[EXOFFI FREELANCE] The Archilless (Chapter 2)

tumblr_static_94438kcyg30ocgscgow0kw84k_640_v2

~THE ARCHILLESS

~CHAPTER 2

 

Author:

@Haralorenqk

Length:

Series

Genre:

Fantasy, Romance, Friendship

Rating:

PG-15

Main cast:

PARK CHANYEOL

YOO HARA (OC)

KIM JONG IN

OH SEHUN

BYUN BAEKHYUN

LUHAN

KIM JONGDAE

Additional Cast:

IM JANGMI (OC)

OTHERS EXO’S MEMBER

2AM JOKWON

F(X) VICTORIA

2PM CHANSUNG

BEAST GIKWANG

RM KIM JONGKOOK

RM YOO JAESUK

 

Disclaimer:

Fanfiction ini terinspirasi dari beberapa cerita fantasy seperti Narnia, Harry Potter, dan Percy Jackson. Ide cerita asli buatan sendiri dan pernah diupload di blog pribadi kpopidoldreamland@blogspot.com

“Setiap gerhana matahari di tahun yang ke dua puluh, di saat itulah para Percy di Barnsteen harus bersiap-siap dengan perang besar mereka melawan para Titan. Mereka harus berperang melindungi kotak Pandora, benda milik bangsa Titan yang jika dibuka, maka Barnsteen termasuk bumi serta manusia akan dilanda kejahatan abadi. Para Percy harus mengirim pahlawan-pahlawan terbaik mereka, yakni para Archilless.“


 

Chanyeol merasa tidak asing dengan rumah yang baru dimasukinya saat ini. Dia tidak sedang berada di Barnsteen, rumah barunya,tapi dia berada di salah satu rumah di daerah Seoul. Ya, daerah itu adalah kampung halamannya. Dan Chanyeol baru ingat kalau rumah ini adalah rumahnya yang dulu, rumah saat dia masih tinggal bersama kedua orangtuanya.

 

“Chanyeol-ah…“ panggil seorang wanita dengan lembut lalu menggendong anaknya yang tampaknya baru berusia tiga tahun itu. “Kau harus tumbuh menjadi pemuda yang tampan! Kau juga harus menjadi seorang pahlawan seperti appa-mu. Eomma akan selalu menjaga dan menyayangim, Nak.”

 

Chanyeol mengenali wanita itu. Dia adalah seseorang yang selama ini begitu dirindukan Chanyeol. Seseorang yang saat ini membuat Chanyeol meneteskan airmatanya. “Eomma…“

 

Chanyeol berjalan mendekati oemma-nya yang sedang menimang seorang bayi sambil menyanyikan sebuah lagu. Bayi itu adalah Chanyeol sendiri. Chanyeol ingin sekali dirinya yang saat ini, yang dipeluk dan dicium oleh eommanya. Chanyeol memang tidak tahu dia sedang berada dalam alam apa saat ini, yang jelas kehadirannya sepertinya tak disadari oleh sang eomma. Chanyeol pun mendekati sang eomma yang membelakanginya, namun…

 

“Beom-aa, kita harus segera pergi dari sini…” kata seorang pria yang baru saja masuk ke dalam kamar tersebut. Dia adalah Park Jungsoo, ayah Chanyeol.  

 

“Waeyeo?”

 

“Mereka sudah mengetahui keberadaan kita…”

 

Hong Beom seperti ingin menangis begitu mendengar suaminya mengabarkan berita buruk itu padanya. Padahal kehidupan mereka selama empat tahun terakhir cukup damai dan bahagia. Dia hanya terdiam melihat suaminya mulai mengemas satu per satu barang-barang mereka.

 

“Museun-seuriya, Appa?” Chanyeol melangkah mendekati appa-nya dengan wajah yang sama khawatirnya dengan mereka. “Museun-seuriya? Kalian mau ke mana?“

 

Di saat itu mata Chanyeol tiba-tiba tertuju ke kalender. Hari ini adalah tanggal 30 April 1998. “Hari ini…” gumamnya dalam hati. “Hari ini adalah hari kebakaran terjadi!” Chanyeol melotot kaget. “Eomma!!! Appa! Kalian harus pergi dari sini!! Ppareuda!!”

 

 

 

 

 

 

 

 

“Ppareuda! Eomma!! Appa!”

 

 

“Chanyeol-ah!!” seseorang menepuk pipi Chanyeol yang tidur sambil mengigau. “Chanyeol-ah!!!”

 

Chanyeol akhirnya membuka mata. Nafasnya terengah-engah, seperti baru dikejar anjing gila. Kepala Chanyeol dipenuhi keringat dingin padahal suhu kamar mereka saat itu normalnya tidak akan membuat mereka berkeringat.

 

“Kau mimpi buruk?”

 

Chanyeol melirik ke sekitarnya. Dia sadar kalau dia sedang berada di kamar, bersama Jongdae, teman sekamarnya.

 

“Gwaencanha?”

 

“Gwaencanha… Maaf aku menganggu tidurmu. Aku hanya bermimpi buruk.”

 

“Tidak apa-apa. Aku juga memang biasanya bangun sepagi ini untuk melihat tanaman-tanamanku di taman. Oh iya. Kau pasti diberitahu untuk bersiap-siap sebelum jam 7 pagi kan?”

 

Park Chanyeol membetulkan posisi duduknya. Berusaha melupakan mimpi buruk yang baru saja dialaminya, “Memangnya ada apa dengan jam 7 pagi?”

 

“Neo mollasseo? Apa mereka benar-benar membiarkanmu tak mengetahui apapun? Ah, arasseo… aku yang akan memberitahukannya. Pagi ini adalah upacara pembukaan tahun ajaran baru, sekaligus upacara pemasangan lencana murid baru Empire. Semua orang, guru, maupun para senior akan berkumpul menyambut kita di aula besar. Selain itu yang terpenting adalah… kita akan mengetahui identitas kita hari ini juga. Bukankah kau penasaran akan memiliki kekuatan apa?”

 

“Aaa… “ Chanyeol menganggukkan kepalanya mengerti.

 

“Bersiaplah! Dan satu lagi, semalam saat kau tidur, Baekhyun datang mengantarkan seragam milikmu. Aku sudah meletakkannya di lemarimu.”

 

“Gomawo…” Chanyeol pun berusaha untuk melupakan mimpi buruknya dan mempersiapkan dirinya masuk ke lingkungan baru di Empire Academy.

 

 

 

 

 

 

Musik megah mengiringi diantarnya sebuah altar besar menuju ke depan aula. Ratusan siswa serta puluhan guru berdiri menyambut datangnya altar itu. Di depan, telah berdiri Master Yoo yang mengenakan baju kebesarannya dan bersiap menyambut altar istimewa.

 

“Itu namanya Altar Olympus. Satu per satu dari kita akan berdiri di sana. Altar itu akan menunjukkan kekuatan apa yang kita miliki.”

 

Chanyeol mengangguk2 mendengar bisikan dari Baekhyun. Chanyeol sangat berterimakasih pada Baekhyun yang tanpa ia minta telah memberi jawaban atas pertanyaannya. Sebab Chanyeol memang bertanya-tanya dalam hati, benda apa itu?

 

“Semuanya silakan duduk!” Begitu Master Yoo berbicara demikian, semua orang yang ada di dalam aula besar langsung duduk. “Seperti biasanya… kita akan menyambut para murid baru dengan memberikan mereka kesempatan berdiri di altar Olympus. Masing-masing dari kalian memiliki keistimewaannya sendiri-sendiri untuk itu, pergunakanlah kekuatan kalian dengan baik. Guru Kwon, silakan dimulai.”

 

“Lee Seungyeol…”

 

Seorang siswa berambut cokelat dari deretan bangku Chanyeol berdiri lalu melangkah menuju altar Olympus. Begitu ia memijakkan kakinya ke atas altar, altar tersebut langsung menyala, membuat Chanyeol serta murid-murid lain kaget. Dari atas kepala siswa itu, mulai muncul sebuah tanda berwarna keemasan yang tampak seperti hologram. Tanda itu adalah gambar api. Dan sebuah lencana terjatuh di meja altar itu, lencana lidah api.

 

“Hephaestuss!” teriak Guru Kwon.

 

“Wwwwwuuuu!” Puluhan siswa-siswa yang berada di ujung aula besar berdiri dan bersorak-sorai mendengar pengumuman barusan. Mereka semua memakai lencana yang sama seperti yang diberikan kepada siswa bernama Lee Seung-yeol itu. Lencana api. Ya. Mereka adalah kelompok siswa berkekuatan Hephaestus, kekuatan api dan pembuat senjata.

 

“Byun Baekhyun…”

 

Chanyeol menoleh ke Baekhyun yang dengan santai berdiri di depan altar.

 

“Semoga saja dia mendapat kekuatan Aphrodite. Hahaha…” celetuk gadis yang meneriaki Baekhyun kemarin. Kalau tidak salah namanya adalah Im Jangmi.

“Apa itu Aphrodite?” bisik Chanyeol ke telinga Jongdae.

 

“Kekuatan kecantikan…”

 

“Pphhff…” Chanyeol segera menahan tawanya setelah mendengar itu.

 

Kembali ke Baekhyun. Sama seperti yang terjadi pada Lee Seungyeol. Di atas kepala Baekhyun muncul hologram emas bergambarkan matahari dan kemudian sebuah lencana matahari diberikan kepada Baekhyun.

 

“Apollloooo!!!”

 

Baekhyun melambaikan tangannya ke Chanyeol dan dengan semangat menuju ke kelompok pemilik kekuatan Apollo. Chanyeol semakin tegang. Bahkan terasa lebih tegang dari saat dia akan operasi usus buntu dulu. Chanyeol takut jarum suntik. Dan dia rasa saat ini seperti akan disuntik dengan sejuta jarum. Chanyeol penasaran dengan kekuatannya. Apa dia seorang Pan? Tapi Chanyeol tak menyukai tumbuhan sama sekali. Atau dia Apollo? Chanyeol bahkan tak menyukai sinar matahari sedikitpun. Tapi mengingat Chanyeol memiliki kemampuan bernafas di dalam air, Chanyeol merasa kalau kekuatannya adalah Poseidon, kekuatan air.

 

“Song Eunbi…”

 

Seorang gadis berwajah angkuh berdiri dengan senyuman terlebarnya. Dia pun mendapatkan lencana Artemis, kekuatan bulan.

 

“Do Kyungsoo…”

 

Do Kyungsoo, anak misterius itu. Entah apa kekuatannya sampai dia bisa seserius itu. Begitu dia naik ke altar tiba-tiba langit menjadi gelap. Semua orang di dalam aula mulai ribut melihat perubahan yang terjadi. Master Yoo berubah menjadi sedikit cemas. Dia merubah posisi duduknya, sambil terus memandangi Kyungsoo. Beberapa saat kemudian dari atas kepala Do Kyungsoo, keluar hologram tongkat pencabut nyawa. Semua orang kaget dengan lencana miliki Kyungsoo.

 

“Do… Do Kyungsoo… Hades!” Guru Kwon tampaknya sedikit tegang saat mengucapkan lencana Kyungsoo.

 

Do Kyungsoo sendiri kaget dengan kekuatan yang dimilikinya. Jarang sekali ada siswa berkekuatan Hades di Empire. Bahkan untuk tahun ini, Do Kyungsoo menjadi yang satu-satunya memiliki kekuatan Hades, kekuatan kematian. Chanyeol tak memalingkan pandangannya sedikitpun dari Kyungsoo. Dia merasa kekuatan yang dimiliki Kyungsoo memang pantas untuknya yang sangat misterius itu.

 

“Baik semuanya harap tenang. Kita lanjutkan upacara pemasangan lencana ini. selanjutnya adalah… Oh Sehun!”

 

Seorang pria tampan dengan rambut blonde berdiri dan melangkah ke altar. Tatapan matanya lurus ke depan dan dia tampak begitu serius. Namun, entah kenapa. Saat Chanyeol menatap mata Sehun, dia merasa seperti ada yang menusuk kepalanya.

 

“Arkh!“ Chanyeol memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit.

 

“Waegeure? Gwaencana?” seru Jongdae panik melihat Chanyeol.

 

“Eng… ye… gwaencana… “ jawab Chanyeol lalu kembali menyaksikan Oh Sehun yang telah berdiri di atas altar. Dari kepala Sehun, keluar hologram emas bergambarkan bumi yang bulat. Sehun pun mendapatkan lencana kekuatan bumi, yaitu Gaea. Pemilik kekuatan Gaea memang tidak banyak di Empire. Sebab Gaea adalah kekuatan yang cukup berbahaya dan memiliki sejarah yang tak terlupakan di Barnsteen. Sejauh ini, pemilik dari kekuatan itu sendiri baru Guru Yang, guru pelatih kekuatan bumi, lalu ada Kris, salah satu anggota Lexus, dan Oh Sehun.

 

“Selanjutnya adalah Park Chanyeol!”

 

“Hwaiting, Chanyeol-aa!” Jongdae mengangkat tangannya dan memberikan semangat ke teman sekamarnya itu. Chanyeol menarik nafas panjang dan berdiri. Dia pun melangkah dengan penuh keyakinan ke altar Olympus.

 

“Jongdae-ya, apa dia orang yang dijemput Baekhyun?”

 

“Ya. Kau belum berkenalan dengannya?”

 

“Untuk apa?” tanya Jangmi  dengan mimik menyebalkannya.

 

“Siapa tahu dia lebih memilih berteman denganmu daripada dengan Baekhyun. Setidaknya kau harus memiliki seseorang yang berada di pihakmu. Jadi kau tidak akan dibully dengan mudah lagi.”

 

“Benar juga… Siapa nama anak itu tadi?”

 

 

 

 

Sementara itu, Chanyeol telah berdiri di atas altar Olympus. Berbeda dengan murid lain, respon altar tersebut ke Chanyeol sedikit lebih lambat. Di sisi lain ekspresi para guru saat melihat sosok Park Chanyeol juga berbeda. Sebagian dari mereka saling membisikkan sesuatu. Terlihat wajah serius Master Yoo juga Guru Kwon di antara mereka. Kedua orang itu tampaknya sangat menantikan pengumuman seperti apa yang diberikan altar Olympus kepada Chanyeol, murid pilihan mereka.

 

 

 

“A…apa alat ini rusak?” gumam Chanyeol karena entah kenapa alat itu lama sekali mengumumkan apa lencana Chanyeol.

 

Dan beberapa saat kemudian, tiba-tiba langit mulai berubah. Sama seperti saat Kyungsoo menerima lencana Hadesnya tadi. Tapi kali ini, langit berubah menjadi mendung. Awan-awan hitam bergerak menutupi seluruh kastil dan sekumpulan petir juga muncul di antara mereka.

 

Dhuaar!!!!

 

“Aaarrk!!” teriak semua orang yang ada di dalam aula. Semua menutup telinga mereka karena kehebohan serangan petir yang terjadi di sekitar kastil. Chanyeol sendiri tidak berhenti membolak-balikkan tubuhnya karena ia merasa ada sesuatu yang sedang mengelilinginya, tapi tak terlihat. Dari atas kepala Chanyeol kemudian muncul sebuah hologram emas yang sudah lama tidak pernah muncul lagi di Empire. Terakhir kali hologram itu muncul dua puluh tahun yang lalu. Hologram itu adalah hologram petir. Chanyeol berlencana Zeus.

 

“Seolma…” seru beberapa orang sambil menatap tak percaya Chanyeol yang mengambil lencana miliknya dengan tangan gemetar. Begitu dia menoleh ke kursi para murid, getaran di tubuhnya bertambah kuat karena semua mata melotot ke arahnya. Kecuali Baekhyun dan Jongdae, yang sudah tahu kalau Chanyeol adalah pemilik lencana Zeus. Kekuatan yang dinantikan oleh seluruh Barnsteen.

****

 

 

 

 

 

 

 

“Jadi dia pahlawan Barnsteen selanjutnya?”

 

“Tidak mungkin. Dia kan baru sampai di Barnsteen sehari yang lalu. Baekhyun bodoh yang membawanya.”

 

“Bahkan dia tidak terlihat seperti seorang pahlawan.”

 

Chanyeol melangkah gusar melewati lorong kastil. Saat ini dirinya berhasil menjadi pusat perhatian seluruh Empire. Setiap dia lewat, selalu saja ada orang-orang yang memperhatikannya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Chanyeol bahkan berusaha menutupi lencana petir yang terpasang di dadanya, karena benda itu yang paling menarik perhatian semua orang.

 

“Jadi ini Zeus selanjutnya?”

 

Chanyeol berhenti melangkah begitu menyadari ada banyak kaki sedang mengelilinginya. Chanyeol memberanikan diri menegakkan kepalanya dan ternyata, sekelompok siswa laki-laki sedang memperhatikannya. Sebagian dengan senyuman, sebagian lagi memandangnya sinis. Salah satu di antara mereka ada Oh Sehun.

 

“Aku baru sadar kalau dia mirip dengan Park Jungsoo…” kata salah satu di antara mereka yang memiliki wajah paling terlihat baik dan ramah. Ia mengenakan lencana berbentuk trisula Poseidon, di bawah lencana tersebut, terjahit nama Xi Luhan.

 

“Seharusnya dia adalah anaknya. Apa kau benar2 anak Park Jungsoo, Archilles bersejarah yang menjadi pahlawan Barnsteen dua puluh tahun yang lalu?” tanya siswa yang berdiri paling depan. Dari papan namanya tertulis nama XIUMIN, lencana pedang, Ares.

 

Chanyeol benar-benar kikuk dibuat mereka dan hanya bisa mengangguk di setiap pertanyaan mereka. Dia pernah mengalami hal seperti ini. Yaitu saat dia menghadiri kegiatan OSPEK waktu SMA. Saat itu, karena wajah Chanyeol yang tampan, dia dikerjai habis-habisan oleh para seniornya. Dan mungkin kali ini akan seperti itu juga.

 

“Aku Xiumin… ketua Lexus di Empire.” Xiumin mengulurkan tangannya dan dibalas Chanyeol yang masih terlihat kikuk. “Aku Park Chanyeol…”

 

“Ini Luhan…” kata Xiumin lagi. “Ini Kris… dan, untuk dua orang ini… Tao dan Sehun, mereka seangkatan denganmu.”

 

 

Tiba-tiba…

 

“A…apa yang terjadi?” Baekhyun tiba-tiba datang dan langsung menyelonong masuk ke obrolan mereka.

 

“Aishh… Anak ini lagi…” celetuk Luhan.

 

“Apa temanku ini berbuat sesuatu yang salah? Tidak kan, Xiumin-sunbaenim?” tanya Baekhyun. Ingin sekali Chanyeol mengetok kepalanya dengan penggaris yang ada di rumahnya. Sayangnya, Chanyeol tidak membawa itu. Tentu saja dia tidak melakukan apa-apa, justru orang lain yang berbuat apa-apa padanya.

 

“Tentu saja. Dia kan bukan dirimu, Byun Baekhyun … Khajaa…“ Xiumin melangkah pergi diikuti oleh teman-temannya yang lain. Xiumin bersama para Lexus pun pergi meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun.

 

 

“Kau tidak melakukan apa-apa kan?”

 

Chanyeol tidak menjawab pertanyaan Baekhyun. Dia terdiam sambil menatap kepergian seseorang dari Lexus itu yang tadi menatap dirinya dengan tajam.

 

“Chanyeol-ah!!”

 

“M..mwo?”

 

“Aiishh… lupakan! Ayo kita ke kelas… “

 

 

 

[ Padang rumput Barnsteen… ]

 

Dengan nafas terengah-engah, seorang gadis berusaha berlari secepat mungkin sambil sesekali melirik ke belakangnya. Gadis yang berpakaian ala manusia bumi itu seperti merasa ketakutan dengan apa yang mengejarnya. Jauh di belakangnya, seekor harimau yang ukurannya lebih besar dari dari ukuran harimau normal mengaum-ngaum sambil mengejar gadis itu.

 

“Tolong!”

 

Dia tampaknya mulai kelelahan dan hampir tak bisa bernafas karena berlari. “Tolong akuuu!!!!”

 

Bukk!!!

 

Gadis itu tersandung batu dan terjatuh. Kepalanya yang terbentur tanah mengeluarkan darah, dan gadis itu pun tampak tak sadarkan diri. Namun, sebenarnya dia tidak sepenuhnya pingsan. Di keadaan setengah sadarnya, dia mendengar sebuah percakapan.

 

“Hentikan!” bentak seorang wanita dari jauh. Harimau yang akan menerkam gadis itu berhenti melangkah dan berubah menjadi seorang manusia. Seorang pria bertubuh tinggi dengan lingkaran hitam di matanya. “Bukan dia orang yang kita cari!”

 

“Kau yakin?” tanya pria itu.

 

“Anak itu sudah berada di Empire sejak kemarin. Gadis ini sepertinya sengaja dijadikan jebakan untuk kita. Kau tahu dia siapa?”

 

“Aku tidak tahu siapa namanya. Yang jelas aku melihat dirinya dibawa oleh seekor Pegasus memasuki Barnsteen.”

 

“Baiklah, Chansung. Sebaiknya kau pergi sebelum ada yang melihat kita berdua di sini. Gadis ini biar aku yang mengurus…”

 

Pria itu pun menunduk dan mengubah dirinya menjadi seekor harimau lagi. Di saat itulah, gadis yang setengah sadar itu perlahan mulai merasa semuanya gelap dan dia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

[ Kelas Guru Lee ]

 

“Perkenalkan namaku Lee Kwangsoo, dan kalian cukup memanggilku Guru Lee saja. Di Empire, aku mengajar bidang studi teori Barnsteen. Kalian suka teori?”

 

Tidak ada yang menjawab Guru Lee. Kelas senyap karena semua mata hanya terdiam menatap guru bertubuh tinggi itu. Tampaknya, jawaban atas pertanyaan barusan adalah anak-anak sama sekali tidak menyukai teori. “Eng, baiklah… kita langsung saja masuk ke pelajaran pertama kita.”

 

Chanyeol duduk dengan Baekhyun. Di belakangnya ada Kim Jongdae yang duduk dengan Kyungsoo. Di depan mereka ada Im Jangmi yang duduk sendirian sambil melihat ke arah sudut depan kelas. Di sana ada Oh Sehun dan Tao yang sedang konsentrasi mengikuti pelajaran.

 

“Chanyeol… Coba kau lihat anak yang duduk dengan Sehun itu.” bisik Baekhyun. “Dia memiliki lingkaran hitam di matanya…”

 

“Memangnya ada apa dengan orang yang memiliki lingkaran hitam di mata mereka?”

 

“Mereka identik dengan titan.”

 

“Bukankah salah satu guru kita juga ada yang matanya seperti itu?”

“Oohh… pasti yang kau maksudkan itu Guru Yang bukan?” tanpa sadar Baekhyun mengeluarkan suara yang membuat Guru Lee langsung melirik kepadanya.

 

“Tuan Byun… bisa Anda jelaskan tentang rangkuman materi hari ini?”

 

Baekhyun panik. Guru Lee menegurnya pasti karena suaranya yang berisik tadi. Dasar Byun Baekhyun!

 

 

 

 

 

 

[ Di sebuah rumah… ]

 

“Dia bukan orang jahat kan, Yeobu?” kata seorang wanita sambil menatap seorang gadis yang terbaring di kursi ruang tamu mereka.

 

“Pakaiannya aneh…” seorang gadis juga melakukan hal yang sama seperti ibunya.

 

“Itu pakaian manusia bumi…”

 

“Jadi maksud Appa dia manusia bumi? Kenapa dia bisa sampai di Barnsteen?”

 

“Appa juga tidak tahu. Persediaan obat-obatan kita sudah habis. Sebaiknya kita bawa dia ke balai pengobatan Empire. Lagipula aku yakin dia di sini karena menjadi salah satu murid Barnsteen.”

 

“Ke Empire? Aku boleh ikut kan, Appa?” gadis berusia 17 tahun itu mulai melakukan aegyo di hadapan appa-nya.

 

“Kau pasti mau bertemu dengan anak Guru Kim itu kan?”

 

Gadis itu cengengesan. Dia memang menyukai Kim Jong-in, salah satu murid Empire yang merupakan teman sekolah kakaknya dulu. Ya. Dia dalah Kim Chaera, adik dari Kim Jongdae. Rumah ini, keluarga ini, adalah keluarga Kim Jongdae.

****

 

 

 

 

 

 

 

[ Bilik Master Yoo ]

 

“Alasanku memanggilmu ke sini adalah karena aku ingin memberikan selamat kepadamu, Park Chanyeol-ssi.”

 

“Selamat? Untuk apa?”

 

“Selamat atas lencana yang kau dapatkan, lencana Zeus.”

 

Chanyeol melirik ke lencana miliknya yang dipasang di sebelah kiri seragamnya. “Aku yakin kau adalah penerus ayahmu, Park Jungsoo.”

 

“Maaf. Tapi aku tidak mengerti. Apa lencana Zeus sangat special? Kenapa semua orang menatapku saat upacara tadi. Mereka bahkan membicarakanku dan lencana Zeus ini!”

 

Master Yoo tersenyum. “Zeus adalah kekuatan terbesar di Barnsteen. Hanya orang-orang terpilih saja yang ditakdirkan untuk memiliki kekuatan Zeus. Dan mereka yang ditakdirkan, dipercaya oleh semua orang untuk menjadi pemimpin para archilles, pahlawan Barnsteen.”

 

“Tapi, Master Yoo. Bukankah aku memiliki lencana Zeus karena Appa-ku juga memilikinya? Aku dengar mereka mendapatkan lencana karena diturunkan dari orangtua”

 

“Apa kau pikir halaboeji atau harameoni-mu memiliki Zeus juga? Tidak. Karena lencana Zeus tidak diturunkan, tapi diberikan kepada mereka yang memang sudah ditakdirkan untuk memilikinya.”

 

“Jadi apa aku yang baru dua hari di sini adalah pahlawan Barnsteen selanjutnya?”

 

Master Yoo mengangguk sambil meneguk secangkir kopi di atas mejanya. Chanyeol memegang kepalanya karena dia merasa sedikit kesal. “Baiklah, Master Yoo. Jujur aku senang bisa menjadi salah satu percy yang memiliki kekuatan istimewa. Aku juga senang memiliki orangtua yang ternyata begitu terkenal di sini dan bahkan menjadi pahlawan negri ini. Tapi aku tidak terlalu senang jika tiba-tiba aku ditunjuk sebagai pahlawan selanjutnya. Aku tidak tahu apa-apa! Apa itu kekuatan Zeus saja aku tidak tahu.”

 

“Chanyeol-ssi… “

 

Kreekk!!!

 

Pintu ruangan Master Yoo terbuka. Guru Kwon datang dengan wajah panik yang membuat Master Yoo langsung beranjak dari kursinya. “Sesuatu terjadi di dekat rumah keluarga Kim, Master Yoo. Mereka menemukan seorang gadis tak sadarkan diri, dan gadis itu adalah seorang… “ Guru Kwon melirik ke Chanyeol dan meneruskan kata-katanya, “ … manusia.”

 

 

 

 

 

Begitu mendengar kabar dari Guru Kwon, Master Yoo dan Chanyeol terpaksa menghentikan obrolan mereka dan bergegas menuju balai pengobatan Empire. Master Yoo tidak menyangka jika ada manusia yang bisa masuk ke Barnsteen selain Chanyeol. Setahu mereka, tahun ini manusia bumi yang masuk ke Barnsteen hanya Park Chanyeol saja.

 

“Chaeraa!!“

 

“Oppa!!” Chae-ra berbalik dan menemukan Jongdae sedang menghampirinya. “Museun seuriya?”

 

“Ada seorang gadis pingsan di depan rumah kita.”

 

“Lalu kenapa kalian membawanya ke Empire?”

 

“Appa merasa kalau gadis itu adalah salah satu murid Empire.”

 

“Sekarang dia di mana?”

 

“Dia sedang dirawat oleh Lay-Oppa. Aa, Oppa… boleh aku tahu di mana Jong-in Oppa berada?”

 

“Aisshh… Dasar kau ini! Cepat ikut aku ke balai pengobatan!” Jongdae menarik adik perempuannya yang hanya bisa menggerutu karena gagal mendapatkan tujuan utamanya datang ke Empire, yaitu untuk melihat Kim Jong-in.

 

 

 

 

 

[ Balai pengobatan Empire ]

 

Gadis yang pingsan tadi sudah mendapatkan pengobatan dari Lay, salah satu healer terbaik di Empire. Beberapa saat setelah luka-lukanya diolesi, gadis itu mulai membuka matanya.  “I…ini di mana…”

 

“Gwaenchasimnika?” tanya Lay.

 

Gadis itu beranjak dari tempat tidur dan kebingungan. Tak lama kemudian, datanglah Master Yoo bersama beberapa guru dan juga Chanyeol ke dalam ruangan itu.

 

“Bagaimana keadaannya, Lay?”

 

“Dia hanya tidak sadarkan diri. Kepalanya seperti terbentur sesuatu yang keras sehingga mengeluarkan cukup banyak darah. Tapi sepertinya saat ini dia tidak apa-apa…”

 

Master Yoo melangkah mendekati gadis itu. Entah kenapa dia terdiam begitu melihat wajah gadis itu. “Siapa namamu?”

 

“Hara…” jawabnya dengan nada lemah.

 

“Bagaimana kau bisa ke sini?” tanya Guru Kwon. Hara terdiam. Dari ekspresi wajahnya, dia seperti tidak ingin menceritakan bagaimana cara dia ke Barnsteen. Namun Hara sepertinya mengerti kalau kehadirannya telah menghebohkan semua orang.

Hara adalah gadis berusia 21 tahun yang besar di Busan. Dia tinggal bersama dengan ibunya yang miskin. Suatu hari Hara mendengar percakapan ibunya dengan seorang pria asing yang membicarakan tentang Barnsteen. Sejak saat itu terungkaplah bahwa Hara adalah seorang percy. Ibu kandung Hara sudah meninggal dan ibunya yang sekarang adalah wanita yang menemukan bayi Hara di depan rumahnya. Tepat di ulangtahun Hara yang ke-21, yaitu kemarin, Hara didatangi oleh seekor Pegasus yang bisa berbicara. Sudah waktunya Hara ke Barnsteen dan menjadi Percy seutuhnya. Mereka pun berangkat menuju Barnsteen. Namun di tengah perjalanan, mereka dikejar oleh seorang pria berlingkar mata hitam yang bisa berubah menjadi harimau.

********

 

 

 

 

 

 

“Apa yang Anda pikirkan, Master Yoo?”

 

Master Yoo menarik nafas panjang. Dia pun beranjak dari kursinya dan mendekati Guru Kwon. “Kurasa aku mengenali gadis itu… ”

 

Guru Kwon terdiam.

 

“Dia adalah Yoo Hesung, putriku yang diculik titan dua puluh satu tahun yang lalu…”

 

“Apa?”

 

 

 

 

 

 

 

 

[ Balai pengobatan Empire ]

 

Chanyeol mendadak bisu karena ditinggal berdua dengan gadis asing itu. Master Yoo meminta Chanyeol untuk menemani gadis bernama Hara itu karena berpikir Chanyeol bisa mendapat teman baru yang sama-sama berasal dari Korea. Tapi, hal itu justru membuat Chanyeol menjadi seperti orang bodoh karena bingung ingin berbicara apa dengan Hara. Kalau saja ada Baekhyun…

 

“Anyeonghasseyoo!!” Umur panjang untuk Baekhyun karena dialah yang datang saat ini. Chanyeol kaget setengah mati dengan kehadiran Baekhyun. Dia memang mengharapkan kehadiran Baekhyun, tapi bukan berarti Baekhyun harus mengagetkannya seperti barusan. Di belakang Baekhyun, ada Jongdae dan Chaera, juga Im Jangmi .

 

“Jadi kau orang asing yang jatuh di depan rumah Jongdae?” tanyanya lalu duduk di samping Chanyeol.

 

Hara hanya diam. Dia tidak terlihat senang ataupun sedih dengan kehadiran orang-orang asing, terutama orang sok kenal seperti Baekhyun. “Perkenalkan aku Byun Baekhyun. Si kacamata ini Kim Jongdae dan itu adiknya, Kim Chaera! Dan gadis ini… “ Baekhyun langsung diam saat dirinya harus memperkenalkan Jangmi.

 

“Aku Im Jangmi …”

 

“Dasar sok imut…“ celetuk Baekhyun.

 

“Diam kau!”

 

Hara tersenyum melihat tingkah Jangmi dan Baekhyun. Sesaat dia melupakan segala hal buruk yang baru saja dialaminya. Dia senang bisa berkenalan dengan mereka yang sebentar lagi akan menjadi teman barunya. Chanyeol yang melihat Hara tersenyum juga menunjukkan rasa senangnya dengan menyodorkan segelas nectar ke Hara.

 

“Khamsaheyo…” kata Hara yang dibalas Chanyeol dengan sebuah senyuman.

********

 

 

 

 

Masih dengan kepala dan kaki yang diperban, Hara memaksakan diri untuk melihat sekolah barunya. Kali ini dia kembali sendirian. Chanyeol dan yang lainnya harus kembali ke kelas untuk belajar.

Ekspresi wajah Hara saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Kalau sebelumnya dia terlihat begitu ketakutan, saat ini Hara terlihat senang. Tentu saja, dia sudah berada di tempat yang aman. Tidak ada lagi harimau atau siapapun yang ingin menangkapnya. Ya, meskipun hal itu masih meninggalkan tanda tanya besar untuk Hara. Siapa sosok pria yang bisa berubah menjadi seekor harimau itu? Apa alasan dia mengejar Hara? Dan… siapa wanita yang berbicara dengan pria itu?

Hara melirik ke area padang rumput di samping kastil. Sekelompok siswa sedang berlatih pedang yang dipandu oleh seorang guru berbadan besar. Di samping guru tersebut, berdiri seorang siswa yang sedang menyaksikan latihan siswa-siswa lain dengan seksama.

 

“Apa kalian sudah tahu kapan Empire Cup berlangsung?” tiba-tiba suara seorang wanita mengagetkan Hara.

 

“Su…suara ini?” Suara tersebut begitu menarik perhatian telinga Hara, dia mengenali suara ini.

 

“Hentikan!” bentak seorang wanita dari jauh. Harimau yang akan menerkam gadis itu berhenti melangkah dan berubah menjadi seorang manusia. Seorang pria bertubuh tinggi dengan lingkaran hitam di matanya. “Bukan dia orang yang kita cari!” 

 

“Kau yakin?” tanya pria itu.

 

“Anak itu sudah berada di Empire sejak kemarin. Gadis ini sepertinya sengaja dijadikan jebakan untuk kita. Kau tahu dia siapa?”

 

“Aku tidak tahu siapa namanya. Yang jelas aku melihat dirinya dibawa oleh salah satu suruhan Caesar Go masuk ke Barnsteen.”

 

“Baiklah, Chansung. Sebaiknya kau pergi sebelum ada yang melihat kita berdua di sini. Gadis ini biar aku yang mengurus…”

 

Ya. Suara yang sama dengan seseorang yang berbicara dengan harimau yang mengejar Hara tadi pagi. Hara pun meninggalkan tempatnya tadi dan melangkah perlahan menuju ke sumber suara. Tepat di balik sebuah tiang besar kastil, seorang wanita mengenakan seragam guru sedang berbicara dengan dua orang siswa. Hara hanya bisa melihat punggung wanita tersebut, sedangkan wajah kedua siswa laki-laki itu bisa terlihat dengan jelas. Siswa yang di sebelah kiri memiliki mata dengan lingkar hitam, yang membuatnya terkesan misterius. Siswa yang di sebelahnya lagi memiliki mata serius dan mata itu tiba-tiba melirik ke arah Hara.

 

Deg!

Hara langsung membalikkan badannya ke balik tiang besar. Apa anak tadi menyadari keberadaannya? Yang jelas kelihatannya pembicaraan mereka bertiga terkesan begitu serius.

 

“Ada apa, Kris?” tanya wanita itu karena melihat wajah Kris yang seperti melihat sesuatu. Kris hanya menggeleng. Hara menarik nafas lega dan memutuskan untuk kembali mengintip mereka.

 

“Setahuku itu sekitar satu atau dua minggu lagi.” jawab laki-laki yang berdiri di samping Kris.

 

“Lebih tepatnya lagi satu minggu lagi. Dan kalian tahu apa yang harus kalian lakukan?” kata wanita itu.

 

Tao dan Kris mengangguk.

 

“Baik. Aku percaya pada kalian. Dan, satu lagi… awasi Sehun. Aku tidak begitu yakin dia serius dengan tugas ini. Aku serahkan dia pada kalian.”

 

Wanita itu pun melangkah pergi dari Tao dan Kris. Hara membalikkan badannya lagi karena mungkin saja dia akan ketahuan lagi. Begitu suasana berubah menjadi hening, Hara yakin kalau mereka telah bubar. “Apa yang direncanakan mereka? Siapa wanita itu?” gumam Hara di dalam hatinya. Tiba-tiba…

 

“Apa yang kau lakukan di sini?”

 

Deg!

Hara dikejutkan oleh Kris yang memandangnya dengan sinis.

 

 

TO BE CONTINUED

 

 

11 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] The Archilless (Chapter 2)”

  1. Wah!!!!!
    Bener-bener kaya baca Harry Potter dgan versi Chanyeol…
    Tetep lanjutin yah…
    Soalnya suka banget sama Harry Potter…
    FF ini mengingatkan banget petualangan Harry dan kawan-kawan, walaupun begitu tetep nggak terkesan plagiat…
    Pokoknya bagus deh, thor…

    Kayanya si Sehun sifatnya agak mirip2 Draco Malfoy gitu ya… 😀
    Tapi tetep sama2 ganteng kok… 😀 😉

  2. Annyeong 🙂
    Wah daebak. Ini bener bener keren ceritanya. Aku ngakak bagian lee kwang soo karena gak nyangka aja dia bakal jadi cast juga dan jadi guru pula.
    Oh jadi hara cewenya ya. Kai mana kai kok belum muncul.
    Kris tao ama sehun bagian dari titan? OMG gawat dong. Baekhyun kocak abis. Ditunggu yg selanjutnya thor 🙂

  3. Waaaww tegang o.0
    tapi seruuuuu :v
    kenapa itu kris, tao, dan ya ampun sehun juga jadi jahat begitu ? Begitu ?
    Aaaaaahhhh gak relaaa T_T
    huuwweeee T_T
    ganti orang ajaaaahh

    *abaikan T_T

    lanjutkan author
    fighting ^^

  4. Yehet ! Ff favorit kedua aku ! Ditunggu kelanjutan nya yet ? sbnr nya seru lo cerita nya tpi yng komen dikit bnget . Keep writing ya ? Semoga chapter selanjut nya gak lama2 amat dipublis nya .

Tinggalkan Balasan ke Rinrinpark Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s