[EXOFFI FREELANCE] End (Oneshot)

IMG_20151102_201419.jpg

E N D? (OneShot)

 

By Alona.C. With EXO’ s Park ChanyeolAndOC’s Nana Kim.

 

Romance Sad FriendShip Genre.PG-15 Rating!

 

OneShotAndSongFic

 

Disclaimer;

 

This FF ONLY MINE. But I JustownthePLOT,notthe CAST. If thereis a similarity, Sorry… Itwasaccidental.

 

 

[Play; SoyouFt Mad Clown- Stupid In Love]

 

 

30 Menit.

 

1 Jam.

 

2 Jam.

 

 

Berapa lama lagi?

 

Salju semakin turun. Nana akui itu sangatlah dingin. Bahkan gadis mungil itu makin merapatkan jaket yang sialnya tipis. Jeez, apa orang yang sedang bahagia bisa memikirkan apa saja yang akan mau dibawa? Atau pakai? Kalaupun bisa. Nana adalah gadis yang melupakan apapun sesuai perasaannya.

 

Sial, ini makin dingin. Badannya sudah menggigil. Mungkin wajahnya membiru.

 

Kecewa?

 

Sangat. Malah itu terlukis jelas di wajahnya. Dengan rasa sakit diujung kepala, Nana berbalik dan melangkah menuju rumahnya, diiiringi air mata beningnya yang mengalir deras.

 

Menyapa ‘dia’ tidak datang?

 

Ini pertama kalinya, Pria itu tidak memberi kabar, dan alasan.

 

Kenapa? Ada apa? Apa Nana melupakan sesuatu? Atau Nana yang tidak tau kabar baru?

 

 

0o0

 

 

Nana melangkah dengan terburu – buru. Sedikit merapatkan jaket tebalnya. Sebenarnya gadis berambut hitam legam sepinggang itu sudah berkali – kalu terpeleset dan menabrak banyak orang. Hell, Berlari di bawah salju? Lucu sekali.

 

Senyum bahagia dan lega terpatrudibibir tipisnya. Dengan langkah lebih cepat, dia memasuki gedung sekolah itu. Lalu langsung melangkah menuju ruang kelas ‘pria itu’Dengan tanda tanya besar dikepalanya.

 

 

Pintu kelas 12-1 tertutup, tapi ada celah. Mungkin tidak ditutup rapat. Nana melangkah lalu menangkup gagang itu, mendorongnya hingga terbuka lebar.

 

Mulutnya agak menganga. Matanya melotot tak percaya.

 

Apa yang lelaki itu lakukan? Apa maksudnya membiarkan wanita lain bersender dipundaknya? Lalu mencium gadis itu? Padahal kekasihnya didepan mata?

 

“OMO… Nana.. Maaf, tadi aku baru saja curhat dengan Chanyeol! Maaf mengganggu waktu berduaan kalian.. Kalau begitu aku pergi. Ehm, Chan… Gomawo!”Gadis berambut pirang sebahu itu membuka suara saat melihat Nana tampak terkejut. Ingin meluruskan salah paham.

 

“Tidak Li! Tidak mengganggu… Iya.. Cheonma! Semoga harimu menyenangkan Li!”Chanyeol, Pria itu melambai lalu tersenyum manis pada sosok Lilian. Gadis berambut pirang sebahu itu.

 

“Yeol..”Gumam Nana. Sedikit terluka karna Chanyeol nampaknya tidak perduli pada perasaannya.

 

Pria jangkung itu menengok. Menatap Nana dalam. Lalu berdehem.

 

“Ada apa?”

 

“Tadi apa?? Yeol? Kenapa tadi malam kau tidak datang?”Tanya Nana seraya menundukan kepala.

 

Chanyeol menatap gadis dihadapannya ragu. Seakan enggan menjawab apa alasannya.

 

“Maafkan aku.. Tadi malam aku ada urusan keluarga! Dan yang tadi.. Kau lihat dan dengarkan? Lilian curhat padaku… “Jawab Chanyeol seadanya.

 

Nana menatap Chanyeol tepat dimata bulat pria itu. Memberi Chanyeol, tatapan terlukanya. Yang sudah pasti Chanyeol tangkap.

 

“Maafkan aku… ”

 

“Kumohon, jangan dekati dia lagi Yeol!”Lirih Nana sedikit teredam, karna Chanyeol memeluknya erat.

 

“Iya. Maaf ya! Bagaimana jika nanti kita pulang bersama lalu ketoko ice cream?!”Tawar Chanyeol diiringi senyuman menawannya.

 

Nana hanya tersenyum manis sebagai jawabannya.

 

 

0o0

 

 

Bel pulang berdering.

 

Aaah, ini bagaikan panggilan surga untuk Nana.

 

Gadis mungil itu sudah memikirkan bagaimana jika mereka makan Ice cream bersama. Pasti menyenangkan.

 

Nana melangkah lebar, menuju kelas 12-1. Inilah kekesalannya. Dia dan Chanyeol berbeda kelas. Jadi, mereka LDR(?)

 

Saat tepat sampai didepan kelas Chanyeol. Dapat Nana lihat dengan mata hazelnya, Lelaki itu duduk disamping Lilian. Memeluk gadis itu. Lalu mencium pucuk kepalanya. Bahkan kedua tangan mereka saling menggenggam.

 

Apa ini? What The Hell?

 

Chanyeol sedang bercandakan? Katakan, Chanyeol sedang memberinya suprise. Apa ini?

 

“Chanyeol…”Panggil Nana agak keras. Berhasil, pria itu menengok. Wajahnya khawatir. Astaga, apa dia takut Nana marah?

 

Lelaki itu melangkah cepat. Lalu menggenggam kedua tangan Nana. Meremasnya erat.

 

“Yeol, Aku-”

 

“Na.. Maaf, kurasa kita tidak jadi. Aku harus mengantar Lilian kerumahnya. Kasian, kau tau? Dia baru saja diputusi oleh Oh Sehun Sunbae..  Aku kasian. Kau jugakan? Tidak papa ya?”Bisik lelaki itu.

 

Nana menganga. Ini jauh dari ekpetasinya. Lelaki itu khawatir karna takut Lilian frustasi? Lalu apa dia tidak takut Nana bunuh diri?

 

“Tidak bisa Yeol! Kita kan sudah janji?”Tolak Nana.

 

Egois.

 

“Na, kumohon… Besok aku sepenuhnya milikmu!”Lirih lelaki itu. Apa katanya? Jadi dia membagi dirinya menjadi milik Nana dan Lilian begitu? Sial sekali.

 

Nana ingin sekali menolak lagi. Tapi, melihat wajah frustasi, memelas Chanyeol. Nana putusnya memilih mengangguk, Lalu memalingkan mukanya.

 

“Terima kasih Na.. Aku akan-”

 

“Aku bukan mengijinkanmu mengantarnya pulang Yeol… Aku mengatakan Iya untuk menemani gadis itu mencari taksi!”Ujar Nana tegas. Masih dengan memalingkan muka. Meraaa bodo amat, jika Chanyeol menganggapnya egois. Tapi, maaf. Nana tidak suka berbagi.

 

Sedangkan Chanyeol, sedikit merasa aneh. Kenapa gadisnya jadi egois?

 

Nana dapat melihat dengan jelas, Chanyeol memeluk gadis itu, lalu kembali menciumnya. Bahkan, Nana tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh Chanyeol? Pada akhirnya Nana kembali menangis.

 

Apakah kau mendengar suara hatiku?

 

Apa kau melihat air mata yang mengalir di pipiku?

 

 Jika ada yang bertanya hal apa yang paling kuinginkan di dunia ini, kan kujawab, hanya kau seorang, hanya kau yang kubutuhkan, Sayang.

 

0o0

 

 

Hari ini Nana lebih bersemangat.

 

Hari ini adalah hari Selasa. Berarti Dirinya dan Chanyeol akan makan Ice Cream.

 

Senyum manis mengembang dibibirnya. Membuat matanya melengkung indah.

 

 

Dengan langkah besar, Nana menuju kelas Chanyeol. Tapi, kini ditemani oleh teman sebangku sekaligus sahabatnya. Irene. Mereka berjalan sambil menautkan tangan.

 

“Yeol…”

 

Kenapa ini lagi?

 

Kenapa Chanyeol selalu lengket pada Lilian. Padahal Nana adalah kekasihnya.

 

“Yeol…”Teriak Nana. Irene yang melihat adegan genggam – menggenggam Antara Chanyeol dan Lilian hanya menganga.

 

Pria jangkung itu menengok, lalu tersenyum lembut.

 

“Yeol, kita jadi makan Ice Cream kan?”Tanya Nana antusias. Melupakan dan menghiraukan sosok lemas Lilian.

 

“Tidak bisa Na.. Lilian sakit! Aku akan mengatarnya ke rumah sakit!”Sahut pria tampan itu.

 

Apa? Astaga; waktu Nana sakit. Chanyeol tidak seperhatian ini?

 

“Tapi, kau sudah janji kau sepenuhnya milikku hari ibi dan seterusnya Yeol…”Rengek Nana.

 

“Tapi, Lilian-”

 

“Biarlah dia mengurus dirinya sendiri. Dia, punya banyak sahabat bukan? Suruh sahabatnya! Bukankah, ada Kai? Suruh saja dia. Dia sahabat Lilian kan? Kenapa kau yang repot! “Tanya Nana kesal.

 

“Karna aku temannya Na.. Kau kenapa sih? Kenapa jadi overprotective sekali? Dan egois?”

 

“Aku juga karna aku kekasihmu Yeol… Pacarmu.  ”

 

“Tapi, kau punya batas Na… Jangan berlebihan! Kau tidak percaya padaku?!”lirih Chanyeol.

 

“Bukan begitu Chan… Nana cemburu!”Ketus Irene. Sedikit kesal, karna pria itu terus memihak ke Lilian.

 

“Kau tidak tau apa – apa Irene… Diamlah! Na, dengar. Kenapa kau selalu melarangku membantu Lilian? Dia sahabatku! Kenapa kau jadi overprotective dan egois kepadaku? Kau tau? Itu membuatku tidak nyaman!”Ujar Chanyeol dengan emosi. Pria itu menatap NaNa intens. Terus memerhatikan setiap ekpresi yang gadisnya lakukan. Jujur saja, Dia tidak nyaman.

 

Dulu, NaNanya sangat penolong, rendah hati, dan selalu mengalah. Tapi kini?

 

“Aku overprotective padamu? Benarkah? Aku tidak bermaksud begitu… Aku hanya cemburu Yeol.. Aku-”

 

“Berhenti bicara terbelit – belit. Katakan yang benar? Kau tidak percaya padaku? Katakan!”Chanyeol mulai kehilangan kesabaran hingga tidak sadar bahwa nada bicaranya meninggi.

 

“Tidak seharusnya kau membentak NaNaChanyeol-Ssi! Dia berhak begitu, secara dia kekasihmu..  Dan Kau! Apa niatmu untuk membuat NaNa dan Chanyeol putus Hah?”Kini giliran Irene yang membuka suara. Dia jengah melihat sifat tidak perduliChanyeol.

 

“Kubilang kau diam Irene. Kau tidak-”

 

“AKU TAU! TAU SEMUANYA! MULAI DARI KAU SELALU BERDUA DENGAN GADIS TIDAK TAU DIRI INI,HINGGA KAU MELUPAKAN NANA!!! KAU TIDAK TAU BAGAIMANA PERASAAN NANA HAH?”Teriak Irene. Nafas gadis berambut pirang sepinggang itu tersengal – sengal. Wajahnya memerah. Tapi, emosinya sedikit mereda.

 

Chanyeol hanya diam. Hatinya membenarkan itu. Dia memang akhir – akhir ini menjauh dari NaNa. Padahal, gadis itu adalah gadisnya? Tapi, dia malah dekat dengan mantan orang? Lucu sekali bukan!? Lelaki bersuara Bass itu kembali menatap NaNa. Melihat jelas dengan rentinanya, bahwa gadis itu terluka. Apa aku sejahat ini?

 

“Maaf… Bukan begitu maksudku! Hanya saja, aku butuh Chanyeol. Hanya dia lelaki yang menurutku baik!”Sahut Lilian. Gadis itu bangun dari duduknya. Sedikit membungkuk sebagai permintaan maaf.

 

“Kau lucu sekali Nona Yuan! Membutuhkan pacar orang!”Ejek Irene. Sedikit meledek, karna kesal dengan wanita yang menurutnya sedang memanfaatkan Chanyeol.

 

Chanyeol menatap wanita dihadapannya dengan perasaan berbeda. Kesal, sedih, cinta, rindu. Kenapa? Apa Irene benar? Tak seharusnya Chanyeol begitu lengket dengan Lilian? Hingga Ia melupakan NaNa?

 

Dia juga berpikir, kenapa akhir – akhir ini dia dan NaNa suka berargument?

 

Ini melelahkan.

 

 Sikapmu berbeda, membuat hatiku sakit, kau terasa aneh.

 

Langit hitam, seakan ia akan hujan.

 

Kita berdua sudah muak oleh kekecewaan dan argument-argument yang berulang-ulang.

 

Kau mungkin akan memutuskanku disini hari ini.

 

Rasanya hatiku terbakar dan tanpa kusadari, aku berteriak. Aku terdorong dan terpukul dan gemetaran.

 

 

0o0

 

 

Ini sudah hampir 2 hari Chanyeol dan NaNa tak bertegur sapa. Rasanya, nyeri saja saat melihat wajah Chanyeol.

 

Apa benar, Ini memang keputusan terbaik? Sepertinya iya. Chanyeol bahkan tidak perduli. Lihatlah, Pria itu sibuk menjaga Lilian. Gadis yang menurut Irene tidak tau diri.

 

Mungkin, mereka memang pantas putus.

 

 

Bel istirahat sudah berdering.

 

Dengan langkah gontai, Nana berjalan pelan menuju kelas Chanyeol. Pas sekali, Kim songsaenim keluar saat Nana sampai.

 

Mata hazelnya menyapu kelas yang cukup luas itu. Disana, pria itu duduk disampingBaekhyun. Dimana Lilian? Biasanya mereka lengket.

 

“Oh. Nana? Chan. Lihatlah Nana datang! Cepatlah jelaskan padanya…”Ujar Baekhyun sembari menunjuk Nana yang masih terpaku didepan pintu kelas 12-1.

 

Chanyeol berdiri. Melangkah dengan mata bulat yang menatap Nana intens. Jujur, dia rindu suara rengekan gadis itu.

 

Gadis itu tiba – tiba melangkah, Chanyeol mengikutinya.

 

Mereka kini berada ditaman sekolah.

 

“Chan..”

 

Nana mengangkat wajahnya. Menatap Chanyeol sedih.

 

Kenapa kau melihatku dengan mata sedih seperti itu?

 

Selalu seperti ini. Akulah yang jahat dan kaulah yang terlalu baik.

 

 

“Kurasa kita harus berakhir Na..”Tiba – tiba kalimat itu terucap dari bibir Chanyeol. Lelaki itu mundur beberapa langkah. Menatap Nana dengan mata yang sulit dibaca.

 

Jujur, bukan ini yang Nana inginkan, Dia ingin minta maaf. Bukan berakhir.

 

Air mata berlinangan. Dan Nana benci ini. Benci melihat dirinya yang cengeng.

 

“Sialan..”Nana dapat mendengar bahwasanya Chanyeol menggeram dan mengumpat. Pria itu kenapa?

 

Chanyeol tidak berkata apa – apa. Hanya melangkah pergi meninggalkan Nana yang menangis. Tapi Nana mendengar bahwa Chanyeol mengucapkan kata kutukan. Jadi begini? Hubungan mereka berakhir? Seperti ini?

 

Bahkan jika bibirmu mengutukku, bukan itu yang aku maksud.

 

Bahkan jika hatimu membuangku, bukan itu yang aku maksud.

 

Kenapa kau tak mengerti makna dari air mataku?Aku tidak berkata bahwa kita harus mengakhirinya.

 

Aku memintamu untuk memelukku.

 

 

0o0

 

 

Hubungan mereka sudah kandas.

 

Hubungan mereka sudah tidak dapat ditoler lagi.

 

Hancur, melebur, dan hangus seperti abu. Lalu terbang.

 

 

Nana sangatlah menyedihkan. Matanya sembab. Tubuhnya menjadi kurus.Gadis itu terlihat tak bersemangat. Dia hanya duduk dibangkunya saat bel istirahat usau berdering.

Irene yang melihatnyapunperihatin. Kabar putusnya Nana dengan Chanyeol sudah menjadi pembicaraan hangat seaotero sekolah. Pasalnya Nana adalah murid yang selalu menang dalam setiap lomba olimpiade, dan Chanyeolpopelerddengan klub rappernya. Mereka saling melengkapi sebenarnya.

 

“Na… Temuilah Chanyeol! Katakan yang sebanarnya. Kurasa kalian bisa memperbaiki hubungan ini..!”Saran Irene. Gadis itu duduk disamping Nana. Menghapus jejak air mata di pipi Nana. Lalu mengusap lembut bahu bergetar gadis mungil itu.

 

“Bisakah?”Suara Nana terdngar lirih, dan serak. Irene mengangguk. Tersenyum untuk memberi sahabatnya semangat.

 

 

Kelas Chanyeol memang agak ramai. Apalagi, semenjak kabar Chanyeol dan Nana putus. Entah, banyak sekali yang penasran dengan alasan pasangan yang biasanya mesra itu putus. Sangat disayangkan.

 

“Yeol… Maafkan aku.. Kau jadi putus karna aku!”Suara Lilian membuat Chanyeol menengok. Menatap gadis China itu.

 

“Tidak Li.. Ini murni salah kami! Jangan menyalahkabdirimu!”SahutChanyeol. Senyum tipis terlukis.

 

Suara berisik dikelasnya sunyi. Ada apa? Kenapa tiba -tiba?

 

Nana berdiri didepan pintu dengan linangan air mata.Jujur, jantung Chanyeol berdetak cepat melihat derasnya air mata itu. Sakit melihat mata bening itu membengkak dan menyipit. Bibir merah yang biasanya tersenyum kini terisak. Nyeri rasanya. Chanyeol merasa dirinya bagai pria brengsek,Dan pengecut. Sudah melukai gadis sebaik Nana.

 

Hanya masalahnya di Chanyeol. Masalahnya pria itu merasa dirinya tidak cocok bagi Nana.

 

“Hiks.. Hiks.. Maaafkan aku Yeol! Aku-”

 

“Pergi!”

 

Semua yang ada diruang kelas itu menganga tidak percaya. Bagaimana bisa? Chanyeol mengusir Nana dengan nada sedingin itu. Belum lagi raut datar pria itu.

 

“Yeol.. Aku-”

 

“Pergi..”Ucap pria itu lagi dingin.

 

Nana semakin menangis. Tapi, pada akhirnya dia pergi. Chanyeol pun memalingkan wajahnya, memukul meja dengan keras sebagai pelampiasan emosi.

 

Aku hanya memintamu untuk pergi karena aku muak melihatmu menangis.

 

Karena terlalu berat untuk melihatmu terluka seperti orang bodoh.

 

Tak ada yang perlu disesali, jangan ragu-ragu dan katakan saja.

 

Bahkan jika kita putus, aku akan tetap jadi yang jahat dan kaulah yang terlalu baik sampai akhir nanti.

 

 

0o0

 

 

Ini aadalah hari Minggu.

 

Nana memutuskan untuk jalan pagi di taman dekat sungai Han. Menikmati lembutnya angin pagi. Sedikit mengistirahatkan pikirannya.

 

Tapi ini diluar kendala. Dia bertemu Chanyeol yang sedang duduk menghadap sungai Han. Lalu melempar batu. Pria itu terlihat frustasi.

 

“Apa aku menganggumu?”Tanya Nana. Suaranya terdengar begetar dan serak.

 

Pria itu tidak menengok. Dia malah menunduk. Enggan melihat kearah Nana.

 

“Aku hanya ingin menyampaikan. Aku sangat menyukaimu Yeol. Sangat. Tidak berubah. Maafkan aku yang membuatmu merasa tertekan. Dan tidak nyaman. Kau boleh membenciku. Boleh mengutukku.Tapi, bukan itu sebenarnya maksudku. Maafkan aku.. Aku akan pergi. Kau bisa menjalani harimu tampaganguanku!”Lirij Nana. Gadis itu berdiri. Lalu melangkah menjauh dari rentinaChanyeol.

 

‘Aku sangat menyukaimu. Sangat!’

 

“NANA!!!”

 

Nana menengok. Melihat dengan jelas, bahwa seorang Park Chanyeol menangis. Tangisan menyesal.

 

“Maafkan aku.. Kembalilah.. Datanglah kehatiku… Kumohon! Jangan pergi!? Jangan tinggalkan aku Na..”

 

“Aku selalu berada dihatimu Yeol… Hiks.. Aku menyukaimu.. ”

 

 Aku tidak berkata kita harus putus, bukan itu maksudku.

 

Aku tidak berkata kalau aku tidak menyukaimu, bukan itu maksudku.

 

Kenapa kau tidak mengerti tentang arti dari air mataku?Aku memintamu untuk merangkulku, aku memintamu untuk memelukku.

 

Jangan tinggalkan aku, itu tertulis dimataku, air mataku mengatakannya kepadamu.

 

 Tolong kembalilah ke dirimu yang dulu. Jangan pergi, jangan pergi.

 

Sekaranglah saatnya mengakhiri ini, seseorang harus mengucapkan selamat tinggal.

 

Maaf, aku tak mencintaimu lagi – benarkah?

 

Aku tak dapat menghubungkannya.

 

Aku tak dapat menyentuhnya.

 

Aku tak dapat melihatnya.

 

Aku tak dapat merasakannya.

 

Tak apa, kau bisa mengutukku, kenapa kau dengan bodohnya tetap bersikap baik hingga akhir?

 

Kita hanya membuang waktu, berbicara tentang perasaan kita.

 

Kau selalu mencoba yang terbaik dan aku selalu yang terburuk.

 

Aku tahu kau lebih menahannya, kau lebih sering menangis, kau lebih kesepian.

 

Bahkan jika kita putus, tetap akulah yang jahat dan aku tak dapat merangkulmu hingga akhir.

 

FIN

 

Hy..

 

Ok, FF ini kupersembahkan untuk Kak Salsa! Adakah kau disini? XD

 

Maaf kalau begini jadinya. Apalagi ini absurd bin gaje. Semoga, ini menuntaskan rasa bavar :3. Tapi, bagi yang baca, semoga suka. Maaf kalau jelek. Ini ngaliraja. Hehee

 

Gomawoyo

 

Have a Nice Day^^

 

ALONA

 

 

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] End (Oneshot)”

  1. Makasih banget ff nya yaaa,, gak tau mau bilang apa lagi ini ff ngena bangettt si lilian nyebelin minta di pites tapi akhirnya mereka bersatu(?)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s