CODE NAME LIV – Slice #3 — IRISH`s Story

irish-code-name-liv

Code Name LIV

With EXO’s Byun Baekhyun as B/B-54, EXO’s Oh Sehun as O’Child

And

OC’s Liv (known as LIV/54 viral’s code)

A sci-fi, family, slight!crime story rated by PG-16 in mini-chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2016 IRISH Art&Story All Rights Reserved

Sometimes the most real things in the world are the things we can’t see.”—The Polar Express, 2004, said by Liv.

Previous Chapter

Chapter 1: Black Area and O’Child || Chapter 2: Not A Crime, Just Loneliness || [NOW] Chapter 3: Depend On Me

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Index:

Antidote: command yang dibuat para player untuk membuat cyber-viral kebal terhadap anti-viral dan bisa beradaptasi sesuai dengan keadaan dalam sistem yang memiliki anti-viral.

Blind-spot: keadaan dimana system-viral bisa mengakses segalanya tapi terkunci untuk sementara/tidak bisa melakukan command apapun.

Cyberviral: virus komputer.

Command: sebuah perintah yang diberikan dari susunan angka dan huruf untuk menjalankan sebuah file/program.

IP adress: alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang memanfaatkan Internet Protocol dalam bentuk susunan angka biner.

Map-access: sebuah program yang memungkinkan siapa pun untuk mengakses map berdasarkan akses utama terbuka dari satelit.

Micro-chip: chip/penghubung kecil yang lebih sering berfungsi sebagai alat komunikasi tambahan.

Player: hacker.

Scan: sistem pembaca/pelacak yang sering terpasang secara otomatis pada sebuah personal-computer.

System-destroy: sistem command yang bertujuan sebagai penyelamatan/tindak bunuh diri yang seringkali digunakan player saat cyber-viralnya diketahui tertangkap quarantine.

System-map: sistem otomatis mapping/map-access yang bisa diakses bahkan tanpa harus menggunakan ether-net.

USB connector: kabel penghubung yang berfungsi menyalurkan system dari satu prosesor ke prosesor lain dalam jumlah tunggal/majemuk.

Wipe-off system: sebuah program yang dibentuk untuk menghapus semua command-history pada file/program dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pelacakan dengan menggunakan program/command apapun

.

.

.

Liv tak ingin percaya pada spekulasi O’Child bahwa ia dibuang oleh B, pemiliknya. Tapi entah mengapa, player berkode nama O’Child ini memaksa Liv untuk percaya padanya dan mempercayai pemuda itu untuk melihat command Liv, yang berarti… membiarkan player itu mengetahui segalanya tentang Liv, termasuk tentang B, penciptanya.

.

.

.

In Liv’s Eyes…

“Kau yakin ia tidak membuangmu, Liv?”

Tak sanggup memberikan pembelaan apapun, aku terdiam. Ingin berlari dari pertanyaan O’Child barusan tapi aku bukan manusia yang bisa pergi begitu saja. Ingin memberikan pembelaan tapi systemku tidak diciptakan untuk membuat sebuah kebohongan.

“B tidak mungkin membuangku.” kalimat itu akhirnya kuutarakan sebagai pembelaan. Sementara ekspresi O’Child tak lagi bisa kugambarkan.

Ada sebersit ekspresi heran di sana, juga ekspresi kasihan. Sementara sudut bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman puas yang membuatku bertanya-tanya. Apa ia puas karena ia baru saja memberikanku pemikiran negatif tentang B?

Tidak, Liv. B adalah penciptamu. Bagaimanapun buruknya ia… ia yang menciptakanku. Walau ia membuangku… aku harusnya selalu berpihak padanya. Aku harus percaya pada B.

“Kau terlihat enggan mengakui itu.” O’Child berucap.

“Apa maksudmu?”

“Nada bicaramu barusan, kurasa sedikit-banyak kau juga berpikir ia membuangmu.” ujarnya, mengusap wajahnya seolah berusaha menghilangkan kantuk tapi entah mengapa kupikir ia ingin menyembunyikan seringai puas—karena sudah membuatku ragu pada B karena kalimatnya yang terdengar meyakinkan.

“Tidak. Aku percaya pada B.” ujarku tegas.

O’Child sekarang menopang dagu dengan kedua tangannya, seraya mengukir sebuah senyum ramah, ia berucap. “Bagaimana denganku? Kau tidak percaya padaku?” tanyanya cukup mengejutkanku.

Kenapa aku harus percaya padanya? Untuk apa aku percaya padanya?

“Liv?”

“Untuk apa aku percaya padamu?”

O’Child tersenyum simpul. “Karena aku bisa membantumu masuk ke Europol.” aku tersentak mendengar ucapannya. Bagaimana ia bisa tahu—

“Apa yang sudah kau lakukan!?” tanpa sadar suaraku meninggi, membuat O’Child memasang ekspresi terkejut.

Hey, bukan maksudku melakukan scan terhadapmu. Semuanya terjadi begitu saja. Termasuk saat—”

“Kau menemukannya?” tanyaku, teringat pada hal terpenting yang harus kulindungi, identitas B.

“IP ownermu?” O’Child tersenyum miring.

“Tidak… Tidak!!”

Segera aku bergerak mengikatkan systemku pada semua system computer milik O’Child, mengikat diriku dengan system listrik di gedung tempat ia singgah, mematikan semuanya dengan kemampuanku.

Lampu di ruangan O’Child meredup beberapa sekon, membuat pemilik ruangannya menatap sejenak, sebelum ia kembali memandang ke arah monitor.

“Jangan berusaha keras untuk mematikan systemku, Liv. Kau seharusnya tahu aku bukan player biasa.”

Terpaku, aku segera menyembunyikan diriku di sudut terjauh systemnya. Sadar jika aku tak seharusnya mempercayai siapapun selain B, sadar jika semua player hanya berusaha mendapatkanku dan mengungkap keberadaan B.

“Kuharap kau tidak keberatan untuk singgah selama beberapa jam dalam systemku, Liv.”

“Aku akan mengaktifkan system destroy-ku.”

O’Child terdiam sejenak. “Kau tidak bisa percaya padaku karena aku bukan ownermu?” tanyanya. “Bagaimana aku bisa percaya pada musuh B yang sekarang menjebakku?” aku balik bertanya.

“Apa aku katakan aku menjebakmu? Tidak, Liv. Aku katakan aku bisa membantumu masuk dalam system Europol.” O’Child membela diri.

Aku memilih diam. Tapi pertanyaan kecil terus menggangguku.

“Apa kau benar-benar sudah tahu IP milik B?”

Kali ini O’Child yang terdiam. “Aku kagum padanya, kemampuannya jauh diatasku, Liv. IP nya tersebar di seluruh dunia tanpa ada titik penghubung yang bisa memberikanku petunjuk. Tenang saja, aku tidak seburuk itu.”

“Lalu apa maksud perkataanmu?”

Tatapan O’Child menyipit sedikit. “Aku ingin menggodamu, ternyata kau benar-benar seperti wanita, sangat sensitif.”

Aku mendengus tanpa sadar mendengar ucapannya. Menggodaku? Dengan cara mengerikan seperti itu?

“Kau harus belajar percaya pada orang lain, Liv. Apa kau tidak bosan bertahun-tahun bersama B itu?”

“Tidak, aku tidak pernah bosan.”

O’Child terkekeh. “Bagaimana jika ia benar-benar membuangmu?” lagi-lagi ia mengutarakan pertanyaan yang membuatku bungkam.

“B tidak mungkin membuangku.”

“Baiklah, kita anggap ia tidak akan membuangmu, lalu kenapa ia membuat command untuk membunuhmu?”

“Membunuhku?”

“Ya, Liv,” O’Child menyandarkan tubuhnya di kursi, “Europol adalah sarang pembunuh untuk cyber-viral. Dan kau adalah viral tanpa antidote. Kau lupa?”

Pikiranku masih terganggu oleh fakta bahwa O’Child dengan mudah bisa mengetahui command yang B berikan padaku, memberiku kecurigaan bahwa O’Child bukanlah seorang yang baik, bahwa ia juga merencanakan hal buruk pada B.

Tapi ucapannya mengenai aku yang tak memiliki antidote dan juga Europol sama-sama meyakinkanku dan memberiku sebersit harapan kecil bahwa ia bisa membantuku—

“Apa kau bisa membuat command antidote untukku?” aku berucap.

“Akhirnya… kau mengerti apa maksud ucapanku.” O’Child menghembuskan nafas panjang. “Ucapanmu?” aku berucap tak mengerti.

“Ya, Liv. Percakapan panjang kita… dan godaanku tadi, tujuanku masih sama seperti permintaanku tadi.”

“Memangnya apa it—tunggu, maksudmu… kau…”

“Bisa aku melihat commandmu, Liv?”

Aku terdiam. Tak sanggup memikirkan apapun selama beberapa sekon karena pertanyaan mengejutkan lagi-lagi mengingatkanku pada pembicaraan kami tadi.

“Kenapa… kau sangat ingin melihat commandku?” pertanyaan itu tercetus begitu saja, karena kecurigaan, karena ketakutan, karena keraguan.

Melihat commandku, berarti mengungkapkan semuanya. Identitas B, system yang mengontrolku, command yang diperintahkan B padaku. Semuanya.

O’Child tersenyum lembut. “Bisakah kau percaya padaku, Liv?”

Percaya. Ah, ya. Kukenali arti kata percaya karena B sering mengucapkannya. Bedanya, ia memerintahku untuk tidak percaya pada siapapun sementara sekarang seseorang tengah menunggu jawaban dan keputusanku.

Apa aku bisa percaya pada O’Child?

Aku ingin mempertanyakan apa yang harus kupercayai darinya tapi aku sudah tahu jelas maksud ucapannya. Apa aku bisa mempercayainya untuk tahu ‘segalanya’ dengan melihat commandku? Apa aku bisa mempercayainya?

“O’Child, aku—”

“Anggap saja, sebagai sebuah barter. Aku akan membuat antidote pada systemmu, dan kau memberikanku informasi tentang command cyber-viral canggih sepertimu. Kau akan bisa menyelesaikan tugasmu, dan aku bisa membuat satu cyber-viral sepertimu.”

Lagi-lagi aku terdiam. “Kenapa aku mendengarnya seolah aku sepihak yang dirugikan?” tanyaku.

O’Child tertawa pelan. “Kau tidak dirugikan sama sekali, Liv. Menanam sebuah antidote, berarti menghapus wipe-off system padamu. Dan itu artinya, jejakmu di Europol akan berujung pada IP-ku. Siapa yang akan rugi jika kau meninggalkan jejak di Europol?”

O’Child.

Dia.

Bukankah ia baru saja mengatakan padaku bahwa jika aku keluar dari Europol dan system Europol sadar telah ada pembobolan, maka IP adressnya yang akan terkuak?

“Kenapa kau mengatakan hal itu padaku? Bisa saja aku dengan sengaja meninggalkan jejak di Europol.” ujarku.

“Aku tahu kau tidak akan seperti itu. Kau bukan cyber-viral biasa yang melakukan pembobolan seamatir itu, Liv.”

“Tapi… kenapa?”

“Tentu saja jawabannya sudah jelas. Aku percaya padamu, Liv. Jadi, bisakah kau percaya padaku?”

Percaya padanya?

Bisakah?

“Bisakah kau berjanji satu hal padaku?”

“Apa itu?”

“IP milik B, daripada mengetahui IP-nya dan mengungkap identitasnya, aku lebih menerima jika kau me-reset commandku.”

O’Child mengangguk-angguk. “Baiklah, kita anggap itu bagian dari perjanjian. Jadi, apa kau percaya padaku?”

“Ya.”

“Hanya ‘ya’?” tanyanya dengan alis terangkat.

“Aku percaya padamu, O’Child.” ulangku, membuatnya tersenyum cerah, sebelum ia menarik kursinya menghadap monitor dan menekan command yang kukenali sama persis seperti saat B akan melakukan upgrade padaku.

Sekarang, aku hanya perlu membuka lock-commandku, dan tidak sadar selama beberapa waktu.

“Aku tidak akan melakukan hal buruk padamu, Liv.”

Kuharap aku benar-benar bisa percaya pada ucapannya.

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Liv?”

“Liv? Kau dengar aku?”

O’Child?

“Liv? Ugh, ayolah. Upgrade-mu sudah complete sejak satu jam lalu, kenapa kau tidak terbangun?”

“O’Child?”

“Ah, Liv!”

Aku tersentak saat cahaya menyilaukan tiba-tiba saja masuk dalam systemku. Rupanya sedari tadi O’Child tidak menyalakan monitor.

“Kau baik-baik saja Liv?”

Kenapa ia bertanya seperti itu? Pertanyaannya terdengar sangat aneh dan canggung untuk kuproses dalam pikiranku.

“Ya…”

“Apa antidote-nya sudah aktif…” O’Child bergumam sendiri, kudengar suara ketukan-ketukan samar, pertanda bahwa ia tengah sibuk dengan keyboard, sementara aku berusaha mengenali upgrade baru yang sudah ia tambahkan, mencari-cari celah dimana systemku mungkin ia curi tanpa sepengetahuanku.

“Ah, kurasa kau sudah baik-baik saja.” ujarnya.

“O’Child?”

“Ya, Liv?”

Aku terdiam kala mengenali satu system asing. “Kenapa ada system pembangkit tenaga dalam systemku?”

O’Child tertawa kecil. “Itu karena kau tidak bisa menonaktifkan sumber tenaga yang besar. Jadi dengan system itu kau bisa menonaktifkan system listrik di gedung ini.”

“Lalu apa tujuannya?” tanyaku tak mengerti.

“Aku sudah melihat commandmu, jadi aku tahu apa tujuanmu ke Europol. Sialan, kukira B ingin melaporkan jajaran player yang jadi musuhnya selama ini, ternyata… ah, lupakan saja. Yang jelas, kau harus membawaku keluar dari ruangan ini jika kau ingin ke system utama Europol, Liv.”

Aku berusaha memahami maksud ucapan O’Child sekarang.

“Jadi, kau harus keluar dari ruangan ini, lalu kita akan pergi ke Europol?”

“Pergi ke Europol?” ia berucap bingung.

“Lalu?” aku berucap makin tak mengerti.

O’Child terkekeh. “Periksa system lain yang sudah kuinstall padamu, Liv. B tak pernah memasang system-map padamu, jadi sekarang aku mengerti kenapa kau tidak pernah sadar jika kau selama ini berada di dalam mulut musuh.” ujar O’Child membingungkanku.

Aku bahkan tak sadar ia telah menginstall map-access padaku, dan sekarang apa maksud ucapannya dengan aku seharusnya memeriksa—tunggu.

“O’Child, apa-apaan ini?”

“Aku tinggal di dalam gedung Europol, Liv. Kau sudah berkeliaran di Europol selama ini, tapi kau tidak menyadarinya.”

Aku terperangah. Sungguh.

“Lalu… kau? Kenapa kau ada di dalam Euro—jangan bilang jika kau…” aku menatap wajah O’Child yang tampak memasang raut bangga.

“Kau… hacker Europol?” tanyaku tak percaya.

Ia mengangguk. “Benar sekali. Akhirnya kau tahu siapa aku bukan?”

Mana mungkin… selama ini O’Child terkenal dengan serangan-serangan mematikannya. Mana mungkin ia—

“Lalu semua serangan itu?”

“Ah,” ia menatap langit-langit ruangannya sejenak, “bekerja pada Europol bukan berarti aku bagian dari mereka. kau mungkin mengenaliku sebagai EP-12 saat aku bekerja pada Europol. Tapi O’Child… adalah aku yang sebenarnya.”

Jadi, sekarang ia berusaha mengatakan padaku bahwa ia bekerja pada Europol, sekaligus menjadi buronan Europol?

“Tapi kenapa kau terkurung di ruangan ini?”

“Tentu saja karena semua hacker Europol harus di rahasiakan identitasnya. Memangnya kau pikir mereka tidak mencurigai kami semua?” O’Child balik bertanya.

“Aku tidak mengerti…” gumamku pelan.

O’Child tergelak. Ia sungguh tertawa tanpa memikirkan kebingungan dan ketidak mengertianku.

“Jadi, begini nona Liv. Ada empat belas orang hacker yang bekerja untuk Europol. Dan kami semua adalah hacker jalanan tak berpendidikan yang secara kebetulan mendapat perhatian dari mereka dan akhirnya dipekerjakan.”

“Europol juga sadar jika kami punya resiko cukup besar—untuk berkhianat sepertiku yang punya dua identitas hacker, atau nyawa kami yang beresiko besar untuk terbunuh jika kami berkeliaran. Jadi mereka mengurung kami di dalam ruangan, dengan system penguncian ruangan yang terhubung pada system utama Europol.”

“Aku terkurung dalam ruangan ini, terpenjara. Sebagai hacker buronan Europol, sekaligus pekerja mereka. Aku menginstall sistem pembangkit energi padamu, dengan tujuan supaya kau bisa menonaktifkan system Europol dengan mudah, jadi, aku bisa keluar dari ruangan ini, dan kau bisa menyelesaikan tugasmu.”

Aku terdiam, berusaha mengerti maksud ucapannya, sungguh. Ia sedang menjelaskan padaku bahwa ia tinggal di dalam gedung Europol, sebagai tahanan, sekaligus pekerja Europol. Dan sekarang ia berharap aku menonaktifkan system utama Europol, jadi ia bisa keluar dari penjaranya, dan aku bisa menyelesaikan command dari B, bukankah begitu?

Ugh… Systemku terasa overload…” gerutuku saat berhasil menemukan titik ujung dari ucapan O’Child barusan. Penjelasan panjangnya yang sungguh terdengar tidak bisa dipercaya sekaligus masuk akal dalam satu waktu.

“Ayolah Liv, jangan bercanda. Systemmu unlimited. Kau tidak akan bisa overload.” ujar O’Child terkekeh pelan.

“Penjelasanmu lah yang membuatku overload.” balasku tak mau kalah.

“Liv, kau berdebat seperti manusia.” ujarnya menyimpan nada geli dalam ucapannya.

Ugh, ingin sekali aku memutar bola mataku dengan kesal seperti yang B biasa lakukan saat aku membantahnya dengan ucapan yang tidak masuk akal. Tapi sekarang aku hanya bisa menghela nafas panjang supaya O’Child tahu aku tengah kesal karenanya.

O’Child masih terkekeh saat ia akhirnya memandangku dengan sepasang mata gelap jenakanya yang tampak kekanakkan.

“Jadi, apa kau siap membebaskanku, Liv?”

“Apa aku benar-benar bisa masuk dalam system utama?” tanyaku.

“Ya,” ia mengangguk, “aku akan menemanimu.”

“Kau akan menemaniku?” aku menyernyit tak mengerti.

O’Child mengangguk. Ia lantas menunjukkan sebuah ponsel berwarna putih di depan monitor. “Saat kau mematikan system, aku akan memindahkanmu ke dalam ponsel ini. Pusat system utama kurasa tidak akan jauh, ada map yang memungkinkanmu mengakses denah Europol di dalam sini.”

Ia kemudian mengeluarkan sebuah micro-chip yang dipasangnya di telinga. “Kita bisa berkomunikasi dengan ini. Micro-chip ini terhubung ke ponsel. Jadi kau akan melihat apa yang kulihat walau ponsel ini kutaruh di dalam saku, dan kita bisa saling berdebat.” ujarnya menyunggingkan senyum bangga.

Aku terdiam selama beberapa saat.

“Sekarang aku merasa tidak yakin,” ujarku tanpa sadar.

“Tidak yakin? Kenapa?” ia bertanya dengan nada tanpa dosa.

“Kenapa kau membantuku?”

Bukankah terdengar terlalu baik saat ia begitu saja mau membantuku membobol Europol sementara ia bekerja untuk Europol? Aneh bukan?

“Karena kau wanita, Liv.”

“Apa?” aku sungguh tak bisa menyembunyikan nada tidak percaya dalam suaraku. “Lantas kenapa kalau aku wanita?” tanyaku.

“Jika kau cyber-viral dengan gender pria, aku tak akan membantumu.” ujarnya ringan. “Memang apa hubungannya?” aku sungguh tidak mengerti ucapan O’Child sekarang.

Apa karena ia terlalu jenius seperti B, jadi mereka sama-sama sering mengucapkan hal-hal aneh yang tidak masuk akal?

“Karena kau wanita pertama yang bicara padaku setelah bertahun-tahun aku terkurung, jadi aku merasa tidak tega untuk membiarkanmu bekerja sendirian. Dan juga, kau adalah wanita pertama yang percaya padaku, jadi sebagai seorang pria, aku merasa harus bertanggung jawab atas keselamatanmu.”

“O’Child, aku hanya sebuah system.” aku mengingatkannya.

“Lalu kenapa? Karena kau system jadi aku tak boleh menghargaimu?” pertanyaanya menohokku.

Apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran player satu ini? Apa aku yang terlalu slow sehingga tidak bisa menangkap maksud ucapannya sekarang?

“Aku sungguh tidak mengerti.” tuturku jujur.

O’Child lagi-lagi tergelak.

“Anggap saja, karena kau percaya padaku, secara tidak langsung aku merasa jika B-54 juga percaya padaku. Itu artinya, keselamatannya sekarang ada di tanganku, bukankah begitu?”

“Jangan bercanda.” tukasku tidak nyaman, karena aku ingat benar ia sekarang pasti tahu identitas B.

“Aku tidak bercanda, Liv. Aku juga tahu kau tidak akan keberatan untuk menghapus catatan identitasku juga saat kau mencari buronan yang dicari oleh B-54.”

Aku lagi-lagi menghembuskan nafas panjang.

“Lagi-lagi aku merasa dirugikan.” ujarku.

“Kau tidak dirugikan, Liv. Europol bahkan tidak bisa menangkapmu dengan mudah karena antidote yang sudah kupasang. Jangan khawatir. Karena kau hidup bebas dalam system, kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun.”

“Entahlah…” aku menggumam, “semuanya terdengar aneh dan mencurigakan.”

“Sudahlah, apa kau mau terus berdebat denganku sampai hari berganti? B-54 hanya memberimu 24 jam untuk menyelesaikan tugasmu bukan?”

“Ya, ya. Kau sekarang sudah tahu segalanya.” balasku.

O’Child terkekeh. Ia lantas memasang USB connector pada computernya. “Ayo, Liv. Mari kita bekerja sama sekarang.”

Ya. Ia mudah saja berkata begitu. Aku yang melakukan segalanya. Dan ia hanya—ah, sudahlah Liv. Selesaikan saja tugasmu dan kembali pada B, semuanya akan berakhir dengan baik.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Tidaklah sulit untuk mengikatkan diri sekali lagi pada system gedung tempat O’Child tinggal. Dan sungguh, aku terkagum-kagum pada kemampuannya karena begitu mudah bagiku untuk melumpuhkan keseluruhan system di gedung ini.

Kusadari, ia benar-benar tinggal di dalam Europol—hal yang lagi-lagi membuatku bertanya-tanya kenapa B tidak memasang antidote dan map-access padaku sementara O’Child melakukannya.

Sekarang, aku hanya menunggu waktu hingga O’Child menghubungkan systemku dengan micro-chip yang cara kerjanya sudah ia jelaskan tadi.

Aku tak yakin apa systemku akan bekerja dengan baik di dalam sebuah ponsel—mengingat selama ini aku hanya melompati tiap ponsel tanpa mengutak-atik systemnya, kurasa aku perlu sedikit beradaptasi lagi saat nanti aku online.

“Liv?”

“Ya, aku di sini.” aku menyahuti ucapan O’Child ketika aku akhirnya melihat ruangan. Koridor, lebih tepatnya.

Kami sekarang tengah berjalan di bawah naungan lampu darurat berwarna merah marun. System Europol pasti belum pulih. Samar-samar, aku berhasil beradaptasi dengan system hearing yang ada di ponsel, jadi aku sadar jika kami berjalan di koridor yang dipenuhi suara bising sirine dan suara otomatis penanda keadaan darurat.

Ugh, sial. Sebentar, Liv. Aku tak bisa banyak bicara denganmu karena kita harus menyelinap diam-diam.” ujarnya.

Tanpa sadar kuyakini adrenalinku pasti ikut berpacu dengannya. Karena kusadari aku juga memilih bungkam dibanding mempertanyakan kemana ia akan membawaku sekarang.

Sebenarnya, sudah jelas ia akan membawaku kemana, system utama. Hanya saja, aku merasa ia mungkin tengah ketakutan, sementara aku juga tak bisa mengganggunya karena aku tak ingin ia merasa lebih terganggu karena pertanyaan-pertanyaan dan spekulasiku.

Beberapa kali ia bersembunyi kala penjaga Europol melintas dengan langkah tegas yang menandakan kepanikan. Dan akhirnya aku memilih membuta-tulikan diriku karena sejujurnya, aku juga merasa ketakutan.

“Liv? Liv?”

Entah berapa menit kuhabiskan dalam kediaman, yang jelas, saat aku mendapatkan akses untuk melihat ruangan ini, kusadari kami benar-benar berada di system utama.

Kenapa kukatakan begitu? Karena akhirnya aku bisa melihat puluhan computer yang jelas terhubung pada system utama.

“Aku akan memasang connector pada salah satu PC di sini, kau lakukan yang perlu kau selesaikan. Kita punya dua menit, apa itu cukup?”

“Lebih dari cukup.” aku berucap sepelan mungkin, karena aku tidak tahu bagaimana volume frekuensi suara yang O’Child pasang padaku sekarang.

“Baiklah, oh, jika kau punya waktu tersisa, wipe identitasku,” ia terkekeh pelan, heran sekali kenapa ia sempat sekali tertawa di saat segenting ini.

Dan juga, aku tak bisa melihat ekspresinya karena aku melihat apa yang ia lihat.

“Liv,” ia lagi-lagi berucap.

“Apa?” tanyaku.

“Terima kasih.”

“Terima kasih? Untuk apa?” tanyaku tak mengerti.

“Karena kau sudah percaya padaku.”

“Jangan bercanda di saat seperti ini.” tukasku tak sabar.

O’Child lagi-lagi terkekeh. “Kau bisa berlari dari system ini jika kau tidak menemukan USB connectorku, mengerti?”

“Apa? Apa yang sekarang kau—”

O’Child memasang USB connector pada salah satu CPU di hadapannya, kulihat jemarinya sedikit bermain dengan beberapa kabel penghubung disana, sebelum aku mengalami blind-spot dadakan bahkan saat aku belum sempat menyelesaikan kalimatku padanya.

Segera, aku mengikat systemku dengan system baru yang pasti bagian dari system utama Europol. Aku berusaha berhati-hati agar tak menyentuh system lain yang mungkin akan mengenaliku sebagai cyber-viral.

Aku berusaha memfokuskan diriku, meski ucapan O’Child sekarang begitu menganggu. Kenapa ia tiba-tiba bicara seperti itu? Kenapa ia—ah!

Dapat!

Aku sekarang bisa mengakses segalanya. Jajaran kepemimpinan Europol dan bahkan credit yang tersalur pada mereka. Identitas empat belas hacker yang bekerja dengan O’Child. Identitas asli O’Child, dan bahkan identitas—

Tunggu.

B?

Kenapa B memiliki identitas sebagai EP-4?

Apa itu artinya ia… tidak!

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

Yuhu! Apa ada yang menunggu lanjutan dari kisah ini? ._. ehem, gak yakin juga. Karena aku tau cerita ini cukup aneh dan gabisa dipahami /kemudian ngubur diri/ dan lagi-lagi, aku sungguh berharap ada yang bisa paham sama penjelasan tetek-bengek tentang IT yang membuatku merasa jadi murid TKJ dadakan ini……………dan oh ya! Mengingat projekku sudah semakin banyak jadi aku akan berusaha buat update secepat mungkin dan seadil mungkin—ngebagi waktu publishnya maksudnya—dan semoga kalian masih sabar menunggu ._. Oh ya (lagi) maaf karena B aka Baekhyun belum nampang lagi di sini, WKWKWK, nanti ya bagian dia tunggu Liv berhasil (atau mungkin nggak berhasil) dari tugasnya ini! Ppyong!

.

Show! Show! Show! Let’s come to my SHOW!

[ https://beepbeepbaby.wordpress.com/ ]

Sincerely, IRISH.

93 tanggapan untuk “CODE NAME LIV – Slice #3 — IRISH`s Story”

  1. Seruuu
    Wahh ternyata o’child di area europol,,
    Ga nyangkaa ih
    Liv juga gatau dia ternyata selama ini bolakbalik ke europol
    Btw itu identitas b kah?
    Kenapa b ada di daftar hacker europol????

  2. Wah wahh tambah seru sekaligus mnggelikan sh sehun bcara ma liv spert lagi bcr ma manusia aja slg debat malah hihihi pdhal liv kan hx sbuah sstem…

  3. cie cie bagi O’child si Liv, wanita yang sensitif. asek wkwk
    btw egen, kenapa B ngga masang antidote ke Liv? kasian si Liv, baru tau kalo dia ngga ada antidote-nya, untung aja O’child baik, ya.. walaupun ada imbalannya -barter.

  4. Whoa~ dugaan ku terbukti benar, Sehun tahanan Europol!! KBBI tu apa y? K..ByunBaek I..?? Khas Irish, slalu ada ja kejutan2.. Baek -> EP 4, hacker Europol?! Blm sempet ditahan ky Sehun? Or cm sbg camouflage ja? Main & only reason’ny ya cm u/ cari info ttg pembunuh adik’ny ja?? Plis.. Liv, jgn slh phm ke Baek dulu ya, pasti da penjelasan u/ semua itu, jgn ngambek ke Baek >_//< tar noona jd jealous.. 😥

    1. Whoa~ dugaan ku terbukti benar, Sehun tahanan Europol!! KBBI tu apa y? K..ByunBaek I..?? Khas Irish, slalu ada ja kejutan2.. Baek -> EP 4, hacker Europol?! Blm sempet ditahan ky Sehun? Or cm sbg camouflage ja? Main & only reason’ny ya cm u/ cari info ttg pembunuh adik’ny ja?? Plis.. Liv, jgn slh phm ke Baek dulu ya, pasti da penjelasan u/ semua itu, jgn ngambek ke Baek >_//< tar noona jd jealous.. 😥

    2. Wkkk~ 😀 itu toh plesetan’ny kms bsr b. Indo!

      Potongan comment yg kmrn :
      Whoa~ dugaan ku terbukti benar, Sehun tahanan Europol!! KBBI tu apa y? K..ByunBaek I..?? Khas Irish, slalu ada ja kejutan2.. Baek -> EP 4, hacker Europol?! Blm sempet ditahan ky Sehun? Or cm sbg camouflage ja? Main & only reason’ny ya cm u/ cari info ttg pembunuh adik’ny ja?? Plis.. Liv, jgn slh phm ke Baek dulu ya, pasti da penjelasan u/ semua itu, jgn ngambek ke Baek >_//< tar noona jd jealous.. 😥

      mdh2an bs ful ke post.. 🙂

    3. XD buakakakakakak iya kak sengaja aku bikin singkatan itu XD wkwkwkwk
      kejutan dadakan itu, dan nanti semua (termasuk alasan baek nyiptain Liv) bakal keungkap kok kak XD aduh LIv mentang-mentang bisa mikir jadi suka suudzon dia

  5. Ini ff terunix yg pernah ku baca aku penasaran sempat berfikir kalau sehun jahat hmmm ternyata tidakk maafkan aku sehunnie sudah salah sangka, liv plis pikiran ku gk bisa bayangin mukanya liv yg di pikiran ku liv itu kaya istrinya plankton spongebob wkwkwk kak irish aku greget huhuhu mana nihh lanjutaannya ?

  6. omggg baru sempet baca lagi mumpung libur wkwkwkw agak bingung sih tapi masih bisa dicerna di otak ko wkwk, aku baca chapter selanjutnya dulu yawwwww~~

  7. AAAAAA… GILAAAKKKKK, NI FF SERU ENGETTZZ XD XD
    Dimulai dari sehun, yang ternyata hacker europol.. terus.. teruss…(??)
    Huaaa…. speechless aku kak
    Intinyamah kerenlahh

    Btw kok aku ngerasa si sehun serada baper baper gitu ke liv :v

  8. Mian kak irish bru bsa komen di chap ini :(. Soalx bru nemu jga wktu nggak sengaja main ke bloknya kakak, awalx sih butuh kerja ekstra untk bsa memahami ff ini, tp lama kelamaan seru jga. Bru dpt jga nih ff kek gni . Smngt trus yah kak

  9. Huwaaaa, akhrinya ff ini keluar jugaaaaaaa ><
    Gatau musti seneng atau sedih, soalnya aku bacanya telat banget sih :'v
    I CAN'T HELP MYSELF FOR FALLING TO O'CHILD OMEGAT!!! DAEBAK lah pokoknya, gatau musti ngomong apalagi :""

    1. XD alhamdulillah, seneng ajaa, aku juga seneng loh serius XD wkwkwkwkwkwkwwkwkwk karena aku masih bertahan sampe chapter 3 XD wkwkwkwkwk padahal ceritanya abnormal sekali XD hahahah thanks yaaa

    2. Aku nyesel nggak buka wp beberapa minggu cuma gara-gara olim :’)
      Jadi kepo sama siapa sebenernya yg jahat dan siapa sebenernya yg baik. Takutnya ni cerita bakalan punya plot twist yg serumpun dengan film Who Am I :’) Sumpah, ini ff pertama yg impress nya dalem banget :’)
      Pokoknya KUDU WAJIB HARUS DILANJUTIN SECEPATNYA ><
      HWAITINGGGG ❤

    3. Olimpiade?! WAH SUMPAH KAMU KEREN SEKALI XD AKU AJA GAPERNAH IKUT BEGITUAN XD WKWKWKWKWKWKWK
      engga kok XD tenang aja, walaupun aku pengen bikin model2 hacker ini karena who am i tapi plotnya jauh berbeda XD wkwkwkwkwk tenang aja XD aku lanjut kok pasti XD

  10. Banyak kejutan di fanfict ini T^T
    Entah Sehun yang ternyata buronan sekaligus pekerja Europol, dan identitas Baekhyun yang jadi EP-4 (pekerja Europol kan???)
    Serius, aku jadi makin bertanya-tanya, ngga bisa berspekulasi karena maunya nunggu kelanjutan ff ini aja-,- XD

  11. maaf kakak aku telat baca.. dan aku baru tau kak punya ff ini, ff yang sekeren ini… ohOMG #MaafkanSaya
    bagus kak.. seru juga, aku rasa aku jadi kebawa suasana.
    ditunggu selalu NextChap’nya kak.. Hwaiting..

  12. Waaaww
    yaa ampuuunn
    aku juga jadi ikut tegang o.0
    lah itu kenapa B jg ada data di Europol yaa ??
    Apa jangan” dia sama ajah kyak O’child yaa ??

    Penasaran >.<
    lanjut kak Irish
    fighting ^^

  13. KAK IRISHHHHH, GILA KAU MEMBUATKU JERIT JERIT INI APAAN BAEKHYUN TERNYATA HACKER EUROPOL DAN SEHUN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! KAKAK AKU KEHABISAN NAPAS, GANYANGKAAAAGILA INI SAMPE CAPSLOCK JEBOL ASIK BANGET KEPO SAMA SELANJUTNYAAA GILAA KAK IRISH BURUAN POST YANG SELANJUTNYA AKU KEPO SETENGAH MATI INIMAH, GILA DAEBAKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! GAKEBAYANG SEHUN JADI HACKER AAAAAAKKKKKKK AKU MAKIN LOPE LOPEEE SAMA SEHUUUN KAK IRISSSSHHHHHHHHH CEPETAN UPDATE LAGI YAAAA I LOVE YOUUUUU!!!!!!

    1. IH GILA INI KEPSLOK SEMUA LOH SERIUSAN XD WKWKWKWKWKWKWK
      kamu kehabisan napas kenapaahh XD buruan? ah sabar ah orang sabar disayang Tuhan XD wkwkwkwkwkwkwkwkwkk KEREN SEKALI KAAN, SEHUN EMANG KEREN SIH YA XD WKWKWK THANKS YAAA

  14. di tunggu banget eonnii.. oohh ternyata sehun hacker europol, apa baek juga masuk?? kok di situ ada nama B, waahh makin penasaran nih tbc nya
    Fighting eonni lanjutinnya!!*^O^*

  15. Jadi itu gimana? Selama ini si B sama ama ochild yg tahanan europol? *disini aq jd kebiasaan manggil mereka pake code name nya,hahahahha*
    Aduh, makin penasaran
    Klo si b itu tahanan europol berarti sekarang dia ikut melarikan diri jg dong, sama kea ochild

    Penasaran gimana pas nanti b muncul

    Ditunggu kelanjutannya irish

  16. ye,,wlopun rada mumet soal istilah dlm iptek komputer or lainya,,tp jadi ngerti n tau,,
    ***baiklah,,jd sehun mw kabur ya,, dan identitas B,,jg ada dlm sistem europol,,tp knp B ga bisa ngakses sendiri klo dia bagian dr europol.jd EP-4,,itu apa????
    drpd tambh pusing,,,d tunggu aj lanjutanya!
    ***hwathing Rish***

  17. OMAYAAAAA!!!(alaunfair)
    alu sungguuuh menantikan iniiiii meskopun kata kamu ini absurd ato apapun ituuu ak suka bangeeet
    ini karya limited edition kalo menurut ak wkwkwk
    duuuh O’child kek berasa kasih bantuan ama cewe yg dia taksir wkwkwk
    ak ngebayangin disini Liv itu sosok cewe beneran karna B udah ngebuat dia kek gituuuu

    Semangat untuk projek2nyaaaa juga buat ff iniiii. . . .!!!!!!!

    Love this ff!!!!!

    1. DUH ALA UNFAIR XD wuahahahahhaha thanks banget udah nyempetin baca, sebenernya ini abnormal sekali yaa huhu~ aku senng karena masih ada yang mau baca ini ff XD wkwwkwkwkkwkkwkwk aduhhh Liv emang ceweee XD wkwkk thanks yaa

  18. WAH KAK IRISH, INI NTAPZ SEKALEEEEH *capsjebol* itu jd ternyata baek jg salah satu hacker d europol? Jd baek sm sehun sebenerny saling kenal atau g? Hadoooh kak rish, tanggung jwb udh bikin aku penasaran :”) sehun sm baek smsm mencurigakan 😒😒😒 entah kenapa. Ditunggu secepatny y kak irish, semangat lanjutinnyaaa!!^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s