kai yang tak tega melihat istrinya membawa beban berat walau hanya tumpukan buku yang sebenarnya tidak berat bagi mereka.

“ Tidak usah, kalian tunggulah kami didepan gerbang. Kami akan segera menyusul. Ayo “ Krystal berjalan di depan sedangkan Hanna mengekor dibelakangnya dengan menggerutu.

“ Istrimu sangat lucu “ Sehun terkekeh sambil menyampirkan tas dipunggungnya,

“ Jangan lupa kalau dia juga adikmu “ balas Kai dengan cengirannya.

“ Ya adik yang menggemaskan dan aku akan punya adik lagi dalam waktu dekat ini “

“ Ku doakan adikmu itu mirip dengan Hanna “ keduanya keluar dari kelas dengan Sehun yang merangkul bahu Kai.

“ Mirip cantiknya sih tidak apa – apa tapi jika mirip bebalnya aku akan menyuruh Dad untuk tidak membuat anak lagi setelah ini “ setelahnya tawa Keduanya benar – benar pecah. Mereka berhenti berjalan saat didepan mereka ada kerumunan yang menghambat jalan mereka.

“ Kenapa ramai sekali, ada apa sih ? “ tanya Kai yang dibalas Sehun dengan mendekikkan bahu tanda tak tahu. Mereka menerobos hingga kedepan lalu bertanya pada teman sekelas mereka yang kebetulan ada disana.

“ Mark kalian sedang apa berkumpul disini. Sangat mengganggu jalan “ ucap Kai. Telunjuk Mark mengacung pada dua objek yang tengah berbincang dibawah pohon Oak sambil membentang sebuah buku dihadapan mereka.

“ Lihat ada bidadari yang sedang singgah disekolah kita “ ujar Mark. Sehun dan Kai hanya menaikkan sebelah alisnya tak menanggapi.

“ Kira – kira apa yang mereka lakukan disini ya. Apa mereka murid baru ?ah yang bermata biru itu kenapa cantik sekali dan sangat seksi. Wah dia sudah punya pacar belum ya “ ujar jimin yang entah sejak kapan sudah berdiri disamping Sehun. Seketika wajah Sehun berubah menjadi dingin.

“ Dia tidak punya pacar tapi dia sudah punya suami “ jawab Sehun.

“ Benarkah, mana mungkin dia terlalu muda untuk menjadi seorang istri. Bukankah lebih baik kalau dia pacaran denganku “ jawab Jimin. Disebelahnya Kai sudah menahan tawa melihat raut wajah Sehun yang siap mencekik pemuda disebelahnya.

“ Bahkan dia sudah punya anak seusia denganmu dan sekarang dia sedang hamil anak keduanya “ papar Sehun lagi.

“ Wah kau sok tahu sekali, mana mungkin perempuan se – seksi itu sudah punya anak. Jangan berbohong padaku “ Jimin mengibaskan tangannya mengabaikan aura tiran yang berkobar disekitar Sehun.

“ Tentu saja aku sangat tahu karena aku adalah anaknya bodoh “ desis Sehun.

“ Mana mungkin ka – “ ucapan Jimin terhenti saat dia menyadari sesuatu, warna mata mereka sama. Warna mata Sehun dan perempuan itu sama. Pelan – pelan ia menatap wajah Sehun yang sudah sangat menyeramkan baginya.

“ Maaf Se sehun aku sudah tidak tertarik lagi. A – aku pulang duluan ya “ kemudian Jimin berlari sekencang – kencangnya menjauh dari Sehun.

“ Kau akan kucincang jika berkata sembarangan lagi tentang ibuku “ teriak Sehun geram dengan Kai yang sudah meledakkan tawannya melihat Jimin yang lari tunggang – langgang sampai masuk dalam tong sampah.

“ Kalau yang bermata ungu itu pasti masih single kan. Pasti masih ada kesempatan untukku “ ucap Mark yang masih berada disana menatap Sera dan Freya yang asik berbibcang dibawah pohon.

“ Aku akan membunuhmu jika kau berani menggoda istriku “ bisik seseorang tepat ditelinganya. Seketika ia menoleh dan mendapai Chanyeol seniornya yang berdiri dengan tangan yang terlipat didepan dada. Aura pemimpinnya begitu terasa seperti terakhir ia bertemu sebelum kelulusan.

“ Ma – maaf Sunbae aku ti – tidak tahu kalau dia istri sunbae. Kalau begitu aku permisi “ sama seperti jimin, Mark – pun lari begitu saja menembus kerumunan.

“ Benar – benar bahaya jika mereka ditinggal sendirian di dimensi manusia “ Chanyeol menggelengkan kepala mengabaikan pekikan fans fanatiknya.

“ Seharusnya kau sadar Hyung kalau masing – masing dari kita punya wajah yang unik atau tidak umum “ ujar Kai yang disetujui ketiganya. Pangeran – pangeran Kyunghye berkumpul kembali.

o0o

Ditempat lain Hanna dan Krystal terpaku ditempat melihat dua orang yang begitu mereka kenal sedang menjadi tontonan menarik yang hampir sebagian siswa perempuan.

“ Krys lihat kelakuan mertuamu “

“ Dan kau lihatlah juga kelakukan mertuamu, astaga apa yang mereka lakukan disini sih “ Krystal mengacak rambutnya lalu menembus kerumunan. Mereka memasuki lapangan lalu merebut bola yang sedang dikuasai oleh Luhan.

“ Krystal apa yang kau lakukan, biarkan Dad menyelesaikan satu babak saja “ mohon Luhan dengan wajahnya yang tentu saja dibuat – buat imut. Persis seperti Sehun jika sudah minta sesuatu.

“ Apa yang Dad lakukan disini ? “ tanya Krystal.

“ Tentu untuk melihatbsekolah kalian, selama Sehun disini Daddy sangat merindukan kalian dan begitu penasaran dengan tempat kalian bersekolah “

“ Lalu apa yang Dad lakukan disini “ tanya Hanna pada Suho yang tadinya hanya diam menyaksikan pertengkaran Krystal dan Luhan.

“ Tentu menemani Luhan Daddy “ jawab Suho santai. Kemudia Hanna dan Krystal segera meraih telinga mertua mereka dan menjewernya keluar dari lapangan.

“ Kalau tidak ada Mommy kamilah yang bertugas menggiring kalian keluar dari tingkah kekanakan kalian. Dasar sudah tua masih saja tebar pesona “ oceh Hanna dan Krystal bersamaan.

“ Astaga kenapa aku punya menantu galak sekali “ ucap Suho.

“ Sehun memberimu makan apa sih sampai jadi galak seperti ini “ dengus Luhan mengikuti langkah Krystal dengan telinga yang masih terjewer.

o0o

In Krystal Eyes

Padang bunga, tengah hutan, kupu – kupu yang berterbangan dan kabut tipis yang tertembus sinar matahari terasa hangat dikulit. Seperti De Javu kami kembali lagi ketempat dimana dulu kami pernah bertemu dan menjanjalin sebuah hubungan lewat perantara mimpi. Tempat pertama kali aku bertemu secara langsung dengannya. Aku merebahkan tubuh ditengah padang bunga persis seperti apa yang sering ku lakukan dahulu saat menunggunya mamasuki alam mimpi. Merapa kabut tipis yang pecah begitu saja saat jemaruiku bergerak menyentuhnya.

Jemari hangat Sehun menyadarkanku kalau aku tidak sendiri di tempat ini. Bibir mungilnya itu tersenyum, sangat tampan dan tak pernah berubah sejak kami saling mengenal. Senyumannya selalu bisa menggetarkan hatiku dan memompa kerja jantungku menjadi dua kali lipat lebih keras.

“ Mengenang masa lalu kita “ tebaknya yang tepat sasaran. Aku tak menjawab melainkan meringsut kedalam pelukannya seperti embrio yang pasrah pada kungkungan tubuhnya yang nyaman.

“ Selalu terasa indah berapa kalipun kita mengunjungi tempat ini “ jawabku, kudenganr ia terkekeh. Netra birunya memandang kearah deretan hotan yang mengepung menciptakan perisai kasat mata antara dimensi EXO dan manusia.

“ Kisah kita dimulai dari sini, dari pertemuan kita dalam mimpi sampai pertemuan pertamaku dengan gadis berambut coklat yang memakai tank top putih dengan hodie biru dan hotpants didalam hutan “ aku terkekeh, mengingat apa yang membawaku memasuki hutan kala itu.

“ Ya aku mengira kau hantu saat itu “

“ Tidak ada hantu setampan diriku sayang “

“ Suamiku memanh yang paling tampan “ pujiku sambil mengecup bibir tipisnya itu yang sangat menggoda ditiap waktu.

“ Hei cepat kemari makanannya sudah matang “ teriak Chanyeol Oppa dengan suara bassnya yang menggema, astaga aku hampir lupa kalau kami tidak hanya berdua disini. Kami sedang melakukan piknik atas usul Luhan Daddy.

Sehun segera membantuku berdiri dan berkumpul bersama keluarga besar kerajaan EXO menikmati makanan buatan Mom Tifanny dan Dio Daddy. Aahh mereka akan menikah dalam waktu dekat ini jika tidak ada halangan. Sejak pertama bertemu mereka sudah menunjukkan ketertarikan.

“ Kalian selalu saja mengacuhkan kami “ Kai merengut disebelah Hanna.

“ Maaf saja tapi duniaku hanya milik Krystal. Kau tahu itu “ jawab Sehun.

“ Ya ya dan duniaku juga milik Hanna “ ujar Kai tak mau kalah lalu mencium Hanna. Semua orang tua hanya menggelengkan kepalanya maklum melihat tingkah anaknya. Setiknya hanya Chanyeol Oppa yang masih normal diantara kami semua. Ia yang paling dewasa dan paling bijak setelah tiga bulan lalu ia dan Freya unnie menikah. Aku melihat kebahagiaan terpancar jelas dimatanya.

“ Oh ya Dad belum menjawab pertanyaan kami . Apa yang kalian lakukan disini “ tanya Sehun.

“ Dad berencana mendirikan perusahaan didunia manusia. Sepertinya kau lebih tertarik menetap disini dari pada di EXO. Kalian tinggalah disini selama yang kalian mau biar tanggung jawab EXO kami yang mengurus “ ujar Luhan Daddy.

“ Aku akan membantu Dad juga “ sahun Chanyeol Oppa. Namun Luhan Daddy menggeleng.

“ Fokuslah pada karirmu sebagai jaksa muda Chan “ kali ini Mom, Chanyeol Oppa hanya bisa mengangguk setuju. Semua ucapan Mom selalu menjadi sebuah perintah untuknya yang harus dipatuhi.

“ Kalian sendiri, apa yang akan kalian capai setelah lulus “ tanya Chen Daddy pada akum, Sehun, Hanna dan Kai.

“ Aku akan mengambil kuliah kedokteran setelah ini “ jawabku.

“ Aku dan Sehun sepakat mengambil kelas bisnis dan seni “ ujar Kai.

“ Aku masih bingung ingin masuk jurusan apa tapi aku ingin menjadi duta perbedaan warna kulit “ ujar Hanna mantap yang mengindang tawa semua orang. Tentu maksud Hanna agar tidak ada orang yang mengejek warna kulit hitam suaminya.

“ Ha ha ha cita – citanya sangat membuatku tersentuh sayang “ bibir Kai mengerucut lucu. Disinilah kami akhirnya berkumpul dan tertawa bersama. Mom dan Daddy terlihat makin romantis. Sera Mommy dan Luhan Daddy masih saja sering berdebat seperti biasa. Suho Daddy dan Irene Mommy selalu terlihat serasi disegala suasana. Chanyeol Oppa yang mabuk cinta pada istrinya, Chen Daddy dan Victoria Mommy yang masih terlihat seperti anak remaja diumurnya dan karena tingkah kocak keduanya. Hanna yang masih tidak bisa memasak namun ada Kai yang mencintai segala kekurangannya itu. Dan aku memiliki Sehun yang menjadi penyempurna hidupku. Aku yakin disurga Aimee juga ikut merasalkan kebahagiaan yang sama seperti yang tengah aku rasakan. Lenna, kuharap dia bahagia dimanapun ia berada. Kami masih terus melakukan pencarian tapi aku yakin suatu saat dia pasti akan kembali dan berkumpul lagi bersama kami.

Dalam sebuah cerita pasti akan ada sebuah awal dan akhir, aku tidak tahu itu berlaku juga untuk kisahku atau tidak. Sebuah cerita yang dimulai namun belum berakhir dan akan terus berjalan selama kami masih bersama, selama kami masih bernafas, dan mengukir tawa. Atau jika kisahku ini memang sudah berakhir seperti ini dan menjadi sebuah legenda. Pasti akan seseorang yang akan menceritakan kisahku kembali sebagai generasi terakhir yang memberikan kisah tanpa akhir. Cerita kami akan tetap berlanjut dan terkenang disepanjang zaman.

END

Alhamdulillah Christy panjatkan karena akhirnya FINAL CHAPTER LAST GENERATION TELAH SELESAI. Maaf dan terimakasi pada kalian yang sudah setia mengikuti perjalanan FF ini dari awal sampai akhir. Jujur Christy udah ilang feel waktu lanjut final Chapter ini, itu alasan Christy ngetik FF lain, buat ngembaliin Feel yang ilang gitu aja. Belum lagi Christy agak kecewa sama siders yang merajalela, berasa pengen PROTEC ff Christy yang selanjutnya dan hanya bisa dapet PW kalo komen di Chapter ini.

Kegiatan real life yang bejibun sama siders yang merajalela membuat mood Christy benar – benar jatuh sejatuh – jatuhnya. Jadilah kemoloran pembuatan FF ini.Christy cerewet ya kali ini. Boleh dong cerewet sekali – kali inikan Last Chapter hehee. Dan mungkin kalian nemuin FF ini dibeberapa WP , awalnya Christy pengen menyebarkan ff ini di blog lain tapi kalo dipikir – pikir ngapain nyebari di WP lain kalau dirumah sendiri aja udah lebih nyaman dan jadwal Updatenya gag kesendat – sendat. Jadi Christy putuskan untuk tidak menyebar FF ini di WP manapun. FF last Generatian akan kalian temukan di EFI dan FF lainnya akan dipost Christy di WP pribadi. Mungkin sebagian kalian ada yang sudah berkunjung dirumah sederhana Christy.Christy Story

Eh ini kok jadi panjang ya. Udah deh akhir kata wassalamualaikum wr.wr

Sampai ketemu lagi di FF lainnya.

Christy Wu

XOXO

117 tanggapan untuk “Last Generation [ FINAL CHAPTER] – Story By Christy Wu”

  1. Omg , FF nya sudah End , Happy ending yeapyyy !!! Akhirnya mereka semua berkumpul bersama dengan bahagia , minus lenna pastinya , tapi dia juga kan sudah bahagia kan . Haa sweetnya keluarga ini !!

  2. Daebak… Keren banget ceritanya, baper banget pas baca ff ini, sampai senyum senyum sendiri, nangis, marah marah. Makasih yah buat kak christy. Maaf baru baca ffnya dan baru ninggalin jejak, masih baru sih..

  3. Baru baca.. Waaahhh…. Tertanya seru juga critanay…. 😉 i like fantasy romance… Hihih
    👍👍👍👍👍
    Keep writing…
    Fightingggg!!!!!

  4. Daebak….
    Seneng banget bacanya kalo akhir cerita bahagia beginiii….
    Good job Thor…
    *muah..muah* 😀
    Ditunggu next karyanya… Kalo boleh request yg banyak chanyeolnyaa yaaa …
    Hahahahahahahahahahaha

  5. kak maaf q telat baca q reader baru…. q sebenernya gak suka FF yg pakek part tapi last generation.. Waaah… kak aku baca berulang ulang loh dari part 1-end kak pakek apa… q lihat wah gtw deh udah berapa kali…

    kak tapi ini satu2.x episode yg q gak suka…
    .
    .
    .
    .
    .
    KENEPA SUDAH TAMAT. T.T
    kak bikin cerita gini laghi donk… q suka pkek BANGET….. sukses ya kak..

  6. Telat komen:”’ Ini udahan beneran? ga rela sumpah, Semua rasa dapet emosi,manis, greget, apapun itu baca ini pokonya campur aduk laaaa. Semua bahagia kaya yang diinginkan yey… Tapi kurang banyak moment krystal sama sehun nya:’ Overall keren

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s