Crazy of You

Crazy of You1

Crazy of You

Shuu’s Present

Xiumin [EXO] // Kim Sara [OC]

Romance Mistery

PG-15

Oneshot

Sinar matahari menerpa wajahnya, membuat mata lelaki bertubuh mungil tersebut terpicing. Sinar matahari yang hangat memasuki celah kelambu yang tak tertutup rapat. Ia kemudian terlihat menggeliat di atas tempat tidurnya sambil melenguh panjang. Sebelum pada akhirnya duduk di sudut kasurnya sambil mengusap mata.

Ia melihat bayangan seorang gadis di balkonnya. Gadis itu sedang menompa kepalanya ke pagar dengan tangan, sepertinya sedang asyik dengan pemandangan cakrawala pada pagi hari yang lumayan cerah. Lelaki itu menghampiri Kim Sara –gadis tersebut-. mengalungkan lengannya pada leher gadis itu sambil melemparkan senyuman, rindu. Sesekali dress putih gadingnya terarak angin ke barat. Membuatnya mengusap lengannya dengan telapak tangan lainnya.

“Kemana saja?” tanya Kim Minseok –lelaki itu- pada Sara.

“Lepaskan lenganmu itu! berat kau tahu!” kata Sara mengomel tetapi tetap menunjukkan senyumannya.

“Kutanya, kemana saja? Aku merindukanmu!” ucap Minseok masih tidak mau melepaskan lengannya pada leher Sara.

“Aku tidak kemana-mana aku selalu mengawasimu. Dan kali ini aku muncul di hadapanmu karena aku khawatir pada dirimu. Aku takut jika aku meninggalkanmu kau akan sakit.” Ucap Sara sambil menatap wajah lelaki itu lekat.

“Kau merindukan aku Oppa?” kata Sara menggoda Minseok. Membuat Minseok tersenyum kecut mendengarnya. “Kenapa eoh?” tanya Sara sambil menyiku perut Minseok.

“Seaindainya saja-”

Sara membalikkan badannya dan membuat perkataan lelaki itu terpotong. Sara mencium pipi lelaki itu dengan lembut kemudian memeluknya dengan erat. Membuat mata lelaki itu meredup, tenggorokannya tercekat tak bisa mengatakan apapun. Ia belum membalas pelukan gadis ini. Di dada bidangnya Sara bisa merasakan kehangatan, Sara merindukan aroma musk lelaki ini. Ia suka, aroma yang selama ini tak dapat di rasakannya.

Beberapa puluh detik berlangsung, lelaki yang sering Sara paggil dengan Xiumin ini membalas pelukannya. Dan mengusap puncak kepala Sara dengan lembut. Hatinya yang 3 tahun ini dingin, berubah menjadi hangat dengan cepat. Lelaki itu menenggalamkan wajahnya di bahu Sara.

“Jangan ingatkan aku tentang kenyataan itu, Xiu. Kali ini saja, aku ingin bersamamu tanpa dibayang-bayangi kenyataan itu. Hanbeonman.” Pinta sara sambil meyisir rambut Xiumin dengan jari-jari lentiknya.

Xiumin keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Kemudian disambut oleh Sara yang sedang menata makanan di atas meja makan dengan wajah yang berbinar.

“Memasak?” tanya Xiumin lalu menarik kursi. Sara kemudian menyodorkan piring berisi sandwich kepada Xiumin.

“Cobalah, lama kan aku tak memasak untukmu?” tanya Sara. Xiumin melahap sandwich-nya dengan perasaan senang. “Setelah ini temani aku ke mini market, eoh? Persediaan makanan habis di kulkas.” Kata Sara yang telah duduk sambil menopang kepalanya dengan kedua lengan. Xiumin mengangguk mantap.

“Kau akan tinggal disini terus?” tanya Xiumin kali ini yang membuka suara. Sara tak menjawab hanya memandang Xiumin yang melahap sandwich buatannya dengan tersenyum. “Kenapa? Kau tak mau menjawab?” kata Xiumin ‘lagi’. Sara tetap tak menjawabnya, hanya tersenyum. “Baiklah kalau kau tak mau jawab.” Kata Xiumin sambil mengulurkan tangannya lalu menggenggam tangan Sara.

Dingin

“Kenapa tanganmu begitu dingin? Apa kau sakit?”

Ani. Cepat habiskan makananmu.”

Arra, arra.”

Xiumin, lelaki itu duduk di sofa sedangkan Sara tiduran sambil membaca majalah masakan dipangkuan Xiumin. Sesekali Xiumin memencet tombol-tombol acak yang membuat channel televisi berganti. Matanya memandang layar seduktif, begitu menjemukan kegiatan ini –mencari channel tv yang bagus-

Sara terdengar bergumam memilih masakan yang akan di masak hari ini. Ada begitu banyak pilihan yang membuat perut siapapun berontak akannya. Tetapi, ia harus memilih salah satu diantara mereka. pilihan yang sulit menurut Sara.

“Pilihlah makanan yang murah. Yang penting kenyang.” Kata Xiumin, akhirnya membuka suara.

“Eyyy…, apa kau masih pelit seperti dulu?” tanya Sara penuh selidik.

“Memang.” Ucapnya gamblang. “Aku suka uang.” Kali ini jujur.

Oppa-ku ini,” kata Sara sambil mencubit pipi Xiumin yang menurutnya gembul. Sara merasa gemas akannya.

“Aisshhh…jangan pegang pipiku.” Kata Xiumin, kali ini alisnya bertaut. Kemudian dengan jahilnya ia mengarahkan rambut Sara kedepan.

“Ya! Xiu.” Kata Sara geram. Xiumin hanya membalasnya dengan senyuman jahilnya.

Mereka berjalan beriringan, sambil berlindung di bawah payung tosca. Sara menelusupkan tangannya di lengan Xiumin. Sesekali mereka melemparkan candaan satu sama lain. Tangan Sara yang lainnya menenteng sebuah kantong plsatik berisi bahan makanan.

Hujan rintik-rintik menghujam payung mereka serta jalanan yang lengang. Udara yang dingin membuat Sara memegang lengan Xiumin lebih erat lagi. Menyandarkan kepalanya di bahu Xiumin. Seakan jalan ini sudah mereka sewa untuk hanya berdua.

Xiumin mengecup puncak kepala Sara dengan lembut. Membuat Sara tersenyum kecut. Ia memasukkan tangannya di saku mantel Xiumin yang tebal. Karena, ia tak memakai mantel. Hanya dress putih gading berbahan tipis melekat apik di badannya.

“Keadaan tak banyak berubah setelah sekian lama.” Kata Sara membuka suara.

“Eummm, kurasa begitu.” Ucap Xiumin. “Lihatlah, toko kue itu masih menjual cheese cake kesukaanmu.” Kata Xiumin sambil menunjuk toko kue berpapan nama ‘Jar of Cake’. Bercat garis-garis horisontal dengan warna biru laut dengan putih.

“Benarkah?” kata Sara dengan wajah tak secerah yang tadi. “Kurasa lain kali aku akan kesana.” Jawab Sara dengan memaksakan seulas senyum di wajahnya.

Bunyi deruan mesin terdengar dari arah barat. Serta palang kereta api yang akan di lewati mereka  telah berbunyi, akan turun. “Lihat! Sudah lama kita tak melihat kereta api bersama.” Kata Xiumin sambil menyiku Sara yang ada di sebelahnya. Mereka menghentikan langkahnya.

“Sara,” panggilnya tanpa memandang Sara yang di rasa masih disampingnya. Ia masih memandang kedatangan kereta api itu dengan sabar, walaupun menurut kebanyakan orang adalah hal menjemukan. Perlahan tapi pasti palang kereta api itu turun.

Setelah palang kereta api itu benar-benar melintang di tengah jalan. Mata Xiumin membulat, detik terasa berjalan begitu lambat. Ia gemetar sekujur tubuh. Hingga membuat payung yang di genggamnya hampir jatuh.

Sara. Ia melihat Sara. Berdiri. ya berdiri di tengah rel kereta api. Iya, Sara melihat kerahnya. Sambil tersenyum. Iya, tersenyum. Tetapi, senyuman penuh luka yang menyentak relungnya.

“ANDWAE!!!!!” teriak Xiumin dengan kencang setelah mengumpulkan semua tenaga yang tersisa.

Deruan mesin itu semakin kentara. Tetapi kakinya seperti terpatri, hingga tak bisa melakukan apapun yang berarti. Kereta api itu muncul, tak selang lama Sara mengangkat telapak tangannya. Sambil tersenyum, senyuman yang membuat relung Xiumin terhentak.

Beberapa saat sebelum bayangan Sara terhujam kereta api, banyangan itu mengikis dari pandangan Xiumin sedikit demi sedikit. Seperti debu yang diterbangkan oleh angin. Sampai akhirnya ia melihat bayangan itu meteskan air mata dan bergumam salam perpisahan yang menghentak relung Xiumin berkali-kali.

Ia menyadari satu hal yang tak ia sadari sejak tadi pagi. Ia teringat satu hal yang menyentak hatinya. Menghentak-hentak membuat payung yang ia bawa terhempas di aspal. Membuat badan Xiumin basah kuyup. Kenyataan itu terus berputar-putar di kepalanya. Hanya sebatas kata yang belum terbentuk menjadi kelimat sempurna.

Mati.

 

Sara.

 

3 tahun yang lalu.

 

Di sini.

 

Sesak.

 

Sakit.

 

Adik kandung.

 

Sebuah halusinasi?

Saat itu juga, ia seperti tertarik ke inti bumi. Kepalanya pening, telinganya berdengung panjang. Sangat panjang. Ia hanya melihat orang-orang telah berkeliling di sekitarnya. Ia mengaduh. Merintih. Tubuhnya yang ringkih menghujam aspal dengan keras. Ia terus menerus memegang kepalanya yang pening. Serta memukulnya dengan bar-bar. Tak percaya dengan keadaan. Ia hanya menengadah, menatap langit yang sendu. Sebelum pada akhirnya dengungan panjang itu menghilang. Ia melihat duianya mulai runtuh menimpaya. Dan hanya tersisa kegelapan di pandangannya. Tetapi satu yang tak bisa ia untuk berpaling. Sakit. Di hatinya. Sangat, sungguh.

Prolog

Xiumin, lelaki ini duduk di pinggir ranjang berbalut kain putih tipis. Ia melihat keadaan sekitar dengan linglung. Ia memegang dadanya yang begitu sesak dan perih. Dan menyadari satu hal yang lagi-lagi membuatnya jatuh untuk sekian kalinya. Membuatnya mencengkeram rambutnya erat-erat untuk kesekian kalinya. Mengaduh, meritih, mengerang untuk yang kesekian kalinya jua. Ia melihat berbagai macam potongan kejadian mengerikan di otaknya. Melintas begitu saja, tanpa merasa berdosa. Membuatnya runtuh, membuatnya jatuh ke lantai kayu disertai bunyi berdebum keras. Membuat pintu bercat hijau muda itu terbuka. Memunculkan seorang wanita dan pria berbaju serba putih. Mereka berusaha menenangkannya yang mengerang.

Sara, adik kandungnya. Mereka saling jatuh cinta. Sara kabur dari rumahnya, untuk menemui Xiumin. Sara, menyelamatkan Xiumin dari kereta api itu yang hampir menabraknya. Membuat tubuh mungil Sara terkoyak.

Itu adalah penggalan-penggalan memori yang terus mengusiknya. Ia tak tahan, membuatnya terus mencengkeram rambutnya. Menariknya dnegan bar-bar. Merasa bulu kuduknya berdiri semua, serta dingin yang luar biasa sangat.

Ia melihat semua kejadian itu lagi dalam benaknya. Membuat bulir bening itu turun membasahi lantai. Terus saja kedua orang itu menenangkannya. Pria itu memerintah wanita yang datang bersamanya. Kemudian wanita itu memberikan sebuah benda panjang yang berujung lancip kepada lelaki itu. lelaki itu mengarahkan benda terkutuk itu ke permukaan kulit pucat Xiumin. Entah apa yang terkandung di dalamnya, tetapi Xiumin merasakan dunianya berhenti. Merasakan bulu kuduknya meremang kemudian ia berasa terbang ke awan. Tidur nyenyak. Untuk beberapa saat. Untuk pada akhirnya terbangun beberapa waktu lagi.

-END-

Halo! Aku tahu ini FF gaje pake banget tapi ku harap kalian suka. Dan selalu ditunggu komentarnya dari kalian semua! Makasih udah mau baca sebelumnya.

Ehemm… ini buat penggemar Emergency Love /Nggak jamin ada penggemarnya sih/ ada pengumuman penting. Kayaknya Emergency Love stop aja ya. Soalnya kalian tahu cerita makin rumit, aku nggak mau ceritanya tak sesuai ekspetasi kalian. Aku juga nggak enak kalo ceritanya bakal kayak sintron indonesia. Makasih udah baca Emergency Love juga ya 🙂 Maaf banget sebelumnya 🙂

 

7 tanggapan untuk “Crazy of You”

  1. Jadi Sara itu………..huhuhuhuhuuuu kasian amat xiu
    Ff nya membuat readers baper aja
    Yaudah tunggu ff selanjut nya yang lebih dari ini,tapi ini baguss kokk

  2. ini keren ko,,,ngena bnget ke hati,,duh Bang xiu ko jadi pasien RsJ ya,,,!!! sini sini biar kurawat,,agar sembuh!!!!
    keren!
    emergency love!
    gmn klo d singkat cerita nya,,!!biar ada endingnya gtu!
    yg smangat ya!

  3. Emng aga aneh sih tp lumayan lah. Haha

    Ih pedahal aku nungguin bgt kelanjutannya emergency love. Sayang bgt. Tiap kamis sm sabtu pasti ngecek ffnya udh ada atw belum.

    Aga kecewa sih kl g dilanjutin jd ngegangtung. Tp ya mau gimana lagi

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s