[EXOFFI FACEBOOK] HEART ATTACK – PART 1

_HEART ATTACK PART 1_

Title: Heart Attack

Genre: Romance

Cast: – Park Chanyeol (EXO) –Jung Minseul (OC) – Oh Sehun (EXO) – Cha Taeri (OC)

Support cast: – Byun Baekhyun (EXO) – Park Yoora (Kakak dari Chanyeol) – Jung Jinyoung (B1A4)

_DANYEOLION_

 

Aku sangat malas melihat angka-angka dibuku ini. Kalkulus satu kata yang sanggup membuatku ingin membunuh penemunya sebelum menemukan kalkulus agar anak digenerasi berikutnya tak perlu belajar kalkulus, sangat mulia keinginanku kan? Oh Sir Isaac Newton, kau membuat beban hidupku bertambah. Aku sudah terlalu frustasi dengan huruf x dan y yang menempel pada angka-angka menyebalkan itu. Apa yang kulakukan hari ini adalah menulis setiap persamaan itu dengan menekan pulpenku hingga lembar bukuku hampir robek. Poor you book. Sudah hampir 20 buku yang kurobek dalam dua semester ini. Namaku Jung Minseul, haters nomor satu kalkulus.

Aku meminum air mineralku, eh airnya terasa berbeda? Kuperhatikan sesuatu melayang-layang di dalam air mineralku. Gawat ini air mentah, tanpa dapat ku kontrol air yang masih ada di dalam mulutku tersembur bak air mancur. Semua orang di kelas itu tertawa, untung saja Kim sonsaengnim sedang keluar kelas.

 

Aku segera merapikan alat tulisku dan keluar dari kelas menjijikkan itu. Aku tau siapa pelakunya tapi aku tak berniat melabraknya, itu merepotkan dan aku tidak suka hal yang merepotkan. Hiks, selalu saja seperti ini sertiap aku masuk kelas, mereka menganggapku babi karena badan bulat dan mata besarku. Coba saja Taeri sekelas denganku tidak akan ada kejadian seperti ini. Taeri adalah sahabat merangkap bodyguardku.

 

Taeri adalah gadis manis dan populer, dia akan menghajar siapa saja yang menggangguku. Ah cocwiiit. Aku dan Taeri adalah sahabat sejak dia beserta keluarganya pindah ke samping rumah keluargaku sepuluh tahun yang lalu.

 

Aku terus memandangi langit biru yang dihiasi awan putih kapas, terkadang aku berpikir persahabatanku dengan Taeri seperti langit dan awan. Taeri yang kuat seperti langit dan aku seperti awan yang lemah, awan akan berubah menjadi hujan dan jatuh ke tanah tapi langit menarik air yang jatuh itu lagi kedekatnya. Begitulah aku dan Taeri, dia selalu melindungi yang lemah dan di sampingnya adalah tempat paling aman sedunia. Aku gendut, ya bisa dibilang begitu. Beratku 55 kg dan tinggiku 155 cm.

 

“Taeri-ya!!!” Teriakku sambil berlarian ke arah Taeri yang sedang duduk di bawah pohon sakura besar tapi dia tak mendengarku. Dia selalu terlihat cantik, bahkan saat tertidur. Dia sering mengambil fotoku waktu tidur dan aku sering membandingkan wajah kami saat tidur. Dia kelihatan seperti princess dan aku seperti ncess. Hiks nasib.

 

Tanganku seperti ditahan dan ditarik begitu saja, aku melihat punggung sexy yang membelakangiku sambil menarik tanganku. Seperti adegan slow motion didrama, rambut panjangku terbang dibawa angin dan dedaunan berterbangan karena angin. Adegan slow motion itu tak berlangsung lama karena aku tersandung batu dan menyebabkan aku oleng dan menabrak punggung sexy di depanku. Aduh, dasar kaki bodoh.

 

Punggung itu berhenti dan berbalik, ahh aku benci ini. Dia tinggi dan aku harus mendongak menatap wajahnya. Hey!!! Sejak kapan dia disini? Maksudku kenapa orang menyebalkan ini punya punggung yang indah?! Maksudku kenapa mantan pacarku di sini?! Jawab aku!!! Ayolah seseorang jawab aku!!!

 

“Aku di sini memintamu kembali padaku dan jangan berpikiran negatif padaku.” Ujarnya, dasar mantan absurd, bodoh, nakal, poop. Dia tampan seperti biasa dan mata tajamnya yang mempesonaku setiap saat. Hey apa yang kau pikirkan Minseul?! Dia brengsek, dasar lelaki sempurna tak tau diuntung!

 

“Aku tidak mau, dasar saus tar-tar!” Ucapku sambil berbalik tanpa memperdulikan reaksinya. Mau apa dia huh? Setelah seenaknya memutuskanku dua tahun yang lalu dengan alasan KAMU TERLALU KEKANAKAN, hanya karena aku memilih menonton spongebob dibanding berkencan dengannya. Apa salahku coba? Aku hanya tak ingin ketinggalan tiap episodenya.

 

Kembali dengan dia dulu adalah hal yang kuidamkan dan kumimpikan tapi setelah dia berpacaran dengan Hyunkyo si ratu gosip, aku tidak berharap lagi. Kadang aku mengira bahwa aku bodoh tapi lelaki itu lebih bodoh karena dia memilih gadis yang lebih parah dariku. Aku akan senang kalau dia bersama gadis sempurna seperti Taeri.

 

“Perlu ku klarifikasi, aku tidak pacaran dengan Hyunkyo itu. Aku bersumpah! Kami cuma satu kelompok belajar, tidak lebih.” Dia membalikkan badanku dan menatapku dalam. Aku hampir luluh tapi TIDAK, aku tidak mau mengulangi kesalahanku. Aku masih ingin menonton Spongebob Squarepants dengan aman dan nyaman. Dia tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajahku, ohh Taeri I NEED YOU!!!

 

Pucuk dicinta ulam pun tiba, Taeri menarikku disaat-saat terakhir. Love you Taeri. Taeri menatap tajam Sehun, seakan mau memakannya. “Jangan pernah kau ganggu Minseul lagi! Aku memperingatkanmu!” Dia membentak Sehun dan menarikku pergi dari sana.

 

 

Aku memandangi tas ransel merahku dan mulai melihat ke depan. Baru beberapa jam yang lalu dia memintaku kembali padaku, tapi lihat yang dilakukannya. Berciuman seperti itu di depanku, itu sangat menyakitkan. Menyakitkan mataku, aku masih terlalu kecil untuk mendapatkan tontonan seperti ini. Dasar saus tar-tar, tak tau diri, bodoh! Aku ingin menangis sekarang, mataku terlalu sakit. Hiks eomma harusnya aku tak membuntuti Taeri ke taman ini. Di sampingnya dan di hatinya, tak ada tempat bagiku. Aku sadar itu sedari dulu, apa aku terlalu mencintainya sampai mataku memanas begini? Memang tidak ada salahnya dia berciuman, tapi salahnya dia berciuman dengan sahabatku sendiri. Eomma, aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Kaki bodohku melangkah mendekat dan aku bersembunyi dibalik pohon.

 

“Kenapa kau menariknya tadi? Harusnya tadi dia mau kembali padaku.” Ucap Sehun sambil mengusap pucuk kepala Taeri. Senyuman yang menghiasi wajah adonisnya sungguh memabukkan, tapi kenyataan menyadarkanku bahwa senyuman itu bukan lagi milikku.

 

“Bagaimana bisa aku membiarkan kau menang taruhan dan selingkuh dariku.” Taeri mencucutkan bibir tipisnya. Aku tertawa miris, bukankah mereka pasangan yang serasi?

 

“Hahaha, Happy Anniversary ke-2 tahun chagi.” Sehun tertawa sambil memasangkan cincin indah di tangan sahabatku. Lihat mereka bahkan sudah pacaran sejak Sehun masih bersama denganku. Satu tahun aku diselingkuhinya dan aku yang bodoh tak menyadarinya.

 

Aku berhenti memandang pemandangan yang akan membunuhku perlahan. Aku mulai berjalan gontai ke stasiun kereta, aku perlahan mulai menertawai diriku yang bodoh ini. Aku telah menghalangi sepasang kekasih itu selama satu tahun. Jadi lelaki yang dibicarakan Taeri itu Sehun.

 

Aku terhuyung karena seseorang menyenggol bahuku hingga tasnya terjatuh. “Maafkan aku.” Ujarku lemah tanpa melihat wajah orang itu. Aku mengambilkan tasnya dan memberikannya pada orang itu.

 

“Ya, tidak apa-apa nona. Terima kasih.” Ujar suara lembut yang mengalun ditelingaku. Ku lihat wajah wanita itu, maygad sangat cantik. Maksudku lihat mata besar dan hidung mancungnya itu. Huuh sangat sempurna. Aku hanya tersenyum menjawabnya. Ketika aku mulai melangkahkan kakiku sesuatu menyenggol sepatuku. Dompet? Apakah ini dompet nona itu?

 

“Nona?!” teriakku sambil berbalik, ternyata wanita itu sudah tidak ada di sana. Huuh aku harus mengembalikannya, berhubung aku adalah anak yang baik. Kulihat kartu namanya, ternyata dia tinggal di daerah yang searah denganrumahku. Baguslah!

 

Aku segera menaiki keretamenuju daerah alamat rumah wanita tadi. Ternyata ini adalah perumahan real estate, pantas saja wajahnya seperti malaikat ternyata orang kaya. Park Yoora, nama dari wanita berwajah malaikat itu. Aku menemukan nomor rumah yang cocok dengan kartu namanya, langsung saja ku pencet bell rumah besar itu.

 

“Annyeonghaseyo.” Sapaku pada orang yang membukakan pintu. Aku menegakkan kepalaku, kenapa hanya bagian dada yang terlihat?! Hey kalau diamati dadanya bidang juga. Aku menggerakkan mata nakalku menuju wajahnya. Lihat bahu besar itu, oh my leher panjang dan sexy itu sangat menggoda, GOSHHHH kalian takkan percaya ini! Apa-apaan wajah itu?! Siapa yang menciptakan wajah sempurna ini? Tentu saja Tuhan, Minseul bodoh! Setelah dilihat-lihat wajah itu familiar. Diakan anak laki-laki populer di sekolah, siapa namanya? Ahh aku lupa.

 

“Ya, ada urusan apa kau kesini?” Suara berat nan sexy itu menggoda telingaku hingga memanas, pasti telingaku sudah merah sekarang. Aku tak berani menatap wajahnya dan suaraku raib dibawa angin, aku hanya menyodorkan dompet wanita yang kutemukan tadi. “Kenapa dompet Yoora noona ada dengan mu?” Tanya suara yang memabukkan itu padaku.

 

“A-aku menemukan i-itu di stasiun kereta t-tadi. J-jadi aku m-membawanya k-ke alamat y-yang t-tertulis d-di k-kartu nama i-itu.” Jelasku terbata-bata. Hancurlah image seorang Minseul di depan lelaki tampan. Aku menunduk malu tak tau apa yang harus ku lakukan.

 

“Kau gagap ya?” Entah bertanya atau mengejek, aku sudah hampir menangis di sini. Tiba-tiba muncul seorang wanita dari belakang tubuh besar lelaki itu.

 

“Hai nona, kau yang tadikan?” Sapa wanita itu. Aku segera menganggukkan kepalaku, aku yakin itu wanita yang tadi karena aku merekam jelas suaranya di kepalaku. “Kenapa nona ada di sini?” Tanyanya lagi, aku segera menunjuk dompet yang dipegang oleh lelaki galak itu. Wanita itu tersenyum dan menyodorkan tangannya “Park Yoora imnida.” Ucapnya sambil tersenyum manis. Ya Tuhan apa mereka berdua kembar? Mereka mirip sekali, hanya saja lelaki itu galak dan itu sangat menyeramkan.

 

“Jung Minseul imnida.” Aku menjabat tangan Yoora dengan perasaan gugup. Tiba-tiba tanganku ditarik masuk ke dalam rumah hingga badanku limbung dan untung saja aku bisa menyeimbangkan badan kecilku ini.

 

“Kau mau minum apa? Tidak apa-apa kan kau mampir sebentar?” Tanya Yoora bersemangat sambil mendudukkanku di sofa yang lembut dan nyaman ini. Aku hanya mengangguk tak tega menolak. “Kau mau jus jeruk? Tenang saja, jeruknya diperas kok.” Tawarnya seperti sales. Aku mengangguk lemah, senyum ceria itu meluluhkanku. “Ahjuma, jus jeruk dua!” teriaknya dari ruang tamu dan terdengar sautan samar-samar dari dapur. “Jadi, dilihat dari seragammu kau satu sekolah dengan Chanyeol?” tanyanya,nama itu familiar di telingaku. Ohh, nama namja galak itu Chanyeol. Park Chanyeol.

 

“Hehehe iya.” Jawabku sambil nyengir. Ahh aku ingat, Chanyeol itu teman sekelas Sehun. Kelas 9-1, kelas yang dihuni oleh orang-orang berwajah menawan dan berasal dari keluarga mapan. Sementara kelasku adalah 9-4, dihuni oleh para pembully.

 

“Chanyeol memang tidak ramah pada orang yang baru dia temui. Santai saja.” Yoora mengetahui aku sedang gugup karena ditatap seperti ingin dimakan oleh Chanyeol.

 

Cukup lama aku bercerita dengan Yoora eonnie, dia sangat ceria dan ramah. Kami bahkan bertukar nomor telepon. Chanyeol sejak awal menatapku tanpa henti, menyeramkan sekali. Di sini lah aku sekarang, di dalam mobil bersama seorang PARK CHANYEOL!!! Aku bingung ingin melakukan apa.

 

“Hey kau itu yang sering dibully itu kan?” Tanyanya sakratis, kejam, tajam, dan menusuk. Aku hanya diam dan memilih tak menjawab. Lihat saja dia yang konsentrasi menyetir, sangat tenang aku menyukainya kalau dia tidak kejam dan galak. “Tapi aneh, kenapa Taeri mau berteman denganmu?” Tanyanya lagi, seketika aku terdiam. Aku kembali teringat dengan kejadian tadi, Taeri dan Sehun. Mereka mengkhianati aku, apa aku terlalu bodoh hingga aku tak menyadari semuanya? Apa mereka tak memikirkan hati dan perasaanku? Aku hancur, benar-benar hancur. Di dunia ini tak ada lagi tempat amanku. Walaupun aku senang sahabatku bisa mendapatkan orang yang dia cintai dan orang yang mencintainya, tetap saja aku merasa sakit karena mereka mengkhianatiku. Lihat saja, mereka membuat aku sebagai bahan taruhan mereka.

 

Air mata yang kutahan sedari tadi keluar tanpa ada bendungan lagi, aku menyadari bahwa aku bodoh sekali. Aku mengalihkan pandanganku keluar jendela, lampu-lampu kendaraan menyerang indera pengelihatanku. Aku pikir Chanyeol tak melihat aku down seperti ini.

 

“Ahh sudah sampai. Terimakasih sudah mengantarkanku.” Ucapku sebelum keluar dari mobil itu kepada Chanyeol. Dia hanya diam dan tak menatapku. Aku mencoba membuka pintu mobil ini tapi tak bisa. “Chanyeol-ssi tolong bukakan pintu mobilnya.” Ucapku sambil terus mencoba membuka pintu.

 

“Ada hubungan apa kau dengan Sehun?” Tanyanya, apa lagi ini? Apa dia tak puas membuatku menangis? “Aku melihatmu dengan Sehun tadi siang.” Lanjutnya, aku terkejut dia langsung mengenaliku.

 

“Ahh kami hanya berteman.” Jawabku berusaha tenang.

 

“Iya, dia kan berpacaran dengan Taeri sejak dua tahun lalu.” Ujarnya, lihat bahkan teman-teman mereka mengetahui mereka berhubungan. Apa mereka tahu kalau aku dulu berpacaran dengan Sehun? “Kau terus mendekati Sehun saat mereka baru berpacaran.” Ujar Chanyeol tajam dan mengalihkan pandangannya dari jalan ke arahku. Ya Tuhan aku sudah tidak tahan. Apa lagi ini, mereka tidak mengetahui kalau aku pernah berpacaran dengan Sehun ditahun pertama Senior High School? Air mata yang tadinya mengering sekarang mengalir lagi. “Air mata buaya! Apa kau tau alasan kau terus dibully? Kau itu dibully karena kau terus mendekati Sehun, sementara satu sekolah tau kalau Sehun berpacaran dengan Taeri.” Kenyataan macam apa ini? Apa aku tak peka apa-apa hingga terjadi hal seperti ini. Chanyeol kau terlalu menyakiti hatiku, aku hancur hari ini.

 

“A-aku tak s-seperti i-itu.” Aku menjawab terbata-bata karena sulitnya suaraku keluar. Aku menatap matanya yang indah itu, dia berbeda dengan Yoora eonnie. Air mataku semakin deras keluar, aku berulang kali menghapusnya tapi tetap keluar. Eomma apa yang harus aku lakukan? Aku menangis di depan lelaki yang menyakitiku. “B-bukakan p-pintu m-mobilnya.” Aku mulai bringas memukul-mukul pintu yang tak bersalah ini. Aku tak tahu harus berbuat apa, aku harus menerima akibat dari kesalahan yang tak pernah ku lakukan.

 

CKLEK

 

Akhirnya pintu bodoh ini terbuka juga. “T-terimakasih atas t-tumpangannya Tuan P-park.” Aku segera keluar dan berlari sekencang mungkin masuk ke dalam rumah. Aku sampai tak mengucapkan salam pada Eomma yang kulihat sekilas sedang duduk di ruang tamu. Aku tak mengerti, kenapa perasaanku hancur berkali-kali hari ini.

 

Aku mulai menangis sambil memeluk bantal gulingku. Hiks, aku berasa jones sekali kalau memeluk bantal guling ini. Aku tak tau berapa lama aku menangis dan kenapa Eomma ada di kamarku? Aku sesunggukan sambil menatap Eomma yang duduk di sampingku. Tangan lembutnya mengelus rambutku. “Berhentilah menangis sayang.” Ujarnya lembut dan tersenyum padaku. “Wajahmu merah dan bengkak kalau menangis. Hahaha.” Dia mulai tertawa dan menghapus air mataku.

 

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan memunculkan dua sosok laki-laki di dalam kamar ini. Appa dan Oppa bodohku. “Oppa mendengarmu menangis seperti ditinggal suami.” Jinyoung oppa melemparku dengan bantal sofa. Memang Oppa yang tak berperikeadikan. Dia sudah bekerja di perusahaan pertambangan terbesar di Korea. Oppa bodoh yang selalu tau bagaimana membuatku tertawa.

 

“Sudahlah nak, Appa tak akan mengizinkanmu mengambil jurusan arsitektur kalau kau masih menangis.” Suara berat nan merdu Appa ternistakan oleh ancaman. Aku menatap tajam Appa sebentar, selalu saja itu ancamannya. Aku memang tak suka kalkulus tapi aku mancintai menggambar, itu sebabnya aku sangat ingin mengambil jurusan arsitektur di Universitas nanti.

 

“Ya! Kenapa kalian semua ada di sini?” Aku menatap mereka satu per satu.

 

“Kau tau tadi ada laki-laki tampan dan tinggi mengantar tasmu ke rumah. Ahh seandainya aku masih muda, aku akan mengejar laki-laki itu.” Eomma yang memang mulutnya tak terkendali menyerocos tanpa rem. Appa menatap Eomma tajam, tapi Eomma mengeluarkan aegyonya pada Appa. Ah dasar orang tua. Hey, laki-laki tampan? Tasku? Park Chanyeol kah?!

 

“Hey yang tadi itu pacarmu? Apa dia yang membuatmu menangis? Kalau memang dia, akan kuhajar sampai wajahnya itu tak berbentuk.” Jinyoung Oppa mengepalkan tangannya, aku tau Jinyoung Oppa akan marah jika aku menangis. Aku menggelang lemah dan tersenyum pada mereka.

 

“Aku hanya stres karena tugas kalkulusku banyak sekali. Jadi aku mengerjakannya di sekolah hingga sore, tapi aku hanya bisa menjawab beberapa. Aku pergi ke taman dan merenungkan tugas kalkulusku dan menangis.” Bohongku pada mereka. Mereka hanya menatapku aneh. “Soal tasku yang tertinggal, mungkin dia tukan taksi yang kutumpangi tadi.” Aku menatap mereka satu per satu berharap mereka percaya bualanku.

 

“Kalau begitu minta tolonglah pada Oppamu.” Eomma tersenyum padaku dan mengusap rambutku. Aku mengangguk dan memeluk Eomma senang. Senang karena dia percaya pada bualanku, maafkan aku Eomma. Eomma berjalan ke arah Appa dan mulai bergelayut manja dilengan Appa. Huh, tak taukah mereka bahwa anak gadisnya ini merasa jomblo ngenes kalau melihat orang bermesraan.

 

“Mana tugasmu itu biar Oppa bantu mengerjakan.” Jinyoung Oppa menatapku lembut, Appa yang berdiri di samping Jinyoung Oppa tersenyum mengacungkan kepalan tangannya keatas dan berbisik ‘Hwaiting!’ dan pergi bersama Eomma keluar kamarku, menyisakan Jinyoung Oppa.

 

TBC

 

 

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FACEBOOK] HEART ATTACK – PART 1”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s