I Found You

Baekhyun 22.jpgTittle : I Found You

Author : hyera88

Cast : Byun Baekhyun, Jung Hyerim

Lenght : One Shoot

Rating : T

Genre : Romance, angst, sad, friendship.

 

***

Aku hanya tidak tahu, bagaimana cara mengungkapkannya padamu.

***

“Hyerim-ah.. ayo kita pergi bersama..” ucap seorang pria dari kejahuan.

 

“Mengapa dia masih mengikutiku..” kesalnya pada dirinya sendiri.

 

“Hyerim-ah..” panggil pria itu lagi.

 

Hyerim berhenti. Ia mulai kesal dengan kelakuan pria di belakangnya itu. Ia mengambil napas dalam-dalam, dan menghadap ke pria yang dari tadi menggangguku. “YA BYUN BAEKHYUN! BERHENTILAH MENGIKUTIKU!”.

 

Baekhyun tertawa kecil melihat respon wanita di depannya itu. “Apa kau masih marah denganku? Ya, itu kejadiannya sudah satu tahun! Mengapa kau masih marah padaku? Dan, ya, panggil aku seonbae. Biar bagaimana pun, aku ini tetap seonbae-mu. Kalau kau tidak mau, panggil aku oppa saja, aku tidak keberatan kok.”

 

“Bagaimana mungkin aku tidak marah? Andai saja waktu itu kau diam saja, pasti aku dan Kyungsoo tak akan canggung seperti ini! Kyungsoo bahkan sudah jarang menyapaku. Dan juga, ini bukan sekolah, aku bebas memanggilmu apa saja. Oppa? Mendengarnya saja membuarku ingin muntah.” omel Hyerim lalu pergi meninggalkan Baekhyun.

 

“Ya! Jung Hyerim!” panggil Baekhyun lagi. “Jung Hyerim! Kau dengar tidak!” lanjutnya. “Baiklah, aku akan menemuimu nanti, disekolah.”

 

***

 

Bel istirahat sudah terdengar. Semua anak berhamburan keluar dengan bahagia. Kecuali Jung Hyerim. Suara bel istirahat terdengar mengerikan baginya.

 

“Ya, Jung Hyerim.” Panggil seorang perempuan. Hyerim sangat malas jika wanita itu sudah memanggil namanya.

 

“Wae?” tanya Hyerim tanpa menoleh.

 

“Aku dengar dari Seora, katanya kau merayu Baekhyun seonbae lagi, ya?” ucapnya.

 

“Heejin-ah..” panggil Hyerim lalu melihat ke arah Heejin. “Aku tak pernah merayunya. Harus berapakali lagi aku mengatakannya?”

 

“Hyerim-ah, kau berbohong. Aku tahu itu. Jika kau tidak menggodanya, bagaimana mungkin Baekhyun seonbae bisa seperti itu padamu. Dan kau sok jual mahal kan? Seolah-olah, kau tidak menginginkannya. Huh, bagaimana mungkin kau merayunya? Aku saja tidak bisa. Maukah kau beritahu rahasianya?” ucap Heejin panjang lebar. Ia berusaha membuat Hyerim marah.

 

Hyerim tersenyum mendengar ucapan Heejin. Ia berdiri, “Heejin-ah, aku tak pernah merayunya. Ah, kau tak bisa mendapatkan Baekhyun seonbae? Mungkinkah kau perlu oprasi plastik lagi? Ah, bulan kemarin kau sudahkan? Hmm, bagaimana ini.. sepertinya Baekhyun seonbae benar-benar tak tertarik padamu. Ah, benar, bagaimana jika kau oprasi lagi saja, agar wajahmu bisa sama dengan wajahku?” ucap Hyerim membalas. Heejin berdiri di tempatnya dengan amarah yang ia tahan. “Dan juga, mengapa kau tidak berkencan saja dengan lelaki yang memang menyukaimu? Apa karena penampilannya sangat cupu sehingga kau tidak ingin dengannya? Saranku, kau berkencan saja dengannya. Agar kau berhenti mengurusi hidupku.”

 

Hyerim keluar dari kelasnya. Ia menuju ruang musik, ruang kesukaannya. Ketika telah sampai, Hyerim melangkah kan kakinya ke arah piano. Ia duduk di depan piano itu. Setelah beberapa saat ia menatap piano yang ada di depannya itu, ia lalu menempelkan pipinya ke piano itu.

 

Ia merasakan ada seorang pria yang datang. Ia tahu siapa yang akan datang. Tapi ia tak memberikan reaksi apa pun. Setelah berada tepat di depat Hyerim, ia meletakan sebotol susu di atas piano dan duduk di sebelahnya. Pria itu adalah Baekhyun. Baekhyun tahu, Hyerim tak akan marah jika mereka berada di ruang musik.

 

“Minumlah itu. Setidaknya perutmu terisi..” ucap Baekhyun.

 

“Mengapa kau selalu mengikutiku?” tanya Hyerim dengan posisi yang sama. Baekhyun terdiam di tempatnya, “Jika kau merasa bersalah, maka berhentilah mengikutiku, karena aku sebenarnya sudah memaafkanmu. Aku hanya tidak suka kau ikuti terus. Semua gadis menerorku.” Ucap Hyerim.

 

“Maaf..” ucap Baekhyun.

 

“Apa? Maaf? Sudahlah, aku kan sudah bilang, aku sudah memaafkanmu. Mengapa kau minta maaf?” ucap Hyerim setelah mengangkat kepalanya.

 

Maaf aku tidak jujur padamu. Aku menyukaimu.

 

“Kembalilah ke kelasmu.” Ucap Hyerim. “Ah, aku mohon, mulai sekarang berhenti mengikutiku. Aku, takut lebih salah mengartikan sikapmu. Jadi, jika kau hanya merasa bersalah, aku mohon berhentilah mengikutiku.” Lanjut Hyerim lalu keluar menuju kelasnya.

 

***

“Terima kasih..” ucap Hyerim kepada pelanggan yang baru saja membayar belanjaannya.

 

“Jung Hyerim, kau berkerja keras hari ini. Ini untukmu. Ah, ini sudah malam, kau hati-hatilah.” Ucap seorang wanita yang lebih tua darinya.

 

“Terima kasih. Baiklah, aku akan berhati-hati.” Ucap Hyerim dan tersenyum.

 

Hyerim keluar dari tempat kerja paruh waktunya itu. Setelah memberi salam, ia melanjutkan perjalanannya. Sebenarnya, ia sedikit takut berjalan di gang gelap seperti ini. Terlebih lagi, akhir-akhir ini banyak berita tentang kejahatan pada perempuan. Tapi, ini lah satu-satunya jalan agar ia dapat sampai rumah.

 

Ia merasakan ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Jika dulu, ia bisa menebak itu Baekhyun, dan ia akan merasa aman. Tapi malam ini beda. Ia sudah menyuruh Baekhyun untuk mengikutinya. Ia bahkan tidak berani menghadap ke belakang.

 

Ia mempercepat langkahnya. Ia takut dengan semua kemungkinan yang ia pikirkan. Tiba-tiba, ia merasakan tangannya di tahan oleh seseorang. “Mau ikut denganku?” ucap seseorang itu yang ternyata seorang lelaki. Hal itu makin membuat Hyerim takut, karna ia tidak mengenali suara itu sama sekali. Ia menjatuhkan air matanya.

 

“YA!” panggil seorang pria. Ia melihat ke arah suara tersebut. Ia melihat Baekhyun. Baekhyun berlari ke arah mereka. Hyerim terkejut melihat aksi nekat Baekhyun. Ia berusaha memberitahu Baekhyun bahwa ini berbahaya. Tapi, suaranya kalah dengan ketakutannya.

 

Pria aneh itu melepaskan genggaman tangannya setelah Baekhyun menghatam wajahnya. Sedangkan Hyerim, ia terdiam. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia juga baru tahu jika Baekhyun bisa melakukan hal semacam itu.

 

Perkelahian terjadi beberapa saat. Hingga akhirnya terhenti, karena pria misterius itu menusuk Baekhyun menggunakan pisau. Itu membuat Baekhyun tidak bisa apa-apa. Mukanya sudah penuh dengan darah. Dan juga perutnya yang tertusuk oleh pria misterius itu.

 

Hyerim yang shock langsung mendatangi Baekhyun. Ia menangis sejadi-jadinya. Ia takut seuatu yang buruk terjadi. Ia buru-buru menelpon ambulan, setidaknya masih ada harapan jika ia menelpon ambulan.

 

***

 

3 hari kemudian

 

Baekhyun perlahan-lahan membuka matanya. Setelah ia berhasil membuka kedua matanya dengan sempurna, ia melihat sekitar. Ia mencoba mengenali tempatnya sekarang. Setelah mengetahui bahwa itu rumah sakit, ia mengingat apa yang terjadi padanya terakhir kali. Ia tersenyum ketika mengingat hal yang terjadi padanya terakhir kali.

 

Ia melihat sebuah tas bewarna hitam yang berada di kursi dekat dengan dengan kasurnya. Ia tersenyum karna ia mengetahui siapa pemilik tas itu.

 

Pintu rumah sakit itu terbuka, dan seorang wanita berdiri di depan pintu itu. Wanita itu Hyerim. Ia terdiam di tepatnya. Ia sedikit ragu dengan apa yang ia lihat. Ia melihat Baekhyun menghadap ke arahnya dan tersenyum. Hyerim berjalan setengah berlari ke arah Baekhyun.

 

“Kau sudah bangun? Apakah ada yang sakit? Apa kepalamu pusing? Apa perutmu sakit?” tanya Hyerim. Baekhyun memegang tangan Hyerim, membuatnya berhenti.

 

“Aku tidak apa-apa.” Ucap Baekhyun meyakinkan Hyerim. “Apa kau mengkhawatirkanku sekarang?” goda Baekhyun.

 

Hyerim melepaskan tangannya dari Baekhyun. “Terima kasih. Karena kau waktu itu telah menolongku. Dan maaf, membuatmu seperti ini.” Ucap Hyerim menyesal. “Dan juga, mengapa kau bisa ada di situ waktu itu? Kan aku sudah bilang…” ucap Hyerim terputus.

 

“Hyerim-ah, kau bilang waktu itu, jangan mengikutimu jika aku hanya merasa bersalahkan?” ucap Baekhyun berhasil membuat Hyerim terdiam. “Aku mengikutimu. Itu artinya aku tidak hanya merasa bersalah. Aku menyukaimu..” lanjut Baekhyun.

 

“A..aku..” ucap Hyerim gugup.

 

“Kau tak perlu menjawab Hyerim-ah. Aku sudah tahu jawabannya.”

 

Ne?”

 

“Kau juga menyukaiku?”

 

Mwo?! Ya! Mengapa kau over sekali! Darimana kau bisa menyimpulkan seperti itu?!”

 

“Hmm.. bagaimana ya.. kalo diingat-ingat.. malam itu.. aku mendengar suara wanita menangis…”

 

“Aku menangis karena aku takut dengan pria sialan itu!”

 

“Bagaimana dengan tas itu? Kau bolos sekolah? Seharusnya sekarang kau berada di sekolahkan?”

 

“Terserah kau saja..”

 

“Jangan seperti itu, aku hanya bercanda. Tidak masalah jika aku ditolak. Walaupun ini pertama kalinya..”

 

“Tapi kau benar…”

 

Kata-kata Hyerim berhasil membuat Baekhyun terkejut. Ia masih berusaha mencerna perkataan Hyerim.

 

“Aku menyukaimu.” Ucap Hyerim langsung ke inti yang ia maksud.

 

“Panggil aku Oppa.” Pinta Baekhyun untuk meyakinkan.

 

“Oppa?” ucap Hyerim lalu tersenyum.

 

“Jadi.. kau…” ucap Baekhyun.

 

Hyerim tertawa kecil, “Ne, Oppa.”

 

“Apakah aku bermimpi?” tanya Baekhyun lagi.

 

Hyerim mencium pipi Baekhyun. Baekhyun melihat ke arah Hyerim, “Apa kau merasa bahwa kau bermimpi?”

 

***

 

Sudah hampir lima tahun sejak kejadian itu. Tidak terlalu banyak yang berubah. Heejin, gadis yang selalu menggangguku, kini ia sudah menjadi sedikit lebih baik. Ia meminta maaf padaku, dan ia sekarang berkencan dengan Seungho. Seungho-lah yang selalu mengejar Heejin. Dan karena mereka berkencan, penampilan Seungho menjadi sedikit lebih keren. Ah, dan juga Kyungsoo. Hubunganku dan Kyungsoo sudah membaik. Ya.. pada kenyataannya, akulah yang sebenarnya menghindariku. Aku dulu memang sempat suka pada Kyungsoo, tapi seseorang membukanya di depan umum. Kau tahu? Byun Baekhyun itu lah yang membuat aku menjahuinya. Ah, berbicara tentang Byun Baekhyun. Apa yang harus aku ceritakan, ya? Aku masih berkencan dengannya. Awalnya sedikit berat bagiku. Semua fans-nya mengejarku dan mengerjaiku. Aku tak tahu ternyata Oppa-ku mempunyai semi-sasaeng-fans. Ternyata, ia orangnya hangat. Setiap kali memikirkan itu, aku meresa beruntung, bisa memilikinya. Aku harap, aku dan Baekhyun Oppa akan bisa bersama seperti ini. Selamanya.

 

THE END

***

Ao! Long time no see gaes! diriku yang tak dirindukan ini dateng lagi /? bagaimana perasaan kalian?! bhak. Ini ff makin kesini mkin amberageul ya /? btw, thanks y bagi yang mau membuang waktunya untuk membaca ini ^^ tolong asih saran dan kritik di kolom komentar~ anyong! sampai berjumpa lagi!

One thought on “I Found You”

  1. i got that i got that good good i got that i got that good good. jaaa~ aku malah nyanyi lagu alumni pulaaa baru ngomong udh bikin baper aja wkwkwkwkw XD aaaah seperti lagunyaaa ep ep nyaa bagooosss syekaliih

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s