[EXOFFI FREELANCE] Problem In Love (Chapter 1)

13f416cd9f54e03a

Problem In Love

 

Tittle: Problem In love

Author: Anyak_Baconica

Lenght: Chapter

Genre: Romance

Rating:1o

Main cast: xi luhan – Park hyunjo

Disclamare: ff ini mungkin akan ku share juga di wattpad ku sendiri. Kunjungi ajah; Anyak_baconica ok!

 

 

 

……………

Disebuah taman yang rindang , terlihat seorang gadis sedang berbincang dengan seorang pria sambil sekali-kali tertawa gembira. Pria tersebut hanya tersenyum melihat sang gadis yang tertawa. Disana hanya terlihat mereka berdua taman ini terlihat sangat sepi hanya suara mereka yang terdengar dan suara dedaunan pohon yang bergoyang karna hembusan angin yang sedikit kencang.

Terlihat dari jauh terdapat seorang pria lain yang sedang bersembunyi dibalik semak-semak. Entah apa yang dilakukannya mungkin, ia sedang mengintip sepasang manusia yang sedang bercengkrama yang tak jauh dari persembunyian nya. raut wajah pria ini begitu kesal, kecewa dan sedih entah apa yang membuatnya sedih saat melihat dua pasang manusia itu saling berbicara. Ia mulai berdiri dan berjalan tergesa-gesa menuju dua pasang manusia itu.

“ hey berani sekali kau mendekati kekasihku ! dasar laki-laki brengsek!” ucap pria ini yang sudah berada di hadapan dua pasangan tersebut sambil memegang kerah baju pria yang sedang berada di samping gadis tersebut.

“apa? Kekasihmu? Apa kau tidak salah mengucapkannya?” jawab pria tersebut santai.

“dasar laki-laki kurang ajar!!!!” ucap pria ini sambil mendaratkan satu bogeman di sudut bibir pria yang dipegang kerah bajunya.

“yang kurang ajar itu kau bukan aku, apa kau tak sadar dengan perlakuan kau selama ini yang biasa menyiksanya? ???” tanya Pria ini sambil mencoba melepaskan tangan pria itu dari kerah bajunya.

“bukan urusan kau kalau aku menyiksanya, dia ini tunanganku dan sepenuhnya dia milikku! Camkan itu!” jawab Pria ini sambil mendaratkan kembali satu bogeman keras di sudut bibir Pria tersebut hingga tersungkur ke belakang.

“Xi Luhan cukup! Jangan kau sakiti dia cukup aku saja yang kau sakiti!” ucap seorang gadis yang sedari tadi berdiri di antara mereka.

Mereka pun berhenti berkelahi dan langsung menatap gadis itu sendu tapi tidak dengan Luhan ia malah semakin kesal. Ntah apa yang membuatnya kesal .

“kau membelanya, Aku ini tunangan mu? Apakau tak ingat itu?” ucap Luhan menggeram.

Sedangkan pria yang sedari tadi di pukuli hanya menyeringai sinis kepada luhan. Dan tersenyum kemenangan.

 

“aku tidak membela Oh Sehun ! aku tidak membela siapa-siapa disini ! Sehun tidak salah aku yang salah! aku yang mengajak nya kesini untuk menemaniku!” jawab sang Gadis penuh kekesalan.

“ kenapa kau mengajaknya? Kenapa kau tak mengajakku? Aku ini tunangan mu Park Hyunjo!” bentak Luhan keras.

“ apa kau tak tau? dia tak mengajakmu karena dia takut kau menyiksanya di tengah jalan!” ucap Sehun kembali menyeringai sinis.

“ diam kau, lebih baik kau pergi dari sini!” bentak Luhan sambil mendorong Sehun keras.

“ ya aku tak kan mengganu kalian disini, hyunjo jika perlu apa-apa hubungi saja aku. okay” ucap Sehun seraya pergi.

“dasar!”ungkap luhan pelan.

Kini hanya tersisa Xi Luhan dan Park Hyunjo saja di taman itu. Park Hyunjo hanya bisa menyesal karena telah mengajak Sehun ke taman . Jika saja ia tak mengajak Sehun mungkin Sehun tidak akan terluka sudut bibirnya. Sudah takdir.

“ Park Hyunjo aku ingin meminta maaf atas perbuatanku selama ini yang telah melukai hati mu?” ucap luhan sambil menggenggam tangan Hyunjo erat.

Park Hyunjo hanya menatap nya lemas. Telah beberapa kali ia mendapat kata maaf dari luhan tapi esoknya luhan akan terus memarahinya, mengancamnya, memukulnya, menamparnya dan masih banyak lagi yang luhan lakukan kepada hyunjo. Ia bingung apa ia harus menerima permintaan maaf luhan lagi. Ia tak akan yakin kalau luhan akan berubah selepas dimaafkannya.

“aku janji tidak akan mengecewakanmu? Jika aku mengecewakanmu kau boleh menceritakan semuanya kepada amma dan oeppa ku agar mereka memarahi ku…” ucap luhan lagi sambil sedikit memelas.

Kali ini, Park Hyunjo memaafkannya lagi karena janji yang diutarakan luhan sangat menggiurkan. Hyunjo tahu bahwa luhan sangat takut kepada oeppa nya. jadi, mana mungkin dia membiarkan Hyunjo menceritakan semua nya kepada oeppa nya.

“ya aku maafkan, tapi janjimu tadi benarkan?” ucap Hyunjo.

“ya tentu aku akan berjanji tidak akan mengecewakanmu” ucap Luhan tersenyum.

Luhan langsung mendekap Hyunjo dengan penuh kehangatan. Sepertinya ia benar-benar tidak akan mengecewakan Hyunjo. Atau ntahlah…

Wajah Luhan dan Hyunjo sekarang hanya berjarak 7 cm. Sepertinya luhan akan mencium Hyunjo sekarang. Wajah luhan semakin mendekat… Hyunjo pun mencoba menjauh dengan melangkah mundur, hingga ia tak dapat mundur lagi karena ia telah tersuduti di batang pohon yang sedikit besar.

Hingga dekat…

Semakin dekat…

Dekat…

Dekat….

Dekat tak ada jarak lagi bagi mereka hidung mereka telah saling sentuh sekarang.

Dekat…

Dan….

CUP…

Satu ciuman telah mendarat tepat di bibir munyil milik Hyunjo. Hingga ciuman itu berubah menjadi sebuah lumatan dan gigitan di bibir Hyunjo. Hyunjo terus memberontak tapi apa daya kekuatan Luhan lebih kuat dari pada Hyunjo.

1 menit…

2 menit…

3 menit…

Lumatan tersebut semakin ganas. Hyunjo tak sanggup menahannya lagi. Jika ciuman ini berakhir ia akan memukul Luhan keras, begitulah pikirannya. Hyunjo terus memukul-mukul dan menolak keras dada bidang Luhan. Tapi tetap saja hasilnya nihil.

5 menit…

6 menit…

7 menit…

Luhan langsung melepas pangutannya. Nafas nya terengah-engah sama seperti Hyunjo. Yang sedari tadi memukul dadanya.

Luhan tersenyum puas, tidak dengan Hyunjo terlihat dari raut wajahnya ia sangat kesal sambil memegang bibirnya yang sedikit perih.

“jangan cemberut … nanti cantiknya hilang loh…” ucap Luhan.

“…..” tidak ada respont dari Hyunjo.

“please, kita kan udah baikan masa kita berantem lagi sih, ck” sambung luhan lagi sambil memegang erat tangan Hyunjo.

“…..” masih tidak ada respont dari Hyunjo, mungkin ia masih kesal.

“yaudah aku minta maaf karena telah menciummu kasar… please maafkan aku” sambung luhan kembali memelas.

“…..” tak ada respont.

“aku berjanji tidak mengulangi hal ini lagi” ucap luhan.

“ya… aku maafkan” balas Hyunjo singkat. Dan langsung pergi meninggalkan Luhan di taman.

Belum sempat Hyunjo jauh berjalan, luhan langsung berlari mengejar Hyunjo dan mensejajarkan langkahnya.

“mau kemana sih, kok buru-buru sekali?” tanya luhan polos.

“apa kau tak tau sekarang pukul berapa? Aku bisa dimarahi oemma bila aku kembali pada pukul sekarang ini! Lebih baik aku pulang dari pada harus melayani perkataanmu disana!” ungkap Hyunjo panjang lebar.

Luhan pun langsung melihat jam nya yang menunjukkan pukul 20.17 KST.

“oh ya aku lupa , yaudah biar ku antar pulang” ucap luhan sambil menarik tangan Hyunjo menuju tempat mobilnya di parkirkan.

@@ J @@

Kini Hyunjo telah berada di dalam kamarnya. Ia termenung mengapa ia memaafkan Luhan karena janji melasnya itu.

Hyunjo merasa bersalah dengan keputusannya. Ia takut Luhan akan menyiksanya lagi setelah ini. Karena luhan bisa aja berbohong dengan siapa saja bahkan orang tuanya. Ingin sekali rasanya Hyunjo menjauhi Luhan. Tapi hal itu tak mungkin bisa dilakukannya karena ia dan Luhan mempunyai hubungan khusus saat ini yang sebentar lagi akan melebih khusus karena mereka akan menikah. Pusing sekali rasanya. Orang tuanya dan orang tua Hyunjo akan mulai berdiskusi besok untuk menjelang pernikahannya mulai dari costum, undangan, gedung, konsep acara, dan masih banyak lagi. Ia seperti di kurung dalam bekam penjara. Kemana- kemana ia pergi pasti harus bersama Luhan. Sedangkan Luhan, hidup nya terlalu bebas tidak seperti Hyunjo yang terkurung. Hmmm L….

Sedangkan disisi lain. Luhan sedang bersama temannya berkumpul di sebuah bar.

“Luhan ? bagaimana ?”tanya temannya yang sering disebut Kai.

“bagaimana ? Apa maksudmu?” tanya Luhan yang mungkin benar-benar bingung.

“cih, pura-pura tak tau !” gumam Kai sedikit kesal.

“ya aku tau, maksudmu hubungan ku dengan Hyunjo kan!” balas Luhan sambil meneguk minumannya.

“ya, bagaimana ? Apakah telah membaik? Sebaiknya kau tidak perlu terlalu kasar padanya! dia kan tak pernah punya salah terhadap mu!” jelas Kai panjang lebar.

“ya membaik. Aku tidak ingin menyiksanya, hanya saja hyunjo lah yang membuatku emosi, ia selalu mengharapkan orang lain, menatap pria lain di kampusnya, ia lebih dekat dengan teman pria nya itu, kenapa ia tak pernah melakukan itu pada ku?” jelas Luhan sambil menatap Kai kesal.

“pria lain? Pria mana hyung? Kapan kau melihatnya? Kau kan bekerja?” tanya Kai.

“aku melihatnya saat ingin mengajaknya pulang bersama, tapi dia malah bersama pria itu!” jawab Luhan .

“apakah namanya Oh Sehun?” tanya Kai sedikit lembut.

“ya, apa kau mengenalnya? Ada hubungan apa dia dengan Hyunjo ku?” tanya Luhan.

“jadi dia, aku memang sering melihatnya bersama ke perpuatakaan. Hyunjo selalu bersama sehun saat ingin ke perpustakaan. Hubungan mereka hanya bersahabat setauku. Mereka terkenal sebagai primadona sekolah. Selain tampan dan cantik, mereka juga berprestasi, dan………..” ucap Kai sambil menggantungkan perkataannya.

“dan?” ulang luhan.

“dan selalu disebut pasangan yang serasi di kampus…, dan yang anehnya tidak ada yang mengetahui status Hyunjo dikampus kecuali aku, para dosen dan Oh Sehun.” Jelas Kai.

“AAAARGH sial sekali hidupku, lalu aku dianggap apa olehnya!” ucap Luhan keras.

“bagaimana mulai besok kau harus mengantarnya ke kampus, menghubunginya dimana pun kau berada dan menjemputnya, agar kau bisa tau bagaimana aktivitasnya. Jelas? Yasudah aku pulang dulu, besok aku harus kekampus, bye…. ingat kata-kataku ya!” ucap Kai seraya meninggalkan Luhan sendiri.

 

“benar juga…”ucap Luhan seraya memikirkan kata-kata kai lalu beranjak pergi dari bar.

@@J@@

 

Sinar mata hari pagi mulai masuk melalui celah-celah jendela kamar hyunjo. Hyunjo pun terusik dan terbangun.

“hoaaammmmm” gumam Hyunjo sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Dan bangun , berjalan dengan langkah terhuyung-huyung menuju kamar mandi.

Hanya beberapa menit, Hyunjo pun keluar ia memakai rok berwarna blue tosca diatas lutut 5cm. Dan menggunakan kaos berwarna caramel yang sedikit kebesaran di tubuhnya. Dan tak lupa rambut coklatnya yang di gerai indah, hight heels yang tak terlalu tinggi berwarna coklat dan tas selempangnya berwarna biru. Walau simple tapi perfect.

Ia pun mulai menuruni satu persatu anak tangganya . dan berjalan menuju meja makan nya.

“Omma aku pergi dulu. Bye…” ucap Hyunjo lalu beranjak.

“ya, hari ini kau akan berangkat bersama Luhan ya… kalau tidak lebih baik kau tidak perlu pergi ke kampus…!” ucap oemma sedikit berteriak.

Sedangkan Hyunjo yang mendengarnya hanya kaget. Apa benar Luhan mengantarku? Ntahlah…., begitulah pikirnya. Ternyata benar Luhan memang melaksanakan saran dari Kai. Buktinya, ia sedang bersender di depan pintu mobilnya.

“lama sekali kau, ayo biar ku antar… kajja!” ucap Luhan sambil menarik tangan Hyujo agar dirinya masuk kedalam mobil.

Luhan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Terlihat dari raut wajahnya sepertinya ia sedang berbahagia, makanya ia tumben mengantarku, pikir Hyunjo.

“kenapa kau tiba-tiba mengantarku…?” tanya Hyujo halus.

“memangnya kenapa? Kau merasa keberatan?”tanya Luhan tanpa berpaling untuk menatap Hyunjo.

“tidak, bukan itu maksudku. Biasanya kau tidak pernah mau mengantarku ke kampus?” ucap Hyunjo menatap Luhan intens.

“tidak aku hanya ingin tidak menyia-nyiakan waktu kita untuk bersama selama masa bertunangan ini akan di ubah menjadi hubungan pernikahan, apalagi gadis cantik sepertimu tidak boleh pergi kemanapun selain bersamaku” jelas Luhan sambil tersenyum dan mulai menatap Hyunjo .

Hyunjo langsung berpaling karna semburat merah telah terlampiaskan di pipi tirus miliknya. Ia malu.

Hyunjo yang mendengar perkataan luhan hanya kaget, baru kali ini Luhan berkata semanis ini kepadaku, pikir hyunjo.

“ternyata mukamu menjadi menggemaskan kalau merah begitu” ucap Luhan sedikit merayu hyunjo.

“apa yang kau lakukan!?” tanya Hyunjo kesal.

“lakukan?lakukan apa?”tanya Luhan .

“kenapa kau tiba-tiba merayuku?” tanya Hyunjo.

“aku hanya ingin terbiasa merayumu. Jadi aku sedang berlatih merayumu sejak sekarang agar ku lebih lihay merayumu saat kita telah resmi.” Ucap Luhan santai.

“hah?” gumam Hyunjo kecil.

“yasudah, lebih baik kau turun. Jam mu kan akan dimulai nanti, aku akan menjemputmu nanti siang lalu kita makan siang bersama. Kau tunggu saja aku di parkiran” ucap Luhan manis.

“ya”gumam Hyunjo, seraya turun dari mobil dan berjalan menuju teman-temannya.

Sedangkan Luhan. Ternyata lebih baik begini…,ungkapnya dalam hati. Lalu menjalankan mobilnya pergi menuju perusahaannya.

Hyunjo, sedang berjalan bersama temannya menuju kelas. Di kelas ia langsung disapa ramai teman-temannya.

Tiba-tiba Sehun datang dengan membawa sandwichnya, yang mungkin akan di berikan ke pada Hyunjo. Ya, ehun memang akhir-akhir ini membawakan sandwichnya untuk Hyunjo.

“HYUNJO!”panggil Sehun diambang pintu.

“hy…”ucapnya seraya berdiri menuju Sehun berada.

Sehun dan Hyunjo sekarang sudah berada di bangku pinggir lapangan kampusnya, sambil memakan sandwichnya.

“seharusnya kau tidak perlu membawakan ku sandwich setiap hari nya! aku merasa merepotkanmu!” ucap Hyunjo.

“aku tau kau tidak pernah sarapan akhir-akhir ini , makanya aku membawakanmu sandwich ini setiap hari, bahkan berbulan-bulan pun aku rela”ucap Sehun.

 

“ya, besok kau tak perlu membawakanku sandwich lagi ya…” ucap Hyunjo.

“ya,….” gumam Sehun sambil sedikit mengangguk.

@@J@@

Jam telah menunjukkan pukul 12.03 KST. Luhan sedang menunggu hyunjo sambil berbincang-bincang dengan kai. Yang kebetulan bertemu di kampus hyunjo. Kai dan hyunjo satu kampus hanya saja mereka tidak satu bidang.

“ternyata kau mengikuti saran ku?”ucap Kai.

“tidak, aku hanya ingin mengajaknya makan bersama” alibi Luhan.

“ya ya ya,eh .., itu hyunjo hyung, sepertinya ia sedang bersama Oh Sehun” ucap Kai sambil menyenggol bahu luhan.

Luhan pun langsung melirik ke arah mata kai. Rasanya ia ingin menyeret laki-laki itu ke jurang terdalam. Kenapa ia masih bersama Hyunjo.

Luhan berjalan ke arah hyunjo dan Sehun. Sambil menetralkan perasaanya agar tidak emosi.

“Hyunjo ayo kita pergi” ucap Luhan yang telah berada di depan Hyunjo dan Sehun, Luhan menatap mereka dengan senyum nya.

“eh…, se-Sehun aku pulang dulu, bincangannya kita sambung besok ya…” ucap Hyunjo.

“ya…” gumam Sehun sambil mengangguk kecil.

“sehun, mau bersama?”ucap Luhan sambil merangkul Hyunjo.

Ternyata ia ingin memanasiku, dasar pria aneh., pikir Sehun.

“tak, aku membawa mobil” ucap Sehun.

“oh kukira kau tidak punya mobil…” ucap Luhan menyeringai.

“terserah…” gumam Sehun lalu meninggalkan mereka.

Luhan langsung menyeret Hyunjo kedalam mobil.

Sepertinya ia marah, pikir Hyunjo. atau Ntahlah…

 

Tbc…

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Problem In Love (Chapter 1)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s