[EXOFFI LINE@] Stalker, I Love You! (Part 6)

stalker, i love you

Tittle : Stalker I Love U
Author : DT
Part 6
Cast : You as Park Senna
Kai
Baekhyun
Exo member

Kai pov
Aku berlari sampai ketaman,
“Aku berharap tidak menemukanmu disana.”
Sesampai ditaman, aku menghentikan langkahnya, mataku melihat disetiap sudut taman, aku tak menemukan Senna. Aku meneruskan langkahku masuk lebih dalam ke area taman.

“HYAAA Park Senna!!” Teriak ku dari kejauhan ketika melihat senna duduk dibangku membungkukkan badannya, kedua tangannya dimasukkan ke saku jaketnya, dia memakai syal dileher sampai menutupi hidungnya.
Senna mengangkat dagunya, dia melihatku dari kejauhan.

“Oppaa” kata senna sambil berdiri.

Aku berjalan mendekati senna sembari berkata, “Hya!! Mi cheo sseo? (Nafasku terengah-engah) sedang apa kau malam2 disini? Ha? Apa kau menunggu seseorang ? Kau ini bodoh atau apa?”
Kuhentikan langkahku ddpan senna, kutarik tangan senna, membuatnya jatuh dipelukanku.

“Oppaaa miane. Mian! Sudah membuat oppa marah.” Kata senna dngn suara lirih.aku melepaskan pelukanku dan kupegang kedua bahu senna.

“HYAAA!! Apa kau melakukan ini hanya untuk minta maaf?”

“Aniyeyo oppa, aku juga membuatkanmu kimbap. Aku menjatuhkan makananmu tadi pagi, jadi aku membuatkannya lagi.” Kata senna sambil melihat kotak makan diatas bangku taman.

“Hya! No baboya?”

“Wae o?”

“Haish, lupakan saja!”

‘Haaaatchiiing!’

“Hya senna-ah!” Kataku terkejut melihat senna bersin.

“Haaaatching! gwenchanha oppa. Haatchiing!”

“Haissh! Baik apanya? Wajahmu pucat sekali. Pakailah ini! (melepaskan jaket dan memakaikan pada senna). Dari dulu kau tak tahan dengan udara dingin knp masih disini malam2 begini.”

“Oppa, jinjja gwenchanha!”

Aku tak menghiraukan perkataan senna, aku membalik badan dan membungkukkan sedikit badanku.
“Naiklah kepunggungku, aku akan mengantarmu pulang.”

“Oppa, gwen-…”
Belum selesai senna berbicara kutarik tangan senna dan meletakkanya dipundakku, lalu kuangkat dia naik kepunggungku.

“Berhentilah berbicara!” Kataku

Senna melingkarkan kedua tangannya di leherku, dagunya disandarkan dipundak kananku, mengingatkan kejadian saat masih kecil, aku selalu menggendong dan mengantarnya pulang usai bermain ditaman ini.

“Badanmu dingin sekali, bagaimana kau bisa bilang kau baik2 saja? Hya Senna, knp kau diam saja? Apa kau sakit?”tanyaku pada senna

“Aniyeyo, oppa yang menyuruhku diam kan? Aku hanya mengikuti perkataanmu saja,”

“Haiish jinjja! Ara-Ara… bicaralah sekarang,apa yang mau katakan sampai menungguku selarut ini?”

“Aku hanya ingin minta maaf padamu oppa, oppa marah padaku, jadi aku harus minta maaf,dari dulu aku tak suka kalau oppa marah padaku.itu sangat menggangguku.oppa miane”

“Hya! Tapi apa kau harus menungguku selama ini?apa kau tau sudah berapa lama kau menungguku, lalu knp kau tidak mengangkat tlfku?”

“Oppa menelfonku? Aku lupa membawa HP.”

“Knp kau ceroboh sekali.
Senna-ah, jangan pernah kau melakukan ini lagi. Knp kau membuatku berolahraga malam2 begini? Ah tidak, maksudku, jangan pernah membuatku kawatir dgn perbuatan bodohmu. Kalau kau mau minta maaf, kau bisa menelfonku, itu saja cukup (Senna hanya diam, tak merespon perkataanku, Tiba2 jantungku berdetak kencang)
Hya senna-ah, apa kau pikir aku marah hanya karena kau menjatuhkan makananku td pagi? Kau bodoh atau apa? Dengarlah! Bukan itu alasanku marah padamu. (Gugup) H..Hya! Apa kau harus dandan secantik itu untuk menemui Baekhyun hyung? apa kau senang dia memelukmu? Hassh lupakan! Sebenarnya, aku gak suka melihatmu besama Baekhyun hyung. Hey tunggu! Jangan kau mengira aku sedang cemburu. Itu hanya karena kau melupakanku begitu kau bersamanya. (Diam sejenak) Aniyeyo, kurasa aku memang cemburu. Kurasa aku sudah gila, knp aku seperti ini padamu? Padahal aku sudah menganggapmu seperti keluarga. Aku selalu ingin melihatmu, aku selalu merasa gugup saat berada didekatmu, itulah alasan knp aku tak suka kau mengikutiku. kau selalu membuatku salah tingkah. (Senna hanya diam)
Hyaa senna, knp kau diam saja?” Aku menolehkan leherku kekanan. Aku tersenyum, ternyata senna tertidur di pundakku.
“Kenapa kau tertidur saat aku sedang serius. mungkin lebih baik kalau kau tak mendengarnya.”

Tiiing tooooong (bunyi bel rumah senna), tak lama pintu rumah terbuka

“Anyeong hashimnikka ajumma,” kataku sambil membungkukkan kepala memberi salam pada ibu senna

“Kim jong in?” Ibu senna terkerjut, “hya senna” Terkejut lagi ketika melihat senna yg ku gendong di punggungku. “Ayo masuk, masuklah!knpa dengan senna? Knp kau menggendongnua” tanya ibu senna

“Senna hanya tertidur ajumma, dia baik2 saja.” Kataki sambil membawa senna masuk

“Aaish, dasar anak ini! Jongin-ah apa senna mengrepotkanmu lagi? Padahal aku sudah memperingatinya agar tidak mengganggumu lagi.”

“Aniyeyo ajumma, dia hanya kelelahan. Ajumma, aku akan mengantarkannya kekamar.” Kataku

“Tidak usah repot2, bangunkan saja dia.”

“Aniyeyo ajumma, gwenchanha.”

“Ah! Kalau begitu bawalah dia keatas, aku akan membuatkanmu minum.”

“Dhe ajumma.” Lalu aku membawa senna kekamarnya.

Aku menidurkan senna diatas tempat tidurnya. Kutarik selimutnya hingga menutupi lehernya.

“Dia manis sekali saat tidur begini.” Kataku sambil membelai rambutnya.
Lalu aku melihat sekitar, dekor kamar senna berubah, banyak sekali poster EXO yang ditempelkan didinding, ada fotoku dan baekhyun hyung yg ukurannya lebih besar dari lainnya.diatas tempat tidur melihat ada 2 bantal, 1 bantal dengan gambar wajahku dan dan 1 bantal lagi gambar wajah baekhyun hyung.

“knp kau punya ini? Padahal kau sering bersamaku.” Kataku sambil mencubit pipi senna, tiba2 senna bergerak, matanya masih tertutup, dia meraih bantal baekhyun yang ada ddpannya dan kemudian memeluknya.
“Hya! Knp yg itu yg kau ambil? Knp kau memeluknya?” Lalu pelan2 menariknya dan menggantinya dengan bantal gambarku. Kemudian senna memeluknya.

“Baguss! Itu lebih baik, Jalja park senna.” Kataku sambil memegang pipi senna, aku mematikan lampu kamar senna, dan menutup pintu kamarnya

Aku turun kelantai bawah untuk berpamitan pada ibu senna
“Ajumma, aku pulang dulu.”

“Minumlah dulu, aku sudah membuatkannya.”

“Terimakasih ajumma,lain kali aku akan mampir lagi, aku sedang buru2 besok pagi ada schedule.”

“Ah! Begitu, aku mengerti skr kau sibuk sekali, (tersenyum) baiklah! Mampirlah kesini kalau sedang ada waktu, aku akan membuatkan masakan kesukaanmu. Ngomong2 terimakasih sudah mengantar senna pulang, maaf ya kalau dia sering merepotkanmu.” Kata ibu senna sambil menepuk pundakku.

“aniyeyo, senna tidak pernah merepotkanku ajumma.”

“Kau baik sekali.” Ibu senna menepuk bahuku.

“Baiklah ajumma, aku pamit dulu.”

“kurre! Hya jongin, apa kau tak membawa jaket, diluarkan sangat dingin.”

“Ah! Aku memakaikannya pada senna, dia tidur sangat pulas, jadi kubiarkan saja. Dorm exo dekat sini ajumma, tak apalah. Kalau begitu aku pamit dulu, anyeong gyeseo ajumma.”
Senna POV
Keesokan harinya
“SELAMAAAT PAGIII…!” Kataku sambil membuka mata… lalu aku duduk, meregangkan tanganku keatas.
“Oh! Knp aku memakai jaket Jongin oppa?”
Bersambung

9 tanggapan untuk “[EXOFFI LINE@] Stalker, I Love You! (Part 6)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s