[EXOFFI FREELANCE] The Story of Vampire (Chapter 4)

p0

Tittle/judul fanfic: The Story of Vampire – Chapter 4

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Mystery,Romance,Vampire,Married Life, supernatural

Rating: PG-17

 

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Xi Luhan, Park Chanyeol – Exo, Park Jongbi (OC)

Supporting Cast :

Oh Sehun, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Suzy ( missA), Lay, Xiumin, Tao, Suho, Chen, Kris

 

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana,ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun

jangan lupa Comment dan Like ya J

 

tulisan miring atau Italic artinya saura yang berasal dari dalam ingatan Jongbi, seperti Jongbi mendengar bisikan dari masalalunya,

 

Trimakasih…

 

Enjoy !!

“ baiklah.. ”

“ apa kau siap ? ” suara Luhan kembali terdengar

“ ini akan terasa seperti terbakar ” lagi – lagi Luhan tak yakin dengan apa yang akan dia lakukan

 

“ Lakukan saja.. ” Jongbi meyakinkan Luhan memandang lekat mata merah laki – laki itu

 

Luhan mengangguk pelan, ia mulai memejamkan matanya dan membaca sesuatu tanpa suara, tiba – tiba cahaya biru muncul di tangannya, bentuknya tajam seperti pisau, Luhan mendekatkan tangannya ke leher jongbi.

 

“ AAKKKKHHHH!!!!!!!! ” teriakan Jongbi bergema di ruang kamar yang cukup besar itu

 

“ aarrhhh… ” suara Luhan terdengar

 

Bruk !tiba – tiba tubuh luhan jatuh ke lantai

 

Jongbi yang masih memejamkan matanya membuka matanya pelan melihat ke kaca dan tak mendapatkan sosok Luhan di sana,

 

“ Luhan?? ”

jongbi membalikan badannya mencoba mencari Luhan dan melihat ke arah Lantai mendapati Luhan yang tergeletak seperti tak bernyawa

 

“ LUHAN !! ” teriak Jongbi,

“ apa yang terjadi.. ”

“ aboji !!! ” Jongbi berteriak – teriak memanggil ayahnya

 

Braak !

Pintu terbuka kencang

“ ada apa ? ”

Kris yang baru masuk ke kamar Jongbi mendapati Luhan yang tergeletak di lantai dan Jongbi yang menangis seperti anak kecil.

 

“ apa yang terjadi Jongbi ? ”

 

“ Luhan berusaha menghapus tanda di leherku dan tiba – tiba ia pingsan.. ”

 

“ oh ! tidak .. ” Kris bergegas memanggil Lay dan menyuruhnya untuk datang secepatnya

 

Jongbi POV

 

Ada apa ini ??

Apa yang terjadi dengan Luhan ??

Jongbi apa yang telah kau lakukan padanya

 

“ Luhan buka matamu … ” Hiksss..aku mulai terisak kecil ..

 

“ ada apa ini.. ” aku melihat dokter Zhang masuk dengan terburu – buru

 

“ Ferrum berusaha menghapus Vampire Marks pada Jongbi ” kata Kris melihat ke arah Lay yang baru saja datang.

 

“ baringkan dia ” kata Lay

 

Kris mengangkat Luhan dan membaringkannya di tempat tidur

 

“ Jongbi kau harus keluar ” Lay melihat ke arah Jongbi yang masih menganga dan menangis

 

“ tidak.. aku akan tetap di sini ” kata Jongbi
“ tidak bisa Jongbi.. ini akan berbahaya ” kata Lay lagi

 

“ Jongbi cepat keluar ” kata Kris dengan tatapan tidak biasanya

 

jongbi mencoba berdiri dan melangkahkan kakinya keluar ruangan dan menutup pintu, ia duduk bersandar di pintu kamarnya sendiri, menangis dan menangis khawatir kalau Luhan tidak akan membuka matanya lagi, kenapa aku bersedih ? aku baru saja mengenalnya, aku baru saja melihatnya, aku baru saja tau namanya.. tapi kenapa rasanya sakit sekali melihatnya tak berdaya ? perasaan apa ini

 

“ AAAKKKHH!!! ”

 

lagi – lagi sakit kepala itu menyerang

 

“ Ferrum !!!! ”

“ pergilah… selamatkan dirimu ”

“ aaakkhhhhhh ”

 

Jongbi melihat potongan demi potongan gambar kematian Luhan

 

“ aaaaarrgggg !!! ” raungan keras terdengar dari dalam kamar, menyadarkan Jongbi dari lamunan gila-nya

 

“ aarrgg !! ” lagi – lagi teriakan itu terdengar

 

Jongbi membalikan badannya dan membuka pintu kamarnya kecil

 

“ IERO !!! ” seuara itu berhasil membuat tubuh Jongbi mundur dari celah pintu

 

BRAAK !

Pintu kamar jongbi terbuka lebar,

Jongbi kaget dan berdiri tegap di depan pintu kamarnya

 

“ IERO ! ” lagi – lagi Luhan merancau hebat

 

“ pergi dari sini ” kata Lay melihat ke arah Jongbi yang terpaku di depan pintu, ia masih terpaku, masih tetap di tempatnya, melihat ke atas kasurnya, Luhan yang di rantai tangan dan kakinya, merancau hebat tak karuan, mata Jongbi terbelalak hebat, menutup mulutnya dengan tangannya dan jantungnya yang terus berpacu dengan waktu.

 

“ IERO !!! ” Luhan kembali memanggil nama itu, nama yang“ katanya ” adalah “ masa lalu Jongbi ”

 

“ kenapa kau masih di sini … ” Lay menatap Jongbi frustasi

 

“ IERO !! ” lagi lagi Luhan merancau

 

“ baiklah.. sepertinya memang kau yang ingin berada di sini ” kata lay menghentikan setiap kegiatannya pada Luhan

 

“ baiklah kris, sepertinya kita harus keluar dari sini ” kata Lay menatap kris

 

“ berhati – hatilah anaku jangan sampai dia menyakitimu ” kata kris saat berpapasan dengan jongbi di depan pintu

 

Jongbi masih terus berdiri di depan pintu mencoba mencerna apa yang terjadi,

 

Brak !pintu kamar Jongbi tiba – tiba tertutup di depan mukanya

 

Jongbi kembali mundur perlahan

 

“ Luhan… ” suara Jongbi terdengar berbisik

 

ia berjalan mendekati pintu kamarnya dan membukanya perlahan, melihat ke arah tempat tidur, tapi Luhan sudah tidak ada di sana hanya ada sisa rantai yang terputus di empat titik.

 

Jongbi melangkah masuk lebih dalam lagi

 

“ Luhan..apa kau ada di sini ”

 

lagi – lagi jongbi mencoba untuk mencari Luhan di sekeliling kamarnya yang cukup besar ini, matanya menangka sesosok bayangan di pojok kamar yang tak terkena sinar matahari,

Jongbi berjalan ke arah bayangan itu,

“ Luhan.. ”

Luhan yang terduduk di lantai dan menekuk kedua kakinya, menundukan kepalanya mencoba untuk menyembunyikan wajahnya,

“ pergi.. ” tiba – tiba Luhan berbicara

 

“ jangan mendekat ” katanya lagi masih menunduk

 

“ aku takut aku akan menyakitimu .. ”

 

“ aku percaya kau tidak mungkin menyakitiku ” jongbi terhenti dari langkanya

 

“ aku.. percaya, kau bukan orang jahat ” kata Jongbi lagi sambil melanjutkan langkahnya menuju Luhan

ia duduk di depan Luhan dan memegang jari Luhan yang terbakar karna ia berusaha menhapus tanda itu.

Jongbi memegang pipi luhan, tubuhnya begitu dingin dan keras, tapi kulitnya halus dan lembut, ia menangkup kedua tangannya di wajah Luhan, perlahan mengangkat wajah Luhan dengan sangat hati –hati, mata Luhan masih tidak ingin melihat Jongbi, mencoba menghindari Jongbi yang berusaha untuk menangkap matanya,

 

“ tatap aku Luhan, kau tak perlu takut ” kata Jongbi dengan halus

 

mata Luhan perlahan bergerak ke arah Jongbi, memandang mata Jongbi lembut, matanya berwarna merah, tapi bukan merah darah, melainkan merah pucat,

“ uhuk uhuk, uhuk uhuk ”

Luhan terbatuk keras

 

“ aku tau .. kau membutuhkannya ” kata Jongbi masih memandang Luhan

 

“ aku siap ”

Jongbi kembali menatap Luhan sendu,

 

“ apa kau yakin ? ” kata Luhan

 

“ tentu aku yakin ” kata jongbi

 

Luhan menyentuh pipi jongbi, mendekatakan kepalanya dan menempelkan bibirnya pada bibir jongbi begitu pelan, mengecup bibirnya pelan, lagi dan lagi jongbi masih belum me respon bibir Luhan, Jongbi masih ingin menikmati sentuhan demi sentuhan yang Luhan berikan, Luhan menghentikan kegiatannya ia menjauhkan bibirnya dari bibir Jongbi menatap Jongbi lekat dan berusah mencari ketidak pastian pada mata wanita itu.

 

“ apa kau yakin ? karna … aku tak mungkin bisa lepas darimu setelah ini ” kata Luhan lembut

 

“ apa yang salah dengan itu ? ” kata Jongbi bingung

 

“ aku hanya takut, jika kau kembali mengingat semuanya, kau.. akan pergi dariku dan… ékrisi… ia tidak akan pernah minggalkanmu sendiri

Jongbi POV

 

“ aku hanya takut, jika kau kembali mengingat semuanya, kau.. akan pergi dariku dan… ékrisi… ia tidak akan pernah minggalkanmu sendiri ”

 

“ ekrisi ? ”

sejenak aku mencoba mengingatnya, itu benar, lelaki dengan mata besar dan bada tinggi itu … ia adalah suamiku dan.. tapi… mengapa… aku… aku merasa bahwa aku lebih dekat dengan Luhan, memilih untuk berada di sisinya,

 

“ tapi itu masa lalu .. ” kataku padanya lagi

 

“ tapi kau masih tetap Iero, putri dari kerajaan Aether ”

aku kembali terdiam

 

“ tapi … aku tak pernah merasa seperti ini, aku bahkan tak pernah merasa tertarik untuk bercinta sebelumnya, tapi saat aku bertemu denganmu, aku merasa bahwa kau orang yang tepat, kau akan melindungiku dari apapun, kau akan selalu ada di sampingku dan menemaniku, aku… hikss…aku…”

 

cupp~~

 

ia kembali mecium bibirku lembut, aku menyambut kecupannya, sedikit melumat bibirnya gemas, mencoba membalas apa yang ia berikan, tiba – tiba Luhan mengangkat tubuhku brided style dan berjalan ke atas tempat tidur, kenapa ini berubah menjadi berhairah ?? oohh ayolah… aku belum siapa untuk memberikan yang ini..

 

“ hmm.. nona… jangan berfikir macam – macam, aku tak akan bisa melakukannya karna kau masih menjadi manusia ” tiba – tiba Luhan berbicara dengan nada seductive-nya

 

aku hanya memalingkan wajahku malu,

 

ia meletakanku di atas pangkuannya, menenggelamkan wajahnya di leherku dan menghirup aroma tubuhku,

aku bergidik saat nafasnya menyentuh permukaan kulitku

 

“ aku merindukanmu iero.. sangat.. merindukanmu ”

 

AUTOR POV

 

Luhan mencoba menahan nafsunya yang menggebu – gebu untuk segerah menancapkan taringnya, taringnya semakin menajam, menelusuri leher Jongbi, menggit bibirnya sendiri mencoba menahan nafsu yang bukan berasal dari tenggorokan keringnya, matanya mulai melihat kebalik kulit Jongbi mencari titik yang tepat untuk menancapkan taringnya.

Ia tersenyum singkat dan mulai mendekatkan wajahnya pada leher jenjang Jongbi,

Jongbi terus memejamkan matanya mencoba untuk tenang karna ia tidak akan mengerti apa yang akan dia rasakan selanjutnya bercampur dengan semua yang akan dia pikirkan nantinya.

 

“ apa kau yakin ? ” lagi – lagi suara Luhan membuat Jongbi bergidig ngeri

 

“ lakukan saja ” kata Jongbi dengan mantap masih menutup kelopak matanya erat

 

Luhan terus mendekatkan wajahnya pada leher Jongbi, melasakan setiap sensasi aroma tubuh jongbi yang memabukan membuat Luhan kembali menelan ludahnya, tak kala ia akan membuang sia – sia momentnya bersama Jongbi, dan…

 

“ akkhh ” suara jongbi terdengar sendu.. tak di pungkiri oleh Luhan yang mulai kehilangan akal sehatnya.

 

Jongbi terus berpegangan pada kerah baju Luhan berharap semuanya akan berakhir dengan cepat.

 

“ eehhsss ” Luhan kembali menancapkan taringnya lebih dalam lagi pada leher Jongbi.

 

Tangan Jongbi kembali meremas keras leher kemeja Luhan, menahan setiap sensasi yang ada, perasannya dan setiap sentuhan luhan di kulitnya, Jongbi terus menutup matanya membayangkan apa yang akan terjadi dengan dirinya setelah ini, apakah ini berati dia selingkuh ?apakah ia seharusnya hanya boleh memberikan darahnya pada suaminya ya itu Ekrisi, Jongbi masih belum memahami itu, 5 menit berlalu, Luhan masih memeluk Jongbi dengan sangat erat, dan tangan Jongbi yang masih terus meremas kemeja Luhan,

Tiba – tiba tangan Jongbi terlepas dari kemeja Luhan, menyadari itu Luhan menghentikan kegiatannya dan menjilat Luka itu supaya tertutup rapat,

 

“ Jongbi ” ia menarik tubuh jongbi menjauh untuk melihat keadaannya

 

jongbi lemas tak berdaya dan kepalanya bersandar pada pundak Luhan

 

“ apa kau baik – baik saja ? apa aku terlalu banyak menghisap darahmu ? aku salah ini semua salahku, aku benar – benar kehilangan kendali tadi, maafkan aku tak akan meng….. ”

 

“ sshh… apa kau sudah kenyang sekarang ? ”

 

mata Jongbi bertemu dengan Luhan, tangan Jongbi terangkat mengelap sisa darah di bibir Luhan

 

“ dasar Jorok … ” Jongbi tersenyum manis

 

Luhan menjadi salah tingkah, perasaanya begitu senang, sangat senang sampai ia tidak merasakan bahwa sedari tadi ada seseorang yang memperhatikan gerak gerik mereka,

 

– TBC –

 

20 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Story of Vampire (Chapter 4)”

  1. Jongbi selingkuh dari chanyeol??
    Waaaaa aapa cinta luhan sama jongbi tu aslinya terlarang?

    Bukannya chanyeol ngebunuh istrinya sndri ya

    Masih misteri

  2. Chanyeol kah org yg ngintip mrk????mmg pda dasarnya luhan n jongbi saling cinta…wolopun jongbi ilang ingatan tpi hati yg buat yakin…

  3. Chanyeol yang melihat kedekatan mereka kan. Apalagi ia sangat marah pastinya karena tau jongbi hanya mencintai luhan dan tak mencintainya. Lalu apa yang akan ia rencanakan

  4. itu yg merhatiin dari jauh pasti chanyeol. kalo mereka suami istri ko chanyeol nggak bisa dekat2 ke jongbi? ada alasan apa? atau akunya yg lola mikirnya ya -_-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s