So I Married With Mr.Oh ? (chap.2) By.PutriNami

Title : So I Married with Mr.Oh // Author :PutriNami //Main cash : Oh Sehun (EXO), Park Runa (OC), Park Chanyeol (EXO), Choi Jinri (FX), Byun Baekhyun (EXO) // Length: Chapter// Genre : Comedy romantic (mungkin), AU//Rating :General//

PhotoGrid_1454293885210[1]

 

FF INI 100% DARI PEMIKIRAN AUTHOR. SAMA SEKALI TAK ADA UNSUR PLAGIAT DI DALAMNYA. DILARANG KERAS MEMPOSTING ULANG FF INI TANPA IJIN AUTHOR. DILARANG KERAS COPAS.

 

Warning Typo bertebaran

chap.1

 

 

HAPPY READING GAESS ^^

 

 

Park Runa Pov

 

Oh..Ya Tuhan….dosa apa aku ini sampai mendapatkan kesialan seperti ini?? benarkah aku di jodohkan dengannya?? Tapi kenapa ? kenapa mesti Oh Sehun?? Kenapa aku harus di jodohkan dengan manusia bernama Oh Sehun?? Kenapa Tuhan?? Jika Baekhyun bukanlah jodohku – maka jangan Oh Sehun. Aku tak ingin menikah dengannya. Dia sangat menyebalkan. Bayangkan saja. setelah sekian lama tak bertemu – bukannya mendapat sambutan baik, aku malah kena semprotan kasar dari bibirnya. Yah aku akui . apa yang aku lakukan kemarin adalah suatu kesalahan. Tapi wajar saja dong. Namanya juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Aku mana tau kalau tempat ku menunggunya bukan ruang tunggu kedatangan luar negeri.

 

Baru saja seminggu ia tinggal di rumah ku tapi rasanya sudah seperti setahun. Heran. Di sini Tuan rumah sebenarnya siapa sih? Aku atau dia?? . bagaimana aku tak mempertanyakan hal ini. bayangkan saja. aku bagaikan pembantu peribadinya di sini – mentang-mentang eomma  mempercayakan Sehun padaku dan menyuruh Sehun untuk tak segan-segan meminta bantuan padaku. tak segan-segan bukan berarti dia harus memperlakukan ku seenaknya dong. Apa aku dengan bodohnya menerima perintahnya?? Tentu saja tidak. Aku dengan senang hati menolak semua keinginannya. Tapi apa daya. Setiap aku menolak permintaannya – lagi-lagi aku kena semprot  eomma . dasar laki-laki tukang ngaduh. Brengsek. Dia selalu saja melaporkanku pada  eomma jika aku menolak permintaannya. ada apa dengannya?? Kenapa sifatnya benar-benar berubah?? Benarkah dia Oh Sehun teman masa kecilku dulu?? Hmmmm…lagi-lagi aku hanya bisa menghembuskan nafas beratku.

 

“YA’…pegang ini??” ohhh ya ampun. Mau sampai kapan dia menahanku disini?? setengah hari waktuku terbuang hanya untuk menemaninya belanja. Apa dia seorang wanita?? Aku saja tak pernah menghabiskan waktuku setengah hari hanya untuk belanja seperti ini. yah kecuali jika bersama eomma.

 

“YA’ brengsek. Apa kau tak punya tangan ha?? Kau tak liat sudah berapa banyak kantongan yang sedang berada di tanganku?” ingin sekali aku menendang bokong lelaki di hadapanku ini. enak sekali ia menyuruhku seperti itu. lenganku rasanya sudah mau putus karena memegangi belanjaannya. Belum lagi kaki ku sudah sangat pegal. Mau mati rasanya.

 

“nona Runa yang cantik. Kau tak lihat apa yang sedang ku pegang. Aku juga sudah kerepotan dengan belanjaan ini” MWO???  kerepotan?? Kerepotan kepalamu peang. Dia hanya memegang dua kantongan belanjaan. Satu di tangan kirinya dan satu lagi di tangan kanannya. Apa itu yang namanya kerepotan?? Kalau itu yang namanya kerepotan. Lalu aku apa?? aku bahkan sudah tak bisa menghitung berapa banyak kantongan belanjaan yang ada di kedua lenganku.

 

“YA’…..OH SEHUN” teriakku kesal di hadapannya. Aku sudah tak peduli lagi dengan tatapan orang-orang padaku. Hidungku sudah kembang kempes menahan marah. Rasanya mataku sudah mengeluarkan api kemarahan padanya.

 

“jangan seperti itu. lihatlah wajahmu saat ini. Ya ampun – sangat jelek. Wajah merah mata melotot dan lubang hidungmu itu. tck..tck..tck” astaga. Orang ini. betul-betul membuatku marah. Bisa-bisanya ia berkata seperti itu padaku – dengan wajah menyebalkannya. Sehun memandangku dari ujung kaki hingga kepala ia menunjukkan seringainya – mengejek ku rupanya.

 

Ku buang semua belanjaan yang ada di tanganku tepat ke hadapannya. Membuat matanya membulat tak percaya. Dia pikir dia siapa bisa memperlakukanku seperti ini. aku sudah tak tahan lagi dengan-nya. aku sudah muak dengan-nya.

 

“Ya’…apa yang kau lakukan oh?” Tanya-nya dengan nada sedikit tinggi.

 

“aku muak dengan mu. aku mau pulang” ucapku dengan nada mengebu-gebu – aku sudah sangan marah kali ini. aku tak peduli. Ku balikkan badanku dan bersiap meninggalkannya. Tapi tiba-tiba langkahku terhenti ketika handphone ku berbunyi. Ahh siapa juga yang memanggilku di saat yang tidak tepat seperti ini?? terkutuk lah kau.

 

eomma??eomma?? kenapa eomma tiba-tiba menelfonku?? Seketika peresaan ku menjadi tak enak. Rasanya sesuatu yang buruk akan menimpahku. Dengan ragu ku geser tanda panggilan yang ada di layar Handphone ku. dan mendekatkan handphone itu di telingaku.

 

“N…Nde. eom – “

 

“YAK PARK RUNAA…KENAPA KAU MENINGGALKAN SEHUN SENDIRI OH?? EOMMAKAN SUDAH BILANG KALAU KAU HARUS MENEMANI SEHUN SELAMA SEHUN BERADA DI KOREA. KAU INI…bla..bla..blaa” selebihnya aku sudah tak bisa mencerna perkataan eomma ku lagi. rasanya kupingku sudah berdengung karena teriakan eomma ku. Dan tanpa merasa bersalah sedikitpun. – Sehun tersenyum menatapku – seolah memenangkan sesuatu. sialan kau Oh Sehun. Matilah kau. Aku hanya bisa mengumpat melihatnya.

 

“cepat panggil supir. Aku sudah capek” ucap Sehun padaku enteng. Lima langkah melewatiku – Sehun tiba-tiba berbalik ke arahku. “Oh..dan bereskan semua itu. jangan sampai ada yang kelupaan. Kau taukan semua itu ole-ole untuk teman-teman ku . dan harganya sangat mahal” sial kau Oh Sehun. Aku hanya bisa merutuki nasip sialku.

 

 

===So I Married With Mr.Oh===

 

Author Pov

 

Seoul Lagaliel High School

 

“hai Chagi…” sapa Baekhyun yang baru saja memasuki kelas Runa. Seketika senyum Runa terukir indah di wajahnya sambil memandangi wajah kekasihnya itu.

 

“kau dari mana saja?? kenapa baru mengunjungiku. Sebentar lagi bel istirahat sudah hampir berakhir” ucap Runa sambil mempout bibirnya. Akhir-akhir ini Baekhyun selalu telat mengunjungi Runa di kelas. Biasanya setelah bel istirahat berbunyi – tak lama kemudian Baekhyun sudah menunjukkan batang hidungnya di kelas Runa. Tapi sekarang (?) .

 

“Mian chagi… tadi Lee Songsaengnim memanggilku”

 

Wae?” Tanya Runa penasaran. “apa terjadi sesuatu?” sambung Runa sedikit khawatir.

 

Ani-ya. Lee Songsaengnim hanya ingin menanyakan perkembangan persiapan Teater. Kan sebentar lagi acara festival sekolah” jelas Baekhyun.

 

“Ahh..betul juga. Kekasihku inikan ketua panitianya” Ucap Runa sambil memencet hidung Baekhyun gemas . “ sepertinya kau sangat Sibuk. Mianhae..karena aku menganggumu” sambung Runa merasa bersalah. Baekhyun tersenyum memandangi wajah kekasihnya itu.

 

“jangan berkata seperti itu. harusnya aku yang meminta maaf karena akhir-akhir ini aku selalu telat menemuimu. Mianhae ne ^^ “ ucap Baekhyun sambil mengelus rambut Runa dengan lembut. Yah inilah Baekhyun. Lelaki yang sangat Runa cintai. Lelaki paling lembut dan baik yang pernah Runa temui. Tak seperti lelaki itu – OH SEHUN. Jika mengingat nama itu lagi. membuat mood Runa tiba-tiba menjadi buruk.

 

“Runa-yaaaa….tunggu aku” teriak Jinri dari kejauhan sambil berlari kearah Runa yang masih melanjudkan langkahnya – tak peduli dengan teriakan sahabatnya itu. paling Jinri ingin ikut pulang bersamanya. Karena Jinri tau kalau yang menjemputnya nanti adalah Chanyeol – kakak Runa.

 

“hos..hos..hos tidak bisakah kau menungguku sebentar saja? hos..hos” ucap Jinri kesal sambil ngos ngosan dan sesekali terbatuk.

 

“hehe Mian..tadi aku tak mendengarmu.” Ucap Runa seolah merasa bersalah. “tadi kenapa memanggilku??” sambung Runa.

 

“aku ikut yah ^^” Benarkan tebakan Runa. Lagi-lagi Jinri ingin numpang pulang bersamanya. Entah apa lagi alasannya kali ini. minggu lalu ia bilang kalau kucinya sakit jadi supirnya harus mengantar kucingnya ke rumah sakit. tiga hari yang lalu Jinri bilang kalau supirnya sakit, dan kemarin dia bilang kalau kucingnya melahirkan dan supirnya harus membawanya ke rumah sakit.

 

“apa sekarang kucing dan supirmu sakit bersamaan??”

 

“bukan…kali ini anak kucingku yang sakit. Jadi supirku harus membawanya ke rumah sakit. Kan gawat kalau anak kucingku mati. bisa-bisa eommaku ngamuk dan stress. Soalnya anak kucingku yang bulunya putih itu adalah kucing favorite eomma ku dan kalau…Ya’…Ya’…kau mau kemana? Tunggu aku…” belum sempat Jinri menyelesaikan alasannya – Runa sudah melangkahkan kakinya meninggalkan Jinri yang sedang sibuk menjelaskan alasannya.

 

“kenapa lama sekali?? Oppa sudah lapar nih” ucap Chanyeol sedikit kesal. “ehh ada Jinri. Anyeong Jinri-ya. Kita ketemu lagi oh ^^” sambung Chanyeol ketika melihat jinri di belakang Runa. Runa memutar bola matanya malas. ‘Mwoya?? Tadi dia sangat kesal saat melihatku lalu tiba-tiba tersenyum saat melihat Jinri??. Wahhh daebak suasana hatinya berubah cepat sekali’ batin Runa.

 

“kau mau apa?? jangan bilang kau ingin duduk di depan juga?? Kan tak lucu kalau kita harus duduk berdua disini” omel Runa. Jinri memanyunkan bibirnya kesal. Sebagai sahabat yang baik. Harusnya Runa mengerti dan mendukung dirinya untuk mendekati kakaknya. Tapi ini malah sebaliknya. Sadangkan Chanyeol hanya terkekeh geli melihat tingkah adik-adiknya itu. dengan lemas Jinri membalikkan badannya dan bergegas untuk membuka pintu bagian belakang. melihat ekspresi jinri yang sedikit menyedihkan – Runa menghembuskan nafas beratnya. “ahhh..baiklah. kali ini biar aku saja yang duduk di belakang” ucap Runa dan seketika ekspresi Jinri yang tadinya suram. Menjadi berbunga-bunga karena terlalu bahagia.

 

“nahh sekarang kita antar Jinri ke rumahnya” ucap Chanyeol seperti biasanya. Jinri yang masih tersenyum di sebelah Chanyeol – seketika memandangi Chanyeol yang sedang bersiap menghidupkan mesin mobilnya. Chanyeol yang melihat Jinri sedang memandanginya – mengangkat alisnya heran. Sepertinya Jinri ingin mengatakan sesuatu. “Wae?

 

“anu…i..itu… aku belum mau pulang dulu Oppa

 

“lalu kau mau kemana?” ucap Runa – memajukan kepalanya agar sejajar dengan Jinri – membuat Chanyeol sedikit kaget dengan tingkah adiknya itu.

 

“YA kerumah mu lah… kitakan ada tugas kelompok”

 

“tugas kelompok?? Bukannya kalian tidak sekelas?” Tanya Chanyeol mencoba mengingat. Setaunya Runa dan Jinri tidak berada dalam kelas yang sama.

 

“i..itu…anu…” jawab Jinri terbata-bata – sambil memutar matanya – memikirkan alasan lagi.

 

“ahh..tugas dari PAK CHOI?? Hampir saja aku LUPA. Guru BIOLOGI kita sepertinya pemalas yah. Sampai-sampai menggabungkan kelas KITA untuk TUGAS KELOMPOK” ucap Runa menekankan setiap katanya tepat di telinga Jinri. Setidaknya Jinrin bisa bernafas legah. Untung saja kali ini Runa membantunya. Yah walau sepertinya agak terpaksa sih. Setidaknya terimakasih untuk Runa hari ini ^^.

 

“ahh..begitu rupanya” ucap Chanyeol mengangguk-angguk mengerti.

Rumah Runa

 

“haa….enaknya” Jinri yang baru saja tiba di kamar Runa langsung membuang dirinya ke kasur Runa tanpa permisih. “oh ya… Gomawo untuk yang tadi Runa-ya ^^” sambung Jinri.

 

“emm…jangan lupakan kebaikanku yang tadi. Kau harus membalasnya suatu hari nanti” ucap Runa sambil membuka lemari kacanya – memilih pakaian ganti.

 

“emm arrasheyo.  Ngomong-ngomong…Awww…” tiba-tiba saja jinri memegang perutnya dan menjerit kesakitan. Mendengar itu – Runa berlari ke arah jinri dengan panik. Takut jika terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.

 

“Jinri-ya…kau kenapa??” Tanya Runa khawatir.

 

“a…aku…aww….” ucap Jinri sambil memegang perutnya. “a..aku..mau …ma..mau…Pup..” sambung Jinri. Seketika Runa mengerutkan dahinya dan memandang Jinri malas. Runa pikir Jinri sedang sakit dan ia benar-benar sangat mengkhawatirkannya. Sahabatnya yang satu ini benar-benar hebat membuat orang tampak bodoh. heran. Kenapa Runa masih saja berteman dengannya??

 

“ye…aku kira kenapa -__- . sana cepat keluar. Aku tak perlu mengantarmukan??”

 

“Arra..Arra..awww…perutku” secepat kilat Jinri berlari keluar menuju salah satu toilet yang ada di rumah Runa.

15 menit kemudian

 

“Runa-ya…Runa-ya…ya’ Park Runa…..hos..hos..hos”  teriak Jinri heboh sambil ngos ngosan – karena berlari ke arah Runa. Melihat kedatangan Jinri – Runa terlonjak kaget. ‘Ada apa lagi ini??’ batin Runa.

 

“Ru..Runa ya…ada malaikat…tadi aku lihat malaikat. Runa ada malaikat di toilet….” jelas Jinri kelabakan sambil mengarahkan telunjukkan ke arah toilet.

 

“tenang dulu. Bicaralah pelan-pelan”

 

“ada malaikat di toilet. Tadi aku melihatnya di sana. Wajahnya sangat tampan. Tubuhnya tinggi. Kulitnya seputih susu. Ya ampun malaikatnya tampan sekali. Runa kau harus melihatnya. ayoo cepat. Sebelum malaikatnya pergi” jelas Jinri mengebu-gebu. Tanpa  persetujuan Runa – Jinri menarik lengan Runa dan membawanya ke depan toilet.

 

“disini. sepertinya dia masih di dalam” ucap Jinri sambil menunjuk ke arah pintu toilet.

 

“kau yakin dia di dalam? Masa sih ada malaikat di dalam toilet?” walau tidak yakin. Runa setidaknya penasaran. Siapa yang Jinri maksud dengan malaikat?? Dan dengan sangat terpaksa – Runa membungkuk dan menajamkan pengheliatannya ke sela-sela kunci pintu – mungkin dengan cara itu Runa bisa mengetahui siapa yang ada di dalam sana.

 

CLEK…

 

Tiba-tiba pintu toilet terbuka dan posisi Runa masih membungkuk. Dengan ragu Runa mengangkat kepalanya dan melihat ke arah lelaki yang saat ini berada di hadapannya.

 

“mau apa kau?”

 

“ka…Kau….kenapa kau bisa keluar dari dalam sana?” ucap Runa kebingungan. Bukankah tadi jinri bilang kalau yang ada di dalam sana adalah malaikat?? Tapi kenapa yang keluar dari dalam malah Oh Sehun – yang hanya menggunakan handuk sepinggang??

 

“Mwoya?? Apa kau bodoh?? kau tak lihat aku baru saja selesai mandi”

 

ani…bukan itu maksudku. Tadi jinri bilang,…tadi di melihat..” ucap Runa terbata-bata.

 

“Heii Nona Runa. Bilang saja kalau kau ingin mengintipku mandi. Iyakan. Dasar mesum” ucap Sehun menggoda Runa sambil melipat lengannya di dada.

 

Mwo?? mesum?? Enak saja. aku kesini karena di tarik Jinri. Katanya ada malaikat di dalam sana” jelas Runa tak terima.

 

“Jinri?? Jinri Nugu??” Tanya Sehun sambil mengangkat alisnya bingung.

 

“apa kau buta?? Kau tak lihat wanita di belakangku?? Dia Jin – “ saat Runa membalikkan badannya dan ingin menunjukkan Jinri pada Sehun – Jinri tiba-tiba menghilang. Entah kemana perginya Jinri. Runa mendengus kesal melihat tingkah sahabatnya itu. bisa-bisanya Jinri menghilang di saat seperti ini. bisa-bisa mahluk menyebalkan bernama Oh Sehun ini benar-benar menganggapnya gadis mesum. “ta..tadi Jinri di sini. Jinjja…aku tak bohong”

 

“aiiss..ternyata kau mesum juga oh……tck..tck..tck…” ucap Sehun sambil menggelengkan kepalanya sambil melangkah meninggalkan Runa yang mematung.

 

“YAAA’…..AWAS KAU CHOI JINRI” kesal Runa.

 

 

===So I Married With Mr.Oh?===

 

 

Keluarga Park dan keluarga Oh sedang makan bersama – seperti hari-hari biasanya. Di sela-sela makan malam itu. para orang tua sedang asik membicarakan sesuatu. sedangkan Runa Chanyeol dan Sehun sibuk dengan makanan dan pikiran mereka masing-masing.

 

Dalam ketenangan Runa – sebenarnya Runa masih saja merututi kebodohannya tadi – saat di depan toilet. Jinri benar-benar ahli membuat orang tampak bodoh. bisa-bisanya Jinri meninggalkan Runa – hanya karena saat itu jinri melihat chanyeol dan mengikuti Chanyeol – menyebabkan Sehun salah paham padanya.

 

Sehun yang merasa aneh dengan ketenangan Runa – sesekali melirik ke arah Runa – memandangi wajah Runa dengan seksama . tanpa Sehun sadari – Chanyeol yang sedang duduk di sebelah Sehun – mendapati Sehun sedang memerhatikan adiknya itu.

 

“jangan di liatin aja. Ajak ngomong kek” bisik Chanyeol – membuat Sehun sedikit salah tingkah. Sehun hanya berdehem canggung dan melanjutkan makannya.

 

“Sehun sayang. Bagaimana di Korea? Suka?” Tanya Eomma Runa tiba-tiba – membuat Sehun menghentikan makannya sejenak.

 

Nde ajumma. Aku suka” jawab Sehun singkat.

 

“karena kau telah lama meninggalkan Korea. Aku jadi khawatir jika kau merasa tak nyaman di sini”

 

Aniyeyo ajumma. Walau aku sudah lama meninggalkan Korea. Tapi aku tak akan melupakan Korea. Bagaimanapun aku meninggalkan sesuatu yang berharga di sini. Jadi aku sangat menyukai Korea” ucap Sehun dan tersenyum ke arah Eomma Runa. Mendengar perkataan Sehun membuat Eomma legah.

 

“sesuatu yang berharga??” batin Runa.

 

“Oh..iya…besok appa, eomma dan Jingki ajusshi mau pergi ke busan. Mungkin kami tak bisa pulang. Jadi Chanyeoli…besok kau jaga rumah Oh. Awasi Runa. Dia harus belajar sebentar dia ada ujian” ucap Eomma pada Chanyeol.

 

nde?? Besok?? Apa eomma lupa?? Aku kan ada tanding basket di jeju”

 

“bukannya oppa ada ujian juga?” ucap Runa mencoba mengingat. Bukankah alasan Chanyeol tidak menjemput Jingki ajusshi waktu itu karena harus belajar – karena sebentar lagi ada ujian.

 

“ujiannya di undur dua minggu lagi. jadi oppa bisa tanding basket dulu” jelas Chanyeol.

 

“sudahlah Eomma. Runa sudah besar. Runa tak perlu di awasi belajar”  jelas Runa pada eommanya.

 

andwe. Kau itu harus terus di awasi. Setiap malam kau hanya memegang handphone mu. menelfon teman-teman mu. dan bermain internetan. Kau pikir eomma tidak tau oh?” omel eomma. “memangnya setiap malam kau telfon siapa sih?? Jangan-jangan kau sudah punya kekasih?? Ayo ngaku??”

 

ani..aku ..aku tak punya kekasih kok.” Jawab Runa cepat. ‘maafkan aku baekhyun’ batin Runa.

 

“lalu?”

 

“Jinri….aku hanya menelfon Jinri” jawab Runa cepat. Setidaknya nama Jinri sedikit berguna untuknya. Untung saja eomma percaya padanya.

 

Ajumma…biar aku saja yang mengawasi Runa. Serahkan saja padaku ^^” baru saja Runa bernafas legah dari pertanyaan eommanya. Tiba-tiba Runa bagai tersambar petir mendengar ucapan Sehun. Sial…benar-benar sial. Kenapa mesti Sehun?? . di sisi lain Sehun sudah mengeluarkan seringainya sambil menatap Runa.

 

===So I Married With Mr.Oh?===

 

 

Seoul Lagaliel High School

 

 

“hari ini kau pulang dengan siapa? bukankah hari ini Chanyeol Hyung sedang tanding basket di jeju?” tanya Baekhyun yang sedang berjalan bersama Runa menuju parkiran dekat gerbang sekolah.

 

Molla. Kim ajusshi juga sedang mengantar appa eomma dan Jingki ajusshi ke busan. Mungkin aku pulang naik taxi saja.” jawab Runa.

 

andwe…biar aku saja yang antar. Kita naik mobil aku saja. mau yah ^^” mendengar tawaran kekasihnya itu membuat Runa tersenyum bahagia ke arah Baekhyun. Runa mengangguk setuju dengan tawaran kekasihnya itu. mereka melanjutkan langkahnya dan segera menuju tempat mobil Baekhyun di parkirkan – sambil bergandengan tangan. Di sisi lain, tanpa mereka sadari. Ada sepasang mata yang sedang memerhatikan mereka. Ia memandangi Runa dan baekhyun dengan tatapan tak suka.

 

PIPP….PIPPPP…PIPP… (suara kelakson mobil)

 

Sebuah mobil yang terbilang sangat mahal dan mewah – Ferrari bewarna merah – membuat orang-orang yang melihatnya berdecak kagum. Begitu pula dengan Runa dan BAekhyun yang berdiri tepat di hadapan mobil itu. kira-kira siapa pemilik mobil ini. dan lagi. apa tadi mobil ini yang mengelaksoni Runa dan Baekhyun (?)

 

Tiba-tiba saja si pemilik mobil keluar dari dalam mobil – seorang pria berkacamata hitam serta menggunakan kemeja biru muda – membuat para gadis di sekolah itu menjerit – memuja ketampanan si pemilik mobil. Namun lain halnya dengan Runa. Wajahnya yang ceria kini berubah masam saat melihat wajah pria itu. dia adalah OH SEHUN.

 

“masuk” ucap Sehun singkat – mengarahkan kepala dan sorotan matanya pada pintu mobil-nya – membuat Baekhyun mengerutkan dahinya bingung. Apa pria ini mengenal kekasihnya?? Kenapa ia menyuruh Runa masuk ke dalam mobilnya?

 

“maaf. Tapi anda siapa? apa anda mengenal kekasihku?” tanya Baekhyun pada Sehun. Mendengar kata kekasih keluar dari bibir Baekhyun membuat Sehun mengeluarkan seringai-nya.

 

‘kekasih?tck’ batin Sehun

 

“ayo cepat masuk. Aku sangat sibuk” perintah Sehun lagi – Sehun memasuki mobilnya lagi – Runa berdecak kesal. Kenapa harus Sehun lagi ?? pikir Runa.

 

Mwoya?? Apa kau mengenalnya?? Siapa dia?” kali ini Baekhyun bertanya pada Runa. Seolah meminta penjelasan darinya.

 

“dia Oh Sehun. Anak dari sahabat appa dan eommaku. Dan selama appa dan eomma ku pergi. Sehun lah yang bertanggung jawab dan mengawasiku” jelas Runa lemas. “jangan berpikir yang aneh-aneh dulu. Aku tak mungkin menyukainya. dia itu sangat menyebalkan” seolah tau isi hati kekasihnya – Runa berusaha untuk meyakini Baekhyun. “mianhae. Sepertinya kita tidak bisa pulang bersama. Aku harus pulang besama namja menyebalkan itu” ucap Runa – menghembuskan nafas beratnya sambil memanyunkan bibirnya.

 

“emmm baiklah. Hati-hati oh” hanya itu yang dapat Baekhyun katakan sebelum Runa menaiki mobil dan pergi darinya.

 

 

Rumah Runa

 

Pukul 10.30 pm

 

Setelah makan malam tadi Runa dan Sehun sedang berada di kamar Runa. Jika bukan karena perintah eommanya. Runa tidak akan mungkin mengijinkan mahluk menyebalkan itu masuk ke dalam kamarnya. Sehun harus mengawasi Runa belajar. Dan yang benar saja. dengan setia Sehun duduk di sofa kamar Runa sambil terus memandangi runa belajar. Sungguh ini membuat Runa merasa tak nyaman. Bayangkan saja, kau harus belajar dan terus di pandangi seperti ini.

 

Berkali-kali Runa menyuruh Sehun keluar dan mempercainya untuk belajar sendiri. Tapi Sehun bersikeras dan beralasan kalau ini adalah perintah eomma Runa. Dan berkali-kali juga Runa merututi kesialannya.

 

Selama berjam-jam. Runa hanya belajar. Sebenarnya Runa tidak fokus dengan apa yang ia pelajari. Semua pikirannya tertuju pada Baekhyun. Runa sangat ingin menghubungi Baekhyun saat ini. dan mungkin saja Baekhyun sudah menghubungi Runa sejak tadi. Tapi sialnya Runa tidak bisa melakukan apa-apa. handphone Runa sudah di sita dan di Non aktifkan oleh Sehun.

 

“ya’ fokuslah pada pelajaranmu. Atau kau mau ku adukan eommamu. Kalau Runa sudah memiliki kekasih??” ini juga salah satu alasan Runa untuk tidak melanggar perintah Sehun sejak tadi. Sejak tadi Sehun terus mengancamnya dengan ancaman murahan seperti itu.

 

‘dasar licik’ batin Runa.

 

Tanpa Runa sadari. Sehun yang duduk di belakangnya tersenyum melihat tingkah Runa yang sejak tadi menyumpahinya. Sudah dapat di pastikan kalau saat ini pikiran Runa sudah teralihkan padanya.

 

 

Waktu sudah menunjukkan 11.30 malam. Runa tampaknya sudah tidak kuat lagi menahan kantuknya. Dan akhirnya Runa tertidur di atas meja. Melihat itu. Sehun berusaha untuk membangunkan Runa dan menyuruhnya untuk pindah ke tempat tidur. namun Runa sudah terlalu jauh ke alam mimpi. Ia sudah tak bisa mendengar suara Sehun lagi. yah begitulah Runa. Jika sudah ngantuk. Runa bisa tidur dimana saja dan kapan saja.

 

 

Keesokan harinya

 

Sepertinya appa eomma dan Jingki ajusshi benar-benar tak pulang semalam. Buktinya pagi ini mereka baru tiba di rumah.

 

“kenapa sepi sekali??” melihat rumah yang sangat sepi membuat eomma keheranan.

 

“Sepertinya Runa dan Sehun belum bangun” ucap Jingki ajusshi.

 

“aduhh anak ini. Runa kan harus sekolah. Apa lagi ada ujian” omel eomma.

 

“mungkin mereka kelelahan karena belajar. Makanya mereka masih pada tidur. lagi pula masih jam 6 pagi. Masih ada beberapa jam lagi sebelum Runa masuk sekolah” bela appa.

 

“tapi Runa harus siap-siap. Sarapan dll. Kamu ini selalu saja membela anak-anak. Ini semuakan demi kebaikan mereka” tak ingin lebih berdebat dengan suaminya. Eomma menaiki tangga dan bergegas untuk membangunkan Runa.

 

eomma mengetuk-ngetuk pintu Runa, tapi sama sekali tak ada jawaban dari si pemilik kamar. Jadi eomma memutuskan untuk langsung membuka pintu kamar Runa. Eomma mengerutkan dahinya – tak ada orang di kamar Runa. “apa Runa sudah bangun??” gumam eomma.

 

setelah ke kamar Runa. Eomma lalu beralih mengetuk pintu kamar depan kamar Runa – kamar Sehun. Namun hasilnya sama saja. tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya eomma memutuskan untuk membuka pintu kamar Sehun. Yah heran saja. biasanya jam segini Sehun sudah bangun dan berolahraga di halaman luar.

 

Eomma membuka pintu kamar Sehun secara perlahan. Dan tiba-tiba mata eomma membulat sempurna sambil menuntup bibirnya tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. kenapa anaknya bisa tidur di kamar Sehun?? Dan lagi – bersama Sehun dalam satu ranjang – dan berpelukan?? Omoo?? Apa yang telah terjadi sebenarnya.

 

“YAAAAAA’ PARK RUNA…OH SEHUN…APA YANG SUDAH KALIAN LAKUKAN?????” teriakan eomma berhasil membuat appa dan Jingki ajusshi berlari menghampiri eomma.

 

“YAAAA’ OH SEHUNNNN”

 

“YAAAA’ PARK RUNAAAA” teriak appa dan jingki ajusshi bersamaan.

 

TBC

 

Haiii….makasih yah buat kalian yang udah nyempetin ninggalin jejak kalian. Gomawooo jongmal gomawo cingu….! oia maaf ne kalau aku updatenya mungkin agak lama. Tapi ini belum seminggu kok. Iyakan. Oia…buat chapter berikutnya aku kasi password ne. aku kasi paswornya kecepatan yah??? Ia nih..bukannya kecepetan sih. Soalnya ff ini mungki sudah aku end di chapter 4. Mungkin. Aku masih belum tau juga.

 

Cara ngedapetin paswornya?? Gampang kok. Tinggal ninggalin jejak kalian aja di chapter 1 dan 2. Kalau udah di komen, trus chat aku aja di line . id line aku mwpmega. Langsung chat aja yah.  Ok ok ok ^^ bye bye…

159 tanggapan untuk “So I Married With Mr.Oh ? (chap.2) By.PutriNami”

  1. loh loh,,, kog jadi bisa pindh tidur tuh si runa,,,, wkwkwk
    d apakn ma sehun ea,,,,, 😂😂😂
    mkin kepo nich next chapternya,,,
    tp sayang d PS,,,
    minta pasword ya thor 😆😆😆

  2. Omo kenapa mereka bisa tidur sambil pelukan y? Apa yg bakal terjadi selanjutnya next chapter o iya chapter selanjutnya d pw y. Aq minta pw na dong.

  3. Kenapa mereka bisa tidur bareng di kamar sehun lagi bukannya terakhir kali mereka ada di kamar runa??wah wah tambah seru nih alur ceritanya

  4. Cerita nya bagusss bgt
    aku ketawa ngakak bet pas bagian “Kucing dan supirmu sakit bersamaan”
    Receh
    Keep up the great work author!!
    Wait for next chapt.

  5. Yaahh kok d pw?? Huhu aku kn telat baca
    Jd pesimis klo nnt d kasih pw ny😭😭😭😭

    Jd curiga ma sehun
    Kok runa bobo d kmar sehunnn
    Aahhh frustasi bayanginny

  6. Omo omo omo 😱😱 itu kenapa mereka bisa tidur bareng,,_huaaa gue penasaran banget… Eonni boleh minta pw nya…entar aku chat di line…😁
    Sehun di kira malaikat lagi sama sahabat nya runa, wkwkk runa di kira mesum gara2 ngintip “Malaikat” di kamar mandi wkwkk XD gue ngakak baca part ini… 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s