[EXOFFI FREELANCE] I’m With You (Chapter 4)

edit4ff.jpg

Title : I’m With You

Chapter 4 : What Should I Do?

Author : Ravita

Rate : PG – 16

Lenght : In Chapter

Genre : Sci-Fi, Fantasy, Marriage Life, Action

Main Cast :

Luhan ex EXO

Irene Red Velvet

Support Cast :

Park Bo Gum Actor

Suho EXO

Tao ex EXO

Yoona Girls’ Generation

Ryeowook Super Junior

Disclaimer :

Ff yang terinspirasi dari beberapa film favorit dan mv exo

WHAT SHOULD I DO?

Kulihat Bo Gum menarik tangan istrinya itu ke lantai 2 dan menuju kamar mereka. Ya

kamar mereka… Mereka kan sudah menikah, dan perasaan ku pada sesosok yeoja yang

selalu membantuku saat aku kecil, kini aku mencoba menghilangkannya.

Tapi aku sangat penasaran dengan mereka…

*****

” Bo Gum! Lepaskan tanganmu itu! Appa!!! ”

” …. ”

Bo Gum pun mengunci pintu kamar setelah mereka masuk ke kamar mereka, dan

ternyata Bo Gum membuka kemeja berwarna hitam yang ia kenakan sedari tadi dan

melemparkannya ke sembarang tempat.

” Bo… Bo Gum! Park Bo Gum! Apa yang kau lakukan??? ” tanya Irene terhadap Bo

Gum.

” …. Kau adalah istriku! Aku harus melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh

seorang suami! ” jawabnya dengan tegas.

” Neo michyeosseo???!!! ”

” Ani! ”

” Bo Gum sadarlah! ”

” Aku sadar! ” dengan secepat kilat ia pun menempelkan bibirnya ke bibir lembut milik

istrinya tersebut. Tentunya Irene berusaha berontak, dan memukul-mukul dada bidang

milik Bo Gum. Bo Gum tak tinggal diam, ia semakin liar dan memegang tangan istrinya

itu.

Sekitar 5 sampai 10 menit ia melakukan itu, istrinya pun sedikit kelelahan, dan Bo Gum

menghentikan sejenak ciumannya itu, dan menggendong istrinya itu ke tempat tidur dan

ia pun melakukan aktivitas itu lagi. Istrinya semakin pasrah, dan Bo Gum membuka

paksa kemeja yang Irene gunakan, dan ia mulai membuka kancing pertama, kedua, dan

ketiga tapi ia masih menempelkan bibirnya itu kepada bibir Irene dan sesekali

melakukan kissmark di leher mulus Irene. Sambil berusaha berontak dengan kekuatan

terakhirnya, akhirnya Irene berhasil menampar pipi kiri Bo Gum.

PLLLAAAKKK!!!!

” Sudah hentikan! Apa kau lupa dengan janjimu? ” tanya Irene dengan nada agak tinggi,

sambil mengeluarkan benda cair dari kedua matanya.

” Kau kan sudah berjanji pada yeoja diluar sana???!!! ” katanya lagi mengingatkan.

” …. ” hanya keheningan yang menjawabnya.

” Jangan buat dia kecewa! Kumohon!!! ”

” Mian…. ” akhirnya Bo Gum pun membuka mulutnya.

*****

Keesokkan harinya…

” Lu! Kami tidak akan bekerja hari ini. Kalian berdua bekerja seperti biasa saja! Kami

akan ke rumah appa dan eomma ku! ” kata nyonya Park.

” Baik nyonya! ” jawabku.

*****

” Kenapa mereka kesana? Apa ada hal penting? ” tanya Hyung Kyun.

” Mana kutahu… Kau tanyakan saja sendiri pada mereka ”

” Oh iya,kudengar kemarin mereka melakukan pekerjaan mereka sebagai suami istri ya?

Tapi ada juga yang bilang kalau mereka itu bertengkar. Apa kau tahu sesuatu? ”

” Aku tidak tahi Hyung Kyun!!!! Tanyakan saja pada mereka ”

” Hei apa kau tidak cemburu? ”

” …. ”

Cemburu??? Itu pasti…. Hanya itu yang kuucap dalam hati.

*****

” Kenapa sepi sekali? Biasanya sudah banyak yang datang ” kataku setelah kami tiba di

depan pintu gerbang V-H Corp.

” Iya tumben sekali… ”

*****

” Hey! Kau! Siapa namamu? Aku lupa ” tanya Hyung Kyun pada seorang namja yang

seumuran dengan kami.

” Aku Suho! Ada apa? ”

” Oh Suho ya… Maaf aku lupa. Aku mau tanya kenapa sepi sekali. Apa hari ini

diliburkan karena pemilik saham terbesar kita tidak masuk kerja ”

” Bukan karena itu, kudengar banyak karyawan yang jatuh sakit ”

” Sakit? Sakit apa? ” tanyaku.

” Iya aneh sekali. Kerja di sebuah perusahaan yang bergerak di dunia kesehatan masa

mereka sakit? Dan banyak sekali yang sakit ”

” Hyung Kyun! Kamu mulai bicara aneh lagi! ” kataku.

” Aku pun tidak tahu kenapa bisa banyak karyawan yang memberi kabar kalau mereka

tidak akan masuk kerja. Tapi rata-rata alasan mereka hampir sama. Mereka

mengeluhkan perut mereka yang sakit, juga ada yang mual, muntah-muntah dan kepala

mereka terasa berat ” kata Suho menjelaskan.

” Kenapa bisa sama semua? ” tanya ku.

” Apa kau tahu ada berapa banyak karyawan yang mengeluh sakit? ” tanyaku lagi.

” Kalau itu aku tidak tahu. Lebih baik tanyakan saja ke bagian HRD. Nona Yoona, atau

Tuan Ryeowook yang hari ini hanya mereka berdua saja yang masuk ” kata Suho.

” Baiklah. Terima kasih atas infonya! ”

” Sama-sama! ”

*****

Kami pun segera berlari, karena sepertinya ini bukan masalah sepele dan ketika kami

hanya tinggal berjalan menuju ruangan HRD, kami melihat beberapa karyawan yang

masuk seperti kesakitan di bagian perut mereka, dan muka mereka terlihat sangat pucat.

Bisa kutebak hari ini pasti penuh sekali ruangan pemeriksaan, dan dokter yang biasanya

kurang kerjaan pasti kewalahan.

Hyung Kyun pun memutuskan untuk mengantarkan salah satu yeoja yang mengalami

kesakitan menuju ruang klinik di lantai 4. Tapi aku memutuskan untuk ke ruang HRD.

Ketika ku sampai disana, dan bisa kulihat yang hadir di bagian HRD sangat kewalahan

melihat daftar nama karyawan yang sakit secara masal.

” Maaf! Apa ada yang bisa saya bantu? Sepertinya kalian kewalahan ” tawarku.

” Oh kau Luhan kan???!!! Syukurlah kau ada disini. Bisakah kau bantu kami? ” pinta

staff HRD yang bernama Yoona.

” Baik! Apa yang bisa kubantu? ” tanya ku.

” Bisakah kau mengangkat telepon yang sedari tadi mengganggu telinga kami? ” pinta

Ryeowook.

” Baik Hyung! ” kataku, aku pun segera mengangkat telepon yang berdering. Dan benar

saja telepon itu isinya sama semua. Para karyawan mengeluh kesakitan dan tidak bisa

bekerja, padahal kemarin mereka biasa-biasa saja.

Sekitar sejam aku berada di ruangan ini, dan memang benar melelahkan sekali. Tapi

tiba-tiba aku mendapatkan kabar dari Hyung Kyun yang kini ada di ruangan keamanan,

lebih tepatnya memonitori ratusan layar yang terekam oleh kamera CCTV.

Lalu aku pun segera ke ruangan tersebut yang berada di lantai 1 dan aku berada di lantai

7. Sungguh sangat melelahkan memang, dan juga setelah aku membantu HRD

sedikitnya aku tahu berapa banyak karyawan yang tidak hadir, dan ada sekitar 40%

karyawan yang hari ini hadir. Juga di bagian keamanan hanya sekitar 30% yang hadir

hari ini.

*****

” Hyung Kyun….!!! Apakah…. Sebaiknya kita laporkan pada atasan? ” tanyaku sambil

terengah-engah saat ku sampai di ruangan ia berada.

” Kalau itu aku sudah laporkan ”

” Apa kau sudah beritahu pada Tuan Park? ”

” Kalau itu sedang kulakukan, tapi dia tidak mengangkat teleponnya. Kita hanya bisa

menunggu ”

” Lalu apa yang harus kita lakukan? ”

” Kita hanya bisa menunggu keputusan dari atasan, karena ini bukan masalah sepele,

dan ketika aku sampai di klinik, malah banyak karyawan yang kesakitan, bahkan ada

yang badannya terasa panas sekali ”

” Yang hadir saat ini mungkin sekitar 40% ”

” Para pemimpin pun sepertinya tidak akan hadir, karena takutnya ini adalah wabah

virus yang menular ”

” Ya sepertinya begitu… ”

*****

Kami pun mendapat kabar untuk tidak menerima tamu, dan menutup gerbang utama,

dan seolah kami ini sedang di asingkan. Juga kami bingung harus berbuat apa. Dan

akupun berinisiatif untuk menuju ruang klinik, dan memanggil beberapa orang untuk

membantu para dokter.

Hyung Kyun bertugas mengamati monitor dan akan memberi tahu apabila ada kejadian

aneh.

” Dokter! Apa yang bisa kami bantu? ” tawarku pada dokter yang bernama dr. Tao.

” Sebenarnya kami kehabisan stok obat, karena banyaknya karyawan yang mengeluh

sakit dengan keluhan yang sama ”

” Dokter, saat ini akses kita untuk keluar telah ditutup karena takutnya ini akibat virus

yang bisa menular. Jadi agak sulit untuk keluar ” kataku.

” Tidak bisakah kita panggil seseorang kesini untuk membawakan obat itu? ” saran

Suho mengingatkan ku kalau aku harus coba cara itu.

” Aku akan coba menghubungi seseorang… ”

*****

TO BE CONTINUE….

Lagi encer nih otaknya. Dapet banyak inspirasi dan banyak imajinasi yang mulai

bermunculan. Semoga kalian semakin suka dengan ceritanya, dan bikin kalian greget.

Thank you udah baca dan ngasih jejak. Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk

baca.

Seperti biasa jangan jadi Silent Reader please!!!

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] I’m With You (Chapter 4)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s