[Chaptered] Heart Attack (1st-Chapt) –L.Kyo

3. heart-attack

Title: Heart Attack | Author: L.Kyo♪ [ @ireneagatha ] | Artwoker: Keyunge Art | Cast: Jung Hyerim (APink), Byun Baekhyun (EXO), Do Kyungsoo (EXO) | Genre: Drama, Romance, Comedy | Rating: PG-17 | Lenght: Chaptered | Disclamer: This story is mine. Don’t plagiarize or copy without my permission.

[ agathairene.wordpress.com ]

.

Summary:

Mempunyai sifat keras kepala membuat mereka tak bosan bertengkar walaupun sekedar bertatap muka. Baekhyun, pria yang terobsesi pada Kakak Hyerim membuat Hyerim jengah. Selain itu Hyerim juga tak ingin jika Baekhyun membongkar rahasia hatinya pada Kyungsoo. Ia terpaksa menerima perjanjiannya dengan Baekhyun. Perjanjian dimana merupakan awal dari kedekatan mereka.

.

—oOo—

 

H A P P Y R E A D I N G

 

Hirup pikuk suasana Universitas Seoul pada pagi hari ini, tertuju pada selebaran poster yang sudah terpampang jelas di tempat mading berbentuk persegi panjang berwarna pastel. Dari beberapa, kepala mereka saling menyembul, berusaha melihat gerangan apa yang sudah membuat seisi mahasiswa gempar pada waktu itu juga. Berbagai ekspresi terlintas dari wajah mereka saat mereka sudah berhasil membaca posternya. Ekspresi ingin menangis, kecewa dan marah. Bisa dipastikan bagi mereka yang sudah membacanya, bak poster malapetaka mereka rela untuk mengetahuinya.

 

10 PERFECT STUDENT”. Tulisan dengan Bolt serta Italic dengan ukuran 25 tertera jelas sebagai judul didalam poster tersebut. 10 Perfect Student merupakan agenda kampus setiap tahun dimana dari pihak Universitas menilai mahasiswa mereka siapa yang berhak menjadi mahasiswa terbaik di Universitas bergensi di Seoul. 10 Perfect Student ditampilkan sesuai dengan jurusan mereka masing-masing. Salah satu jurusan beragensi, jurusan musik yang membuat seantero mahasiswa penasaran. Jika ia berhasil masuk dalam jajaran tersebut, tak diragukan lagi. Mereka akan dilirik oleh agensi. Itu pasti.

 

Seorang gadis dengan kemeja abu-abu hitam nya dan setelan jin robek memasuki kampusnya dengan malas. Rambut coklat yang ia kuncir asal membuatnya terlihat bahwa ia tidak terlalu suka berdandan. Mulutnya tak henti mengulum lolipop merah muda berasa strawberry. Tangan yang lain sibuk menggeser ponsel lebarnya kemudian ia masukkan dalam saku. Ia memasang earphone nya dengan benar dikedua telinganya.

 

BRUK!! “Sialan!” Umpatan secara reflek keluar begitu saja dari mulut gadis itu. Lolipop yang sedari tadi ia kulum terjatuh begitu saja. Seorang pria dengan setelan kemeja hitam dan kaos putih membersihkan bajunya dengan kesal. Wajahnya tak tampak karena tertutup sebagian poninya. “Sialan apanya? Kau saja yang buta!” Pria itu mengatakannya dan berlalu tanpa menatap gadis itu yang terlihat shock mendengarnya. “Ya!” Gadis yang bernama Jung Hyerim itu berteriak lantang, tak membuat pria yang menabraknya bersedia membalikkan tubuhnya.

 

Tapi matanya tak henti memandang langkah pria itu menuju kemana. Pria itu berhenti di segerombolan mading dan seorang temannya menepuk bahunya bangga. Hyerim beranjak dari jatuhnya dan mengikuti pria itu yang juga tersenyum bangga. Gadis itu berdiri dibelakang nya dan terdiam mendengarkan obrolan mereka.

 

“Baekhyun-ah, kau masuk! Kita berhasil!” Itu Kim Jongdae. Hyerim mengenalnya karena pria itu terkenal dengan nada tingginya. Baekhyun tersenyum bangga dan menganggukkan kepalanya. “Tentu saja. Seorang Byun Baekhyun tanpa berusaha pun akan masuk dengan mudahnya!”

 

Mulut Hyerim tak henti mengumpat saat Baekhyun membanggakan dirinya, pria yang baru saja ia kenali saat Jongdae memanggilnya membuat Hyerim kesal. Bisa disebut Baekhyun seorang yang terlalu percaya diri. Ia bisa melihat kepala Baekhyum membesar dan ingin meletuskannya dengan satu gigitan.

 

Hyerim mendekatkan bibirnya pada telinga Baekhyun, yang memang sejak awal pria itu tak menyadarinya. “Baekhyun-ssi, jangan membuatku muak. Dibandingkan dengan mu, aku jauh lebih baik. Kau tak ada apa-apanya!” Setelah mengatakan itu, Hyerim berlari seribu langkah sebelum pria itu menyadarinya.

 

“Apa?” Baekhyun tercekat dan menoleh ke belakang. Tidak ada siapapun. Ia menoleh dan didapati seorang gadis yang hanya terlihat punggungnya, berlari begitu saja. Ia hafal dengan pakaian itu saat ia baru saja menabrak gadis itu beberapa menit yang lalu. “Ya! Berhenti kau!” Pria itu berteriak lantang. Lagi-lagi gadis itu tak sedikit pun menoleh padanya. Mendengar hal itu, Jongdae menatapnya bingung. “Baekhyun-ah, apa yang terjadi?”

 

Tatapan Baekhyun murka. “Siapa gadis itu?” Baekhyun menunjuk sesuatu, tetapi Jongdae tak melihat apapun. “Siapa yang kau maksud?” Baekhyun terdiam. Ia menghela nafasnya yang sejak awal sudah memburu menahan amarah. “Tidak ada! Ayo kita kekelas!”

 

***

 

“Hah, melelahkan!” Hyerim membungkuk kan badannya dan mengatur nafasnya. Ia cukup lelah berlari karena tahu bahwa pria itu murka padanya. Senyumnya tampak puas saat ia berhasil membalas dendamnya. Ia merapikan ranselnya. Ia berada didepan kelasnya saat ini. Sejujurnya ia malas masuk kuliah pada hari kamis, ia masuk jam pagi. Hyerim masuk dengan berjalan gontai. Kelas masih sepi. Mungkin dari mereka lebih memilih mengisi perutnya daripada mereka akan mengantuk ditengah jam kuliah.

 

Ia memijat keningnya yang terasa pusing. “Kepalaku pusing. Apa aku harus tidur dikelas lagi?” Gadis itu menghentakkan tubuhnya dan segera menelungkupkan wajahnya dengan kedua tangannya. “Benar-benar membosankan!” Kakinya ia hentakkan berulang-ulang kali. Sejujurnya ia benci jika masuk pagi seperti ini. Ia terbiasa tidur larut malam, pantas saja matanya masih memerah karena kurang tidur. Salah satu earphone yang sedari tadi menjuntai ia pasangkan kembali ke sebelah telinga. Ia mengambil ponselnya dan menggeser volume kekanan.

 

Semula matanya yang sudah berat, berteriak untuk memintanya istirahat kini terbuka sempurna. Seketika Hyerim menelan salivanya berat. Dadanya berdegup tanpa intruksi. Pipinya tiba-tiba bersemu merah, tubuhnya tegak dan menatap sosok pria yang ia kagumi sejak lama. Do Kyungsoo. Pria yang sedikit lebih tinggi darinya baru saja melewati bangkunya. Ia melepaskan earphone nya dan terdiam.

 

Ia menyadari bahwa Kyungsoo benar-benar duduk tepat dibelakangnya. Rasanya ia ingin menjerit. Tapi ia urungkan. Bibirnya bagian bawah ia gigit. Bahagia? Tentu saja. Untuk pertama kalinya dari sekian tempat duduk yang kosong, pria itu lebih memilih duduk tepat dibelakangnya. Ia teringat dimana ia mengalami cinta pada pandangan pertama. Mungkin dari sekian banyak orang tidak akan bicara hal itu. Tapi bagi Jung Hyerim, ia percaya.

 

Karena ia mengalaminya sendiri. 2 tahun lalu, saat menjadi mahasiswa baru. Untuk pertama kalinya ia terkesima saat Kyungsoo bernyanyi untuk pertama kalinya. Suaranya lembut dan sangat menyentuh. Dan saat itulah, pipinya bersemu merah untuk pertama kali. Selama itu, ia jarang membuka percakapan dengan pria itu. Walaupun mereka jarang dalam kelas yang sama, tapi untuk bertemu ini pun bagaikan reward yang tak ingin Hyerim lewatkan.

 

Badan Hyerim kaku seketika. Pundaknya ditepuk beberapa kali. Ia tahu, siapa lagi jika bukan Kyungsoo? Ia menelan salivanya berat dan menghadap kebelakang. ‘Apakah kami akan berbicara ‘lagi’? Ungkap Hyerim dalam hati. “I.. Iya?” Bodoh. Hyerim tak henti mengumpat. Ia gugup untuk kesekian kalinya. Pria itu tersenyum, menampakkan bentuk bibirnya yang penuh dan berbentuk hati. “Kau Jung Hyerim?” Kyungsoo menunjuknya.

 

Seketika Hyerim merasa meledak dikepalanya. Ratusan kupu-kupu seperti menggelitik perutnya. Ia tahu namanya? Ini gila. Hyerim mengangguk dengan antusias. “Bukankah kau masuk 10 perfect student? Selamat! Sepertinya kita akan sering bertemu!” Pria itu melebarkan senyumnya. Senyum yang ia ingin lihat, kini tak lagi. Hyerim? Masuk dalam 10 perfect student. Kyungsoo benar-benar memulai lelucon dengan bagus. “Ahh, Kyungsoo-ssi, kau ternyata benar-benar humoris”. Hyerim menggaruk tengkuknya tak gatal. Kyungsoo terdiam.

 

“Humoris? Tidak. Aku mengatakan yang sebenarnya. Kau belum melihatnya?” Mata Kyungsoo membulat. Hyerim terdiam. Matanya memutar berpikir keras. Tidak mungkin, selama 2 tahun masuk dalam jurusan musik, ia masuk dalam jejeran bergengsi itu? Ayolah, ada banyak dari mereka yang mempunyai suara yang bertalenta. “Be.. Benarkah?” Kyungsoo mengangguk. Tanpa banyak bicara, Hyerim segera beranjak dan berlari begitu saja. Nafasnya memburu. Ia berlari melewati lobi dan koridor, matanya tertuju ke mading yang sudah tak seramai pagi tadi. Ia mendorong beberapa dari mereka dan berhasil berada didepan. Hyerim menelan salivanya lagi. Ia tak percaya. Tangannya menyusuri dari peringkat terbawah.

 

Tak lama ia menemukannya karena ia berada diposisi terakhir. “Jung Hyerim”. Gadis itu menghela nafasnya lagi. Ia menarik tangannya menuju ke posisi teratas. Ia sejenak mendengus. Nama Byun Baekhyun tertera di posisi ke 6. “Ia benar-benar masuk?” Hyerim mengumpat lagi. Kembali tangannya menyusur ke atas. Kim Jongdae diposisi ke 2 dan.. Ia menghentikan tangannya pada posisi 1. Jung Yura. Nama itu tertera jelas lebih besar dari posisi ke 2 sampai 10. Ia menghela nafasnya dan tersenyum. “Yura Eonnie, kau hebat!”

 

***

 

“Aku pulang!” Hyerim mengucapkan salam dan melepas sepatunya. Bau makanan sudah tercium oleh hidungnya. Ia lempar ranselnya asal di sofa ruang televisi dan bergegas menuju ruang makan. Tampak Kakak perempuannya hendak menaruh beberapa makanan dimeja. “Hyerim-ah, kau pulang terlambat?’ Seorang gadis dengan rambut panjang coklat nya tergerai indah. Kaos putih dan celana jins pendek menampakkan kaki putih jenjangnya. Hyerim melengos dan duduk begitu saja. “Ada beberapa tugas yang harus aku selesaikan! Ibu dimana?” Tanpa aba-aba, Hyerim mengambil mangkuk kecil mengisinya dengan nasi.

 

“Ibu? Ah, Ibu ada di rumah Bibi Kang. Bibi Kang tidak enak badan. Kau tahu sendiri kan Bibi tinggal sendiri di rumah. Maka dari itu Ibu merawatnya sementara sampai keadaan Bibi membaik”. Hyerim mengangguk saja saat Kakak perempuannya menjelaskan panjang lebar. Hyerim merupakan anak bungsu. Ia mempunyai kakak perempuan 2 tahun lebih tua darinya. Namanya adalah Jung Yura. Mereka sama-sama berada di satu kampus dan jurusan yang sama. Kakaknya lebih hebat dalam hal bernyanyi. Pagi tadi ia melihat bahwa Kakaknya menduduki peringkat pertama untuk kesekian kalinya. Dan ia sendiri tak percaya jika Hyerim sendiri masuk dalam 10 anak tersebut.

 

Dikeluarganya hanya Ibu dan Kakaknya yang selalu berada disisinya. Semanjak ia hidup, ia sama sekali belum melihat Ayahnya secara nyata. Hanya sebingkai foto tua Ibu dan Kakaknya bersama Ayahnya. Ayahnya meninggal saat Hyerim berada dikandungan Ibunya saat usia kandungan berumur 5 bulan. Tuan Jung mengalami kecelakaan bis saat akan hendak pulang dari pekerjaannya. Ia sendiri berusaha untuk tak mengingat hal kelam itu jika ia tidak ingin berat badannya turun drastis seperti saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar karena jengkel tak punya Ayah.

 

TING! TONG! Suara bel rumah mereka terdengar nyaring. Yura meletakkan sumpitnya dan beranjak dari kursinya, tapi Hyerim menahan lengan Kakaknya. “Aku yang akan membukanya eonnie, mungkin itu Hani yang akan mengembalikan buku recordku”. Dengan mulut masih penuh nasi, Hyerim berlari kecil menuju pintu rumahnya. “Hani-ya, itu kau?” Gadis itu berteriak sambil memakai sandal berbentuk Pooh dan berlari mendekati pintu. Pintu terbuka dan..

 

Gadis itu mematung seketika. Matanya seraya ingin keluar. Begitu pula ‘tamu’ yang hendak di rumahnya tak sama terkejutnya dengan Hyerim karena tiba-tiba membuka pintu begitu saja. Pria itu membungkuk sopan dan tersenyum. “Benarkan ini rumah Yura Noona?”. Hanya helaan sinis keluar dari mulut Hyerim. Tangannya tak henti bergerak diambang pintu dan memandang pria itu penuh dengan kemurkaan. Tentu saja pria itu memandang heran karena ia pikir sejak awal ia sudah berlaku sopan.

 

“Ya! Brengsek!” Tentu saja pria itu membelalakkan matanya. Dalam pertemuan pertama kali ini, ia disebut brengsek oleh gadis yang tidak pernah ia kenal. “Ya! Apa maksudmu mengatakan ku brengsek? Kau benar-benar tidak punya sopan santun”. Pria itu tak kalah murka. Kemarahannya hanya dibalas senyuman sinis Hyerim. “Byun Baekhyun, Baekhyun. Bukankah itu namamu?” Hyerim menyampirkan tangannya ke dadanya. Terlihat jelas perlakuan Baekhyun kepadanya pagi ini. Tentu saja pria ini tak sempat melihat wajahnya.

 

“Ya! Siapa kau? Kau mengenalku?” Baekhyun menunjukkan dirinya sendiri. Hyerim melangkahkan kakinya mendekat tetapi pria itu memundurkan langkahnya. “Tentu saja, siapa yang tidak kenal dengan seseorang yang lancang sudah menabrakku dan mengatakan aku buta. Bukannya minta maaf. Brengsek jelas pantas untuk namamu!” Nada Hyerim pada akhirnya sedikit meninggi. Dahi Baekhyun mengernyit, berusaha mengingat kejadian yang mereka alami.

 

Baekhyun tertawa lirih dan menatap Hyerim. “Ahh~ Gadis sialan itu. Kau? Bukankah impas? Kau mengatakan aku brengsek? Bukankah kau yang harus minta maaf padaku terlebih dulu padaku?” Tak mau kalah, Baekhyun mencerca bagian kesalahan yang dibuat gadis itu juga. “APA!?” Hyerim berteriak keras, menimbulkan Yura yang sedang makan meletakkan sumpitnya. “Hyerim-ah! Siapa tamunya?” Merasa tak ada jawaban, Yura beranjak dari kursinya dan menuju ke pintu rumah. Pintunya terbuka lebar tanpa ada Hyerim disana. “Hyerim-ah! Kemana anak itu?” Yura melengok memeriksakan keadaan diluar rumahnya. Ia yakin ia mendengar Hyerim berteriak. Gadis itu mengedikkan bahu dan menutup pintu.

 

***

 

“Ya! Lepaskan aku! Ya! Dasar brengsek! Monster! Tidak tahu diri!” Baekhyun menghempaskan lengan Hyerim kasar. Rasanya telinganya sakit mendengar umpatan Hyerim yang ia tujukan padanya. “Ya! Kau memang pintar sekali mengumpat? Kau ini gadis macam apa?” Kedua tangan pria itu menunjuk tepat didepan wajah Hyerim. Hyerim mengeluarkan udara kasar dari mulutnya sehingga poninya terangkat.

 

“Mulutku sendiri. Ya! Kenapa kau ada didepan rumahku? Hah, aku tahu. Kau ingin memberikanku pelajaran? Silahkan! Aku tidak akan takut. Kau ingin apa?” Hyerim mulai mengoceh tiada henti. Tapi Baekhyun seraya kaku saat gadis itu mengatakan ‘didepan rumahku’ dengan jelas. “Tunggu! Rumahmu? Kau bekerja disana?” Baekhyun bertanya dengan penuh keingintahuan, melupakan sejenak kekesalannya pada Hyerim. Gadis itu tertawa singkat dan menatap Baekhyun murka. “Ya! Kau benar-benar tidak sopan santun Byun sialan. Itu rumahku. Rumahku!” Hyerim menekan kata rumahku dengan sangat jelas.

 

Pria itu mencari sesuatu dari jaket tebalnya, sebuah ponsel dengan aplikasi peta ia tunjukkan pada Hyerim. Dan sisi tangannya terdapat selembar alamat tertulis jelas dicetak tebal. “Alamat ini, rumahmu?” Baekhyun lagi-lagi memastikan jika alamat itu benar-benar alamat yang dicari, selain itu ia yakin jika rumah itu adalah rumah Jung Yura. Hyerim mengernyitkan dahinya dan menatap curiga. “Kau benar-benar sangat berambisi padaku? Kau menyukaiku ya?” Dengan tatapan polos Hyerim, pria itu memasukkan ponselnya dan lembaran itu ke saku jaketnya.

 

Telunjuknya ia dorong ke dahi Hyerim beberapa kali hingga gadis itu menghempaskan kasar. “Ya!” Baekhyun menyampirkan tangannya ke samping dan menghembuskan nafasnya kasar, merasakan bagaimana ia menahan amarah gadis didepannya dengan sangat. “Aku menyukaimu? Bermimpilah nona. Maaf, banyak gadis lain yang lebih seksi daripada dirimu. Dan kau?” Mata Baekhyun leluansa seraya menelanjangi tubuh Hyerim tanpa sungkan. “Siapa yang mau gadis seperti mu? Akh! Ya!!” Baekhyun mengangkat kaki kanannya dan mengaduh.

 

Tentu saja perbuatan siapa lagi jika itu adalah Jung Hyerim. Gadis itu mengibaskan poninya penuh kemenangan. “Benar-benar, pria kurang ajar ini. Sebaiknya kau enyah dari hadapanku. Aku tidak akan segan-segan melakukan lebih dari ini”. Hyerim berjalan kasar sehingga ia sengaja mengenai bahu Baekhyun hingga pria itu hampir saja terhunyung jatuh ke tanah. Walaupun pria itu sebenarnya ingin mengumpat dan menarik rambu ekor kuda gadis itu kesal, tapi untuk sekian kalinya ia berusaha untuk menahannya. “Benar-benar gadis itu. Membuatku kesal saja. Jika saja kau bukan wanita, aku akan memukulmu”.

 

***

.

Jam matakuliah tambahan bagi mereka yang sudah tercantum sebagai ’10 perfect student’ pada hari sabtu yang seharusnya adalah hari libur. Kelas yang berisi 10 anak dari berbagai tiap semester sudah duduk tenang mendengarkan materi yang diberikan. Kuliah pada jam tidur siang merupakan hal yang dibenci Hyerim. Ia berulang kali menguap dan berusaha menopang kepalanya yang seraya berat. Matanya seraya tak ingin membaca slide materi yang sudah dijelaskan seorang dosen satu jam yang lalu. PLUK! Sebuah gumpalan kertas putih jatuh berada dimejanya.

 

Walaupun ia merasa kantuk yang sangat berat, ia menilik di belakang duduknya seraya ingin tahu siapa pemilik kertas yang berani melemparinya disaat jam perkuliahan. Baekhyun yang duduk dibelakang melambaikan tangannya. Hyerim mengerutkan dahinya dan memandang gumpalan kertas dan pria itu secara bergantian. “Apa lagi sekarang?” Hyerim menghela nafasnya malas dan kembali menghadap kedepan. Ia membuka gumpalan kertas dan tampak tulisan hangul yang menurutnya tulisan terburuk yang pernah ia baca. Ia membacanya. Berulang kali. Ekor matanya mengawasi Kakak perempuannya Jung Yura yang duduk tak jauh darinya.

 

Tanpa berpikir panjang, ia merobek kertas itu dan membuangnya dalam laci. Ia melanjutkan menopang kepalanya dan berusaha mendengarkan materi walaupun ia tidak bisa melakukannya. PLUK! Untuk kedua kalinya rasanya Hyerim ingin mengumpat saat gumpalan kertas kedua sudah berada dimejanya. Tanpa membukanya ia langsung melemparkannya dalam laci. Matanya memerah menahan kantuk. Rasanya hari ini Hyerim mudah tersulut emosi. Kursinya yang ia duduki bergeser, ia berdiri dan memandang Baekhyun yang menatapnya penuh dengan was-was karena memang ini adalah jam perkuliahan.

 

“Ya! Byun Baekhyun. Kau ingin mati!!? Jika kau..” Awalnya teriakan Hyerim kuat karena ia lupa jika ia melakukan suatu kecerobohan karena emosinya sudah menutup akal sehatnya. Ia menutup matanya memelas dan menatap podium didepan. Menatap dosennya yang menatap murka. Pria setengah baya itu meletakkan buku tebalnya dan memijit tulang hidungnya.

 

Tawa kecil Kyungsoo yang duduk tepat dibelakang terdengar di telinga Hyerim. Pria idamannya menertawainya. Hyerim sekali lagi mengumpati dirinya sendiri. Ia malu, tentu saja. Jika bukan karena Baekhyun, ia tidak akan sekesal ini. “Nona Jung Hyerim!” Dosen itu menatapnya tajam. Hyerim berusaha tersenyum semanis mungkin. “I.. Iya Dosen Shin? Ma.. maafkan aku. Tadi.. ”

 

BRAK!! Hyerim tersentak saat Dosen Shin menghentak bukunya keras. “Nona Jung, SILAHKAN ANDA KELUAR SAMPAI MATA KULIAH SAYA SELESAI!”

 

***

 

Sneaker hitam milik Hyerim terlihat menginjak beberapa apel busuk yang sudah jatuh dari pohon. Gadis itu berulang kali mengumpat tatkala ia tidak bisa mengikuti jam kuliah sorenya. Nama Byun Baekhyun terus terngiang melewati otaknya. “Karena dia! Ash! Menyebalkan!”

 

Jika saja untuk hari ini semenjak kejadian pertemuan pertama mereka tidak akan terjadi, semuanya tak akan berujung dengan sial. Balkon atas gedung kampus merupakan salah satu tempat paling nyaman yang pernah disinggahi Hyerim. Sebuah kursi panjang dengan arsitektur bernuansa kayu merupakan tempat yang selalu ia duduki. Tampak langit sore sudah membiaskan cahaya keemasan. Kurang satu jam lagi matakuliah nya selesai.

 

Jika saja ia tidak terlalu gugup karena Kyungsoo didalam, ia tidak akan lupa membawa ranselnya ikut bersamaan saat ia keluar. Mungkin ia akan memilih pulang dan tidur siang. “Apa yang harus aku lakukan besok lusa? Apa yang Kyungsoo pikirkan tentangku? Jika saja Baekhyun enyah dari hidupku, aku tidak akan semalu ini”. Hyerim melemparkan tubuhnya dan tidur terlentang pada kursi yang berada disisinya.

 

Satu hal yang membuat nya tahu maksud Baekhyun mendatangi rumahnya, bukan karena ia ingin membalas dendam padanya. Tapi kenyataan yang tak terduga, seorang Byun Baekhyun menyukai kakaknya. Ya, Jung Yura. Gadis dua tahun diatasnya itu sudah membuat Baekhyun terpesona. Siapa yang tidak menyukai Jung Yura. Gadis yang terlihat manis dengan dress yang selalu ia kenakan. Rambutnya ia biarkan tergerai indah saat angin menerpa rambutnya. Ia cantik dan sangat feminim.

 

Berbeda dengan Hyerim. Gadis pemalas yang jarang memoles wajahnya. Menguncir asal rambutnya. Setelan kaos, jaket dan celana jins sudah merupakan baju khas nya setiap hari. Permintaan Baekhyun yang tertulis jelas dalam kertas membuatnya Hyerim malas melakukannya. Setiap mendengar nama Baekhyun, ia tidak bisa melupakan bagaimana perlakuan sombong Baekhyun padanya.

 

Dan saat ini berakhir dengan memintanya mendekatkan dirinya dengan Yura? Baekhyun dan kakaknya? Tentu saja, ia terlalu malas melakukan hal kekanakan seperti itu.

 

“Yang benar saja. Si sombong itu menyukai Yura Unnie. Tck! Orang rendah seperti nya terlalu memilih tipe yang tinggi. Bodoh! Aku tidak peduli” Hyerim memiringkan tubuhnya. Membiarkan angin menyapu anak rambutnya. Tak lupa headset yang sudah tersampir di sepasang telinganya. Seiring dengan alunan lagu klasik seraya menghipnotis untuk memintanya tidur. Berselang beberapa menit kemudian, matanya seraya berat dan kemudian tertutup. Gadis itu tertidur.

 

***

 

“Ya! Bangun! Kita harus bicara!” Kursi yang awalnya sebagai tempat peristirahatan Hyerim goyah karena seseorang menendang kursinya cukup keras. Gadis itu mengerjap, berusaha beradaptasi dengan cahaya sore yang semakin gelap. BUK!! “Ya!!!!” Hyerim berteriak karena ranselnya dilempar tepat di kepalanya. Tentu saja ia marah, karena itu benar-benar tindakan tidak sopan.

 

Gadis itu mendongak mendapati Baekhyun yang sudah berdiri di hadapannya. Hyerim mendengus dan beranjak dengan kasar. Ia menenteng ranselnya disisi bahu kanannya dan meninggalkan Baekhyun begitu saja. Ia cukup lelah dan tak ingin emosinya tersulut karena seorang Baekhyun. “Ya! Badak! Kau tidak lihat orang tampan ini mengajakmu berbicara!?”

 

Tepat saat itu, Hyerim memutar tubuhnya. Ia tertawa lirih dan menggelengkan kepalanya. Ia tahu, bahwa Baekhyun adalah seseorang dengan kepercayaan diri tinggi. Tampan? Rasanya Hyerim akan muntah setelah ini. “Jika aku badak, lalu kau apa? Monyet? Sudahlah, berhentilah mengangguku. Aku tidak punya banyak waktu untuk ikut dalam masalahmu”.

 

Hyerim mengabaikan teriakan murka Baekhyun yang beberapa kali memanggil namanya. Sungguh, ia tidak ingin berurusan dengannya. Sebelum Hyerim menuju pintu keluar dan menuruni tangga, langkahnya berhenti. Mendengarkan seksama decitan suara sepatu sedang menaiki tangga, menuju kekeberadaan mereka. Baekhyun yang sedari tadi mengomel terdiam sesaat, memperhatikan punggung mungil Hyerim terhenti.

 

Tampak kepala menyembul dan sampailah dia menuju ke balkon atas. Tampak matanya membulat saat keduanya sedang dalam ditempat yang sama. Ia membawa beberapa buku dan kemudian ia tersenyum. Tentu saja, Hyerim seraya mati kutu dan dimana kakinya tak bisa digerakkan. Itu Kyungsoo. Hyerim tersenyum tanpa sadar, seraya air sejuk mengguyur otaknya yang awalnya memanas. Senyuman Kyungsoo merekah saat mata mereka bertemu dan Kyungsoo berjalan menghampirinya.

 

“Ya! Do Kyungsoo! Ada apa urusanmu kesini!?” Senyuman Hyerim memudar tatkala suasana indahnya hancur berkeping-keping. Ia menoleh ke arah Baekhyun, menampakan mata murka yang siap menjatuhkan nya dari atas. “Aku ingin mengembalikan buku milik Hyerim yang tertinggal dilaci? Apa yang kalian lakukan?” Kyungsoo menyerahkan buku Hyerim tanpa memandang Hyerim sekalipun karena Kyungsoo terfokus dengan pertanyaan Baekhyun.

 

Jujur saja, Baekhyun sudah mengagalkan suasana indah yang diimpikan Hyerim. Jika saja Baekhyun tidak kesini, tentu saja dia akan mendapatkan banyak waktu untuk berbicara dengannya. Dan kali ini, Kyungsoo tak menatapnya seakan ia hilang ditelan Baekhyun yang mendominasi suasana impian Hyerim.

 

“Bukan urusanmu! Bisakah kau pergi? Aku ada urusan dengan gadis badak ini!” Dan lagi-lagi Hyerim ingin menginjak Baekhyun kali ini. Kyungsoo menatap Baekhyun dan Hyerim bergantian kemudian ia mengangguk. “Baiklah! Baekhyun-ah, Hyerim-ah, aku harus kembali”. Mendengar hal itu, Hyerim membalikkan tubuhnya dan membungkuknya badannya seiring Kyungsoo turun dari balkon. “Hati-hati dijalan”. Lirih. Hyerim mengatakan lirih hingga ia sendiri tidak mendengarkannya.

 

Gadis itu menghela nafasnya, sekedar untuk menahan emosinya. Ia berbalik dan berjalan kasar menuju Baekhyun yang tersenyum renyah padanya. “Ya! Kau harus membantuku.. Ya!! Apa yang kau lakukan!?” Permintaan Baekhyun terhenti dan diganti dengan teriakan kesakitan saat Hyerim berhasil menjewer telinganya. Tentu saja, Hyerim geram bukan kepalang. Jika ia bisa, ia ingin telinga Baekhyun putus kali ini juga. Ia menarik telinga Baekhyun untuk mengikutinya turun dari balkon, tak peduli Baekhyun sudah meraung-raung untuk melepaskannya. “Ikut aku! Jika tidak, aku akan menghajarmu!”

 

TO BE CONTINUE

Ini FF yang aku buat 2 tahun lalu. Kalo ada typo dan sebagainya tolong dimaklumi yah^^ Sumpah, karena aku gak ada niatan buat edit atat baca lagi. Gimana? Suka? Tinggalkan jejak yah, jadilah readers yang baik hati ^^

by. L.Kyo

90 tanggapan untuk “[Chaptered] Heart Attack (1st-Chapt) –L.Kyo”

  1. Keren kak. Aku suka ceritanya. Lucu. Tingkah alami baekhyun yang jail, iseng sekaligus nyebelin. Hahaha.
    Btw, hehe izin baca ya kak. Aku reader baru disini.

  2. Baru nemu storynya, bkin ngakak mulu,,, Baekhyun emang the best klau dapet ff genre romance, humoris, ,,gila Badak ama monyet

  3. Suka nih klo gendre nya gini.. Sama” keras kepala.
    Gak bisa akur, klo ketemu berantem terus.
    Wkwkwk mo ngapain tuh hyerim?
    Duh baek gangguin mulu, nnti jd kebiasaan loh#ehh
    Ijin baca thor ^^

  4. New readers heree.. Salam kenal author 😊 itu baekhyun hyerim nya kocak banget sih hahahah berantem mulu kayak gue sama abang gue *nahloo* so far enak sih ceritanyaa.. Fighting author 🙋🙌🙌 *lanjut mau baca chapter 2~ :v

  5. Suka deh sama hyerim atau si eunjinya tomboi tomboi gmn gitu jadi cocok bgt kalo eunji meranin cewek tomboi,,,dan tom and jerry an hyerim sama baekhyun itu keren bgt,,,
    oh iya kayaknya aku pernah bc ff ini di facebook kalo gak salah,tapi kakaknya hyerim beda,iya gak sih? Lanjut baca ya

    1. Astaga. Km adalah org keberapa yg masih inget ff ini yg aku publish 2 taun lalu. Ihiik :” huuh, kakaknya beda. Wkwkwk. Ni aja aku rombak abis2an

  6. Ya. Tapi yng waktu itu juga bagus kok, tapi di sini kakaknya hye rim di ganti ya? yang waktu itu kalu ga salah Taeyeon ya? belum sempet baca chapter 2nya ini 😀
    langsung caw ke chapter 2

  7. kalu ga salah ini udah pernah di post ya? posternya juga sama Main castnya juga, dan kalu ga salah itu sampe 20 chapter lebih?
    dan enath itu aku lupa ada di blog apa.. tapi emng kamu penulisnya ya 😉 🙂

    1. iya sudah, tapi itu masih abal dan ini ff remake say. jadi satu chaper lebih bayak isinya dan bukan sampe 20an seprti dulu. kyaaaa~ padahal ini FF lahir 2 taun lalu dan km masih mengingatnya. terharu >< blog blogger say bukan wordpress kek gini. masih kudet ama namanya WP :v

  8. Hey aku reader baru izin untuk baca ceritanya dari awal yaa 🙂

    Aku suka genre nya dan pemilihan castnya juga.Baekhyun dengan wajah tanpa dosanya dan Eunji atau Hyerim terseralah yang terkadang agak sinis hhoo

    Fighting Thooorr

    1. sebenernya apa nyaaa?? wkakakakakkakak~ iya iya, tau kan? wakkkss. ini epep 2014 yg aku rombak 90%.. jadi kakka hyerim itu ya itu.. wkakakka. rahasia yak? kwkwkwkw

  9. Keren thorrr!! Suka sama ceritanya, alurnya juga pas (gakecepetan gituu)…
    Aishhh, baek kenapa lucu bgtt wkwk tp agak nyebelin dikit sih wkwkwk
    Kyungsoonya fixly, tetep jadi idolak hahaha:D
    Castnya pas bgt thor, bias aku hahaha
    Next chap jangan lama2 ya thor!! Keep writing hehe^^

    1. akkk, makasih evita^^ iya, aku usahain di cast ini sama dengan sifat mereka. biar mudah ngebayangin gimana sengklek dan cabenya byun bacon.. saoloh :v okee. tunggu ya ^^ makasih sudah baca

  10. Kyaaaaaa
    Wkwkkw kocak banget mereka berdua, unik ya keknya wkwkwk
    Pasti nanti sahabatan, dannn Baekhyun selalu merusak hari-hari Hyerim -___- tapi itu yang membuatnya menjadi lucu wkwkwk, oke sip ditunggu kelanjutanya ya! Semangat! ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s