[EXOFFI FREELANCE] The Story of Vampire (Chapter 5)

p0

Tittle/judul fanfic: The Story of Vampire – Chapter 5

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Mystery,Romance,Vampire,Married Life, supernatural

Rating: PG-17

Main Cast & Additional Cast:

 

Main Cast :

Xi Luhan, Park Chanyeol – Exo, Park Jongbi (OC)

 

Supporting Cast :

Oh Sehun, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Suzy ( missA), Lay, Xiumin, Tao, Suho, Chen, Kris

 

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun

jangan lupa Comment dan Like ya J

 

Trimakasih…

Enjoy !!

Chapter 5 – The untold

Luhan menjadi salah tingkah, perasaanya begitu senang, sangat senang sampai ia tidak merasakan bahwa sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan gerak gerik mereka, mengawasi mereka dengan sangat telitih, menggenggam tangannya erat – erat kalau – kalau ia akan menghancurkan benda – benda di sekitarnya, badannya menegang menyaksikan sang pujaan hati bertautan dengan laki – laki lain, ingin rasanya ia membakar habis rumah itu, dan mengubur setiap kenangan indahnya di sana, tapi rasa itu, rasa yang mereka bilang bernama cinta, ya.. cinta, mereka semua masih hidup karana cintanya yang begitu kuat pada Jongbi, tak ingin sedikitpun melihat Jongbi meneteskan air matanya, maka dari itu, laki – laki itu terus menahan dirinya untuk tidak membunuh orang – orang di sekitar jongbi yang berani merebut senyuman gadis itu dari dirinya,

 

Malang, sungguh malang nasip laki – laki ini, menyendiri sepi dan tak pernah mengutarakan betapa kehilangannya ia akan sosok itu, sosok yang dulu pernah menghiburnya selama bertahun – tahun, sampai akhirnya seseorang datang untuk ke-2 kalinya dalam hidupnya, merusak semuanya hingga ia sendiri kehilangan akal sehatnya dan tak sengaja membunuh cintanya sendiri.

 

Kelam, itulah kata yang tepat, ia mencintai gadis itu lebih dari apapun, ia akan mencintai gadis itu sampai kapan pun, ia ingin sekali melepaskannya untuk berbahagia dengan orang yang di cintainya, tapi dirinya sendiri seakan tak bisa mengontrol emosinya, separuh dari nyamanya seperti di renggut saat gadis itu menghilang dari pandangannya untuk melindungi laki – laki lain, ia… tidak mungkin melupakan itu, bola api menyala yang iya tujukan pada Ferrum, di halang oleh Iero dan mengenainya tepat di dadanya, membakar setiap keping jantungnya, laki – laki itu tak bisa berkata – kata semua orang berlari menghampiri gadinya yang tergeletak di lantai dingin penuh tumpahan darah, mungkin ini memang salahnya, mungkin ini memang jalannya, tapi tetap.. di lubuk hati laki – laki itu tak bisa menerima kenyataan pahit kehidupannya, ia sanggup melindungi gadisnya, ia sanggup menukar nyawanya untuk gadisnya, tapi semua orang berfikir lain, mereka hanya melihatnya sebagai hal buruk menyedihkan untuk di pertotonkan, semua orang membencinya, mengutuknya, memakinya, yang telah membunuh putri kerajaan Aether di depan orang banyak,

 

Lagi – lagi setiap kepingan gambar itu, masih terlihat jelas di dalam ingatan Ekrisi, lagi – lagi ia hanya memejamkan matanya saat air mata itu jatuh dari kelopaknya, jangan marah pada angin besar yang datang, kalau mungkin menyakiti matanya lebih dari hatinya, laki – laki itu membalikan tubuhnya berjalan pelan menuju entah kemana, limbung, bingung dan gelisah.

Lagi – lagi perasaan yang sudah di pupuknya selama ratusan tahun kini kembali, perasaan yang sangat ia takutkan, kini kembali lagi padanya di saat sepertinya semuanya sudah terlambat, jangakan untuk melangkah, untuk mengangkat kakinya saja, ia tak punya tenaga,

 

Terjatuh, lagi – lagi ia terjatuh di tanah dingin itu, tersungkur bagai tak bernyawa, mencoba untuk menghilang saja dari dunia ini tapi tak bisa, menginggalkan semua tanggung jawabnya, tapi hanya mimpi, dunia membutuhkannya tapi ia tak ingin dunianya, ia menginginkan gadis itu, gadis yang dalam ingatannya berambut hitam dan bermata kecil tersenyum lebar melambaikan tangan dan menyambut dirinya yang baru pulang dari perjalanan panjangnya.

 

“ Iero… ” suaranya bergetar, hatinya sakit, ia tak bisa bernafas, lagi – lagi perasaan marah mendera dirinya, ia bangkit berlutut mengadah ke langit, mencoba berharap bahwa hujan akan turun, menghilangkan rasa perih di hatinya,

 

“ AARGGG!! ” geramnya keras

 

~ I̱ istoría to̱n vampire ~

 

Jongbi asik bercengkrama dengan Luhan di atas pangkuannya, ia masih tertawa tawa kecil melihat Luhan yang salah tingkah, Luhan menempelkan keningnya di kening Jongbi,

 

“ aku ingin merasa bahagia seperti ini terus… tapi… ”

 

“ tapi apa ? ”

 

“ tapi… ”

 

“ ah sudah lupakan saja, yang penting sekarang aku sangat bahagia ” lanjut Luhan dengan suara agak sedih

 

“ AARGGG!! ”

 

Jongbi tiba – tiba terkejut, ia merasa ada seseorang yang sedang mengerang kesakitan,

 

Siapa itu ?? tanya jongbi dalam hati, ia terus mencari sumber suara itu dari sudut pandangnya,

 

Ting tong ting tong ting tong.. jam besar yang berada di ruang tamu berbunyi nyaring menandakan pukul 9 malam.

 

Jongbi terus memutar – mutar pandangannya mencari sumber suara itu di setiap sudut ruangan.. sepertinya hanya halusinasi saja lagi – lagi ia berbicara dalam hati.

Luhan terus memperhatikan Jongbi, membaca setiap pikiran yang ada di kepala Jongbi,

Ia mendengannya ….

Aku harap ia akan berhenti mencari ….

Luhan menatap Jongbi sendu

 

“ jongbi-ya, beristirahatlah, aku tau kau pasti sangat lemas, setelah kehilangan beberapa liter darah ” Luhan menampakan senyum tak bersalah pada Jongbi

 

“ oo ?? ooo… ya baiklah sepertinya aku memang harus beristirahat ”

 

Luhan menidurkan badan Jongbi di atas kasurnya dengan hati – hati dan mengecup kening Jongbi singkat, ia masih terduduk menatap Jongbi yang sekarang menutup kelopak matanya rapat

 

Ekrisi ….

Dia benar – benar akan merebut Iero lagi dari ku….

Tapi tidak kali ini…

Iero akan menjadi miliku selamanya…

 

Luhan melihat Jongbi sudah tertidur lelap, ia bangun dari tepat tidur perlahan dan mulai melangkahkan kakinya keluar kamar.

Saat berhasil keluar dari kamar Jongbi dengan tenang, ia mendapati Kris yang sedang duduk di sofa yang ada di depan kamar Jongbi dengan segelas wine.. atau yang lebih tepatnya Vampire wine, atau lebih jelasnya lagi, darah..

 

“ apa kau mampu ? ” tanya Kris tanpa menoleh sedikitpun dari balik sofa itu

 

“ aku.. tidak tau.. ” kata Luhan menjawab sambil mengepalkan tangannya

 

“ dia sangat kuat Ferrum… aku takut terjadi apa – apa dengan Jongbi, seperti yang kau tau, ia satu – satunya orang yang paling aku cintai di dunia ini dan aku tak akan rela bila tubuh Jongbi terluka barang setitikpun ”

 

“ aku mengerti yang mulia, jangan khawatir, aku akan mempertaruhkan nyawaku untuknya ”

 

“ aku harap kau menggenggam janjimu rapat Ferrum ”

 

tanpa menjawab apa – apa Luhan berteleport ke tempat lain, bukan tepat asing tapi tempat yang dari tadi ingin sekali ia kunjungi, tempat di mana sebuah mata berdiri mentapnya dari jauh, terlihat seorang laki – laki duduk termenung di bawah pohon rindang,

 

Luhan berjalan mendekatinya dan berdiri di samping laki – laki itu,

 

“ apa kau sudah selesai berkencan ? ” laki – laki itu membuka suara

“ berkencan ? ” Luhan bertanya santai

“ sudah lah, sepertinya sudah selesai ” laki – laki berdiri dan mulai melangkahkan kakinya

 

“ Edafos… apa kau menyesal mempunyai ayah sepengecut diriku ? ” Luhan meletakan tangannya di kantong dan menatap pohon rindang di atasnya

 

“ apa aku pernah berusaha mengganti nama depanku ” kata laki – laki itu sambil memutar wajanya sedikit.

 

“ kau satu – satunya hartaku yang tersisa.. ” Luhan kembali terdengar sedih

 

“ jangan terlalu dramatis ayah, aku hanya melakukan yang menurutku benar ” laki – laki itu memutar tubuhnya, melihat Luhan yang masih menatap dedaunan yang sebenarnya tidak menarik.

 

“ apa kau merindukan ibumu ? ” Luhan menatap laki – laki itu kali ini

 

mata mereka bertemu, dan lelaki yang mempunyai nama Korea Do Kyungsoo itu memalingkan wajahnya melihat jauh ke arah kananya,

 

“ apakah ia secatik dulu ? ” katanya masih menatap kearah   kananya

 

“ tidak ada yang berubah sedikitpun Edafos… harum rambutnya, detak jantungnya, halus kulitnya, kilap matanya… semuanya sama seperti dulu.. ” Luhan ikut memandang ke arah yang sama dengan Kyungsoo,

 

“ kau hebat, hampir 100 tahun berpisah, kau masih mengingat semuanya dengan jelas ” pesan kesedihan di suara Kyungsoo terdengar jelas.

 

“ maafkan aku.. karna hanya memberimu waktu yang singkat untuk membuat kenangan bersamanya, tapi kali ini aku berjanji…. Kita akan kembali bersama.. ” kata Luhan dan tiba – tiba menghilang dari pandangannya,

 

“ Bunda… ” suara lirih Kyungsoo di dengar oleh dedaunan kering yang berjatuhan dari dahannya,

 

Sekitar 2 jam lalu

 

Kyungsoo yang berjalan setelah pulang kerja dari café de théos melihat seseorang yang berdiri di bawah pohon mengepalkan tangannya keras, ia menyadari aura negative dari orang itu dan mencoba untuk bersembunyi sambil terus memperhatikan orang itu,

 

Laki – laki itu membalikan badannya dan jatuh ke tanah, ia mendengakkan kepalanya, saat sinar bulan menyentuh jawahnya, Kyungsoo baru sadar, itu Ekrisi, atau nama koreanya ya itu Chanyeol, Park Chanyeol, mata merah Kyungsoo muncul dan kukunya memanjang, ia melangkahkan kakinya kearah laki – laki itu,

 

“ Iero.. ”

kyungsoo terus berjalan ke arahnya

 

“ AARGG !! ” chanyeol mengerang, tapi kyungsoo terus berjalan ke arahnya tanpa henti, berdiri di belakangnya menatap punggung laki – laki itu dengan sadis,

 

“ apa sekarang kau mengerti rasanya kehilangan ” Kyungsoo berbicara kejih.

 

“ apa yang kau lakukan di sini, ini bukan urusan anak kecil sepertimu ” Chanyeol menjawab tidak kalah kejih,

 

“ anak kecil ? hah… setidaknya aku tidak pernah berpura – pura menangis pilu dan membunuh seseorang yang aku cintai … ” kyungsoo tersenyum mengerikan

 

“ TAU APA KAU TENTANG SEMUA INI !! ” tangan Chanyeol melayangkan pukulannya ke arah Kyungsoo, kyungsoo menahan pukulan chanyeol dengan kedua tangannya,

 

“ aku ?? ….. aku hanya mengerti bagaimana rasanya kehilangan sosok seorang ibu! ” jawab kyungsoo datar sambil menatap mata merah Chanyeol yang hampir membakar habis dirinya hidup – hidup,

 

Chanyeol tidak pernah ingin menyakiti siapapun dalam hidupnya, ia terus berusaha menjadi orang yang sangat baik dan bijak bagi penduduk kerajaanya di masa pemerintahannya, sampai kejadian ia membunuh istinya sendiri menjadi berita hangat di kuping penduduk membuat semua orang membenci kehadirannya, menganggapnya sebagai monster kejih yang tak punya hati.

 

Setelah kematian istrinya, Ekrisi mengurung dirinya untuk selamanya di kerajaan besar milik keluarga Elefsis yang terletak di Roma – Eropa, sampai ia mendapat sebuah berita duka tentang kematian Ratu kerajaan Aether yang mendadak, ia memutuskan untuk pergi ke pemakaman ibu mertuanya itu.

 

Sesampainya di sana Chanyeol yang ingin memasuki tempat acara di seret keluar oleh penjaga istana Aether, Chanyeol mengerti mengapa ia sangat di benci di kerajaan ini, Chanyeol memutuskan untuk menyaksikan acara itu dari kejauhan tepatnya di atas pohon yang ada di Hutan yang terletak di belakang kerajaan besar keluarga Aether, saat acara pembakaran zenajah akan di mulai, Chanyeol melihat goresan di tangan Ratu yang di baringkan di atas matras kecil, di tengah badannya, ada sebuah mahkota kristal berwarna darah, ia mencoba mengerti apa yang terjadi sambil mengerutkan keningnya,saat pembakaran selesai, sang raja mengambil mahkota berbatu Kristal berwana darah itu dan meletakannya di dalam peti Iero dan membacakan sihir singkat,

Chanyeol menangkap sesosok lain, ada Ferrum di sana sedang menggendong anaknya yang masih berumur sekitar 8 tahun, anak itu terus menangis di dalam pelukan Ferrum, di sebelah mereka ada seorang anak kecil yang di gendong oleh salah satu pengurus istana, kira – kira umurnya 5 tahun , Chanyeol tau betul siapa anak laki – laki kecil itu, warna rambut mereka sama, warna kulit mereka sama, hanya saja, ia memiliki mata dan warna mata ibu kesayangannya itu, Anemos atau nama korea yang ia pilih adalah Sehun, Oh Sehun.. Chanyeol terus menatap Anemos tanpa henti, melihat anak itu kebingungan dan terus bertanya pada pelayan istana itu kenapa nenek kesayangnnya di bakar oleh api menyala, kenapa ibunya terus tertidur di balik papan kayu, kenapa ayahnya tidak pernah datang untuk menjemputnya pulang, anak itu terus bertanya tanpa henti.

 

Chanyeol merasa dadanya sesak seakan pasokan oxygen menipis di sekitarnya, ia ingin berlari dan memeluk anak semata wayangnya itu, harta satu – satunya yang menyimpan semua kenangan indah ia dan mendiang istrinya,

 

Ia melihat Anemos berlari kecil ke arah taman belakang, ia duduk di ayunan kecil yang di buat ibunya untuk menemaninya saat ibunya harus pergi membantu pekerjaan kerajaan,

 

Tanpa pikir panjang Chanyeol melompat dan mendarat tepat di belakang ayunan Anemos kecil,

 

“ Anemos.. ” Chanyeol berkata lirih

 

Anemos kecil menoleh ke belakang, ia menghapal suara itu di luar kepala,

 

“ ayah.. ” seru si kecil sambil berlari ke arah pelukan sang ayah

 

“ ayah.. kenapa lama sekali menjemputku, di sini sangat bosan ” kata Anemos kecil menatap ayahnya luguh

 

“ apa Anemos ingin pulang bersama ayah ?? ” chanyeol melihat kedalam mata Anemos, ia tau dan ia mengerti bahwa si kecilnya memikirkan ibunya yang ada di dalam peti mati itu,

 

“ apa bunda akan ikut ? ” Anemos bertanya luguh

 

“ Bunda sedang tidur, jangan di ganggu, nanti dia akan pulang ” kata Chanyeol menghibur dengan senyum paksaannya

 

“ baiklah.. aku ikut ayah.. ” kaya Anemos kecil dan berjalan mendekati Chanyeol,

 

“ baiklah.. pegangan yang kuat ” kata Chanyeol sambil menggendong si Anemos kecil di dalam pelukannya,

 

saat itu juga Chanyeol melompat dengan cepat ke arah hutan, sambil menggendong Anemos kecil di tangannya, sesampainya di pohon tertinggi Chanyeol berhenti sebentar, melihat kearah   Anemos yang sedari tadi tak bergeming,

“ ada apa anak pemberani ayah ?? apa kau takut ?? ” Chanyeol mencoba melihat ke arah mata Anemos menuju, ternyata Anemos kecil terus memandan ke arah kerajaan Aether.

 

“ Ayah… ” Anemos berbicara kecil

 

“ Bunda.. tidak akan pernah kembali kan ? ” kata Anemos lugu dan memalingkan wajahnya ke arah Chanyeol memandang mata Chanyeol bulat,

 

“ aku tidak tau anakku, aku.. hanya berharap ini semua mimpi.. ini semua seperti tidak nyata ” chanyeol menarik kepala laki – laki itu kedalam pelukannya

 

“ kenapa Anemos merasa sedih ayah .. sangat sedih.. ”

 

“ Anemos.. ayah akan terus menjagamu, jangan takut.. ” chanyeol berkata lirih

 

“ ayo kita pulang ayah ” kata Anemos menatapnya memberti senyum kecil

 

Chanyeol kembali melompat dan ber-teleport ke kerajaannya yang berada di Roma

 

“ ayah… kenapa kita tidak pulang ke rumah ” tanya Anemos melihat tempat asing yang bukan rumahnya

 

“ ini akan menjadi rumah kita yang baru sayang ” kata Chanyeol menatap Anemos

 

Anemos turun dari gendogan chanyeol,menggandeng tangan Chanyeol dan terus berjalan masuk ke dalam kerajaan barunya.

 

Di sisi lain, di kerajaan Aether menjadi gempar kehilangan si kecil Anemos, mereka semua berasumsi bahwa Chnayeol datang dengan tiba – tiba dan menculik si Anemos kecil, membuat luka baru bagi keluar Aether kehilangan sang kecil buah hati mereka

 

Kris atau yang bisa di sebut Myga atau raja dari kereajaan Ather, bersumpah untuk membunuh laki – laki yang mengacaukan hidupnya, membunuh anak sematawayangnya dan menculik cucu kecilnya.

Kris mengepalkan tangannya, di hari ia kehilangan 2 perempuan paling berharga di hidupnya, ia merasa hidupnya hancur berkeping keping, tapi dia adalah seorang raja, ia tak bisa bertindak gegabah untuk menyuruh semua army-nya membunuh laki – laki itu, ia berjalan mendekat kearah abu mendiang istrinya,

 

“ jangan takut sayang.. aku akan melindungi-nya dengan mempertaruhkan hidupku ”

 

~ I̱ istoría to̱n vampire ~

 

2 minggu berlalu hidup Jongbi begitu indah dengan kehadiran Luhan, ia menemuinya setiap hari, mengantarnya ke tempat kuliah dan menjemputnya pulang.

 

Luhan sedang mengendarai GTR hitamnya menuju universitas Jongbi berada, ia mendapat pesan singkat di handphonenya kalau wanita yang mengisi hari – harinya belakangan ini berada di perpustakaan universitasnya, dengan bibir yang di bubuhi oleh senyum manis, Luhan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, perjalanan dari Busan membuatnya harus menyetir dengan jangka waktu lama, ia terus menggurutu kesal saat melihat jam yang sekarang sudah menunjukan pukul 9 malam,

Jongbi pasti sendirian

 

“ arrghh !!! mobil – mobil sialan ! aku membeli ini agar dapat melaju cepat, dan sekarang aku terjebak di tengah mobil – mobil lainnya ! ”

 

kesal Luhan yang sedari tadi tidak sampai – sampai ketempat tujuannya.

 

Setelah 1 jam berlalu, kini mobil Luhan berjalan mulus kearah universitas Seoul Internasional, jalanan di sekitarnya sepi dan gelap di telan kegelapan malam, jam menunjukan pukul 10 malam, GTR Luhan terus melaju dengan kecepatan tinggi,

 

BRUUK !!

 

Tiba – tiba mobil Luhan terhenti seperti menabrak sesuatu, Luhan menyipitkan matanya mencoba mencari apa yang sebenarnya menabrak atau di tabrak oleh mobil mewahnya,

 

Luhan melihat ke sisi jalan ada sebuah taman di sana dengan minimal lampu yang ada,

 

Luhan turun dari mobilnya memandang ke ayunan yang sedang sedikit bergoyang karna tertiup angin, merasakan adanya kehadiran seseorang di sana, Luhan terus berjalan kearah taman itu, ia mencium bau seseorang yang tidak asing baginya ia terus mendekat dan mendekat

Sreek..

Suara seseorang menggoreskan kukunya di tanah di belakang badan Luhan,

Luhan membalikan badannya, matanya menangkap sesosok hewan yang paling di takuti di hutan kegelapan,

 

“ Selamat malam Ferrum ” Binatang buas itu menyapa Luhan

 

“ selamat malam Agios ” sapa Luhan dengan mata tajamnya,

 

tiba – tiba tubuh srigala buas yang berada di depan Luhan berubah menjadi sesosok manusia bertubuh tinggi dan berambut coklat, matanya bersinar bagai bulan purnama, laki – laki itu berdiri tepat di depan Luhan,

 

“ bisakah kita langsung to the point saja ? ” Luhan masih menatap tajam

 

“ panggil saja Kai.. tidak usah malu, bukankah kita hampir menjadi saudara ” kata Kai dengan seringai seramnya,

 

“ apa ? hah.. kau masih terus terbuai dalam masa lalu …. K-A-I”

 

“ kau tau kakakku sangat mencintaimu, kau memberinya harapan dan sekarang kau melepasnya begitu saja demi cinta lama busukmu ” kai melihat dalam mata Luhan

 

“ kau tidak mengerti anak kecil, kau hanya akan membuang waktuku ” kata Luhan berjalan ke arah mobilnya

 

saat berpapasaan dengan Luhan, Kai mengehentikan langkah Luhan

 

“ wanita yang kau sakiti kini menjadi iblis bengis, ia merencanakan sesuatu yang gila dan… aku mendukungnya seratus persen…. Lelaki brengsek sepertimu harus mati di tangan wanita ” kata Kai tanpa menoleh sedikitpun kearah Luhan

 

“ asal kau tau, itu semua ku lakukan demi ayahku, jangan pernah merasa bahwa aku mencintai kakakmu karna hati, hatiku tetapku tetap untuk Iero seorang ” Luhan menjawab seram

 

“ sudah ku katakan Sis, laki – laki yang membuat hidupmu hancur ini tidak pernah mincintaimu ” Kai berkata agak lantang, agar kakak perempuannya yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon tua mendengan ucapannya

 

tiba – tiba seorang perempuan ber-dress selutut keluar dari balik pepohonan rindang, berjalan kearah Luhan dan Kai yang masih berada di tempat masing – masing,

 

Kai membalikan badannya dan melihat kearah kakaknya,

 

“ baiklah sepertinya tugasku sudah selesai di sini ” kata Kai lalu merubah dirinya menjadi serigala hitam dan berjalan pergi

 

“ apa kabar Luhan.. ” kata seorang perempuan bertubuh mungil dan tinggi di balutan dress ketat selututnya,

 

“ apa lagi yang kau inginkan Suzy, aku sudah menyerahkan semua yang kau inginkan bukan ? ”

 

Luhan memandang Wanita itu dalam diam

 

“ semuanya ? ” Suzy berjalan lurus kembali kearah Luhan,

 

lagi – lagi mata itu membuat Suzy merasa sakit, Luhan selalu memandangnya dengan mata itu, mencoba menyayat – nyayat badannya dengan menatapnya begis,

 

“ kau mendapatkan semua kekayaanku, daerah kekuasaanku, apalagi yang kau inginkan ? ” Luhan masih menatap benci pada wanita itu

 

Suzy kembali melangkahkan kakinya,

 

“ aku ?? kau tau apa yang aku inginkan…. ” kata Suzy berhenti hanya 2 cm dari badan Luhan

 

“ aku menginginkan mu seutuhnya … CUP ” kata Suzy mencium bibir Luhan pelan

 

Luhan tak bergeming sedikitmu, tidak menghiraukan apapun yang perempuan di depannya lakukan,

 

Ia menarik dasi luhan dan beralih ke Kuping Luhan

 

“ aku tidak akan pernah membiarkan wanita itu hidup tenang ” Suzy berbisik pelan di telinga Luhan

 

-TBC-

 

 

13 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Story of Vampire (Chapter 5)”

  1. Mkin seru nih….suzy mncul….jdi cinta segiempat toh😁😁😁😁😁pnasaran sama ending…apa nnti jongbi akan meninggal lagi….

  2. Apa yang akan di lakukan oleh Suzy.. lihatlah Jong bi lebih baik sama Chanyeol saja daripada dengan Luhan ia selalu di terpa masalah dan bahaya.. kasihan Chanyeol tak bisa bersama Jongbi atau Lero. Sehun sungguh kasihan ditinggal oleh Bundanya. Next chapternya ya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s