[EXOFFI FREELANCE] HIDDEN (Chapter 1)

Hidden Cover

HIDDEN Chapter 1 (Sequel of Love is Complicated)

Author : HyeraKim

Main Cast : Do Kyungsoo, OC

Additional Cast : Find it by yourself!

Rating : G

Genre : Marriage, Hurt, Family

Length : Chaptered

Disclaimer : The PLOT own by HyeraKim. NO PLAGIARISM!!! Cast own by their parents and God. OC create by me and my friend.

© 2015

HyeraKim Present

..HIDDEN..

Do Kyungsoo – Do Shin Ae

****

‘Keluarga adalah hal terpenting dalam kehidupan’

@@@

Chapter 1

Author Side

Matahari menutup cahayanya dikala sang rembulan menampakkan jati dirinya. Langit emas nan indah menghias dikala senja datang. Burung-burung beterbangan menghias indahnya langit senja, daun-daun masih berguguran. Musim gugur sudah berjalan lebih dari 30 hari, dipertengahan musim gugur mulai terasa hawa dingin dimalam hari. Membuat banyak orang yang bermalas-malasan disore hingga pagi kembali datang. Lain halnya dengan kebanyakan orang, pria berusia 30 tahun ini masih menghuni kursi kebesarannya sebagai seorang CEO. Banyaknya berkas yang bertumpuk membuatnya tak dapat merasakan lelah karena harus kembali memikirkan tentang perusahaannya yang berada dalam krisis. Ketidak beradaannya tiga designer andalan perusahaan fashion ini membuat beberapa investor menarik investasinya dan menyebabkan menurunnya harga saham. Tentunya hal ini bukanlah hal yang baik, tiap sekon yang ia miliki saat ini hanya akan habis dimeja kerjanya, meski hatinya meraung merindukan rumahnya. Merindukan kehangatan rumah bersama anak dan istrinya, namun pekerjaan ini merupakan ujung tombak dari rumah tangganya, dengan perusahaan inilah ia menghidupi istri dan anaknya, kala rasa rindu itu datang ia akan bertahan hingga ia benar-benar bisa kembali menapak lantai rumahnya.

Pintu ruangan sebuah ruangan bertuliskan –CEO Do Kyungsoo- terbuka. Sebuah langkah kecil menapaki lantai ruangan ini. Langkah kaki mungilnya semakin cepat ketika mendekati sebuah meja kerja yang diatasnya tertera nametag CEO Do Kyungsoo. Perlahan ia mendekat kearah kursi tanpa menimbulkan suara, hingga sang empunya tak menyadari kedatangannya. Sebuah tangan mungil menarik sebuah lengan yang tengah terfokus pada tablet diatas meja.

Kyungsoo melirik. Sebuah senyuman terpaku ketika menyadari seorang pangeran kecil mendatanginya.

“Aigoo… Hyukjin disini?” Ucapnya dengan girang. Kyungsoo berdiri memundurkan kursinya dan memeluk pangeran kecilnya, mengecup kedua pipi gembulnya singkat lalu menariknya kedalam sebuah gendongan. “Hyukjin datang dengan siapa?”

Tangan mungil itu menunjuk kearah lain, jauh didekat pintu seorang yeoja berjalan mendekat dengan senyuman mengembang dibibir indahnya. Dress berkerah tanpa lengan warna peach yang ia kenakan terlihat begitu pas ditubuhnya, dibahu kirinya tergantung sebuah tas dengan warna hitam yang panjang. Sepatu heelsnya tak terlalu tinggi, namun terlihat serasi dengan setelan pakaian yang ia kenakan.

Melihat keluarga kecilnya itu menambah kehangatan dalam hati Kyungsoo, kerinduannya terbayar dan membuatnya melupakan rasa lelah yang sempat menderanya. Baginya keluarga kecilnya ini adalah obat penghilang rasa lelahnya, hanya melihat senyum mereka membuat semangatnya kembali.

@@@

Lamborghini Aventador biru muda memasuki pelataran sebuah rumah mewah di kawasan Gangnam. Sesampainya dibasement mobil ini terparkir diantara 2 mobil lainnya.

“Oh dia sudah kembali?” Ucap Kyungsoo sesaat setelah keluar dari mobilnya dan kedua matanya menangkap sebuah mobil Lamborghini Aventador berwarna silver.

“Ah itu, siang tadi Song Ahjussi membawanya kembali, dia bilang tidak ada kerusakan yang berarti..” Jelas Shin Ae dengan suara sedikit berbisik karena tak ingin mengganggu Hyukjin yang tertidur digendongannya. Shin Ae langsung masuk kedalam rumah melalui pintu dari basement, sementara Kyungsoo masih sibuk melihat-lihat mobil lamanya yang beberapa hari yang lalu mengalami mati mesin. Kyungsoo memang sangat sibuk akhir-akhir ini sehingga ia tak mengurusnya dengan baik, dan alhasil suatu pagi Lamborghini kesayangannya itu tiba-tiba tak mau menyala.

Setelah membaringkan Hyukjin dikamarnya, Shin Ae berjalan menuju dapur. Ia hendak membuat susu untuk Hyukjin, berjaga-jaga jika bayi mungil berusia kurang dari dua tahun itu terbangun dan rewel karena haus. Saat itu Kyungsoo menghampirinya, ia duduk dikursi meja makan dengan kedua tangan diatas meja. Menatap gerak-gerik Shin Ae yang terlihat begitu cekatan membuat susu untuk Hyukjin.

“Shin Ae-ya..”

Mendengar panggilan yang berbau rayuan dari bibir Kyungsoo, Shin Ae hanya menengok sekilas dan menjawabnya dengan sebuah gumaman.

“Malam ini, tidur denganku yaa??” Tambah Kyungsoo. Ia memasukkan nada memelas yang semelas mungkin, ditambah dengan aegyo ala Kyungsoo. Shin Ae merasa geli melihat hal itu. Seorang Kyungsoo yang sedang merayu memang menggelikan. Membuat Shin Ae ingin memuncratkan tawanya sekeras-kerasnya.

Shin Ae masih menahan tawanya sampai dikamar Hyukjin. Kyungsoo juga masih mengekor dan merajuknya dengan berbagai cara. Setelah meletakkan susu diatas meja, Shin Ae duduk ditepi ranjang Hyukjin.

“Lihatlah.. kau ingin aku meninggalkannya? Kumohon, biarkan aku menjaganya suamiku.. aku hanya akan menjaganya sampai dia benar-benar bisa tidur sendiri saja..” Ucap Shin Ae, sebelah tangannya mengusap-usap surai milik Hyukjin. Kyungsoo semakin mengerucutkan bibirnya.

“Bagiku itu seribu tahun..” Ucapnya. Ia mengikuti Shin Ae duduk ditepi ranjang Hyukjin lalu mengecup pipinya.

“..baiklah kau selalu menang jagoan..”

..HIDDEN..

Sinar matahari kembali menunjukkan jati dirinya. Memulai aksinya menyilaukan mata jutaan jiwa yang masih berada didalam alam mimpi mereka. Sebuah ruangan dengan tatatan yang rapi namun terlihat mewah, tak terlihat seorangpun disini, kecuali gemercik air dari salah satu pintu disudut ruangan. Setelah beberapa saat pintu itu terbuka, seorang namja muncul dari balik pintu. Handuk tergantung dilehernya, kaos v-neck putih dan celana training hitam menempel ditubuhnya. Dari ujung surai kecoklatannya keluar tetesan air.

Pria bermata sipit ini telah mengganti pakaiannya dengan menutup tubuh atasnya dengan jaket kulit warna coklat tua yang ia padukan dengan celana jeans. Ia juga telah merubah penampilan rambutnya dengan menarik ujung-ujungnya keatas, memamerkan keningnya. Ia segera melesat keluar dari kamarnya, lalu berjalan menuju pintu utama apartemen mewahnya. Setelah mengenakan sepatu favoritnya ia meninggalkan apartemennya.

@@@

“Aaa..” Seru Shin Ae ketika memasukkan sesuap makanan kemulut putranya.

“Anak pintar..” Segera ia mengacak surai putranya dengan gemas setelah makanan masuk kedalam mulutnya. Setelah selesai menyuap Hyukjin dan dirinya sendiri Shin Ae berjalan keluar dari café ini dengan menggendong Hyukjin. Lalu berjalan kearah Lamborghini Aventador miliknya. Setelah memasangkan sabuk pengaman Hyukjin, Shin Ae segera melajukan mobilnya.

Kacamata hitamnya tak membuatnya kehilangan pemandangan paginya, alasannya segera bangun pagi adalah untuk melihatnya. Melihat seorang wanita yang akan keluar dari café ini dengan menggendong seorang pangeran kecil, melihatnya ingin sekali ia turun dan menghampirinya, menarik anak itu kedalam gendongannya dan bermain dengannya. Namun sayang impian untuk dipanggil ‘Samcheon’ mungkin hal yang sulit terwujud baginya.

@@@

Alfa Romeo putih susu berhenti ditempat parkir bandara Incheon, setelah beberapa menit berdiam diri, akhirnya seorang namja mengetuk kaca mobilnya. Dengan segera ia membuka pintu mobilnya dan namja itu segera masuk. “Whooaa… aku rindu sekali naik mobil kerenmu kawan..”

Namja berdarah China-Korea ini hanya tersenyum menanggapi pernyataan sahabat lamanya. “Jadi kau rindu pada mobilku, Tuan Yoon??” Sindirnya.

“Ahh, tidak juga, aku merindukanmu juga Henry Lau..”

Sedetik kemudian namja bermarga Yoon itu sudah memeluk Henry. Tidak tahan dengan kelakuan konyol itu, Henry segera melepas pelukan itu.

“YAK! Michyeosseo!!” Teriak Henry. Dan pria bernama lengkap Yoon Dujoon disampingnya hanya tertawa garing.

“Chankanman..” Dujoon merogoh saku jaket yang ia kenakan dan mengeluarkan ponsel miliknya dari sana.

“Yeobeoseyo?”

@@@

New York

“Oppa sudah sampai di Korea?”

“Ya aku sudah berada didalam Alfa Romeo mewah milik temanku..”

“Jinjja? Nuguya?”

“Eumm dia pendek, hitam, matanya jelek__ ARRGGhh yaa appoo..”

“Oppa?”

“Eo~ dia marah saat aku bilang tampan___

Kau mau kuturunkan disini?

Aniyo-aniyo___”

Terdengar suara pertengkaran dari telepon. Gadis ini tertawa mendengar pertengkaran dua orang laki-laki dari telepon. Setelah melanjutkan obrolan ringan mereka, gadis dengan eye smile itu berjalan keluar dari toilet lalu kembali berjalan menyusuri koridor hingga sampai didepan sebuah ruangan, setelah mengetuk pintunya ia masuk, seorang pria yang sudah tampak paruh baya duduk didepan meja miliknya. Setelah gadis ini masuk pria itu menyuruhnya duduk. Iapun menurut.

“I will give you a chance but, you have to promise me onething!!”

“What is that, sir?”

“You have to bring the CEO down and bring that company to us!”

“I will do my best, sir..”

Pria bermata biru itu menyeringai dan gadis itu hanya tersenyum. “I like your passion, Michele” Ucap pria itu lagi. “Thank You..” Jawab gadis bernama Michele ini.

@@@

Kyungsoo kembali berkutat dengan pekerjaan melelahkannya. Ia berulang-ulang melempar berkas-berkasnya dengan kasar, bahkan tak sekali dua kali tablet dalam genggamannya dihentakkannya diatas meja dengan kasar. Kyungsoo tak memiliki jalan keluar untuk masalah keuangan perusahaan kali ini kecuali dengan cara menjual sahamnya sendiri. menjual sahamnya mungkin akan membuat posisinya sebagai CEO bisa saja tergantikan jika dewan direksi memilih perwakilan lain.

Yixing memasuki ruangan. Setelah membungkuk, ia menyerahkan sebuah map kepada Kyungsoo.

“Saya menjalankan sesuai perintah anda..” Ucapnya. Mendengarnya Kyungsoo sedikit bernapas lega.

“Tapi, perwakilan LION Corp yang membeli sahamnya, Sajangnim.. dan.. mereka akan mengirim seorang eksekutive..” Lanjutnya. Kyungsoo membuang kasar napasnya.

“Apa yang akan terjadi?” Tanya Kyungsoo.

“Semua akan diputuskan pada rapat direksi yang akan diadakan minggu ini..” Ucap Yixing. Kyungsoo mengangguk mengerti. “Arasseo.. kau bisa kembali..” Ucapnya.

..HIDDEN..

Rabu pagi yang cerah. Sinar matahari mulai menyingsingkan sinarnya, puing-puingnya menelisik masuk kedalam sebuah ruangan berkorden coklat tua dan putih ini. Ranjang berselimut cream diruangan ini tampak begitu megah, ranjang dengan ukuran King Size ini masih dihuni seorang namja bersurai kecoklatan, ia masih sibuk menggeliat ditempat tidurnya, bersembunyi dibalik selimut cream diranjang itu. Setelah beberapa kali menggeliat, ia mulai merasakan sisi kiri ranjangnya yang kosong. Ia merabanya dengan mata tertutup, namun ia benar-benar tak menemukan pemilik ruang kosong itu pada jangkauannya. Sedikit demi sedikit ia membuka mata sayunya, memang masih begitu berat, tapi ia tidak terima karena tak ada yang menyambut hari paginya ini.

Sedangkan di dapur, seorang ahjumma tengah memotong sayur-sayuran. Dan seorang yeoja bersurai coklat dengan busana tidurnya, atau lebih tepatnya itu kemeja yang sedikit kebesaran melekat dengan baik ditubuh mungilnya, ia sedang sibuk memasukkan makanan yang ada didalam kulkas kedalam mulutnya. Apapun yang dia temukan, mulai dari buah-buahan hingga sekotak susu. Sedangkan sang ahjumma itu hanya tersenyum sendiri melihat nyonya besarnya begitu rakus dengan makanan dimasa kehamilannya. Ia menghentikan senyumnya lalu membungkuk kearah pintu masuk dapur ketika seorang namja berdiri disana memperhatikan sosok rakus didepan kulkas. Seolah-olah isi dan seluruh lemari es itu akan dilahapnya sekaligus. Ia hanya terheran-heran melihat kelakuan istri tersayangnya yang lima bulan lalu dinyatakan hamil oleh salah satu dokter di Seoul Hospital. Benar-benar berbeda dengan masa awal kehamilannya dulu. Saat baru saja dinyatakan hamil dan alasan diketahui kehamilannya saat itu adalah karena Hyera –gadis bersurai coklat itu terus saja mual dan tak bisa memakan apapun. Sesuap nasi dalam sehari itu adalah sebuah keajaiban. Hyera hanya mengkonsumsi air dan selang infus terus terpasang ditangannya. Itu berlaku selama dua bulan dan bahkan membuat Jongin khawatir pada keadaan Hyera yang saat itu dapat dikatakan begitu mengenaskan. Ahjumma meninggalkan dapur. Jongin lalu berjalan menuju yeoja yang kini bermarga Kim itu. Ia melingkarkan tangannya dipinggang istrinya itu dan menyandarkan dagunya dibahu istrinya. Menutup kedua matanya dan menikmati aroma mint yang menguar sangat kuat. Namun tiba-tiba sebuah pukulan mendarat di kepalanya.

“Hajima!! Kau tau jam berapa ini, huh? Kau akan terlambat kerja Kim Jongin!!” Sembur Hyera, sebelum menegak habis isi kotak susu ditangannya. Jongin mengacak rambutnya kasar karena lagi-lagi dia gagal mendapat pagi yang manis, pagi yang begitu ia rindukan. Bukan pagi setelah Hyera hamil, karena istrinya itu hobinya mengomel akhir-akhir ini. Ia sedikit mengalihkan pandangan kearah kulkas dan menyimpan keterkejutannya sendiri, sekotak strawberry, dua cup pudding, beberapa potong cheese cake dan satu susu dalam kotak telah lenyap. Astaga inikah resiko mengandung bayi kembar. Jongin kembali menggeleng-gelengkan kepalanya.

@@@

“Annyeong hasimnikka seosaengnim.. saya punya satu pertanyaan tentang kehamilan istri saya”

“Dulu diawal kehamilan dia tidak dapat makan apapun, tapi kenapa saat ini Hyera justru melahap habis makanan di lemari es? Apakah itu tidak bermasalah?”

“Ah, jadi itu normal-normal saja?”

“Ah ye.. ye.. kalau begitu terimakasih atas informasinya, seosaengnim.. ne ne.. khamsahabnida..”

Jongin tertawa kecil dan terheran-heran sendiri dengan penjelasan dokter tadi. Sesaat kemudian sebuah ketukan mengalihkan perhatiannya. Beberapa saat kemudian Direktur Oh Sehun muncul dari balik pintu.

“Ada apa?” Tanya Jongin.

“Kau sudah dengar? DYO Fashion kehilangan beberapa investor dan saat ini saham milik LION Corp bertambah.. aku khawatir jika eksekutive yang dikirim mungkin saja ditunjuk menjadi CEO oleh dewan direksi..” Terang Sehun. Jongin terlihat terkejut mendengarnya.

“Bagaimana mungkin tidak ada yang melaporkannya padaku?” Jongin langsung bangkit dari tempatnya.

“Ah itu, maafkan aku.. aku terlalu sibuk mengurus persalinan Junghye, jadi..”

”Jinjja? Kapan?” Sahut Jongin.

“Nde? Ah dua hari yang lalu..”

Jongin tidak percaya Sehun tak memberitahunya tentang kelahiran putra pertamanya.

“YAK!! Aku akan menghajarmu nanti, eo? keundae, sekarang bagaimana dengan Kyungsoo hyung?”

“Aku juga tidak tahu..” Mendengar jawaban Sehun, Jongin menjadi khawatir. Jika dalam rapat direksi perusahaan Kyungsoo tak terpilih menjadi CEO, haruskah sepupunya itu turun pangkat? Ia benar-benar kecewa tak bisa membantu apapun.

@@@

Tok.Tok.Tok. Yixing muncul dari balik pintu. Ia berjalan menuju meja kerja Kyungsoo.

“Sajangnim.. Presiden Kim datang berkunjung..”

“MWO?” Kyungsoo membulatkan kedua matanya mendengar penuturan Yixing. “Jigeum??”

“Ne, Sajangnim..” Jawab Yixing. Kyungsoo segera bangkit dari tempat duduknya dan mengambil jas kerjanya yang tergantung dikursinya, ia mengenakan jasnya sambil berjalan diikuti Yixing dibelakangnya.

“Pukul berapa rapat direksi?”

“Sekitar 30 menit lagi..”

“Apakah Presiden akan menghadirinya?”

“Aku tidak tahu Sajangnim, tapi mungkin saja..”

“Untuk sementara tunda sampai aku perintahkan..”

“Baik..”

Setelah melewati lift. Kyungsoo sampai dilantai dasar, tepat dipintu depan DYO Fashion. Presiden Kim dari MYUNGHWA Group adalah pemegang saham terbesar perusahaan ini. Kyungsoo bersiap didepan pintu masuk, beberapa saat kemudian Ferrari Sport warna merah berhenti dihalaman DYO Fashion, tepat didepan Kyungsoo berdiri. Seorang namja bersurai kecoklatan keluar dari kursi kemudi. Kyungsoo menghampirinya,

“Selamat datang Presdir..” Ucapnya setelah membungkuk dengan sopan diiringi beberapa pegawai dibelakangnya. Kemudian mereka berjabat tangan.

“Mari..” Ucap Kyungsoo sembari mempersilakannya dengan sopan.

_Beberapa menit kemudian

Kyungsoo sampai diruangannya, diikuti Presdir Kim dan Yixing.

“Yixing-ssi, bawakan aku salinan dari berkas-berkas untuk rapat hari ini..” Perintah Kyungsoo.

“Ne..” Jawab Yixing, kemudian meninggalkan ruangan. Sepeninggalan Yixing, mereka diam beberapa saat.

“Hyung..”

Presdir Kim Jongin membuka suaranya. Kyungsoo belum menjawabnya, dan menatap kearahnya. “Mianhae..” Tambahnya.

Mendengarnya Kyungsoo hanya tersenyum. “Untuk apa?”

“Aku membuat Hyera cuti, dan masalah ini muncul..” Ucap Jongin.

Kyungsoo kembali tersenyum, “Dan aku membuat Shin Ae cuti karena mengurus Hyukjin, mengizinkan Hyeri menyegarkan pikirannya, itu sumber masalah juga?” Tukas Kyungsoo.

“Kalau begitu, aku dua kali bersalah… memang jika dipikir penjualan menurun drastis karena mereka bertiga menghilang, dan investor mulai berpaling saat cutinya Hyera tapi membiarkan Hyera bekerja, menahan Hyeri dan parahnya mentelantarkan Hyukjin, bukankah itu hal yang lebih buruk?” Tambahnya.

Jongin terdiam mendengarnya, semua perkataan Kyungsoo benar, tidak ada yang salah dengan itu.

“Aiisshh.. setidaknya katakan padaku hyung..” Ucap Jongin. Kyungsoo menggeleng,

“Itu bukan penyelesaian tapi bunuh diri, saat ini kau pemegang saham terbesar meski aku dan ayahku menggabungkan saham kami, perusahaan ini milikmu dan kau menunjuk kami sebagai perwakilan dikantor cabang ini, kau mempercayakan ini kepada kami, jika kau lagi yang menutup kekuranganku..” Kyungsoo berhenti sejenak kemudian menatap meja kerjanya. “..aku tidak tahu apa aku masih pantas duduk di meja itu.. aku hanya mencoba melindungi diriku sendiri..”

Jongin diam tertegun mendengar perkataan Kyungsoo.

“..untuk rapat direksi hari ini, aku tidak ingin ada pengaruh darimu.. sejak saham jatuh ketanganmu beberapa waktu yang lalu, posisiku selalu tidak nyaman, tolong jangan membuatku lebih terbebani lagi, Kai.. aku berjanji akan berjuang..”

Kyungsoo memberi jeda. “..ayahku memang selalu gagal dalam berbisnis, karena itu MYUNGHWA yang dulunya milik bersama, kini secara mutlak berada dipihakmu, dan aku hanya bawahan untukmu, tapi aku berusaha tidak menjadi seperti ayahku, aku akan melindungi posisi ini Kai, percayalah padaku.. aku berjanji padamu! Aku tidak akan membiarkan perusahaan ini jatuh ketangan orang lain, dan sahammu itu..” Kyungsoo kembali tersenyum.

“Akan kuambil lagi, suatu saat nanti.. aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil perusahaan yang telah menjadi sumber impianku..”

Tok.Tok.Tok. Yixing muncul dari balik pintu dan membawa berkas-berkas yang Kyungsoo minta. Ia menyerahkan itu pada Kyungsoo,

“Katakan pada mereka rapat dimulai 15 menit lagi..” Perintah Kyungsoo. Yixing terdiam sejenak dan menatap kearah Jongin yang bungkam.

“Ye, Sajangnim..” Jawabnya lalu kembali meninggalkan ruangan.

“Jika kau khawatir padaku, periksa saja ini.. aku pastikan kekhawatiranmu akan hilang..” Ucap Kyungsoo pada Jongin.

“Aku pergi dulu, jangan muram begitu! Ucapkan setidaknya.. ‘Hyung! Fighting!!’ sekali saja untukku..” Ucap Kyungsoo sambil berdiri. Namun Jongin masih bermain dengan pikirannya sendiri, jadi Kyungsoo memutuskan untuk meninggalkannya.

“Hyung…” Kyungsoo menghentikan langkahnya dan berbalik. “Aku percaya padamu!” Ucap Jongin lalu memberikan senyum terbaiknya dan dibalas pula dengan senyum terbaik Kyungsoo. “Geurae..”

@@@

Rapat Direksi

Semua dewan direksi telah berkumpul, mereka sibuk berdiskusi dengan rekan lainnya membicarakan bisnis perusahaan ini yang tengah dalam keadaan krisis, namun yang menjadi masalah besar saat ini bukanlah krisis itu, karena CEO Do dengan segala usahanya dapat mengembalikan stabilitas keuangan perusahaan.

“Kita harus mendukung perwakilan lain agar MYUNGHWA mengirim perwakilan yang lain, 3 tahun ini kita sudah mengalami penurunan secara terus menerus, kita harus menurunkannya dari jabatan!”

“Tidak, Sajangnim sudah mengembalikan stabilitas perusahaan, jika perusahaan beralih ditangan MYUNGHWA Group, apa gunanya kita sebagai pendiri perusahaan ini?”

“Itu benar, itu benar” Sorakan dari beberapa orang.

“Sudah sudah, kita lihat saja bagaimana performa CEO Do Kyungsoo dirapat ini..”

CKLEK

Pintu ruangan terbuka. Zhang Yixing muncul dari balik pintu, setelah melihat sekilas ia membukakan pintu lebih lebar dan muncullah CEO Do Kyungsoo dari sana. Ia segera menduduki salah satu kursi yang berada paling ujung.

“Apakah perwakilan dari LION Corp belum tiba?” Tanya Kyungsoo pada Yixing. “Sebentar lagi, Sajangnim..” Jawab Yixing.

CKLEK.

Pintu ruangan kembali terbuka. Seorang yeoja dengan dress selutut dengan blazer peach muncul dari balik pintu berukuran besar ruangan meeting ini. Gadis itu menunjukkan senyum anggunnya dan berjalan dibelakang kursi Kyungsoo. Gadis itu membungkuk dengan sopan dihadapan semua dewan direksi. “Annyeong hasibnikka.. joheun Michele Ryan imnida.. saya perwakilan dari LION Corp..”

Kyungsoo tak dapat mengalihkan tatapannya pada gadis yang terus tersenyum itu, wajahnya begitu familiar. Ia sudah lama tak melihat gadis yang dulu ia kenal begitu menggemaskan dan bersurai blonde sebahu. Tapi gadis berparas mirip ini auranya lebih kuat dan terasa begitu kental perbedaannya dari cara mereka berbicara dan cara mereka memandang.

“Sajangnim..”

Sebuah panggilan mengaburkan lamunannya. Yixing memberinya instruksi. Dan dia paham sekarang saatnya membuktikan kepada dewan direksi bahwa dia masih berkompeten.

@@@

Jongin telah kembali kekantornya. Ia sudah duduk diruang kerjanya, menatap lurus kearah berkas-berkas yang Kyungsoo berikan padanya. Masih terngiang ditelinganya bahwa ternyata selama ini semua yang dia lakukan hanya memperberat posisi Kyungsoo, ia menyesal. Namun apa boleh buat semua sudah terlanjur terjadi. Jongin mengambil amplop coklat yang sedari tadi menjadi objek yang menarik untuknya. Membukanya secara perlahan dan mengambil kertas-kertas yang berada dalam amplop coklat itu. Ia membacanya dengan seksama, lembar per lembar. Dan semakin ia membacanya seulas senyum mulai terukir dibibir tebalnya.

“Ahh dasar.. aku salah mengkhawatirkannya..” Ucapnya.

@@@

Kyungsoo masih duduk dikursinya, kedua sikunya bertumpu diatas meja dan jari-jarinya saling bertautan. Ia menumpukan keningnya pada tautan telapak tangannya. Gadis bernama Michele itu juga masih duduk disebelah kanan depan Kyungsoo. Ia tengah merapikan berkas-berkas miliknya. Setelah selesai menata berkas-berkasnya ia berdiri dan hendak meninggalkan ruangan, sebelumnya ia menatap kearah Kyungsoo.

“Selamat, anda menang Sajangnim, dan aku berterimakasih telah menempatkanku diperusahaan ini..” Ucapnya sebelum meninggalkan ruangan lalu berjalan hendak membuka pintu ruangan ini.

“Tunggu..” Kyungsoo bangun dari tempatnya. Gadis itu berbalik,

“Apakah kau Min Ah Young?” Tanyanya. Gadis itu terdiam sejenak.

“Min Ah Young? Apa dia gadis yang penting untukmu? Aku tidak mengenalnya, maaf..” Jelas gadis itu ketus. Kyungsoo masih terdiam mendengarnya. Benarkah ada orang dengan wajah mirip tanpa hubungan darah didunia ini? Memikirkan hal ini membuat kepalanya berdenyut.

@@@

Aventador silver berhenti dibasement sebuah rumah mewah dikawasan Gangnam. Setelah mesin dimatikan, tak lama kemudian Kyungsoo keluar dari kursi kemudi. Ia segera berjalan menuju sebuah pintu berwarna putih yang mengarah keruang tamu melalui pintu samping. Setelah membuka pintunya, ia langsung disambut oleh Shin Ae dengan penuh senyuman.

“Hari ini.. kau sudah bekerja keras Hyukjin Appa!!” Ucap Shin Ae lalu mengalungkan tangannya dileher Kyungsoo lalu ia mengecup bibir Kyungsoo singkat. Kyungsoo langsung tersenyum mendapat sambutan manis dari istrinya.

“Gomawoyo.. jadi malam ini kau tidur denganku?” Tanyanya dengan mata berbinar. Shin Ae hanya tersenyum, ia berpaling dan menunjukkan senyum jahilnya.

“Akhh.. kepalaku pusing, aku perlu seseorang tidur disampingku..” Rengek Kyungsoo sambil mengencangkan pelukannya, dan menyandarkan kepalanya di bahu sang istri.

“Ah.. Hyukjin appa sedang sakit?” Tutur sang istri seraya membelai surai hitam milik Kyungsoo.

“Eo.. neooomu apa..” Ucap Kyungsoo.

“Aigoo, tapi Hyukjin appa harus mandi dulu, arasseo?” Perintah Shin Ae. Secara refleks Kyungsoo melepas pelukannya.

“Lalu, Hyukjin eomma yang memandikan.. eo?” Ucap Kyungsoo dengan menunjukkan aegyonya.

“Aiish shireo!! Kalau Hyukjin tahu, dia akan tertawa..” Ucap Shin Ae, dan sontak membuat ekspresi wajah Kyungsoo berubah menjadi kesal.

“Palli..” Namun Shin Ae hanya mendorongnya ke dalam kamar.

@@@

Shin Ae menidurkan Hyukjin dikamarnya sendiri, karena ia tidak mungkin membiarkan anak usia satu tahun tidur seorang diri.

“Kenapa Hyukjin harus tidur disini juga? Tidak bisakah dia tidur dipinggir?” Pinta Kyungsoo.

“YAK!! Ayah mana yang mengatakan hal itu..” Sembur Shin Ae, Kyungsoo langsung takut-takut mendengar amukan Shin Ae. Tanpa berujar ia langsung naik keatas ranjang dan memposisikan diri disebelah kanan Hyukjin setelah mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur. Ia mencoba menghilangkan semua beban yang sebenarnya masih menekannya meski semua sudah teratasi. Ia juga berusaha melupakan pikiran tentang gadis yang menjadi perwakilan LION Corp yang mirip dengan Min Ah Young itu, dan membiarkan dirinya terlelap. Namun pikiran-pikiran itu membuatnya tak dapat memejamkan matanya barang semenit pun, belum lagi kepalanya selalu terasa pening saat kembali mengingat permasalahan-permasalahannya.

Hampir satu jam berlalu tapi Kyungsoo tetap tak dapat memejamkan matanya. Tiba-tiba saja sakit kepalanya bertambah parah. Ia bangkit duduk kearah kiri ranjang, membiarkan kakinya kembali menapak kelantai, kedua tangannya menyangga kepalanya yang rasanya semakin berdenyut. Rupanya Shin Ae menyadari kegelisahan Kyungsoo, ia ikut terbangun dan memandangi punggung suaminya.

“Kau baik-baik saja?” Tanyanya. Menyadari pertanyaan dari Shin Ae, Kyungsoo berbalik.

“Sepertinya yang aku katakan tadi benar-benar terjadi.. kepalaku sakit..” Tuturnya dengan raut yang menahan sakit. Shin Ae beranjak dari ranjang dan keluar dari kamar. Beberapa saat kemudian ia kembali dengan segelas air putih dan obat ditangannya. Ia menghampiri Kyungsoo dan duduk disampingnya,

“Minum ini..” Perintahnya. Kyungsoo menurutinya. Shin Ae memposisikan diri didekat sandaran, ia meletakkan satu buah bantal dipangkuannya lalu menepuknya. Memerintahkan Kyungsoo untuk tidur disana. Setelah Kyungsoo berbaring, Shin Ae mulai memijat bagian pelipis Kyungsoo.

“Waahh.. istriku bukan hanya cantik tapi dia sangat pintar..” Ucap Kyungsoo sambil memejamkan matanya.

“Diamlah dan cepat tidur!” Perintah Shin Ae. Setelah beberapa saat akhirnya Shin Ae berhasil menidurkan suaminya. Kyungsoo benar-benar tertidur pulas, hingga ia tak sadar ketika Shin Ae sudah berpindah dari posisinya dan kembali berbaring disebelah kiri Hyukjin. Sebelum beristirahat ia merapatkan posisi selimut Hyukjin dan Kyungsoo, lalu iapun mulai beristirahat.

@@@

Ding.Dong.

Bel pintu Kamar Hotel Dujoon berbunyi.

“Siapa datang malam-malam begini?” Ucapnya dengan kesal karena sebelumnya ia nyaris terlelap diatas kasur empuknya.

Ding.Dong.

“Aiissh tidak sabaran sekali..” Ia mengacak surainya saking kesalnya.

“Nuguse-Oh My God.. Michele?” Ia mendapati Michele dalam keadaan mabuk. Kekasihnya itu langsung pingsan kearahnya karena memang sudah mabuk berat. Dujoon segera menggendong Michele masuk dan menyeret koper Michele sekenanya. Ia membawa Michele untuk berbaring diranjangnya. Dengan telaten ia melepas sepatu yang Michele kenakan dan juga blazernya lalu menyelimuti tubuh mungil gadis itu. Ia sempat membelai surai Michele sebelum meninggalkannya, ia juga memberi satu kecupan dikening Michele dan kemudian meninggalkannya.

KLEK

Pintu kamar tertutup pelan. Dalam tidurnya, Michele mengeluarkan buliran airmata dari pelupuk matanya. Ia menangis dalam diam.

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] HIDDEN (Chapter 1)”

  1. Kyungsoo bapak yg kejam, masa anaknya suruh tidur di pinggir dasar satansoo, dimana mana yg rewel itu anaknya lah ini malah bapaknya ini anak atau suami sih? & Michele itu siapa? Dan semoga rumah tanggal d.o sama Shin as gk bermasalah
    Masih penasaran sama cerita Chanyeol sama Hyeri, mereka paling bermasalah kemaren si Chanyeol amnesia soalnya.
    Next ya, jangan lama lama klo bisa hehe

  2. wwwwwaaaaahhhhh daebak thor… aku penasaran michele itu siapanya ah yeong….
    hhhuuuaaa makin gk sabar nunggu lanjutannya…
    tp aku masih penasaran sama kelanjutan cerita hyeri sama chan…
    ooowwwaaahhhb semangat

  3. “Kenapa Hyukjin harus tidur disini juga? Tidak bisakah dia tidur dipinggir?”
    Kyung please bapak macam apa dia?? 😄😄
    Ini tbc kan?? Ya kan?? Ya kan?? 😄
    Oke next chapternya cepet ya.. ✌✌

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s